Anda di halaman 1dari 10

Laporan Praktikum

Ekologi Tumbuhan

Ekosistem
Kelompok 4 :
Diar Kusumawati
Heni Kristina (3425100168)
Irfan Ariffianto Suwondo (3425102458)

Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Jakarta
2013

I.

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Manusia, hewan, dan tumbuhan merupakan makhluk Tuhan yang paling sering
bekerja sama dan membentuk sebuah hubungan, baik yang menguntungkan,
merugikan maupun tidak keduanya. Manusia, hewan, dan tumbuhan memiliki rasa
saling tergantung satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan. Interaksi yang terjadi
antara manusia dan keduanya senantiasa berlangsung disetiap waktu.
Suatu sistem mengenai hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk
hidup dengan lingkungannya tersebut disebut ekosistem. Ekosistem terdiri dari
kelompok-kelompok komponen yang saling berkaitan satu dan lainnya. Dalam suatu
ekosistem, terjadi hubungan timbal balik antara komponen biotik dan komponen
abiotik. Komponen biotik terdiri dari produsen, konsumen dan pengurai, sedangkan
komponen abiotik terdiri dari cahaya, udara, air, tanah, suhu, dan mineral.
Keberadaan komponen-komponen tersebut dikontrol secara alami oleh alam
sehingga terjadi suatu keadaan yang disebut keseimbangan ekosistem. Keseimbangan
ekosistem ditandai dengan tidak terputusnya rantai makanan. Tetapi tanpa sadar
sebagian besar aktivitas manusia telah mengganggu kontrol alami terhadap
keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, dengan mempelajari ekosistem akan dapat
digambarkan secara jelas bagaimana suatu organisme dan manusia berada dalam
lingkungannya.Dengan mengetahui peranannya dalam ekosistem, diharapkan manusia
dapat menjaga keberlangsungan ekosistem, sehingga ketika ekosistem terjaga dengan
baik, maka kehidupan dialam juga akan terjaga dengan baik.

B. Tujuan pengamatan
1) Mengamati lingkungan sekitar dan menganalisis lingkungan berdasarkan
konsep ekosistem.
2) Mengamati komponen biotik dan abiotik yang ada pada lingkungan ekosistem.
3) Mengamati hubungan interaksi yang terjadi antar komponen yang ada pada
suatu lingkungan.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara komponen biotik dengan


komponen abiotik (Tansley,1935). Ekosistem merupakan suatu sistem dari fungsi
organisme-organisme bersama dengan lingkungan abiotik dan merupakan konsep
dasar dalam ekologi karena dengan mempelajari ekosistem akan dapat digambarkan
secara jelas bagaimana suatu organisme berada dalam lingkungannya. Setiap tingkatan
kumpulan organisme yaitu mulai dari populasi, komunitas, dan biosfer akan
berlandasan pada konsep ekosistem.
Ruang lingkup ekosistem adalah adanya sistem terbuka dan sistem tertutup,
factor-faktor biotik dan abiotik, rantai makanan, jarring-jaring makanan, piramida
makanan, aliran energi dan siklus materi. Ekosistem merupakan sistem yang terbuka,
dimana energi dan sinar matahari menyeberangi perbatasan sistem. Dalam ekosistem,
terdapat 2 jenis system yakni:
a) Sistem tertutup yaitu sistem dengan batas yang memungkinkan untuk terjadinya
pertukaran energi, tetapi tidak memungkinkan pertukaran materi antara sistem
dengan lingkungannya.
b) Sistem terbuka yaitu sistem dengan batas yang memungkinkan terjadinya
pertukaran energi dan materi melintasi batas.

Komponen penyusun ekosistem terdiri atas dua macam, yaitu komponen biotik
dan abiotik. Komponen biotik adalah komponen yang terdiri atas makhluk hidup,
sedangkan komponen abiotik adalah komponen yang terdiri atas benda mati.
a. Komponen biotik, merupakan komponen yang terdiri atas makhluk hidup.
Berdasarkan caranya memperoleh makanan di dalam ekosistem, organisme
anggota komponen biotik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1) Produsen, merupakan organisme autotrofik yang sebagian besar adalah
organisme fotosintetik, berupa tumbuhan berklorofil yang memanfaatkan
cahaya matahari untuk mensintesis gula dan senyawa organic lainnya.
2) Konsumen, merupakan organisme heterotrofik yang memanfaatkan bahan
organic yang dihasilkan oleh produsen primer sebagai bahan makanannya
atau sumber energinya.

