Anda di halaman 1dari 107

PENGARUH STORE ENVIRONMENT DAN TIME PRESSURE

TERHADAP IMPULSE BUYING YANG DIMEDIASI EMOTIONAL STATE


DI TIARA DEWATA

SKRIPSI

Oleh :
ENRIQUE MADE REIDIA GANA PURWA
NIM: 1115251073

PROGRAM EKSTENSI FAKULTAS


EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2014

PENGARUH STORE ENVIRONMENT DAN TIME PRESSURE


TERHADAP IMPULSE BUYING YANG DIMEDIASI EMOTIONAL STATE
DI TIARA DEWATA

SKRIPSI

Oleh :
ENRIQUE MADE REIDIA GANA PURWA
NIM: 1115251073

Skripsi ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan


memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Program Ekstensi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana
Denpasar
2014

HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi ini telah diuji oleh tim penguji dan disetujui oleh Pembimbing, serta diuji pada
tanggal :

Tim Penguji:

Tanda Tangan

1. Ketua

: I Nyoman Nurcaya, SE., MM.

...

2. Sekretaris

: Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, SE.,MS.

...

3. Anggota

: Dr. I Putu Gde Sukaatmadja, SE., MP.

...

Mengetahui,
KetuaJurusanManajemen

Pembimbing

Prof.Dr. Ni Wayan Sri Suprapti, SE., Msi.


NIP. 196106011985032003

Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, SE.,MS.


NIP. 196207171986012001

ii

PERNYATAAN ORISINALITAS
Saya menyatakan dengan sebenarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya,
di dalam Naskah Skripsi ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh
orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi, dan
tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang
lain, kecuali yang secara tertulis dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar
pustaka
Apabila ternyata di dalam naskah skripsi ini dapat dibuktikan terdapat
unsur-unsur plagiasi, saya bersedia diproses sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Denpasar, 27 November 2014


Mahasiswa,

Enrique Made Reidia Gana Purwa


NIM. 1115251073

iii

KATA PENGANTAR
Puji syukur Penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, sumber
dari segala impian, kebaikan dan ilmu pengetahuan, karena atas berkat rahmatNya, skripsi yang berjudul Pengaruh Store Environment dan Time Pressure
Terhadap Impulse Buying yang Dimediasi Emotional State di Tiara Dewata
dapat diselesaikan sesuai dengan yang direncanakan.
Penulis menyadari, bahwa skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bantuan,
dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak yang telah meluangkan waktunya
dalam penyusunan skripsi ini. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis
menyampaikan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. I Gusti Bagus Wiksuana, SE., MSi., selaku Dekan Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
2. Bapak Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, SE., M.Si., selaku Pembantu Dekan
I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
3. Bapak Prof. Dr. I Made Wardana, SE., M.Si., selaku Pembantu Dekan II
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
4. Bapak Dr. Gerianta Wirawan Yasa, SE., M.Si., selaku Pembantu Dekan III
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
5. IbuProf.Dr. Ni Wayan Sri Suprapti, SE., Msi., selaku Ketua Jurusan
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.
6. Ibu Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, SE., MS., selaku Sekretaris Jurusan
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana dan sekaligus sebagai
dosen pembimbing skripsi atas waktu, bimbingan, masukan, motivasinya,

iv

serta kesabaran dalam menghadapi kekurangan penulis selama penyelesaian


skripsi ini.
7. Bapak Drs. I Ketut Suardhika Natha, M.Si., selaku Ketua Program Ekstensi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
8. Ibu Ni Made Rastini, SE., MM., selaku Koordinator Jurusan Manajemen
Program Ekstensi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
9. Bapak I NyomanNurcaya, SE., MM., dan Dr. I Putu Gde Sukaatmadja, SE.,
MP., selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan masukkan
terhadap skripsi ini.
10. Bapak Drs. I Made Dana, MM., selaku Pembimbing Akademik yang telah
memberikan petunjuk dan nasihat selama mengikuti kuliah pada Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
11. Keluarga tercinta Bapak Raphael Nyoman Gana Purwa, Ibu Maria Theresa
Ketut Ari Witari, dan Joselyn Luh Hana Gana Purwa, atas segala dukungan
materi dan doanya yang tulus dan tiada hentinya selama penulis menempuh
studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
12. Ni Nyoman Ayu Puri Astrini sahabat hati penulis yang selalu memberi
semangat, motivasi, doa, serta senantiasa membagi cinta dan kasihnya kepada
penulis.
13. Teman seperjuangan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana
yang sangat setia mengiringi langkah penulis, Bopak, Okle, Sugik, Baron,
Dekribo, Oneng, dan teman-teman yang lain yang tidak dapat penulis
sebutkan satu-persatu, kalian semua luar biasa, terima kasih.

14. Teman-teman jurusan Manajemen angkatan 2011 yang tidak dapat disebutkan
satu persatu atas kekompakannya selama penulis menempuh studi.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bimbingan
dan pengarahan dari berbagai pihak. Meskipun demikian, penulis tetap
bertanggung jawab terhadap semua isi skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi
ini bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan.

Denpasar, 27 November 2014

Penulis

vi

Judul : Pengaruh Store EnvironmentdanTime Pressure Terhadap Impulse


Buying yang Dimediasi Emotional State di Tiara Dewata
Nama : Enrique Made Reidia Gana Purwa
NIM : 1115251073
ABSTRAK
Salah satu bisnis yang berkembang hingga saat ini adalah bisnis ritel. Tindakan
membeli impulsive sangat sering dilakukan oleh konsumen ritel, sehingga para manajer
perlu mengetahui dan mempelajari faktor faktor dari tindakan pembelian impulsif.
Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan
menjelaskan pengaruh dari store environment dan time pressure terhadap impulse buying
yang dimediasi emotional state.
Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung Tiara Dewata. Metode
penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh
sebanyak 130 responden. Teknik analisa yang digunakan adalah Structural Equation
Modelling (SEM) dan Uji Sobel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa store environment berpengaruh positif dan
signifikan terhadap emotional state dan impulse buying; time pressure berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap emotional state dan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap impulse buying; emotional state berpengaruh positif dan signifikan terhadap
impulse buying; dan emotional state signifikan dalam memediasi pengaruh store
environment dan time pressure terhadap impulse buying.
Hasil penelitian juga diharapkan agar menjadi masukan untuk perbaikan dan
menata hal-hal yang kurang menarik seperti dekorasi, warna interior dan penambahan
papan-papan petunjuk yang jelas, sehingga memberi kemudahan dan kenyamanan kepada
konsumen dalam berbelanja.

Kata kunci: Store Environment, Time Pressure, Emotional State, Impulse


Buying

vii

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL.........................................................................
HALAMAN PENGESAHAN...........................................................
PERNYATAAN ORISINALITAS ...................................................
KATA PENGANTAR ......................................................................
ABSTRAK ........................................................................................
DAFTAR ISI .....................................................................................
DAFTAR TABEL .............................................................................
DAFTAR GAMBAR ........................................................................
DAFTAR LAMPIRAN .....................................................................

ii
iii
iv
vii
viii
xi
xii
xiii

BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah............................................
1.2
Rumusan Masalah.......................................................
1.3
Tujuan Penelitian ......................................................
1.4
Kegunaan Penelitian...................................................
1.5
Sistematika Penulisan ...............................................

1
6
6
7
8

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN


2.1
Landasan TeoridanKonsep........................................
2.1.1 Store Environment (Lingkungan Toko) .........
2.1.2 Time Pressure (Tekanan Waktu) ...................
2.1.3 Emotional State (Suasana hati) .......................
2.1.4 Impulse Buying (Pembelian Impulsif)............
2.2
HipotesisPenelitian....................................................
2.2.1 Pengaruh Store Environment terhadap
Emotional State .............................................
2.2.2 PengaruhStore Environment terhadap
Impulse Buying ................................................
2.2.3 PengaruhTime Pressure terhadap Emotional
State ...............................................................
2.2.4 Pengaruh Time Pressure terhadap Impulse
Buying ............................................................
2.2.5 Pengaruh Emotional State sebagai Mediasi
terhadap Impulse Buying..................................
2.2.6 Peran Emotional State dalam Memediasi
Pengaruh Store Environment Terhadap
Impulse Buying ................................................
2.2.7 Peran Emotional State dalam Memediasi
Pengaruh Time Pressure Terhadap Impulse

viii

10
10
11
12
13
15
15
15
16
16
17
18

Buying ............................................................
Model Penelitian .......................................................

18
19

BAB III METODE PENELTIAN


3.1
Desain Penelitian.......................................................
3.2
Lokasi Penelitian .......................................................
3.3
Obyek Penelitian .......................................................
3.4
Identifikasi Variabel ..................................................
3.5
Definisi Operasional Variabel ...................................
3.6
Jenis dan Sumber Data ..............................................
3.6.1 Jenis Data .......................................................
3.6.2 Sumber Data...................................................
3.7
PopulasidanSampel ...................................................
3.7.1 Populasi .........................................................
3.7.2 Sampel ...........................................................
3.7.3 Ukuran Sampel ..............................................
3.8
Metode Pengumpulan Data .......................................
3.9
Skala Pengukuran Data .............................................
3.10 Pengujian Instrumen..................................................
3.10.1 Uji Validitas...................................................
3.10.2 Uji Reliabilitas ...............................................
3.11 Teknik Analisis Data .................................................
3.11.1 Structural Equation Modelling ......................
3.11.2 Uji Sobel ........................................................

20
20
20
21
21
24
24
25
25
25
26
26
27
28
29
29
29
29
29
34

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN


4.1
Gambaran Umum Perusahaan ...................................
4.2
Karakteristik Responden ...........................................
4.3
Deskripsi Variabel Penelitian....................................
4.4
Analisis Data .............................................................
4.4.1 Uji Validitas Instrumen..................................
4.4.2 Uji Reliabilitas Instrumen..............................
4.4.3 Analisis Asumsi Model SEM ........................
4.5
Pengujian Hipotesis...................................................
4.6
Pengujian Hipotesis Untuk Peran Mediasi................
4.7
Pembahasan Hasil Penelitian ....................................
4.8
Keterbatasan Penelitian .............................................
4.9
Implikasi Penelitian...................................................

36
37
39
43
43
44
45
50
52
55
59
59

2.3

ix

BAB V SIMPULAN DAN SARAN


5.1
Simpulan ...................................................................
5.2
Saran..........................................................................

61
63

DAFTAR PUSTAKA......................................................................
LAMPIRAN-LAMPIRAN..............................................................

65
69

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 3.1 Kriteria Goodness of Fit...............................................................

33

Tabel 4.1 Karakteristik Responden Konsumen Tiara Dewata .....................

38

Tabel 4.2 Penilaian Responden pada Store Environment ............................

40

Tabel 4.3 Penilaian Responden pada TimePressure ....................................

41

Tabel 4.4 Penilaian Responden pada Emotional State .................................

42

Tabel 4.5 Penilaian Responden pada Impulse Buying....................................

43

Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas........................................................................

44

Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas ....................................................................

45

Tabel 4.8 Assessment of Normality ..............................................................

46

Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas Konstruk ....................................................

48

Tabel 4.10 Uji Kriteria Goodness of Fit.........................................................

50

Tabel 4.11 Standardized Regression Weights ................................................

50

Tabel 4.12 Hasil Standardized Estimate dan Standard Error........................

52

Tabel 4.12 Hasil Standardized Estimate dan Standard Error........................

54

xi

DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Model Penelitian ...................................................................

42

Gambar 4.1 Structural Model ...................................................................

49

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran
Lampiran 1.

Kuesioner Penelitian

Lampiran 2.

Distribusi Jawaban Responden dan Frequency Table

Lampiran 3.

Hasil Uji Validitas

Lampiran 4.

Hasil Uji Reliabilitas

Lampiran 5.

Hasil Uji Model SEM

Lampiran 6.

Hasil Uji AVE dan Construct Reliability

xiii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah


Banyak usaha di Denpasar telah berkembang pesat. Hal ini berdampak

terhadap perilaku belanja dan nilai belanja konsumen, sehingga masyarakat


konsumen modern mendahulukan efisiensi dan efektifitas terhadap pembelian
kebutuhan atas barang dan jasa. Kondisi seperti ini menjadi pendorong untuk
tumbuhnya bisnis dagang. Banyak bisnis perdagangan yang sudah didirikan, salah
satunya yang berkembang hingga saat ini adalah bisnis ritel. Carrefour, Robinson,
Matahari, Ramayana, Tiara, Hardys beberapa bisnis ritel di Kota Denpasar. Salah
satu ritel lokal yang mampu mempertahankan eksistensinya dalam persaingan
bisnis ritel di Kota Denpasar adalah Tiara Dewata Super Market. Tiara Dewata
adalah bagian dari Tiara Dewata Group, selain itu pusat perbelanjaan lain yang
tergabung dalam Tiara Dewata Group, yaitu Tiara Grosir, Tiara Monang-Maning,
dan Tiara Gatsu.
Ritel merupakan suatu upaya yang dilakukan perusahaan manufaktur
dalam mendistribusikan barang-barangnya dalam jumlah yang besar untuk
dikonsumsi oleh konsumen dalam memenuhi kebutuhannya (Utami, 2010:5).
Perusahaan ritel tersebut berlomba-lomba menarik perhatian konsumen dengan
mengadakan poin belanja, potongan harga, pemberian hadiah, undian berhadiah
dan lain sebagainya. Para manajer telah sadar bahwa melakukan promosi saja
tidaklah cukup, mempelajari perilaku konsumen juga merupakan hal yang penting

(Suprapti, 2010). Impulse buying (pembelian impulsif) merupakan salah satu


perilaku konsumen yang perlu diketahui oleh seorang manajer.
Keputusan pembelian yang dibuat biasanya dilakukan melalui suatu proses
dari pengenalan

kebutuhan hingga

evaluasi setelah pembelian. Model

pengambilan keputusan pembelian tersebut merupakan jenis pengambilan


keputusan pembelian yang terencana. Namun dalam kenyataannya, banyak sekali
keputusan pembelian yang dilakukan tanpa melalui proses tersebut, yang disebut
sebagai pengambilan keputusan pembelian tanpa rencana atau pembelian impulsif.
Pembelian impulsif terjadi ketika konsumen mengalami dorongan tiba-tiba,
keinginan yang kuat untuk membeli sesuatu dengan segera (Rohman, 2009). Tipe
pembelian impulsif kebanyakan muncul ketika seorang konsumen terpengaruh
oleh situasi di dalam toko (Solomon dalam Rahayu, 2008). Keinginan membeli
suatu produk dapat datang secara tiba-tiba karena berbagai alasan situasional
(Sutisna, 2001:156). Pemasar dapat menciptakan situasi untuk merangsang
pembelian impulsif, khususnya di dalam toko dengan memberikan kenyamanan
berbelanja bagi konsumen.
Hal yang terlebih dulu harus dipertimbangkan oleh pemasar dalam
merangsang konsumen melakukan pembelian impulsif adalah mengenali
konsumen dalam melakukan pengambilan keputusan pembelian barang atau jasa.
Untuk memahami konsumen melakukan pengambilan keputusan perlu dilakukan
riset perilaku konsumen. Perspektif pengaruh perilaku memfokuskan pada
perilaku konsumen dan kemungkinan lingkungan yang mempengaruhi perilaku
tersebut (Mowen and Minor,

2002:287). Lingkungan konsumen

dapat

mempengaruhi afeksi, kognitif, dan perilaku konsumen. Pemahaman tentang


pengaruh lingkungan akan lebih mudah dalam konteks faktor situasional. Faktor
situasional merupakan lingkungan sementara yang membentuk konteks dalam
suatu kegiatan konsumen, yang terjadi pada tempat dan waktu tertentu. Konsumen
mengkonsumsi suatu barang atau jasa tergantung pada bagaimana, kapan, dimana,
dan mengapa barang atau jasa tersebut digunakan.
Faktor situasional sangat kompleks, tetapi pada dasarnya (Belk dalam
Mihic dan Kursan, 2010), mengelompokkan faktor situasional menjadi 5 variabel,
yaitu: Pertama, lingkungan fisik (physical surrounding) merupakan fitur situasi
yang paling terlihat. Lingkungan fisik ini meliputi lokasi, dekorasi, suara, aroma,
pencahayaan, cuaca, serta konfigurasi barang dagangan atau material lain yang
berada di sekeliling rangsangan produk. Kedua, lingkungan sosial (social
surrounding) merupakan individu yang hadir selama proses konsumsi, yang
meliputi faktor-faktor seperti: kehadiran orang lain, karakteristik orang-orang
yang hadir pada situasi tersebut, peranan nyata orang-orang yang hadir, dan
interaksi interpersonal.

Ketiga,

pespektif

waktu (temporal

perspective)

merupakan dimensi situasi yang dapat dispesifikasikan kedalam unit waktu dari
situasi, misal kejadian tertentu ketika perilaku pembelian terjadi (hari, bulan,
musim). Waktu juga dapat diukur secara relatif pada kejadian di masa lalu atau di
masa mendatang, misal waktu ketika pembelian terakhir. Keempat, definisi tugas
(task definition) merupakan alasan mengapa aktivitas konsumsi oleh konsumen
berlangsung, dan dapat dikatakan sebagai tujuan atau sasaran yang dimiliki
konsumen dalam situasi tertentu. Dengan kata lain, dapat juga dikatakan bahwa

hal ini merupakan maksud atau prasyarat untuk memilih, berbelanja atau
mendapatkan informasi mengenai pembelian umum atau spesifik. Kelima,
pernyataan anteseden (antecendent state) merupakan perasaan (mood) sementara,
seperti rasa cemas, gembira atau kondisi yang dibawa konsumen ke dalam situasi,
seperti kondisi pada saat memegang uang tunai (Belk dalam Mihic dan Kursan,
2010).
Beberapa studi yang telah dilakukan mengenai faktor situasional dalam
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen masih menunjukkan adanya
perbedaan (Lee dan Yi, 2008; Lee dan Kacen, 2008, dan Mihic dan Kursan, 2010).
Sehubungan terjadinya perbedaan penelitian

terdahulu mengenai

faktor

situasional terhadap keputusan pembelian, maka sebelum melakukan penelitian


ini akan dilakukan survey pendahuluan.

