Anda di halaman 1dari 70

RANCANG BANGUN

ALAT PEMOTONG KENTANG BENTUK FRENCH FRIES

SKRIPSI

Oleh

EKO KUSWOYO

DEPARTEMEN TEKNOLOGI PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2007
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

RANCANG BANGUN
ALAT PEMOTONG KENTANG BENTUK FRENCH FRIES

SKRIPSI

OLEH
EKO KUSWOYO
030308045/TEKNIK PERTANIAN

Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh


Gelar Sarjana di Fakultas Pertanian
Universitas Sumatera Utara

Disetujui Oleh
Komisi Pembimbing

(Taufik Rizaldi, STP. MP.)


Ketua

(Ainun Rohanah, STP. MSi)


Anggota

DEPARTEMEN TEKNOLOGI PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2007
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Judul Penelitian
Nama
NIM
Departemen
Program Studi

: Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk


French Fries
: Eko Kuswoyo
: 030308045
: Teknologi Pertanian
: Teknik Pertanian

Disetujui Oleh:
Komisi Pembimbing

(Taufik Rizaldi, STP. MP.)


Ketua

(Ainun Rohanah, STP. MSi)


Anggota

Mengetahui :

(Ir. Saipul Bahri Daulay, M.Si)


Ketua Departemen

Tanggal Lulus :
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

ABSTRACT

Nowdays, a lot of restaurant providing fast food. One of food type


presented is french fries. The high demand of this french fries is in line with the
development of fast food restaurant. The raw material of french fries is generally
imported in the form of cut potatoes in form of freezed long log square and there
is no fast food restaurant using local raw materials. The research purpose to
designed a french fries electrics potatoes cutter. Its designed can be used to fulfil
the demand of domestic french fries raw material. The result of this appliance
was not differ from the french fries imported so that this appliance have a good
prospect.
Keywords : potatoes, electrics cutter of potatoes, french fries, fast food, import.

ABSTRAK

Dewasa ini, banyak sekali rumah makan yang menyediakan makanan


cepat saji. Salah satu jenis makanan yang disajikan ini adalah french fries.
Tingginya permintaan akan french fries sejalan dengan semakin banyaknya
dibangun rumah makan cepat saji. Bahan baku french fries selama ini umumnya
diimport dalam bentuk kentang yang sudah terpotong berbentuk balok persegi
panjang yang dibekukan dan belum ada rumah makan cepat saji yang
menggunakan bahan baku french fries dari dalam negeri. Penelitian ini bertujuan
untuk merancang suatu alat pemotong kentang bentuk french fries yang
digerakkan dengan listrik. Hasil Rancangan ini dapat digunakan untuk memenuhi
kebutuhan bahan baku french fries dalam negeri. Hasil potongan alat ini tidak
berbeda jauh dengan kentang french fries yang diimpor sehingga alat ini memiliki
prospek yang baik.
Kata kunci : kentang, alat pemotong kentang listrik, french fries, makanan cepat
saji, import.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

ii

RINGKASAN

Eko Kuswoyo Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French


Fries, dibimbing oleh Taufik Rizaldi sebagai ketua dan Ainun Rohanah sebagai
anggota.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pertanian Fakultas
Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan
data, melakukan studi pustaka, melakukan eksperimen, survey ke lapangan
tentang alat pemotong kentang bentuk french fries. Berdasarkan pada hasil
pengamatan tersebut, maka alat ini dirancang kemudian dilakukan pengujian
parameter dan dianalisis.
Pengamatan dan pengambilan data meliputi: persentase kerusakan hasil
(%), kapasitas efektif alat (kg/jam), efisiensi pemotongan (%), dan analisis biaya
pemotongan kentang (Rp/kg). Dari hasil penelitian yang dilakukan menghasilkan
kesimpulan sebagai berikut.

Persentase Kerusakan Hasil


Persentase kerusakan hasil dihitung dengan membagikan berat kentang
yang rusak terhadap berat total kentang. Dari hasil penelitian yang dilakukan,
diperoleh bahwa persentase kerusakan hasil rata-rata adalah 11,46 %.

Kapasitas Efekif Alat


Kapasitas efekif alat diproleh dengan melakukan pemotongan kentang
sebanyak tiga kali ulangan, kemudian dihitung kapasitas pemotongan kentang
rata-rata. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa kapasitas efektif
rata-rata alat pemotong kentang bentuk french fries adalah 212,766 kg/jam.
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang
iii Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Efisiensi Pemotongan
Efisiensi pemotongan dihitung dengan membagikan kapasitas efektif alat
(output) terhadap kapasitas teoritis (input). Dari hasil penelitian yang dilakukan,
diperoleh bahwa efisiensi alat pemotong kentang bentuk french fries adalah
70,13 %.

Biaya Pemotongan Kentang


Biaya pemotongan kentang diperoleh dengan menghitung biaya produksi
(Biaya tetap dan biaya tidak tetap). Dari hasil perhitungan biaya produksi
diperoleh biaya pemotongan kentang sebesar Rp. 26,47/kg.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

iv

RIWAYAT HIDUP

Eko Kuswoyo, dilahirkan di Alue Peunyaring pada tanggal 31 Maret 1984


dari ayah Kusen Ratmo dan ibu Tukimah. Penulis merupakan putra pertama dari
lima bersaudara.
Tahun 2003 penulis lulus dari SMU Negeri 1 Meulaboh dan pada tahun
2003 lulus seleksi masuk USU melalui jalur SPMB. Penulis memilih program
studi Teknik Pertanian, Departemen Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian.
Selama mengikuti perkuliahan, penulis menjadi asisten mata kuliah Satuan
Operasi Dasar, Mesin dan Peralatan, dan Perbengkelan. Penulis mengikuti
kegiatan organisasi ATM dengan jabatan sebagai ketua pada tahun 2005-2006 dan
IMATETA dengan jabatan sebagai ketua pada tahun 2006-2007. Penulis
melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di PT. Publomas Agricitra-Asam
Kumbang Medan.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Adapun skripsi ini berjudul Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang
Bentuk French Fries yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar
sarjana di Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas
Sumatera Utara, Medan.
Pada kesempatan

ini penulis

mengucapkan terima kasih

kepada

Bapak Taufik Rizaldi, STP. MP selaku ketua komisi pembimbing dan kepada
Ibu Ainun Rohanah, STP. MSi selaku anggota komisi pembimbing yang telah
banyak membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan
baik. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada ayah, ibu, dan keluarga
yang telah memberikan dukungan moril maupun materil serta teman-teman yang
membantu penulis selama penelitian.
Akhir kata penulis ucapkan terimakasih.

Medan, Agustus 2007

Penulis

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

vi

DAFTAR ISI

Hal
ABSTRACT .................................................................................................
RINGKASAN PENELITIAN ....................................................................
RIWAYAT HIDUP ...................................................................................
KATA PENGANTAR ..................................................................................
DAFTAR TABEL ........................................................................................
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................

ii
iii
v
vi
ix
x
xi

PENDAHULUAN
Latar Belakang ...................................................................................... 1
Tujuan Penelitian .................................................................................. 3
Kegunaan Penelitian.............................................................................. 3
TINJAUAN LITERATUR
Kentang................................................................................................
Varietas ..........................................................................................
Kandungan Gizi dan Manfaat ........................................................
Panen dan Pascapanen ........................................................................
Panen ............................................................................................
Pascapanen ....................................................................................
Kentang Goreng ................................................................................
Pengirisan dan Pemotongan ...............................................................
Elemen Mesin ...................................................................................
Motor Listrik .................................................................................
Reducer .........................................................................................
Poros .............................................................................................
Pulley ............................................................................................
Bantalan ........................................................................................
Sabuk-V ........................................................................................
Mesin Pemotong Kentang Bentuk French Fries ............................
METODOLOGI PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian ...............................................................
Bahan dan Alat Penelitian ...................................................................
Bahan .............................................................................................
Alat ................................................................................................
Metode Penelitian ................................................................................
Persiapan Penelitian ............................................................................
Pelaksanaan Penelitian ........................................................................
Komponen Utama Alat Pemotong Kentang Bentuk
French Fries ...................................................................................
Prosedur Pembuatan Alat Pemotong Kentang Bentuk
French Fries ...................................................................................
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

vii

4
6
10
12
12
13
15
16
17
17
18
18
20
21
23
24

26
26
26
27
27
27
28
28
29

Prosedur Penelitian .........................................................................


Parameter Yang Diamati .....................................................................
Persentase Kerusakan Hasil ............................................................
Kapasitas Efektif Alat .....................................................................
Efisiensi Pemotongan .....................................................................
Analisis Ekonomi ...........................................................................

30
31
31
31
31
32

HASIL DAN PEMBAHASAN


Persentase Kerusakan Hasil ................................................................
Kapasitas Efektif Alat .........................................................................
Efisiensi Pemotongan ..........................................................................
Analisis Ekonomi ................................................................................

