Anda di halaman 1dari 12

BAB I

KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN


PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk
melihat

dan

menilai

kesempatan-kesempatan

bisnis,mengumpulkan

sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan


yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.
Beberapa konsep kewirausahaan seolah identik dengan kemampuan
para wirausahawan dalam dunia usaha ( Bussines ), padahal dalm
kenyataan kewirausahaan tidak selalu identik dengan watak / cirri
wirausahawan semata, karena sifat-sifat wirausahawanpun dimiliki oleh
yang bukan wirausahawan. Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan
baik karyawan swasta maupun pemerintah( soeparrmansoemahamidjaja,
1980). Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan
inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya
untuk menemukan peluang( opportunity) dan perbaikan ( properation)
hidup (prawirokusumo, 1997)
Kewirausahaan ( entrepreneurship) muncul apabila sesorang individu
berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses
kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang
berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha(
suryyana, 2001 ). Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai
tambah dipasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan
cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing, menurut zimmerer ( 1996
; 51 ) nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara-cara sebagai
berikut :
a. Pengembangan teknologi baru ( developing new teknologi )

b. Penemuan pengetahuan baru ( discovering new knowledge )


c. Perbaikan produk ( barang dan jasa ) yang sudah ada ( improving
existing productsor service)
d. Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan
jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (
finding different ways of providing more goods and services with
fewer resources)
2. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan suatu maslah
Apakah pentingnya Wirausaha dalam dunia usaha?
3. Tujuan
Sesuai dengan rumusan masalah diatas maka tujuan dari penulisan
makalah ini adalah Untuk mengetahui bagaimana pentingnya wirausaha
dalam dunia usaha
4. Manfaat
Manfaat dari penulisan makalahh ini adalah Untuk meningkatkan
pengetahuan mahasiswa tentang kewirausahaan dalam mencapai suatu
kesuksesan

BAB II
PEMBAHASAN

1. KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN


A.Pengertian Wirausaha
Wirausaha adalah kemampuan yang dimilki oleh sesorang untuk
melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpilkan
sumber

daya-sumber

daya

yang

dibuthkan

untuk

mengambiltindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam


rangka meraih sukses
Wirausahawan adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif
dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu
sumber daya untuk menemukan peluang ( opportunity) dan
perbaikan ( Preparation) hidup ( Prawirokusumo, 1997)
Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah
dipasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan caracara baru dan berbeda agar dapat bersaing menurut zimmerer (
1996 : 51 )
Walaupun diantara para ahli ada yang lebih menekankan
kewwirausahaan pada peran penyusunan kecil, namun sifat inipun
sebenarnya dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi diluar
wirausahawan.dengan

demikian

ada

hakekat

pentingnya

kewirausahaan, yaitu :
a. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan
dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga
peenggerak, tujuan siasat, kiat, proses dan hasil
bisnis ( ahmad sanusi, 1994)
b. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan
untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan
usaha ( soeharto prawiro, 1997)

c. Kewirausahaan

adalahsuatu

proses

dalam

mengerjakan sesuatu yang baru ( kreatif ) dan


berbeda ( inovatif ) yang bermanfaat dalam
memberikan nilai lebih
d. Kewirausahaan adalah kemampuan untuk
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (
Drucker, 1959)
e. Kewirausahan adalah suatu proses penerapan
kreatifitas dan keinovasian dalam memecahkan
persoalan

dan

menemukan

peluang

untuk

memperbaiki kehidupan usaha ( zimmerer, 1996)


f. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai
tambah dengan jalan mengkombinasikan sumbersumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk
memenangkan persaingan

A. Ciri dan sifat Wirausahawan


Ciri-ciri

Watak

1. Percaya diri

1. Keyakinan,

kemandirian,

individualitas,optmisme

2. Berorientasikan tugas dan hasil

2. Kebutuhan akan prestasi, berorientasi


pada laba, memiliki ketekunan dan
ketabahan, memiliki tekad yang kuat,
suka

bekerja

keras,

energik

dan

memiliki inisiatif
3. Pengambilan resiko

3. Memiliki

kemampuan

mengambil

resiko dan suka pada tantangan


4. Kepemimpinan
4. Bertingkah laku sebagai pemimpin,
dapat bergaul dengan orang lain dan
suka terhadap saran dan krritik yang
membangun
5. Keorisinilan