Menurut survey pendahuluan, dari 15

orang yang pernah melakukan aktivitas perbelanjaan di Tiara Dewata, 8 orang di


antaranya menyatakan bahwa faktor faktor yang mempengaruhi mereka dalam
melakukan impulse buying adalah lingkungan toko ( suasana toko, desain toko,
dan atmosfer toko) dan durasi waktu mereka berbelanja. Maka dari itu, variabel
yang digunakan dalam faktor situasional yaitu dengan mengambil faktor store
environment (lingkungan toko) dan time pressure (tekanan waktu), juga
menjadikan emotional state (suasana hati) sebagai faktor mediasinya terhadap
keputusan impulse buying.
Dalam beberapa teori, lingkungan fisik sebuah toko mempengaruhi
persepsi konsumen melalui mekanisme sensor penglihatan, pendengaran,
penciuman dan bahkan sentuhan (Mowen dan Minor,2002:133). Store

environment utamanya memiliki peran yang penting dalam menciptakan perasaan


atau dorongan untuk berbelanja di sebuah toko. Store environment terdiri dari
beberapa elemen yaitu: tata ruang toko, ruang lorong, penempatan dan bentuk
peraga, warna, pencahayaan, musik, aroma dan temperatur (Engel et al.,2008:67).
Waktu erat hubungannya dengan faktor situasi pada sebuah toko, yang
menunjukkan seseorang konsumen menghabiskan waktu berada di dalam toko.
Seorang konsumen yang memiliki waktu yang cukup senggang berbeda dengan
konsumen yang hanya memiliki waktu yang relatif sedikit dalam berperilaku.
Berdasarkan hal tersebut, maka disimpulkan bahwa kecenderungan konsumen
melakukan pembelian impulsif didasarkan oleh adanya tekanan waktu atau time
pressure (Wu dan Huan, 2010)
Dalam beberapa teori, emotional state

sering dikaitkan

dengan

antecendent state. Memang dari kedua kondisi di atas sama sama menunjukan
kondisi saat konsumen berbelanja, akan tetapi terdapat perbedaan pada sedikit
definisinya. Menurut Belk dalam Mihic dan Kursan (2010), antecendent state
merupakan pengaruh situasi yang muncul dari seorang individu tersebut dan
menurut Nandha et al. (2013), emotional state merupakan suasana hati yang
diakibatkan beberapa faktor lingkungan sehingga mendorong konsumen
melakukan pembelian impulsif.
Berdasarkan latar masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui pengaruh store environment dan time pressure
terhadap impulse buying yang dimediasi emotional state di Tiara Dewata Super
Market.

1.2

Rumusan Masalah Penelitian


Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dibahas,

sebagai berikut :
1)

Bagaimanakah pengaruh store environment terhadap emotional state ?

2)

Bagaimanakah pengaruh store environment terhadap impulse buying ?

3)

Bagaimanakah pengaruh time pressure terhadap emotional state ?

4)

Bagaimanakah pengaruh time pressure terhadap impulse buying ?

5)

Bagaimanakah pengaruh dari emotional state terhadap impulse buying ?

6)

Bagaimanakah peran emotional state dalam memediasi pengaruh store


environment terhadap impulse buying ?

7)

Bagaimanakah peran emotional state dalam memediasi pengaruh time


pressure terhadap impulse buying ?

1.3

Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang hendak dicapai

dalam penelitian ini adalah :


1)

Untuk mengetahui pengaruh store environment terhadap emotional state.

2)

Untuk mengetahui pengaruh store environment terhadap impulse buying.

3)

Untuk mengetahui pengaruh time pressure terhadap emotional state.

4)

Untuk mengetahui pengaruh time pressure terhadap impulse buying.

5)

Untuk mengetahui pengaruh emotional state terhadap impulse buying.

6)

Untuk mengetahui peran emotional state dalam memediasi pengaruh store


environment terhadap impulse buying.

7)

Untuk mengetahui peran emotional state dalam memediasi pengaruh time


pressure terhadap impulse buying.

1.4

Kegunaan Penelitian
Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian maka

penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak pihak, sebagai
berikut :
1)

Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya bukti empiris dalam

bidang ilmu manajemen pemasaran, khususnya dalam aspek store environment


dan time pressure terhadap keputusan impulse buying yang dimediasi oleh
emotional state.
2)

Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan manfaat

kepada pihak pihak sebagai berikut :


(1) Bagi pemasar dan para manager pusat-pusat perbelanjaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu menetapkan strategi
strategi dalam merancang lingkungan toko, mensegmentasi pasar, dan
fokus terhadap perilaku konsumen sehingga dapat menarik konsumen
melakukan perbelanjaan di Super Market.
(2) Bagi pembaca

Hasil penelitian ini diharapkan membantu pembaca menjadi seseorang


konsumen yang cerdas dan selektif dalam melakukan atau memutuskan
pembelian produk di pusat pusat perbelanjaan.

1.5

Sistematika Penulisan
Skripsi ini terdiri dari lima bab yang saling berhubungan antara bab yang

satu dengan bab yang lainnya dan disusun secara sistematis serta terperinci untuk
memberikan gambaran dan mempermudah pembahasan. Sistematika dari masingmasing bab dapat diperinci, sebagai berikut :
Bab I

Pendahuluan
Bab ini menguraikan latar belakang masalah penelitian yang terdiri dari
hal-hal apa saja yang mendasari dilakukannya penelitian, serta
menguraikan rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian, kegunaan
penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab II Kajian Pustaka dan Hipotesis Penelitian


Pada bab ini akan diuraikan mengenai landasan teori yang mendukung
penelitian, hasil penelitian sebelumnya yang terkait yang digunakan
sebagai acuan serta kerangka konseptual pada penelitian ini.
Bab III Metode Penelitian
Bab ini menguraikan metode penelitian yang meliputi desain penelitian,
lokasi atau ruang lingkup wilayah penelitian, obyek penelitian,
identifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis dan sumber data,

populasi, sampel dan metode penentuan sampel, metode pengumpulan


data, pengujian instrumen, dan teknik analisis data yang digunakan.
Bab IV Data dan Pembahasan Hasil Penelitian
Bab ini menguraikan mengenai gambaran umum, deskripsi variabel
penelitian, pembahasan yang berkaitan dengan pengujian hipotesis,
keterbatasan, dan implikasi penelitian.
Bab V Simpulan dan Saran
Bab ini akan mengemukakan simpulan dan saran atas penelitian yang
dilakukan. Penulis mencoba membuat simpulan dari uraian pembahasan
yang telah dibuat pada bab sebelumnya dan mengemukakan keterbatasan
dalam penelitian yang telah dilakukan. Dikemukakan juga saran-saran
yang nantinya diharapkan dapat berguna bagi penelitian selanjutnya.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1

Landasan Teori dan Konsep

2.1.1 Store Environment (Lingkungan Toko)


Pada awalnya, konsep lingkungan fisik adalah salah satu faktor dari
pengaruh situasional terhadap keputusan pembelian atau perilaku konsumen (Belk
dalam Mihic dan Kursan, 2010). Lalu muncul banyak teori yang menjelakan
lingkungan fisik tersebut, antara lain store environment, store atmosphere, dan in
store stimulus. Setiap teori yang diciptakan mengenai faktor lingkungan fisik
dalam penelitian penelitian sebelumnya dapat memberikan banyak cara dalam
menilai sebuah lingkungan dalam toko.
Menurut Nistorescu dan Barbu (2008), desain dan lingkungan dari toko ritel
merupakan agregat elemen yang menentukan gaya kerangka materi dari lokasi
dan menciptakan suasana khusus untuk konsumen. Penciptaan lingkungan adalah
suatu seni yang membutuhkan cukup uang dan waktu. Setelah dibuat, tidak
mudah dimodifikasi. Lingkungan fisik sebuah toko mempengaruhi persepsi
konsumen melalui mekanisme sensor penglihatan, pendengaran, penciuman,
bahkan sentuhan. Store environment memiliki peran yang penting dalam
menciptakan perasaan atau dorongan untuk berbelanja di sebuah toko (Nandha et
al. 2013).
Store environment terdiri dari beberapa elemen yaitu: tata ruang toko, ruang
lorong, penempatan dan bentuk peraga, warna, pencahayaan, musik, aroma dan

10

temperatur (Engel et al.,2008:67). Berkaitan dengan lingkungan fisik toko,


Mowen dan Minor (2002:134) mengemukakan bahwa terdapat beberapa elemen
yang cukup mempengaruhi konsumen, antara lain: musik, kondisi berdesakan,
lokasi toko, tata ruang toko dan suasana toko. Kumar (2010) mengklasifikasikan
komponen lingkungan dari toko menjadi ambient, desain, dan sosial. Komponen
sosial adalah rangsangan yang mencakup kehadiran karyawan dan pelanggan di
toko. Komponen desain adalah rangsangan yang mewakili unsur-unsur visual dari
ruang (misalnya, tata letak, warna, elemen arsitektur) yang ada di garis depan
kesadaran seorang konsumen. Komponen ambient adalah stimulus yang mengacu
pada unsur-unsur non-visual (misalnya, suhu, musik, dan pencahayaan) dampak
yang menyatakan bawah sadar konsumen.

2.1.2 Time Pressure (Tekanan Waktu)


Menurut Graa et al. (2012), menyarankan untuk memperlakukan waktu
sebagai sumber daya yang langka. Waktu merupakan suatu variabel yang
memiliki peran penting dalam suatu perilaku konsumen. Fox dalam Engel et al.
(2008:66) berpendapat bahwa sifat penting dari waktu mencakupi waktu
pelaksanaan (aktual dan dirasakan), fleksibilitas pelaksanaan kegiatan, kekerapan,
keteraturan, durasi, kekacauan/ keserentakan, dan waktu pemonitoran (berapa
banyak upaya diperlukan untuk mengingat pelaksanaan kegiatan tersebut). Waktu
erat berhubungan dengan faktor situasi pada sebuah toko yang menunjukkan
seseorang konsumen menghabiskan waktunya saat berada di sebuah toko. Seorang

11

konsumen yang memiliki waktu yang cukup senggang berbeda dengan konsumen
yang hanya memiliki waktu yang relatif sedikit dalam berperilaku.
Graa et al. (2012) mendefinisikan time pressure merupakan ketersediaan
waktu untuk pembelanja untuk melakukan tindakan membeli. Tekanan waktu
akan membatasi perhatian yang diberikan kepada unsur-unsur lingkungan. Lebih
banyak waktu yang konsumen habiskan di toko, semakin berkurang tingkah laku
pembelian impulsif. Sedikitnya waktu yang dimiliki seorang konsumen
menimbulkan sebuah tekanan waktu yang menjadi batasan keleluasaan untuk
memilih dan berpikir lebih lanjut. Hal tersebut memicu munculnya kecenderungan
konsumen dengan tekanan waktu tersebut yaitu lebih memilih berkunjung ke
tempat perbelanjaan yang relatif lengkap karena tidak perlu membuang waktu
berpindah ke toko lainnya, lebih sedikit pertimbangan merek-merek untuk produk
yang dibutuhkan, segera meninggalkan toko, dan lebih mengabaikan stimulus
berbelanja lainnya yang ada pada sebuah toko (Nandha et al., 2013).

2.1.3 Emotional State (Suasana hati)


Emosi adalah konsep yang tidak stabil yang sulit didefinisikan dan diukur.
Terlebih lagi, respon emosional yang tidak mudah diingat kembali, dan mereka
tidak mudah untuk mendokumentasikan atau verbalisasi (Lee dan Yi, 2008).
Menurut Nandha et al. (2013), suasana hati atau emosi seseorang dapat
dipengaruhi oleh desain toko, cuaca, atau faktor yang dirasa peka bagi konsumen.
Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan

12

dalam mempengaruhi konsumen maupun calon konsumen karena dapat


mendorong konsumen melakukan pembelian tanpa bisa ditahan.
Secara khusus, emosi atau suasana hati konsumen dianggap sebagai variabel
situasional yang mempengaruhi perilaku pembelian seseorang. Berbagai emosi
relevan dengan konsumsi termasuk perasaan cinta, benci, takut, suka
cita ,kebosanan, kecemasan, kebanggaan, marah, sedih, keserakahan, rasa
bersalah, dan malu (Graa et al. 2012). Hubungan antara emosi yang positif sangat
berpengaruh dalam perilaku pembelian impulsif (Jondry, 2012).
Model Mehrabian - Russell dalam Graa et al. (2012), tiga tanggapan
emosional, yaitu pleasure (kesenangan), arousal (gairah), dan dominance
(penguasaan). Lalu, Foroughi et al. (2013) di dalam penelitiannya, mengukur
suasana hati dengan menggunakan happy, satisfied, dan pleased.

2.1.4 Impulse Buying (Pembelian Impulsif)


Berdasarkan en.wikipedia.org/wiki/impulse_purchase, pembelian impulsif
atau impulse buying adalah keputusan yang tidak direncanakan untuk membeli
produk atau jasa, yang dibuat sebelum pembelian. Retailer sangat sadar bahwa
bagian volume penjualan yang cukup besar dibangkitkan oleh sifat pembelian
impulsif, dimana lebih dari sepertiga di seluruh pembelian pada Super Market
dilakukan secara impulsif (Jondry, 2012), sehingga hal ini tentu saja akan
berdampak pada naiknya laba perusahaan.
Pemasar dan pengecer cenderung untuk mengeksploitasi impuls ini yang
terikat dengan keinginan dasar untuk kepuasan instan, misalnya pembelanja di

13

super market mungkin tidak secara khusus akan berbelanja untuk penganan.
Namun, permen, permen karet, dan cokelat yang ditampilkan secara jelas di
lorong checkout untuk memicu impuls pembeli untuk membeli apa yang mereka
mungkin tidak sebaliknya dipertimbangkan.
Berdasarkan Muruganantham et al. (2013), menyimpulkan Impulse buying
telah menjadi tantangan bagi para peneliti pasar karena sifatnya yang kompleks.
Disebutkan bahwa membeli impulsif merupakan fenomena rumit dan beragam
yang menyumbang besar volume produk yang dijual setiap tahun. Penelitian pada
konsumen telah difokuskan pada identifikasi faktor yang mendorong membeli
impulsif di berbagai negara maju. Dalam negara berkembang, ada kebutuhan
untuk mempelajari pembelian impulsif karena perkembangan terbaru di ritel dan
besar perbedaan budaya bila dibandingkan dengan negara maju. Berdasarkan
perubahan tren pasar di negara berkembang dapat disimpulkan bahwa membeli
impuls dapat berubah menjadi penelitian yang berkembang dan bisa dilihat di
berbagai bentuk ritel.
Berdasarkan Nandha et al. (2013), pembelian yang tidak terencana (impulse
buying) dapat dikatakan sebagai perilaku pembelian yang unik. Perilaku impulse
buying memiliki empat tipe, yaitu pembelian impulse yang murni (Pure Impulse),
pembelian impulse yang dampak tersugesti (Suggestion Impulse), pembelian
impulse yang telah direncanakan tetapi tidak secara mendetail produknya
(PlannedImpulse) dan pembelian impulse yang berdasarkan ingatan akan
persediaan yang dimiliki (Reminder Impulse)

14

2.2

Hipotesis Penelitian

2.2.1 Pengaruh Store Environment terhadap Emotional State


Menurut Chang et al. 2009, interaksi pembeli dengan store environment
sebuah komponen utama pembelian impulsif. Dengan cara yang sama, store
environment mampu memberikan kesenangan dan merangsang pengunjung toko.
Komponen yang berbeda dari tindakan lingkungan langsung pada kondisi
emosional pembeli. Suasana hati atau emosi seseorang dapat dipengaruhi oleh
desain toko, cuaca, atau faktor yang dirasa peka terhadap konsumen (Nandha et
al., 2013). Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis penelitian ini adalah :
H1 : Store Environment (XI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Emotional State (Y1).
2.2.2 Pengaruh Store Environment terhadap Impulse Buying
Dalam Myriam et al. (2013), menunjukkan bahwa impulse buying dapat
dilakukan oleh eksposisi konsumen di waktu pengalaman belanja ke stimulus
lingkungan. Dalam hal yang sama, Chen dan Tsuifang (2011) menunjukkan
adanya hubungan bermakna antara pembelian impulsif dan teknik pemasaran.
Teknik ini membuat satu lingkungan yang menguntungkan untuk pembelian
impulsif. Beberapa lebih karya terbaru menunjukkan bahwa variabel. suasana
penjualan (suara, tampilan dan bau) adalah stimulan penting yang dapat
menghasilkan keinginan untuk membeli impulsif. Beberapa elemen seperti musik,
cahaya dan layar dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan konsumen.
Tendai dan Crispen (2009), menunjukkan bahwa pembelian impulsif tampaknya

15

dimotivasi oleh visual konfrontasi dengan produk atau rangsangan lingkungan


toko. Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis penelitian ini adalah :
H2 : Store Environment (XI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Impulse Buying (Y2).
2.2.3 Pengaruh Time Pressure terhadap Emotional State
Emosi sering dikaitkan dengan perasaan yang timbul dari dalam diri
seseorang untuk mendorong melakukan suatu hal. Foroughi et al. (2013)
menjelaskan bahwa untuk mengukur emosi yang positif (positive emotion), maka
happy, satisfied, dan pleased yang digunakan. Sementara itu, tekanan waktu
terhadap positive emotion berdampak negatif, karena tekanan waktu yang sedikit
akan membuat konsumen merasakan kesenangan dan kepuasan yang tinggi (Graa
et al., 2012). Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis penelitian ini adalah:
H3 : Time pressure (X2) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap
Emotional State (Yl).
2.2.4 Pengaruh Time Pressure terhadap Impulse Buying
Dalam Hu dan Qin (2014), menyimpulkan dalam proses impulse buying,
salah satu faktornya adalah keputusan pembelian yang diambil dalam waktu yang
terbatas. Dengan adanya peningkatan tekanan waktu, maka dapat merubah
tingkah laku konsumen dalam melakukan pembelian.
Wu dan Huan (2010), menunjukkan bahwa pengaruh tekanan waktu
terhadap impulse buying signifikan. Hal ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa
tidak ada waktu yang cukup bagi konsumen untuk mengambil banyak hal yang
menjadi pertimbangan. Semakin banyak tekanan waktu konsumen, semakin

16

impulsif perilaku pembelian mereka. Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis


penelitian ini adalah :
H4 : Time pressure (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse
Buying (Y2).
2.2.5 Pengaruh Emotional State sebagai Mediasi terhadap Impulse Buying
Pembelian impulsif didasarkan dan didukung secara teoritis dalam
keadaan emosional untuk pengambilan keputusan konsumen (Tendai dan Crispen,
2009). Pandangan ini mendalilkan bahwa konsumen cenderung mengasosiasikan
beberapa perasaan yang sangat melibatkan emosi atau seperti suka cita, cinta, rasa
takut, dan harapan yang dikaitkan dengan kegiatan pembelian. Daripada berhati hati mencari, berunding, dan mengevaluasi sebelum membeli, sebagian konsumen
melakukan pembelian berdasarkan dorongan dan keisengan karena mereka
didorong secara emosional. Ada penelitian sebelumnya yang lebih awal
menyimpulkan bahwa selain toko memiliki penawaran produk yang berbeda atau
strategi harga, toko dapat membedakan toko mereka dengan membangun
hubungan antara suasana toko dan keadaan emosional konsumen. Semua ini
menunjukkan, bahwa pembelian impulsive mungkin sebagian besar menjadi
perilaku pembelian sadar yang didorong oleh kekuatan afektif di luar kendali
individu seperti emosi (Lee dan Yi, 2008). Berdasarkan uraian di atas, maka
hipotesis penelitian ini adalah :
H5 : Emotional State (Yl) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse
Buying (Y2).

