Anda di halaman 1dari 9

BAB III

PEMBAHASAN
3.1 PROFIL SINGKAT PERUSAHAAN
3.1.1. Gambaran Umum Perusahaan
Nama Garuda diberikan oleh Presiden Soekarno di mana nama tersebut
diambil dari sajak Belanda yang ditulis oleh penyair terkenal pada masa itu, Noto
Soeroto; "Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog bovine
uw einladen", yang artinya, Saya Garuda, burung Vishnu yang melebarkan
sayapnya tinggi di atas kepulauan Anda. Berawal dari penerbangan perdana di
tahun 1949, PT Garuda Indonesia (PERSERO)Tbk, yang sebelumnya bernama
Garuda Indonesian Airways, mulai mengembangkan armadanya. Garuda
Indonesia pada saat itu mengoperasikan satu pesawat Douglas DC-3 Dakota dan
PBY Catalina.
PT Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk adalah maskapai penerbangan
Indonesia yang berkonsep sebagai full service airline (maskapai dengan
pelayanan

penuh).

Saat

ini

PT

Garuda

Indonesia

(PERSERO)

Tbk

mengoperasikan 82 armada untuk melayani 33 rute domestik dan 18 rute


internasional termasuk Asia (Regional Asia Tenggara, Timur Tengah, China,
Jepang dan Korea Selatan), Australia serta Eropa (Belanda). Sebagai bentuk
kepeduliannya akan keselamatan, PT Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk telah
mendapatkan sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA). Hal ini
membuktikan bahwa maskapai ini telah memenuhi standar internasional di bidang
keselamatan dan keamanan.
Berbagai penghargaan pun telah diterima oleh PT Garuda Indonesia
(PERSERO) Tbk sebagai bukti dari keunggulannya. Pada tahun 2010, Skytrax
menobatkan PT Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk sebagai Four Star Airline
dan sebagai The World's Most Best Improved Airline. Selanjutnya pada Juli
2012, PT Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk mendapatkan penghargaan sebagai
World's Best Regional Airline dan Maskapai Regional Terbaik di Dunia.
Sebuah lembaga konsultasi penerbangan bernama Centre for Asia Aviation

(CAPA), yang berpusat di Sydney, juga memberikan penghargaan kepada PT


Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk sebagai "Maskapai yang Paling Mengubah
Haluan Tahun Ini", pada tahun 2010. Sedangkan Roy Morgan, lembaga peneliti
independen di Australia, juga memberikan penghargaan kepada Garuda Indonesia
sebagai The Best International Airline pada bulan Januari, Februari dan Juli
2012.
PT Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk memang telah berhasil mengubah
haluannya, sehingga terhindar dari kegagalan di masa krisis dan meraih
kesuksesan pada era 2006 hingga 2010. Setelah melalui masa - masa sulit kini PT
Garuda Indonesia (PERSERO)Tbk melanjutkan kesuksesan dengan menjalankan
program 5 tahun ekspansi secara agresif. Program ini dikenal dengan nama
Quantum Leap. Program ini diharapkan akan membawa perusahaan menjadi
lebih besar lagi, dengan jaringan yang lebih luas dan diiringi dengan kualitas
pelayanan yang semakin baik. Saat ini PT Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk
memiliki tiga hub di Indonesia. Pertama adalah hub bisnis yang berada di Bandara
Soekarno-Hatta, Jakarta. Kedua adalah hub di daerah pariwisata yang berada di
Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kemudian untuk meningkatkan frekuensi
penerbangan ke bagian timur Indonesia, PT Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk
juga memiliki hub di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

3.1.2. Visi dan Misi


Visi : Menjadi perusahaan penerbangan yang handal dengan menawarkan layanan
yang berkualitas kepada masyarakat dunia menggunakan keramahan Indonesia.
Misi : Sebagai perusahan penerbangan pembawa bendera bangsa Indonesia yang
mempromosikan Indonesia kepada dunia guna menunjang pembangunan ekonomi
nasional dengan memberikan pelayanan yang profesional.

3.2. PERBANDINGAN
3.2.1. PENDAPATAN USAHA
No
1

Keterangan
Penjualan Jasa

PSAK 23
Pengakuan pendapatan dengan
mengacu pada tingkat penyelesaian
dari suatu transaksi sering disebut
sebagai
metode persentase penyelesaian.
Dengan metode ini, pendapatan
diakui dalam periode akuntansi
pada saat jasa ditunaikan.
Pengakuan pendapatan atas dasar
ini memberikan informasi yang
berguna mengenai tingkat kegiatan
jasa dan kinerja entitas dalam suatu
periode. PSAK 34: Akuntansi
Kontrak
Kontruksi
juga
mensyaratkan
pengakuan
pendapatan berdasarkan hal ini.
Persyaratan
pada
Pernyataan
tersebut berlaku secara umum
untuk pengakuan pendapatan dan
beban terkait untuk transaksi yang
melibatkan pemberian jasa.
Pendapatan diakui dengan dasar
dan sebagai berikut:
(a) bunga diakui menggunakan
metode suku bunga efektif seperti
yang dijelaskan di PSAK 55
(revisi2006): Instrumen keuangan:
pengakuan
dan
pengukuran
paragraf 8 dan PA 17-20;
(b) royalti diakui atas dasar akrual
sesuai dengan substansi perjanjian
yang relevan; dan
(c) dividen diakui jika hak
pemegang
saham
untuk
menerima
pembayaran
ditetapkan.

GARUDA INDONESIA
Pendapatan jasa perbaikan
dan pemeliharaan pesawat
atas kontrak jangka pendek
diakui pada saat jasa
diserahkan
kepada
langganan. Pendapatan jasa
perbaikan dan pemeliharaan
pesawat atas kontrak jangka
panjang
diakui
dengan
menggunakan
metode
persentase penyelesaian.
(hal 30, Annual Report)

2.

Bunga,
Royalti,
Dividen

Pendapatan bunga di-akru


berdasarkan waktu terjadinya
dengan acuan jumlah pokok
terhutang dan tingkat bunga
yang sesuai.
Penghasilan dividen dari
investasi saham diakui pada
saat hak menerima dividen
telah ditetapkan.
(hal 30, Annual Report)

3.2.2. ASET TETAP


NO KETERANGAN
PSAK 16
1
Pengakuan
a
Biaya Perolehan
Aset tetap dapat diperoleh untuk alasan
Awal
keamanan atau lingkungan. Perolehan
aset tetap semacam itu, walaupun tidak
secara langsung meningkatkan manfaat
ekonomik masa depan dari suatu aset
tetap yang ada, mungkin diperlukan
bagi entitas untuk memperoleh manfaat
ekonomik masa depan dari aset lain
yang terkait. Dalam keadaan ini,
perolehan aset tetap semacam itu
memenuhi kualifikasi untuk diakui
sebagai aset, karena aset
tersebut
kemungkinkan entitas memperoleh
manfaat ekonomik masa depan yang
lebih besar dari aset-aset terkait
dibandingkan
dengan manfaat
ekonomik yang dihasilkan seandainya
aset tersebut tidak diperoleh.
b
Biaya-biaya
12. Sesuai dengan prinsip pengakuan
setelah perolehan dalam paragraf 07, entitas tidak boleh
awal
mengakui biaya perawatan sehari-hari
aset tetap sebagai bagian dari aset
bersangkutan. Biaya-biaya ini diakui
dalam laba rugi saat terjadinya. Biaya
perawatan sehari-hari terutama terdiri
atas biaya tenaga kerja dan bahan habis
pakai (consumables) termasuk di
dalamnya
suku
cadang
kecil.
Pengeluaran-pengeluaran untuk hal
tersebut
sering
disebut
biaya
pemeliharaan dan perbaikan aset
tetap.
14. Agar aset tetap dapat beroperasi
secara berkelanjutan, perlu dilakukan
inspeksi teratur terlepas apakah ada
komponen yang diganti.
Dalam
setiap inspeksi
yang
signifikan, biaya inspeksi diakui
dalam jumlah tercatat aset tetap
sebagai suatu
penggantian apabila
memenuhi kriteria pengakuan.
2

Pengakuan

GARUDA INDONESIA
Biaya pengurusan legal hak
atas tanah pada saat perolehan
tanah tersebut diakui sebagai
bagian dari biaya perolehan
asset tanah sesuai dengan PSAK
16 (revisi 2011).
(hal 13, Annual Report)

Beban pemeliharaan dan


perbaikan dibebankan pada
laporan
laba
rugi
komprehensif
konsolidasian
pada saat terjadinya. Biayabiaya
lain
yang
terjadi
selanjutnya yang timbul untuk
menambah, mengganti atau
memperbaiki asset tetap dicatat
sebagai biaya perolehan. (hal
29, Annual Report)

Biaya inspeksi besar rangka


pesawat dan perbaikan besar
mesin pesawat milik sendiri dan
sewa pembiayaan dikapitalisasi
dan disusutkan selama periode
sampai dengan inspeksi atau
perbaikan besar berikutnya. (hal
32, Annual Report)

Awal
Pengukuran
Biaya Perolehan

Pengukuran
Setelah
Pengakuan
Awal

Penyusutan

23. Biaya perolehan aset tetap adalah


setara dengan nilai tunai yang diakui
pada saat terjadinya. Jika pembayaran
suatu aset ditangguhkan hingga
melampaui jangka waktu kredit
normal, perbedaan antara nilai tunai
dengan pembayaran total diakui
sebagai beban bunga selama periode
kredit kecuali dikapitalisasi sesuai
dengan PSAK 26 (revisi 2008): Biaya
Pinjaman.

Aset
dalam
penyelesaian
dinyatakan
sebesar
biaya
perolehan. Biaya perolehan
tersebut
termasuk
biaya
pinjaman yang terjadi selama
masa pembangunan yang timbul
dari utang yang digunakan
untuk
pembangunan
asset
tersebut.
Akumulasi
biaya
perolehan akan dipindahkan ke
masing-masing aset tetap yang
bersangkutan pada saat selesai
dan siap digunakan. Pinjaman
yang tidak spesifik digunakan
untuk perolehan aset tertentu,
jumlah biaya pinjaman yang
dikapitalisasi tertentu terhadap
jumlah
pengeluaran
untuk
perolehan aset tersebut. (hal 29,
Annual Report)
Model Biaya
Aset tetap non pesawat
30. Setelah diakui sebagai aset, aset kecuali tanah dan bangunan
tetap dicatat sebesar biaya perolehan dicatat
berdasarkan
harga
dikurangi akumulasi penyusutan dan perolehan dikurangi akumulasi
akumulasi rugi penurunan nilai aset.
penyusutan dan penurunan nilai.
Model Revaluasi
31. Setelah diakui sebagai aset, aset
tetap yang nilai wajarnya dapat diukur
secara andal harus dicatat pada jumlah
revaluasian, yaitu nilai wajar pada
tanggal revaluasi dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi rugi
penurunan nilai yang terjadi setelah
tanggal revaluasi.
Penyusutan dimulai saat aset tersebut
siap untuk digunakan. Penyusutan aset
dihentikan
lebih
awal
ketika
diklasifikasikan sebagai aset dimiliki
untuk dijual.

Pesawat, tanah dan bangunan


dinyatakan berdasarkan nilai
revaluasi yang merupakan nilai
wajar pada tanggal revaluasi
dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi rugi penurunan
nilai yang terjadi setelah tanggal
revaluasi. (hal 28, Annual
Report)
Aset tetap pesawat & non
pesawat disusutkan hingga ke
estimasi nilai residu dengan
menggunakan metode garis
lurus selama taksiran masa
manfaat, sebagai berikut:
- Rangka Pesawat: 18-20 tahun
- Mesin: 18-20 tahun
- Simulator: 10 tahun
- Rotable Parts: 12 tahun

Penghentian
pengakuan

Keuntungan atau kerugian yang timbul


dari penghentian pengakuan suatu aset
tetap ditentukan sebesar pendapatan
antara jumlah hasil pelepasan neto, jika
ada, dan jumlah tercatat dari aset
tersebut.

- Bangunan & Prasarana: 40


tahun
- Kendaraan: 3-5 tahun
- Asset tetap lainnya
(perlengkapan, perangkat
keras, & instalasi): 2-10 tahun
(hal 28, Annual Report)
Apabila aset tetap tidak
digunakan lagi atau dijual, maka
nilai tercatat dikeluarkan dari
laporan keuangan konsolidasian
dan keuntungan atau kerugian
yang dihasilkan diakui dalam
laporan laba rugi.
(hal 29, Annual Report)

3.2.3. PROPERTI INVESTASI


No
1

Keterangan
Pengakuan

PSAK 13
16. Properti investasi diakui sebagai
aset jika dan hanya jika:
(a) besar kemungkinan manfaat
ekonomik di masa depan dari aset
yang tergolong properti investasi
akan mengalir ke dalam entitas; dan
(b) biaya perolehan properti investasi
dapat diukur dengan andal.

GARUDA INDONESIA
Properti investasi adalah properti
(tanah
atau
bangunan-atau
bagian dari suatu bangunan atau
keduanya) untuk menghasilkan
rental atau untuk kenaikan nilai
atau keduanya.
Properti
investasi
awalnya
dinilai sebesar biaya perolehan.
Selanjutnya setelah penilaian
awal, properti investasi dinilai
dengan menggunakan
nilai
wajar. Keuntungan atau kerugian
yang
timbul dari perubahan nilai
wajar diakui pada laporan laba
rugi ada saat terjadinya.
(hal 27, Annual Report)

3.2.4. UANG MUKA


No.

Keterangan

PSAK 9 & 102

GARUDA INDONESIA

1.

Cakupan Aktiva Uang muka adalah down payment yaitu


Tetap
pembayaran uang kepada pihak lain
yang belum memberikan prestasi atau
memenuhi kewajiban; pembayaran
sebagian dan harga yang telah
disepakati oleh pembeli kepada penjual
yang merupakan tanda bahwa perjanjian
jual beli yang diadakan telah mengikat.
Pengakuan dan pengukuran uang muka
adalah sebagai berikut:
1. Uang muka diakui sebagai uang
muka pembelian sebesar jumlah
yang diterima;
2. Pada saat barang jadi dibeli oleh
pembeli, uang muka diakui
sebagai pembayaran piutang;
3. Jika barang batal dibeli oleh
pembeli, uang muka
dikembalikan kepada pembeli
setelah diperhitungkan dengan
biaya-biaya yang telah
dikeluarkan oleh penjual

Akun ini merupakan uang


muka
pembelian
24
pesawat Airbus tipe A-330
dengan jadwal pengiriman
mulai
Nopember
2012
sampai dengan Oktober
2014, 25 Pesawat A-320
dengan jadwal pengiriman
mulai 2014 sampai dengan
2018,
10
Boeing
777-300ER
dengan jadwal pengiriman
mulai Juni 2013 sampai
dengan Januari 2016, dan
Boeing 737-800 sebanyak 25
pesawat
dengan
jadwal
pengiriman mulai Juni 2009
sampai dengan Februari
2016.
(hal 52, Annual Report)
Uang muka di sisi liabilities
adalah
pendapatan
perusahaan dari tiket pesawat
yang dibeli oleh konsumen.
(pendapatan
diterima
dimuka)

BAB IV
KESIMPULAN

Kesimpulan dari hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab-bab
sebelumnya, adalah sebagai berikut :
1. PT Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk merupakan perusahaan penerbangan terkemuka di
Indonesia, yang berdiri sejak 65 tahun yang lalu.
2. Dalam penyajian laporan keuangan PT Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk sudah
menggunakan aturan-aturan yang terdapat pada International Financial Reporting
Standard (IFRS) dan sejalan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
yang terdiri dari PSAK 23 tentang Pendapatan Usaha, PSAK 16 tentang Aset Tetap,
PSAK 13 tentang Properti Investasi dan PSAK 9 tentang Uang Muka.
3. Mulai tanggal 1 Januari 2013 PT Garuda Indonesia (PERSERO) Tbk menggunakan
PSAK 38 (revisi 2012), Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali dan perubahan atas
PSAK 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan. Akan tetapi penerapan ini tidak
berdampak terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tanggal 31 Desember 2012.
Tetapi dapat mempengaruhi akuntansi dan pengungkapan untuk transaksi masa
mendatang.

AKUNTANSI TRANSPORTASI PENERBANGAN


PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk

Livinnia Raisa

2011-012-107

Vianney Kezia Putri 2011-012-121


Michelle S. Rantung 2011-012-425
Yorji Immanuel Mara 2011-012-501

UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA


2014