Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Disusun Oleh :Jaya Purnama


141310009

Pendidikan kewarganegaraan
Dosen pembimbing :

Thabita Carolina S.sos,M.Si

Jurusan Ilmu Komunikasi


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Tulang Bawang Lampung
2014 / 2015

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas Pancasila
sebagai dasar Negara.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan


hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa
teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini,
semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik
dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca
sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita
sekalian.Bandar lampung, 25 Desember 2014

Penulis

Jaya purnama

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.. i
DAFTAR ISI ii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................... 1
B. Permasalah............................ 2
C. Tujuan Penulisan... 2

BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Bahasa Indonesia. 3
B. Kedudukan dan Fungsi Pancasila di Negara Indonesia................... 5
C. Isi Pancasila...... 8

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan... 9
B. Saran................................. 11
C. Daftar Pustaka.. 12

ii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pancasila merupakan dasar dari negara kita, yaitu Negara Kesatuan


Republik Indonesia. Pancasila diartikan sebagai lima dasar yang dijadikan
dasar terbentuknya Negara dan pandangan hidup bangsa Suatu bangsa tidak
akan dapat berdiri dengan kokoh tanpa adanya dasar Negara yang kuat dan
tidak akan dapat mengetahui dengan jelas kemana arah dan tujuan yang akan
dicapai tanpa pandangan hidup.
Dengan adanya dasar Negara, suatu bangsa tidak akan terombang ambing
dalam menghadapi berbagai permasalahan, baik yang datang dari dalam
maupun luar. Kalau kita dapat umpamakan, Negara tanpa dasar Negara
bagaikan sebuah bangunan yang tanpa dasar dan bangunan tersebut akan cepat
roboh.
Sebagai warga Negara yang baik,hendaknya kita lebih mengenal dasar
Negara kita(Pancasila) secara lebih dalam dan menyeluruh, agar kita dapat
lebih menghargai dan menjunjung tinggi dasar Negara kita tersebut.

2
B. Permasalahan

Karena keterbatasan ilmu serta keterbatasan waktu yang penyusun miliki,


maka penyusun hanya mengangkat beberapa hal yang akan dijadikan sebagai
permasalahan dalam makalah ini, yaitu:
1. Bagaimanakah sejarah lahirnya Pancasila?
2. Apakah kedudukan dan fungsi Pancasila di Indonesia?
3. Apasajakah isi dari Pancasila?

C. Tujuan Penulisan
Makalah ini kami susun dengan tujuan,yaitu:
1. Untuk mengetahui sejarah lahirnya Pancasila.
2. Untuk mengetahui kedudukan dan fungsi Pancasila di Indonesia.
3. Untuk mengetahui isi dari Pancasila.

3
A. Sejarah Lahirnya Pancasila

Pembahasan mengenai Dasar Negara dilakukan pertama kali pada saat


sidang

Badan

Penyelidik

Usaha-usaha

Persiapan

Kemerdekaan

Indonesia(BPUPKI) yang berlangsung pada tanggal 29 Mei sampai 1 Juni


1945. Pada sidang tersebut terdapat usulan-usulan tentang Dasar Negara,
usulan-usulan yang dikemukakan adalah :

a. Prof. Mr. Muhammad Yamin


Mengusulkan Dasar Negara dalam pidatonya tidak tertulis pada tanggal 29
Mei 1945 dalam sidang BPUPKI, yaitu:
1. Peri Kebangsaan.
2. Peri Kemanusiaan.
3. Peri Ketuhanan.
4. Peri Kerakyatan.
5. Kesejahteraan Rakyat.

