Anda di halaman 1dari 12

`

`Terapi Tertawa

Tertawa didefinisikan sebagai ekspresi jiwa atau emosional yang ditunjukkan melalui raut
wajah dan bunyi-bunyian tertentu (Prasetyo,, Harlina Nurtjahjanti, 2012). Secara
fisiologis tertawa dapat dibagi menjadi dua, yaitu satu set gerakan dan produk suara
(Muhammad, 2011). Sementara itu, terapi tawa adalah aktivitas penggunaan tawa secara
sengaja sebagai terapi komplementer untuk orang yang menderita gangguan fisik atau
emosional (Cassileth, Barrie R,. 2011).
Tertawa merupakan aktivitas yang sehat dan memberi tambahan oksigen bagi sel dan
jaringan, sementara perasaan dan perilaku murung mengakibatkan pengurangan oksigen
dalam darah (Prasetyo,Harlina Nurtjahjanti, 2012). Saat seseorang merasa dan
berperilaku murung, sel-sel darah menjadi lapar dan kosong, yang selanjutnya
menghasilkan depresi, kecemasan, dan kemarahan (Plutchik, 2002). Aktivitas tertawa
yang memberi tambahan oksigen akan bermanfaat karena otak yang dialiri darah
beroksigen tinggi akan bekerja lebih baik daripada saat kekurangan oksigen (Prasetyo,
Anggun Resdasari,Harlina Nurtjahjanti, 2012).
Ketika seseorang tersenyum, otak akan mengingat bahwa di masa lalu ekspresi tersebut
berkaitan dengan kebahagiaan. Hal ini selanjutnya mengakibatkan otak menanggapinya
dengan melepaskan neurotransmitter-neurotransmitter tertentu yang menyebabkan
individu tersebut menjadi lebih bahagia dan merasa lebih positif (Plutchik, R., 2002)
Tawa sebagai suatu bentuk terapi diperkenalkan secara luas oleh dr Madan Kataria,
seorang praktisi Mumbai (Sharma, 2005). Dr Kataria adalah orang pertama yang
membentuk Klub Tertawa, yang hingga saat ini jumlahnya telah berkembang di seluruh
dunia. Klub untuk aktivitas tertawa ini bisa dibentuk oleh siapa pun dengan beberapa
petunjuk yang harus diingat di antaranya (Sharma, 2005):

Tempat yang dipilih sebaiknya di taman, bukan di tempat tinggal. Sebaiknya


kegiatan ini dilakukan jauh dari wilayah pemukiman sehingga tidak mengganggu
warga lainnya.

Waktu yang ideal adalah untuk terapi tawa adalah pukul 6:00-08:00 pagi. Tertawa di
pagi hari selama sekitar 20 menit memberikan semangat yang baik sepanjang hari,
karena memberikan energi pada tubuh dan perasaan bahagia.

Mengorganisir satu kelompok sekitar 20 sampai 25 orang. Semakin besar kelompok,


semakin mudah untuk menikmati simulasi tawa.

Laughter therapy
Laughter not only provides a full-scale workout for your muscles, it unleashes a rush of stressbusting endorphins. What's more, your body can't distinguish between real and fake laughter any giggle will do
What is it?
The elation you feel when you laugh is a great way of combating the physical effects of stress.
When we laugh, our body relaxes and endorphins (natural painkillers) are released into the blood
stream.
A laughter therapist's aim is to help you laugh more easily. Therapy is available in group or
individual sessions - these start with a warm-up followed by a range of activities designed to get
you giggling. Laughter doesn't come easily to everyone, but luckily the body can't actually
distinguish between real and fake laughter. So faking it has the same beneficial effect.
Developed by Indian physician, Dr. Madan Kataria in 1995, it is a breakthrough laughter delivery system
where anyone can laugh and practice laughter as a group exercise without relying on humor, jokes or
comedy.

Pengertian
Tertawa tidak hanya memberikan latihan skala penuh untuk otot, tawa menghasilkan penghilang stres
endorfin secara cepat. Terlebih lagi, tubuh Anda tidak bisa membedakan antara tawa nyata dan palsu tawa setiap akan berguna.