35
36
37
38

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan ......................................................................................... 40
Saran .................................................................................................. 40
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 41
LAMPIRAN ................................................................................................ 43

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

viii

DAFTAR TABEL

Hal
1

Karakteristik Mutu Kentang ............................................................. 6

Kandungan Gizi Umbi Kentang dalam 100 gram Bahan .................. 11

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009
ix

DAFTAR GAMBAR
Hal
1

Kentang varietas Granola ............................................................ 7

Kentang varietas Desiree ............................................................ 8

Kentang french fries ................................................................... 9

Kentang varieta Diamant ............................................................ 10

Kentang Goreng (French Fries) ................................................... 16

Poros Bertingkat ......................................................................... 19

Konstruksi Sabuk-V ................................................................... 23

Machine RG 400 ...................................................................... 24

Mesin Pemotong Kentang Model CC-D ...................................... 25

10

Mesin Pemotong Kentang Model CCX-D ................................... 25

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

DAFTAR LAMPIRAN
Hal
1

Pemeliharaan dan Keselamatan Kerja ......................................... 43

Kerangka Pemikiran Penelitian ................................................... 46

Gambar Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries ............... 47

Prinsip Kerja Alat Pemotong Kentang Bentuk


French Fries ............................................................................... 49

Gambar Kentang Lokal yang Digunakan Dalam Penelitian ........ 50

Data Pengamatan Pemotongan Kentang Bentuk French Fries ..... 51

Perhitungan Komponen Alat Pemotong Kentang Bentuk


French Fries ............................................................................... 54

Tabel Panjang Sabuk-V Standar .................................................. 56

Daftar Biaya Material Pembuatan Alat Pemotong Kentang


Bentuk French Fries ................................................................... 57

10

Gambar Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries ............... 58

11

Lanjutan ..................................................................................... 59

12

Spesifikasi Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries ........... 60

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

xi

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kentang merupakan salah satu jenis tanaman holtikultura yang dikonsumsi
umbinya. Tingginya kandungan karbohidrat menyebabkan kentang dikenal
sebagai bahan pangan yang dapat mensubstitusi bahan pangan karbohidrat lain
yang berasal dari beras, jagung, dan gandum. Hal ini menyebabkan kentang
banyak digemari oleh masyarakat. Di samping itu, prospek serapan dan
permintaan pasar terhadap komoditas kentang semakin meningkat sejalan dengan
bertambahnya jumlah penduduk, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan
preferensi masyarakat terhadap kentang. Keadaan ini tentunya akan mendorong
usaha manusia untuk membuat berbagai produk olahan kentang yang bernilai
ekonomis serta keinginan untuk menciptakan alat pengolahan kentang yang
berkapasitas tinggi dan memiliki daya saing terhadap produk yang akan
dihasilkan.
Pada penanganan produk hasil pertanian, memotong dan mengiris
merupakan pekerjaan yang selalu dilakukan sejak pemanenan sampai produk
tersebut siap untuk dikonsumsi atau diproses lebih lanjut. Pekerjaan memotong
atau mengiris hasil-hasil pertanian dalam jumlah yang kecil dapat diselesaikan
secara manual dengan menggunakan pisau atau pengiris lain. Akan tetapi, jika
jumlahnya cukup besar, pengirisan manual membutuhkan waktu dan tenaga kerja
yang cukup besar. Untuk itu, mesin pemotong atau mesin pengiris berkapasitas
tinggi sangat dibutuhkan (Wiraatmadja, 1995).

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Sekarang ini telah banyak sekali ditemui rumah makan yang menyajikan
makanan cepat saji atau lebih dikenal dengan fast food. Makanan yang disajikan
antara lain ialah fried chicken, hamburger, hotdog, french fries (kentang goreng)
dan lain-lain. Khususnya kentang goreng (french fries) ini bahan bakunya berupa
kentang yang sudah terpotong-potong. Kentang yang terpotong-potong tersebut
diperoleh dengan mengimpor kentang potongan yang telah dibekukan dalam
bentuk kemasan. Rumah makan fast food hanya akan menggoreng kentang
potongan hasil impor tersebut kemudian memberikan bumbu dan disajikan.
Rumah makan cepat saji khususnya dalam pembuatan kentang goreng
french fries selalu menggunakan bahan baku yang berasal dari luar negeri dan
belum ada rumah makan cepat saji yang menggunakan bahan baku yang berasal
dari dalam negeri dalam pembuatan kentang goreng (french fries). Untuk itu,
perlu dilakukan usaha pengadaan bahan baku kentang goreng french fries dari
dalam negeri sebagai salah satu upaya untuk mengurangi tingkat import terhadap
bahan baku kentang goreng.
Adanya hal-hal di atas inilah yang mendasari untuk dilakukan penelitian
ini. Dengan perencanaan alat pemotong kentang yang memotong kentang
berbentuk balok persegi (french fries) dengan ukuran penampang tertentu maka
dapat dikembangkan penggunaan kentang dari dalam negeri sebagai bahan baku
pembuatan kentang goreng (french fries).

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat alat pemotong
kentang bentuk french fries.

Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi:
1. Penulis yaitu sebagai bahan untuk menyusun skripsi yang merupakan
syarat untuk menyelesaikan pendidikan S1 di Program Studi Teknik
Pertanian

Departemen

Teknologi

Pertanian

Fakultas

Pertanian

Universitas Sumatera Utara Medan.


2. Mahasiswa dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang alat
pemotong kentang bentuk french fries.
3. Masyarakat yang ingin menggunakan alat pemotong kentang bentuk
french fries untuk memudahkan pemotongan dan hasil yang lebih
seragam.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

TINJAUAN PUSTAKA

Kentang
Dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan, kentang diklasifikasikan
sebagai berikut:
Kingdom

: Plantae (tumbuh-tumbuhan)

Divisi

: Spermatophyta (tumbuhan berbiji)

Subdivisi

: Angiospermae (berbiji tertutup)

Kelas

: Dicotyledonae (biji berkeping dua)

Ordo

: Solanales

Famili

: Solanaceae

Genus

: Solanum

Spesies

: Solanum tuberosum L.

(Woolfe and Poats, 1988).


Seorang ahli botani Soviet, Nikolai Ivanivich Vavilov yang memimpin
ekspedisi ke berbagai negara asal tanaman, memastikan sentrum asal tanaman
kentang adalah Amerika Selatan, terutama Peru, Ekuador, Bolivia dan Cile. Di
Indonesia kentang pertama kali ditemukan pada tahun 1794 di daerah Cisarua,
Cimahi (Bandung). Varietas kentang yang pertama kali didatangkan adalah
Eigenheimer (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998).
Kentang (Solanum tuberosum L) kini sudah dijadikan sebagai salah satu
sayuran yang mendapat prioritas untuk dikembangkan. Beberapa alasan yang
melatarbelakangi pentingnya pengembangan kentang di Indonesia adalah sebagai
berikut.
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

a. Umbi kentang dapat dijadikan sebagai bahan pangan alternatif terutama


dalam memenuhi kebutuhan gizi dan pangan masyarakat Indonesia di
samping beras, karena kaya karbohidrat, mengandung protein, vitamin,
mineral dan unsur-unsur penting lainnya,
b. Memiliki cita rasa tinggi serta sistem penyajian dalam bentuk siap saji
(instant food) dan cepat saji (fast food) pada beberapa restoran di
perkotaan, sehingga makin meningkat kentang dikonsumsi dalam
bentuk french fries , baking potato dan mash potato,
c. Kentang selain digunakan sebagai bahan pangan (salad, chip), juga
sebagai bahan industri (pati, alkohol, dekstrim), pakan dan berpotensi
untuk biofarmaka,
d. Merupakan tanaman bernilai ekonomi tinggi yang dapat mendatangkan
keuntungan (cash crop) bagi pengusaha industri makanan olahan,
pedagang dan petani yang membudidayakannya,
(Gunarto, 2003).
Kentang segar digolongkan dalam empat jenis ukuran berat yang sifat-sifat
varietasnya serupa dalam satu kemasan, yaitu:
Kecil

: 50 gr.

Sedang

: 50 100 gr.

Besar

: 101 300 gr.

Sangat besar : > 301 gr.


Sedangkan berdasarkan mutunya kentang terdiri dari dua jenis seperti yang
terlihat pada Tabel 1.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Tabel 1. Karekteristik Mutu Kentang


Syarat
Karakteristik
Keseragaman warna dan bentuk
Keseragaman ukuran
Kerataan permukaan kentang
Kadar kotoran maksimum (%)
Kentang cacat maksimum (%)
Ketuaan kentang

Mutu I
Seragam
Seragam
Rata
2,5
5,0
Tua

Mutu II
Seragam
Seragam
Tidak dipersyaratkan
2,5
10,0
Cukup tua

(Tim Penulis PS, 1993).


Varietas
Jenis kentang yang tumbuh di dunia pada dasarnya dikelompokkan dalam
dua jenis: kentang liar dan kentang budidaya. Plasma nutfah kentang liar penting
artinya bagi pemuliaan tanaman karena memiliki sifat baik, antara lain tahan
terhadap beberapa jenis penyakit. Jenis kentang budidaya (S. tuberosum Linn.)
memiliki varietas amat banyak yang dihasilkan beberapa negara produsen di dunia
(Sunaryono, 1990).
Berdasarkan warna kulit dan daging umbi, terdapat tiga golongan kentang,
yaitu :
1. Kentang Kuning
Kentang kuning adalah kentang yang memiliki kulit dan daging umbi yang
berwarna kuning. Contoh dari varietas ini adalah Cosima dan Granola.
2. Kentang Putih
Kentang putih adalah jenis kentang yang memiliki kulit dan daging umbi
berwarna putih. Contah dari varietas ini adalah Diamant dan Atlantic.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

3. Kentang Merah
Kentang merah adalah jenis kentang yang memiliki kulit umbi berwarna
merah dan daging umbi berwarna kuning. Contoh dari varietas ini adalah
Desiree.
(Rukmana, 1997).
Menurut Samadi (2004), Beberapa varietas kentang yang sempat diamati
para peneliti, yaitu:
a. Granola
Jenis ini merupakan varietas unggul karena produktivitasnya bisa
mencapai 30 ton per hektar. Dari jumlah ini 20 ton berkualitas baik, 5 ton
berkualitas sedang, 4 ton berkualitas campur dan 1 ton berkualitas rindil. Umbi
jenis ini berbentuk oval, kulit dan daging berwarna kuning.umur panen normal 90
hari, meskipun umur 80 hari sudah bisa dipanen.

