Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Globalisasi mempertinggi arus kompetisi disegala bidang termasuk bidang
kesehatan dimana perawat terlibat didalamnya. Untuk dapat mempertahankan
eksistensinya, maka setiap organisasi dan semua elemen-elemen dalam organisasi
harus

berupaya

meningkatkan

mutu

pelayanannya

secara

terus

menerus..

Kecenderungan masa kini dan masa depan menunjukkan bahwa masyarakat semakin
menyadari pentingnya peningkatan dan mempertahankan kualitas hidup (quality of
life). Oleh karena itu pelayanan kesehatan yang bermutu semakin dicari untk
memperoleh jaminan kepastian terhadap mutu pelayanan kesehatan yang diterimanya.
Semakin tinggi tingkat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan
untuk mempertahankan kualitas hidup, maka customer akan semakin kritis dalam
menerima produk jasa, termasuk jasa pelayanan kebidanan, oleh karena itu
peningkatan mutu kinerja setiap bidan perlu dilakukan terus menerus.
Untuk dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu banyak upaya
yang dapat dilaksanakan.Upaya tersebut jika dilaksanakan secara terarah dan terencana
,dalam ilmu administrasi kesehatan dikenal dengan nama program menjaga mutu
pelayanan kesehatan (Quality Assurance Program ).
Dengan penerapan pendekatan jaminan mutu pelayanan kesehatan, kepuasan
pasien menjadi bagian yang integral dan menyeluruh dari kegiatan jaminan mutu
layanan kesehatan. Artinya, pengukuran tingkat kepuasan pasien harus menjadi
kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari pengukuran mutu layanan kesehatan.
Konsekuensi dari pola piker yang demikian adalah dimensi kepuasan pasien menjadi
salah satu dimensi mutu layanan kesehatan yang penting.

B. Tujuan
1. Tujuan umum
Agar mahasiswa mampu menjelaskan penilaian mutu pelayanan kesehatan

2. Tujuan Khusus
a. Agar mahasiswa mampu menjelaskan kepuasan pasien
b. Agar mahasiswa mampu menjelaskan penilaian mutu kesehatan
c. Agar mahasiswa mampu menjelaskan indikator penilaian mutu kesehatan

BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A. Mutu Pelayanan
Mutu pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang sesuai dengan tingkat
kepuasan rata-rata serta penyelenggaraannya sesuai dengan standard an kode etik profesi.

B. Indikator Penilaian Mutu Asuhan Keperawatan


1. Aspek sturktur (input)
Stuktur adalah input untuk system pelayanan sebuah RS yang meliputi m1 (tenaga) m2
(sarana prasarana), m3 (sarana prasarana), m3 (metode asuhan keperawatan), m4 (dana),
m5 (pemasaran), dan lainnya. Ada sebuah asumsi yang menyatakan bahwa jika struktur
sistem rs tertata dengan baik akan lebih menjamin mutu pelayanan. Dan mutu dari
masing-masing komponen struktur.
2. Proses
Proses adalah semua kegiatan dokter, perawatan, dan tenaga profesi

lain yang

mengadakan interaksi secara propesional dengan pasien. Interaksi ini diukur antara lain
dalam bentuk penilain tentang penyakit pasien, penegakan diagnosis, rencana tindakan
pengobatan, indikasi tindakan, penanganan penyakit, dan prosedur pengobatan.
3. Outcome
Outcome adalah hasil akhir kegiatan dokter, perawat, dan tenaga propesi lain terhadap
pasien
a.

Indikator-indikator mutu yang mengacu pada aspek pelayanan meliputi :


1) Angka infeksi nosokomial ; 1-2%
2) Angka kematian kasar ; 3-4%
3) Kematian ibu melahirkan ;1-2%
4) Kematian pasca bedah ; 1-2%
5) Kematian bayi baru lahir ; 20/1000;
6) NDR (net death rate); 2,5%
7) ADR ( anesthesia death rate) maksimal 1/5000;
8) PODR( post-operation death rate); 1%

9) POIR ( post- operative infection rate); 1%


b.