5. Memiliki
tinggi,

inovasi

fleksibel,

dan
serba

kreativitas
bias

dan

memiliki jaringan bisnis yang luas

6. Berorientasi kemasa depan


6. Persepsi dan memiliki cara pandang/
cara piker yang berorientasi paada
7.

Jujur dan tekun

masa depan

7. Memiliki keyakinan bahwa hidu itu


sama dengan kerja

Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan diatas, dapat kita
identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya
sehari-hari:
a. Disiplin
Dalam melaksanankan kegiatannya, seorang wirausahawan harus
memiliki kedisiplinan yang tinggi. Artti dari kata disiplin itu sendiri
adalah

ketepatan

komitmen

wirausahawan

terhadap

tugas

dan

pekerjaannya. Kedisiplinan terhadap komimen akan kualitas pekerjaan


dapt dibina dengan ketaatan wiraushawan akan komitmen tersebut.
Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai jika

wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap system kerrja


yang telah ditetapkaan.
b. Komitmen tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat pleh
seseorang, baik terrhadap dirinya sendiri maupun orang lain.
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorangg wirausahawan harus
memiliki komitmen yang jelas, terarah dan progressif ( beorientasi pada
kemajuan ). Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang
lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi
pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga
produk yang ditawarkan, problem solving bagi maslah konsumen dan
sebagainya
c. Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang terkadang dilupakan oleh
seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berprilaku bersifat kompleks
kejujuran mengenai karakteristik produk ( barang dan jasa) yang
ditawarkan kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran
mengenai pelayanan purna jual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai
segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan
oleh wirausahawan.wirausahawan yang menjunjung tingggi kejujuran
dalam melakukan kegiatan usahanya akan mendapatkan bukan saja
konsumen actual tetapi juga konsumen potensial, bukan hanya dalam
jangka pendek tetapi juga untuk jangka yang panjang.
d. Kreatif dan inovatif
Untuk nmemenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus
memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kretifitas tersebut sebaiknya
adalah dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasangagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama
ini

di

pasar.namun

gagasan-gagasan

yang

baikpun,

jika

tidak

diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, hanya akan menjadi


sebuaah mimpi. Kretivitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan

inovasi agar laku dipasar. Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan


wirausahwan dalam menambahkan nilai guna/ nilai manfaat terhadap
nilai suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan
market oriented atau yang sedang laku dipasaran.dengan bertaambahnya
nilai guna atau manfaat pada sebuah produk, maka meningkat pula daya
jual produk tersebut di mata konsumen, karena adanya peningkatan nilai
ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen
e. Mandiri
Seseorang dikatakn mandiri apabila orang tersebut dapat melakukan
keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalam
mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan
hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain.
f. Realistis
Sesorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan
fakta/realita sebagai landasan berfikir yang rasionil dalam setiap
pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatan.
B. Fungsi Wirausaha
Wirausaha berfungsi sebagai perencana ( Planner ) sekaligus sebagai
pelaksana usaha ( businessman), sebagai perencana ( Planner), wirausaha
berperan sebagai
1. Merancang perusahaan ( corporate plan)
2. Mengatur strategi perusahaan ( corporate strategi)
3. Pemrakarsa ide-ide perusahaan ( corporate image )
4. Pemegang visi untuk memimpin ( visioner leader)
Sedangkan sebagai pelaksana usaha ( businessman ),wirausaha berperan
1. Menemukan, menciptakan, dan menerapkan ide baru yang berbeda (
create the new and different)
2. Meniru dan menduplikasi ( mitating and duplicating)
3. Meniru dan memodifikasi ( mitating and modification)
4. Mengembangkan ( developing new product, new technologi, new
image, dan new organization)

Karena wirausaha identik dengan pengusaha kecil yang berperan sebagai


pemilik dan manajer, maka wirausahalah yang memodali, mengatur,
mengawasi, menikmati dan menanggunng resiko. Menurut Cason ( 1982),
yang dikutip yuyun wirasasmati ( 1993:3) ada beberapa kemampuan yang
harus dimiliki, yaitu:
1. Self knowledge, yaitu memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan
dilakukannya atau ditekuninya.
2. Imagination, yaitu memiliki imajinasi, ide, dan perspektif serta tidak
mengandalkan pada sukses dimasa lalu
3. Practical knowledge, yaitu memiliki pengetahuan praktis misalnya :
pengetahuan teknik, desain
4. Search skill, yaitu kemampuan untuk menemukan berkreasi dan
berimajinasi
5. Foresaight, yaitu berpandangan jauh kedepan
6. Competation skill, yaitu kemampuaan berhitung dan kemampuan
memprediksi keadaan masa yang akan datang
7. Communication skill, yaitu kemampuan untuk berkomunikasi, bergaul,
dan berhubungan dengan orang lain
Dengan keterampilan dasar diatas, maka sesorang akan memiliki
kemampuan ( kompetensi ) dalam kewirausahaan. Menurut Dan &
Bradstreet Business Credit Service ( 1993:1), ada 10 kompetensi yang
harus dimiliki wirausaha yaitu :
1. Knowing your business, yaitu harus mengetahui usaha apa yang akan
dilakukan. Misalnya seorang yang akan melakukan bisnis perhotelan
maka ia harus memiliki pengetahuan tentang perhotelan.
2. Knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasardasar

pengelolaan

bisnis,

misalnya

cara

merancang

usaha,

mengorganisasikan.
3. Having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang sempurna
terhadap usaha yang dilakukan ia harus bersikap sebagai pedagang,
industriawan, pengusaha

4. Having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup, modal


tidak hanya bentuk materi, tetapi juga rohani.
5. Managing

finances

Effectively,

yaitu

memiliki

nkemampuan

mengatur/mengelolah keuangan secara efektif dan efisien, mencari


sumber

dana

dan

menggunakanya

secara

tepat,

serta

mengendalikannya secara akurat


6. Managing time Efficienttly, yaitu kemampuan mengatur waktu
seefisien mungkin
7. Managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur,
mengarahkan,menggerakan ( memotivasi) dan mengandalkan orangorang dalam menjalankan perusahaan
8. Satisfying customer by providing high quality product, yaitu member
kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa
yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan
9. Knowing Hozu to Compete, yaitu mengetahui / cara berrsaing,
wirausaha, harus dapat mengungkapkan kekuatan ( srenght),
kelemahan ( weaks).
10. Copying with regulations and paperwork, yaitu membuat aturan /
pedoman yang jelas tersurat tidak tersurat
Disamping keterampilan dan kemampuannya wirausaha juga harus
memiliki pengalaman yang seimbang. Menurut A. Kuriloff, john M.
Memphil, Jr dan Douglas Cloud ( 1993 : 8), ada empat kemampuan utama
yang diperlukan untuk mencapai pengalaman yang seimbang agar
kewirausahaan berhasil, diantaranya ;
1. Technical Competence, yaitu memiliki kompetensi dalam bidang
rancang bangun ( know-how) sesuai dengan bentuk usaha yang akan
dipilih misalnya kemampuan dalam bidang tekhnik produksi dan
desain produksi

2. Marketing Kompetence, yaitu memiliki kompetensi dalam menemukan


pasar

yang

cocok,

mengidentifikasi

pelanggan

dan

menjaga

kelangsungan hidup perusahaan


3. Financial kpmpetence, yaitu memiliki kompensi dalam bidang
keuangan,

mengatur

pembelian,

penjualan,

pembukuan,

dan

perhitungan laba/rugi.
4. Human

relation

Competence,

yaitu

kompetensi

dalam

mengembangkan hubungan personal misalnya : kemampuan berelasi


dan menjalin kemitraan antar perusahaan

10

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
a.

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam


perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga peenggerak,
tujuan siasat, kiat, proses dan hasil bisnis

b.

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk


memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha

c.

Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan


sesuatu yang baru ( kreatif ) dan berbeda ( inovatif ) yang
bermanffaat dalam memberikan nilai lebih

d.

Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan


sesuatu yang baru dan berbeda

e.

Kewirausahan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan


keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan
peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha

f.

Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah


dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui
cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan

B. SARAN

1. Bagi mahasiswa yang akan membuka usaha, sebaiknya


mungkin mempelajari ilmu kewirausahaan untuk dapat
digunakan ketika nanti diperlukan
2. Setiap mahasiswa mampu belajar dan mempersiapkan
mental

serta

memperkaya

wawasan

tentang

kewirausahaan

11

DAFTAR PUSTAKA
http://prop-usaha.blogspot.com/2011/06/pengertian-inovasi.html
http://id.wikipedia.org
http://www.promolagi.com/tips_det.php?tip=231
Buchari Alma. 2003. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.
Longenecker, Justin G., et al. 2000. Kewirausahaan: Manajemen Usaha Kecil.
Jakarta : Salemba Empat
Meredith, Geoffrey G. 2002. Kewirausahaan: Teori dan Praktek. Jakarta : PPM
Moh. Nazir. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Suryana. 2003. Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju
Sukses. Jakarta: Salemba Empat

12