Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENFAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dengan apa yang
dinamankan tanah. Tanah sendiri merupakan transformasi zat-zat mineral dan
bahan organik yang ada di permukaan bumi. Tanah terbentuk dibawah
pengaruh faktor-faktor lingkungan yang bekerja pada masa yang sangat
panjang. Sifat fisik tanah merupakan faktor yang cukup penting untuk
memahami ciri dan perilaku tanah, salah satunya yaitu bobot isi tanah dan
bobot jenis tanah. Bobot jenis tanah berkisar antara 2, 60-2,75 g/cm3. Bobot
jenis setiap tanah bervariasi tergantung pada kandungan bahan organik.
Sedangkan bobot isi bervariasi pula tergantung kandungan lengas tanah pada
suatu tempat.
Bobot isi tanah sendiri tergantung pada kerapatan partikel dan ruang
pori tanah. Bobot isi ini sangat mempengaruhi infiltrasi, konsistensi,
pergerakan akar dan pengolahan lahan. Oleh karena itu, bobot isi dan bobot
jenis partikel sangat penting untuk dipelajari sehingga pengetahuan mengenai
bobot isi dan bobot jenis partikel semakin bertambah. Dan kita dapat
menghitung dan menentukan bobot jenis dan bobot isi suatu tanah pada suatu
daerah. Perhitungan bobot isi dan bobot jenis sendiri bermanfaat untuk
mengetahui tentang kandungan kebutuhan air didalam tanah, kandungan
pupuk, kapur, dan pembenah tanah pada satuan luas tanah sampai kedalaman
tertentu.
1.2 Tujuan
Untuk mengetahui bobot isi dan bobot jenis pada tanah sampel
Untuk mengetahui metode pengukuran bobot isi dan bobot jenis
Untuk mengetahui tentang faktor - faktor yang mempengaruhi bobot isi
dan bobot jenis
Untuk mengetahui tentang faktor - faktor yang dipengaruhi bobot isi dan
bobot jenis

BAB II
METODOLOGI

2.1 Alat Bahan DAN FUNGSI


Alat :
Cawan : Untuk tempat meletakkan tanah ke dalam oven
Kasa : Untuk menutupi tanah yang terdapat pada ring saat dilakukan
penjenuhan agar tanah yang direndam tidak tercecer/ larut
kedalam air
Alat timbang : Untuk menimbang tanah setelah penjenuhan (BB) dan
setelah pengeringan/ oven (BKO)
Karet gelang : Untuk mengikat kasa pada ring
Kertas : Untuk memberi nama kelompok ring
Wadah : Untuk tempat penjenuhan
Air : Untuk menjenuhkan tanah percobaan
Pisau : Untuk merapikan sampel tanah
Oven : Untuk mengoven sampel tanah
Jangka sorong : Untuk mengukur tinggi dan diameter ring
Ring (pipa PVC) : Sebagai tempat sampel tanah
Buku dan alat tulis : Untuk menyatat hasil pengamatan

Bahan :
Sampel tanah : Sebagai bahan percobaan
2.2 Langkah Kerja
Ukur Berat Isi terlebih dahulu
Menyiapkan alat dan bahan

Ambil sampel tanah menggunakan ring sampel

Ambil menggunakan penahan,ditahan ditekan ke bawah sampai ring sampel


tertimbun, diambil dan dikepras hingga datar

Masukkan pada tabel

Ukur ring sampel diameter menggunakan jangka sorong


Berat Jenis

Menggunakan tabung piknometer ambil tanah 20gr yang sudah dioven

Masukkan dalam tabung piknometer

Tabung dan tanah ditimbang lagi ,masukkan air ke tabung (air didihkan
dan dibiarkan sampai dingin)

