Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MATA KULIAH TEORI AKUNTANSI

RINGKASAN MATERI KULIAH (RMK) :


CHAPTER 11 CRAIG DEEGAN : REACTIONS OF INDIVIDUALS TO FINANCIAL
REPORTING : AN EXAMINATION OF BEHAVIORAL RESEARCH

Disusun oleh :
NAMA

: YUYUNG RIZKA ANESWARI

NIM

: 146020300111015

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2014

1 Ringkasan oleh : Yuyung Rizka Aneswari (146020300111015)

AN OVERVIEW OF BEHAVIORAL RESEARCH


Menurut Libby (1981 : 2) penelitian yang berupaya mendeskripsikan perilaku individual
seringkali didasarkan pada cabang psikologi yang disebut sebagai behavioral decision theory,
yang berakar pada psikologi kognitif, ekonomi dan statistik. Behavioral Accounting Research
merupakan studi terhadap perilaku akuntan atau perilaku non-akuntan sebagaimana mereka
dipengaruhi oleh fungsi akuntansi dan pelaporan (T. Hofstedt & J.Kinard, 1970 ,p.43).
Behavioral Accounting Research (BAR), Capital Market Research, dan Agency Theory
Research dapat disebut positive research Penelitian yang meneliti mengenai bagaimana
individu bereaksi terhadap suatu informasi tertentu diklasifikasikan ke dalam penelitian
keperilakuan.
Penelitian keperilakuan pertama kali diakui oleh peneliti akuntansi pada 1960an (Maines,
1965), namun kemudian menjadi populer pada 1970an ketika digunakan oleh peneliti seperti
Ashton dan Libby. Penelitian keperilakukan telah digunakan untuk menginvestigasi berbagai
proses pengambilan keputusan misalnya mengenai penilaian pasar saham oleh analis
individual, keputusan untuk melakukan pinjaman/kredit, penaksiran mengenai kebangkrutan
oleh banker atau auditor, dan penilaian risiko oleh auditor.
Penelitian keperilakukan memiliki beberapa tujuan : (1) untuk memahami mengenai hal
penting dalam pengambilan keputusan, (2) dilakukan untuk meningkatkan pengambilan
keputusan, (3) beberapa penelitian keperilakuan dilakukan dengan memanipulasi jumlah serta
tipe informasi untuk menilai bagaimana dampaknya terhadap keputusan akhir, (4) beberapa
penilitian keperilakuan dilakukan dengan menyediakan informasi dengan jumlah dan tipe
yang sama untuk menjelaskan bagaimana sebuah keputusan dari sebuah kategori tertentu
dibuat (misal keputusan oleh auditor, stockbroker, banker, atau lending officer).
THE BRUNSWICK LENS MODEL
The Brunswick lens Model adalah Suatu metode yang digunakan untuk meneliti hubungan
antara mutliple cues (sebagian informasi) dan keputusan, pendapat, atau prediksi, dengan
mencari aturan dalam merespon cues tersebut (pertengahan tahun 1970-an). Digunakan
sebagai kerangka analitis dan dasar untuk pendapat penelitian yang paling memerlukan
ramalan (kebangrutan) dan/atau evaluasi (pengendalian internal). Penelitian model lensa
Brunswick dapat dijalankan untuk mempelajari bagaimana pembuat keputusan sebenarnya
menggunakan cues informasi akuntansi dan pembobotan apa yang mereka berikan pada
setiap cues.