3) Dekomposer atau Pengurai, merupakan komponen biotik yang berperan


menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati
ataupun hasil pembuangan sisa pencernaan. Dengan adanya organisme
pengurai, unsur hara dalam tanah yang telah diserap oleh tumbuhan akan
diganti kembali, yaituberasal dari hasil penguraian organisme pengurai.
b. Komponen abiotik, merupakan komponen tak hidup dalam suatu ekosistem.
Komponen abiotik menyediakan tempat hidup, makanan, dan kondisi yang
diperlukan oleh komponen biotik, sehingga komposisi komponen abiotik
sangat memengaruhi jenis komponen biotik yang dapat hidup. Komponen
abiotik banyak ragamnya, diantaranya yakni:
1) Air. Keberadaan air pada suatu ekosistem sangat memengaruhi jenis
makhluk hidup yang dapat hidup. Hewan dan tumbuhan juga beradaptasi
untuk menyesuaikan dengan keadaan air di lingkungannya.
2) Tanah. Keadaan tanah menentukan jenis tumbuhan yang dapat hidup dan
jenis-jenis tumbuhan akan menentukan jenis-jenis hewan yang dapat
hidup.
3) Suhu. Suhu mempengaruhi reaksi biokimiawi di dalam tubuh. Suhu yang
terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan pada
reaksi-reaksi biokimiawi di dalam tubuh sehingga aktivitasnya terganggu.
Oleh karena itu setiap makhluk hidup memerlukan suhu optimum untuk
pertumbuhan dan perkembangannya.
4) Cahaya Matahari. Cahaya matahari diperlukan untuk proses fotosintesis
tumbuhan hijau. Cahaya matahari juga memengaruhi suhu bumi menjadi
sesuai untuk kehidupan berbagai makhluk hidup.
5) Udara. Udara merupakan campuran berbagai macam gas. Gas-gas
tersebut memiliki fungsi berbeda pada ekosistem.
Di alam setiap organisme akan selalu berinteraksi dengan lingkungannya yang
tak terpisahkan dan saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain yang membentuk
suatu sistem. Di dalam sistem tersebut terdapat dua aspek penting dan mendasar yang
menyebabkan terjadinya interaksi yaitu :
A. Aliran Energi dan Siklus Materi
Energi yang memasuki permukaan bumi sebagai sinar diimbangi oleh energi
yang meninggalkan permukaan bumi sebagai radiasi panas yang tidak nampak.
Tanpa pemindahan materi dan energi yang menyertai semua perubahan

tersebut, tak akan mungkin ada kehidupan dan tidak dikenal pula adanya
sistem-sistem ekologi. Sehingga pemeliha-raan dan pengembangan ekosistem
dan segenap komponen-komponennya mutlak harus adanya energi.
B. Rantai Makanan
Rantai makanan merupakan proses peralihan energi dari sumbernya dalam
tumbuhan, melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan. Dalam
setiap pengalihan materi dan energi, sebagian energi terpencar sebagai panas,
sehingga tidak ada proses aliran energi yang betul efisien 100%. Semakin
dekat jarak antar organisme (produsen) dengan organisme konsumen dalam
ujung rantai makanan, maka semakin pendek rantai makanan dan semakin
besar pula energi yang dapat disimpan dalam tubuhnya.
C. Jaring-jaring makanan
Jaring-jaring makanan adalah rantai makanan yang melibatkan tidak hanya
beberapa kelompok species organisme tetapi melibatkan banyak kelompok
yang saling terkait satu sama lainnya yang sangat rumit. Energi dan materi
merupa-kan landasan dunia jasad hidup, tidak ada satu organisme di alam ini
yang dapat hi-dup sendiri. Suatu organisme, baru berarti jika ada organisme
lainnya.
D. Piramida makanan
Sebuah ekosistem akan seimbang dan terjaga kelestariannya apabila jumlah
produsen lebih banyak daripada jumlah konsumen I, jumlah konsumen I harus
lebih banyak daripada konsumen II, dan seterusnya. Apabila kondisi tersebut
digambarkan maka akan terbentuk suatu piramida makanan.
BAB III
HASIL dan PEMBAHASAN
III.1 Hasil
NO
1.
2.

KARAKTERISTIK
Sistem
Faktor Biotik

DESKRIPSI
Sistem terbuka
Hewan: Semut hitam, Semut merah besar, kupukupu dengan warna kuning dan cokelat dan ada
fosil cagkang siput

Tumbuhan: Bintaro, Heliconia, Kelengkeng, Asoka,


Bougenville, Almanda, Malvaceaa, dan salah satu
3.

Faktor Abiotik

tumbuhan merambat
Suhu, udara, cahaya, tanah, air, kaleng, stereoform,
karung plastic, polybag, dan meteran bekas terbuat

4.
5.
6.
7.
8.
9.