Indikator mutu pelayan untuk mengukur tingkat efisensi RS;


1) Biaya perunit untuk rawat jalan;
2) Jumlah penderita yang mengalami dekubitus;
3) Jumlah penderita yang jatuh dari empat tidur;
4) BOR; 70-85%
5) BTO( bed turn over) 5-45 hari atau 40-50 kali satu persatu tempat tidur/ tahun ;
6) TOI( turn over interval); 1-3 TT yang kosong
7) LOS ( length of stay); 7-10 hari ( komplikasi, infeksi nosokomial; gawat
darurat; tingkat kontamitasi dalam darah; tingkat kesehatan ; dan kepuasan
pasien)
8) Normal tissue removal; 10%

c.

Indikator mutu yang berkaitan dengan kepuasan pasien dapat di ukur dengan jumlah
keluhan dari pasien/keluarganya, surat pembaca di koran, surat kaleng, surat masuk
di kotak saran, dan lainnya.

d.

Indikator cakupan pelayanan sebuah RS terdiri atas:


1) Jumlah dan persentase kunjungan rawat jalan/inap menurut jarak RS dengan asal
pasien
2) Jumlah pelayanan dan tindakan seperti jumlah tindakan pembedahan 4 dan
jumlah kunjungan SMF spesialis
3) Untuk mengukur mutu pelayanan sebuah RS, angka anka standar tersebut di atas
dibandingkan standar (indikator)nasional. Jika bukan angkat standar nasional,
penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan hasil pencatatan mutu pada
tahun tahun sebelumnya di rumah sakit yang sama, setelah di kembangkan
kesepakatan pihak manajemen/direksi RS yang bersangkutan dengan masingmasing SMF dan staf lainnya yang terkait.

e. Indikator mutu yang mengacu pada keselamatan pasien:


1) Pasien terjatuh dari tempat tidur/kamar mandi
2) Pasien di beri obat salah
3) Tidak ada obat/alat emergensi
4) Tidak ada oksigen

5) Tidak ada suction (penyedot lendir)


6) Tidak tersedia alat pemadam kebakaran
7) Pemakaian obat
8) Pemakaian air, listrik, gas dan lain-lain

C. Kepuasan Pasien
Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah
membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerjaatau hasil suatu produk dan
harapan-harapannya (Nursalam, 2011).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien :
a. Kualitas produk atau jasa
Pasien akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk atau
jasa yang digunakan berkualitas. Persepsi konsumen terhadap kualitas poduk atau jasa
dipengaruhi oleh dua hal yaitu kenyataan kualitas poduk atau jasa yang sesungguhnya
dan komunikasi perusahaan terutama iklan dalam mempromosikan rumah sakitnya
b. Kualitas Pelayanan
Memegang peranan penting dalam industri jasa. Pelanggan dalam hal ini pasien akan
merasa puas jika mereka memperoleh pelayanan yang baik atau sesuai dengan yang
diharapkan.
c. Faktor Emosional
Pasien yang merasa bangga dan yakin bahwa orang lain kagum terhadap konsumen bila
dalam hal ini pasien memilih rumah sakit yang sudah mempunyai pandangan rumah
sakit mahal, cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi.
d. Harga
Harga merupakan aspek penting, namun yang terpenting dalam penentuan kualitas guna
mencapai kepuasan pasien. Meskipun demikian elemen ini mempengaruhi pasien dari
segi biaya yang dikeluarkan, biasanya semakin mahal harga perawatan maka pasien
mempunyai harapan yang lebih besar. Sedangkan rumah sakit yang berkualitas sama
tetapi berharga murah, memberi nilai yang lebih tinggi pada pasien.
e. Biaya
Mendapatkan produk atau jasa, pasien yang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan

atau tidak perlu membuang waktu untuk mendapatkan jasa pelayanan, cenderung puas
terhadap jasa pelayanan tersebut.

