Anda di halaman 1dari 21

asuhan keperawatan khusus kelompok anak usia sekolah

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kesehatan merupakan bagian integral dari kehidupan manusia, bertolak dari latar belakang
manusia yang berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan banyak faktor yang terjadi dan berhubungan
dengan masalah kesehatan. Di dalam komunitas masyarakat suatu daerah bila di klasifikasikan
berdasarkan kelompok khusus, yang sangat rentan terhadap kondisi kesehatan terganggu adalah
kelompok khusus anak usia sekolah.
Salah satu upaya yang dilaksanakan adalah meningkatkan pola hidup masyarakat yang sehat
dengan melakukan kegiatan keperawatan pada komunitas / masyarakat yang didalamnya terdapat
kelompok khusus anak sekolah.
Berdasarkan hasil pengkajian data yang dilakukan di desa Lisabata Kecamatan Taniwel,
Kabupaten Seram Bagian Barat yang dilakukan pada tanggal 05 februari 2011. Ditemukan
sebagian besar anak SD Inpres I dan II Lisabata yang memiliki masalah kebersihan diri (personal
hygiene), cukup banyak antara lain 62 murid yang bermasalah pada gigi dengan persentase 86%,
30 murid yang tidak menggosok gigi, dengan persentase 42%, 6 murid yang tidak tidak mencuci
tangan sebelum makan dengan persentase 8%, 27 murid yang tidak mencuci kaki sebelum tidur
dengan persentase 37 %, 18 murid tidak biasa memakai alas kaki dengan persentase 25 %, 38
murid tidak biasa potong kuku dengan persentase 53% , 6 murid yang mempunyai kebiasaan
mandi 1 kali sehari dengan persentase 8 %. Dampak negatif dari prilaku tersebut adalah
menimbulkan berbagai penyakit yang terjadi seperti diare, cacingan, dan gatal gatal. Sehingga
perlu untuk ditindak lanjuti dengan pemberian asuhan keperawatan.
Dalam pemberian asuhan keperawatan kepada kelompok khusus (anak usia sekolah) tidak
terlepas dari proses keperawatan yang merupakan pendekatan dalam pembuatan asuhan
keperawatan dengan langkah langkah yaitu : Pengkajian, Diagnosa Keperawatan, Perencanaan,
Implementasi dan Evaluasi.
Keberhasilan pembangunan kesehatan dipengaruhi oleh banyak faktor terutama Sumber Daya
Manusia (SDM), petugas kesehatan yang akan berperan sebagai pemikir, perencanaan,
penggerak, serta pengawas pembangunan kesehatan itu sendiri terutama pemberian asuhan
keperawatan.

B. TUJUAN
1. Tujuam Umum
Praktek Kerja Lapangan (PKL) diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar dan
ketrampilan khusus yang dimiliki Mahasiswa Akper Cianjur sesuai dengan profesi sehingga hasil
yang diharapkan efisien dan optimal dalam memberikan asuhan keperawatan pada kelompok
khusus.
2. Tujuan Khusus
Yang ingin dicapai pada mahasiswa Akper cianjur Adalah:
a. Melakukan pengkajian pada kelompok khusus anak usia sekolah
b. Menetapkan masalah kesehatan pada kelompok khusus anak usia sekolah
c. Membuat perencanaan tindakan keperawatan yang efektif dan efisien yang akan diberikan
untuk mengatasi masalah.
d. Melaksanakan rencana tindakan asuhan kerawatan yang telah disusun
e. Mengevaluasi tindakan asuhan keperawatan yang dilakukan pada anak usia sekolah.
C. RUANG LINGKUP
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka masalah yang dibahas dalam laporan ini
adalah asuhan keperawatan kelompok khusus anak usia sekolah dalam upaya mengatasi
masalah Kebersihan Diri (personal hygiene), dan pentingnya perawatan diri, serta dampak
kesehatan lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan anak usia sekolah yakni penyakit
diare, cacingan dan gatal gatal pada kulit di Desa Lisabata Kecamatn Taniwel Kabupaten
Seram Bagian Barat.
D. METODE PENULISAN
Didalam penyusunan laporan asuhan keperawatan kelompok khusus anak usia sekolah
digunakan metode studi kasus dengan menggunakan proses keperawatan

