Anda di halaman 1dari 24

Gangguan Persendian pada Ekstremitas Atas

Nevy Olianovi (102013101)


Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510
Telephone: (021) 5694-2061, fax: (021) 563-1731
nevy.olianovi@yahoo.com

Abstrak
Anatomi manusia terdiri dari anatomi tulang, anatomi otot, anatomi saraf, dan anatomi
pembuluh darah. Masing-masing bagian memiliki fungsi yang tidak sama. Manusia memiliki
kerangka. Kerangka adalah gabungan tulang-tulang yang saling bersambungan satu sama
lain. Di dalam kerangka terdapat tulang, sendi, dan otot yang bergerak aktif. Tulang
mempunyai salah satu fungsi yaitu membuat tubuh manusia bisa berdiri tegak, selain itu juga
berfungsi untuk melindungi organ-organ dalam tubuh. Sendi adalah sambungan antar tulang
dan otot merupakan alat untuk bergerak, otot ini melekat pada tulang melalui tendon. Cara
kerja otot dibagi menjadi kontraksi dan relaksasi.
Kata kunci: tulang, otot, persendian, kontraksi, relaksasi.
Abstract
Human anatomy consists bones, muscles, nerves, and vasculars. Each part has a
function that as not as same. Human have a skeleton. Skeleton is a joint bones are
interconnected with each other. Within the skeleton there are bones, joints, and muscles that
move actively. Bones provide support for our bodies and also protect the visceral organs in
the body. Joints is articulation between bones and muscles are also necessary for movement,
the muscles attached to bones by tendons. The way the muscles work is divided into
contraction and relaxation.
Keywords: bones, muscles, joints, contraction, relaxation.

PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

Pendahuluan
Anatomi merupakan cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan
organisasi makhluk hidup. Anatomi bisa juga kerap disebut sebagai ilmu urai tubuh. Anatomi
terdiri dari anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau fitotomi. Tak hanya itu,
ada juga beberapa cabang ilmu anatomi lain, yakni anatomi perbandingan, histologi, dan
anatomi manusia.
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu melakukan segala macam aktivitas, apa pun
aktivitas yang kita lakukan selalu melibatkan alat gerak seperti tulang, otot, dan sendi. Tulang
yang membentuk tubuh, otot yang menggerakan, dan sendi yang melekatkan antar tulang.
Tulang pada tubuh manusia sebanyak 206 tulang, otot pada manusia dibagi atas 3 jenis yaitu:
otot polos, otot jantung, dan otot lurik. Pada otot terdapat berbagai protein khusus yang
menghasilkan energi. Energi ini yang digunakan untuk kita beraktivitas.
Struktur Makro Ekstremitas Atas
Ekstremitas atas pada tubuh manusia terdiri atas beberapa bagian. Tulang-tulang pada
ekstremitas atas:1
1. Regio Scapularis
a. Os Clavicula
Os clavicula berbentuk seperti huruf S, berhubungan dengan os humerus
untuk membentuk persendian yang menghasilkan gerakan lebih bebas, ujung yang
satu berhubungan dengan os scapula. Bagian yang berhubungan dengan sternum
disebut ekstremitas sternalis dan bagian yang berhubungan dengan acromion disebut
akromialis.

Gambar 1. Clavicula2

PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

b. Os Scapula
Os scapula adalah tulang pipih berbentuk segitiga yang membentuk sebagian
gelang bahu. Tulang ini mempunyai dua permukaan yaitu anterior dan posterior, dan
tiga patas yaitu superior, lateral, dan medial. Permukaan anteriornya agak konkaf
dan terletak pada dinding toraks posterior. Permukaan posterior dibagi menjadi dua
daerah oleh spina scapulae, rigi tulang, yang teraba melalui kulit, berjalan melintasi
lebar scapula berujung di sebelah lateral sebagai acromion, bagian tulang yang tebal
yang terletak tepat di atas sendi bahu.
Acromion berartikulasi dengan ujung lateral clavicula. Processus coracoideus
yang berujung kecil dan tajam mengarah ke depan dari batas atas scapula, menonjol
tepat di bawah clavicula. Cavitas glenoidea, pada ujung atas batas luar scapula
berartikulasi dengan caput humeri membentuk sendi bahu. Scapula dihubungkan
dengan kepala, badan, dan lengan oleh sejumlah otot. Gerakan sendi bahu meluncur
malalui permukaan posterior dinding dada.

Gambar 2. Scapula3
2. Regio Brachium
a. Os Humerus
Os humerus adalah tulang panjang dengan caput, corpus, dan ujung bawah.
Caput hampir terbentuk setengah lingkaran dan berartikulasi dengan cavitas
PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

glenoidalis scapula. Collum anatomicum adalah alur dangkal yang terletak tepat di
bawah caput. Tuberculum majus (di depan) dan tuberculum minus (di belakang)
merupakan dua tonjolan tempat melekatnya otot. Collum chirurgicum merupakan
ujung atas corpus tepat di bawah tuberculum.
Corpus merupakan bagian tulang berbentuk silinder. Tuberositas deltoidea
merupakan rigi berbentuk V pada aspek lateral di pertengahan bawah, untuk insersi
musculus deltoideus. Sulcus spiralis merupakan alur pada bagian belakang bawah
corpus tempat berjalan nervus radialis. Otot melekat pada seluruh corpus.
Ujung bawah lebar, dan mendatar anteroposterior, memiliki epicondylus
lateralis pada aspek lateralnya dan epicondylus medialis pada aspek medialnya,
keduanya merupakan tempat melekatnya otot. Capitalum humeri merupakan
eminencia yang bulat dengan permukaan sendi yang berartikulasi dengan caput
radii; trochlea merupakan permukaan sendi, medial dari capitalum, untuk artikulasi
dengan ujung atas ulna.