Faktor penyebab timbulnya rasa tidak puas:


1. Tidak sesuai harapan dan kenyataan
2. Layanan selama proses menikmati jasa tidak memuaskan
3. Perilaku personel kurang memuaskan
4. Suasana dan kondisi fisik lingkungan yang tidak menunjang
5. Cost terlalu tinggi, karena jarak terlalu jauh, banyak waktu terbuang dan harga tidak
sesuai
6. Promosi/iklan tidak sesuai dengan kenyataan

5 Karakteristrik instrument kepuasan pasien, antara lain:


1. Tangibles (Kenyataan)
a. Perawat memberi informasi tentang administrasi yang berlaku bagi pasien rawat inap
di Rumah Sakit
b. Perawat selalu menjaga kebersihan dan kerapihan ruangan yang anda tempati
c. Perawat menjaga kebersihan dan kelengkapan fasilitas kamar mandi dan toilet
d. Perawat selalu menjaga kerapian dan penampilannya

2. Reability (Keandalan)
a. Perawat mampu menangani masalah perawatan anda dengan tepat dan professional
b. Perawat memberikan informasi tentang fasilitas yang tersedia, cara penggunaannya
dan tata tertib yang berlaku di Rumah Sakit
c. Perawat memberitahu dengan jelas tentang hal-hal yang harus di patuhi dalam
perawatan
d. Perawat memberitahu dengan jelas tentang hal-hal yang dilarang dalam perawatan
e. Ketetapan waktu perawat tiba di ruangan ketika anda membutuhkan

3. Responsiveness (Keandalan)

a. Perawat bersedia menawarkan bantuan kepada ketika mengalami kesulitan walau


tanpa diminta
b. Perawat segera menangani ketika sampai diruangan rawat inap
c. Perawat menyediakan waktu khusus untuk membantu berjalan, BAB, BAK, ganti
posisi tidur, dan lain-lain.
d. Perawat membantu untuk memperoleh obat
e. Perawat membantu untuk pelaksanaan pelayanan foto dan laboratorium di Rumah
Sakit

4. Assurance (Jaminan)
a. Perawat memberi perhatian terhadap keluhan yang pasien rasakan
b. Perawat dapat menjawab pertanyaan tentang tindakan perawatan yang di berikan
kepada pasien
c. Perawat jujur dalam memberikan informasi tentang keadaan pasien
d. Perawat selalu memberi salam dan senyum kepada pasien
e. Perawat teliti dan terampil dalam melaksanakan tindakan keperawatan kepada pasien

5. Empathy (Empati)
a. Perawat memberikan informasi kepada pasien tentang segala tindakan perawatan
yang akan di laksanakan
b. Perawat mudah ditemui dan di hubungi bila pasien membutuhkan
c. Perawat sering menengok dan memeriksa keadaan pasien seperti mengukur tensi,
suhu, nadi, pernafasan dan cairan infus
d. Pelayanan yang di berikan perawat tidak memandang pangkat / status tapi
berdasarkan kondisi pasien
e. Perawat perhatian dan memberi dukungan moril terhadap keadaan pasien

D. Penilaian Mutu Pelayanan


1. Aspek Pendekatan
Dilakukan pendekatan secara umum atau pendekatan secara khusus.Pendekatan umum
dilakukan dengan menilai kemampuan rumah sakit dan atau petugasnya dan

membandingkannya dengan standar yang ada. Para petugas dapat dinilai tingkat
pendidikannya, pengalaman kerjanya, serta pengetahuan yang dimiliknya (biasanya
dengan cara tes tertulis/lisan).
2. Aspek Teknik
Dilakukan penilaian tiga komponen yaitu struktur, proses dan hasil.Komponen struktur,
menilai keadaaan fasilitas yang ada, keadaan bangunan fisik, struktur organisasi,
kualifikasi staf rumah sakit, dan lain-lain. Komponen proses menilai apa yang terjadi
antara pemberi pelayanan dengan pasiennya. Tegasnya, menilai bagaimana aktivitas
dokter dan petugas kesehatan lainnya dalam menangani pasien.Sementara komponen
hasil menilai hasil pengobatan (dengan berbagai kekurangannya).Penilaian dapat
dilakukan dengan menilai dampak pengobatan terhadap status kesehatan dan kepuasan
penderitanya.
3. Aspek kriteria
Dibagi mejadi kriteria yang eksplisit dan implisit.Kriteria eksplisit adalah kriteria yang
nyata tertulis. Misalnya, bila ada aturan bahwa setiap dokter harus menulis nama terang
setiap selesai menulis status, maka dalam proses penilaian akan dilihat tercantum
tidaknya nama terang itu dalam rekam medik. Kriteria implisit adalah kriteria yang tidak
tertulisa yang ada di dalam benak anggota tim penilai.

BAB III
PROFIL RSUD SELASIH PANGKALAN KERINCI

A.

Gambaran Umum RSUD Selasih Pangkalan Kerinci


a. Kepemilikan
RSUD Selasih Pangkalan Kerinci adalah milik pemerintah daerah Kabupaten
Pelalawan yang dibangun diats luas tanah lebih kurang 6 (enam) hektar dan
diresmikan pemakaian operasional pada tanggal 20 Maret 2004 oleh Gubernur
Propinsi Riau H.M Rusli Zainal,SE
b. Letak RSUD Selasih Pangkalan Kerinci
Satuan kerja perangkat daerah Rumag Sakit Umum Daerah Selasih Kabupaten
Pelalawan terletak di jalan Rumah Sakit Satuan Pmeukiman VI di Pangkala Kerinci
Kabupaten Pelalawan Porpinsi Riau.
c. Status RSUD Selasih Pangkalan Kerinci
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
141/MENKES/SK/I/2007, tanggal 31 Januari tentang peningkatan kelas Rumah
Sakit Umum Daerah Selasih Milik Pemerintah Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau,
maka ditetapkan status RSUD Selasih adalah Kelas C.

B. Visi,Misi dan Motto


berdasarkan rencana strategis RSUD Selasih tahun 2006-2010 telah ditetapkan visi dan
misi yaitu :
a) Visi
Menjadikan RSUD Selasih sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan yang
unggul,terpercaya dan terbilang tahun 2020.
b) Misi
1) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan rujukan dan spesialistik
2) Memberikan pelayanan kesehatan dasar secara prima, bermutu dan propesional.
3) Memberikan pelayanan asuhan keperawatan secara merata, menyeluruh dan
berkeadilan.

4) Melengkapi sarana dan prasarana penunjang medis yang berkualitas dan bermanfaat
secara optimal
c) Motto
Memberikan pelayanan yang AMANAH
(Aman,Mudah,Akurat,Nyaman,Akuntable,Handal)
d) Tugas
1. Melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan
mengutamakan penyembuhan, pemulihan yang dilakukan secara serasi, terpadu
dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan.
2. Melaksanakan pelayanan yang bermutu sesuai standar pelayanan rumah sakit.
e) Fungsi
1) Pelayanan medis
2) Pelayanan penunjang medis dan para medis
3) Pelayanan dan asuhan keperawatan
4) Pelayanan rujukan pendidikan dan pelatihan
5) Penelitian dan pengembangan
6) Pelayanan administrasi umum dan keuangan.

BAB IV
HASIL PENGKAJIAN

A.

Aspek Struktur (Input)

a) Man = Ketenagaan
16
14
12
10
8

Jumlah

6
4
2
0
Perawat

Dokter

Pendidikan Perawat

Ners
Amd.Kep

b) Material = Sarana dan Prasarana


RSUD Selasih memiliki 1 bangsal ruang Bedah yang terdiri dari 4 ruang rawat inap,
yaitu :
1) Ruang anak
a. 4 tempat tidur
b. 1 tong sampah
c. 4 meja
d. 4 kursi
e. 1 jam dinding
f. 1 kipas angin

2) Ruang wanita
a. 4 tempat tidur
b. 4 meja
c. 4 kursi
d. 1 tong sampah
e. 1 jam dinding
f. 1 kipas angin

3) Ruang pria
a. 4 tempat tidur
b. 4 meja
c. 4 kursi
d. 1 tong sampah
e. 1 jam dinding
f. 1 kipas angin

4) Ruang Post Operasi


a. 3 tempat tidur
b. 3 meja
c. 1 kipas angin

5) Nurse Station
a. 1 tong sampah
b. Lemari obat-obatan
c. Wastafel
d. 1 meja computer
e. 2 meja perawat
f. Handscrub
g. Papan struktur rumah sakit
h. 1 set alat vital sign
i. 1 jam dinding
j. 3 kursi