E. SISTEMATIKA PENULISAN
Dalam penyusunan asuhan keperawatan kelompok khusus ini kelompok menggunakan
sistematika penuliusan sebagai berikut :
1. Bagian utama terdiri dari : Halaman Judul, Lembaran Pengesahan, Daftar nama mahasiswa
dalam kelompok, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Lampiran.
2. Bagian utama terdiri dari V Bab yaitu :
Bab 1 Pendahuluan yang berisis : Latar Belakang, Tujuan, Ruang Lingkup, Metode Penulisan,
Sistimatika Penulisan; Bab II Tinjauan Pustaka; Bab III Asuhan Keperawatan Kelompok khusus
anak usia sekolah : Pengkajian, Analisa Data, Masalah Keperawatan, Intervensi Keperawatan,
Implementasi Keperawatan, Evaluasi Keperawatan ; Bab IV Pembahasan; Bab V Penutup yang
berisi : Kesimpulan, Saran dan Rekomendasi
3. Bagian Penutup terdiri dari : Daftar Pustaka dan Lampiran- lampiran.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Anak Usia Sekolah


1. Pengertian Anak Usia Sekolah
Anak usia sekolah adalah anak yang memiliki umur 6 sampai 12 tahun yang masih duduk di
sekolah dasar dari kelas 1 sampai kelas 6 dan perkembangan sesuai usianya. Anak usia sekolah
adalah anak denga usia 7 sampai 15 tahun (termasuk anak cacat) yang menjadi sasaran program
wajib belajar pendidikan 9 tahun.(www.gn-ota,or.id).
2. Tahap perkembangan anak usia sekolah
a. Aspek fisik
Kecerdasan perkembangan secara pesat,berpikir makin logis dan kritis fantasis semakin kuat sehingga
sering kali terjadi konflik sendiri, penuh dengan cita cita .
b. Aspek sosial
Mengejar tugas tugas sekolah bermotivasi untuk belajar, namun masih memiliki kecenderungan untuk
kurang hati hati dan berhati hati.
c. Aspek kognitif
Anak bermain dalam kelompok dengan aturan kelompok (kerja sama). Anak termotivasi dan mengerti hal
hal sistematik
3. Peran Dan Fungsi Keluarga Bagi Anak Usia Sekolah
Tugas perkembangan dalam anak usia sekolah menurut Duval dam Miller Carter dan Mc Goldrik dalam
Friedman (1980) :
1. Mensosialisasikan anak - anak termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan
hubungan dengan teman sebaya yang sehat .
2. Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan
3. Memenuhi kebutuhan fisik anggota keluarga
B. Konsep Kebersihan diri

Kebersihan diri adalah upaya yang di lakukan untuk menjaga tubuh atau badan agar ada selalu
dalam keadaan bersih dan sehat diantaranya : kebersihan gigi dan mulut serta tangan dan kuku .

C. Konsep Perawatan Gigi


1. Menggosok gigi adalah kebersihan gigi dengan menggunakan sikat gigi dan odol gigi .
2. Merawat gigi merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga agar gigi dalam
keadaan bersih dan sehat.
3. Fungsi gigi
Gigi primer atau gigi susu berjumlah 20 buah dimana setiap rahang atas dan bawah memiliki 10
buah gigi atau ada 3 jenis gigi, yaitu : gigi seri berjumlah 4 buah, yang berfungsi untuk
memotong, gigi taring 2 buah yang berfungsi untuk menahan dan merobek makanan, dan gigi
geraham 4 buah yang berfungsi untuk menghancurkan makanan.
4. Manfaat menggosok gigi
a. Agar gigi menjadi bersih dan sehat
b. Mencegah timbulnya gigi karies atau karang gigi, lubang gigi, dan penyakit gigi lainnya

c. Memberi perasaan segar pada gigi


5. Cara Menyikat Gigi
a. Persiapan alat
1) 1 buhah sikat gigi
2) Gelas / gayung berisi air
3) Pasta gigi / odol gigi
b. Cara kerja
1) Mencuci tangan
2) Ambil dan dekatkan peralatan
3) Kaluarkan pasta gigi penuh dan merata pada permukaan sikat gigi
4) Tutup kembali pasta gigi dan letakkan kembali pada tempatnya
5) Mulailah kumur kumur dengan air
6) Menyikat gigi :
a. Letakkan posisi sikat 45 terhadap gusi