17

2.2.6 Peran Emotional State dalam Memediasi Pengaruh Store Environment


Terhadap Impulse Buying
Peningkatan stimulus lingkungan toko yang teraktualisasi dalam hal
penataan lingkungan toko dan stimulus yang diberikan berupa musik, aroma,
warna, dan ketersediaan produk dapat merangsang emosi positif konsumen,
sehingga dapat memicu terjadinya pembelian impulsif (Jondry, 2012). Sinaga et al.
(2012), menyimpulkan hal yang serupa bahwa kondisi emosional konsumen yang
disebabkan oleh store environment tampaknya menjadi alasan kuat mengapa
konsumen menghabiskan waktu ekstra di toko-toko tertentu, dan menghabiskan
uang lebih dari awalnya dimaksudkan. Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis
penelitian ini adalah :
H6 : Emotional State (Y1) secara signifikan memediasi pengaruh Store
Environment (X1) terhadap Impulse Buying (Y2).
2.2.7 Peran Emotional State dalam Memediasi Pengaruh Time Pressure
Terhadap Impulse Buying
Menurut model Mehrabian & Rusell dalam Nandha et al. (2013) dan Graa
et al. (2012), menjelaskan peran emotional state dalam memediasi time pressure
dan impulse buying. Time Pressure yang dirasakan seorang konsumen memainkan
peran sebagai pengaruh emosi dalam melakukan aktivitas pembelian. Emosi yang
dirasakan akibat dari tekanan waktu akan berpengaruh terhadap pembelian
impulsif. Maka dari itu, dimensi emosi dikatakan sebagai mediator yang layak
antara tekanan waktu dan pembelian impulsif. Berdasarkan uraian di atas, maka
hipotesis penelitian ini adalah :
H7 : Emotional State (Y1) secara signifikan memediasi pengaruh Time
Pressure (X2) terhadap Impulse Buying (Y2).

18

2.3

Model Penelitian
Berdasarkan rumusan hipotesis penelitian tersebut, diperoleh bentuk model

penelitian pada penelitian ini yang disajikan pada Gambar 2.1.


Gambar 2.1. Model Penelitian

Store Environment
(X1)

H2

H1

Emotional State
(Y1)

H3

H4

Time Pressure
(X2)

Sumber : Hipotesis Penelitian, 2014

19

H5

Impulse Buying
(Y2)

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1

Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode asosiatif. Penelitian asosiatif menurut

Sugiyono (2010:55) adalah dugaan tentang adanya hubungan antar variabel dalam
populasi yang diuji. Berdasarkan pengertian tersebut, maka hubungan yang diteliti
adalah pengaruh variabel Store Environment dan Time Pressure terhadap Impulse
Buying yang dimediasi Emotional State pada Tiara Dewata Denpasar.

3.2

Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di Super Market Tiara Dewata Denpasar

karena Tiara Dewata merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang paling
terkenal, ramai, dan tertua di Kota Denpasar

3.3

Obyek Penelitian
Hal hal yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah pengaruh store

environment terhadap emotional state, pengaruh store environment terhadap


impulse buying, pengaruh time pressure terhadap emotional state, pengaruh time
pressure terhadap impulse buying, pengaruh emotional state terhadap impulse
buying dan peran emotional state sebagai mediasi.

3.4

Identifikasi Variabel
Penelitian

ini

bertujuan

untuk

mengidentifikasi

pengaruh

store

environment dan time pressure terhadap perilaku impulse buying dimana


emotional state merupakan variabel mediasi dalam hubungan ini. Berdasarkan
pokok permasalahan dan hipotesis yang diajukan, variabel-variabel dalam analisis
ini dapat diidentifikasi secara garis besar sebagai berikut :
1)

Variabel eksogen (X)


Variabel eksogen menurut (Sugiyono, 2012:59) yaitu variabel yang

mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan timbulnya variable terikat. Variabel


eksogen dalam penelitian ini adalah :
(1) Store Environment yang dinotasikan dengan X1
(2) Time Pressure yang dinotasikan dengan X2
2)

Variabel endogen (Y)


Variabel endogen yaitu variable yang dipengaruhi atau menjadi akibat,

karena adanya variable bebas (Sugiyono, 2012:59). Variabel endogen dalam


penelitian ini adalah:
(1) Emotional State yang dinotasikan dengan Y1
(2) Impulse Buying yang dinotasikan dengan Y2

3.5

Definisi Operasional Variabel


Berdasarkan penelitian ini, maka definisi operasional variabel dapat

dijabarkan sebagai berikut :


1)

Store Environment (X1)

Store environment adalah agregat elemen yang menentukan gaya kerangka


materi dari lokasi dan menciptakan suasana khusus untuk konsumen. Berdasarkan
penelitian yang dilakukan oleh Kumar (2010), indikator store environment yang
dianalisis dalam penelitian ini adalah :
(1) Saat melakukan pembelanjaan, konsumen merasakan kehadiran
karyawan dalam membantu aktivitas belanja (X1.1) sebagai komponen
sosial dalam lingkungan Super Market Tiara Dewata.
(2) Saat melakukan pembelanjaan, konsumen merasakan rangsangan yang
mewakili unsur-unsur visual dari ruang (misalnya, tata letak, warna,
elemen arsitektur) (X1.2) sebagai komponen desain toko atau fisik
dalam lingkungan Super Market Tiara Dewata.
(3) Saat melakukan pembelanjaan, konsumen merasakan stimulus yang
mengacu pada unsur-unsur non-visual (misalnya, suhu, musik, dan
pencahayaan) (X1.3) sebagai komponen ambient dalam lingkungan
Super Market Tiara Dewata.
2)

Time Pressure (X2)


Time pressure merupakan ketersediaan waktu untuk pembelanja untuk

melakukan tindakan membeli. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh


Tafesse dan Korneliussen (2012), indikator yang akan digunakan untuk mengukur
tekanan waktu, sebagai berikut:
(1) Saat melakukan pembelanjaan, konsumen memiliki keterbatasan
alokasi waktu saat melakukan pembelanjaan di Super Market Tiara
Dewata (X2.1).

(2) Saat melakukan pembelanjaan, konsumen merasa terburu buru dalam


melakukan pembelanjaan di Super Market Tiara Dewata (X2.2).
(3) Saat

melakukan

pembelanjaan,

konsumen

merasa

melakukan

pembelanjaan yang lebih cepat dari biasanya saat di Super Market Tiara
Dewata (X2.3).
3)

Emotional State (Y1)


Emotional state merupakan salah satu aspek penting yang

perlu

dipertimbangkan dalam mempengaruhi konsumen maupun calon konsumen


karena dapat mendorong konsumen melakukan pembelian. Berdasarkan penelitian
yang dilakukan oleh Foroughi et al. (2013) dan Rachmawati (2009), indikator
emotional state yang dianalisis dalam penelitian ini adalah :
(1) Saat melakukan pembelanjaan di Super Market Tiara Dewata,
konsumen merasakan perasaan senang (Y1.1).
(2) Saat melakukan pembelanjaan di Super Market Tiara Dewata,
konsumen merasakan perasaan puas (Y1.2).
(3) Saat melakukan pembelanjaan di Super Market Tiara Dewata,
konsumen merasakan perasaan bangga (Y1.3).
4)

Impulse Buying (Y2)


Impulse buying adalah keputusan yang tidak direncanakan untuk membeli

produk atau jasa, yang dibuat sebelum pembelian. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan oleh Yistiani et al. (2012), indikator impulsive buying yang dianalisis
dalam penelitian ini adalah :

(1) Saat melakukan pembelanjaan di Super Market Tiara Dewata,


konsumen melakukan pembelian dengan spontan pada Super Market
Tiara Dewata (Y2.1).
(2) Saat melakukan pembelanjaan di Super Market Tiara Dewata,
konsumen melakukan pembelian tanpa berpikir akibat pada Super
Market Tiara Dewata (Y2.2).
(3) Saat melakukan pembelanjaan di Super Market Tiara Dewata,
konsumen melakukan pembelian terburu-buru pada Super Market Tiara
Dewata (Y2.3).
(4) Saat melakukan pembelanjaan di Super Market Tiara Dewata,
konsumen melakukan pembelian dipengaruhi keadaan emosional pada
Super Market Tiara Dewata (Y2.4).

3.6

Jenis dan Sumber Data

3.6.1 Jenis Data


Berdasarkan sifatnya, jenis data yang digunakan dalam penelitian ini
dikategorikan ke dalam data kualitatif dan data kuantitatif yang dapat dijelaskan
sebagai berikut:
1)

Data Kuantitatif (Sugiyono, 2010:14) adalah data yang dinyatakan dalam


bentuk angka. Yang termasuk data kuantitatif dalam penelitian ini adalah
data hasil kuesioner yang telah diberi angka dan pada masing-masing
jawaban yang diperoleh dari penyebaran kuesioner.

2)

Data Kualitatif (Sugiyono, 2010:15) adalah data yang tidak dinyatakan


dalam bentuk angka, seperti lokasi penelitian, dan karakteristik responden
(nama, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan).

3.6.2 Sumber Data


Berdasarkan sumbernya (Sugiyono, 2010:193), data yang dipergunakan
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1)

Data Primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya
dimana dicatat untuk pertama kalinya dan masih perlu diolah lebih lanjut
agar bisa memberi hasil bagi penelitian. Data primer dalam penelitian ini
diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang telah
sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

2)

Data Sekunder yaitu data yang diperoleh dan dihimpun oleh pihak lain dan
perlu diolah kembali. Data sekunder dalam penelitian ini adalah hasil
penelitian terlebih dahulu dan web.

3.7

Populasi dan Sampel

3.7.1 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subyek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang telah diterapkan oleh
peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010:116).
Dalam penelitian ini, populasi dimaksudkan adalah seluruh konsumen yang telah
melakukan pembelanjaan di Super Market Tiara Dewata Denpasar.

3.7.2 Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut (Sugiyono, 2010:115). Cooper dan Schnider dalam Kuncoro
(2003:109) mengemukakan penentuan sampel dengan mempertimbangkan (1)
harus besar agar dapat mewakili populasi; (2) harus mengandung hubungan
proporsional terhadap ukuran populasi. Bila populasi besar dan tidak mungkin
mempelajari semua yang ada dalam populasi, misalnya karena keterbatasan dana,
tenaga dan waktu maka dapat digunakan sampel yang diambil dari populasi
tersebut.
Berikutnya adalah pemilihan tehnik sampling, yaitu merupakan upaya
penelitian

untuk
yang

mendapatkan

sampel yang

representatif

dapat menggambarkan populasi. Pengambilan sampel akan

dilakukan dengan teknik purposive sampling yang bertujuan untuk memilih


responden yang terseleksi oleh peneliti sesuai dengan kriteria yang sudah
ditetapkan. Kriteria sampel pada penelitian ini adalah responden yang memiliki
tingkat

pendidikan

minimal Sekolah Menengah Atas/ Sederajat. Dipilihnya

responden yang memiliki tingkat pendidikan


Menengah Atas/

Sederajat

minimal

Sekolah

karena dengan karakterstik ini ini

responden dianggap mampu memahami dan menjawab pertanyaan pada kuesioner


secara objektif.

3.7.3 Ukuran Sampel


Sugiyono (2010:130) memberikan saran untuk pengambilan sampel
penelitian apabila jumlah populasi tidak diketahui secara pasti yaitu: ukuran

sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500. Lebih
lanjut menurut Ferdinand (2002:75) adalah ukuran sampel yang representatif
antara 100-200 sampel atau tergantung pada jumlah parameter yang digunakan
dalam seluruh variabel laten, yaitu jumlah parameter dikalikan 5 sampai 10.
Dalam penelitian ini jumlah indikator adalah sebanyak 13 indikator, sehingga
sampel yang digunakan adalah sebanyak 130 responden.

3.8

Metode Pengumpulan Data


Data dalam penelitian ini dikumpulkan dari jawaban atas kuesioner yang

dibagikan kepada responden dengan kriterianya telah ditetapkan sebelumnya.


Kuesioner yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara membuat daftar
pertanyaan tertulis untuk kemudian dibagikan kepada responden dengan beberapa
alternatif jawaban yang telah disediakan (Sugiyono, 2010:132). Jenis kuesioner
yang digunakan adalah kuesioner dengan daftar pernyataan tertutup, artinya
responden hanya bisa menjawab satu atau beberapa pilihan jawaban yang telah
disiapkan oleh peneliti. Untuk mendapatkan responden sesuai dengan kriteria
yang telah ditetapkan maka terlebih dahulu diberikan screening quetions. Pertama,
jika calon responden memiliki tingkat pendidikan minimal Sekolah Menengah
Atas/Sederajat, maka wawancara dilanjutkan, namun jika calon responden
memiliki tingkat pendidikan dibawah Sekolah Menengah Atas/ Sederajat, maka
wawancara selesai. Kedua, jika calon responden pernah melakukan pembelian
tidak terencana maka wawancara dilanjutkan, dan membagikan kuesioner

selanjutnya. Kuesioner disebarkan di Super Market Tiara dewata hingga mencapai


ukuran sampel yang ditetapkan.

3.9

Skala Pengukuran Data


Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini diukur dengan

menggunakan skala Likert dengan lima tingkatan. Dalam hal ini menggunakan
asumsi bahwa skala Likert menghasilkan pengukuran variabel dalam skala
interval. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi
seseorang atau sekelompok orang tentang skala sosial di mana jawaban setiap
pertanyaan memiliki sejumlah kategori yang berturut-turut dari yang paling positif
sampai yang paling negatif. Pada skala Likert kemungkinan jawaban tidak hanya
sekedar setuju dan tidak setuju atau jenis jawaban lain yang hanya memiliki dua
alternatif melainkan dibuat dengan lebih banyak jawaban.
Alasan lain pemilihan skala Likert dengan lima tingkatan ini antara lain:
kesesuaian dengan berbagai penelitian sebelumnya, memperbesar variasi jawaban
bila dibandingkan empat skala, dan agar terlihat kecenderungan pemilihan
responden terhadap variabel. Masing-masing alternatif jawaban pada variabel
diberi skor numerik :
1) Sangat setuju diberi skor (5)
2) Setuju diberi skor (4)
3) Netral diberi skor (3)
4) Tidak setuju diberi skor (2)
5) Sangat tidak setuju diberi skor (1)

3.10

Pengujian Instrumen

3.10.1 Uji Validitas


Instrumen yang valid menurut (Sugiyono, 2010:172) adalah instrumen
yang dapat digunakan untuk mengukur apa yang harusnya diukur. Dengan
menggunakan instrumen yang valid dalam pengumpulan data, maka diharapkan
hasil penelitian akan menjadi valid. Sugiyono (2010 : 178) menyatakan bahwa
validitas dapat dilakukan dengan mengkorelasikan antara skor faktor dengan skor
total dan bila korelasi tiap faktor tersebut bernilai positif (r > 0,3), maka instrumen
penelitian tersebut dapat dikatakan valid.