6) Kamar tindakan
a. 1 Buah tong sampah
b. Stok alcohol
c. perlak
d. stik laken kecil

e. stik laken besar


f. selimut
g. Stok obat-obat (cairan elektrolit)
h. Stok set steril
i. Stok kasa
j. Stok kapas
k. Peralatan medis lainnya (bengkok, baki, tongespatel, dll)
l. Stok spuit
m. 1 tabung oksigen
n. 1 tabung pemadam kebakaran
o. 1 kulkas
6) Ruang Dokter
a. 1 lemari
b. 1 AC
c. 1 meja
d. 1 tempat tidur
7) Ruang Perawat
a. 1 lemari
b. 1 meja
c. 1 tempat tidur
8) Ruang Rapat
a. 4 meja
b. 4 kursi
c. 1 toilet

d. 1 wastafe
c. Metodh (Metode)
Metode yang dipakai di Ruang Bedah adalah metode TIM.

karu

perawat
katim

perawat
katim

perawat
katim

perawat
anggota tim

perawat
anggota tim

perawat
anggota tim

beberapa
pasien

beberapa
pasien

beberapa
pasien

d. Money (Dana)
Pendanan yang digunakan untuk mendirikan RSUD Selasih adalah dana dari pemerintah

e. Market (Pemasaran)
RSUD Selasih menggunakan media cetak (koran dan brosur) dalam memasarkan rumah
sakitnya.
B. Proses
Di ruang Bedah RSUD Selasih menggunakan metode pemberian askep dengan metode tim.
Pembagian waktu kerja perawat dibagi dalam 3 shift/24 jam, yang terdiri dari shift pagisiang-malam.
Kerja Shift pagi dimulai dari jam 08.00 sampai jam 14.00, sedangkan shift siang dimulai
dari jam 14.00 22.00 daan selanjutnya untuk shift malam. Setiap ingin memulai jam kerja

di awali dengan operan dari perawat shift yang bekerja ke shift yang akan bekerja. Saat di
melakukan operan di adakan juga pendataan terhadaap pasien.
Ruangan Bedah di pimpin oleh serorang karu berlatarbelakang sarjana keperawatan
dan terdiri dari 14 perawat pelaksana ( 2 Ners, 12 AMD,Kep). Dalam proses
menyelesaikan/memecahakan kasus keperawatan karu membentuk tim keperawatan
dimana masing-masing tim harus berkoordinasi/bekerjasama untuk memberikan asuhan
keperawatan. Dengan jumlah perawat pelaksana 14 orang di ruangan Bedah sudah
mencukupi dengan metode yang di pakai. Metode ini sudah dilakukan dengan baik. Karu
menegaskan metode tim ini dilakukan disetiap shift dan dilaporkan pada saat operan.
Struktur yang telah di buat berfungsi dengan baik. Setiap bulan susunan struktur metode
tim di random supaya tidak terjadi kebosanan/kejenuhan pada perawat. Dan hasil dari
pencapaian kerja ruangan dilaporkan oleh karu ke pada kepala bidang RSUD Selasih.

Setiap hari nya ada dokter visite yang masuk untuk memantau keadaan pasien nya
masing-masing.
C. Outcome
Outcome adalah hasil akhir kegitan dokter, perawat dan tenaga profesi lain terhadap
pasien.
Data pasien bulan oktober

: 124 orang

a) Indikator-indikator mutu yang mengacu kegiatan pada aspek pelayanan meliput:


1) Angka infeksi nosokomial 2 orang: 1,61%
2) Angka kematian kasar: 6 orang: 4,81 %
3) Kematian pasca-bedah: 2 orang : 1,61 %
4) NDR (Net Death Rate) 3 orang: 1,53%
5) PODR (Post-Operation Death Rate): 0%
6) POIR (Post-Operative Infection Rate): 2 orang : 1,61 %
b) Indikator mutu pelayanan untuk mengukur tingkat efisien RS:
1) Biaya per unit rawat jalan : BPJS
2) Jumlah penderita yang mengalami dekubitus: 0%
3) Jumlah penderita yang jatuh dari tempat tidur : tidak ada hanya Resiko jatuh

4) BOR: 87%
( )

Rumus : =

( )