Setelah selesai berpidato, Beliau menyampaikan pula usulan-sulan tertulis


naskah rancangan UUD RI. Dalam pembukaan itu tercantum rumusan 5
dasar, yaitu :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kebangsaan Persatuan Indonesia.
3. Rasa Kemanusian yang Adil dan Beradab.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

4
b. Prof.Mr.Dr.R Soepomo (31 Mei 1945)
1. Paham Persatuan.
2. Perhubungan Negara dan Agama.
3. Sistem Badan Permusyawaratan.
4. Sosialisasi Negara.
5. Hubungan antar Bangsa yang Besifat Asia Timar Raya.

c. Ir. Soekarno (1 Juni 1945)


1. Kebangsaan Indonesia.
2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan.
3. Mufakat atau Demokrasi.
4. Kesejahteraan Sosial.
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan.

Oleh karena pada sidang pertama belum dicapai kata mufakat, maka
dibentuklah sebuah panitia kecil yang membahas usulan-uslan yang diajukan
dalam sidang BPUPKI baik lisan maupun tulisan yang disebut Panitia
Sembilan yang diketuai oleh Ir.Soekarno. Anggota Panitia Sembilan sendiri
terdiri dari tokoh Nasional yang mewakili golongan Nasioanalis dan Islam,
yaitu : Drs. Moh.Hatta, Mr.A.A Maramis, Mr.Muh Yamin, Mr.Ahmad
Soebardjo, Abdul Kahar Muzakar, KH.Wahid Hasyim, Abi Kusno,
Tjokrosoejoso dan Haji Agus Salim.
Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945 berhasil menyusun suatu
naskah yang kemudian disebut Piagam Jakarta, yang di dalamnya tercantum
rumusan Dasar Negara sebagai berikut :
1.

Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi


pemeluk- pemeluknya.

2.

Kemanusiaan yang adil dan beradab.

3.

Persatuan Indonesia.

5
4.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam


permusyawaratan/ perwakilan.

5.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lalu dengan beberapa pertimbangan dan pembahasan ulang,maka sila


pertama pada Piagam Jakarta diubah menjadi Ketuhanan yang maha esa.
Dengan demikian lahirlah Pancasila yang menjadi dasar Negara Indonesia
hingga saat ini.

B. Kedudukan dan Fungsi Pancasila di Negara Indonesia

Fungsi pokok Pancasila adalah sebagai Dasar Negara. Selain fungsi pokok
tersebut, Pancasila mempunyai beberapa fungsi lagi, yaitu :
1. Pandangan hidup bangsa Indonesia
Yaitu yang dijadikan pedoman hidup bangsa Indonesia dalam mencapai
kesejahteraan lahir dan batin dalam masayarakat yang heterogen(beraneka
ragam)
2. Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia
Artinya Pancasila lahir bersama dengan lahirnya bangsa Indonesia dan
merupakan ciri khas Bangsa Indonesia dalam sikap mental maupun
tingkah lakunya sehingga dapat membedakan dengan bangsa lain.
3. Perjanjian Luhur
Artinya Pancasila telah disepakati secara Nasional sebagai dasar Negara
tanggal 18 Agustus 1945 melalui sidang PPKI(Panitia Perseapan
Kemerdekaan Indonesia).
4. Sumber dari segala sumber tertib hukum
Artinya bahwa segala peraturan perundang-undangan yang berlaku di
Indonesia harus bersumberkan Pancasila atau tidak bertentangan dengan
Pancasila.