3.10.2 Uji Reliabilitas


Setelah dilakukan uji validitas, maka dilakukan uji reliabilitas. Instrumen
yang reliabel menurut (Sugiyono, 2010:171) adalah instrumen yang digunakan
beberapa kali dan tetap ada kesamaan data waktu yang berbeda. Dengan
menggunakan instrumen reliabel dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil
penelitian ini akan menjadi reliabel. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui
adanya konsistensi alat ukur dalam penggunaannya. Instrumen dikatakan reliabel
untuk mengukur variabel bila memiliki nilai cronbach alpha > 0,60.

3.11

Teknik Analisis Data

3.11.1 Strucutral Equation Modelling


Sugiyono (2010:71) SEM adalah metode statistik yang digunakan untuk
menguji hipotesis yang terstruktur. Prosedur SEM mempunyai dua hal penting :

1) Hubungan kausal yang terjadi merupakan hubungan struktural yang


berseri dengan menggunakan persamaan regresi.
2) Hubungan kausal dapat disusun dalam model berupa gambar sehingga
mudah dipahami.
Menurut

Ferdinand

(2002:51)

pada

prosedur

pengumpulan

dan

pengolahan data yang dianalisis menggunakan pemodelan SEM, ada beberapa


asumsi yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut :
1) Ukuran sampel
Ukuran sampel yang harus dipenuhi sekitar 100 sampai dengan 200
sampel.
2) Normalitas dan linieritas
Uji normalitas ini perlu dilakukan baik untuk normalitas terhadap data
tunggal maupun normalitas multivariate, di mana beberapa variabel
digunakan sekaligus dalam analisis akhir. Uji linieritas dapat dilakukan
dengan mengamati scatterplots dari data yaitu dengan memilih
pasangan data dan dilihat pola penyebarannya untuk menduga ada
tidaknya linieritas.
3) Outliers
Merupakan observasi yang muncul dengan nilai nilai ekstrim baik
secara univariat maupun multivariate yaitu yang muncul karena
kombinasi karakteristik yang dimilikinya dan terlihat sangat jauh
berbeda dari observasi lainnya.
4) Multikolinieritas dan singularitas

Multikolinieritas dapat dideteksi dari determinan matriks kovarians.


Nilai determinan matriks kovarians yang sangat kecil memberi indikasi
adanya problem multikolinieritas atau singularitas.
Santoso (2007:13) menjelaskan langkah-langkah dalam teknik analisis
SEM, antara lain :
1) Membuat Model SEM
Model SEM yang dibuat yaitu model yang berdasarkan konsep teoritis
(1) Variabel

Store

Environment (XI) berpengaruh positif dan

signifikan terhadap variabel Emotional State (Y1).


(2) Variabel

Store

Environment (XI) berpengaruh positif dan

signifikan terhadap variabel Impulse Buying (Y2).


(3) Variabel Time pressure (X2) berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap variabel Emotional State (Yl).
(4) Variabel Time pressure (X2) berpengaruh positif dan signifikan
terhadap variabel Impulse Buying (Y2).
(5) Variabel Emotional State (Yl) sebagai mediasi berpengaruh positif
dan signifikan terhadap variabel Impulse Buying (Y2).
Hubungan-hubungan antar variabel tersebut juga dapat dinyatakan
dalam bentuk diagram jalur sebagai berikut.

e.1

e.2
e.3

X1.1

X1.2

X1.3

Store
En viron ment (X1)

d.1
d.2
e.7

e.8

e.4
e.5
e.6

X2.1
X2.2

e.9

Y2.1

e.10

Y1.1

Y1.2

Em otiona l State
(Y1)

Im pulse Buying
(Y2)

Y2.2
Y2.3

e.11
e.12

Y1.3

Time P ressure
(X2)

Y2.4

e.13

X2.3

2) Menyimpan Desain Pembelian dan Pengumpulan Data


Model yang telah dibuat serta belum diuji, akan dilakukan pengujian
asumsi-asumsi yang harus dipenuhi dalm teknik analisis SEM.
3) Identifikasi Model
Model yang telah dibuat serta desainnya telah ditentukan, selanjutnya
akan dilakukan uji identifikasi yang menjawab pertanyaan apakah
model tersebut dapat dianalisis lebih lanjut. Dalam tahap ini,
perhitungan besarnya degree of freedom menjadi bagian penting.
4) Menguji Model
Tahap selanjutnya adalah dengan menguji model pengukuran dengan
Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan menguji model structural
dengan alat Multiple Regression Analysis. Pengujian model pengukuran
bertujuan untuk mendapatkan hasil keeratan antara indikator dengan

konstruknya. Jika hasilnya valid, akan dilanjutkan dengan pengujian


model structural untuk memperoleh sejumlah korelasi antar konstruk.
5) Evaluasi Kriteria Goodness of Fit
Langkah ini adalah untuk menilai apakah data yang akan diolah
memenuhi asumsi model persamaan struktural. Kriteria Goodness of Fit
disajikan pada tabel berikut.
Tabel 3.1 Kriteria Goodness of Fit
Goodness of Fit Index
Chi Square
Significance Probability
GFI
CMIN/DF
TLI
CFI
RMSEA
AGFI
Sumber : Santoso, 2007

Cut off Value


> 157,61
> 0,05
0,90
2,00
0,95
0,95
< 0,08
0,90

Jika asumsi SEM telah terpenuhi, tahap selanjutnya adalah memeriksa


ada atau tidaknya offending estimate yaitu koefisien baik dalam model
struktural maupun model pengukuran yang nilainya di atas batas yang
diterima. Ketika tidak ada offending estimate dalam model, maka dapat
dilanjutkan dengan melakukan penilaian model goodness of fit yang
mengukur kesesuaian input observasi sesungguhnya.
6) Interpretasi dan Modifikasi Model
Model yang sudah diterima selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk
melakukan modifikasi model untuk memperbaiki penjelasan teoritis
atau goodness of fit. Jika model dimodifikasi, maka model tersebut

harus mengalami proses cross validated (diestimasi dengan data


terpisah) sebelum model modifikasi diterima. Pengukuran model
tersebut dapat dilakukan dengan modification indices sama dengan
terjadinya penurunan Chi-Square jika koefisien diestimasi. Nilai 3,84
menunjukkan telah terjadi penurunan Chi-Square secara signifikan.

3.11.2 Uji Sobel


Peran emotional state sebagai variabel mediasi diuji dengan menggunakan
uji Sobel yang didahului oleh analisis Baron dan Kenny (1986). Ada empat
langkah yang digunakan :
1) Buktikan bahwa variabel independen memiliki hubungan dengan
variabel dependen. Gunakan Y sebagai variabel terikat dan X sebagai
prediktor dalam persamaan regresi. Pada langkah ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan yang mungkin dimediasi.
2) Buktikan bahwa variabel independen memiliki hubungan dengan
variabel mediator. Gunakan M sebagai variabel terikat dan X sebagai
prediktor dalam persamaan regresi. Pada langkah ini bertujuan untuk
melibatkan variabel mediator seolah-olah merupakan variabel dependen.
3) Buktikan

bahwa

variabel

mediator

dan

variabel

independen

mempengaruhi variabel dependen. Gunakan Y sebagai variabel


dependen serta X dan M sebagaiprediktor. Tidak cukup hanya dengan
menghitung hubungan dari variabel mediator dengan variabel dependen
karena hasilnya mungkin berkorelasi karena keduanya berasal dari

variabel independen yang sama. Dengan demikian variabel independen


harus dikontrol untuk menciptakan pengaruh dari variabel mediator
terhadap variabel dependen.
4) Menciptakan M telah memediasi hubungan antara X dengan Y,
pengaruh X terhadap Y secara langsung tanpa melalui variabel mediator
bernilai 0.
Jika keempat langkah tersebut dapat dilakukan, maka dapat disimpulkan
bahwa M secara penuh memediasi hubungan antara X dan Y. Jika ketiga langkah
awal dapat dilakukan namun langkah keempat tidak dapat dilakukan, maka dapat
dijelaskan bahwa M memediasi hubungan antara X dan Y secara parsial. Uji
mediasi dilakukan dengan Uji Sobel dirumuskan sebagai berikut:
Z=

ab
2

b sa a2sb
2
2
sa sb
2

. (1)

Apabila nilai kalkulasi Z lebih besar dari 1,96 (tingkat kepercayaan 95%),
maka variabel mediator dinilai secara signifikan memediasi hubungan antara
variabel terikat dengan variabel bebas. Sedangkan untuk angka signifikansinya
dapat dihitung dengan formula sebagai berikut:
Sig = ((1- NORMDIST (Z)) *2) (2)
Jika hasil penghitungan angka signifikansi lebih kecil dari = 0,05 maka
variabel mediator secara signifikan telah memediasi hubungan antara variabel
terikat dengan variabel bebas.

BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

4.1

Gambaran Umum Perusahaan


Berdasarkan www.grouptiara.com, Tiara Dewata Supermarket didirikan

pada tanggal 17 Juni 1985 dengan nama PT Karya Luhur Permai dan mulai resmi
beroperasi tanggal 25 Maret 1986. Berlokasi di Jalan Mayjen Sutoyo no.55
Denpasar

yang

sebelumnya

dikenal

dengan

nama

gedung

Balai

Prajurit Gelanggang Remaja Udayana yang oleh masyarakat kota Denpasar


dinamakan Indra Loka. Sesuai dengan latar belakang pendirian suatu usaha Arena
Hiburan dan Pasar Swalayan maka misi utama perusahaan adalah bagaimana bisa
menyediakan segala kebutuhan masyarakat yang tidak terbatas pada keperluan
dapur saja, dengan harga yang pantas dan pelayanan terbaik.
Kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap perusahaan dan
semakin beragamnya permintaan masyarakat atas usaha eceran, mendorong
Manajemen untuk membuka outlet-outlet baru seperti Tiara Grosir yang berlokasi
di Jl.HOS Cokroaminoto no.16, Denpasar, yang diresmikan oleh Bapak Gubernur
Bali Prof.Dr.I.B. Oka pada tanggal 3 Agustus 1995, outlet berikutnya yang
diresmikan beroperasi pada tanggal 12 November 1995 oleh Direktur Utama,
Bapak Iskak S.Tegoeh MBA, dengan nama Tiara Monang Maning yang berlokasi
di Jl.Batukaru no.100Z Denpasar dan outlet yang keempat adalah Tiara Gatzu
yang bertempat di Jl. Gatot Subroto Barat no 567 Badung.

Outlet-outlet tersebut berada dalam satu naungan manajemen Grup Tiara


Dewata yang mana menyebabkan manajemen beserta staff dan segenap karyawan
bertekad untuk lebih menyempurnakan sistem kerja dan meningkatkan pelayanan
yang lebih efektif dan efisien. Segenap karyawan hendaknya bertanggungjawab
sepenuhnya untuk menjaga, mempertahankan serta mengemban kepercayaan
masyarakat tersebut.
Misi dari Grup Tiara adalah kepuasan pelanggan, kepuasan karyawan,
kepuasan para pemilik (pemegang saham), kepuasan masyarakat sekitar / umum,
dan kepuasan pemerintah dengan menunjang program pembangunan.

4.2

Karakteristik Responden
Data

karakterisitik

responden

merupakan

data

responden

yang

dikumpulkan untuk mengetahui profil responden. Responden dalam penelitian ini


adalah konsumen Super Market Tiara Dewata Denpasar, sampel yang diambil
dengan teknik purposive sampling berjumlah 130 orang. Penilaian responden
terhadap kuesioner akan banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, oleh karena itu
akan lebih baik disertakan data latar belakang responden untuk lebih memahami
penilaian yang dihasilkan. Karakteristik responden yang dibahas pada penelitian
ini meliputi jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan tingkat
pendapatan, dimana hasil rangkumannya dapat dilihat pada tabel 4.1 pada
halaman berikutnya.

Tabel 4.1 Karakteristik Responden Konsumen Tiara Dewata


No.

Kriteria

Klasifikasi

Jenis Kelamin

Perempuan
Laki - laki

TOTAL

Umur (tahun)

17 - 24
25 - 34
35 - 44
45 - 54
55

TOTAL
3

Pendidikan

SMA/Sederajat
PT/Akademi
Diploma

TOTAL
4

Pekerjaan

Siswa
PNS
Swasta
Wiraswasta

TOTAL
5

Pendapatan
(Juta Rupiah)

TOTAL
Sumber : data primer, 2014

2 ke bawah
2,5 3,5
4-5
>5

Jumlah
(Orang)
(Persentase)
96
73,85
34
26,15
130
100
11
8,46
34
26,15
37
28,46
29
22,31
19
14,62
130
100
29
22,31
76
58,46
25
19,23
130
100
11
8,46
43
33,08
48
36,92
28
21,54
130
100
14
10,77
26
20,00
57
43,85
33
25,38
130
100

Tabel 4.1 menunjukkan jumlah responden berdasarkan jenis kelamin


didominasi oleh responden perempuan sebanyak 96 orang (73,85%), sedangkan
responden laki laki sebanyak 34 orang (26,15%). Berdasarkan kriteria kedua,
diketahui bahwa responden memiliki umur berkisar antara 17 24 tahun sebanyak
11 orang (8,46%), diikuti usia 25 34 tahun sebanyak 34 orang (26,15%), usia 35

44 tahun sebanyak 37 orang (28,46%), usia 45 - 54 tahun sebanyak 29 orang


(22,31%), dan usia 55 sebanyak 19 orang (14,62%).
Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 130 orang responden dalam
kriteria pendidikan, didominasi oleh perguruan tinggi atau akademi dengan
presentase 58,46%, kemudian diikuti dengan SMA atau sederajat

dengan

presentase 22,31%, dan terakhir diploma dengan presentase sebesar 19,23%. Pada
kriteria pekerjaan, responden yang tergolong siswa memiliki presentase sebesar
8,46%, lalu PNS sebesar 33,08%, pegawai swasta sebesar 36,92%, dan kemudian
wiraswasta sebesar 21,54%.
Dari data di atas juga dapat diketahui, bahwa responden yang memiliki
pendapatan kisaran Rp 2.000.000,- ke bawah berjumlah 14 orang (10,77%),
kemudian untuk pendapatan Rp 2.500.000,- - Rp 3.500.000,- berjumlah 26 orang
(20,00%), pendapatan Rp 4.000.000,- - Rp 5.000.000,- berjumlah 57 orang
(43,85%), dan pendapatan di atas Rp 5.000.000,- berjumlah 33 orang (25,38%).

4.3

Deskripsi Variabel Penelitian


Menurut Suharso (2010:21), untuk mendeskripsikan penilaian responden

mengenai variabel variabel dalam penelitian perlu dilakukan konversi, dimana


jawaban responden digolongkan ke dalam beberapa skala pengukuran dengan
kriteria tertentu. Adapun kriteria pengukurannya, yaitu :
1) 1,00 1,80 = sangat buruk
2) 1,81 2,60 = buruk
3) 2,61 3,40 = netral

4) 3,41 4,20 = baik


5) 4,21 5,00 = sangat baik
4.3.1 Store Environment
Berdasarkan angka yang ditunjukkan pada Tabel 4.2, dapat diketahui
penilaian responden terhadap variabel store environment secara keseluruhan, yaitu
dengan menjumlahkan rata- rata setiap indikator dibagi dengan jumlah indikator.
Penilaian responden terhadap variabel store environment yaitu sebesar 3,98,
berarti mengatakan setuju dalam penilaian ini. Hal ini berarti responden secara
umum menilai store environment pada Tiara Dewata tergolong baik.
Tabel 4.2 Penilaian Responden pada Store Environment
Variabel

Klasifikasi Jawaban (%)

Total

RataRata

(STS)

(TS)

(N)

(S)

(SS)

Saya merasakan kehadiran


karyawan dalam membantu
aktivitas belanja

10

30

48

42

512

3,94

Saya merasakan rangsangan


yang mewakili unsur-unsur
visual dari ruang (misalnya,
tata letak, warna, elemen
arsitektur)

34

45

47

525

4,04

Saya merasakan stimulus


yang mengacu pada unsurunsur non-visual (misalnya,
suhu, musik, dan
pencahayaan)

27

58

37

514

3,95

Store Environment

Rata - Rata
Sumber : Lampiran 2

Skor

Skor

3,98

4.3.2 Time Pressure


Berdasarkan angka yang ditunjukkan pada Tabel 4.3, dapat diketahui
penilaian responden terhadap variabel time pressure secara keseluruhan, yaitu
dengan menjumlahkan rata- rata setiap indikator dibagi dengan jumlah indikator.
Penilaian responden terhadap variabel time pressure yaitu sebesar 2,67, berarti
mengatakan netral dalam penilaian ini. Hal ini berarti responden secara umum
merasakan time pressure (tekanan waktu) yang netral pada Tiara Dewata.
Tabel 4.3 Penilaian Responden pada Time Pressure
Variabel

Klasifikasi Jawaban (%)

Total

RataRata

(STS)

(TS)

(N)

(S)

(SS)

Saya memiliki keterbatasan


alokasi waktu saat
melakukan pembelanjaan

17

53

36

15

336

2,58

Saya merasa terburu buru


dalam melakukan
pembelanjaan

10

53

45

11

11

350

2,69

Saya merasa melakukan


pembelanjaan yang lebih
cepat dari biasanya

11

54

35

16

14

358

2,75

Time Pressure

Rata - Rata

Skor

Skor

2,67

Sumber : Lampiran 2
4.3.3 Emotional State
Berdasarkan angka yang ditunjukkan pada Tabel 4.4, dapat diketahui
penilaian responden terhadap variabel emotional state secara keseluruhan, yaitu
dengan menjumlahkan rata- rata setiap indikator dibagi dengan jumlah indikator.
Penilaian responden terhadap variabel emotional state yaitu sebesar 4,12, berarti

responden secara keseluruhan mengatakan setuju dalam penilaian ini. Hal ini
berarti responden secara umum merasakan emotional state (suasana hati) yang
baik di Tiara Dewata.
Tabel 4.4 Penilaian Responden pada Emotional State
Variabel

Klasifikasi Jawaban (%)

Total

RataRata

(STS)

(TS)

(N)

(S)

(SS)

Saya merasakan perasaan


senang

19

59

49

544

4,18

Saya merasakan perasaan


puas

23

55

50

543

4,18

Saya merasakan perasaan


bangga

30

60

37

521

4,01

Emotional State

Rata - Rata

Skor

Skor

4,12

Sumber : Lampiran 2
4.3.4 Impulse Buying
Berdasarkan angka yang ditunjukkan pada Tabel 4.5, dapat diketahui
penilaian responden terhadap variabel impulse buying secara keseluruhan, yaitu
dengan menjumlahkan rata- rata setiap indikator dibagi dengan jumlah indikator.
Penilaian responden terhadap variabel impulse buying yaitu sebesar 4,12, berarti
mengatakan setuju dalam penilaian ini. Hal ini berarti responden secara umum
melakukan pembelian impulsif dengan baik di Tiara Dewata.