92

x 100% = 87%

15 x 7

5) TOI (Turn Over Interval): 1-3 hari TT yang kosong

= (15x7) -7
45 = 2,1 (2 hari)

6) BTO (Bed Trun Over) : 3 hari


Jumlah pasien keluar (hidup + mati) / Jumlah tempat tidur
45 : 15 = 3 hari
7) Normal tissue removal: 10%
8) LOS ( Length Of Stay) : 7 hari
c) Indikator mutu yang mengacu pada keselamatan pasien.
1) Pasien terjatuh dari tempat tidur/kamar mandi : 0
2) Pasien di beri obat salah : 0
3) Tidak ada obat/alat emergensi :0
4) Tidak ada oksigen : 0
5) Tidak ada suction (penyedot lendir): 0
6) Tidak tersedia alat pemadam kebakaran :0
7) Pemakaian obat :0
8) Pemakaian air, listrik, gas dan lain-lain : lengkap
d)

Indikator mutu yang berkaiatan dengan kepuasan pasien


Setelah dilakukan wawancara kepada pasien yang dirawat diruangan Bedah, 6
dari 15 pasien dan 5 dari pihak keluarga pasien menyatakan kurang puas dengan

pelayanan di rumah sakit, perawat di ruangan Bedah memang cukup ramah dan sopan,
namun tidak cepat tanggap saat di butuhkan oleh pasien. Biaya rawat di RSUD Selasih
cukup terjangkau dan juga bisa menggunakan BPJS namun masih menyulitkan dan
membingungkan pasien serta keluarga. Faslilitas ruangan cukup lengkap.
e) Indikator cakupan pelayanan sebuah RS terdiri atas:
a) Jumlah dan persentase kunjungan rawat jalan/inap menurut jarak RS dengan asal
pasien. Dari data pasien didapatkan bahwa rata-rata pasien yang di rawat di ruangan
Bedah berasal dari luar daerah Pangkalan Kerinci.
1 dokter spesialis bertanggung jawab kepada pasien di bidangnya dan berkunjung ke
pasien setiap hari.

BAB V
ANALISA

A. ANALISA FISHBONE

PENDIDIKAN
KURANG

TIDAK ADA
PELATIHAN

LINGKUNGAN

TAMU BAWA
INFEKSI

INOS

Peralatan
Tidak Steril

Etika
perawat

Alat
terbatas

Tenaga
perawat

Keyakinan
keluarga

Keluarga kurang puas


dengan pelayanan
Kepuasan
Pasien

Kurang tanggap
menangani
pasien

Pengalaman
keluarga

B. PRIORITAS PENYEBAB MASALAH


NO

1
2

MASALAH

INOS
Kepuasan
pasien

IMPORTANCY

TEKNOLOGI

RESOURCE

IXTXR

RI

PC

DU

PCo

360 ( I )

220 ( II )

Cara penyelesaian masalah ( INOS )


NO

1
2
3

CARA PENYELESAIAN

Mewajibkan perawat
melanjutkan S1 + Ners
Memfasilitasi perawat ikut
pelatihan
Memberikan reward

EFISIENSI

EFEKTIFITAS

JUMLAH
MxIxV/C

PRIORITAS

20

II

5
4

5
4

5
3

5
4

25
12

I
III

Gannt chart
NO

KEGIATAN

BULAN I

BULAN II

BULAN III

PJ

BIAYA

1
2
Pelaksanaan rencana kerja perbaikan dan tindakan
NO

RENCANA

KAPAN
DIKERJAKAN

METODE

HASIL

TINDAKAN

BAB VI
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Dari hasil pengkajian yang telah dilakukan di RSUD Petala Bumi pekanbaru pada
tanggal 2 november 2014 maka didapatkan hasil bahwa mutu pelayanan di RSUD Selasih
ruangan Bedah kurang baik karena dilihat dari angka infeksi n dan angka kematian kasar
rendah 1,53%

DAFTAR PUSTAKA
Al-Assaf, A.F. 2009. Mutu Pelayanan Kesehatan: perspektif internasional.EGC: Jakarta
Nursalam. 2011. Manajemen Keperawatan. Salemba medika: Jakarta
Pohan, Imbalo S. 2006. Jaminan Mutu Layanan Kesehatan. EGC: Jakarta