Gambar 1. Kentang varietas Granola

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

b. Cosima
Umbi kentang berbentuk bulat pipih, mata dangkal, permukaan rata, warna
kulit kuning muda, dan warna daging kuning tua. Umbi ini tidak lama bila
disimpan dalam tanah. Ketika dipanen, jumlah umbi yang jelek bisa mencapai
30 %. Umbinya enak dan pulen, tetapi kurang baik untuk digoreng (dijadikan
keripik).

c. Desiree
Termasuk kentang berumur sedang (100 hari) dengan umbi berbentuk
bulat sampai oval memanjang, kulit merah, mata dangkal, dan dagingnya kuning
cenderung kemerah-merahan.

Gambar 2. Kentang varietas Desiree

d. Alpha
Umur varietas ini dikelompokkan ke dalam kentang berumur sedangtinggi. Daya hasilnya juga sedang sampai tinggi. Umbinya bulat sampai bulat
telur, mempunyai keseragaman tinggi, bermata dangkal, dan dagingnya
berwarna kuning muda.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

e. French fries
Umbi varietas ini ada yang memanjang dan ada pula yang membulat.
Umbi yang memanjang lebih cocok untuk pelengkap masakan ayam goreng (fast
food), sedangkan yang membulat sangat tepat untuk keripik. Menurut pakar
kentang di Indonesia, kentang goreng (french fries) itu sebenarnya kentang
granola yang mutunya super unggul, sehingga umbinya besar-besar, dan
produktivitasnya tinggi.

Gambar 3. Kentang varietas french fries


f. Atlantic
Umbi berbentuk bulat seperti bola tenis, kulit kuning, mata tunas
sedikit, dan daging umbi putih.
g. Diamant
Kentang varietas ini memiliki produktivitas atau potensi yang tinggi,
umbinya berbentuk oval hingga oval memanjang, kulit umbi berwarna putih dan
licin, daging umbi berwarna putih kekuning-kuningan, tahan terhadap penyakit
busuk daun dan serangan hama nematoda.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Gambar 4. Kentang varietas Diamant


Pasar industri membutuhkan jenis kentang putih dengan berat jenis > 1,07,
padatan terlarut > 20 % dan ukuran > 200 gram. Karakteristik kentang seperti ini
bila digoreng sebagai keripik (chip) atau stick akan renyah dan tidak gosong.
Jenis kentang yang cocok untuk chip atau stick antara lain atlantic, Hertha, dan
Diamant. Namun, untuk konsumsi pasar tradisional
kurang

diminati

sebab kurang enak bila diolah

kentang

jenis

ini

menjadi perkedel, sayur

sup, atau sambal goreng. Produk yang dihasilkan oleh pabrik pengolah kentang
ini adalah makanan ringan seperti Chitato atau bahan ekspor seperti Chip dan
stick beku (Hartus, 2001).

Kandungan Gizi dan Manfaat


Kentang termasuk kelompok lima besar makanan pokok dunia, selain
gandum, beras, dan terigu. Bagian utama tanaman kentang yang menjadi bahan
makanan adalah umbi. Umbi kentang merupakan sumber karbohidrat yang
mengandung vitamin dan mineral cukup tinggi. Komposisi utama umbi kentang
terdiri dari air 80 %, pati 18 %, dan protein 2 %. Kandungan gizi umbi kentang
disajikan pada Tabel 2 berikut.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Tabel 2. Kandungan gizi umbi kentang dalam 100 gram bahan


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Kandungan gizi
Kalori
Protein
Lemak
Karbohidrat
Serat
Abu
Kalsium
Fosfor
Kalium
Zat Besi
Natrium
Vitamin B1
Vitamin B2
Vitamin C
Air
Bagian yang dapat dimakan

Jumlah
83.00 kal. *) 80.70 kal. **)
2.00 gr.
2.40 gr.
0.10 gr.
0.10 gr.
19.10 gr.
16.00 gr.
0.40 gr.
0.80 gr.
11.00 mg
26.00 mg.
56.00 mg.
49.00 mg.
449.00 mg.
0.70 mg.
1.10 mg.
0.40 mg.
0.11 mg.
0.12 mg.
0.06 mg.
17.00 mg.
31.00 mg.
64.00 gr.
75 %
80.70 %

Sumber : *) Direktorat Gizi Depkes RI (1981).


**) Food and Nutrition Research Center, Handbook No. 1, Manila (1964)

(Setiahadi dan Nurulhuda, 1993).


Selain sebagai makanan pokok dibeberapa negara di dunia, kentang juga
dikonsumsi sebagai sayuran, dibuat makanan kecil (snack), dan diolah menjadi
berbagai produk industri makanan. Produk olahan kentang (processed potatoes)
yang umum diperdagangkan antara lain adalah pati (strach), kentang kering
(dehydrated), tepung (flour), kentang dalam kaleng (canned potatoes), dan keripik
kentang berupa chip atau stick (Rukmana, 1997).
Menurut Wirakusumah (2000), manfaat lain kentang adalah untuk
mencegah kanker, pengobatan asam urat, ginjal, sistem lambung dan jantung,
kesehatan lever, jaringan, dan untuk proses peremajaan tubuh.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Panen dan Pasca Panen


Panen
Penanganan panen yang benar dan dapat berhasil dengan baik pada
dasarnya hanya memperhatikan dua hal pokok, yaitu umur tanaman dan teknik
memanen. Penentuan umur panen yang tepat apabila tidak disertai dengan teknik
memanen yang tepat pula masih dapat menurunkan mutu umbi yang dipanen dan
demikian pula sebaliknya.
1. Umur Panen
Mutu umbi akan rendah apabila panen yang dilakukan kurang sesuai
dengan umur panen tanaman sesuai dengan varietasnya. Umur panen pada
kentang berkisar antara 90 180 hari, tergantung varietas tanamannya. Pada
varietas kentang genjah, umur panennya adalah 90 120 hari; varietas medium
120 150 hari; dan varietas dalam 150 180 hari.
Menurut Soewito (1991), secara fisik tanaman kentang sudah dapat
dipanen apabila batang tanaman telah agak menguning atau mengering, daun
berubah warna dari hijau menjadi kekuning-kuningan yang bukan disebabkan
serangan penyakit. Kentang yang cukup umur apabila dipanen kulit umbinya
tampak lekat sekali dengan daging umbi dan bila ditekan dengan ibu jari tangan,
kulitnya tidak akan mengelupas. Umbi yang demikian sudah cukup tua atau
masak petik optimal sehingga dapat tahan lama di penyimpanan.
2. Teknik Memanen
Untuk mencegah kerusakan mekanis saat dipanen, hal yang perlu
diperhatikan adalah pada saat pembongkaran umbi dari dalam tanah. Lakukanlah
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

pembongkaran umbi dengan garpu tanah atau cangkul dengan cara mencangkul
tanah di sekitar umbi, lalu mengangkatnya hingga semua umbi keluar dari dalam
tanah. Setelah itu, umbi yang telah dibongkar dikumpulkan ditempat teduh
(Samadi, 2004).

Pascapanen
Kegiatan pascapanen

pada dasarnya adalah kegiatan untuk mencegah

kerusakan hasil akibat serangan hama atau penyakit, gangguan fisiologis, dan
gangguan non parasiter atau lingkungan yang kurang menguntungkan, dengan
tujuan untuk mempertahankan mutu hasil panen sehingga tetap baik sampai ke
konsumen (Sunaryono, 1990).
Kegiatan-kegiatan pascapanen yang dilakukan untuk komoditas kentang
meliputi pembersihan, sortasi dan grading, penyimpanan, pengemasan, dan
pengangkutan.
1. Pembersihan
Pembersihan umbi sangat penting untuk memudahkan penanganan
selanjutnya. Bersihnya umbi dari segala kotoran, dapat mengurangi bahkan
meniadakan jasad-jasad renik yang menempel pada umbi. Dengan demikian, umbi
lebih terjamin dari serangan patogen selama penyimpanan hingga sampai ke
konsumen.
2. Sortasi dan Grading
Umbi kentang yang telah dibersihkan selanjutnya disortasi dan grading.
Sortasi dilakukan antara umbi yang baik dan sehat, yaitu umbi yang tidak cacat
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

dan terserang hama penyakit. Setelah sortasi dilakukan pengelompokan terhadap


umbi kentang yang sehat menurut ukuran besar umbi atau beratnya, varietas, dan
tingkat ketuaan umbi. Kegiatan pengelompokan ke dalam kelompok-kelompok
tertentu ini disebut dengan grading. Hasil grading akan diperoleh kentang mutu
kelas I, kelas II, kelas III, dan kelas IV. Grading ini dapat dilakukan bersamaan
dengan sortasi.
Menurut Setiadi dan Nurulhuda (1993), kentang varietas french fries dapat
dikelompokkan ke dalam empat kelas mutu menurut ukuran beratnya.
a. Kelas mutu I

: berat antara 250 400 gram

b. Kelas mutu II

: berat antara 100 250 gram

c. Kelas mutu III

: berat antara 60 100 gram

d. Kelas mutu IV

: berat antara 30 60 gram

Dari kegiatan grading, diperoleh hasil umbi yang seragam, baik ukuran
maupun kualitasnya sehingga memudahkan untuk penentuan harga dan
pemasaran, pengemasan, dan memberikan kepuasan pada konsumen.
3. Penyimpanan
Pada prinsipnya teknik penyimpanan umbi kentang adalah menekan
sekecil mungkin atau meniadakan terjadinya respirasi (pernafasan) dan transpirasi
(penguapan). Hal ini dapat dilakukan dengan pengaturan suhu di dalam ruang
penyimpanan, pengaturan kelembaban udara, dan pengaturan kandungan CO2 dan
O2 yang sesuai.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

4. Pengemasan dan Pengangkutan


Pengemasan hasil-hasil pertanian bertujuan untuk melindungi hasil,
tersebut dari kerusakan mekanis karena pengangkutan, maupun kerusakan
fisiologis karena pengaruh lingkungan, seperti cahaya matahari, kelembaban dan
suhu udara yang tinggi. Fungsi pengangkutan adalah untuk mengangkut barang
dari kebun produksi ke gudang dan untuk menyampaikan barang dari kebun
produksi atau gudang penyimpanan ke pusat-pusat pemasaran
(Samadi, 2004).