Tabel 4.5 Penilaian Responden pada Impulse Buying


Klasifikasi Jawaban (%)

Variabel

Total

RataRata

(STS)

(TS)

(N)

(S)

(SS)

Saya membeli dengan


spontan

14

75

38

538

4,14

Saya membeli tanpa


berpikir akibat

30

51

41

515

3,96

Saya membeli dengan


terburu-buru

18

61

47

541

4,16

Saya membeli dengan


dipengaruhi keadaan
emosional

18

64

47

547

4,21

Impulse Buying

Rata - Rata

Skor

Skor

4,12

Sumber : Lampiran 2

4.4.

Analisis Data

4.4.1 Uji Validitas Instrumen


Menurut Sugiyono (2010:172), bahwa instrumen yang valid adalah suatu
instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.
Dalam hal ini berarti mengukur sejauh mana ketepatan pertanyaan yang
digunakan dalam kuesioner untuk mengukur variabel yang akan diteliti. Sugiyono
(2010:78) menyatakan bahwa validitas dapat dilakukan dengan mengkorelasikan
antara skor faktor dengan skor total dan bila korelasi tiap faktor tersebut bernilai
positif (r > 0,3), maka instrumen penelitian tersebut dapat dikatakan valid.
Adapun hasil uji validitas instrumen dapat dilihat pada Tabel 4.6.

Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas


Faktor

Store Environment

Time Pressure

Emotional State

Impulse Buying

Variabel

Koefisien Korelasi

Keterangan

X1.1

0,900

Valid

X1.2

0,870

Valid

X1.3

0,871

Valid

X2.1

0,943

Valid

X2.2

0,937

Valid

X2.3

0,966

Valid

Y1.1

0,793

Valid

Y1.2

0,895

Valid

Y1.3

0,917

Valid

Y2.1

0,901

Valid

Y2.2

0,823

Valid

Y2.3

0,911

Valid

Y2.4

0,925

Valid

Sumber : Lampiran 3
Tabel 4.6 menunjukkan bahwa hasil uji validitas dari 13 variabel yang
diteliti menghasilkan korelasi yang terkecil adalah 0,793 dan korelasi terbesar
adalah 0,966 yang berarti memiliki validitas sangat tinggi. Dengan demikian, hasil
uji validitas yang dilakukan dengan kuisioner dalam penelitian ini adalah valid
karena nilai koefisiennya diatas 0,3.

4.4.2 Uji Reliabilitas Instrumen


Teknik yang digunakan untuk menguji reliabilitas butir pernyataan dalam
studi ini adalah metode uji reliabilitas koefisien variant alpha (Sugiyono, 2010)

dengan program SPSS. Standar nilai reliabilitas instrumen memiliki nilai r > 0,6.
Adapun hasil uji reliabilitas instrument dapat dilihat pada Tabel 4.7.
Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas
Faktor

Jumlah Variabel

Alpha Cronbach

Keterangan

Store Environment

0,855

Reliabel

Time Pressure

0,944

Reliabel

Emotional State

0,836

Reliabel

Impulse Buying

0,913

Reliabel

Sumber : Lampiran 4
Tabel 4.7 menunjukkan bahwa hasil perhitungan reliabilitas seluruh
instrument adalah reliabel karena memperoleh koefesien Alpha Cronbach lebih
besar dari 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa pengukuran tersebut dapat
memberikan hasil yang konsisten apabila dilakukan pengukuran kembali terhadap
subyek yang sama.

4.4.3 Analisis Asumsi Model SEM


1)

Evaluasi Normalitas
Syarat yang harus dipenuhi selain kecukupan sampel dalam menggunakan

analisis SEM adalah normalitas data. Pengujian normalitas dilakukan dengan


menggunakan nilai C.R Skewness dan Kurtosis sebaran data dari output SEM.
Penelitian ini menggunakan nilai kritis CR Skewness berdasarkan tingkat
signifikansi 1% yaitu 2.58 (Ferdinand, 2002:96).

Tabel 4.8 Assessment of Normality


Variable

min

max

skew

c.r.

kurtosis

c.r.

x1.3

2.000

5.000

-.496

-2.308

-.400

-.931

y2.4

2.000

5.000

-.444

-2.068

-.390

-.907

y1.3

2.000

5.000

-.306

-1.423

-.593

-1.379

y2.3

2.000

5.000

-.686

-3.195

.094

.219

y1.1

2.000

5.000

-.636

-2.963

-.098

-.228

y1.2

2.000

5.000

-.516

-2.403

-.539

-1.254

y2.2

2.000

5.000

-.450

-2.094

-.641

-1.493

y2.1

2.000

5.000

-.612

-2.849

.684

1.593

x2.3

1.000

5.000

.595

2.768

-.445

-1.036

x2.1

1.000

5.000

.584

2.719

-.205

-.477

x2.2

1.000

5.000

.686

3.191

.098

.227

x1.1

2.000

5.000

-.459

-2.136

-.723

-1.682

x1.2

2.000

5.000

-.361

-1.681

-.936

-2.179

34.741

10.029

Multivariate
Sumber : Lampiran 5

Berdasarkan Tabel 4.8, dapat dilihat bahwa hasil uji normalitas data
terlihat secara univariate, C.R Skewness konstruk keseluruhan mempunyai nilai
C.R = 2.58, yang artinya secara univariate sebaran dianggap normal dan dapat
digunakan untuk estimasi pada analisis selanjutnya. Maka dari itu, asumsi SEM
normalitas data terpenuhi.

2)

Evaluasi Outliers
Studi ini menitikberatkan penanganan data pada Multivariate Outliers

dengan menghilangkan sejumlah data multivariate yang menggunakan kriteria


Jarak Mahalanobis (Mahalanobis Distance Squared) yang dapat meningkatkan
normalitas data, khususnya nilai kurtosis.
Jarak Mahalanobis
tingkat
signifikansi
< 0.001
dengan
menggunakan
chi-square dievaluasi
( ) padapada
derajat
bebas
sebesar pjumlah
variabel
indikator yang digunakan dalam penelitian. Jumlah variabel indikator yang
digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 13 variabel, dengan melihat
angka tabel

(13,0.001), maka didapatkan Jarak Kritis Mahalanobis yaitu

sebesar 34,53.
3)

Evaluasi Multicollinearity dan Singularity


Uji multicollinearity dan singularity dapat dilihat dari nilai determinant of

sample covariance matrix, dimana nilai yang sama dengan 0 menunjukkan adanya
indikasi multicollinearity dan singularity pada data (Ferdinand, 2002: 109). Data
yang digunakan dalam penelitian ini memiliki nilai determinant of sample
covariance matrix sebesar 0,000047, berarti > 0, sehingga dapat disimpulkan
bahwa tidak ada multicollinearity dan singularity dalam data penelitian ini, maka
dari itu asumsi SEM terpenuhi.
4)

Evaluasi Reliability Construct dan Average Variance Extracted (AVE)


Kriteria validitas dan reliabilitas juga dapat dilihat dari nilai reliabilitas

suatu konstruk dan nilai Average Variance Extracted (AVE) dari masing-masing
konstruk. Konstruk dikatakan memiliki reliabilitas yang tinggi jika nilainya 0,70

dan AVE berada diatas 0,50. Pada tabel 4.9 akan disajikan nilai Construct
Reliability dan AVE untuk seluruh konstruk.
Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas Konstruk
Konstruk

Average Variance
Extracted

Construct Reability

Store Environment

0,72

0,886

Time Pressure

0,79

0,920

Emotional State

0,59

0,812

Impulse Buying

0,60

0,912

Sumber : Lampiran 6
Berdasarkan tabel 4.9, dapat disimpulkan bahwa semua konstruk
memenuhi kriteria reliabel. Hal ini ditunjukkan dengan nilai construct reliability
di atas 0,70 dan AVE diatas 0,50 sebagaimana kriteria yang direkomendasikan.
5)

Evaluasi Model
Sebelum menginterpretasi hasil pengujian hipotesis, langkah yang harus

dilakukan adalah mengevaluasi model. Hal ini dilakukan untuk memastikan


bahwa model yang dikonstruksi mempunyai kesesuaian yang baik dengan setting
yang digunakan sebagai obyek amatan melalui data yang diperoleh. Evaluasi
model secara keseluruhan dilakukan melalui kriteria Goodness of Fit. Secara
keseluruhan terdapat tiga jenis ukuran goodness of fit, yaitu Absolute fit indices,
incremental fit indices, dan parsimony fit indices. Hasil analisis struktural dapat
dilihat pada Gambar 4.1.

Gambar 4.1 Structural Model

e1

x1.1

UJI KETEPATAN MODEL


----------------------------Probability =.281
Chi Square =64.829
CMIN/DF =1.099
GFI =.930
TLI =.992
CFI =.994
RMSEA =.028
AGFI =.892

.74
.59

e2

x1.2

e3

x1.3.83

.86
.77
.91

Store
Environment

.42

.18

.39
z2

.52
e7
e8

.33

e9

y1.1

.60

.77

y1.2
y1.3

.65

.58

.72
.81

Emotional
State

.66

Impulse
Buying

.62
.74

.55

y2.2

.81
y2.3

.91

.16

e10

y2.1

y2.4

e11

.65
.84

e12
e13

z1

-.22
.19
.75
e4

x2.1

e5

x2.2

e6

x2.3

.74
.89

.87
.86
.94

Time
Pressure

Sumber : Lampiran 5
Selanjutnya pada

Tabel

4.10,

menunjukkan

bahwa

keseluruhan

pengukuran goodness-of-fit model penelitian sesuai dengan kriteria nilai kritis,


kecuali untuk nilai Adjusted Goodness of Fit Index (AGFI) dalam model ini
adalah 0,882 menunjukkan indikasi marginal. Namun menurut Salisbury et al.

(2001); dan Cheng (2001) merekomendasikan AGFI minimum 0,80. Dengan


demikian, model secara keseluruhan adalah fit dengan data.
Tabel 4.10 Uji Kriteria Goodness of Fit
No

Goodness of Fit
Index
Chi Square

Nilai Kritis

Nilai Model

Kesimpulan

> 157,61

64,829

Fit

> 0,05

0,281

Fit

Significance
Probability
GFI

0,90

0,930

Fit

CMIN/DF

2,00

1,009

Fit

TLI

0,95

0,992

Fit

CFI

0,95

0,994

Fit

RMSEA

< 0,08

0,028

Fit

AGFI

0,90

0,892

Marginal

1
2

Sumber : Lampiran 5
4.5

Pengujian Hipotesis
Tahap selanjutnya adalah analisis terhadap hubungan-hubungan struktural

model (pengujian hipotesis).


Tabel 4.11 Standardized Regression Weights
Pengaruh Langsung
Emotional_State
<--Impulse_Buying
<--Emotional_State
<--Impulse_Buying
<--Impulse_Buying
<--Sumber : Lampiran 5

Store_Environment
Store_Environment
Time_Pressure
Time_Pressure
Emotional_State

Standardized
Estimate
.419
.179
-.219
.186
.656

S.E.

C.R.

.088
.073
.062
.050
.106

3.813
1.991
-2.102
2.238
6.261

***
.046
.036
.024
***

Tabel 4.11 menunjukkan tidak ada nilai critical ratio (CR) yang sama
dengan nol, sehingga hipotesis nol ditolak. Hal ini berarti hubungan kasualitas
pada model penelitian dapat diterima.
4.5.1 Hubungan Store Environment Terhadap Emotional State
Berdasarkan Tabel 4.11, hasil analisis model struktural menunjukkan
terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara store environment dengan
emotional state sebesar 0,419. Dengan demikian, menunjukkan bahwa H1
didukung pada tingkat signifikansi (p < 0,05).
4.5.2 Hubungan Store Environment Terhadap Impulse Buying
Berdasarkan Tabel 4.11, hasil analisis model struktural menunjukkan
terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara store environment dengan
impulse buying sebesar 0,179. Dengan demikian, menunjukkan bahwa H2
didukung pada tingkat signifikansi (p < 0,05).
4.5.3

Hubungan Time Pressure terhadap Emotional State


Berdasarkan Tabel 4.11, hasil analisis model struktural menunjukkan

terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara time pressure dengan
emotional state sebesar 0,219. Dengan demikian, menunjukkan bahwa H3
didukung pada tingkat signifikansi (p < 0,05).
4.5.4

Hubungan Time Pressure terhadap Impulse Buying


Berdasarkan Tabel 4.11, hasil analisis model struktural menunjukkan

terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara time pressure dengan

impulse buying sebesar 0,186. Dengan demikian, menunjukkan bahwa H4


didukung pada tingkat signifikansi (p < 0,05).
4.5.3

Hubungan Emotional State Terhadap Impulse Buying


Berdasarkan Tabel 4.11, hasil analisis model struktural menunjukkan

terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara emotional state dengan
impulse buying sebesar 0,656. Dengan demikian, menunjukkan bahwa H5
didukung pada tingkat signifikansi (p < 0,05).

4.6

Pengujian Hipotesis Untuk Peran Mediasi

4.6.1 Peran Emotional State dalam Memediasi Pengaruh Store Environment


Terhadap Impulse Buying
Pengujian peran mediasi emotional state dilakukan dengan menguji
pengaruh tidak langsung dari hubungan store environment terhadap impulse
buying melalui emotional state. Pengujian dilakukan dengan menggunakan rumus
Sobel. Pada Tabel 4.12, menunjukkan standardized estimate dan standard error
sebagai syarat untuk menghitung peran mediasi menggunakan uji Sobel.
Tabel 4.12 Hasil Standardized Estimate dan Standard Error

Emotional_State

<--- Store_Environment

Impulse_Buying
<--- Emotional_State
Sumber : Lampiran 5

Standardized
Estimate
.419

.088

.656

.106

S.E.

Berdasarkan Tabel 4.12, nilai standardized estimate pengaruh store


environment terhadap emotional state diperoleh sebesar 0,419 dan standard error
sebesar 0,088. Sementara, nilai standardized estimate pengaruh variabel

emotional state terhadap pembelian impulsif sebesar 0,656 dan standard error
sebesar 0,106. Dari hasil tersebut, selanjutnya dilakukan perhitungan dengan
menggunakan rumus Sobel sebagai berikut :
Sab

b 2Sa 2 a 2Sb 2 Sa 2 Sb 2

0,656 * 0,088 2 0,419 2 * 0,106 2 0,088 2 * 0,106 2

= 0,0734
Sehingga Nilai Zab dapat dihitung sebagai berikut :
Zab

e ab
S ab

= 0,419 * 0,656
0,0734
= 3,7447
Sedangkan, nilai signifikansi dapat dihitung sebagai berikut :
Sig = (1- NORMDIST (3,7447))*2
= 0,000
Hasil pengujian menunjukkan bahwa emotional state dapat memediasi
pengaruh store environment terhadap impulse buying secara signifikan. Hal ini
ditunjukkan dengan nilai Zab= 3,7447 > 1,96 dengan tingkat signifikan 0,000 <
0,05. Dengan demikian, H6 didukung.

4.6.2 Peran Emotional State dalam Memediasi Time Pressure Pengaruh


Terhadap Impulse Buying
Pengujian peran mediasi emotional state dilakukan dengan menguji
pengaruh tidak langsung dari hubungan time pressure terhadap impulse buying
melalui emotional state. Pengujian dilakukan dengan menggunakan rumus Sobel.

Pada Tabel 4.13, menunjukkan standardized estimate dan standard error sebagai
syarat untuk menghitung peran mediasi menggunakan uji Sobel.
Tabel 4.13 Hasil Estimate dan Standard Error

Emotional_State

<--- Time_Pressure

Impulse_Buying
<--- Emotional_State
Sumber : Lampiran 5

Standardized
Estimate
-.219

.062

.656

.106

S.E.

Berdasarkan Tabel 4.13, nilai standardized estimate pengaruh time


pressure terhadap emotional state diperoleh sebesar -0,219 dan standard error
sebesar 0,062. Untuk nilai standardized estimate pengaruh variabel emotional
state terhadap impulse buying sebesar 0,656 dan standard error sebesar 0,106.
Dari hasil tersebut, selanjutnya dilakukan perhitungan dengan menggunakan
rumus Sobel sebagai berikut :
Sab

b 2Sa 2 a 2Sb 2 Sa 2 Sb 2

0,656 * 0,062 2 (0,219) 2 * 0,106 2 0,062 2 * 0,106 2

= 0,0473
Sehingga Nilai Zab dapat dihitung sebagai berikut
Zab

e ab
S ab

= (0,219) * 0,656
0,0473
= -3,0373
Sedangkan, nilai signifikansi dapat dihitung sebagai berikut :
Sig = (1- NORMDIST (-3,0373))*2

= 0,002
Hasil pengujian menunjukkan bahwa emotional state dapat memediasi
pengaruh time pressure terhadap impulse buying secara signifikan. Hal ini
ditunjukkan dengan nilai Zab= -3,0373 > 1,96 dengan tingkat signifikan 0,002 <
0,05. Dengan demikian, H7 didukung.