b. Gerakan sikat dari arah gusi kebawah untuk gigi Rahang Atas (seperti mencungkil)

c. Gerakan sikat dari arah gusi ke atas untuk gigi rahang bawah
d. Sikat seluruh permukaan yang menghadap bibir dan pipi serta permukaan dalam dan luar gigi
dengan cara tersebut.
e. Sikat permukaan kunyah gigi dari arah belakang ke depan.
7) Sikat perbagian gigi minimal 10 kali
8) Berkumur kumur sampai mulut terasa bersih
9) Bilas mulut dengan air bersih kemudian keringkan dengan handuk
c. Perhatikan
1. Kita harus menggunakan sikat gigi sendiri
2. Menyikat gigi jangan terlalu keras
3. Jangan sampai tertelan air bekas kumur kumur
4. Gunakan pasta gigi yang mengandung florida
5. Gunakan sikat gigi yang berbulu lembut
D. Konsep Perawatan tangan dan kuku
1. Pengertian mencuci tangan
Mencuci tangan adalah suatu upaya yang dilakukan untuk menjaga agar tangan dan kuku tetap
bersih dan sehat.
2. Tujuan
a. Membersihkan tangan dan kuku dari kotoran agar tetap bersih dan sehat
b. Mencegah penularan penyakit
c. Melatih suatu kebersihan yang baik.
3. Waktu mencuci tangan
Mencuci tangan dilakukan :
a. Apabila tangan kotor
b. Sebelum dan sesudah makan

4. Persiapan
a. Air yang mengalir ( kran, tengki kecil dan baskom )
b. Sabun
c. Air hangat dan gunting kuku
d. Sikat lunak
e. Handuk kecil yang bersih dan kering ( tisu )
5. Pelaksanaan
a. Cara mencuci tangan
1) Membuka kran
2) Membasahi tangan dengan air
3) Tuangkan sabun secukupnya
4) Ratakan dengan kedua telapak tangan
5) Gosok punggung dan sela sela jari kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya
6) Gosok kedua telapak tangan serta sela jari jari
7) Jarti jari kedua tangan dari sisi dalam saling mangunci
8) Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya .
9) Gosok pergelangan tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan dan lakukan sebaliknya
10) Bilas kedua tangan dengan air
11) Keringkan dengan tisu sekali pakai sampai benar benar kering
12) Gunakan tisu tersebut untuk menutup kran
13) Tangan anda kini sudah bersih
b. Cara memotong kuku
1) rendam kuku dengan air hangat kurang lebih 3 5 menit
2) Potong kuku dengan jepitan dari sisi yang satu ke sisi yang lain
3) Setelah memotong kuku, kuku di cuci dengan sabun kemudian di bilas dengan air bersih

4) Di keringkan dengan lap kering


E. Peran Dan Fungsi Perawat
Perawat melakukan perawatan dan konsultasi baik dalam keluarga maupun dalam sekolah pada
anak yang mengalami gangguan kesehatan.

BAB III
ASUHAN KEPERAEWATAN KELOMPOK KHUSUS
(ANAK USIA SEKOLAH)
A. PENGKAJIAN
1. Identitas kelompok
a. Umur : 6-12 thn
b. Besar kecilnya Kelompok : 213orang
c. Agama yang di anut : Islam
d. Lokasi tempat tinggal : Desa Lisabata Kec. Taniwel Kab. SBB
2. Masalah kesehatan yang terjadi
Hasil Tabulasi Data Berdasarkan Kelompok
DATA DEMOGRAFI
1. Jumlah murid : 213 Orang
2. Mayoritas agama : Islam

1. Distribusi anak sekolah yang mempunyai masalah kesehatan gigi berdasarkan jumlah murid
yang menjawab mengikuti angket
Masalah gigi %
Yang bermasalah 62 86
Tidak bermasalah 10 14
Jumlah 72 100

2. Distribusi anak sekolah dengan kebiasaan menggosok gigi berdasarkan jumlah murid yang
mengikuti angket
Menggosok gigi %
Ya 42 58

Tidak 30 42
Jumlah 72 100
3. Distribusi frekuensi menggosok gigi dalam sehari
Frekuensi menggosok gigi %
1 kali sehari 0 0
2 kali sehari 16 38
3 kali sehari 27 62
Jumlah 42 100
4. Distribusi kebiasaan mencuci tangan sbelum makan
Mencuci tangan %
Ya 66 92
Tidak 6 8
Jumlah 72 100

5. Distribusi Kebiasaan mencuci kaki sebelum tidur


Mencuci kaki %
Ya 45 63
Tidak 27 37
Jumlah 72 100

6. Distribusi kebiasaan memakai alas kaki ( Sandal )


Memakai alas kaki %
Ya 54 75
Tidak 18 25
Jumlah 72 100

7. Kebiasaan memotong kuku


Mencuci %
Ya 34 47
Tidak 38 53
Jumlah 72 100

8. Frekuensi mandi dalam sehari


Frekuensi mandi %
1 kali sehari 6 8
2 kali sehari 58 81
3 kali sehari 8 11
PERENCANAAN ASUHAN KEPERAWATAN Jumlah 72 100
Klasifikasi Data:
a. 86 % gigi murid bermasalah
b. 42 % murid yang tidak menggosok gigi
c. 8 % murid yang tidak tidak mencuci tangan sebelum makan
d. 37% murid tidak mencuci kaki sebelum tidur
e. 25% murid tidak biasa pakai alas kaki
f. 53% murid tidak biasa potong kuku
g. 8% murid yang mempunyai kebiasaan mandi 1 kali sehari

Analisa Data

NO MASALAH KEEHATAN DATA ETIOLOGI


1. Kurangnya perawatan diri pada murid SD Inpres I dan SD Inpres II Lisabata
2. Resiko terjadinya karies gigi pada murid SD Inpres I dan SD Inpres II Lisabata
a. 8 % murid yang tidak mencuci tangan sebelum makan
b. 37% murid tidak mencuci kaki sebelum tidur
c. 25% murid tidak biasa pakai alas kaki
d. 53% murid tidak biasa potong kuku
e. 8% murid yang mempunyai kebiasaan mandi 1 kali sehari
f. 86 % gigi murid bermasalah
g. 42 % murid yang tidak menggosok gigi
3. Kurangnya pengetahuan tentang pentingnya kebersihan diri b/d Kurangnya perawatan gigi
RUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Kurangnya perawatan diri pada murid SD Inpres I dan SD Inpres II Lisabata berhubungan
dengan Kurangnya pengetahuan tentang pentingnya kebersihan diri ditandai dengan ;
a. 8 % murid yang tidak tidak mencuci tangan sebelum makan
b. 37% murid tidak mencuci kaki sebelum tidur
c. 25% murid tidak biasa pakai alas kaki
d. 53% murid tidak biasa potong kuku
e. 8% murid yang mempunyai kebiasaan mandi 1 kali sehari
2. Resiko terjadinya karies gigi pada murid SD Inpres I dan SD Inpres II Lisabata berhubungan
dengan kurangnya perawatan gigi ditandai dengan ;
a. 86 % gigi murid bermasalah
b. 42 % murid yang tidak menggosok gigi
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN SASARAN
KEGIATAN HARI / TANGGAL TEMPAT EVALUASI
KRETERIA STANDART

STRATEGI

RENCANA

1 Kurangnya perawatan diri pada murid SD Inpres I dan SD Inpres II Lisabata berhubungan
dengan Kurangnya pengetahuan tentang pentingnya kebersihan diri Setelah dilakukan 1 kali
pertemuan, diharapkan murid SD Inpres I dan SD inpres II Lisabata
Mengerti dan memahami tentang pentingnya perawatan diri Murid SD inpres
I dan II lisabata KIE dan simulasi 1. Berikan pendidikan kesehatan kepada Murid SD inpres I
dan II lisabata tentang pentingnya perawatan diri
2. Anjurkan untuk memotong kuku 1 2 kali 1 minggu
3. Simulasi tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar
4. Adakan lomba cara mencuci tangan antar SD Inpres I dan II Lisabata Selasa, 08-02-2011
SD Inpres I Lisabata Kognitif
Psikomotor
1. Pengertian tentang perawatan dan cara merawat diri
2. Anjurkan untuk memotong kuku 1 2 kali 1 minggu
3. Simulasi cara mencuci tangan yang baik dan benar
2 Resiko terjadinya karies gigi pada murid SD Inpres I dan SD Inpres II Lisabata berhubungan
dengan kurangnya perawatan gigi Setelah dilakukan 1 kali pertemuan, diharapkan murid SD
Inpres I dan inpres II
a. Mengerti dan memahami cara dan pentingnya perawatan gigi
b. Mengerti tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar
c. murid dapat mensimulasikan cara menggosok gigi dengan baik dan benar
d. murid dapat mensimulasikan langkah mencuci tangan yang baik dan benar Murid SD inpres I
dan II lisabata
KIE dan simulasi 1. Berikan pendidikan kesehatan kepada Murid SD inpres I dan II lisabata
tentang pentingnya kesehatan dan perawatan gigi.
2. Simulasi cara menggosok gigi yang baik dan benar
3. Adakan lomba cara menyikat gigi antar SD Inpres I dan II Lisabata
Selasa, 08-02-2011
SD Inpres I Lisabata Kognitif

Psikomotor
1. Pengertian tentang perawatan dan cara pemeliharaan gigi gigi
2. Simulasi cara menggosok gigi yang baik dan benar.
IMPLEMENTASI
NO Diagnosa Keperawatan Hari/Tanggal/
Jam Kegiatan Kriteria Hasil
1.Kurangnya perawatan diri pada murid SD Inpres I dan SD Inpres II Lisabata berhubungan
dengan Kurangnya pengetahuan tentang pentingnya kebersihan diri ditandai dengan :
a. 8 % murid yang tidak tidak mencuci tangan sebelum makan
b. 37% murid tidak mencuci kaki sebelum tidur
c. 25% murid tidak biasa pakai alas kaki
d. 53% murid tidak biasa potong kuku
e. 8% murid yang mempunyai kebiasaan mandi 1 kali sehari

Selasa , 08 februari 2011


Jam:10.00 wit
Resiko terjadinya karies gigi pada murid SD Inpres I dan SD Inpres II Lisabata berhubungan
dengan kurangnya perawatan gigi

Jam: 11.30 wit


1. MembBerikan pendidikan kesehatan kepada Murid SD inpres I dan II lisabata tentang
pentingnya perawatan diri dalam bentuk penyuluhan dan demonstrasi
2. Menganjurkan untuk memotong kuku 1 2 kali 1 minggu
3. Mensimulasikan tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar
4. Mengadakan lomba cara mencuci tangan antar SD Inpres I dan II Lisabata

1. Berikan pendidikan kesehatan kepada Murid SD inpres I dan II lisabata tentang pentingnya
kesehatan dan perawatan gigi.
2. Simulasi cara menggosok gigi yang baik dan benar
3. Adakan lomba cara menyikat gigi yang baik antar SD Inpres I dan II Lisabata 1. Murid
murid dapat memahami dan mengerti tentang:
a. Pengertian tentang perawatan dan cara merawat diri
b. Pengertian mencuci tangan
c. Waktu mencuci tangan
d. Cara mencuci tangan yang baik dan benar
e. Apa yang di anjurkan oleh mahasiswa untuk memotong kuku 1 2 kali seminggu
2. Murid murid SD Inrpes I dan II Lisabata mampu memperagakan cara mencuci tangan yang
baik dan benar
3. Lomba mencuci tangan yang di adakan dari 12 murid, 6 dari SD Inpres I dan 6 dari SD Inpres
II terlihat sangat antusias dan berjalan dengan lancer
1. Murid murid dapat memahami dan mengerti tentang:
a. Perawatan dan cara pemeliharaan gigi
b. Simulasi cara menggosok gigi yang baik dan benar

2. Salah satu dari siswa SD Inpres II Lisabata dapat memahami dan mampu memperagakan cara
menyikat gigi yang baik dan benar
3. Lomba menyikat gigi yang di adakan dari 12 murid, 6 dari SD Inpres I dan 6 dari SD Inpres II
terlihat sangat antusias dan berjalan dengan lancer
EVALUASI
1.Selasa,08 Februari 2011
Jam: 10.00 Wit
Kurangnya Perawatan Diri Pada Murid SD Inpres I Dan SD Inpres II Lisabata Berhubungan
Dengan Kurangnya Pengetahuan Tentang Pentingnya kebersihan Diri
1.Evaluasi struktur persiapan dilaksanakan 2 hari sebelum kegiatan penyuluhan

2.Evaluasi proses
a. Peserta yang hadir 176 murid
b. 25% Peserta aktif bertanya
3.Evaluasi hasil
a. Murid murid dapat menjawab pertanyaan dan mengulang kembali pengertian kebersihan diri
b. Murid murid dapat mengulangi kembali pengertian mencuci tangan
c. Murid murid dapat menyebutkan kembali waktu mencuci tangan
d. Murid murid dapat menyebutkan kembai cara mencuci tangan
e. Murid murid dapat menyebutkan kembali cara memotong kuku
f. Lomba menyikat gigi yang di adakan di adakan berjalan dengan lancar
2.Selasa,08 februari 2011
jam: 11.00 wit
Resiko terjadinya karies gigi pada murid SD Inpres I dan SD Inpres II Lisabata berhubungan
dengan kurangnya perawatan gigi
a. Murid murid dapat menjawab pertanyaan dan mengulang kembali pengertian gigi
b. Murid murid dapat menyebutkan kembali bagian bagian gigi
c. Murid murid dapat menyebutkan kembali pengertian menggosok gigi
d. Murid murid dapat menyebutkan kembali perawatan gigi
e. Murid murid dapat menyebutkan kembali fungsi gigi
f. Murid murid dapat menyebutkan kembali manfaat menggosok gigi
g. Murid murid dapat memperagakan kembali cara menyikat gigi yang benar
h. Lomba menyikat gigi yang di adakan berjalan dengan lancar

BAB IV
PEMBAHASAN

A. PERSIAPAN
Dalam rangka melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL), mahasiswa akademi keperawatan
KESDAM XVI / PATTIMURA. Adapun hal hal yang dilaksanakan sebagai berikut :
1. Penyambutan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat, Camat Taniwel,
Kepala Desa Lisabata, dimulai pukul 13.00 WIT dan sekaligus serah terima mahasiswa PKL
Akper Kesdam XVI / Pattimura dari Direktur Akper Kesdam XVI / Pattimura kepada pemerintah
Desa Lisabata Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat.

2. Pembagian kelompok berdasarkan Kompleks. Mahasiswa PKL dibagi berdasarkan jumlah


Kompleks yang ada di Desa Lisabata Kecamatan Taniwel yang terdiri atas 3 Kompleks sehingga
mahasiswa dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu Kompleks Arab sekitar 33 orang, Kompleks
Tengah sekitar 21 orang, dan Kompleks Inpres sekitar 45 orang, Dan dibagi dalam 7 kelompok
khusus.
3. Pengumpulan data
Setelah dibagi per Kompleks, maka setiap kelompok mulai melakukan pendataan pada
Kompleks masing masing. Di mulai tanggal 3 Februari sampai tanggal 4 Februari 2011.
Tabulasi data kelompok pada tanggal 4 Februari 2011. Dan kami dapatkan berupa data objektif
dan data subjektif.
4. Persentasi hasil pengumpulan data ( Lokmin I ) pada tanggal 7 Februari 2011, kelompok besar
( Komunitas ) mempresentasikan hasil pengumpulan data yang disajikan oleh mahasiswa PKL
kepada masyarakat Desa Lisabata Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat maka
diambil keputusan bersama tentang pengadaan penyuluhan kesehatan pada beberapa masalah
yang diangkat sebagai prioritas masalah yang didalamnya terdapat penyuluhan kesehatan kepada
kelompok khusus anak usia sekolah.
B. PENGKAJIAN
1. Kekuatan
Murid murid SD Inpres I dan II Lisabata berperan aktif dalam memberikan data yakni murid murid mau membantu mahasiswa dalam menjawab pertanyaan ( angket ) terkait dengan
kebersihan diri (personal hygiene).
2. Kelemahan
a. Distribusi kelompok anak usia sekolah
a. 8 % murid yang tidak tidak mencuci tangan sebelum makan
b. 37% murid tidak mencuci kaki sebelum tidur
c. 25% murid tidak biasa pakai alas kaki
d. 53% murid tidak biasa potong kuku
e. 8% murid yang mempunyai kebiasaan mandi 1 kali sehari
C. PERENCANAAN
1. Persiapan