Kentang goreng
French fries berarti "kentang

goreng ala

Inggris, kata fry sebenarnya bisa berarti

Perancis. " Dalam bahasa

menggoreng

dengan minyak

sedikit (saut) atau menggoreng di dalam minyak goreng yang banyak hingga
terendam (deep frying). Sedangkan dalam bahasa Perancis, frire hanya berarti
menggoreng di dalam minyak goreng yang banyak hingga terendam
(www.google.com\wikipedia\kentang goreng, 2007).
Kentang goreng memiliki banyak sekali variasi bentuk, tapi biasanya
kentang beku untuk french fries dipotong memanjang. Potongan kentang beku
untuk french fries biasanya sudah mengalami proses penggorengan sebentar di
pabrik, sehingga terlihat seperti dilapisi lemak nabati atau hewani. Beberapa
merek kentang beku bahkan menambahkan rempah-rempah agar kentang sudah
mempunyai rasa bumbu setelah digoreng.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Gambar 5. Kentang goreng (french fries)


(Andarwulan, 2007).

Pengirisan dan Pemotongan


Memotong adalah pekerjaan yang dilakukan untuk mengecilkan ukuran
suatu bahan baik dengan pisau atau dengan alat pemotong lainnya pada arah
melintang panjang bahan melintang serat bahan. Ukuran dari bahan yang
terbentuk relatif panjang atau tebal. Mengiris adalah mengecilkan ukuran suatu
bahan dengan menggunakan pisau untuk mendapatkan ukuran panjang lebih kecil
dan tipis dengan arah melintang atau sejajar panjang bahan yang dipotong.
Adapun mekanisme memotong dan mengiris adalah sebagai berikut :
1. Memotong
Tujuan pemotongan ini semata-mata hanya untuk mengecilkan atau
memperpendek bahan. Bentuk dan ukurannya kadang-kadang tidak diperhatikan,
tetapi dapat pula disesuaikan dengan keperluan.
Untuk mencegah kerusakan struktur bahan yang dipotong misalnya
menjadi memar, baik pada pemotongan dengan menggunakan mesin maupun
secara manual, arah gerakan pisau biasanya membentuk sudut dengan arah poros

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

bahan yang dipotong terutama pada pemotongan bahan-bahan yang lunak atau
mudah memar.
2. Mengiris
Walaupun pada dasarnya mengiris dan memotong adalah sama, tetapi
pengirisan yang dilakukan baik diatas landasan ataupun tidak biasanya
menggunakan pisau atau alat lain yang sesuai dengan keperluan.

Pengirisan

dilakukan untuk mendapatkan produk yang tipis dan seragam. Arah pengirisan
dapat dilakukan kesegala arah. Ukuran lebar pengirisan relatif lebih besar bila
dibandingkan dengan tebalnya. Pada pengirisan produk yang diperoleh diharapkan
mempunyai struktur dan bentuk yang baik serta seragam
(Supriadi, 2001).
Menurut Wiraatmadja (1995), kapasitas pengirisan ialah kemampuan suatu
alat pengiris di dalam mengiris suatu bahan dengan proses yang lebih singkat.
Adapun cara untuk memperbesar atau memperkecil kapasitas pengirisan yaitu
dengan mengubah jumlah mata pisau, rpm alat pengiris atau merubah tebal
irisannya. Perubahan paling mudah dilakukan dengan memperbesar atau
memperkecil kapasitas tanpa merubah tebal irisan adalah dengan merubah rpm
yakni dengan menambahkan transmisi, baik dengan pulley atau sproket dan rantai.

Elemen Mesin
Motor Listrik
Mesin-mesin yang dinamakan motor listrik dirancang untuk mengubah
energi listrik menjadi energi mekanis, untuk menggerakkan berbagai peralatan,
mesin-mesin dalam industri, pengangkutan dan lain-lain. Pada dasarnya motor
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

listrik digunakan untuk menggerakkan elemen-elemen mesin, seperti pulley,


poros, dan sudu pelempar (Pratomo, 1983).
Setiap mesin sesudah dirakit, porosnya menonjol melampaui ujung
penutup (lubang pelindung) pada sekurang-kurangnya satu sisi supaya dapat
dilengkapi dengan sebuah cakera sabuk mesin (pulley) atau sebuah gandengan
untuk hubungan ke suatu penggerak mula (generator) atau ke suatu mesin yang
akan digerakkan (Daryanto, 2002).

Reducer
Reducer

digunakan

untuk

menurunkan

putaran.

Dalam

hal

ini

perbandingan reducer putarannya dapat cukup tinggi.

i=

n1
.................................................................. (1)
n2

dimana :
i

: Perbandingan reduksi

n1

: Input putaran (rpm)

n2

: Output

putaran (rpm)

(Niemann, 1982).

Poros
Poros pada umumya berfungsi untuk memindahkan daya dan putaran.
Bentuk dari poros adalah silinder baik pejal mupun berongga. Namun ukuran
diameternya tidak selalu sama. Biasanya dalam permesinan, poros dibuat
bertangga/step agar bantalan, roda gigi maupun puli mempunyai dudukan dan
penahan agar dapat diperoleh ketelitian mekanisme
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Gambar 6. Poros bertingkat


(Stolk dan Kross, 1993).
Poros digunakan pada setiap mesin dan peralatan mesin. Poros dibebani
dengan beban yag berubah yaitu kombinasi dari lenturan dan puntiran disertai
dengan berbagai tingkat konsentrasi tegangan. Pemindahan tenaga dan pergerakan
mesin dapat dibagi dua:
1. Pergerakan Langsung
Dalam hal ini poros motor bergerak (motor listrik, mesin uap dan motor
bakar) dihubungkan langsung dengan poros perkakas atau mesin yang
hendak digerakkan dengan kopling-kopling.
2. Pergerakan Tidak Langsung
Dalam hal ini poros motor penggerak tidak langsung berhubungan dengan
perkakas atau mesin yang digerakkan melainkan dengan menggunakan
pulley dalam mentrasmisikan tenaga
(Nababan, 2005).
Menurut pembebanannya, poros dibedakan atas tiga jenis, yaitu:
a. Poros Transmisi
Poros ini berfungsi untuk mentransmisikan daya dan putaran. Hal ini
menyebabkan poros mendapatkan momen bending/beban lentur dan

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

momen torsi/beban puntir. Data yang ditransmisikan kepada poros


melalui kopling, roda gigi, pulley maupun dengan sproket.
b. Spindel
Spindel berfungsi sebagai poros transmisi. Namun, beban yang diterima
poros ini hanya beban puntir. Contoh dari poros ini adalah spindel pada
mesin perkakas, dimana ukurannya relatif pendek. Syarat yang harus
dipenuhi poros ini adalah deformasinya harus kecil, bentuk serta
ukurannya harus teliti.
c. Gandar
Poros ini berfungsi menyangga suatu mekanisme. Beban yang diterima
poros ini adalah beban lentur, tidak terjadi putaran pada poros.
(Sularso dan Suga, 2004).

Pulley
Jarak yang jauh antara dua poros sering tidak memungkinkan transmisi
langsung dengan pasangan roda gigi. Dalam demikian, cara trasmisi putaran dan
daya lain yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan sebuah sabuk atau
rantai yang dibelitkan disekeliling pulley atau sproket pada poros. Jika pada suatu
konstruksi mesin putaran pulley penggerak dinyatakan n1 dengan diameter dp dan
pulley yang digerakkan dinyatakan n2 dan diameternya Dp, maka perbandingan
putaran dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut :
N1 d p
............................................................ (2)
=
n2 D p

(Roth, et al, 1982).


Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Pemasangan pulley antara lain dapat dilakukan dengan cara:


1. Horisontal
Pemasangan pulley dapat dilakukan dengan cara mendatar dimana
pasangan pulley terletak pada sumbu mendatar.
2. Vertikal
Pemasangan pulley dilakukan secara tegak dimana letak pasangan pulley
adalah pada sumbu vertikal. Pada pemasangan ini akan terjadi getaran
pada bagian sabuk yang kendur sehingga mungkin akan menimbulkan
getaran pada mekanisme serta penurunan umur sabuk.
(Mabie and Ocvirk, 1967).

Bantalan
Bantalan adalah elemen mesin yang mempunyai poros berbeban sehingga
gerakan bolak-balik dapat berlangsung dengan halus, aman, dan tahan lama.
Bantalan harus kokoh untuk memungkinan poros dan elemen mesin lainnya
bekerja dengan baik. Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka prestasi
seluruh sistem akan menurun atau tidak dapat bekerja semestinya. Jadi, bantalan
dalam permesinan dapat disamakan peranannya dengan pondasi pada gedung
(Stolk dan Kross, 1993).
Menurut Sularso dan Suga (2004), bantalan dapat diklasifikasikan sebagai
berikut:
a. Berdasarkan gerakan bantalan terhadap poros
1. Bantalan luncur
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Pada bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bantalan
karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan dengan
perantara lapisan pelumas.
2. Bantalan gelinding
Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar
dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola (peluru),
rol atau rol jarum, dan rol bulat.
b. Berdasarkan arah beban terhadap poros
1. Bantalan radial
Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah tegak lurus sumbu poros.
2. Bantalan aksial
Arah beban bantalan ini sejajar dengan sumbu poros.
3. Bantalan gelinding khusus
Bantalan ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak
lurus sumbu poros.