4.7

Pembahasan Hasil Penelitian

4.7.1 Pengaruh Store Environment Terhadap Emotional State


Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan store environment berpengaruh
positif dan signifikan terhadap emotional state. Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan oleh Chang et al. (2009) dan Nandha et al. (2013) yang
mengimplikasikan semakin tinggi store environment atau komponen lingkungan
toko yang dirasakan oleh konsumen Tiara Dewata, maka semakin tinggi
Emotional State atau suasana hati yang dirasakan saat melakukan pembelanjaan di
Tiara Dewata. Dengan ini, lingkungan toko mampu memberikan kesenangan dan
merangsang suasana hati konsumen di Tiara Dewata.

4.7.2 Pengaruh Store Environment terhadap Impulse Buying


Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan store environment berpengaruh
positif dan signifikan terhadap impulse buying. Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan oleh Myriam et al. (2013); Chen dan Tsuifang (2011);
dan Tendai dan Crispen (2009) yang juga mengimplikasikan semakin tinggi store
environment atau komponen lingkungan toko yang dirasakan oleh konsumen

Tiara Dewata, maka semakin tinggi pembelian impulsif yang dilakukan saat
melakukan pembelanjaan di Tiara Dewata. Penjelasan tersebut juga menunjukkan
bahwa pembelian impulsif tampaknya dimotivasi oleh visual konfrontasi dengan
produk atau rangsangan lingkungan toko di Tiara Dewata.

4.7.3 Pengaruh Time Pressure terhadap Emotional State


Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan time pressure berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap emotional state. Hasil penelitian ini sejalan
dengan penelitian yang dilakukan oleh Graa et al. (2012) dan Nandha et al. (2013)
serupa mengimplikasikan semakin rendah time pressure atau tekanan waktu yang
dirasakan, maka semakin meningkat emotional state yang dirasakan oleh
konsumen. Artinya saat berbelanja di Tiara Dewata, konsumen merasakan time
pressure yang rendah, sehingga memanipulasi emosi konsumen menjadi senang
dan bahagia saat berbelanja.

4.7.4 Pengaruh Time Pressure terhadap Impulse Buying


Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan time pressure berpengaruh
positif dan signifikan terhadap impulse buying. Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan oleh Hu dan Qin (2014) dan Wu dan Huan (2010) yang
mengimplikasikan semakin tinggi time pressure atau tekanan waktu yang
dirasakan oleh konsumen Tiara Dewata, maka semakin tinggi pembelian impulsif
yang dilakukan saat melakukan pembelanjaan di Tiara Dewata. Hal ini mungkin
disebabkan oleh fakta bahwa tidak ada waktu yang cukup bagi konsumen untuk

mengambil banyak hal yang menjadi pertimbangan, sehingga dapat meningkatkan


kemungkinan konsumen untuk melakukan pembelian yang tak terencana
sebelumnya di Tiara Dewata.

4.7.5 Pengaruh Emotional State sebagai Mediasi terhadap Impulse Buying


Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan emotional state berpengaruh
positif dan signifikan terhadap impulse buying. Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan oleh Tendai dan Crispen (2009) dan Lee dan Yi (2008)
yang mengimplikasikan semakin tinggi emotional state atau suasana hati yang
dirasakan oleh konsumen Tiara Dewata, maka semakin tinggi pembelian impulsif
yang dilakukan saat melakukan pembelanjaan di Tiara. Semua ini menunjukkan
bahwa pembelian impulsif, mungkin sebagian besar menjadi perilaku pembelian
sadar yang didorong oleh kekuatan afektif di luar kendali individu seperti emosi.

4.7.6 Peran Emotional State dalam Memediasi Pengaruh Store Environment


Terhadap Impulse Buying
Berdasarkan hasil uji sobel, emotional state secara signifikan memediasi
hubungan antara store environment dengan impulse buying. Dengan kata lain
bahwa store environment berpengaruh pada pembelian impulsif melalui emotional
state. Semakin tinggi store environment yang dirasakan kehadirannya saat
berbelanja, maka semakin tinggi rasa emotional state yang mana hal ini akan
meningkatkan pembelian impulsif konsumen Tiara Dewata.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jondry
(2012) dan Sinaga et al.(2012) yang mengimplikasikan bahwa ada pengaruh

emotional state sebagai mediasi antara time pressure dan pembelian impulsif.
Artinya, peningkatan stimulus lingkungan toko (store environment) yang
teraktualisasi dalam hal penataan lingkungan toko dan stimulus yang diberikan
dapat merangsang emotional state positif konsumen sehingga dapat memicu
terjadinya pembelian yang tak terencanakan sebelumnya saat berbelanja di Tiara
Dewata.

4.7.7 Peran Emotional State dalam Memediasi Pengaruh Time Pressure


Terhadap Impulse Buying
Berdasarkan hasil uji sobel, menunjukkan bahwa emotional state secara
signifikan memediasi hubungan antara time pressure dengan impulse buying.
Dengan kata lain, bahwa time pressure berpengaruh pada pembelian impulsif
melalui emotional state. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen yang merasakan
tekanan waktu rendah, tentu merasakan emosi yang positif saat berbelanja serta
menunjukkan perilaku pembelian impulsif.
Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Nandha et al. (2013) dan
Graa et al. (2012) yang mengemukakan bahwa ada pengaruh emotional state
sebagai mediasi antara time pressure dan pembelian impulsif. Hal ini terjadi
karena dalam pengaruh tidak langsung antara time pressure dan pembelian
impulsif, emotional state menunjukkan pengaruh dari time pressure terhadap
pembelian impulsif. Dengan kata lain, emosi yang dirasakan akibat dari
rendahnya tekanan waktu saat berbelanja menjadi positif dan berpengaruh
terhadap pembelian impulsif.

4.8

Keterbatasan Penelitian
Beberapa keterbatasan penelitian yang dapat ditarik dari penelitian ini

sebagai berikut :
1)

Penelitian ini terbatas atau terfokus pada satu perusahaan retail yaitu Tiara
Dewata Super Market, sehingga hasil penelitian mungkin tidak dapat
digeneralisasikan pada perusahaan-perusahaan lain yang sejenis.

2)

Kemungkinan terjadi kesalahan dalam menginterpretasi pertanyaan yang


disediakan, saat membantu responden dalam menjawab kuesioner.

3)

Keterbatasan dana, waktu, dan tenaga.

4.9

Implikasi Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi pihak manajemen Tiara

Dewata untuk membantu dalam meningkatkan jumlah kunjungan, dan


peningkatan pembelian dengan pengoptimalan dari store environment dan
menjadikan keterbatasan waktu sebagai faktor yang dapat menarik terjadinya
pembelian impulsif. Hasil penelitian juga diharapkan agar menjadi masukan untuk
perbaikan dan menata hal-hal yang kurang menarik seperti dekorasi, warna
interior dan penambahan papan-papan petunjuk yang jelas, sehingga memberi
kemudahan dan kenyamanan kepada konsumen dalam berbelanja.

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

5.1

Simpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh store environment

dan time pressure yang mempengaruhi impulse buying juga dimediasi oleh
emotional state yang terdapat pada konsumen di Tiara Dewata. Untuk
menganalisis hubungan antar variabel tersebut, penelitian ini menggunakan SEM
(Structural Equation Model) dan Uji Sobel. Berdasarkan analisis dan pembahasan
pada bagian sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1)

Store Environment berpengaruh positif dan signifikan terhadap emotional


state. Dengan kata lain, semakin tinggi store environment yang dirasakan
oleh konsumen maka semakin positif emotional state yang dirasakan
konsumen. Artinya, kehadiran store environment atau lingkungan toko
yang memadai dapat meningkatkan emotional state atau emosi yang
positif pada konsumen saat berbelanja di Tiara Dewata.

2)

Store Environment berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse


buying. Dengan kata lain, semakin tinggi store environment yang
dirasakan oleh konsumen maka semakin tinggi impulse buying yang
dilakukan konsumen. Artinya,

kehadiran store

environment atau

lingkungan toko yang memadai dapat meningkatkan impulse buying atau


pembelian impulsif pada konsumen saat berbelanja di Tiara Dewata.

3)

Time Pressure berpengaruh negatif dan signifikan terhadap emotional


state. Artinya, tekanan waktu rendah yang dirasakan oleh konsumen saat
berbelanja di Tiara Dewata, dapat meningkatkan dimensi emosi konsumen,
sehingga semakin rendah time pressure, maka semakin meningkat emosi
atau emotional state dalam melakukan perbelanjaan di Tiara Dewata.

4)

Time Pressure berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying.


Semakin tinggi time pressure yang dirasakan oleh konsumen, maka
semakin

tinggi impulse buying

yang dilakukan konsumen. Artinya,

dengan kehadiran tekanan waktu yang dirasakan oleh konsumen saat


berbelanja, dapat mendorong seorang konsumen untuk melakukan
pembelian yang tak terencanakan sebelumnya di Tiara Dewata.
5)

Emotional state berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse


buying. Semakin tinggi emotional state yang dirasakan oleh konsumen,
maka semakin tinggi impulse buying yang dilakukan konsumen. Artinya,
dengan kehadiran emosi positif yang dirasakan oleh konsumen saat
berbelanja, dapat memberi rangsangan terhadap konsumen untuk
melakukan pembelian impulsif di Tiara Dewata.

6)

Emotional state secara signifikan memediasi hubungan antara store


environment dengan impulse buying konsumen di Tiara Dewata. Dengan
kata lain, bahwa store environment berpengaruh pada impulse buying
melalui emotional state. Semakin tinggi store environment yang dirasakan
oleh konsumen, maka semakin tinggi emotional state yang mana hal ini
akan meningkatkan impulse buying saat berbelanja di Tiara Dewata.

7)

Emotional state secara signifikan memediasi hubungan antara time


pressure dengan impulse buying. Dengan kata lain, bahwa time pressure
berpengaruh pada impulse buying melalui emotional state. Hal ini
menunjukkan bahwa konsumen yang merasakan tekanan waktu rendah,
tentu merasakan emosi yang positif saat berbelanja serta menunjukkan
perilaku membeli impulsif di Tiara Dewata.

5.2

Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka saran-saran yang dapat

diberikan adalah:
1)

Untuk pihak Tiara Dewata, diharapkan dapat menata lingkungan toko yang
teratur dengan interior yang lebih nyaman dan menarik guna membentuk
emosi positif dan meningkatkan pembelian impulsif konsumen saat
berbelanja.

2)

Untuk pihak Tiara Dewata, diharapkan dapat merancang strategi khusus


dalam meningkatkan tekanan waktu saat berbelanja agar merangsang
terjadinya pembelian impulsif, seperti membuat diskon produk dengan
batasan waktu.

3)

Untuk pihak Tiara Dewata, perlu meningkatkan kemampuan karyawan


dalam hal melayani konsumen, hal ini disebabkan berdasarkan hasil studi
menunjukan bahwa konsumen cenderung melakukan pembelian impulsif
dikarenakan respons yang cepat dari karyawan dalam hal menerangkan

spesifikasi produk dan membantu mereka dalam mencari produk yang


diinginkan.
4)

Untuk

penelitian

selanjutnya,

diharapkan mengembangkan model

penelitian dengan menambah variabel baru, seperti kepadatan (dentisity),


keadaan berdesakan (crowding) pada social factor, cara pembayaran dan
atau faktor-faktor situasional lainnya.
5)

Untuk penelitian selanjutnya, juga dapat memperluas cakupan penelitian


dengan membandingkan perilaku berbelanja khususnya impulse buying
antara pria dan wanita.

DAFTAR PUSTAKA

Baron, R. M., & Kenny, D. A. 1986. The Moderator-Mediator Variable


Distinction in Social Psychological Research: Conceptual, Strategic,
and Statistical Considerations.Journal of Personality and Social
Psychology, 51 (6), pp.1173-1182.
Chang, H., Eckman, M., dan Yan, R. 2009. Impulse Buying Behavior of Apparel:
Application of the S-O-R Model and the Moderating Effect of Hedonic
Motivation. ITAA Proceedings, pp: 306-320.
Chen, Han-Shen dan Tsuifang Hsieh. 2011. The Effect of Atmosphere on
Customer Perceptions and Customer Behavior Responses in Chain
Store Supermarkets. African Journal of Business Management, 5(24),
pp: 10054-10066.
Cheng, C. 2001. Assessing coping flexibility in real-life and laboratory settings: A
multimethod approach. Journal of Personality and Social Psychology,
80,
pp: 814833.
Engel, J., Roger D. Blackwell dan Paul W. Miniard. 2008. Perilaku Konsumen.
Alih bahasa: Budyanto. Jilid I. Jakarta: Binarupa Aksara Publisher.
Ferdinand, Augusty. 2002. Structural Equation Modeling dalam Penelitian
Manajemen: Aplikasi Model-Model Rumit Untuk Tesis Magister dan
Disertasi Doktor. Semarang: Fakultas Ekonomi Undip.
Foroughi, Amir., Nor Aishah Buang, Zizah Che Senik, dan Reihanehsadat
Hajmisadeghi. 2013. Impulse Buying Behavior and Moderating Role of
Gender among Iranian Shoppers. Journal of Basic and Applied
Scientific Research, 3(4), pp: 760-769.
Graa, Amel dan Maachou Dani-elKebir.2012. Application of Stimulus &
Response Model to Impulse Buying Behavior of Algerian Consumers.
Serbian Journal of Management, 7 (1), pp: 53 64.
Hu, Mei dan Qin, Xiangbin. 2014. Time Pressure Effects on Impulse Buying In
Sales Situation: Need Cognitive Closure of Intermediary Role.
Advanced Materials Research, 926-930, pp: 4065-4068.
Jondry, A. H. 2012. Model Kecenderungan Pembelian Impulsif (Studi pada
Konsumen Matahari Departement Store Kota Ambon). Jurnal
Manajemen Teknologi, 11(3), hal: 34-45.

Kacen, J. J. dan Lee, J.A. 2008. The Influence of Culture on Consumer Impulsive
Buying Behavior. Journal Of Consumer Pshycology, 12(2), pp: 163
176.
Kumar, A. 2010. The Effect of Store Environment on Consumer Evaluations and
Behavior Toward Single-Brand Apparel Retailers. Journal of Trace:
Tennessee Research and Creative Exchange, 1(4), pp: 28-56.
Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta :
Erlangga
Lee, G. Y. dan Yi, Youjae. 2008. The Effect of Shopping Emotions and Perceived
Risk on Impulsive Buying: The Moderating Role of Buying
Impulsiveness Trait. Seoul Journal of Business, 14(2), pp: 78-86.
Mihi, Mirela dan Kursan, Ivana. 2010. Assessing The Sitauational Factors and
Impulsive Buying Behavior: Market Segmentation Approach. Journal
of Management, 15(2), pp: 47-66.
Mowen, John C. and Michael Minor. 2002. Perilaku Konsumen. Alih Bahasa:
Dwi Kartini Yahya. Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Muruganantham, G. dan Ravi Shankar Bhakat. 2013. A Review of Impulse
Buying Behavior. International Journal of Marketing Studies, 5(3),pp:
148-160.
Myriam, Khedri dan Osman, Ben Hamdi. 2013. The Negative Aspects of A Store
Environment: Definition and Relevance of Retailers. Journal of Global
Management Research, 18(7), pp: 6-28.
Nandha Octaprinanta, Srikandi Kumadji, dan Kadarisman Hidayat. 2013.
Pengaruh Faktor Situasional Terhadap Emotional States dan Impulse
Buying (Survei pada Pengunjung Giant Hypermarket Mall Olympic
Garden Malang). Jurnal Aplikasi Manajemen, 9(4), Hal : 88-96.
Nistorescu,Tudor dan Barbu,Ctlin Mihail. 2008. Retail Store Design and
Environment as Branding Support in The Services Marketing.
Management & Marketing Craiova (Management & Marketing
Craiova), 1(08), pp: 118-138.
Rachmawati, Veronica. 2009. Hubungan antara Hedonic Shopping Value,
Positive Emotion, dan Perilaku Impulse Buying pada Konsumen Ritel.
Majalah Ekonomi, XIX(2), hal: 192-209.

Rahayu, Mintarti. 2008. Mediasi Keputusan Pembelian pada Faktor Situasional


dan Faktor Produk Terhadap Kepuasan Konsumen di Super Market
Kota Kupang. Jurnal Aplikasi Manajemen, 8(2), hal: 33-43.
Rohman, Fatchur. 2009. Peran Nilai Hedonik Konsumsi dan Reaksi Impulsif
sebagai Mediasi Pengaruh Faktor Situasional terhadap Keputusan
Pembelian Impulsif di Butik Kota Malang. Jurnal Aplikasi Manajemen,
7(2), hal: 251-261.
Salisbury, W.D., Pearson, R.A., Pearson, A.W. and Miller, D.W. 2001. Perceived
Security and Worldwide Web Purchase Intention. Industrial
Management & Data Systems, 101(4), pp: 165-177.
Santoso, Singgih. 2007. Structural Equation Modeling Konsep dan Aplikasi
dengan AMOS. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo
Sinaga,Inggrid, Suharyono, dan Srikandi Kumadji. 2012. Stimulus Store
Environment dalam Menciptakan Emotional Response Dan
Pengaruhnya terhadap Impulse Buying (Survei pada Pembeli di
Carrefour Mitra I Malang). Jurnal Profit, 6(2), hal: 1-14.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. Bandung:
Alfabeta
Suharso, Puguh. 2010. Model Analisis Kuantitatif TEV. Jakarta: Indeks
Suprapti, Ni Wayan Sri. 2010. Perilaku Konsumen : Pemahaman Dasar dan
Aplikasinya dalam Strategi Pemasaran. Bali: Udayana University Press
Sutisna. 2001. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung:
Cetakan I.
Tafesse, W. dan Korneliussen, T. 2012. Factor Affecting Consumer Visitor
Buying Behavior at Retail Trade Show. Journal of Retailing and
Consumer Services, 19(4), pp: 438-444.
Tendai, Mariri dan Crispen, Chipunza. 2009. In-store shopping environment and
impulsive buying. African Journal of Marketing Management, 1(4), pp:
102-108.
Utami,

Christina Whidya. 2010. Manajemen Ritel (Strategi dan Implementasi


Operasional Bisnis Ritel Modern di Indonesia). Jakarta : Salemba
Empat.