Gambar 3. Humerus4
PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

3. Regio Antebrachium
a. Os Radius
Os radius adalah tulang pada bagian luar lengan bawah. Tulang ini
mempunyai:
Ujung atas dengan:
Caput, yang berartikulasi dengan capitulum humerus
Collum
Tuberositas tempat melekatnya tendon musculus besceps.
Corpus, tempat melekatnya berbagai otot fleksor dan ekstensor lengan bawah.
Ujung bawah, dengan processus styloideus yang tajam dan permukaan sendi untuk
beberapa tulang pergelangan tangan dan permukaan sendi untuk ujung bawah ulna.
b. Os Ulna
Os ulna adalah tulang panjang pada bagian lengan bawah. Tulang ini
mempunyai:
Ujung atas dengan
Olecranon, dengan penonjolan yang terletak di bagian belakang ujung bawah
humerus.
Processus coronoideus, penonjolan di bagian depan.
Permukaan sendi pada processus tersebut untuk ujung bawah humerus dan sisi
luar caput radii.
Corpus yang makin mengecil dan merupakan tempat perlekatan otot fleksor dan
ekstensor lengan bawah dan tangan.
Ujung bawah dengan:
Precessus styloideus kecil
Permukaan sendi untuk ujung bawah radius
Permukaan sendi yang dipisahkan dari tulang pergelangan tangan oleh
bantalan tulang rawan.
Membran interossea merupakan selapis jaringan fibrosa, yang melekat pada
tepi yang berdekatan dari radius dan ulna dan mengisi ruang di antara tulang-tulang
tersebut. Membran ini merupakan tempat perlekatan otot di bagian depan dan
belakang.

PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

Gambar 4. Radius dan ulna5


4. Regio Manus
a. Os Carpalia
Os carpalia terdiri dari delapan tulang kecil ireguler yang tersusun dalam dua
lajur:
Lajur proksimal (lateromedial): os schapoideum, os lunatum, os triquetrum, os
pisiforme.
Lajur distal: os trapezium, os trapezodium, os capitatum, os hamatum.
Tulang-tulang pergelangan tangan berartikulasi ke atas pada radius dan ulna
dan ke bawah dengan metacarpal.
b. Os Metacarpalia
Os metacarpal terdiri dari lima tulang tangan. Tulang ini memiliki basis yang
berartikulasi dengan carpal, corpus, caput (ujung membulat yang berartikulasi
dengan phalanx I pada jari yang sesuai), metacarpal ibu jari pendek dan kuat.
c. Phalanges
Ibu jari mempunyai dua phalanges, sedangkan jari-jari memiliki tiga
phalanges. Semakin ke ujung ukurannya makin kecil. Pada phalanx distal terdapat
daerah yang kasar pada bantalan jari.
PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

Gambar 5. Regio manus6


Persendian Ekstremitas Atas
Antartulang dalam tubuh berhubungan satu dengan yang lain agar dapat melakukan
fungsinya dengan baik. Hubungan antartulang itu disebut persendian (artikulasi).
Berdasarkan keleluasaan gerakan yang dihasilkan, ada 3 jenis persendian, yaitu:7
1. Sinarthrosis
Sinarthrosis adalah persendian yang tidak dapat digerakkan. Ada dua tipe utama
sinartrosis, yaitu suture dan sinkondrosis. Suture atau sinostosis adalah hubungan
antartulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, contohnya pada
tengkorak. Sinkondrosis adalah persendian oleh tulang rawan (kartilago) hialin,
contohnya hubungan antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa.
2. Diarthrosis
Diarthrosis adalah persendian yang memungkinkan gerakan tulang-tualng secara
leluasa. Misalnya sendi engsel pada lutut dan siku serta sendi peluru pada pangkal paha
dan lengan atas. Ujung tulang yang membentuk persendian (diarthrosis) bersifat khas,
yaitu berbentuk bonggol, sedangkan ujung yang lain membentuk lekukan yang sesuai
ukuran bonggol. Setiap permukaan swendi dilapisi dengan tulang rawan hialin dan
dibungkus dengan selaput sinovial yang membentuk minyak sinovial. Cairan sinovial
atau cairan sendi ini berfungsi untuk melicinkan gerakan.
PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

3. Amfiartrosis
Amfiartrosis adalah persendian yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan.
Contoh: Persendian pada tulang pergelangan tangan dan kaki, persendian antara tulang
rusuk dan tulang dada.
No.
1.

Macam-Macam Sendi

Letak

Sendi Engsel adalah Persendian


persendian

Gambar
pada

yang tulang siku.

memungkinkan
terjadinya gerakan ke
satu arah.

2.

Sendi Pelana adalah Persendian


persendian

pada

yang hubungan antara

memungkinkan

tulang ibu jari dan

gerakan ke dua arah.

tulang

telapak

tangan

3.

Sendi Putar adalah Persendian


persendian

pada

tulang tulang lengan atas

yang satu mengitari dengan radius dan


tulang

yang

lain ulna

sehingga
menimbulkan

gerak

rotasi.
4.

Geser Persendian

Sendi
(Luncur)

yaitu tulang-tulang

persendian

yang pergelangan

memungkinkan
terjadinya

pada

tangan

gerakan

bergeser.

PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

5.

Sendi Peluru adalah Persendian antara


persendian
yang

tulang tulang lengan atas

gerakkannya dengan

tulang

paling bebas di antara bahu.


persendian yang lain,
yaitu dapat bergerak
ke segala arah.
6.

Sendi

Persendian antara

Elipsoid/Kondiloid

radius dan carpal

mirip dengan sendi


peluru,

hanya

sendi

saja

elipsoid

memiliki bonggol dan


ujung-ujung tulangnya
tidak membulat, tetapi
sedikit

oval.

karena

itu,

Oleh
gerakan

yang dihasilkan lebih


terbatas dibandingkan
dengan sendi peluru.
Tabel 1. Macam-macam persendian pada ekstremitas atas
Struktur Mikroskopik Tulang
Ketika kita masih bayi kita memiliki sekitar 300 tulang. Namun ketika kita beranjak
dewasa beberapa dari tulang-tulang ini ada yang melebur hingga akhirnya menjadi 206
tulang. Struktur tulang ada yang dibedakan berdasarkan jaringan dan sifat fisik tulang.
Berdasarkan jaringan penyusun dan sifat-sifat fisiknya tulang dibedakan menjadi 2 jenis,
yaitu:
1. Tulang Rawan (Kartilago)
Tulang rawan adalah tulang yang tidak mengandung pembuluh darah dan saraf
kecuali lapisan luarnya (perikondrium). Tulang rawan memiliki sifat lentur karena
tulang rawan tersusun atas zat intereseluler yang berbentuk jelly yaitu kondroitin sulfat

PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

yang di dalamnya terdapat serabut kolagen dan elastin. Maka dari itu tulang rawan
bersifat lentur dan lebih kuat dibandingkan dengan jaringan ikat biasa.8
Pada zat interseluler tersebut juga terdapat rongga-rongga yang disebut lakuna
yang berisdi sel tulang rawan yaitu kondrosit. Tulang rawan terdiri dari 3 tipe, yaitu:9
a. Tulang rawan hialin: tulang yang berwarna putih sedikit kebiru-biruan, mengandung
serat-serat kolagen dan kondrosit.
b. Tulang rawan elastin: tulang yang mengandung serabut-serabut elastic.
c. Tulang rawan fibrosa: tulang yang mengandung banyak serat kolagen sehingga
tulang rawan fibrosa sangat kuat dan lebih kaku.
2. Tulang Keras (Osteon)
Tulang keras atau yang sering kita sebut sebagai tulang berfungsi menyusun
berbagai sistem rangka. Tulang tersusun atas:9
a. Osteoblas: sel pembentuk jaringan tulang.
b. Osteosit: sel-sel tulang dewasa.
c. Osteoklas: sel-sel penghancur tulang.
Pada umumnya penyusun tulang di seluruh tubuh kita semuanya berasal dari material
yang sama. Dari luar ke dalam kita akan dapat menemukan lapisan-lapisan berikut ini:
1. Periosteum
Pada lapisan pertama kita akan menemukan periosteum. Periosteum merupakan
selaput luar tulang yang tipis. Periosteum mengandung osteoblas (sel pembentuk
jaringan tulang), jaringan ikat dan pembuluh darah. periosteum merupakan tempat
melekatnya otot-otot rangka ke tulang dan berperan dalam memberikan nutrisi,
pertumbuhan dan reparasi tulang rusak.
2. Tulang kompak
Tulang kompak terdiri dari sistem havers, setiap sistem havers terdiri dari saluran
havers yaitu saluran yang sejajar dengan sumbu tulang. Di dalam saluran terdapat
pembuluh-pembuluh darah dan saraf. Di sekeliling sistem havers terdapat lamellalamella yang konsentris dan berlapis-lapis. Lamella adalah suatu zat intraseluler yang
berkapus. Pada lamella terdapat rongga-rongga yang disebut lacuna. Di dalam lacuna
terdapat osteosit. Dari lacuna keluar menuju ke segala arah saluran-saluran kecil yang
disebut canaliculi yang berhubungan dengan lacuna lain atau canalis havers. Canaliculi
penting dalam nutrisi osteosit. Di antara sistem havers terdapat lamella interstitial yang
lamella-lamellanya tidak berkaitan dengan sistem havers. Pembuluh darah dari
PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

10

periosteum menembus tulang kompak melalui saluran volkman dan berhubungan


dengan pembuluh darah saluran havers. Kedua saluran ini arahnya saling tegak lurus.
Tulang spons tidak mengandung sistem havers.10
Pada lapisan kedua ini kita akan menemukan tulang kompak. Tulang ini
teksturnya halus dan sangat kuat. Tulang kompak memiliki sedikit rongga dan lebih
banyak mengandung kapur sehingga tulang menjadi padat dan kuat. Kandungan tulang
manusia dewasa lebih banyak mengandung kapur dibandingkan dengan anak-anak
maupun serat-serat sehingga lebih lentur. Tulang kompak paling banyak ditemukan
pada tulang kaki dan tulang tangan.
3. Tulang Spongiosa
Pada lapisan ketiga ada yang disebut dengan tulang spongiosa. Sesuai dengan
namanya, tulang spongiosa adalah tulang yang memiliki banyak rongga. Rongga
tersebut diisi oleh sumsum merah yang mampu memproduksi sel-sel darah. Tulang
spongiosa ini terdiri dari kisi-kisi tipis yang disebut dengan trabekula.
4. Sumsum Tulang
Lapisan terakhir yang kita temukan dan yang paling dalam adalah sumsum
tulang. Sumsum tulang wujudnya seperti jelly yang kental. Sumsum tulang ini
dilindungi oleh tulang spongiosa seperti yang telah dijelaskan di bagian tulang
spongiosa. Sumsum tulang berperan penting dalam tubuh kita karena berfungsi
memproduksi sel-sel darah yang ada dalam tubuh.
Mekanisme Kontraksi dan Relaksasi Otot
Suatu potensial aksi berjalan di sepanjang sebuah saraf motorik sampai ke ujungnya
pada serabut otot. Di setiap ujung, saraf mensekresikan substansi neurotransmitter, yaitu
asetilkolin, dalam jumlah sedikit. Asetilkolin bekerja pada area setempat pada membran
serabut otot untuk membuka banyak kanal bergerbang asetilkolin memungkinkan sejumlah
besar ion natrium untuk berdifusi ke bagian dalam membran serabut otot. Di sini, potensial
aksi menyebabkan retikulum sarkoplasma melepaskan sejumlah besar ion kalsium, yang telah
tersimpan di dalam retikulum ini.11
Ion- ion kalsium menimbulkan kekuatan menarik antara filamen aktin dan miosin, yang
menyebabkan kedua filamen tersebut bergeser satu sama lain, dan menghasilkan proses
kontraksi. Setelah kurang dari satu detik, ion kalsium dipompa kembali ke dalam reticulum
sarkoplasma oleh pompa membran Ca++ dan ion-ion ini tetap disimpan dalam retikulum

PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

11

sampai potensial aksi otot yang baru datang lagi, pengeluaran ion kalsium dan miofibril akan
menyebabkan kontraksi otot terhenti.11
1. Kontraksi Otot
Interaksi aktin (filamen tipis) dan miosin (filamen tebal) menyebabkan kontraksi
ototm yang disebabkan oleh terbentuknya jembatan silang, suatu akibat dari interaksi
troponin dan ion Ca++.12
Sebuah filamen aktin murni tanpa adanya kompleks troponin-tropomiosin akan
berikatan secara cepat dan kuat dengan kepala molekul miosin. Lalu jika kompleks
troponin-tropomiosin ditambahkan pada filamen aktin, ikatan antara aktin dan miosin
ini tidak akan terbentuk. Oleh karena itu, diduga bahwa bagian aktif pada filamen aktin
normal dari otot yang sedang relaksasi akan dihambat atausecara fisik akan ditutupi
oleh kompleks troponin-tropomiosin. Akibatnya tempat ini tidak dapat melekat pada
kepala filamen miosin untuk menimbulkan kontraksi. Sebelum terjadinya kontraksi,
efek penghambatan kompleks troponin-tropomiosin itu sendiri harus dihambat.12
Keadaan tersebut membawa kita kepada peran ion Ca++. Dengan adanya ion-ion
kalsium dalam jumlah besar, efek penghambatan kompleks troponin-tropomiosin
terhadap filamen aktin itu sendiri dihambat. Mekanisme penghambatan ini tidak
diketahui, tetapi salah satu dugaan sebagai berikut: Bila ion-ion kalsium bergabung
dengan troponin C, dan setiap molekul troponin C dapat berikatan secara kuat dengan 4
ion kalsium, kompleks troponin ini diduga akan mengalami perubahan bentuk yang
menarik molekul tropomiosin dan memindahkannya lebih dalam ke lekukan antara dua
untai aktin, sehingga memungkinkan kompleks ini menarik kepala jembatan silang
miosin dan menyebabkan terjadinya kontraksi.12
Jembatan silang miosin memiliki dua tempat khusus, tempat pengikatan aktin dan
ATPase. Yang terakhir adalah suatu tempat enzimatik yang dapat mengikat molekul
pembawa energi, ATP, dan mengurainya menjadi ADP dan Pi, dalam prosesnya
menghasilkan energi. Di otot rangka, magnesium (Mg++) harus terlebih dahulu melekat
ke ATP sebelum ATPase miosin dapat menguraikan ATP. Penguraian ATP terjadi di
jembatan silang miosin sebelum jembatan berikatan dengan molekul aktin. ADP dan Pi
tetap berikatan dengan miosin, dan energi yang dibebaskan disimpan di dalam jembatan
silang untuk menghasilkan bentuk miosin berenergi tinggi. Sebagai analoginya,
jembatan silang dikokang seperti sebuah senapan, siap untuk ditembakkan ketiika
pelatuk (pemicu) ditarik. Ketika serat otot tereksitasi, Ca++ menarik kompleks
PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

12

troponin-tropomiosin keluar dari posisi menghambatnya, sehingga jembatan silang


miosin dan aktin ini menarik pelatuk. Energi yang tersimpan di dalam jembatan
silang miosin dibebaskan untuk menyebabkan jembatan silang menekuk dan
menghasilkan gaya ayunan yang kuat yang menarik filamen tipis ke arah dalam.12
ADP dan Pi juga dibebaskan dengan cepat dari miosin ketika miosin berkontak
dengan aktin saat gerakan mengayun timbul. Hal ini membebaskan tempat ATPase
miosin untuk berikatan dengan molekul ATP lain. Aktin dan miosin tetap berikatan di
jembatan silang sampai ada molekul ATP segar melekat ke miosin di akhir gerakan
mengayun. Perlekatan molekul ATP baru memungkinkan terlepasnya jembatan silang
yang kemudian kembali ke konformasinya semula, siap untuk menjalani siklus baru.
ATP yang baru melekat kemudian diuraikan oleh ATPase, kembali memberikan energi
bagi jembatan silang. Sewaktu berikatan dengan molekul aktin yang lain, jembatan
silang yang telah mendapatkan energi tersebut kembali menekuk, demikian seterusnya,
berturut-turut menarik filamen tipis ke arah dalam untuk menyelesaikan kontraksi.12
2. Relaksasi Otot
Seperti halnya potensial aksi di serat otot mengaktifkan proses kontraksi dengan
memicu perlepasan Ca2+ dari kantung lateral ke dalam sitosol, proses kontraksi
dihentikan ketika Ca2+ dikembalikan ke kantung lateral saat aktivitas listrik lokal
berhenti. Retikulum sarkoplasma memiliki molekul pembawa, pompa Ca2+-ATPase,
yang memerlukan energi dan secara aktif mengangkut Ca2+ dari sitosol untuk
memekatkannya di dalam kantung lateral. Ketika asetilkolinesterase menyingkirkan
Ach dari taut neuromuskular, potensial aksi serat otot terhenti. Ketika potensial aksi
lokal tidak lagi terdapat di tubulus T untuk memicu pelepasan Ca2+, aktivitas pompa
Ca2+ retikulum sarkoplasma mengembalikan Ca2+ yang dilepaskan ke kantung lateral.
Hilangnya Ca2+ dari sitosol memungkinkan kompleks troponin-tropomiosin bergeser
kembali ke posisinya yang menghambat, sehingga aktin dan miosin tidak lagi berikatan
di jembatan silang. Filamen tipis, setelah dibebaskan dari siklus perlekatan dan
penarikan jembatan silang, kembali secara pasif ke posisi istirahatnya. Serat otot
kembali melemas.13

PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

13

Metabolisme Otot
Karena ATP yang tersimpan dalam otot biasanya akan habis setelah sepuluh kali
kontraksi, maka ATP harus dibentuk kembali untuk kelangsungan aktivitas otot melalui
sumber lain.
1. Kreatin Fosfat (CP)
Senyawa yang berenergi tinggi lainnya, merupakan sumber energi yang langsung
tersedia untuk memperbaharui ATP dari ADP (CP + ADP -> ATP + keratin) CP
memungkinkan kontraksi otot tetap berlangsung saat ATP tambahan dibentuk melalui
glukosa secara anaerob dan aerob. CP menyediakan energi untuk sekitar 100 kontraksi
dan harus disintesis ulang dengan cara memproduksi lebih banyak ATP. ATP tambahan
terbentuk dari metabolisme glukosa dan asam lemak melalui reaksi aerob dan anaerob.7
2. Reaksi Aerob
Saat aktivitas berlangsung, asam piruvat yang terbentuk melalui glikolisis
anaerob mengalir ke mitokondria sarkoplasma untuk masuk dalam siklus asam sitrat
untuk okisidasi. Jika ada oksigen, glukosa terurai dengan sempurna menjadi
karbondioksida, air, dan energi (ATP). Reaksi aerob berlangsung lambat tetapi efisien,
menghasilkan energi sampai 36 ATP per mol glukosa.7
3. Reaksi Anaerob
Otot dapat berkontraksi secara singkat tanpa memakai oksigen dengan
menggunakan ATP yang dihasilkan melalui glikolisis anaerob, langkah pertama dalam
respirasi selular. Glikolisis berlangsung dalam sarkoplasma, tidak memerlukan oksigen
dan melibatkan pengubahan satu molekul glukosa menjadi dua molekul asam piruvat.
Glikolisis anaerob berlangsung cepat tidak efisien karena hanya menghasilkan
dua molekul ATP per molekul glukosa. Glikolisis dapat memenuhi kebutuhan ATP
untuk kontraksi otot dalam waktu singkat jika persedian oksigen tidak mencukupi.
Pembentukan asam laktat dalam glikolisis anaerob. Tanpa oksigen, asam piruvat
diubah menjadi asam laktat. Jika aktivitas yang dilakukan sedang dan singkat,
persediaan oksigen yang ada menghalangi akumulasi asam laktat. Asam laktat berdifusi
ke luar otot yang dibawa ke hati untuk disintesis ulang menjadi glukosa.7
4. Oxygen Debt (Hutang Oksigen)
Saat terjadi aktivitas berat yang singkat, penguraian ATP berlangsung dengan
cepat sehingga simpanan energi anaerob menjadi cepat habis. Sistem respiratorik dan
pembuluh darah tidak dapat menghantar cukup oksigen ke otot untuk membentuk ATP
PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

14

melalui reaksi aerob. Asam laktat berakumulasi, mengubah PH, dan menyebabkan
keletihan serta nyeri otot.
Oksigen ekstra yang harus dihirup setelah aktivitas berat disebut oxygen debt. Volume
oksigen yang dihirup tetap berada di atas volume normal sampai semua asam laktat
dikeluarkan, baik dioksidasi ulang menjadi asam piruvat dalam otot atau disintesis ulang
menjadi glukosa dalam hati.7
Jenis Jenis Jaringan ikat
Jaringan ikat terdiri atas komponen yang telah dibicarakan: serat, sel, dan substansi
dasar, meskipun cukup bervariasi di struktur histologis. Hal itu berujung pada penggunaan
nama atau klasifikasi untuk berbagai jenis jaringan ikat.14
1. Jaringan Ikat Umum
Terdapat 2 golongan jaringan ikat umum: longgar dan padat.
a. Jaringan Ikat Longgar
Jaringan ikat ini biasanya menunjang jaringan epitel, membentuk lapisan yang
membungkus pembuluh darah dan limfe, serta mengisi ruang antara serabut otot dan
saraf. Jaringan ikat longgar juga ditemukan pada stratum papilare di dermis,
hipodermis, lapisan rongga peritonium, dan rongga pleura, di kelenjar dan di
membran mukosa (membran basah yang melapisi organ berongga) yang menyokong
sel-sel epitel.
Jaringan ikat longgar yang terkadang disebut jaringan areolar, memiliki semua
komponen utama jaringan ikat (sel, serat, dan substansi dasar) dalam proporsi yang
kira-kira setara. Sel yang terbanyak ditemukan adalah fibroblas dan makrofag, tetapi
jenis lain sel jaringan ikat juga dijumpai. Serat kolagen, elastin, dan retikular juga
terdapat di jaringan ini. Dengan substansi dasar dalam jumlah sedang, jaringan ikat
longgar memiliki konsistensi halus, bersifat fleksibel, dipendarahi dengan baik, dan
tidak terlalu resistan terhadap stres.
b. Jaringan Ikat Padat
Teradaptasi untuk memberikan ketahanan dan proteksi. Jaringan ini memiliki
komponen yang sama seperti komponen jaringan ikat longgar, tetapi selnya lebih
sedikit dan serat kolagennya lebih banyak di substansi dasar. Jaringan ikat padat
kurang fleksibel dan jauh lebih tahan terhadap stres ketimbang jaringan ikat longgar.
Jaringan tersebut dikenal sebagai jaringan ikat padat ireguler bila serat-serat
kolagennya tersusun berupa berkas-berkas tanpa adanya orientasi tertentu. Serat
PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

15

kolagen membentuk anyaman 3-dimensi di jaringan ikat yang tidak teratur dan tahan
terhadap stres dari segala arah. Jaringan ikat padat ireguler sering ditemukan
berdekatan dengan jaringan ikat longgar. Kedua tipe jaringan ikat tersebut sering
tumpah tindih satu sama lain dan pembedaan antara keduanya sering kali acak.
Berkas kolagen jaringan ikat padat regular tersusun menurut pola tertentu
dengan serat kolagen yang tersusun dengan orientasi linear fibroblas sebagai respons
terhadap stres berkepanjangan dalam arah yang sama. Susunan ini tahan sekali
terhadap daya tarikan.
Tendon dan ligamen adalah contoh yang paling umum untuk jaringan ikat
padat regular. Struktur silindris panjang ini melekatkan komponen sistem
muskuloskeletal; karena banyaknya serat kolagen, tendon tampak berwarna putih
dan tidak dapat diregangkan. Jaringan ini terdiri atas himpitan berkas-berkas kolagen
yang sejajar, dan dipisahkan oleh sedikit substansi dasar antarsel. Fibrositnya
mengandung inti panjang yang sejajar terhadap serat dan sedikit lipatan sitoplasma
yang meliputi bagian berkas kolagen. Sitoplasma fibrosit ini jarang terlihat dengan
pulasan H&E tidak hanya karena jumlahnya yang sedikit, tetapi juga karena terpulas
dengan warna yang sama seperti seratnya. Sejumlah ligamen, seperti ligamenta flava
columna vertebrae, juga mengandung sejumlah besar berkas serat elastin yang
sejajar.
Berkas kolagen tendon memiliki ukuran yang bervariasi dan diselubungi oleh
jaringan ikat longgar yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Namun, secara
keseluruhan tendon kurang mendapat pendarahan dan perbaikan tendon yang rusak
berjalan sangat lambat. Di luar, tendon dikelilingi oleh selubung jaringan ikat padat
iregular. Pada tendon tertentu, selubung ini terdiri atas dua lapisan, dan keduanya
dilapisi sel-sel sinovial gepeng yang berasal dari mesenkim. Satu lapisannya melekat
pada tendon, dan lapisan lain melapisi struktur di dekatnya. Rongga di antara kedua
lapisan ini mengandung cairan kental (mirip dengan cairan sendi sinovial) yang
terdiri atas air, protein, hialuronat, dan GAG lainnya. Sekresi sinovial ini bekerja
sebagai pelumas yang memungkinkan mulusnya pergeseran tendon di dalam
selubungnya.
2. Jaringan Retikular
Setiap jaringan retikular membentuk jejaring 3-dimensi halus yang menopang sel
di jaringan retikular. Jaringan ikat khusus ini terdiri atas serat retikular dari kolagen tipe
III yang dihasilkan oleh fibroblas khusus yang disebut sel retikular. Serat retikular yang
PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

16

mengalami glikosilasi membentuk kerangka arsitektural yang menciptakan lingkungan


mikro khusus bagi organ hematopoietik dan organ limfoid (sumsum tulang belakang,
kelenjar getah being, dan limpa). Sel-sel retikulum tersebar di sepanjang kerangka ini
dan menutupi sebagian serat-serat retikular dan substansi dasar dengan cabang
sitoplasmanya. Sistem trabekular yang berlapiskan sel membentuk struktur mirip spons,
tempat sel dan cairan gerak bebas.
Selain sel retikular, sel-sel sistem fagosit mononuklear tersebar secara strategis di
sepanjang trabekula. Sel-sel tersebut memantau zat yang mengalir lambat melalui
celah-celah mirip sinus dan menyingkirkan benda-benda asing melalui fagositosis.
3. Jaringan Mukosa
Jaringan mukosa terutama ditemukan di tali pusat (korda umbilikalis) dan
jaringan janin. Jaringan mukosa memiliki banyak substansi dasar yang terutama terdiri
dari atas asam hialuronat, yang membuatnya menjadi jaringan mirip jeli yang
mengandung sedikit serat kolagen dengan sebaran fibroblas. Jaringan mukosa
merupakan komponen utama tali pusat, yang disebut Whartons jelly. Bentuk jaringan
ikat serupa juga ditemukan di dalam pulpa gigi yang masih muda.
Jenis-Jenis Jaringan Otot
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ
tubuh. Setiap jenis jaringan otot memiliki struktur yang disesuaikan dengan peran
fisiologisnya. Ada tiga jenis jaringan otot yang dapat dibedakan berdasarkan ciri morfologi
dan fungsional, yaitu:
1. Otot polos
Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga
bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis. Otot polos
berkontraksi secara refleks dan di bawah pengaruh saraf otonom. Bila otot polos
dirangsang, reaksinya lambat. Otot polos terdapat pada saluran pencernaaan, dinding
pembuluh darah, saluran pernafasan.15
Otot polos adalah otot tidak berlurik dan involunter. Jenis otot ini dapat
ditemukan pada dinding organ berongga seperti kantung kemih dan uterus, serta pada
dinding tuba, seperti pada sistem respiratorik, pencernaan, reproduksi, urinarius, dan
sistem sirkulasi darah. serabut otot berbentuk spindel dengan nukleus sentral yang
terelongasi. Serabut ini berukuran kecil, berkisar antara 20 mikron sampai 0.5 mikron
pada uterus orang hamil. Kontraksinya kuat dan lamban.16
PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

17

Miofilamen otot polos memiliki perbedaan dengan miofilamen otot rangka.


Filamen miosin tebal lebih panjnag dibandingkan filamen miosin tebal dalam otot
rangka. Filamen miosin tebal lebih panjang dibandingkan filamen miosin tebal dalam
otot rangka. Miofilamen aktin tipis tidak memiliki troponin dasn tropomiosin. Dapat
ditemukan miofilamen berukuran sedang. Miofilamen ini tidak terlibat dalam proses
kontraktil, tetapi dipercaya berfungsi sebagai kerangka kerja sitoskeletal untuk
menopang sel.16

Gambar 6. Otot polos17


2. Otot Lurik
Nama lainnya adalah jaringan otot rangka karena sebagian besar jenis otot ini
melekat pada kerangka tubule. Kontraksinya menurut kehendak kita dan di bawah
pengaruh saraf sadar.
Dinamakan otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya
garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot. Oleh sebab
itu nama lain dari otot lurik adalah otot bergaris melintang.
Kontraksi otot lurik berlangsung cepat bila menerima rangsangan, berkontraksi
sesuai dengan kehendak dan di bawah pengaruh saraf sadar. Fungsi otot lurik untuk
menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras.15
Otot rangka adalah otot lurik, voluntir, dan melekat pada rangka. Serabut otot
sangat panjang, sampai 30 cm, berbentuk silindris, dengan lebar berkisar 10 mikron
sampai 100 mikron. Setiap serabut memiliki banyak inti, yang tersusun di bagian
perifer. Kontraksinya cepat dan kuat.
PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

18

Gambar 7. Otot lurik17

Di sarkoplasmanya dipenuhi berkas-berkas filamen silindris panjang yang disebut


miofibril. Miofibril adalah unit kontraktif yang mengalami spesialisasi, volumenya
mencapai 80% volume serabut. Setiap miofibril silindris terdiri dari miofilamen tebal
dan miofilamen tipis. Miofilamen tebal terdiri terutama dari protein miosin. Miofilamen
tipis tersusun dari protein aktin. Dua protein tambahan pada filamen tipis adalah
tropomiosin dan troponin, melekat pada aktin.
Pemitaan ditentukan berdasarkan susunan miofilamen. Pita A yang lebih gelap,
terdiri dari susunan vertical miofilamen tebal yang berselang-seling dengan miofilamen
tipis. Pita I yang lebih terang, terbentuk dari miofilamen aktin tipis, yang memanjang
ke dua arah dari garis Z ke dalam susunan filamen tebal. Garis Z terbentuk dari protein
penunjang lain yang menahan miofilamen tebal tetap bersatu dalam susunan. Sarkomer
adalah jarak antara garis Z ke garis Z lainnya.16

Gambar 8. Sarkomer18

PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

19

3. Otot Jantung
Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Strukturnya
menyerupai otot lurik, meskipun begitu kontraksi otot jantung secara refleks serta
reaksi terhadap rangsang lambat. Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke
luar jantung.15
Otot jantung adalah otot lurik, involunter, dan hanya ditemukan pada jantung,
serabut terelongasi dan membentuk cabang dengan satu nukleus sentral. Panjangnya
berkisar antara 85 mikron sampai 100 mikron dan diameternya 15 mikron. Diskus
terinterkalasi adalah sambungan kuat khusus pada sisi ujung yang bersentuhan dengan
sel-sel otot tetangga. Kontraksi otot jantung kuat dan berirama.
Miofilamen disusun dalam pola pemitaan reguler sehingga otot jantung berlurik.
Filamen aktin tipis mengandung troponin dan tropomiosin. Mekanisme aksi ion
kalsiumnya serupa dengan yang terjadinya di otot rangka. Otot jantung memiliki
tubulus-T dan reticuluk sarkoplasma yang terbentuk dengan baik. Otot ini berkontraksi
sesuai dengan mekanisme sliding filamen.
Tidak seperti otot rangka, sebagian ion kalsium yang dilepas untuk memicu
kontraksi berasal dari cairan ekstraseluler. Akibatnya, otot jantung menjadi sangat
sensitif terhadap ketidakseimbangan kalsium dalam cairan tubuh. Otot jantung adalah
otot miogenik dan dapat memicu potensial aksinya sendiri tanpa memerlukan stimulasi
saraf. Gap junction yang terletak pada diskus terinterkalasi saling menghubungkan selsel otot jantung dan meningkatkan penyebaran depolarisasi ke seluruh jantung.16

Gambar 9. Otot jantung17

PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

20

a. Otot Merah
Otot merah disebut juga serabut merah kedut lambat. Mengandung konsentrasi
pigmen merah pernapasan yang sangat banyak, mioglobin yang mengikat molekul
oksigen untuk memfasilitasi pernafasan aerob. Serabut ini berdiameter kecil,
dikelilingi banyak kapiler yang menyediakan oksigen dan nutrisi, kontraksinya
lambat, dan resisten terhadap keletihan.
b. Otot Putih
Otot putih disebut juga serabut putih kedut cepat. Tidak memiliki mioglobin,
mitokondria, dan kapilernya juga lebih sedikit tetapi simpanan glikogen dan
enzimnya lebih banyak. Simpanan ini meningkatkan kapasitasnya untuk melakukan
glikolisis anaerob. Serabutnya lebih tebal, mampu menghasilkan ATP dengan
kecepatan tinggi, tetapi cepat letih jika simpanan glikogennya menipis.
Pembahasan Skenario
Skenario
Seorang laki-laki usia 55 tahun diantar anaknya ke dokter dengan keluhan tidak bisa
menggerakkan lengan kirinya sejak seminggu yang lalu. Menurut anaknya yang juga
mahasiswa kedokteran, ayahnya tidak ke dokter seusai jatuh dari tangga saat membetulkan
genteng rumah, namun hanya diurut. Dari hasil pemeriksaan didapatkan dislokasi pada
persendian bahu dan fraktur bagian 1/3 distal os radius. Kemudian anaknya menanyakan
mengapa lengan tersebut tidak bisa digerakkan sama sekali. Dokter tersebut menjelaskan
untuk mengetahuinya harus terlebih dahulu mengenal struktur anatomi yang saling
berhubungan di sekitar lengan yang ikut mendukung melakukan pergerakan.
Pembahasan
Dislokasi adalah pemisahan lengkap dari permukaan-permukaan yang disebabkan
tertariknya kapsul. Dislokasi dapat merupakan komplikasi pada fraktur ujung atas humerus.
Sendi bahu karena kedangkalan rongga persendian, kepala humerus yang besar dan
kelemahan ligamen kapsul, sendi bahu cenderung untuk lebih mudah terkena dislokasi
daripada sendi lain manapun dalam tubuh.
Sendi sternoclavicular dibentuk oleh ujung sternal klavikula, manubrium sterni, dan
tulang rawan iga pertama. Sendi ini dapat mengalami dislokasi ke depan atau ke belakang
sebagai akibat jatuh dengan keras di atas bahu.
PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

21

Fraktur adalah diskontinuitas atau kepatahan pada tulang baik bersifat terbuka atau
tertutup. Fraktur 1/3 distal os radius yang terjadi dari skenario tersebut terjadi patah tulang
dengan jarak kurang lebih 2,5 cm dari permukaaan radius atau biasa dikenal dengan nama
fraktur colles.
Kesimpulan
Tubuh manusia terdiri dari tulang, otot, dan sendi yang merupakan sistem gerak. Pada
otot untuk melakukan kontraksi, otot memerlukan rangsang, energi berupa ATP, dan protein
aktin miosin. Otot juga melakukan metabolisme yang berjalan secara bersiklus dalam
melakukan kontraksi dan relaksasi. Sendi merupakan sambungan antar tulang dan otot
merupakan alat untuk bergerak. Pada sendi bisa terjadi gangguan yang menghambat
seseorang dalam melakukan gerakan atau aktivitasnya seperti dislokasi atau fraktur.

PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

22

Daftar Pustaka
1.

Gibson J. Fisiologi & anatomi modern untuk perawat. Edisi 2. Jakarta: EGC; 20. h.
44-50.

2.

Gambar 1. diunduh dari:


https://www.google.com/search?q=os+clavicula&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei
=gDssU-WcMOeciAefrIDgDQ&ved=0CAcQ_AUoAQ&biw=1536&bih=770

3.

Gambar 2. diunduh dari:


https://thesebonesofmine.files.wordpress.com/2011/05/scapula3viewsstar.jpg?w=980&h=580

4.

Gambar 3. diunduh dari:


http://dc407.4shared.com/doc/o9xM8FgR/preview.html

5.

Gambar 4. diunduh dari:


http://www.studyblue.com/notes/note/n/units-910-radius-ulna-wrist-andhand/deck/5899413

6.

Gambar 5. diunduh dari:


http://mind42.com/mindmap/dda0681c-d292-42c9-8d28-3356d8fe1555?rel=gallery

7.

Veldman J. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: EGC; 2004. h. 119-28.

8.

Pearce EC. Anatomi dan fisiologi untuk paramedis. Jakarta: PT Gramedia; 2001. h.
81-5.

9.

Wibowo DS. Anatomi tubuh manusia. Jakarta: Grasindo; 2008. h. 25-8.

10. Watson R. Anatomi dan fisiologi. Edisi 10. Jakarta: EGC; 2002. h. 193-4.
11. Hartono H. Buku ajar histologi. Edisi 12. Jakarta: EGC; 2002. h. 124-128.
12. Guyton CA, Hall JF. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi 11. Jakarta: EGC; 2008. h.
76-9.
13. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Edisi 6. Jakarta: EGC; 2009. h.
289.
14. Mescher AL. Histologi dasar junqueira teks & atlas. Edisi 12. Jakarta: EGC; 2006. h.
100-5.
15. Junquiera LC, Tambayong J, Dany F. Histologi dasar: teks dan atlas. Edisi 10.
Jakarta: EGC; 2007. h. 181-200.
16. Martini LH. Fundamentals of anatomy & physiology. 7th ed. San Francisco: Pearson
Education. Inc; 2006. pg. 180-5.
PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

23

17. Gambar 6, 7, dan 9 diunduh dari:


http://soalspensa.blogspot.com/2012/10/beda-otot-polos-lurik-dan-jantung.html
18. Gambar 8 diunduh dari:
http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Muskelfibrille_(Sarkomer).PNG

PBL Blok 5 Universitas Kristen Krida Wacana

24

Anda mungkin juga menyukai