Sabuk-V
Sabuk-V mempunyai penampang trapesium yang terbuat dari karet,
tenunan tetoron atau semacamnya digunakan sebagai inti sabuk untuk membawa
tarikan yang besar. Sabuk-V dibelitkan di sekeliling alur pulley yang berbentuk
V. selain koefisien gesek dan kekuatannya, harganya yang relatif murah membuat
sabuk-V lebih sering dipakai.
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

1
2
3
4

Gambar 7. Konstruksi Sabuk-V


(Sularso dan Suga, 2004).
Menurut

Smith

dan

Wilkes

(1990),

apabila

pemindahan

daya

menggunakan dua roda transisi, maka hubungan antara jarak kedua titik pusat
sumbu roda transisi dengan panjang sabuk dapat ditentukan dengan rumus:

L = 2C + 1,57(D + d) +

(D d ) 2
.......................................... (3)
4C

dimana:
L

= Panjang efektif sabuk (mm)

= Jarak antara kedua sumbu roda transisi (mm)

= Diameter luar efektif roda transmisi yang besar (mm)

= Diameter luar efektif roda transmisi yang kecil (mm)

Transmisi dengan menggunakan sabuk hanya dapat menghubungkan


poros-poros yang sejajar dengan arah putaran yang sama. Dibandingkan dengan
transmisi roda gigi atau rantai, sabuk bekerja lebih halus dan tidak berisik.
Mesin Pemotong Kentang Bentuk French Fries
Mesin pemotong kentang bentuk french fries yang ada saat ini seperti
machine RG-400 adalah salah satu mesin pemotong kentang yang diproduksi oleh
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

AB Hallde Maskiner Swedia. Mesin ini dapat digunakan untuk memotong dan
mengiris berbagai bahan hasil pertanian seperti kubis, lettuce, tomat, wortel, apel,
nenas dan lain-lain.

Gambar 8. Machine RG-400


Penggunaan pisau pemotong pada mesin ini dapat diganti sesuai dengan hasil
yang diinginkan. Kapasitas kerja machine RG-400 adalah 10 - 40 kg/menit dengan
kecepatan piringan pisau pemotong 400/200 rpm (50 Hz), 480/240 (60 Hz) dan
diameter piringan pisau 215 mm. Mesin ini digerakkan dengan motor 1.5 HP,
tegangan 200-440 V dan

frekuensi 50 60 Hz. Ketebalan produk

hasil

potongan untuk bentuk french fries dari machine RG-400 ini adalah 10 x 10 mm
(Maskiner, 2007).
Ada juga mesin pemotong kentang yang diproduksi oleh Urschel
Laboratories USA yang diberi nama Model CC-D dan Model CCX-D.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Gambar 9. Mesin Pemotong Kentang Model CC-D


Mesin pemotong Model CC-D dan CCX-D ini dapat digunakan untuk mengiris,
memotong bentuk lonjong dan bentuk sabit berbagai macam buah-buahan dan
sayuran. Berbagai macam variasi ketebalan produk hasil pemotongan mesin ini
adalah 1.8 mm, 2.5 mm, 3.2 mm, dan 6.4 mm. Namun, pada dasarnya ketebalan
hasil pemotongan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pembeli.

Gambar 10. Mesin Pemotong Kentang Model CCX-D


(www.urschel.com).

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

METODOLOGI PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pertanian Fakultas
Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Mei - Juli 2007.

Bahan dan Alat Penelitian


Bahan
Bahan-bahan yang akan digunakan adalah:
1. Kentang
2. Baja profil L
3. Baja profil I
4. Pipa baja
5. Reducer
6. Motor listrik
7. Baut dan Mur
8. Kawat las
9. Plat aluminium
10. Plat baja stainlles steel
11. Pulley
12. Baut dan mur
13. V-Belt
14. Bantalan
15. Plat baja
Alat
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

26

Adapun alat-alat yang digunakan adalah:


1. Mesin las
2. Mesin grinda
3. Mesin bor
4. Gergaji besi
5. Mesin bubut
6. Hammer
7. Kalkulator
8. Mistar
9. Timbangan
10. Gelas ukur
11. Stop watch

Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk mengetahui
performansi alat pemotong kentang bentuk french fries yang dirancang dengan
menguji coba alat di Laboratorium Teknik Pertanian.

Persiapan Penelitian
Sebelum penelitian dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan persiapan
untuk penelitian yaitu merancang bentuk dan ukuran alat pemotong kentang,
mempersiapkan bahan-bahan dan peralatan-peralatan serta menyediakan motor
listrik dan reducer yang akan digunakan dalam penelitian.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Pelaksanaan Penelitian
Komponen Utama Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries
Alat pemotong yang digunakan dalam penelitian ini memiliki beberapa
komponen utama, yaitu:
1. Kerangka Alat
Kerangka alat terbuat dari baja profil `L` dengan dimensi alat: panjang
75 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 60 cm. Kerangka berfungsi untuk
menopang dan mendukung kontruksi dari alat dengan kokoh.
2. Silinder Pemotong
Silinder pemotong terbuat dari bahan besi baja yang dilapisi oleh pipa
PVC (polyvinilchlorida) dengan diameter silinder 8 cm dan panjang 30
cm berfungsi sebagai ruang pemotong.
3. Piston
Piston terbuat dari bahan besi baja dengan diameter 7 cm dan panjang
16 cm, berfungsi untuk menekan kentang yang akan dipotong.
4. Pisau
Pisau terbuat dari bahan stainlees steel yang berbentuk persegi dengan
ukuran 7 x 7 mm terletak pada sebuah rumah pisau dengan diameter
8 cm.
5. Motor Listrik
Motor listrik yang digunakan mempunyai tenaga 0,5 HP dengan
kecepatan 1400 rpm.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

6. Reducer
Reducer yang digunakan memiliki perbandingan rpm 1 : 60 berfungsi
untuk mengurangi kecepatan putaran yang keluar dari motor listrik.
7. Sabuk-V
Sabuk-V yang digunakan mempunyai tipe A-47, berfungsi untuk
mentransmisikan daya melalui sebuah pulley.
8. Corong pemasukan
Corong pemasukan bahan ini terbuat dari plat besi baja dengan panjang
9 cm dan lebar 7 cm.
9. Pulley
Pulley yang digunakan pada alat ini yaitu pulley jenis alur V dengan
diameter 6 inchi pada reducer dan 10 inchi pada bagian yang akan
digunakan pada rangkaian pemotong.
10. Bantalan yang digunakan adalah bantalan gelinding radial dan bantalan
luncur.

Prosedur Pembuatan Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries


Adapun prosedur pembuatan alat pemotong kentang bentuk french fries
adalah:
1. Alat pemotong kentang bentuk french fries dirancang terlebih dahulu
kemudian digambar (Lampiran 2).
2. Dipilih bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat alat
pemotong kentang bentuk french fries.
3. Diukur bahan-bahan yang akan digunakan sesuai dengan ukuran yang
telah ditentukan kemudian dipotong.
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

4. Dilakukan pengelasan dan pengeboran untuk pemasangan kerangka


alat.
5. Dibentuk silinder pemotong, piston dan pisau pemotong serta
rangkaiannya sesuai ukuran yang telah ditentukan.
6. Dilakukan pemasangan terhadap bahan-bahan yang telah sesuai dengan
bentuk yang dirancang.
7. Dilakukan pemasangan mesin penggerak, reducer, pulley, dan V-belt.

Prosedur Penelitian
Adapun prosedur penelitian adalah sebagai berikut:
1. Ditimbang kentang yang telah dikupas dengan bagian ujung dipotong
sebanyak 2 kg (ukuran kentang: panjang 7085 mm dan lebar 5065 mm).
2. Dinyalakan alat pemotong kentang bentuk french fries.
3. Kentang yang akan dipotong dimasukkan ke dalam silinder pemotong dan
diatur sedemikian rupa agar posisinya horizontal (dimensi penampang
kentang yang terpotong adalah 7 x 7 mm).
4. Dicatat waktu yang dibutuhkan untuk memotong kentang.
5. Ditimbang berat kentang yang terpotong dan yang tidak terpotong atau
rusak.
6. Dihitung tiap-tiap parameter yang telah ditentukan
7. Dilakukan hingga sebanyak 3 kali ulangan.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Parameter Penelitian
1. Persentase Kerusakan Hasil
Pengukuran persentase kerusakan hasil dapat ditentukan dengan membagi
berat kentang yang rusak (hancur, ketebalan potongan kurang dari 7 x 7 mm)
dengan berat kentang sebelum dipotong dikali dengan 100 %. Secara matematis
dapat dituliskan dengan rumus:

% Kerusakan hasil =

Berat bahan yang rusak


x 100 % . (4)
Berat bahan awal

2. Kapasitas Efektif Alat


Pengukuran kapasitas efektif alat dilakukan dengan membagi berat
kentang yang terpotong dengan waktu pemotongan atau dapat ditulis:

Kapasitas efektif alat =

Berat bahan yang terpotong


(kg/jam).......... (5)
Waktu yang dibutuhkan

3. Efisiensi Pemotongan
Menurut Wiraatmadja (1995), efisiensi pemotongan diperoleh dengan
membagi kapasitas efektif alat dengan kapasitas teoritis yang diperoleh dari alat
atau dapat dituliskan dengan rumus :

alat =

Output
x 100 % .. (6)
Input

dimana:

= Efiensi pemotongan (%)

Output

= Kapasitas efektif alat (kg/jam)

Input

= Kapasitas teoritis (kg/jam)

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Input = t .A .n. s. .60 kg/1000 jam ................................................. (7)


dimana:
t

= Tebal potongan (cm)

= Luas penampang kentang yang terpotong (cm2)

= Siklus piston per menit (rpm)

= Jumlah mata pisau

= Massa jenis kentang (gr/cm3)

4. Analisis Ekonomi
Perhitungan

biaya

pemotongan

kentang

dilakukan

dengan

cara

menjumlahkan biaya yang dikeluarkan, yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap.