6
5. Cita-cita dan tujuan yang akan dicapai bangsa Indonesia.
Yaitu masayarakat adil dan makmur secara merata materiil dan spiritual
yang berdasarkan Pancasila.
6. Sebagai Ideologi terbuka.
Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup, namun
bersifat terbuka. Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila adalah
bersifat aktual, dinamis, antisipatif, dan senantiasa mampu menyesuaikan
dengan perkembangan jaman. Keterbukaan ideologi Pancasila bukan
berarti mengubah nilai-nilai dasar Pancasila namun mengeksplisitkan
wawasannya secara lebih kongkrit, sehingga memiliki kemampuan yang
labih tajam untuk memecahkan masalah- masalah baru dan aktual. Sebagai
sautu ideologi yang bersifat terbuka maka Pancasila memeiliki dimensi
sebagai berikut :
a. Dimensi Idealistis, yaitu nilai- nilai dasar yang terkandung
dalam Pancasila yang bersifat sistematis dan rasional yaitu
hakikat nlai- nilai yang terkandung dalam lima sila pancasila :
ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
Maka dimensi idealistis Pancasila bersumber pada niali- nilai
filosofis yaitu filsafat Pancasila.
b. Dimensi Normatif, yaitu nilai- nilai yang terkandung dalam
Pancasila perlu dijabarkan dalam suatu sistem normatif,
sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 yang
memiliki kedudukan tertinggi dalam tertib hukum Indonesia.
Dalam pengertian inilah maka Pembukaan yang di dalamnya
memuat Pancasila dalam alinea IV, berkedudukan sebagai
staatsfundamentalnorm(pokok
fundamental).

kaidah

negara

yang

7
c. Dimensi Realistis, suatu ideologi harus mampu mencerminkan
realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Oleh
karena itu Pancasila selalu memiliki dimensi nilai- nilai ideal
serta normaf maka Pancasila harus mampu dijabarkan dalam
kehidupan

nyata

sehari-hari,

baik

dalam

kaitannya

bermasayarakat maupun dalam segala aspek penyelenggaraan


negara.

Berdasarkan hakikat ideologi Pancasila yang bersifast terbuka yang


memiliki tiga dimensi tersebut maka ideologi Pancasila tidak bersifat
utopis yang hanya merupakan sistem ide- ide belaka yang jauh dari
kenyataan hidup sehari- hari. Selain itu ideologi Pancasila bukan
merupakan doktrin belaka karena doktrin hanya dimiliki pada ideologi
yang hanya bersifat normatif dan tertutup, demikian pula ideologi
Pancasila

bukanlah

merupakan

ideologi

pragmatis

yang

hanya

menekankan segi praktis dan realistis belaka tanpa idelaisme yang


rasional. Maka Ideologi Pancasila yang bersifat terbuka pada hakikatnya,
nilai- nilai dasar(hakikat) sila- sila Pancasila yang bersifat tetap adapun
penjabaran dan realisasinya senantiasa dieksplisitkan secara dinamis
terbuka dan senantiasa mengikuti perkembangan zaman.
Menurut BP-7 Pusat, bahwa nilai- nilai yang terkandung dalam
ideologi terbuka tediri atas 2 jenis nilai yaitu,
Pertama : nilai dasar,yaitu nilai- nilai yang terkandung dalam ideologi
yang berupa cita- cita, tujuan, serta alat- alat perkembangan negara yang
utama, sendi- sendi mutlak negara terutama nilai- nilai Ketuhanan,
Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, serta Keadilan, ini bersifat tetap.
Kedua : nilai-nilai Instrumental, yaitu niali- nilai yang berupa arahan,
kebijakan, strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaannya, ini yang
bersifat dinamis dan terbuka yang senantiasa disesuaikan dengan

8
perkembangan zaman. Maka realisasi nilai- nilai instrumental inilah yang
merupakan pragsis dari ideologi. Berdasakan uraian di muka maka
Pancasila sebagai nilai dasar Ideologi negara adalah yang bersifat tetap,
adapun

nilai-

nilai

instrumental

yang

merupakan

pengamalan,

pengembangan dan pengayaan nilai- nilai dasar.