Rantai Makanan
Jaring-jaring makanan
Piramida Makanan
Aliran energi
Daur materi
Ekosistem masa lalu

dari plastic
terlampir pada gambar 3
terlampir pada gambar 2
Terlampir pada gambar 3
Terlampir gambar pada gambar 1
Daur Nitrogen, Daur oksigen, Daur Karbon
Pada masa lampau laboratorium ini berbentuk dan
sawah dan masih terdapat sungai dimana sungai
tersebt merupakan tempat pembuangan mayat.
Bangunan yang ada pada laboratorium itu sudah
ada sejak Bapak Sakriman mengabdi untuk

10.

Ekosistem masa kini

merawat tempat tersebut.


Pada Ekosistem masa kini dapat dilihat secara jelas
bahwa keadaan laboratorium Duren Sawit sudah
mengalami kemunduran apalagi degan ditambahan
banyak bangunan di sekitar laboratorium sehingga
membuat lingkungan pada laboratorium menjadi
kurang

layak

perkembangan
11.

untuk
makhluk

bawahnya.
Ekosistem masa yang akan Pada ekosistem
datang

masa

pertumbuahan
hidup

ysng

yang

akan

dan

ada

di

datang

diperkirakan daerah tersebut akan penuh rumah dan


sulit air bersih untuk dikonsumsi, dan penyediaan
air tanah mulai berkurang.

III.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari hasil pengamatan ekosistem yang terletak di
halaman depan laboratorium Duren Sawit diperoleh hasil diskusi mengenai faktor-faktor
yang diamati pada pegamatan pada praktikum kali ini. Sistem yang ada pada plot kelompok
kami mempunyai sistem ekosistem terbuka, hal ini dilihat dari masih adanya infasi dari
manusia di dalam ekologi plot kelompok kami. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya sampah
mulai dari plastic, polibag, stereofom, dan sampah yang berasal dari bahan bangunan yang
terletak berserakan dalam plot.

Faktor biotic yang diperoleh dari plot kelompok kami cukup beraneka ragam terutama
dari jenis tumbuhan yang terdapat dalam plot kelompok. Tumbuhan yang ditemukan adalah
bintaro, duku, asoka, bougenville, heliconia, alamanda, malvaceae, dan salah satu tumbuhan
merambat yang tersebar ditengah-tengah dari kumpulan pohon-pohon besar yang ada di
dalam plot kami. Ciri dari tumbuhan merambat itu adalah memiliki daun berbentuk Delta,
pertulangan daun tidak mencapai tepi, batang kecil dan berbentuk herba.
Tumbuhan yang berupa pohon dan semak dalam plot kelompok hanya terdapat jumlah
rata-rata tiap jenisnya adalah 1 individu. Sedangkan untuk tumbuhan merambat dan tumbuhan
herba memiliki jumlah individu yang cukup melimpah dengan jumlah setiap individunya
lebih dari 10 individu setiap spesiesnya. Pertumbuhan tumbuhan semak dan herba masih
tergolong baik karena daerah canopy di bawah pohon dari tumbuhan besar tersebut masih
tertembus cahaya sehingga tumbuhan di bawah kanopi pohon besar dalam plot kelompok
masih dapat melakukan fotosintesis. Hal itu juga didukung dengan kadar air yang cukup
karena ketika dilihat dan dirasakan tanah terasa lembab dan bewarna hitam menandakan kadar
air masih tersedia.
Pada faktor biotic yang berupa hewan dalam plot kelompok pengamat hanya
menemukan banyak jenis serangga diantaranya kupu-kupu, semut merah besar (keranggang),
dan semut hitam kecil. Kupu-kupu yang ada berbagai ukuran dan berbagai warna diantaranya:
cokelat dan putih kuning. Selain itu di plot kelompok kami ada sisa makhluk hidup yang telah
mati yaitu cangkang siput (bekicot). Kemungkinan besar bagian tubuh bekicot yang lunak
sudah diurai oleh bakteri pengurai dan tersisa hanya cangkangnya saja.
Pada faktor abiotik yang tersedia di dalam plot kelompok kami adalah batu yang
kebanyakan berukuran kecil, tanah, udara, cahaya, kaleng, plastic, polybag, stereoform,
meteran ukur untuk bangunan dan karung plastic. Faktor abiotik yang ada sebagian
merupakan faktor yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tumbuhan sedangkan beberapa
faktor yang lain merupakan faktor yang dapat mengurangi faktor pertumbuhan pada suatu
tumbuhan. Faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dari suatu tumbuhan adalah
keadaan air, tanah, udara dan cahaya. Apabila keadaan abiotik yang mendukung pertumbuhan
terdapat banyak dan mencukupi kebutuhan dari tumbuhan yang ada dalam plot maka
pertumbuhan tumbuhan yang ada di dalam plot akan terlihat baik. Hal itu terbukti dengan
terlihat secara kasat mata keadan tumbuhan dalam plot terlihat baik dan tidak banyak bagian
tumbuhan yang layu atau terlihat kering.
Faktor abiotik yang ada pada plot juga ada yang bukan merupakan faktor yang alami
yang memang diperlukan oleh tumbuhan itu sendiri. Sebagai contoh stereoform, kerung
plastic, polybag, dan plastic yang terdapat di dalam plot. Itu dimungkinkan di sebabkan

karena adanya aktifitas manusia yang menyebabkan pertumbuhan pada tumbuhan di plot
kelompok kami aga mengalami gangguan, seperti diantaranya ada bagian yang tidak
ditumbuhi oleh tumbuhan sama sekali diperkirakan karena adanya plastic dan benda abiotik
yang ada tersebut.
.
LINGKUNGAN

PRODUSEN

DETRITIFOR

KONSUMEN
TK 1

KONSUMEN TK
2

KONSUMEN
TK 3

GAMBAR 1 : ALIRAN ENERGI


Pada gambar aliran energy yang ada maka dapat disimpulkan bahwa energy berpindah
dari tingkat individu yang mampu untuk menghasilkan makanan sendiri yang diperoleh dari
alam berupa zat organic yang tersedia di lingkungan. Energy berpindah dari tingkat produsen
menuju ke tingkat konsumen setelah itu akan berpindah pada tingkat detritifor atau pengurai
yang akhirnya akan menguraikan makhluk hidup menjadi bahan-bahan organic yang nantinya
akan dibutuhkan kembali oleh makhluk hidup.

Tumbuhan

siput

Kupu-Kupu

Semut hitam

Semut merah

Pengurai

GAMBAR 2: JARING MAKANAN ORGANISME YANG DIAMATI PADA PLOT.

KONSUMEN TK
3
KONSUMEN TK
2
KONSUMEN TK
1
PRODUSE
N
GAMBAR 3 PIRAMIDA MAKANAN

TUMBUHAN

KUPU-KUPU

SEMUT
MERAH

PENGURAI

GAMBAR 4: RANTAI MAKANAN PADA MAKHLUK HIDUP YANG DIKOLEKSI DARI


PENGAMATAN
Berdasarkan penggambarkan melalui diagram diatas terlihat bahwa proses siklus
jalannya makanan terus berjalan. Berdasarkan pula dari temuan organsisme hidup yang
terdapat pada

Ekosistem masa lalu yang ada pada laboratorium Duren Sawit UNJ memiliki
ekosistem yang berbeda dengan ekosistem yang sekarang menurut Bapak Sakriman yang
merupakan penjaga dari laboratorium mengatakan bahwa beliau bekerja pada laboratorium
pada tahun 1983, pada tahun 1975-1977 selama 2 tahun bapak Sakriman telah bekerja sebagai
penjaga laboratorium Duren Sawit yang dulunya merupakan tanah UNJ yang berupa
laboratorium.
Ekosistem pada masa sekarang yang dapat diamati pada laboratorium Duren Sawit
adalah keadaan berupa kebun dan pada bagian belakang terdapat sawah dan aliran sungai keci
yag dulunya adalah bekas kolam. Kemudian ilihat dari struktur bangunan dan frekuensi dari
gulma maka dapat disimpulkan bahwa keadaan dari laboratorium ini sudah tidak terawat lagi
hal ini dapat menimbulkan perkembangan dari makluk hidup terutama tumbuhan gulma atau
yang bersifat parasit akan semakin menutupi hampir semua lahan. Keadaan ekosistem pada
masa sekarang juga sengat mempihatinkan karena banyak ulah manusia yang menyebakan
perubahan ekosistem pada plot yang lami ambil sampelnya.
Ekosistem pada masa yang akan datang kemungkinan besar apabila tidak ada
perawatan dan adanya perhatian khusus dari pihak UNJ kemungkinan keadaan dari ekosistem
akan berubah drastis karena sudah banyak perumahan yang dibangun oleh pihak pengembang
perumahan dan itu mengakibatkan kerusakan dari ekosistem sehingga akan banyak individu
yang akan mati karena keadaan ekosistem yang berubah total dampak lain pula keadaan suhu
yang tinggi akibat pemasan global mengakibatkan ekosistem berubah 180o celcius

1V. KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan

Sistem ekosistem pada lingkungan yang diamati merupakan sistem terbuka


karena terjadinya pertukaran energi dan materi yang melintasi batas.

Komponen yang terdapat pada ekosistem yang diamati yakni faktor biotik
dan abiotik,

Terdapat interaksi antar komponen dalam ekosistem lingkungan yang


saling mempengaruhi satu sama lain.

B. Saran