BT

Biaya Pokok =
+ BTT x C ....... (8)
x

dimana:
BT

= Total biaya tetap (Rp/tahun)

BTT

= Total biaya tidak tetap (Rp/jam)

= Total jam kerja per tahun (jam/tahun)

= kapasitas alat (jam/kg)

a. Biaya Tetap
Menurut Darun (2002), biaya tetap terdiri dari:
1) Biaya penyusutan (metode garis lurus)

D=

(P S )
.............................................................. (9)
n

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

dimana:
D = Biaya penyusutan (Rp/tahun)
P = Nilai awal (harga beli/pembuatan) alat dan mesin (Rp)
S = Nilai akhir alsin (10 % dari P) (Rp)
n

= Umur ekonomi (tahun)

2) Biaya bunga modal dan asuransi

I=

i ( P)(n + 1)
............................................................ (10)
2n

dimana:
i

= Total persentase bunga modal dan asuransi

3) Biaya pajak
Di negara ini belum ada ketentuan besar pajak secara khusus untuk
mesin-mesin dan peralatan pertanian, diperkirakan bahwa biaya pajak
adalah 2% per tahun dari nilai awalnya.
4) Biaya gudang/garasi
Biaya gudang atau gedung diperkirakan berkisar antara 0,5 1 %, ratarata diperhitungkan 1 % dari nilai awal (P) per tahun.
b. Biaya Tidak Tetap
Biaya tidak tetap terdiri dari:
1) Biaya listrik (Rp/Kwh)
2) Biaya perbaikan untuk sumber tenaga penggerak, mesin sumber tenaga
adalah

mesin

penggerak

peralatan

lainnya

yang

umumnya

dihubungkan dengan jenis-jenis transmisi tertentu. Biaya perbaikan ini


dapat dihitung dengan persamaan:
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Biaya reparasi =

1,2 % ( P S )
.............................................. (11)
1000 jam

3) Biaya operator
Biaya operator tergantung pada kondisi lokal, dapat diperkirakan dari
gaji bulanan atau gaji per tahun dibagi dengan total jam kerjanya.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

HASIL DAN PEMBAHASAN

Persentase Kerusakan Hasil


Besarnya persentase kerusakan hasil dapat dihitung dengan membagikan
berat kentang yang rusak terhadap berat kentang awal. Berdasarkan pada hasil
penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa persentase kerusakan hasil pada alat
pemotong kentang bentuk french fries adalah sebesar 11,46 %.
Dalam penelitian ini kentang hasil potongan yang rusak dikategorikan
dalam dua bagian yaitu kentang yang terpotong sempurna namun patah pada salah
satu ujungnya dan kentang yang hancur atau kentang yang tidak terpotong
sempurna (masih berada pada ujung pisau). Hal ini diduga karena permukaan
kentang yang tidak seragam. Kentang yang berada pada permukaan pisau harus
mempunyai bentuk dan permukaan yang lebih kecil atau sama dibandingkan
dengan yang berikutnya yang akan mendorong kentang ke mata pisau. Jika
permukaan kentang lebih besar maka tidak semua bagian akan terpotong atau
terdorong ke mata pisau sehingga bagian yang tertinggal akan rusak dan baru akan
keluar pada proses pemotongan berikutnya. Akan tetapi, hasil potongan kentang
yang seperti ini tetap masih dapat digunakan.
Hal lain juga dikarenakan oleh diameter piston yang hanya berdiameter 7,2
cm sehingga clearance antara silinder pemotong dan piston sebesar 0,8 cm. jarak
ini terlalu besar sehingga pergeseran piston di dalam silinder pemotong menjadi
lebih besar. Pergerakan piston yang leluasa ini menyebabkan permukaan piston
naik saat mendorong kentang sehingga berbenturan dengan pintu masuk (hopper).

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Untuk mengatasi atau mengurangi tingkat kerusakan pada kentang yang


teropotong ini perlu dibuat clearance yang lebih kecil nilainya agar piston tidak
bergerak ke atas atau ke bawah melainkan hanya bergerak ke depan dan ke
belakang saja. Selain itu, kentang yang terpotong permukaanya harus dapat sejajar
dengan permukaan mata pisau sehingga semua bagian kentang sepenuhnya
terpotong.

Kapasitas Efektif Alat


Kapasitas efektif alat diperoleh dengan membagikan berat kentang yang
dipotong dengan waktu yang dibutuhkan untuk memotong kentang tersebut.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh kapasitas efektif alat
pemotong kentang bentuk french fries sebesar 212,766 kg/jam atau 3,54 kg/menit
dengan kecepatan pemotongan 14 rpm. Bila dibandingkan dengan alat pemotong
kentang yang diproduksi oleh AB Hallde Maskiner dengan kapasitas sebesar
1040 kg/menit dan kecepatan pemotongan 400 rpm, maka alat ini masih
tergolong memiliki kapasitas yang rendah. Namun jika kita melihat perbedaan
kecepatan pemotongan yang begitu besar diantara keduanya dimana 14 rpm pada
alat yang dirancang dan 400 rpm pada alat milik AB Hallde Maskiner, maka dapat
dikatakan bahwa alat ini tidak terlalu besar perbedaan kapasitasnya karena dengan
kecepatan 14 rpm telah mampu memotong sebanyak 3,54 kg/menit dibandingkan
dengan 400 rpm yang memotong 10 40 kg/menit.
Untuk menambah atau menurunkan kapasitas dari alat pemotong kentang
bentuk

french fries ini dapat

dilakukan dengan mengubah kecepatan

pemotongannya. Semakin besar rpm atau kecepatan pemotongan dari suatu alat
maka kapasitasnya akan bertambah. Hal ini sesuai dengan pernyataan
Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Wiraatmadja (1995), yang menyatakan bahwa cara untuk memperbesar atau


memperkecil kapasitas pemotongan yaitu dengan mengubah jumlah mata pisau,
rpm alat atau merubah tebal potongannya. Perubahan paling mudah dilakukan
dengan memperbesar atau memperkecil kapasitas tanpa merubah tebal dan
potongan adalah dengan merubah rpm.

Efisiensi Pemotongan
Efisiensi pemotongan alat diperoleh dengan membagikan kapasitas efektif
alat terhadap kapasitas teoritisnya.
Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh besarnya efisiensi alat
pemotong kentang bentuk french fries adalah 70,13 %. Besarnya nilai efisiensi
ini ditentukan oleh kapasitas efektif alat, semakin besar kapasitas pemotongannya
maka efisiensinya akan semakin meningkat pula. Dengan nilai efisiensi tersebut
dapat diketahui layak atau tidaknya alat ini digunakan untuk memotong. Menurut
pedoman efisiensi energi untuk industri di Asia, efisiensi suatu alat atau mesin
untuk industri dikatakan baik atau layak untuk dioperasikan adalah apabila nilai
efisiensinya di antara 60-70 % atau lebih tinggi di atasnya lagi. Berdasarkan pada
pedoman tersebut, maka alat pemotong kentang bentuk french fries ini layak
untuk digunakan oleh masyarakat karena memiliki efisiensi yang baik untuk
tingkat kelayakan tersebut.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Analisis Ekonomi
Analisis ekonomi digunakan untuk menentukan layak atau tidaknya suatu
alat untuk dioperasikan. Dengan analisa ekonomi dapat diketahui seberapa besar
biaya produksi sehingga keuntungan alat akan dapat diperhitungkan.
Perhitungan

biaya dilakukan dengan cara menjumlahkan biaya yang

dikeluarkan, yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap.


1. Biaya Tetap (Rp/tahun)
a. Biaya Penyusutan
D

P S ( Rp.1.345.250 Rp.134.525
=
= Rp. 242.125.
n
5

b. Biaya bunga modal dan asuransi


I

i ( P) (n + 1) 17%( Rp.1.345.250)(5 + 1)
=
= Rp.137.215,5.
2n
2.5

c. Biaya Pajak
BP

= 2 % P = 2 % x Rp. 1.345.250. = Rp. 26.905.

d. Biaya Gudang/garasi
BG

= 1 % P = 1 % x Rp. 1.345.250. = Rp. 13.452,5.

Total biaya tetap = Rp. 419.718/tahun.

2. Biaya Tidak Tetap (Rp/jam)


a. Biaya listrik
Tarif listrik/kWh = Rp.169/kWh
Motor listrik yang digunakan = 0.5 HP = 0.373 kW = Rp. 63.04 /jam
b. Biaya Reparasi
BR

1,2 % ( P S ) 1,2 % ( Rp.1.345.250 Rp.134.525)


=
1000 jam
1000 jam

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

= Rp. 14,5287/jam
c. Biaya Perawatan
Biaya perawatan adalah sebesar 10 % dari nilai awal dibagi 1000 jam.
Biaya Perawatan

= 10 % x

Rp.1.345.250
= Rp. 134,525/jam
1000 jam

d. Biaya Operator
Biaya operator

= Rp. 5000 /jam.

Maka total biaya tidak tetap adalah = Rp. 5.212,09/jam


Sehingga total biaya pokok dapat diperoleh dari persamaan berikut.

BT
Biaya Pokok =
+ BTT C

x
Rp.419.718

=
+ Rp. 5.212,09 / jam 0,0047 jam/kg
1000 jam

= Rp. 26,47/kg.
Berdasarkan nilai di atas dapat diketahui bahwa biaya pokok yang harus
dikeluarkan untuk memotong kentang sebanyak 1 kg adalah sebesar Rp. 26,39.
Dengan biaya pemotongan sebesar Rp. 26,39./kg dan kapasitas 212,766 kg/jam,
maka untuk memotong kentang sebanyak 1 ton alat ini membutuhkan waktu
selama 4,69 jam atau sekitar 4 jam 41 menit 24 detik dengan biaya pemotongan
sebesar Rp. 26.390,. Dengan melihat biaya pemotongan yang rendah ini, maka
alat pemotong kentang bentuk french fries ini layak untuk digunakan oleh
masyarakat.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
1. Alat pemotong kentang bentuk french fries ini dapat dioperasikan dengan
tingkat ketrampilan biasa dan tidak membutuhkan ketrampilan yang tinggi.
2. Persentase kerusakan hasil rata-rata pada alat pemotong kentang bentuk french
fries adalah sebesar 11,46 %.
3. Kapasitas efektif rata-rata pada alat pemotong kentang bentuk french fries
adalah sebesar 212,766 kg/jam.
4. Alat pemotong kentang bentuk french fries memiliki efisiensi pemotongan
sebesar 70,13 %.
5. Biaya pokok yang harus dikeluarkan untuk memotong kentang adalah sebesar
Rp. 26,39/kg.
6. Pemasukan kentang ke dalam silinder pemotong masih dilakukan secara
manual.

Saran
1. Transmisi daya dari reducer ke piston sebaiknya tidak menggunakan pulley,
tetapi menggunakan roda gigi (gear). Hal ini dilakukan untuk menghindari
terjadinya slip pada saat proses pemotongan berlangsung dan memaksimalkan
pemindahan daya dari pulley reducer ke pulley alat.
2. Perlu dibuat sistem pemasukan kentang melalui hopper secara kontinyu
dengan model tertentu untuk meminimalkan campur tangan operator pada
proses pemasukan bahan.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

DAFTAR PUSTAKA
Andarwulan, N., 2007. Komplet Seputar Kentang. Jurusan Teknik Pangan dan
Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian.IPB, Bogor. Http:\\\www.feminaonline.com\komplet seputar kentang. [6 Februari 2007].
Anonim, 2006. Kentang Goreng. Http:\\\www.google.com\wikipedia\kentang
goreng.html. [6 Februari 2007].
Darun, 2002. Ekonomi Teknik. Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian
USU, Medan.
Daryanto, 2002. Pengetahuan Teknik Listrik. Bumi Aksara, Jakarta.
Gunarto, A., 2003. Pengaruh Penggunaan Ukuran Bibit Terhadap Pertumbuhan,
Produksi dan Mutu Umbi Kentang Bibit G 4 (Solanum tuberosum). Pusat
Pengkajian dan Penerapan Teknologi Budidaya Pertanian Deputi Bidang
Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi - BPP Teknologi, Jakarta.
Http://www.urschel.com/machines.php?mid=28. [04 April 2007].
Mabie, H. H. and F.W. Ocvirk, 1967. Mechanics and Dynamic of Machinery.
John wiley & Sons, Inc., New York.
Maskiner, A. H., 2007. Vegetable Preparation
Http://www.hallde.com. [04 April 2007].

Machine

RG-400.

Nababan, M., 2005. Mesin Pengupas Kulit Kacang Tanah Kapasitas 2500 kg/jam.
Politeknik Negeri Medan, Medan.
Niemann, G., 1982. Elemen Mesin : Desain dan Kalkulasi dari Sambungan,
Bantalan, dan Poros. Penerjemah Bambang Priambodo. Erlangga, Jakarta
Pratomo, M., 1983. Alat dan Mesin Pertanian. Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan, Jakarta.
Rubatzky, V. E. dan M. Yamaguchi, 1998. Sayuran Dunia I. Institut Teknologi
Bandung-Press, Bandung.
Rukmana, R., 1997. Kentang : Budidaya dan Pascapanen. Kanisius, Yogyakarta.
Samadi, B., 2004. Usaha Tani Kentang. Kanisius, Yogyakarta.
Setiahadi dan S. R. Nurulhuda, 1993. Kentang: Varietas dan Pembudidayaan.
Penebar Swadaya, Jakarta.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

41

, 2000. Kentang: Varietas dan Pembudidayaan.


Penebar Swadaya, Jakarta.
Soewito, M., 1991. Bercocok Tanam Kentang. Titik Terang, Jakarta.
Smith, H. P. dan L. H. Wilkes, 1990. Mesin dan Peralatan Usaha Tani.
Penerjemah Tri Purwadi. UGM-Press, Yogyakarta.
Stolk, J. dan C. Kross, 1993. Elemen Mesin : Elemen Konstruksi dari Bangunan
Mesin. Penerjemah Handersin dan A. Rahman. Erlangga, Jakarta.
Sularso dan K. Suga, 2004. Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin.
Pradya Paramitha, Jakarta.
Sunaryono, H., 1990. Mengenal Varietas Kentang Olahan. Kanisius, Yogyakarta.
Supriadi, 2001. Perancangan Alat Pengiris Sukun. Politeknik Negeri Medan,
Medan.
Tim Penulis PS, 1993. Sayur Komersil. Penebar Swadaya, Jakarta.
Wiraatmadja, S., 1995. Alsintan Pengiris dan Pemotong. Penebar Swadaya,
Jakarta.
Wirakusumah, E. S., 2000. Buah dan Sayur Untuk Terapi. Penebar Swadaya,
Jakarta.
Woolfe, J. A. and S. V. Poats, 1988. Potatoes. Cambridge University Press,
Cambridge.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Lampiran 1. Pemeliharaan dan Keselamatan Kerja


Pemeliharan Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries
Tujuan Pemeliharaan
Pemeliharaan alat diartikan sebagai suatu kegiatan untuk merawat serta
menjaga setiap fasilitas atau peralatan dari bagian-bagian alat pemotong kentang
bentuk french fries agar dalam keadaan siap pakai dengan kondisi yang baik dan
tahan lama. Jadi, dengan adanya kegiatan pemeliharaan atau perawatan pada alat
pemotong kentang ini maka alat dapat dipergunakan untuk produksi sesuai dengan
rencana atau tidak terganggu sebelum jangka waktu tertentu yang direncanakan
tercapai. Adapun tujuan pemeliharaan adalah sebagai berikut.
-

Menjaga kondisi peralatan agar dalam keadaan siap pakai.

Menghindari kerusakan yang lebih berat.

Alat dapat tahan lama dan dapat beroperasi dengan baik.

Hasil yang diharapkan dapat tercapai.

Pemeliharaan Bagian-Bagian Alat


Agar pemeliharaan alat pemotong kentang bentuk french fries dapat
dengan baik dan benar maka harus terlebih dahulu diketahui prinsip kerja dari alat
tersebut. Diharapkan dengan menguasai prinsip kerja maka kemungkinan
kerusakan

yang

terjadi

dapat

ditanggulangi

sedini

mungkin.

pemeliharaan yang dilakukan adalah perawatan preventif maintenance.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Kegiatan

Tabel 3. Pemeliharan Bagian-Bagian Alat Pemotong Kentang


Bentuk French Fries
No Bagian Alat

Bentuk Pemeliharaan

1.

Bantalan

Pemberian minyak gemuk (greace)

2.

Poros

- Membersihkan kotoran yang menempel yang


dapat menyebabkan korosi
- Memberi minyak gemuk pada kondisi tertentu

3.

Sabuk-V

- Menyetel tegangan sabuk agar tidak kendur


- Menjauhkan bahan-bahan atau cairan kimia yang
dapat merusak sabuk

4.

Pulley

Membersihkan dari minyak dan kotoran yang


menyebabkan terganggunya pentransmisian daya
dari pulley reducer ke pulley alat pemotong

5.

Pisau

- Dibersihkan setelah selesai digunakan


- Mengasah pisau agar ketajaman tetap terjaga

6.

Silinder pemotong - Dibersihkan dari kotoran dan cairan yang dapat


dan piston

menyebabkan korosi

Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan
untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama proses kerja.
Keselamatan kerja pada alat pemotong kentang bentuk french fries ini dibagi
menjadi dua bagian, yaitu:

Keselamatan Alat
Hindari bahan-bahan padat seperti logam agar tidak masuk ke dalam
silinder pemotong saat alat beroperasi.
Pisau pemotong harus tajam.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Pastikan rumah pisau telah terikat kuat pada silinder pemotong sebelum
alat dioperasikan.

Keselamatan Operator
Pada saat mengoperasikan alat, jangan meletakkan atau memasukkan
tangan ke silinder pemotong atau bagian-bagian alat yang bergerak seperti pulley,
piston dan V-belt untuk menghindari kemungkinan tangan terjepit.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Lampiran 2. Kerangka Pemikiran Penelitian

Bahan untuk kentang goreng


(french fries) masih di import
dalam bentuk yang sudah
terpotong

Kebutuhan kentang goreng


(french fries) meningkat
dengan banyak dibangunnya
rumah makan fast food

Perlu dirancang suatu alat pemotong


kentang yang mampu memotong
kentang berbentuk french fries

Perencanaan meliputi:
- Studi pustaka
- Merumuskan masalah
- Asumsi
- Modifikasi
- Gambar desain alat

Pembuatan alat

Pengujian alat

Pengukuran parameter

Analisis

Optimasi

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Lampiran 4. Prinsip Kerja Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries

Kentang yang telah dikupas dimasukkan ke dalam silinder pemotong.


Dalam hal ini kentang yang masuk ke silinder pemotong diatur sedemikian rupa
sehingga jatuh dengan posisi horizontal. Proses pemotongan dilakukan dengan
menekan kentang ke mata pisau yang berbentuk persegi dengan menggunakan
piston. Piston tersebut dihubungkan ke sebuah pulley melalui sebuah penghubung
(lengan piston). Untuk menggerakkan pulley digunakan elektromotor dengan
tenaga 0,5 HP dan kecepatan 1400 rpm. Untuk mengurangi kecepatan
elektromotor yang terlalu tinggi ini maka diperlukan sebuah reducer dengan
perbandingan 1:60 agar dihasilkan out put sebesar 14 rpm. Kentang yang tertekan
akan terpotong oleh mata pisau sehingga kentang keluar dari ruang potong dalam
bentuk balok-balok persegi panjang.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Lampiran 5. Gambar Kentang Lokal yang Digunakan dalam


Penelitian

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Lampiran 6. Data Pengamatan Pemotongan Kentang Bentuk French Fries


Ulangan
I
II
II
Total
Rata-rata

A
2
2
2
6
2

B
1460.1
1385.6
1452.8
4298.5
1432.833

C
D
E
316.4
119
103
349
170.4
92
336
108
95.2
1001.4
397.4
290.2
333.8 132.4667 96.73333

F
33.81
33.75
33.96
101.52
33.84

Total kentang terpotong = 1766.63 gram


Total kentang rusak = 229.2 gram
Keterangan:
A.
B.
C.
D.
E.
F.