C. Isi Pancasila

Pancasila juga merupakan sarana atau wadah yang dapat mempersatukan


bangsa Indonesia, sebab Pancasila adalah falsafah, jiwa dan kepribadian
bangsa Indonesia yang mengandung nilai- nilai dan norma- norma yang luhur.
Norma- norma tersebut yaitu :
1. Norma Agama, bersumber dari Tuhan melalui utusannya yang bersisikan
peraturan hidup yang diterima sebagai perintah-perintah,larangan-larangan
dan anjuran-anjuran yang berasl dari Tuhan.Sebagian norma agama
bersifat umum,jadi berlaku bagi seluruh golongan manusia di dunia
terlepas dari agama yang dianut.
2. Norma Kesusilaan yang dianggap sebagai aturan yang datang dari suara
hati sanubari manusia,dari bisikan kalbu atau suara batin yang diinsyafi
oleh setiap orang sebagai pedoman dalam sikap dan perbuatannya.
3. Norma Kesopanan merupakan peraturan hidup yang timbul dari
pergaulan segolongan mansia dan dianggap sebagai tuntutan pergaulan
sehari-hari sekelompok masyarakat.
4. Norma Hukum adalah aturan tertiulis maupun tidak tertulis yang
berisikan perintah atau larangan yang memaksa dan akan menimbilkan
sanksi yang tegas bagi setiap orang yang melanggarnya.

Keempat norma ini berlaku dan terdapat pada masyarakat Indonesia yang
masing-masing norma mempunyai perbedaan satu sama lain.Khusus Norma
Hukum yang dibuat oleh lembaga yang berwenang,untuk membuatnya
(negara) dan dari segi sanksinya lebih tegas dan jelas serta dapat dipaksakan
dalam pelaksanaannya.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Pancasila diartikan sebagai lima dasar yang dijadikan sebagai Dasar


Negara dan Pandangan Hidup Bangsa.
Suatu bangsa tidak akan berdiri kokoh tanpa Dasar Negara yang
kuat.Dengan Dasar Negara suatu bangsa tidak akan terombang-ambingkan
dalam menghadapi berbagai permasalahan baik dari dalam maupun luar.
2. Fungsi Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa: yang dijadikan
pedoman hidup bagi bangsa Indonesia dalam mencapai kesejahteraan lahir
batin dalam masyarakat yang beraneka ragam.
3. Fungsi Pancasila sebagai Sumber dari segala sumber tertib hukum: segala
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia harus
bersumber kepada Pancasila atau tidak bertentangan dengan Pancasila.
4. Norma yang berlaku pada masyarakat Indonesia:
a. Norma Agama
b. Norma Kesusilaan
c. Norma Kesopanan
d. Norma Hukum
5. Nilai-nilai tersebut adalah:
a. Pandangan Hidup
b. Kesadaran dan cita hukum
c. Cita-cita mengenai kemerdekaan
d. Keadilan Sosial,Politik,Ekonomi
e. Keagamaan dan lain sebagainya.

10
6. Lahirnya Pancasila digali dari bumi Indonesia sendiri yang telah berurat
berakar dalam sifat dan tingkah laku manusia.Bangsa Indonesia lahir dari
kepribadiannya sendiri yang bersamaan dengan lahirnya bangsa dan
negara itu,dan kepribadian itu ditetapkan sebagai Pandangan Hidup
Bangsa dan Dasar Negara
7. a. Secara lisan:
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Peri Kesejahteraan Rakyat
b. Secara tertulis:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kebangsaaan Persatuan Indonesia.
3. Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijkasanaan dalam
Permusayawaratan/Perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

11
B. Saran

1. Bangsa Indonesia harus memantapkan kesetiaannya kepada Pancasila


dengan cara menghayati dan mengamalkannya dalam segala bidang
kehidupannya.
2. Sila- sila yang terkandung di dalam Pancasila hendaknya tidak dirubah,
baik itu secara isi,kedudukan maupun fungsinya.
3. Bangsa Indonesia harus bangga mempunyai Dasar Negara Pancasila dan
harus menjaga keutuhan Pancasila.

12
C. Daftar Pustaka

1. Kaelan.1996. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan.Yogyakarta :


Sosial Agency.
2. Mulyawati,2004.

Cinta

www.Google.co.id/pancasila.

Tanah

Air.

Tersedia

on

line: