Anda di halaman 1dari 18

Perusahaan Go Public (PT. Astra Internasional Tbk.

) TUGAS
KELOMPOK

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT. penyusun panjatkan, karena berkat rahmat serta
bimbingan-Nya penulis berhasil menyelesaikan makalah tentang Perusahaan Go Public (PT.
Astra Internasional Tbk.). Adapun makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah
Akuntansi Internasional. Makalah ini berisikan tentang informasi perusahaan Go Public yang
secara spesifik membahas contoh salah satu perusahan yang mengalami Go Public.
Semoga makalah Perusahaan Go Public (PT. Astra Internasional Tbk.)" memberikan
informasi yang berguna bagi masyarakat serta bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan
peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Terima kasih kepada semua anggota kelompok Jepang yang telah berperan dalam
penyusunan makalah ini serta refrensi dan sumber-sumber informasi yang kami peroleh.

Depok 2014
Kelompok Jepang

BAB I
LATAR BELAKANG
A.

Latar Belakang
Pada saat ini pesatnya perkembangan dunia usaha menimbulkan persaingan yang
ketat diantara para pelaku usaha. Mereka semua berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik
di bidangnya. Banyak alasan yang mendasari sebuah perusahaan melakukan go public, salah
satunya adalahanggapan bahwa dengan menjadikan perusahaannya sebagai salah satu
perusahaan yangGo Public akan meningkatkan citra perusahaan tersebut. Hal ini tidak
sepenuhnya salah, karena pada faktanya, perusahaan-perusahaan terbaik di Indonesia
sebagian besar merupakan perusahaan terbuka atau perusahaan yang telah Go Public.Namun
alasan yang paling sering melatar belakangi perusahaan melakukan go public adalah karena
perusahaan membutuhkan persediaaan modal yang cukup besar dengan biaya modal yang
minimalis. Dan hal itu dapat dilakukan dengan menjual saham perusahaan kepada masyarakat
atau go public di pasar modal.
Dengan melakukan go public, perusahaan akan mendapatkan tambahan dana
yang akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan yang
memungkinkan pembiayaan rencana ekspansi, pembuatan produk baru atau

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

rencana penggabungan usaha. Dengan tamabahan modal tersebut perusahaan


mengharapkan dapat memperbaiki struktur kekuatan perusahaan, sehingga
perusahaan bisa berjalan dengan baik dan meningkatkan kinerja perusahaannya.
Adapun latar belakang suatu perusahaan melakukan go public adalah :
Kondisi pasar modal yang sedang membaik
Dana internal yang dirasakan cukup terbatas
Ingin mengadakan ekspansi usaha
Beban angsuran pinjaman yang semakin membesar
Aspek regulasi yang menguntungkan
Kondisi ekonomi yang sedang membaik
Adanya potensi masyarakat domestic yang dapat dimanfaatkan
Aspirasi dari pemerintah
PT. Astra Internasional Tbk. dan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. yang menjadi
tempat penelitian kami merupakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Perusahaan astra internastional adalah perusahaan yang atau lebih dikenal dengan Astra
Group ini telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 4 April 1990 dan perusahaan
ini bergerak dibidang otomotif. Sedangangkan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk adalah
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyediakan layanan telekomunikasi dan
jaringan terbesar di Indonesia.
Dalam perkembanganya dari awal pembentukan sampai dengan saat ini perusahaan
memerlukan modal untuk memperbesar dan memperluas usahanya. Oleh karena itu dengan
pertimbangan manajemen, perusahaan mengadakan ekspansi usaha dengan jalan menjual
sebagai sahamnya di pasar modal.
B.

Maksud dan Tujuan Penelitian


Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk memperoleh data sebagai bahan kajian
dalam penyusunan makalah sebagai salah satu tugas akuntansi internasional. Selanjutnya data
tersebut akan diolah, analisis, dan diinterpretasikan, sehingga diharapkan dapat diperoleh
gambaran mengenai kinerja perusahaan.
Adapun tujuan yang ingin dicapai penulis dari pelaksanaan penelitian adalah sebagai
berikut:
Untuk mengetahui tingkat kesehatan perusahaan go public PT. Astra Internasional Tbk. dan
PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
C.

Kegunaan Penelitian
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam upaya untuk
menambah wawasan pengetahuan dan daya nalar sebagai bagian dari proses belajar, sehingga
dapat lebih memahami bagaimana sebenarnya aplikasi dari teori teori pengukuran
kesehatan dengan melihat laporan keuangan sebuah perusahaan. Serta untuk mengetahui
perbedaan-perbedaan yang mendasar antara teori yang ada dengan praktek yang
sesungguhnya.

BAB II
LANDASAN TEORI
A.

Pengertian Perusahaan Go Public


Pada hakekatnya go public secara terjemahannya adalah proses perusahaan yang go
public atau pergi ke masyarakat, artinya perusahaan itu memasyarakatkan dirinya yaitu
dengan jalan memberikan sarana bagi masyarakat untuk masuk dalam perusahaannya, yaitu
dengan menerima penyertaan masyarakat dalam usahanya, baik dalam pemilikan maupun
dalam penetapan kebijakan pengelolaan.
Menurut Drs. Peter Salim dalam The Contemporary English-Indonesian Dictionary
edisi kedua 1986 mendefinisikan istilah go-public sebagai berikut Go-public adalah
menawarkan saham atau obligasi untuk di jual kepada umum untuk pertama kalinya.
Go Public atau penawaran umum saham adalah kegiatan penawaran saham yang
dilakukan oleh perusahaan/emiten untuk menjual saham atau efek kepada masyarakat
berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya.
Dalam istilah pasar modal, go public sering disebut sebaga IPO (initial public offering), yaitu
penawaran pasar perdana kepada masyarakat. Perusahaan memiliki berbagai alternatif
sumber pendanaan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar perusahaan. Alternatif
pendanaan dari dalam perusahaan, umumnya dengan menggunakan laba yang ditahan
perusahaan. Sedangkan alternatif pendanaan dari luar perusahaan dapat berasal dari kreditur
berupa hutang, pembiayaan bentuk lain atau dengan penerbitan surat-surat utang, maupun
pendanaan yang bersifat penyertaan dalam bentuk saham (equity). Pendanaan melalui
mekanisme penyertaan umumnya dilakukan dengan menjual saham perusahaan kepada
masyarakat
atau
sering
dikenal
dengan
go
public.

Menurut Drs. Peter Salim dalam The Contemporary English-Indonesia Dictionary


edisi kedua 1986 mendefinisikan istilah go public sebagai berikut Go-public adalah
menawarkan saham atau obligasi untuk di jual kepada umum untuk pertama kalinya.
Go Public berarti menjual saham perusahaan ke para investor dan membiarkan saham
tersebut diperdagangkan di pasar saham.Pengertian Go Public Go Public adalah istilah yang
dipakai oleh perusahaan yang mengijinkan masyarakat memiliki perusahaan tersebut dengan
cara membeli saham. Go Public adalah gaya baru menjadi investor sebuah perusahaan tanpa
bersusah payah membangun perusahaan dari nol. Perusahaan terkenal yang baru saja Go
Public adalah Facebook. Facebook mulai go public semenjak awal 2012 dengan kisaran $38
per saham. Selain dari sosial media, klub olahraga juga melakukan Go Public. Contoh paling
baru adalah klub sepakbola Manchester United.

Perusahaan yang sebelumnya menjual saham kepada masyarakat disebut perusahaan


tertutup (private company) sedangkan perusahaan yang sudah menjual sahamnya
kemasyarakat disebut perusahaan terbuka atau perusahaan publick (public listed company).
Perusahaan public di Indonesia sejak tahun 1996, banyak yang memulai mengubah nama

perusahaan dengan menambahkan kata Tbk di belakang nama lama mereka. Tbk yang
berarti terbuka, misalnya:PT Buana Finance Indonesia menjadi PT Buana Finance
Indonesia Tbk. Perubahan nama perusahaan public dengan menambahkan kataTbk
dibelakang nama yang lain sesuai dengan UU perseroan terbatas (UUPT) No.1/1995.
Banyak perusahaan di Indonesia maupun diluar negeri menjual obligasi
kepada masyarakat tetapi perusahaan tersebut tidak di sebuat perusahaan public atau tidak
dikatakan perusahaan tersebut go-public. Misalnya PT.PLN yang banyak menerbitkan
obligasi tidak disebut perusahaan public terbuka. Dengan demmikian istilah go-public hanya
digunakan untuk penawaran umum saham tidak termasuk obligasi.
Sebagai contoh dalam perusahaan yang terdapat di Indonesia adalah PT. Indofood,
PT. Aneka Tambang, Indosat, dan masih banyak perusahaan lainnya yang sudah menjadi Go
Public.

Perusahaan Publik adalah suatu proses perusahaan yang menjadi perusahaan terbuka
tanpa lewat proses penawaran umum. perusahaan terbuka diketahui dengan penembatan kata
"Tbk" dibelakang nama Perusahaan. Misalnya: PT Telkom Tbk, PT Kalbe Farma Tbk.
Perusahaan tertutup adalah Suatu perseroan terbatas yang saham-sahamnya masih
dipegang oleh beberapa orang/perusahaan saja, sehingga jual-beli sahamnya dilakukan
dengan cara-cara yang ditentukan oleh anggaran dasar perseroan, yang pada umumnya
diserahkan kepada kebijaksanaan pemegang saham yang bersangkutan.
Dan Perseroan Terbuka adalah Suatu perseroan terbatas yang modal dan sahamsahamnya dipegang oleh banyak orang/banyak perusahaan, yang penawaran sahamnya
dilakukan kepada publik sehingga jual-beli sahamnya dilakukan melalui pasar modal. Salah
satu ciri perusahaan terbuka adalah perlunya keterbukaan (disclosure) atas informasi
perusahaan kepada publik.
Bagi perusahaan yang telah go public, pasar modal merupakan sarana bagi
peningkatan nilai perusahaan. Pasar modal memberikan sarana bagi peningkatan nilai melalui
berbagai aksi korporasi yang ditopang oleh keterbukaan informasi secara penuh. Transparansi
berdampak pada efisiensi usaha, peningkatan laba, peningkatan harga saham, competitive
position, dan peningkatan kemakmuran pemegang saham.

B.
Tujuan dilakukannya Go Public
Ada dua hal secara garis besar yang melatarbekangi perusahaan melakukan go public.
Dua hal tersebut berkaitan dengan aspek finansial maupun nonfinansial.
1.
Aspek Finansial : Perusahaan melakukan go public untuk refinancing atau
restrukturasi permodalan, yaitu meningkatkan permodalan, memperbaiki struktur
keuangan perusahaan (Debt Equity Ratio), mengurangi Cost Of Fund, dan
merupakan sumber pendanaan Jangka Panjang.
2.
Aspek nonfinansial : perusahaan melakukan go public untuk meningkatkan
kepercayaan masyarakat, meningkatkan profesionalisme, dalam rangka pemasaran
perusahaan melalui ekspansi bisnis atau perluasan usaha, investasi baru dan
mengambil alih usaha lain.

C.
Dasar hukum Go Public di Indonesia
Adapun dasar hukum pelaksanaan go public diatur di dalam UU No. 8 Tahun 1995
tentang pasar modal yang didalamnya mencakup beberapa pasal yang berkaitan dengan go
public:
1.
Pasal 1 ayat 15 : Penawaran Umum adalah kegiatan penawaran Efek yang
dilakukan oleh Emiten untuk menjual Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara
yang diatur dalam Undang-undang ini dan peraturan pelaksanaannya.
2.
Bab IX Pasal Bab 70-84 yang mengatur tentang Emiten dan Perusahaan
Publik

D.

Tahap pencatatan efek di BEI


Efek yang dapat dicatatkan di BEI dapat berupa:
1.

Saham : Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang


atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan
menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan
perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS).
2.

Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (Exchange Traded


Fund/ETF): ETF atau Exchange Traded Fund secara sederhana dapat diartikan
sebagai Reksa Dana yang diperdagangkan di Bursa. ETF merupakan Kontrak
Investasi Kolektif, yaitu Unit Penyertaannya dicatatkan dan diperdagangkan di
Bursa seperti saham. Sebagaimana halnya reksa dana konvensional, dalam ETF
terdapat pula Manajer Investasi, Bank Kustodian. Salah satu jenis ETF yang akan
dikembangkan di pasar modal Indonesia adalah Reksa Dana Indeks. Indeks yang
dijadikan underlying adalah Indeks LQ45.
3.

Sertifikat Penitipan Efek Indonesia (SPEI) : Sertifikat Penitipan Efek


Indonesia adalah Efek yang memberikan hak kepada pemegangnya atas Efek Utama
yang dititipkan secara kolektif pada Bank Kustodian yang telah mendapat
persetujuan Bapepam
4.

Obligasi : Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang


dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk
membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang
pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut
5.

Sukuk: sukuk adalah sertifikat bernilai sama dengan bagian atau seluruhnya
dari kepemilikan harta berwujud untuk mendapatkan hasil dan jasa di dalam
kepemlikan aset dari proyek tertentu atau aktivitas investasi khusus. Sertifikat ini
berlaku setelah menerima nilai sukuk, saat jatuh tempo, dengan menerima dana
sepenuhnya sesuai dengan tujuan sukuk tersebut. Pengertian ini sejalan dengan
Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP130/BL/2006 Tahun 2006 Peraturan No. IX.A.13 tentang sukuk.

6.

Efek Beragun Aset (EBA) : adalah efek (surat berharga) ( yang terdiri
sekumpulan aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial
seperti tagihan kartu kredit, pemberian kredit, termasuk kredit pemilikan rumah,
kredit mobil, efek bersifat utang yang dijamin pemerintah, dan arus kas. Dalam
prosesnya, kreditor awal (originator) mengalihkan aset keuangannya kepada para
pemegang EBA.
E.

Tahapan-tahapan go public
Untuk menjadi perusahaan public yang sahamnya dicatatkan dan diperdagangkan di
Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan perlu memperoleh persetujuan dari BEI dengan
mengajukan permohonan pencatatan kepada BEI dengan melampirkan dokumen-dokumen
yang diperlukan. Sepanjang dokumen-dokumen dan informasi yang disampaikan telah
mencukupi dan lengkap, BEI hanya memerlukan waktu 10 hari Bursa untuk memberikan
persetujuan. Jika memenuhi syarat, BEI memberikan surat persetujuan prinsip pencatatan
yang dikenal dengan istilah Perjanjian Kontrak Pendahulu Pencatatan Efek.
Setelah mendapatkan Perjanjian Pendahuluan dari BEI, calon perusahaan terbuka
tersebut mengajukan pernyataan pendaftaran kepada Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga
Keuangan (BAPEPAM-LK) untuk melakukan penawaran umum.
Apabila pernyataan pendaftaran calon emiten telah dinyatakan efektif oleh
BAPEPAM-LK, maka calon emiten tersebut dapat melakukan proses Penawaran Umum.
Pada umumnya, keseluruhan proses Penawaran Umum dari surat pernyataan efektif sampai
dengan perusahaan tercatat di bursa hanya memerlukan waktu 8 12 hari kerja, tergantung
berapa lama masa penawaran kepada publik yang ditentukan oleh calon perusahaan terbuka
dan penjamin emisi. Setelah masa penawaran umum tersebut berakhir, maka perusahaan
resmi menjadi perusahaan terbuka yang sahamnya dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa.
Berdasarkan evaluasi dan penilaian Bursa, Bursa menyampaikan penolakan atau
memberikan persetujuan prinsip atas permohonan pencatatan selambat-lambatnya 10
(sepuluh) Hari Bursa sejak Bursa memperoleh dokumen dan atau informasi secara lengkap.
Dalam proses evaluasi atas permohonan pencatatan tersebut, Bursa akan meminta calon
Perusahaan Tercatat melakukan presentasi mengenai rencana pencatatan sahamnya, dan
Bursa juga melakukan company visit ke calon Perusahaan Tercatat

a.
b.
c.
d.

Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Calon Emiten dalam Rangka Penawaran Umum
1.
Persetujuan pemegang saham pendiri melalui Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS)
2.
Menunjuk penjamin emisi untuk membantu penyiapan semua dokumen yang
diperlukan, termasuk upaya pemasaran agar penawaran umum tersebut sukses.
Dengan koordinasi dengan penjamin emisi, perusahaan menyiapkan berbagai
dokumen yang diperlukan seperti:
Laporan keuangan yang diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Bapepam-LK;
Anggaran dasar berikut amandemennya yang dipersiapkan notaris dan disahkan oleh instansi
yang berwenang;
Legal Audit dari konsultan hukum yang terdaftar di Bapepam-LK;
Laporan penilai independen, jika ada;

e.
f.

Prospectus Penawaran Umum; dan


Beberapa dokumen lain sebagaimana yang diatur dalam ketentuan yang berlaku.

E. Persyaratan pencatatan efek di BEI


Persyaratan Pencatatan Saham adalah sebagai berikut:
1.
Badan hukum Calon Perusahaan Tercatat berbentuk Perseroan Terbatas (PT).
2.
Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan ke Bapepam dan LK telah menjadi
efektif.
3.
Memiliki Komisaris Independen sekurang-kurangnya 30% dari jajaran
anggota Dewan Komisaris, memiliki Direktur tidak terafiliasi, memiliki Komite
Audit atau menyampaikan pernyataan untuk membentuk Komite Audit paling
lambat 6 bulan setelah tercatat, memiliki Sekretaris Perusahaan.
4.
Nilai nominal saham sekurang-kurangnya Rp100.
5.
Calon Perusahaan Tercatat tidak sedang dalam sengketa hukum yang
diperkirakan dapat mempengaruhi kelangsungan perusahaan.
6.
Bidang usaha baik langsung atau tidak langsung tidak dilarang oleh UndangUndang yang berlaku di Indonesia.
7.
Khusus calon Perusahaan Tercatat yang bergerak dalam industri pabrikan,
memiliki sertifikat AMDAL dan tidak dalam masalah pencemaran lingkungan dan
calon Perusahaan Tercatat yang bergerak dalam industri kehutanan harus memiliki
sertifikat ecolabelling (ramah lingkungan).
8.
Persyaratan pencatatan awal yang berkaitan dengan hal finansial didasarkan
pada laporan keuangan Auditan terakhir sebelum mengajukan permohonan
pencatatan.
Persyaratan Pencatatan SPEI adalah sebagai berikut:
1.
Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan ke Bapepam dan LK telah menjadi
efektif.
2.
Permohonan pencatatan SPEI di Bursa hanya dapat diajukan oleh Perusahaan
Sponsor yang bersangkutan, Perseroan atau Konsultan Hukum yang terdaftar di
Bapepam dan LK yang diberi kuasa untuk mewakili Perusahaan Sponsor.
3.
Surat pernyataan dari Direksi Perusahaan Sponsor, yang menyatakan
mengenai:
a. Pemegang SPEI memiliki hak-hak yang sebanding dengan hak-hak yang dimiliki oleh
pemegang saham Perusahaan Sponsor termasuk hak suara dalam RUPS Perusahaan Sponsor.
b. Penggunaan hak suara di dalam RUPS sebagaimana dimaksud dalam ketentuan di atas,
hanya dapat dilakukan oleh Pemegang SPEI dengan memberikan proxy suaranya kepada
Bank Kustodian.
c. Hak pemegang SPEI untuk menukar SPEI menjadi Efek Perusahaan Sponsor dan hak
pemegang Efek Perusahaan Sponsor untuk menukar Efek yang dimilikinya menjadi SPEI.
d. Prosedur penukaran SPEI menjadi Efek Perusahaan Sponsor atau penukaran Efek
Perusahaan Sponsor menjadi SPEI.
4.
Memiliki Nilai Kapitalisasi SPEI sekurang-kurangnya Rp250 miliar.
5.
Jumlah pemegang SPEI paling sedikit dimiliki oleh 300 pemodal yang
memiliki rekening Efek di Anggota Bursa Efek.
6.
Perusahaan Sponsor wajib menunjuk Bank Kustodian untuk bertindak atas
nama Perusahaan Sponsor dalam penyelenggaraan fungsi antara lain:

a.

b.
c.
d.

e.
f.

g.
h.

Sebagai Sekretaris Perusahaan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam dan LK


Nomor IX.I.4 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan dengan menunjuk sekurangkurangnya 1 orang pejabat Bank Kustodian.
Melaksanakan konversi dari Efek Utama menjadi SPEI dan atau konversi dari SPEI menjadi
Efek Utama.
Mewakili kepentingan Pemegang SPEI dalam hal Perusahaan Sponsor melakukan RUPS.
Menyampaikan permohonan kepada Bursa untuk melakukan penyesuaian atas jumlah SPEI
dalam hal Perusahaan Sponsor melakukan tindakan korporasi yang mengakibatkan
penambahan dan atau pengurangan jumlah Efek Perusahaan Sponsor.
Menerbitkan daftar Pemegang SPEI dalam rangka pendistribusian dividen atau hak lain yang
diperoleh setiap Efek Utama kepada setiap pemilik SPEI.
Menyampaikan kepada Bursa jadwal-jadwal tindakan korporasi yang dilakukan oleh
Perusahaan Sponsor termasuk penentuan harga teoritis sebagai akibat rencana pelaksanaan
tindakan korporasi tersebut, jika ada.
Menyediakan sarana penitipan Efek Utama.
Melakukan administrasi data terkini atas kepemilikan SPEI.
7.
Bank Kustodian wajib melaporkan kepada Bursa setiap penukaran SPEI
menjadi Efek Perusahaan Sponsor atau penukaran Efek Perusahaan Sponsor menjadi
SPEI, selambat-lambatnya pada Hari Bursa berikutnya setelah terjadinya penukaran
tersebut.
8.
Harga perdana SPEI pada saat dicatatkan sekurang-kurangnya Rp1.000,-.
9.
Sampai dengan diajukannya permohonan pencatatan, secara substansi telah
melakukan kegiatan operasional dalam usaha utama (core business) yang sama
sekurang-kurangnya selama 36 bulan berturut-turut.
10. Membukukan laba usaha sekurang-kurangnya pada 3 tahun buku terakhir
berturut-turut yang menunjukkan pertumbuhan.
11. Laporan Keuangan Perusahaan Sponsor telah diaudit sekurang-kurangnya 3
tahun buku terakhir, dengan ketentuan Laporan Keuangan Auditan 2 tahun buku
terakhir dan Laporan Keuangan Auditan interim terakhir (jika ada) memperoleh
pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
12. Berdasarkan Laporan Keuangan Auditan terakhir memiliki Aktiva Berwujud
Bersih (Net Tangible Assets) sekurang-kurangnya setara dengan Rp250 miliar.
Persyaratan Pencatatan ETF adalah sebagai berikut:
1.
Pernyataan Pendaftaran Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif
yang Unit Penyertaannya diperdagangkan di Bursa yang disampaikan kepada
Bapepam dan LK telah menjadi efektif.
2.
Nilai awal Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit
Penyertaannya diperdagangkan di Bursa sekurang-kurangnya sebesar Rp5 miliar
dan maksimum adalah sebesar nilai Unit Penyertaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak
Investasi Kolektif sebagaimana tertuang dalam Prospektus.
Persyaratan Pencatatan Obligasi dan Sukuk adalah sebagai berikut:
1.
Memenuhi ketentuan umum pencatatan Efek;
2.
Berbentuk Badan Hukum;
3.
Telah beroperasi sekurang-kurangnya 3 tahun;
4.
Ekuitas sekurang-kurangnya Rp20 miliar;

5.

Menghasilkan laba usaha untuk 1 tahun terakhir;


6.
Pernyataan Pendaftaran telah Efektif;
7.
Laporan keuangan telah diperiksa Akuntan Publik yang terdaftar di Bapepam
untuk periode 3 tahun terakhir berturut-turut dengan sekurang-kurangnya
memperoleh pendapat Wajar Dengan Pengecualian (WDP);
8.
Hasil pemeringkatan Efek dari lembaga pemeringkat Efek yang terdaftar di
Bapepam sekurang-kurangnya BBB- (investment grade).
Persyaratan Pencatatan EBA adalah sebagai berikut:
1.
Pernyataan Pendaftaran telah Efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK).
2.
Laporan Keuangan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIKEBA)
terakhir telah diperiksa Akuntan Publik yang terdaftar di Bapepam dan LK dengan
sekurang-kurangnya memperoleh pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
3.
Hasil pemeringkatan Efek dari lembaga pemeringkat Efek yang terdaftar di
Bapepam dan LK sekurang-kurangnya BBB- (investment grade).
4.
Permohonan Pencatatan disampaikan oleh Manajer Investasi. Proses evaluasi
calon Emisi didasarkan pada kinerja Perusahaan selama 3 tahun terakhir, termasuk
kepatuhan dan pemenuhan kewajiban Perusahaan Tercatat bila sudah pernah
menerbitkan Obligasi atau Sukuk sebelumnya. Bursa akan melakukan proses
Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek (PPPE) selambat-lambatnya 10 Hari Bursa
sejak Bursa memperoleh dokumen dan atau informasi secara lengkap. Perusahaan
Tercatat yang telah mendapatkan Efektif, wajib menyampaikan permohonan
pencatatan Obligasi / Sukuk / EBA selambat-lambatnya 8 Hari Bursa dan membayar
Biaya Pencatatan Awal selambat-lambatnya 3 Hari Bursa sebelum tanggal
pencatatan. Bursa akan mengumumkan pencatatan 1 Hari Bursa sebelum tanggal
pencatatan.
F.

Proses Go Public Suatu Perusahaan


Tahapan Proses Go Public:
1.
Tahap Persiapan untuk Go Public
a. Rekturisasi Perusahaan
b. Pemberesan surat-surat dan dokumentasi
c. Dilakukan private placement
2.
Tahap Pendahuluan
a. Penunjukan Pihak yang terlibat
b. Proses underwriting
c. Rekturisasi anggaran Dasar
d. Pembuatan Laporan dan dokumentasi go public
e. Pencatatan pendahuluan atas saham-saham di bursa efek
3.
Proses Pelaksanaan Go Public
a.
Proses pengajuan pernyataan pendaftaran
b.
Public expose
c.
Pembuatan dan percetak prospectus
d.
Road show
e.
Penjatahan di Pasar Modal
f.
Proses jual-beli saham di Pasar Sekunder

Penjelasan Tahap-tahap Perusahaan Yang ingin Go-Public


1.
Tahap Persiapan
Tahapan ini merupakan tahapan awal dalam rangka mempersiapkan segala sesuatu
yang berkaitan dengan proses go public. Pada tahap persiapan ini yang paling utama yang
harus dilakukan sebuah perusahaan yang akan go public adalah melakukan Rapat Umum
Pemegang Saham terlebih dulu (RUPS). RUPS bagi sebuah perusahaan merupakan hak
penting dan merupakan kaidah yang diatur dari UU Perseroan Terbatas. Go public harus
disetujui terlebih dulu oleh pemegang saham. Karena go public akan melibatkan modal baru
di luar pemegang saham yang ada maka perlu diputuskan apakah kehadiran modal baru itu
nantinya akan mengubah masing-masing kepemilikan para pemegang saham lama. Berapa
modal yang dibutuhkan, dan berapa modal yang mesti disetor masing-masing pemegang
saham harus terjawab dan memperoleh persetujuan oleh pemegang saham lama. Mekanisme
RUPS yang dilakukan perusahaan yang akan go public ini merupakan mekanisme RUPS
sebagaimana yang ditetapkan oleh UU PT.
Setelah memperoleh persetujuan go public ini maka perusahaan mulai
mempersiapkan penjamin emisi (underwriter) dari perusahaan itu. Underwriter adalah
perusahaan efek yang nantinya akan menjembatani perusahaan efek tersebut ke pasar modal.
Sebagai penjamin maka perusahaan efek itu akan menyiapkan dokumen dan bersama dengan
perusahaan menunjuk pihak-pihak seperti akuntan publik, konsultan hukum, notaris,
perusahaan penilai (appraisal), dan faktor-faktor lain yang sifatnya adminsitrasi.
Akuntan publik dibutuhkan untuk menilai berbagai pernyataan keuangan yang
dikeluarkan oleh perusahaan, konsultan hukum, tentunya antara lain melakukan audit hukum
atas aspek hukum dari bisnis, aset dan berbagai produk hukum yang pernah dikeluarkan dan
yang akan dikeluarkan perusahaan. Sedangkan notaris ditunjuk antara lain untuk mencatat
setiap keputusan yang diambil perusahaan daam rangka proses go public. Tugas notaris
antara lain berkaitan dengan perubahan modal disetor Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga (AD/ART).
Appraisal atau perusahaan penilai bertugas untuk menilai aset perusahaan khususnya
dari sisi nilai. Dengan adanya appraisal ini berarti bisa diketahui nilai perusahaan, nilai modal
sehingga nantinya bersama dengan komponen-komponen lainnya, kinerja keuangan dan
operasional bisa dikeluarkan nilai dan harga saham yang layak bila perusahaan itu akan go
public.
Praktis dalam tahap persiapan ini yang melakukan pengolahan data-data perusahaan,
tidak lagi manajemen atau direksi, apalagi pemegang saham pendiri yang banyak terlibat, tapi
sudah orang-orang di luar perusahaan ikut terlibat. Pihak-pihak luar seperti underwriter,
konsultan hukum, akuntan, appraisal dan notaris. Mereka itu merupakan pihak-pihak yang
sudah memahami tugas dan fungsinya bagi perusahaan. Karena itu guna kelancaran proses go
public sebuah perusahaan disarankan menggunakan profesi penunjang pasar modal yang
memperoleh izin dari Bapepam-LK.
2.

Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran

Dalam tahap ini, perusahaan bersama underwriter membawa dokumen yang


terangkum dalam prospektus ringkas perusahaan ke Bapepam-LK. Prospektus ringkas
merupakan keterangan ringkas mengenai perusahaan dalam minimal dalam kurun waktu tiga
tahun terakhir. Untuk itu prospektus harus secara ringkas dan padat memuat berbagai
informasi terkait dengan perusahaan, mulai dari company profile, kinerja operasional
perusahaan seperti, neraca rugi laba, proyeksi kinerja perusahaan serta untuk kepentingan apa
dana masyarakat itu dibutuhkan. Pada tahap ini jangan heran kalau perusahaan beserta
penjamin emisinya, konsultan hukum, notaris dan akuntan publik serta appraisal, akan sering
modar-mandir ke Bapepam-LK. Sebab pada tahap ini seluruh pernyataan para profesi
pendukung pasar modal itu (notaris, konsultan hukum dan akuntan), termasuk appraisal dan
penjamin emisi mulai diperiksa secara detil, satu per satu lengkap dengan dokumen
pendukungnya. Pada tahap inilah seleksi tersebut berlangsung. Kalau penjamin emisi
memperkirakan harga jual sahamya Rp 6.000 per saham, maka dokumen pendukung tentang
itu harus ada, jelas dan transparan.
Aspek full disclosure akan mulai terungkap di sini. Jadi dapat dipastikan para profesi
penunjang pasar modal itu, tidak akan main-main dalam memberikan pendapatnya. Meleset
sedikit saja, atau berbeda dengan kaidah yang berlaku ancaman bagi para profesional pasar
modal itu cukup berat, dan harus dibayar mahal. Adapun sanksinya bisa berupa denda hingga
sanksi pidana atau pencabutan izin.
3.

Tahap Penjualan Saham


Dipastikan kurang dari 38 hari Bapepam-LK sudah memberikan jawaban atas
pernyataan pengajuan pendaftaran perusahaan yang akan go public ini. Kalau setelah
melakukan pendaftaran dan tidak ada koreksi maka pada periode waktu tersebut, pernyataan
tersebut otomatis menjadi efektif. Apabila perusahaan itu sudah dinyatakan efektif, berarti
saham dari perusahaan itu sudah bisa dijual. Penjualan dilakukan melalui penawaran umum
(initial public offering/IPO).
Dalam konteks pasar modal penjualan saham melalui mekanisme IPO ini disebut
dengan penjualan saham di pasar perdana, atau biasa juga disebut dengan pasar perdana.
Penjualan saham dalam pasar perdana mekanismenya diatur oleh penjamin emisi. Penjamin
emisi yang akan melakukan penjualan kepada investor dibantu oleh agen penjual. Agen
penjual adalah perusahaan efek atau pihak lain yang ditunjuk sebelumnya dan tercantum
dalam prospektus ringkas. Oleh Bapepam-LK bagi perusahaan yang akan tercatat di BEI
penjualan saham dalam IPO ini waktunya relatif terbatas, dua atau tiga hari saja. Tapi bagi
perusahaan yang setelah menjual sahamnya tidak mencatatkan di BEI maka penjualan
sahamnya bisa lebih lama lagi. Dan tentunya akan sangat tergantung dari prospektus yang
diajukan pada pernyataan pendaftaran.
Hingga tahap IPO ini, perusahaan sudah bisa dinyatakan sebagai perusahaan publik.
Gelar di belakang perusahaan menjadi Tbk (kependekan dari Terbuka). Sebagaimana
diungkap sebelumnya, perusahaan bisa langsung mencatatkan sahamnya di BEI setelah IPO
bisa juga tidak. Jadi setelah menjadi perusahaan public sama sekali tidak ada keharusan bagi
saham sebuah perusahaan untuk langsung tercatat (listed). Ingat ketika PT Abdi Bangsa Tbk
perusahaan penerbit harian Republika pertama kali go public tidak langsung tercatat di BEI,
melainkan beberapa tahun kemudian. Kendati tidak langsung listing namun perusahaan yang

telah IPO tersebut tetap mengikuti aturan mengenai keterbukaan di pasar modal. Itu berarti
laporan keuangan, corporate action dan ketebukaan informasi lainnya harus disampaikan ke
publik.
4.

Tahap Pencatatan di BEI


Setelah melakukan penawaran umum, perusahaan yang sudah menjadi emiten itu
akan langsung mencatatkan sahamnya maka yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah
apakah perusahaan yang melakukan IPO tersebut memenuhi ketentuan dan persyaratan yang
berlaku di BEI (listing requirement). Kalau memenuhi persyaratan, maka perlu ditentukan
papan perdagangan yang menjadi papan pencatatan emiten itu. Dewasa ini papan pencatatan
BEI terdiri dari dua papan: Papan Utama (Main Board) dan Papan Pengembangan
(Development Board).
Sebagaimana namanya, papan utama merupakan papan perdagangan bagi emiten yang
volume sahamnya cukup besar dengan kapitalisasi pasar yang besar, sedangkan papan
pengembangan adalah khusus bagi pencatatan saham-saham yang tengah berkembang.
Kendati terdapat dua papan pencatatan namun perdagangan sahamnya antara papan utama
dan papan pengembangan sama sekali tidak berbeda, sama-sama dalam satu pasar.
Jadi perbedaaan papan perdagangan ini hanya membedakan ukuran perusahaan saja.
Papan Utama ditujukan untuk emiten atau emiten yang mempunyai ukuran (size) besar dan
lamanya menjalankan usaha utama sekurang-kurangnya 36 bulan berturut-turut. Sementara
Papan Pengembangan dimaksudkan untuk perusahaan-perusahaan yang belum dapat
memenuhi persyaratan pencatatan di Papan Utama, termasuk perusahaan yang prospektif
namun belum menghasilkan keuntungan.
Adapun langkah-langkah proses go public tersebut adalah sebagai berikut Sutrisno M.M:
1.

Persiapan: Langkah awal yang perlu ditempuh oleh perusahaan yang akan
melakukan emisi yaitu persiapan internal perusahaan, yakni melakukan Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS) yang menyetujui perusahaan akan melakukan go
public.
2.
Setelah persiapan ditingkat internal perusahaan selesai dan mendapatkan
persetujuan, maka langkah selanjutnya perusahaan harus menyampaikan pernyataan
maksud kepada BAPEPAM. Setelah menyampaikan maksud ke Bapepam, segera
menghubungi penjamin emisi atau Underwriter yang akan membantu perusahaan
dalam proses emisi efek.
3.
Underwriter atas nama emiten menyampaikan pernyataan pendaftaran emisi
efek kepada Bapepam dalam menyerahkan berbagai persyaratan yang diperlukan.
4.
Setelah pernyataan pendaftaran, Bapepam melakukan evaluasi terhadap
permintaan emiten untuk go public.
5.
Bila dalam evaluasi dianggap cukup dan memenuhi persyaratan, maka
Bapepam akan memberikan izin kepada emiten untuk menawarkan sahamnya ke
pasar perdana.
6.
Setelah mendapat izin, perusahaan segera memasuki pasar perdana yakni
malakukan penawaran efek langsung kepada masyarakat. Untuk itu perusahaan
segera menerbitkan prospektus ringkas yang isinya antara lain:

a.

Tujuan perusahaan, tujuan emisi, sejarah perusahaan, pengurus


perusahaan (Direksi dan Dewan Komisaris).
b.
Tanggal masa penawaran, tanggal penjatahan, tanggal penyerahan
efek, dan tanggal pendaftaran bursa.
c.
Jumlah saham yang ditawarkan, jenis saham,harga nominal dan harga
penawaran.
d.
Ikhtisar laporan keuangan dan rasio-rasio penting yang menunjukkan
kinerja perusahaan, maupun prospek dan resiko usaha.
e.
Nama-nama penjamin emisi dan agen penjual.
7.

Penjatahan saham: Apabila jumlah permintaan efek oleh investor lebih besar
dibanding dengan jumlah efek yang ditawarkan, perlu dilakukan penjatahan supaya
adil.
8.
Pengambilan dana, bila terjadi kelebihan permintaan berarti juga terjadi
kelebihan bayar oleh investor, oleh karena itu setelah penjatahan, kelebihan setor
tersebut segera dikembalikan.
9.
Penyerahan efek kepada pemesan sesuai dengan jatah yang diterima oleh
masing-masing investor
10. Pencatatan efek ke bursa, agar efek yang telah dibeli oleh investor bias segera
diperjualbelikan di bursa.

Syarat syarat Umum Mendirikan PT Go Public


Laporan Keuangan Harus di audit oleh Kantor Akuntan Publik
Syarat 2 administrasi pendirian PT harus lengkap (NPWP, Akta2 pendirian
perusahaan, dan surat2 keputusan dr pemerintah)
3.
Harus ada Underwriter atau penjamin yg akan melakukan penawaran Saham
Perdana. (Initial Public Offering)
4.
Track record perusahaan yang baik dari segi financial maupun kinerja
perusahaan keseluruhan
5.
Ada tujuan yg jelas Atas penerbitan Saham apakah untuk ekspansi atau tujuan
lainnya (bisa di tanyakan di Bapepam)
6.
Sedangkan akte-akte Notariil yang diperlukan untuk perusahaan yang akan
melakukan GO PUBLIC (IPO = Initial Public Offering) di berbagai perusahaan
(baik holding company maupun anak perusahaan), pada umumnya berupa :
Perjanjian penjaminan emisi obligasi
Perjanjian perwaliamanatan
Perjanjian agen pembayaran
Pengakuan hutang
Perubahan addendum penjaminan emisi obligasi
Perubahan addendum perjanjian agen pembayaran
Perubahan addendum perjanjian
Perubahan addendum perjanjian agen pembayaran
Perjanjian kesanggupan pembelian sisa saham penawaran umum terbatas
Pernyataan kesanggupan
Pernyataan penerbitan waran
G.
1.
2.

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

l. Perjanjian pengadaan barang cetakan


m. Perjanjian pengelolaan administrasi waran
n. Perjanjian pengelolaan administrasi hak memesan efek terlebih dahulu dalam penawaran
terbatas
Syarat-syarat sebuah perusahaan untuk Go-Public
IPO (Initial Public Offering) atau sering pula disebut Go Public adalah kegiatan
penawaran saham atau Efek lainnya yang dilakukan oleh Emiten (perusahaan yang akan go
public) untuk menjual saham atau Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur
oleh UU Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya.
Syarat-syarat sebuah perusahaan untuk Go-Public atau IPO (Initial Public Offering) :
1.
Perusahaan memiliki berbagai alternatif sumber pendanaan, baik yang berasal
dari dalam maupun dari luar perusahaan. Alternatif pendanaan dari dalam
perusahaan, umumnya dengan menggunakan laba yang ditahan perusahaan.
Sedangkan alternatif pendanaan dari luar perusahaan dapat berasal dari kreditur
berupa hutang, pembiayaan bentuk lain atau dengan penerbitan surat-surat utang,
maupun pendanaan yang bersifat penyertaan dalam bentuk saham (equity).
Pendanaan melalui mekanisme penyertaan umumnya dilakukan dengan menjual
saham perusahaan kepada masyarakat atau sering dikenal dengan go public
2.
Untuk go publik, perusahaan perlu melakukan persiapan internal dan
penyiapan dokumentasi sesuai dengan persyaratan untuk go publik atau penawaran
umum, serta memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan BAPEPAM.
H.

1.

2.
3.
4.
5.

Keuntungan dan Kerugian Perusahaan Go-Public


Adapun keuntungan dari Perusahaan yang Go Public adalah:
Perusahaan dapat meningkatkan Likuiditas dan memungkinkan para pendiri perusahaan
untuk menikmati hasil yang mereka capai. Dan semakin banyak investor yang membeli
saham tersebut, maka semakin banyak modal yang diterima perusahaan dari investor luar.
Para pendiri perusahaan dapat melakukan diversifikasi untuk mengurangi resiko portofolio
mereka.
Memberi nilai suatu perusahaan. Suatu perusahaan dapat dinilai dari harga saham dikalikan
dengan jumlah lembar saham yang dijual dipasaran.
Perusahaan dapat melakukan merger ataupun negosiasi dengan perusahaan lainnya dengan
hanya menggunakan saham.
Meningkatkan potensi pasar. Banyak perusahaan yang merasa lebih mudah untuk
memasarkan produk dan jasa mereka setelah menjadi perusahaan Go Public atau Tbk.
Tetapi harus kita ketahui juga bahwa ada kerugian dari Perusahaan yang Go Public, yaitu:
1.
Laporan Rutin.
Setiap perusahaan yang go public secara periodik harus membuat laporan kepada Bursa Efek
Indonesia, bisa saja per kuartal atau tahunan, tentu saja untuk membuat laporan tersebut
diperlukan biaya.
2.
Terbuka
Semua perusahaan go public pasti transparan dan sangat mudah untuk diketahui oleh
para kompetitornya dari segi data dan management nya.
3.
Keterbatasan kekuasaan Pemilik.

Para pemilik perusahaan harus memperhatikan kepentingan bersama para pemegang saham,
tidak bisa lagi melakukan praktek nepotisme, kecurangan dalam pengambilan keputusan dan
lainnya, karena perusahaan tersebut milik publik.
4.
Hubungan antar Investor
Perusahaan terbuka harus menjaga hubungan antara perusahaan dengan para investornya dan
di informasikan mengenai perkembangan dari perusahaan tersebut.

BAB III
PEMABAHASAN
3.1.

Sejarah Perusahaan
Astra Internasional (IDX : ASII), merupakan perusahaan multinasional yang
memproduksi otomotif yang bermarkas di Jakarta. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1957
dengan nama PT. Astra International Incorporated. Pada tahun 1990, perseroan mengubah
namanya menjadi PT. Astra International Tbk. Perusahaan ini telah tercatat di Bursa Efek
Jakarta (BEJ) sejak tanggal 4 April 1990. Saat ini mayoritas kepemilikan sahamnya dimiliki
oleh Jardine Cycle & Carriages sebesar 50,1%.
Ruang lingkup kegiatan Perseroan seperti yang tertuang dalam anggaran dasarnya
adalah perdagangan umum, perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian,
pembangunan dan jasa konsultasi. Ruang lingkup kegiatan utama entitas anak meliputi
perakitan dan penyaluran mobil, sepeda motor dengan suku cadangnya, penjualan dan
penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa
keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi.
3.2. Jenis dan Bentuk Perusahaan
3.2.1. Jenis Perusahaan
Menurut jenisnya, PT. Astra International tbk merupakan Perusahaan Dagang,karena
awal pembentukannya perusahaan ini di katakan sebagai perusahaan perdagangan, selain itu
PT. Astra International tbk dapat di katakan perusahaan dagang karena perusahaan ini
merupakan agen penjualan mobil,motor,mesin kontruksi dan berbagai bisnis lainnya.
3.2.2. Bentuk Perusahaan
Jika di lihat dari bentuknya, PT. Astra International tbk merupakan Perseroan Terbatas
(PT) karena PT. Astra International karena perusahaan ini termasuk dalam badan hukum dan
PT. Astra International tbk juga menggunakan pedoman Good Coorporate
Governance(GCG) agar menjadi acuan bagi anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris
dalam menjalankan perusahaan agar senantiasa memperhatikan perundang-undangan,
anggaran dasar Perseroan.
3.3.
Evaluasi keberhasilan Perusahaan
3.3.1. Efisiensi PT. Astra International tbk
Efisiensi merupakan kemampuan untuk memperoleh hasil dari sebuah pengeluaran,
PT. Astra International tbk mengalami sedikit penurunan pada tahun 2013 di bandingkan
dengan tahun sebelumnya. Pendapatan bersih Astra per September 2013 mencapai Rp 141,8
triliun, turun 1% dibandingkan periode yang sama tahun 2012. Sementara laba bersih