2 Ringkasan oleh : Yuyung Rizka Aneswari (146020300111015)

Diagrammatic Representation of The Lens Model

Model Statistik diterapkan untuk menentukan pembobotan (weighting/importance) dari


bermacam cues (variabel independent) terhadap kriteria kejadian dari kesuksesan (variabel
dependent). Analisis regresi : likehood of default/non default= a constant term + 0.15 profit
+0.25 cash flow + 0.50 debt to equity ratio + other information cues + error
Jenis masalah yang harus dipertimbangkan pada level input: (1) skala karakteristik cues
individu, (2) metode presentasi, (3) konteks. Pada tingkat pengolahan informasi: (1)
karakteristik orang yang membuat putusan dan (2) karakteristik aturan dalam pengambilan
keputusan. Pada tingkat output atau keputusan: (1) kualitas putusan dan (2) wawasan diri.
Input leveluse of cues
a. Bagaimana dan apakah isyarat/cues tertentu yang digunakan dalam pengambilan

keputusan sangat relevan dengan profesi akuntansi


b. jika item informasi dalam laporan keuangan tidak digunakan, maka mereka bisa

dianggap tidak material dan karena itu tidak memerlukan pengungkapan


c. profesi akuntansi juga tertarik dengan apakah penyajian (dalam laporan keuangan, atau

dalam catatan kaki) berdampak pada keputusan


THE USE OF PARTICULAR INFORMATION ITEMS AND THE IMPLICATIONS
OF DIFFERENT FORMS OF PRESENTATION
a. Dalam membuat prediksi keuntungan finansial, analis memperoleh informasi penghasilan
dan penjualan lebih sering daripada jenis lain (Pankoff dan Virgil 1970; Mear dan Firth
1987)
b. Studi mempertanyakan mengenai pemberian informasi biaya saat ini, subjek lebih
mengandalkan pada informasi biaya historis (Heintz 1973; McIntyre 1973)
c. Penggunaan format penyajian yang berbeda akan mempengaruhi pengambilan keputusan,
seperti penyajian dalam bentuk bar charts, line graphs, pie charts dan tabel.

3 Ringkasan oleh : Yuyung Rizka Aneswari (146020300111015)

d. Penelitian menguji mengenai pengambilan keputusan oleh loan officer berdasarkan


informasi yang tergabung dalam laporan keuangan atau termasuk dalam footnotes
menemukan bahwa penyajian dalam dua bentuk tersebut tidak menimbulkan
pengambilan keputusan yang berbeda (Wilkins dan Zimmer 1983).
e. Penyediaan informasi segmen mengurangi ketergantungan subyek pada harga saham
masa lalu (Stallman 1969; Doupnik dan Rolfe 1989)
Penemuan berharga atas penggunaan Brunswick Lens method : (1) Pola dari cues
menggunakan bukti dalam berbagai tugas, (2) Pembobotan yang oleh pengambil keputusan
ditempatkan pada bermacam cues, (3) Dibawah kondisi dimana sistem yang ahli/model
perilaku manusia mengungguli manusia, (4) Stabilitas/konsistensi dari human judgement, (5)
Derajat/tingkat pandangan pengambil keputusan berdasarkan pola mereka atas penggunaan
data, (6) Tingkat dari konsensus yang ditampilkan.
Fakta-fakta dalam penelitian Brunswick Lens Model : (1) Banyak peneliti menggunakan
Brunswick Lens model untuk memeriksa prediksi manusia atas kegagalan bisnis, (2)
Mengijinkan analisis atas konsistensi penilaian, (3) Menganalisis kemampuan cues untuk
memprediksi keterjadian yang masih menjadi pertanyaan, (4) Memberi pandangan
berdasarkan tingkat konsensus diantara para pengambil keputusan, (5) Model perilaku
manusia disajikan secara matematis atas pola individu dalam menggunakan cues.
DECISION-MAKING PROCESS AND THE USE OF HEURISTIC1
Dalam kaitannya dengan penelitian yang menganggap dengan proses yang terlibat dalam
membuat penilaian (bagian tengah Lens Model), penelitian telah menguji : (1) bagaimana
berbagai cues diukur, (2) penilaian telah ditemukan konsisten dari waktu ke waktu, (3) para
pengambil keputusan ditemukan menggunakan heuristic sederhana pada saat membuat
keputusan.
Tiga penyederhanaan utama heuristik yang diidentifikasi sering digunakan dalam
pengambilan keputusan adalah: (1) representativeness, (2) anchoring dan penyesuaian, (3)
ketersediaan. Menurut Maines (1995: 83), individu yang menggunakan representativeness
heuristik menilai kemungkinan item yang dimiliki kategori dengan mempertimbangkan
betapa miripnya item tersebut ke anggota khas kategori ini. Anchoring dan penyesuaian
heuristik menunjukkan bahwa individu sering membuat penilaian atau perkiraan awal
(mungkin didasarkan pada pengalaman masa lalu atau melalui perhitungan parsial dari
berbagai faktor yang terlibat) dan kemudian hanya menyesuaikan sebagian tampilan mereka
1

Memungkinkan seseorang untuk menemukan atau mempelajari sesuatu untuk diri mereka sendiri

4 Ringkasan oleh : Yuyung Rizka Aneswari (146020300111015)

sebagai akibat dari akses ke informasi tambahan. Ketersediaan heuristik berkaitan dengan
apakah ingatan terkait kejadian dan kejadian dapat dengan mudah datang ke pikiran. Artinya,
penilaian probabilitas mengenai terjadinya suatu peristiwa dipengaruhi oleh kemudahan
dimana peristiwa jenis tertentu dapat direcall (Maines, 1995 : 100).
Pentingnya mengetahui heuristic : (1) jika hasil heuristik mengahasilkan keputusan yang
tidak sesuai, kecenderungan dapat disorot dan dapat diambil tindakan, (2) penggunaan
heuristik oleh para ahli bisa efisien dibandingkan dengan pengumpulan dan pengolahan data
yang mahal.
ISSUES OF DECISION ACCURACY
Penelitian telah mempertimbangkan seberapa akurat sebuah prediksi relatif terhadap hasil
lingkungan yang sebenarnya : (1) Libby (1975) menyelidiki akurasi yang petugas pinjaman
memprediksi kegagalan bisnis, (2) Zimmer (1980) menyelidiki seberapa akurat bankir dan
mahasiswa akuntansi dalam memprediksi kebangkrutan ketika diberikan dengan sejumlah
isyarat/cues akuntansi terkait, (3) pengambil keputusan yang bekerja dalam sebuah tim bisa
mengalahkan pengambil keputusan individu.
PROTOCOL ANALYSIS
Pendekatan lain untuk meneliti proses pengambilan keputusan di tingkat individu yang
kami juga dapat mempertimbangkan sebentar sekarang adalah penelitian yang dilakukan
dengan menggunakan analisis protokol verbal. Analisis protokol verbal

ini biasanya

membutuhkan subyek untuk berpikir keras (yaitu, untuk memverbalkan proses berpikir
mereka) sementara mereka membuat keputusan atau penilaian. Keuntungan dari Analisis
protokol verbal adalah (1) kemampuannya untuk memahami bagaimana penilaian yang
dibuat penting dalam meningkatkan penilaian tersebut. (2) Analisis protokol verbal berguna
dalam memeriksa pencarian informasi. (3) protocol verbal berguna dalam pengembangan
teori.
Kerugian Analisis protokol verbal meliputi: (1) proses memverbalkan dapat memiliki
efek pada proses pengambilan keputusan, (2) sebagian besar dari informasi yang digunakan
tidak dapat diverbalkan, (3) subjek dapat memberikan verbalisasi yang paralel tetapi
independen terhadap proses pemikiran yang sebenarnya, dan (4) kritik dari metode
pengkodean.

5 Ringkasan oleh : Yuyung Rizka Aneswari (146020300111015)

LIMITATIONS OF BEHAVIORAL RESEARCH


a. Penelitian memeriksa masalah yang sama telah menghasilkan hasil yang bertentangan :

sulit untuk menentukan penyebab inkonsistensi


b. Penyetingan studi sering berbeda dengan yang ada di dunia nyata dampaknya pada

implikasi untuk generalisasi


c. Sangat sulit untuk meniru cues yang tersedia di tempat kerja
d. Mahasiswa sering digunakan sebagai pengganti
e. Sejumlah kecil subjek sering digunakan

6 Ringkasan oleh : Yuyung Rizka Aneswari (146020300111015)