Wu, Chung-Wu dan Tzung-Cheng Huan. 2010. The effect of purchasing situation
and conformity behavior on young students impulse buying. African
Journal of Business Management, 4(16), pp: 3530-3540.
Yistiani, Ni Nyoman Manik, Ni Nyoman Kerti Yasa, dan I. G. A. Ketut Gede
Suasana. 2012. Pengaruh Atmosfer Gerai dan Pelayanan Ritel Terhadap
Nilai Hedonik dan Pembelian Impulsif Pelanggan Matahari
Departement Store Duta Plaza Di Denpasar. Jurnal Manajemen,
Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan, 6(2), hal;139-149.
en.wikipedia.org/wiki/Impulse_purchase
www.grouptiara.com

Lampiran 1
KUESIONER
PENGARUH STORE ENVIRONMENT DAN TIME PRESSURE
TERHADAP IMPULSE BUYING YANG DIMEDIASI EMOTIONAL STATE
DI TIARA DEWATA
Dengan hormat,
Bersama ini saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama

: Enrique Made Reidia Gana Purwa

NIM

: 1115251073

Jurusan

: Manajemen Pemasaran

Adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Ekstensi


Universitas Udayana sedang mengadakan penelitian yang berjudul Pengaruh
Store Environment dan Time Pressure Terhadap Impulse Buying yang
Dimediasi Emotional State di Tiara Dewata.
Untuk maksud tersebut diatas, saya memohon kepada Bapak/Ibu berkenan
untuk mengisi kuesioner ini dengan lengkap, jujur, dan tanpa dipengaruhi oleh
siapapun. Kuesioner ini nantinya akan saya pergunakan semata-mata hanya untuk
keperluan ilmiah, dan saya berjanji untuk menjaga kerahasiaan kuesioner ini.
Atas kerjasama dan bantuannya serta waktu luang yang Bapak/Ibu berikan,
saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya.
Hormat saya,
(Enrique Made Reidia G. P.)

Lampiran 1 (Lanjutan)
A.

IDENTITAS RESPONDEN

Nama

: ..

Alamat

: ..............................................................................................

Jenis kelamin

: a. Laki-laki

b. Perempuan

Umur

: a. 17-24 tahun

c. 35-44 tahun

b. 25-34 tahun

d. 45-54 tahun

e. 55 tahun ke atas
Pendidikan terakhir

: a. SMA / Sederajat

c. Diploma

b. PT / Akademi
Pekerjaan

: a. Siswa/Mahasiswa
b. PNS

c. Pegawai Swasta
d. Wiraswasta

Penghasilan bapak/Ibu/
Saudara setiap bulan : a. Di bawah Rp. 2.000.000,b. Rp. 2.500.000 s/d Rp. 3.500.000,c. Rp. 4.000.000,- s/d Rp. 5.000.000,d. Lebih dari Rp. 5.000.000,-

Lampiran 1 (Lanjutan)
B. Lembar Kuesioner
Berikut ini adalah pertanyaan yang berkaitan dengan Pengaruh Store
Environment dan Time Pressure Terhadap Impulse Buying yang Dimediasi
Emotional State di Tiara Dewata. Anda Bebas memberikan jawaban yang anda
anggap sesuai dan mewakili diri anda.
Petunjuk Pengisian Kuesioner:
Berikan tanda ( ) pada alternatif jawaban yang menurut anda tepat atas
peryataan-peryataan berikut ini.
Keterangan:
SD

: Sangat Dipertimbangkan

: Dipertimbangkan

: Netral

TD

: Tidak Dipertimbangkan

STD

: Sangat Tidak Dipertimbangkan

PERNYATAAN PERNYATAAN :
NO.

DAFTAR PERNYATAAN

Store Environment (X1)

a.

Saya merasakan kehadiran karyawan dalam


membantu aktivitas belanja

b.

Saya merasakan rangsangan yang mewakili


unsur-unsur visual dari ruang (misalnya, tata
letak, warna, elemen arsitektur)

c.

Saya merasakan stimulus yang mengacu pada


unsur-unsur non-visual (misalnya, suhu, musik,
dan pencahayaan)

SD

TD

STD

Lampiran 1 (Lanjutan)
NO.

DAFTAR PERNYATAAN

Time Pressure (X2)

a.

Saya memiliki keterbatasan alokasi waktu saat


melakukan pembelanjaan
Saya merasa terburu buru dalam melakukan
pembelanjaan
Saya merasa melakukan pembelanjaan yang
lebih cepat dari biasanya

b.
c.
NO.

DAFTAR PERNYATAAN

Emotional State (Y1)

a.

Saya merasakan perasaan senang

b.

Saya merasakan perasaan puas

c.

Saya merasakan perasaan bangga

NO.

DAFTAR PERNYATAAN

Impulse Buying (Y2)

a.

Saya membeli dengan spontan

b.

Saya membeli tanpa berpikir akibat

c.

Saya membeli dengan terburu-buru

d.

Saya membeli dengan dipengaruhi keadaan


emosional
TERIMA KASIH

SD

TD

STD

SD

TD

STD

SD

TD

STD

Lampiran 2
Distribusi Jawaban Responden
Variabe
l

x1.1
x1.2
x1.3
Tot_X1
x2.1
x2.2
x2.3
Tot_X2
y1.1
y1.2
y1.3
Tot_Y1
y2.1
y2.2
y2.3
y2.4
Tot_y2

130
130
130
130
130
130
130
130
130
130
130
130
130
130
130
130
130

Mea Std. Media Mode Std Varian Range


n
Error n
.
ce
of
Deviati
3.93 0.082 4
4
0.930 0.864
3
8
4.03 0.076 4
5
0.866 0.750
3
8
3.95 0.076 4
4
0.861 0.742
3
141.93 0.210 12
12
2.392 5.724
9
12.58 0.094 2
2
1.077 1.159
4
5
2.69 0.090 3
2
1.026 1.052
4
2
2.75
0.098 2.5
2
1.121 1.257
4
4
8.03 0.262 7
6
2.991 8.945 12
1
4.18 0.067 4
4
0.765 0.586
3
5
4.17
0.068 4
4
0.772 0.596
3
7
4.00 0.069 4
4
0.783 0.612
3
8
12.36
0.173 12
12
1.973 3.894
8
94.13 0.061 4
4
0.691 0.477
3
8
3.96 0.078 4
4
0.893 0.797
3
2
4.16
0.068 4
4
0.776 0.602
3
2
4.20
0.061 4
4
0.701 0.491
3
8
16.46 0.223 16
16
2.540 6.453 11
9

Min

Max

Sum

2
2
2
6
1
1
1
3
2
2
2
7
2
2
2
2
9

5
5
5
15
5
5
5
15
5
5
5
15
5
5
5
5
20

512
525
514
1551
336
350
358
1044
544
543
521
1608
538
515
541
547
2141

Frequency Table
1) Store Environment
x1.1
Cumulative
Valid

Frequency
10

Percent
7.7

Valid Percent
7.7

7.7

30

23.1

23.1

30.8

48

36.9

36.9

67.7
100.0

5
Total

42

32.3

32.3

130

100.0

100.0

x1.2
Cumulative
Valid

Frequency
4

Percent
3.1

Valid Percent
3.1

3.1

34

26.2

26.2

29.2

45

34.6

34.6

63.8
100.0

5
Total

47

36.2

36.2

130

100.0

100.0

Lampiran 2 (Lanjutan)
x1.3
Cumulative
Valid

Frequency
8

Percent
6.2

Valid Percent
6.2

6.2

27

20.8

20.8

26.9

58

44.6

44.6

71.5
100.0

5
Total

37

28.5

28.5

130

100.0

100.0

Tot_X1
Cumulative
Valid

Frequency
2

Percent
1.5

Valid Percent
1.5

1.5

3.8

3.8

5.4

3.8

3.8

9.2

13

10.0

10.0

19.2

10

6.2

6.2

25.4

6
7

11

15

11.5

11.5

36.9

12

28

21.5

21.5

58.5

13

16

12.3

12.3

70.8

14

12

9.2

9.2

80.0

15

26

20.0

20.0

100.0

130

100.0

100.0

Total

2) Time Pressure
x2.1
Cumulative
Valid

Frequency
17

Percent
13.1

Valid Percent
13.1

13.1

53

40.8

40.8

53.8

36

27.7

27.7

81.5

15

11.5

11.5

93.1

6.9

6.9

100.0

130

100.0

100.0

Total

Lampiran 2 (Lanjutan)
x2.2
Cumulative
Valid

Frequency
10

Percent
7.7

Valid Percent
7.7

7.7

53

40.8

40.8

48.5

45

34.6

34.6

83.1

11

8.5

8.5

91.5

11

8.5

8.5

100.0

130

100.0

100.0

Total

x2.3
Cumulative
Valid

1
2

Frequency
11

Percent
8.5

Valid Percent
8.5

8.5

54

41.5

41.5

50.0

35

26.9

26.9

76.9

16

12.3

12.3

89.2
100.0

5
Total

14

10.8

10.8

130

100.0

100.0

Tot_X2
Cumulative
Valid

3
4

Frequency
6

Percent
4.6

Valid Percent
4.6

4.6

2.3

2.3

6.9

5.4

5.4

12.3

36

27.7

27.7

40.0

14

10.8

10.8

50.8

18

13.8

13.8

64.6

15

11.5

11.5

76.2

10

4.6

4.6

80.8

11

5.4

5.4

86.2

12

1.5

1.5

87.7

13

4.6

4.6

92.3

14

2.3

2.3

94.6
100.0

15
Total

5.4

5.4

130

100.0

100.0

Lampiran 2 (Lanjutan)
3) Emotional State
y1.1
Cumulative
Valid

Frequency
3

Percent
2.3

Valid Percent
2.3

2.3

19

14.6

14.6

16.9

59

45.4

45.4

62.3

49

37.7

37.7

100.0

130

100.0

100.0

2
3

Total

y1.2
Cumulative
Valid

Frequency
2

Percent
1.5

Valid Percent
1.5

1.5

23

17.7

17.7

19.2

55

42.3

42.3

61.5

50

38.5

38.5

100.0

130

100.0

100.0

Total

y1.3
Cumulative
Valid

Frequency
3

Percent
2.3

Valid Percent
2.3

2.3

30

23.1

23.1

25.4

60

46.2

46.2

71.5

37

28.5

28.5

100.0

130

100.0

100.0

Total

Tot_Y1
Cumulative
Valid

7
8
9
10
11
12
13
14
15
Total

Frequency
2
2

Percent
1.5
1.5

Valid Percent
1.5
1.5

1.5
3.1

8
9

6.2
6.9

6.2
6.9

9.2
16.2

18
33

13.8
25.4

13.8
25.4

30.0
55.4

15
18

11.5
13.8

11.5
13.8

66.9
80.8

25
130

19.2
100.0

19.2
100.0

100.0

Lampiran 2 (Lanjutan)
4) Impulse Buying
y2.1
Cumulative
Valid

2
3
4
5
Total

Frequency
3

Percent
2.3

Valid Percent
2.3

2.3

14

10.8

10.8

13.1

75

57.7

57.7

70.8
100.0

38

29.2

29.2

130

100.0

100.0

y2.2
Cumulative
Valid

Frequency
8

Percent
6.2

Valid Percent
6.2

6.2

30

23.1

23.1

29.2

51

39.2

39.2

68.5
100.0

5
Total

41

31.5

31.5

130

100.0

100.0

y2.3
Cumulative
Valid

Frequency
4

Percent
3.1

Valid Percent
3.1

3.1

18

13.8

13.8

16.9

61

46.9

46.9

63.8

47

36.2

36.2

100.0

130

100.0

100.0

Total

y2.4
Cumulative
Valid

Frequency
1

Percent
.8

Valid Percent
.8

.8

18

13.8

13.8

14.6

64

49.2

49.2

63.8

47

36.2

36.2

100.0

130

100.0

100.0

Total

Lampiran 2 (Lanjutan)
Tot_y2
Cumulative
Valid

9
10

Frequency
1

Percent
.8

Valid Percent
.8

.8

3.1

3.1

3.8

11

.8

.8

4.6

12

2.3

2.3

6.9

13

3.8

3.8

10.8

14

12

9.2

9.2

20.0

15

12

9.2

9.2

29.2

16

31

23.8

23.8

53.1

17

11

8.5

8.5

61.5

18

18

13.8

13.8

75.4

19

15

11.5

11.5

86.9

20

17

13.1

13.1

100.0

130

100.0

100.0

Total

Lampiran 3
Hasil Uji Validitas
1) Store Environment
Correlations
x1.1
x1.1

Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation

x1.2

x1.3

1
30
.686

x1.3
.679

Tot_X1
.900

.000

.000

.000

30
1

30
.622

30
.870

Sig. (2-tailed)
N

.000

.000

.000

30

30

30

30

Pearson Correlation

.679

.622

.871

Sig. (2-tailed)

.000

.000

N
Tot_X1

x1.2
.686

.000

30

30

30

30

Pearson Correlation

.900

.870

.871

Sig. (2-tailed)
N

.000

.000

.000

30

30

30

30

x2.2
.800

x2.3
.880

Tot_X2
.943

.000

.000

.000

30
1

30
.868

30
.937

Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

2) Time Pressure
Correlations
x2.1
x2.1

Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation

x2.2

x2.3

30
.800

Sig. (2-tailed)
N

.000

.000

.000

30

30

30

30

Pearson Correlation

.880

.868

.966

Sig. (2-tailed)

.000

.000

N
Tot_X2

.000

30

30

30

30

Pearson Correlation

.943

.937

.966

Sig. (2-tailed)
N

.000

.000

.000

30

30

30

Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

30

Lampiran 3 (Lanjutan)
3) Emotional State
Correlations
y1.1
y1.1

Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation

y1.2

y1.3

Tot_Y1

1
30
.511

y1.2
.511

y1.3
.605

Tot_Y1
.793

.004

.000

.000

30
1

30
.781

30
.895

Sig. (2-tailed)
N

.004

.000

.000

30

30

30

30

Pearson Correlation

.605

.781

.917

Sig. (2-tailed)
N

.000

.000

30

30

30

30

Pearson Correlation

.793

.895

.917

Sig. (2-tailed)
N

.000

.000

.000

30

30

30

30

y2.2
.546

y2.3
.785

y2.4
.885

Tot_y2
.901

.002

.000

.000

.000

30
1

30
.706

30
.679

30
.823

.000

.000

.000

.000

Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

4) Impulse Buying
Correlations
y2.1
y2.1

Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)
y2.2

N
Pearson Correlation

30
.546

Sig. (2-tailed)

.002

N
y2.3

30

30

30

30

30

Pearson Correlation

.785

.706

.739

.911

Sig. (2-tailed)

.000

.000

.000

.000

30

30

30

30

30

Pearson Correlation

.885

.679

.739

.925

Sig. (2-tailed)

.000

.000

.000

30

30

30

30

30

Pearson Correlation

.901

.823

.911

.925

Sig. (2-tailed)

.000

.000

.000

.000

30

30

30

30

N
y2.4

N
Tot_y2

Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

.000

30

Lampiran 4
Hasil Uji Reliabilitas
1) Store Environment
Reliability Statistics
Cronbach's
.855

N of Items
3

2) Time Pressure
Reliability Statistics
Cronbach's
.836

N of Items
3

3) Emotional State
Reliability Statistics
Cronbach's
.944

N of Items
3

4) Impulse Buying
Reliability Statistics
Cronbach's
.913

N of Items
4

Lampiran 5
Hasil Uji Model SEM

e1

x1.1

UJI KETEPATAN MODEL


----------------------------Probability =.281
Chi Square =64.829
CMIN/DF =1.099
GFI =.930
TLI =.992
CFI =.994
RMSEA =.028
AGFI =.892

.74
.59

e2

x1.2

e3

x1.3 .83

.86
.77
.91

Store
Environment

.42

.18

.39
z2

.52
e7
e8

.33

e9

y1.1

.60

.77

y1.2
y1.3

.65

.58

.72
.81

Emotional
State

.16

.66

Impulse
Buying

.62
.74

.55

y2.2

.81
y2.3

.91
y2.4

z1

-.22
.19
.75
e4

x2.1

e5

x2.2

e6

x2.3

.74
.89

.87
.86
.94

Time
Pressure

Analysis Summary
Date and Time

Date: Thursday, October 16, 2014


Time: 8:47:55 PM
Title

Model: Thursday, October 16, 2014 08:47 PM

e10

y2.1

e11

.65
.84

e12
e13

Lampiran 5 (Lanjutan)
Assessment of normality (Group number 1)