Total Kentang yang dikupas (kg)


Berat kentang yang terpotong sempurna (gr)
Berat kentang yang terpotong bagian tepi (gr)
Berat kentang rusak yang terpotong penuh (gr)
Berat kentang rusak yang terpotong tepi/hancur (gr)
Waktu pemotongan kentang (detik)

1.Persentase Kerusakan Hasil Potongan


% Kerusakan hasil

Berat bahan yang rusak


x 100 %
Berat bahan yang dipotong

0.2292 kg
x 100 %
2 kg

= 11,46 %
2. Kapasitas Efektif Alat

Berat bahan yang dipotong


kg/jam
Waktu yang dibutuhkan

Kapasitas efektif alat =

2 kg
3600 det ik
x
33.84 det ik
jam

= 212,766 kg/jam
3. Efisiensi Pemotongan

Output
x 100 %
Input

Luas penampang terpotong:


A
= 4 (p x t)
= 4 (5 x 0,7)
= 14 cm2

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Output

= 212,766 kg/jam

Input

= t.A.n.s. .60 kg/1000 jam


= 0.7 cm x 14 cm2 x 14 rpm x 35 x 1,053 gr/cm3 x 60 kg/1000 jam
= 303,39 kg/jam

212,766 kg / jam
x 100 %
303,39 kg / jam

= 70,13 %*
Analisis Ekonomi
Dalam analisis ekonomi variabel yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

i = bunga modal = 15%.

P = nilai awal alat =Rp. 1.345.250.

S = nilai akhir alat = 10 % P = Rp. 134.525.

n = 5 tahun

x = 1000 jam

Perhitungan

biaya dilakukan dengan cara menjumlahkan biaya yang

dikeluarkan, yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap.


1. Biaya Tetap (Rp/tahun)
a. Biaya Penyusutan
D

P S ( Rp.1.345.250 Rp.134.525)
=
= Rp. 242.125. n
5

b. Biaya bunga modal dan asuransi


I

i ( P) (n + 1) 15%( Rp.1.345.250)(5 + 1)
=
= Rp. 121.072. 2n
2(5)

*Efisiensi
yang
diizinkan
dariAlat
suatu
alat/mesin
menurut
pedoman
efisiensi
Eko
Kuswoyo
: Rancang
Bangun
Pemotong
Kentang
Bentuk
French Fries,
2008.energi
USU
Repository
2009 60-70% atau lebih (http://www.energyefficiencyasia.org)
industri
Asia adalah

untuk

c. Biaya Pajak
BP

= 2 % P = 2 % x Rp. 1.345.250. = Rp. 26.905.-

d. Biaya Gudang/garasi
BG

= 1 % P = 1 % x Rp. 1.345.250. = Rp. 13.452,5.-

Total biaya tetap = Rp. 403.575/tahun.


2. Biaya Tidak Tetap (Rp/jam)
a. Biaya listrik
Tarif listrik/kWh = Rp.169/kWh
Motor listrik yang digunakan = 0,5 HP = 0,373 kW = Rp. 63,04 /jam
b. Biaya Reparasi
BR

1,2 % ( P S ) 1,2 % ( Rp.1.345.250 Rp.134.525)


=
1000 jam
1000 jam

= Rp. 14,5287/jam
c. Biaya Perawatan
Biaya perawatan adalah sebesar 10 % dari nilai awal dibagi 1000 jam.
Biaya Perawatan

= 10 % x

Rp.1.345.250
= Rp. 134,525/jam
1000 jam

d. Biaya Operator
Biaya operator

= Rp. 5000 /jam.

Maka total biaya tidak tetap adalah = Rp. 5.212,09/jam


Sehingga total biaya pokok dapat diperoleh dari persamaan berikut.

BT
Biaya Pokok =
+ BTT C

Rp. 403.575
=
+ Rp. 5.212,09 / jam 0,0047 jam/kg = Rp. 26,39/kg

1000 jam

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Lampiran 7. Perhitungan Komponen Alat Pemotong Kentang Bentuk


French Fries
Dari persamaan (2) dapat diperoleh:
n1 D p
=
n2 d p

23,33 rpm 10 inchi


=
n2
6 inchi

14 rpm.

n2 = 13.99 rpm

Jarak sumbu poros antara kedua pulley menurut hasil pengukuran adalah
sebesar 280 mm, maka panjang sabuk-V yang diperlukan adalah sebagai berikut.
L

= 2C +

(dp + Dp) +

= 2 x 280 mm+

1
(Dp dp)2
4C

(152,4 mm+254 mm)+

1
(254 mm152,4 mm)2
4.280 mm

= 1216,803 mm
Sesuai dengan panjang sabuk-V standar (Lampiran 8) maka sabuk-V yang
digunakan adalah 48 inchi (1219 mm).
Jarak sumb poros (C) secara teoritis dapat ditentukan oleh persamaan:

b + b 2 8( D p d p ) 2
8

Dimana nilai b dapat diperoleh dengan rumus:


b

= 2L 3,14 (Dp + dp)


= 2 (48) 3,14 (10 + 6)
= 96 50,24
= 45,76 inchi.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Sehingga nilai C adalah:

b + b 2 8( D p d p ) 2
8

45,76 + (45,76) 2 8(10 6) 2


8

= 11,26 inchi
= 286,067 mm.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Lampiran 8. Tabel Panjang Sabuk-V Standar

Tabel 4. Panjang sabuk-V standar


Nomor
Nomor
nominal
nominal
(inch)
(mm)
(inch) (mm)
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44

254
279
305
330
356
381
406
432
457
483
508
533
559
584
610
635
660
686
711
737
762
787
813
838
864
889
914
940
965
991
1016
1041
1067
1092
1118

45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79

1143
1168
1194
1219
1245
1270
1295
1321
1346
1372
1397
1422
1448
1473
1499
1524
1549
1575
1600
1626
1651
1676
1702
1727
1753
1778
1803
1829
1854
1880
1905
1930
1956
1981
2007

Nomor
nominal
(inch)
(mm)
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114

2032
2057
2083
2108
2134
2159
2184
2210
2235
2261
2286
2311
2337
2362
2388
2413
2438
2464
2489
2515
2540
2565
2591
2616
2642
2667
2692
2718
2743
2769
2794
2819
2845
2870
2896

Nomor
nominal
(inch)
(mm)
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

2921
2946
2972
2997
3023
3048
3073
3099
3124
3150
3175
3200
3226
3251
3277
3302
3327
3353
3378
3404
3429
3454
3480
3505
3531
3556
3581
3607
3632
3658
3683
3708
3734
3759
3785

Lampiran 9. Daftar Biaya Material Pembuatan Alat pemotong Kentang


Bentuk French Fries

Nama Bahan
Besi pipa, D=8cm
Motor Llistrik
Reducer
Pulley 6"
Pulley 10"
Pulley 2"
Rumah Bearing
Bearing 2"
V-Belt
Pipa PVC
Piston
Pisau
Rumah pisau
Baut 13
Baut 14
Besi Siku
Elektroda
Biaya lain-lain
Jumlah

Jumlah
1 pcs
1 unit
1 unit
1 pcs
1 pcs
2 pcs
2 pcs
1 pcs
1 pcs
16 cm
16 cm
1 unit
1 pcs
14 pcs
6 pcs
16,5 kg

Harga/Satuan Harga Total


Rp. 9.000
Rp. 72.000
Rp. 330.000
Rp. 330.000
Rp. 340.000
Rp. 340.000
Rp. 40.000
Rp. 40.000
Rp. 65.000
Rp. 65.000
Rp. 25.000
Rp. 50.000
Rp. 22.000
Rp. 44.000
Rp. 25.000
Rp. 25.000
Rp. 24.000
Rp. 24.000
Rp. 3.500
Rp.
3.500
Rp. 25.000
Rp. 25.000
Rp. 20.000
Rp. 20.000
Rp. 20.000
Rp. 20.000
Rp. 1.500
Rp. 21.000
Rp. 2.000
Rp. 12.000
Rp. 7.500
Rp. 123.750
Rp. 30.000
Rp. 30.000
Rp. 100.000
Rp. 100.000
Rp. 1.345.250

Total biaya pembuatan alat pemotong kentang bentuk french fries: Rp. 1.345.250.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Lampiran 10. Gambar Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries

Proses pemotongan kentang bentuk french fries

Kentang bentuk french fries yang telah terpotong

Hasil potongan kentang french fries yang rusak


Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009

Lampiran 11. Spesifikasi Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries

Spesifikasi:
Dimensi:
Panjang

: 75 cm.

Lebar

: 30 cm.

Tinggi

: 60 cm.

Berat

: 53,2 kg.

Motor listrik

: 0,5 HP (1400 rpm).

Reducer

: 1 : 60

Rpm pemotongan

: 14 rpm.

Kapasitas Efektif

: 212,766 kg/jam.

Persentase kerusakan
hasil pemotongan
: 11,46 %.
Efisiensi

: 70,13 %.

Eko Kuswoyo : Rancang Bangun Alat Pemotong Kentang Bentuk French Fries, 2008.
USU Repository 2009