mencapai Rp 13,5 triliun, mengalami penurunan sebesar 8% dari Rp 14,7 triliun. Laba bersih
per saham turun sebesar 8% selain itu PT. Astra International tbk juga berfokus pada enam
lini bisnis :
1.
Divisi otomotif
Laba bersih Divisi Otomotif turun sebesar 5% menjadi Rp 6,9 triliun, terdiri dari Rp 3,2
triliun yang berasal dari Perseroan dan anak-anak perusahaan, serta Rp 3,7 triliun dari
perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities di bidang otomotif.
2.
Divisi Jasa Keuangan
Laba bersih Divisi Jasa Keuangan mengalami kenaikan 17% menjadi Rp 3,3 triliun. Total
pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra yang terdiri dari PT Federal
International Finance (FIF), PT Astra Sedaya Finance (yang dikenal dengan nama Astra
Credit Companies ACC) dan PT Toyota Astra Financial Services (TAFS) meningkat 11%
menjadi Rp 43 triliun, termasuk pembiayaanmelalui joint bank financing without recourse.
3.
Divisi Alat Berat dan Pertambangan
Laba bersih Divisi Alat Berat dan Pertambangan turun 23% menjadi Rp 2,1 triliun. PT United
Tractors Tbk (UT), yang 59,5% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan penurunan
pendapatan bersih sebesar 15%, sementara laba bersih turun 24% menjadi Rp 3,4 triliun.
4.
Divisi Agribisnis
Laba bersih Divisi Agribisnis mengalami penurunan sebesar 45% menjadi Rp 726 miliar. PT
Astra Agro Lestari Tbk (AAL), yang 79,7% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan
penurunan laba bersih menjadi Rp 911 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2012
sebesar Rp 1,7 triliun
5.
Divisi Infrastruktur dan Logistik
Laba bersih Divisi Infrastruktur dan Logistik turun sebesar 28% menjadi Rp 339 miliar.
6.
Divisi Teknologi dan Informasi
Laba bersih Divisi Teknologi dan Informasi sebesar Rp 101 miliar, naik 23% dibandingkan
periode yang sama tahun 2012.
3.3.2. Efeksitifitas PT. Astra International tbk
Efektifitas merupakan derajat keberhasilan sebuah Perusahaan sampai suatu
perusahaan di nyatakan berhasil. Efektifitas PT. Astra International tbk dapat di lihat dari
beberapa penghargaan yang diterima oleh PT. Astra International tbk, yaitu PT Astra
International Tbk meraih penghargaan dari FinanceAsia Award 2010. Astra meraih beberapa
kategori, yaitu No.1 Best Managed Company, Best Corporate Governance, Best Investor
Relations, No.3 untuk Best Corporate Social Responsibility serta Most Committed to A
Strong Dividend Policy, Penerima Nominasi Emiten Saham Terbaik kapitalisasi pasar di atas
Rp 10 T dan penerimaan penghargaan lainnya.
3.3.3. Produktivitas PT. Astra International tbk
Peningkatan produktivitas selalu di lakukan oleh PT. Astra International tbk. Dalam
peningkatan produksitivitas PT. Astra International tbk melakukan kegiatan InnovAstra yang
terdiri dari lima kategori yaitu Suggestion System atau Sistem Saran (SS), Quality Control
Circle (QCC), Quality Control Project (QCP), Business Performance Improvement (BPI),
dan Value Chain Innovation (VCI).
Penyelenggaraan InnovAstra ini merupakan cermin konsistensi dan keyakinan seluruh
insan Astra untuk terus menerus berusaha melakukan yang terbaik demi membangun Astra
dari waktu ke waktu. Hasilnya adalah Astra bisa terus berkembang dan menjadi salah satu

aset yang sangat berpotensi di negeri ini yang pada akhirnya diharapkan mampu menjadi
perusahaan kebanggaan bangsa .
3.4.

Laporan Keuangan

Info Perdagangan (22/04/2014)


Harga Pembukaan
Tertinggi
Terendah
Penutupan
Volume
Nilai

:
:
:
:
:
:

Laporan Keuangan Tahunan

7.900
Neraca (2012)
7.900
- Total Aset
: 182.274.000.000.000
7.725
- Total Liabilities :
92.460.000.000.000
7.850
- Modal Disetor
:
3.130.000.000.000
35.880.000
- Saldo Laba Total :
66.289.000.000.000
279.616.892.500 - Total Ekuitas
:
89.814.000.000.000
Laba Rugi (2013)
- Pendapatan Usaha
:
193.880.000.000.000
- Laba (Rugi) Kotor
:
35.311.000.000.000
- Total Laba (Rugi) Tahun Berjalan
:
22.297.000.000.000
- Total Laba (Rugi) Komprehensif Thn Berjalan :
23.708.000.000.000
Arus Kas (2013)
- Lap. Arus Kas dari Aktiva Operasi
- Lap. Arus Kas dari Aktiva Investasi
- Lap. Arus Kas dari Aktiva Pendanaan
- Arus Kas Tahun Berjalan

: 21.250.000.000.000
: -8.306.000.000.000
: -6.665.000.000.000
: 6.279.000.000.000

BAB IV
PENUTUP
Perusahaan PT. astra ini telah tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sejak tanggal 4
April 1990, kepemilikan perusahaan bukan lg milik perseorangan tp oleh para pemegang
saham , kepemilikan perusahaan dalam bentuk saham yg dijual resmi di bursa pasar , laporan
aliran keuangan atau laba rugi dilaporkan secara rutin dan dipublikasikan, intervensi
pemerintah terbatas, perusahaan dipimpin oleh direksi yg pilih oleh pemegang saham. Jadi
dapat dikatakan perusahaan PT. Astra Internasional Tbk dapat mempertahankan eksistensinya
sebagai perusahaan go public sejak tahun 1990 hingga kini.Berdasarkan laporan ikhitisar
keuangan PT. Astra International tbk, pendapatan bersih pada tahun 2012 Rp. 193,880
Miliar, Asset Lancar Rp. 88,352 Miliar dan laba bersih naik sebesar 3% dibandingkan tahun
2012. Dengan cara pengendalian manajemen yang baik utuk tetap menjaga kepercayaan
public terhadap perusahaan ini.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.carajadikaya.com/keuntungan-dan-kerugian-perusahaan-go-public/
http://metyalutviani93.blogspot.com/2012/04/perusahaan-go-public.html
http://www.sekolahoke.com/2012/08/pengertian-go-public.html
http://memebali.blogspot.com/2013/06/go-public-dan-proses-pencatatannya-di.html
http://sehatwalafiatsehatterus.blogspot.com/2013/05/pengertian-dan-langkah-langkahproses.html
http://muhammadyuza.blogspot.com/2013/01/go-public.html
http://tieqhaagustincliq.blogspot.com/2013/04/pengertian-go-public-jenis-kepemilikan.html
http://inspirationofmylive.blogspot.com/2012/12/pt-astra-interational-tbk.html
http://repository.widyatama.ac.id/bitstream/handle/10364/619/content.pdf?sequence=1
http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab1/2011-2-01619-MC%20Bab1001.pdf
http://www.tempo.co/read/news/2012/07/13/093416926/Sepuluh-Daftar-Perusahaan-GoPublic-Terbaik
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_perusahaan_yang_tercatat_di_Bursa_Efek_Indonesia
http://id.wikipedia.org/wiki/Astra_International
http://orintalo.wordpress.com/2013/12/31/analisis-pt-astra-international-tbk-2/
http://id.wikipedia.org/wiki/Telkom_Indonesia