Variable
x1.3
y2.4
y1.3
y2.3
y1.1
y1.2
y2.2
y2.1
x2.3
x2.1
x2.2
x1.1
x1.2
Multivariate

min
2.000
2.000
2.000
2.000
2.000
2.000
2.000
2.000
1.000
1.000
1.000
2.000
2.000

max
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000
5.000

skew
-.496
-.444
-.306
-.686
-.636
-.516
-.450
-.612
.595
.584
.686
-.459
-.361

c.r.
-2.308
-2.068
-1.423
-3.195
-2.963
-2.403
-2.094
-2.849
2.768
2.719
3.191
-2.136
-1.681

kurtosis
-.400
-.390
-.593
.094
-.098
-.539
-.641
.684
-.445
-.205
.098
-.723
-.936
34.741

c.r.
-.931
-.907
-1.379
.219
-.228
-1.254
-1.493
1.593
-1.036
-.477
.227
-1.682
-2.179
10.029

Observations farthest from the centroid (Mahalanobis distance) (Group number 1)

Observation number
127
129
95
106
123
4
13
126
47
7
57
91
55
78
46
61
54

Mahalanobis d-squared
38.227
37.756
31.698
31.328
30.975
30.247
29.103
28.558
28.548
27.842
27.295
27.193
22.942
22.783
22.629
22.454
21.338

p1
.000
.000
.003
.003
.003
.004
.006
.008
.008
.010
.011
.012
.042
.044
.046
.049
.067

p2
.034
.001
.005
.001
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.004
.002
.001
.001
.006

Lampiran 5 (Lanjutan)
Observation number
64
17
18
41
80
49
108
84
73
116
88
71
117
86
105
87
62
112
38
8
74
44
2
115
9
58
69
15
100
119
121
120
98
75
59
130
68
20
66
28

Mahalanobis d-squared
21.150
21.058
21.007
20.887
19.663
19.107
19.025
18.715
18.336
18.170
18.113
17.803
16.896
16.718
16.629
16.289
15.263
15.249
15.180
14.998
14.835
14.789
14.693
14.436
14.224
13.933
13.899
13.785
13.681
13.645
13.301
13.212
13.152
13.133
12.981
12.936
12.744
12.416
12.359
12.340

p1
.070
.072
.073
.075
.104
.120
.122
.132
.145
.151
.153
.165
.204
.213
.217
.234
.291
.292
.296
.307
.318
.321
.327
.344
.358
.379
.381
.389
.397
.399
.425
.432
.436
.438
.449
.453
.468
.494
.498
.500

p2
.004
.002
.001
.001
.015
.036
.026
.034
.054
.051
.037
.052
.255
.265
.237
.326
.799
.746
.715
.743
.762
.723
.710
.780
.823
.888
.862
.864
.862
.833
.916
.912
.899
.871
.889
.869
.901
.956
.949
.932

Lampiran 5 (Lanjutan)
Observation number
93
39
50
37
67
29
89
19
81
14
52
90
107
102
21
26
114
48
99
97
33
103
6
82
56
36
16
30
25
34
35
23
96
104
77
27
85
31
45
125

Mahalanobis d-squared
12.293
12.101
12.030
11.929
11.863
11.812
11.804
11.545
11.512
11.476
11.161
10.946
10.883
10.673
10.500
10.323
10.275
10.210
10.157
10.048
9.872
9.593
9.445
9.326
9.314
9.286
9.170
9.031
8.983
8.983
8.983
8.896
8.865
8.861
8.795
8.741
8.616
8.552
8.285
8.217

p1
.504
.519
.525
.534
.539
.543
.544
.565
.568
.571
.597
.615
.621
.638
.653
.667
.671
.677
.681
.690
.704
.727
.739
.748
.749
.751
.760
.771
.774
.774
.774
.781
.783
.783
.788
.792
.801
.806
.825
.829

p2
.920
.943
.938
.940
.934
.923
.897
.943
.930
.914
.964
.980
.977
.988
.992
.995
.994
.993
.992
.993
.996
.999
.999
.999
.999
.998
.999
.999
.999
.998
.996
.996
.994
.990
.989
.986
.988
.986
.995
.994

Lampiran 5 (Lanjutan)
Observation number
83
43
32

Mahalanobis d-squared
8.154
8.127
8.002

p1
.833
.835
.843

p2
.993
.989
.990

Sample Moments (Group number 1)


Sample Covariances (Group number 1)

x1.
3
y2.
4
y1.
3
y2.
3
y1.
1
y1.
2
y2.
2
y2.
1
x2.
3
x2.
1
x2.
2
x1.
1
x1.
2

x1.
3
.73
6
.21
7
.13
1
.23
8
.12
4
.14
7
.20
6
.21
4
.28
9
.27
3
.26
3
.62
8
.51
7

y2.
4

.48
8
.25
2
.40
5
.27
7
.26
3
.42
3
.26
4
.14
3
.11
7
.16
4
.21
3
.20
7

y1.3

y2.
3

y1.1

y1.2

y2.
2

y2.1

x2.3

x2.1

x2.2

x1.
1

x1.
2

.85
8
.52
5

.74
5

x1.1

x1.2

.608
.206
.352
.383
.285
.253
.098
.066
.105
.177
.177

.59
7
.23
9
.25
6
.40
6
.26
2
.10
9
.10
6
.14
2
.24
1
.25
5

.581
.306

.592

.246

.353

.228

.237

.024
.046
.036

.010

.165

.211

.147

.224

.012
.007

.79
1
.26
7
.09
8
.07
6
.09
6
.24
4
.20
9

.473
.020

1.24
7

.042

.982

1.15
1

.066

.924

.811

1.04
4

.239

.216

.213

.220

.210

.217

.224

.235

Condition number = 35.440


Eigenvalues
3.674 2.552 1.089 .557 .363 .305 .290 .269 .211 .196 .161 .141 .104
Determinant of sample covariance matrix = .000047
Sample Correlations (Group number 1)

x1.
3
y2.
4
y1.
3
y2.
3
y1.
1

x1.3
1.00
0

y2.4

y1.3

y2.3

.363

1.00
0

.196

.463

1.00
0

.359

.750

.343

1.00
0

.189

.520

.593

.406

y1.1

1.00
0

y1.2

y2.2

y2.1

x2.3

x2.1

x2.2

Lampiran 5 (Lanjutan)
y1.
2
y2.
2
y2.
1
x2.
3
x2.
1
x2.
2
x1.
1
x1.
2

x1.3

y2.4

y1.3

y2.3

y1.1

.222

.490

.639

.431

.521

y1.2
1.00
0

.270

.682

.411

.591

.362

.516

1.00
0

.363

.549

.471

.493

.435

.448

.436

.301

.184

.012

.099

.297

.156

.014

.300

.230

.028
.057
.046

.790

.329

.246

.336

.698

.344

.263

.383

.113
.079
.132

.126
.127
.180

y2.2

y2.1

x2.3

x2.1

x2.2

x1.1

1.00
0
.026

1.00
0

.080

.057

.820

1.00
0

.009

.106

.093

.810

.740

1.00
0

.234

.296

.296

.376

.208

.214

.232

1.00
0

.223

.337

.273

.354

.225

.242

.266

.657

x1.2

1.00
0

Condition number = 35.754


Eigenvalues
4.968 2.806 1.411 .871 .586 .522 .411 .336 .307 .254 .211 .179 .139
Notes for Model (Default model)
Computation of degrees of freedom (Default model)

Number of distinct sample moments:


Number of distinct parameters to be estimated:
Degrees of freedom (91 - 32):

91
32
59

Result (Default model)

Minimum was achieved


Chi-square = 64.829
Degrees of freedom = 59
Probability level = .281

Scalar Estimates (Group number 1 - Default model)


Maximum Likelihood Estimates
Regression Weights: (Group number 1 - Default model)

Emotional_State
Emotional_State
Impulse_Buying
Impulse_Buying
Impulse_Buying

<--<--<--<--<---

Store_Environment
Time_Pressure
Emotional_State
Store_Environment
Time_Pressure

Estimate S.E. C.R.


P Label
.336 .088 3.813 *** par_10
-.131 .062 -2.102 .036 par_11
.666 .106 6.261 *** par_12
.146 .073 1.991 .046 par_13
.113 .050 2.238 .025 par_14

Lampiran 5 (Lanjutan)
y2.1
y2.2
x1.1
x1.2
x2.1
x2.2
x2.3
y2.4
y1.3
y1.2
y1.1
x1.3

<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<---

Impulse_Buying
Impulse_Buying
Store_Environment
Store_Environment
Time_Pressure
Time_Pressure
Time_Pressure y2.3
Impulse_Buying
Impulse_Buying
Emotional_State
Emotional_State
Emotional_State
Store_Environment

Estimate
.671
1.032
1.016
.847
.885
.837
1.000
.976
1.000
1.000
.945
.876
1.000

S.E.
.087
.102
.081
.080
.060
.058

C.R.
7.703
10.129
12.500
10.524
14.789
14.407

P
***
***
***
***
***
***

Label
par_1
par_2
par_3
par_4
par_5
par_6

.083 11.751 *** par_7

.110
.110

8.572 *** par_8


7.981 *** par_9

Standardized Regression Weights: (Group number 1 - Default model)

Emotional_State
Emotional_State
Impulse_Buying
Impulse_Buying
Impulse_Buying
y2.1
y2.2
x1.1
x1.2
x2.1
x2.2
x2.3
y2.3
y2.4
y1.3
y1.2
y1.1
x1.3

<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<---

Store_Environment
Time_Pressure
Emotional_State
Store_Environment
Time_Pressure
Pembelian_Impulsif
Pembelian_Impulsif
Store_Environment
Store_Environment
Time_Pressure
Time_Pressure
Time_Pressure
Pembelian_Impulsif
Pembelian_Impulsif
Emotional_State
Emotional_State
Emotional_State
Store_Environment

Estimate
.419
-.219
.656
.179
.186
.623
.741
.860
.769
.868
.861
.941
.806
.914
.807
.772
.723
.914

Covariances: (Group number 1 - Default model)

Store_Environment <--> Time_Pressure

Estimate S.E. C.R.


P Label
.274 .084 3.263 .001 par_15

Lampiran 5 (Lanjutan)
Correlations: (Group number 1 - Default model)

Store_Environment <--> Time_Pressure

Estimate
.333

Variances: (Group number 1 - Default model)

Store_Environment
Time_Pressure
z1
z2
e2
e1
e5
e4
e6
e10
e11
e8
e7
e12
e9
e13
e3

Estimate S.E.
.615 .096
1.105 .160
.331 .068
.171 .037
.304 .046
.223 .043
.269 .045
.285 .048
.142 .045
.289 .039
.356 .051
.239 .042
.278 .044
.209 .033
.212 .042
.080 .022
.121 .036

C.R.
6.405
6.918
4.867
4.657
6.659
5.178
5.974
5.959
3.163
7.409
6.959
5.672
6.272
6.409
5.060
3.630
3.412

P
***
***
***
***
***
***
***
***
.002
***
***
***
***
***
***
***
***

Label
par_16
par_17
par_18
par_19
par_20
par_21
par_22
par_23
par_24
par_25
par_26
par_27
par_28
par_29
par_30
par_31
par_32

Squared Multiple Correlations: (Group number 1 - Default model)

Emotional_State
Impulse_Buying
x1.3
y2.4
y1.3
y2.3
y1.1
y1.2
y2.2
y2.1
x2.3
x2.1

Estimate
.163
.581
.835
.836
.651
.650
.522
.596
.549
.388
.886
.753

Lampiran 5 (Lanjutan)
x2.2
x1.1
x1.2

Estimate
.742
.740
.592

Standardized Total Effects (Group number 1 - Default model)

Emotional_State
Impulse_Buying
x1.3
y2.4
y1.3
y2.3
y1.1
y1.2
y2.2
y2.1
x2.3
x2.1
x2.2
x1.1
x1.2

Time
Pressure
-.219
.042
.000
.039
-.177
.034
-.158
-.169
.031
.026
.941
.868
.861
.000
.000

Store
Environment
.419
.454
.914
.415
.338
.366
.303
.324
.337
.283
.000
.000
.000
.860
.769

Emotional
State
.000
.656
.000
.600
.807
.529
.723
.772
.486
.409
.000
.000
.000
.000
.000

Impulse
Buying
.000
.000
.000
.914
.000
.806
.000
.000
.741
.623
.000
.000
.000
.000
.000

Standardized Direct Effects (Group number 1 - Default model)

Emotional_State
Impulse_Buying
x1.3
y2.4
y1.3
y2.3
y1.1
y1.2
y2.2

Time
Pressure
-.219
.186
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000

Store
Environment
.419
.179
.914
.000
.000
.000
.000
.000
.000

Emotional
State
.000
.656
.000
.000
.807
.000
.723
.772
.000

Impulse
Buying
.000
.000
.000
.914
.000
.806
.000
.000
.741

Lampiran 5 (Lanjutan)
Time
Pressure
.000
.941
.868
.861
.000
.000

y2.1
x2.3
x2.1
x2.2
x1.1
x1.2

Store
Environment
.000
.000
.000
.000
.860
.769

Emotional
State
.000
.000
.000
.000
.000
.000

Impulse
Buying
.623
.000
.000
.000
.000
.000

Standardized Indirect Effects (Group number 1 - Default model)

Emotional_State
Impulse_Buying
x1.3
y2.4
y1.3
y2.3
y1.1
y1.2
y2.2
y2.1
x2.3
x2.1
x2.2
x1.1
x1.2

Time
Pressure
.000
-.144
.000
.039
-.177
.034
-.158
-.169
.031
.026
.000
.000
.000
.000
.000

Store
Environment
.000
.275
.000
.415
.338
.366
.303
.324
.337
.283
.000
.000
.000
.000
.000

Modification Indices (Group number 1 - Default model)


Covariances: (Group number 1 - Default model)

M.I. Par Change


e11 <--> e8
5.504
.073
e10 <--> Time_Pressure
4.486
-.107
e10 <--> Store_Environment 5.524
.090
e10 <--> z2
4.386
-.051
e6 <--> e10
8.037
-.076
Variances: (Group number 1 - Default model)

M.I.

Par Change

Emotional
State
.000
.000
.000
.600
.000
.529
.000
.000
.486
.409
.000
.000
.000
.000
.000

Impulse
Buying
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000

Lampiran 5 (Lanjutan)
Regression Weights: (Group number 1 - Default model)

x1.3
y2.1
x2.3
x1.2

<--<--<--<---

y1.2
y1.3
y2.1
y1.2

M.I. Par Change


4.330
-.114
4.773
.137
6.676
-.180
4.016
.136

Model Fit Summary


CMIN

Model
Default model
Saturated model
Independence model

NPAR
32
91
13

CMIN
64.829
.000
1048.409

DF
59
0
78

P
.281

CMIN/DF
1.099

.000

13.441

RMR, GFI

Model
Default model
Saturated model
Independence model

RMR
.034
.000
.275

GFI
.930
1.000
.357

AGFI
.892

PGFI
.603

.249

.306

NFI
Delta1
.938
1.000
.000

RFI
rho1
.918

IFI
Delta2
.994
1.000
.000

TLI
rho2
.992

Baseline Comparisons

Model
Default model
Saturated model
Independence model

.000

Parsimony-Adjusted Measures

Model
Default model
Saturated model
Independence model

PRATIO
.756
.000
1.000

PNFI
.710
.000
.000

PCFI
.752
.000
.000

.000

CFI
.994
1.000
.000

Lampiran 5 (Lanjutan)
NCP

Model
Default model
Saturated model
Independence model

NCP
5.829
.000
970.409

LO 90
.000
.000
869.563

HI 90
29.624
.000
1078.677

FMIN

Model
Default model
Saturated model
Independence model

FMIN
.503
.000
8.127

F0
.045
.000
7.523

LO 90
.000
.000
6.741

HI 90
.230
.000
8.362

RMSEA

Model
Default model
Independence model

RMSEA
.028
.311

LO 90
.000
.294

HI 90
.062
.327

PCLOSE
.828
.000

AIC

Model
Default model
Saturated model
Independence model

AIC
128.829
182.000
1074.409

BCC
136.621
204.157
1077.574

BIC
220.591
442.946
1111.687

ECVI

Model
Default model
Saturated model
Independence model

ECVI
.999
1.411
8.329

LO 90
.953
1.411
7.547

HI 90
1.183
1.411
9.168

HOELTER

Model
Default model
Independence model

HOELTER
.05
156
13

HOELTER
.01
174
14

MECVI
1.059
1.583
8.353

CAIC
252.591
533.946
1124.687

Lampiran 6
Hasil Uji AVE dan Construct Reliability
Standardized Regression Weights: (Group number 1 - Default model)
Indikator
Variabel
Std
Std
Error
Variance Construct
Loading Loading 2
Extract Reliability

x1.1

<---

Store_Environment

0.86

x1.2

<---

Store_Environment

0.769

x1.3

<---

Store_Environment

0.914

Jumlah
x2.1

<---

Time_Pressure

2.543
00.868

x2.2

<---

Time_Pressure

0.861

x2.3

<---

Time_Pressure

0.941

Jumlah
y1.1

<---

Emotional_State

2.670
00.723

y1.2

<---

Emotional_State

0.772

y1.3

<---

Emotional_State

0.807

Jumlah
<---

Impulse_Buying

2.302
00.623

<---

Impulse_Buying

0.741

y2.3

<---

Impulse_Buying

0.806

y2.4

<---

Impulse_Buying

y2.1
y2.2

Jumlah

0.914
5.386
0

0.739
6
0.591

0.260
4
0.408

4
0.835
4
2.1664

6
0.164
6
0.8336

0.753
4
0.741

0.246
6
0.258

3
0.885
5
2.3802

7
0.114
5
0.6198

0.522
7
0.596

0.477
3
0.404

0
0.651
2
1.7700

0
0.348
8
1.2300

0.388
1
0.549

0.611
9
0.450

1
0.649
6
0.835

9
0.350
4
0.164

4
4.1922

6
2.8078

0.7
2

0.8
9

0.7
9

0.9
2

0.5
9

0.8
1

0.6
0

0.9
1