a. Pengumpulan data dilakukan tanggal 03 Februari 2011


b. Tanggal 05 Februari 2011 dilakukan pendataan khusus untuk kelompok anak usia sekolah
c. Tanggal 08 februari dilakukan penyuluhan kesehatan tentang personal hygiene (kesehatan gigi
dan cara mencuci tangan).
2. Kekuatan
a. Kegiatan dapat berlangsung dengan baik karena adanya partisipasi serta adanya dukungan dari
para guru,dan murid SD Inpres I dan II Lisabata.
b. Kerja sama yang baik antara mahasiswa dengan para guru dan Murid murid SD Inpres I dan
II Lisabata dalam mengerjakan rencana kegiatan mendukung kelancaran kegiatan
3. Kelemahan
Kurangnya Kesadaran murid murid dalam mengetahui dan mempelajari bagaimana pentingnya
perawatan kesehatan diri.
D. PELAKSANAAN / IMPLEMENTASI
1. Kekuatan
a. Kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik, karena adanya kerja sama dan partisipasi serta
dukungan para guru dan Murid murid SD Inpres I dan II Lisabata .
b. Murid murid SD Inpres I dan II Lisabata memberikan respon yang baik terhadap apa yang
direncanakan ( penyuluhan kesehatan ) serta adanya upaya untuk merubah perilaku hidup
menjadi lebih sehat.
c. Mahasiswa PKL Akper Kesdam XVI / Pattimura dalam menjalankan rencana kegiatan saling
membantu demi kelancaran kegiatan, sangat kompak dan bersikap kooperatif diantara sesama.
2. Kelemahan
a. Kurangnya pemantauan orang tua dan petugas puskesmas serta kesadaran murid murid
tentang pentingnya perawatan kesehatan diri (personal hygiene).
E. EVALUASI
a. Evaluasi Struktur
1) Persiapan pemberian penyuluhan dilakukan 2 hari sebelum kegiatan dilaksanakan penyuluhan
di SD Inpres I dan II Lisabata.
b. Evaluasi proses

1) Jumlah murid murid yang datang untuk menghadiri penyuluhan adalah 167 murid
2) Kegiatan berjalan dengan lancar.
c. Evaluasi hasil
1) Murid murid aktif dalam penyuluhan 100%
2) Penyuluhan yang diberikan mengenai tentang personal hygiene (kesehatan gigi dan cara
mencuci tangan )
3) Dari hasil angket yang di bagikan di dapatkan 90 % Murid murid memahami pentingnya
kebersihan diri (personal hygiene).

BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pendataan yang di lakukan oleh mahasiswa Akper Kesdam XVI Pattimura di
Desa Lisabata Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat di peroleh data tentang
kelompok khusus anak usia sekolah jumlah 213 muird. Masalah yang di alami oleh kelompok
khusus anak usia sekolah adalah Kurangnya perawatan diri pada murid SD Inpres I dan SD
Inpres II Lisabata berhubungan dengan Kurangnya pengetahuan tentang pentingnya kebersihan
diri dan Resiko terjadinya karies gigi pada murid SD Inpres I dan SD Inpres II Lisabata
berhubungan dengan kurangnya perawatan gigi.
Dengan kegiatan prakter kerja lapangan ( PKL) ini mahasiswa mampu berdiskusi dengan para
guru dan murid murid SD Inpres I dan Ii Lisabata dan mampu mengidentifikasi masalah-

masalah kesehataan yang di temui serta dapat memberikan solusi terbaik dalam memecahkan
masalah kesehatan dengan melibatkan peran serta para guru SD Inpres I dan II Lisabata.

B. SARAN
1. Bagi keluarga yang memiliki anak dengan usia sekolah
a. Keluarga (kelompok usia sekolah ) harus di perhatiakn kebersihan diri (personal hygiene)
b. Keluarga (kelompok usia sekolah ) harus menyadari tentang pentingnya menjaga kebersihan
diri (personal hygiene)
2. Bagi petugas kesehatan :
Perlu di tingkatkan penyuluhan kesehatan baik formal maupun non formal kepada masyarakat
(khususnya orang tua kelompok anak usia sekolah )

Anda mungkin juga menyukai