Dikocok untuk menghomogenkan lalu ditambah air 100%

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil
Tabel I : BI
Silinder
D

4,7

5,6

cm

cm

Massa
total

Kadar Air Sub Sampel

Kadar Air

Vol. tanah

MP

BI

Kelas
BI
mampat

TB + K

T0 + K

153,06

280,16

250,36

127,8

0,243

97,10

123,2035

1,26

g.g-1

cm3

g. cm-1

Tabel II : BJ
Massa (g)
L+T0

L + T0 + air

Massa

Volume

Padatan

Padatan

BJ

Klasifikasi BJ

Tanah mineral

55,90

75,91

167,94

20,01

7,97

2,51

cm3

g.cm3

3.2 Hubungan BI dan BJ Terhadap Sifat Fisik Tanah


Berat jenis dan berat isi berhubungan dengan fisik tanah. Dengan
mengetahui BI dan BJ tanah tersebut kita langsung bisa mengaambarkan
bagaimna tanah tersebut. Tekstur liat, debu, atau pasir. Struktur granula, prisma
atau lempeng. Pori tanah, kandungan air tanah dapat tergambar secara ridak
langsung melalui BI dan BJ. Bi dan BJ juga menen tukan bahan organik di dalam
tanah
Berat Isi Tanah menunjukkan perbandingan antara berat tanah kering
dengan volume tanah termasuk volume ruang pori (ditentukan oleh banyaknya
ruang pori maupun oleh butir-butir tanah padat) Berat isi tanah ini merupakan
petunjuk kepadatan tanah (Hardjowigeno, 1992).
Tanah dengan teksur halus seperti lempung berdebu, liat dan lempung
berliat mempunyai berat isi lebih rendah dibandingkan tanah dengan tekstur pasir
(Buckman dan Brady, 2002).
Makin padat suatu tanah makin tinggi berat isi, yang berarti makin sulit
meneruskan air (infiltrasi dan perkolasi) atau ditembus akar tanaman
(Hardjowigeno, 1992).
Berat Isi dan Berat Jenis tanah saling berhubungan. Salah satu manfaat
nilai berat isi tanah, yaitu untuk menghitung porositas. Untuk menghitung
porositas kita harus mengetaui berat jenis partikelnya terlebih dahulu. Sedangkan
salah satu manfaat berat jenis, yaitu untuk menentukan perhitungan ruang pori
dalam tanah. Untuk menghitung ruang pori dalam tanah, kita harus mengetahui
berat isi tanah terlebih dahulu (Tim Dosen FPUB, 2010).
Bahan organik dapat menurunkan BI dan tanah yang memiliki nilai BI
kurang dari satu merupakan tanah yang memiliki bahan organik tanah sedang
sampai tinggi. Selain itu, Nilai BI untuk tekstur berpasir antara 1,5 1,8 g / m3,
Nilai BI untuk tekstur berlempung antara 1,3 1,6 g / m3 dan Nilai BI untuk
tekstur berliat antara 1,1 1,4 g / m3 merupakan nilai BI yang dijumpai pada
tanah yang masih alami atau tanah yang tidak mengalami pemadatan (Widiarto,
2008)

BAB V
PENUTUP

5.1 KESIMPULAN
Berat jenis dan berat isi juga mempengaruhi tingkat kesuburan tanah.
Semakin ideal nilai BI dan BJ suatu daerah maka semakin subur daerah
tersebut.
BI dan BJ juga dapat dijadikan tanda penentuan sifat fisik tanah seperti
tekstur, struktur, darinase, dan permebelitas.
BI dan BJ yang semakin ideal akan menandakan kelimpahan bahan
organik di daerah tersebut. Dan apabila bahan organik di daerah tersebut
melimpah maka akan berdampak baik bagi tanaman
5.2 SARAN
Praktikum masih belum bisa dikatakan baik. Karena permasalahan
waktu yang sangat singkat. Beakibat tidak dilakukanya praktikum dan hanya
diberi data secara langsung. Di banding praktikum yang baik dan benar,
pemberian praktikum untuk kali bisa dikatakan jauh sekali dalam penyerapan
ilmunya

Daftar Pustaka

Buckman, H.O. dan N.C. Brady. 2002. Ilmu Tanah (Terjemahan Soegiman). PT
BhrataraKarya Aksara: Jakarta
Hardjowigeno, S. 1992. Ilmu Tanah. PT Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta
Tim Dosen Jurusan Tanah FPUB. 2010. Panduan Praktikum Dasar Ilmu Tanah.
Universitas Brawijaya: Malang
Widiarto. 2008. Pengantar Ilmu Tanah. PT. Rineka Cipta: Jakarta
Rizki, 2010. Indikator Agroekosistem Sehat
https://justkie.wordpress.com/category/ilmu-tanah/. Diakses pada 5
januari 2010