Perasaan gembira yang dirasakan ketika seseorang tertawa merupakan cara yang sangat baik
dalam melawan efek fisik dari stress. Ketika kita tertawa, tubuh kita rileks dan endorfin (pereda
nyeri alami) dilepaskan ke dalam aliran darah
Tujuan terapis tertawa adalah untuk membantu agar seseorang dapat tertawa dengan lebih
mudah. Terapi tertawa tersedia dalam sesi grup maupun individual dimulai dengan
pemanasan dilanjutkan dengan beberapa aktivitas yang dirancang untuk membuat seseorang
tertawa.
Tawa tidak terjadi secara mudah pada setiap orang, tetapi untungnya tubuh kita tidak dapat
membedakan antara tawa yang nyata dengan tawa pura-pura. Sehingga dengan berpura-pura
tertawa pun dapat memiliki efek manfaat yang sama.

Manfaat
Manfaat terapi tertawa di antaranya:

Meningkatkan aliran darah

Tertawa membuat seseorang merasa lebih baik

Jika pada suatu saat Anda merasa sangat stres, dan seseorang tiba-tiba membuat lelucon lucu
yang bisa membuat Anda tertawa keras, maka hal itu akan membuat Anda merasa lebih baik,
terutama jika tertawa benar-benar keluar. Ide yang baik manakala kita sedang stres, mencari
sesuatu yang menghibur dan bisa membuat kita bisa tertawa lepas.

Tertawa meningkatkan kekebalan tubuh

Kondisi stres yang kita alami bisa menyebabkan reaksi kimia dalam tubuh yang bisa
menurunkan kekebalan tubuh, sehingga kemungkinan kita menjadi jatuh sakit sangat
besar.Tertawa adalah salah satu bahan bakar sistem kekebalan tubuh yang hangat, yang dengan
kekuatannya yang besar akan melawan penyakit dan akan membantu kita tetap sehat dan enerjik.

Tertawa bisa membantu membakar kalori

Tertawa bahkan bisa membantu kita dalam megelola kebugaran tubuh. Menurut penelitian,
tertawa lepas akan menigkatkan denyut jantung dan bisa membakar sekitar 10-40 kalori dalam
15 menit.
meningkatkan memori, membantu mencegah resiko penyakit jantung dan menambah kekebalan tubuh
agar tubuh tak rentan sakit.

Sumber : Manfaat Tertawa Kurangi Stres Dan Hindarkan Kebosanan - Bidanku.com


http://bidanku.com/manfaat-tertawa-kurangi-stres-dan-hindarkan-kebosanan#ixzz3L4VG51Yh

- See more at: http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/manfaat-tertawa-bagikesehatan.html#sthash.KAzYXJOB.dpuf

- See more at: http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/manfaat-tertawa-bagikesehatan.html#sthash.KAzYXJOB.dpuf

Indikasi
Terapi tertawa cocok untuk dilakukan oleh semua orang.
Baik kelompok usia lansia maupun usia muda, pasien dalam perawatan, pasien kesehatan
mental, kesemuanya dapat memperoleh manfaat dari terapi tertawa. Apabila anda merasa
sulit untuk memutuskan akan mengikutinya atau tidak, ingatlah hal ini: anak-anak tertawa
sekitar 400 kali sehari sementara orang dewasa tertawa sekitar 15 kali sehari.

Kontraindikasi
Sebelum mengikuti terapi tertawa sebaiknya konsultasikan dahulu pada dokter apabila
seseorang berada pada kondisi berikut:

Baru menjalani operasi tertentu

Penderita glaukoma, hernia, hemoroid

Ibu hamil

Keunggulan Terapi Tertawa:


Terapi tertawa memiliki beberapa keunggulan yang unik di antaranya:

Efektif dalam pembiayaan dan memakan waktu lebih sedikit

Dapat mengurangi stress secara instan/cepat dan manfaatnya dapat dirasakan sejak sesi
awal

Terbukti secara ilmiah dengan hasil yang dapat diukur

Mudah dipraktikkan, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja

Langkah Terapi Tawa

Tahapan Terapi Tawa


Sesi dalam terapi tawa adalah kombinasi antara latihan pernapasan, peregangan dan
berbagai teknik tawa stimulus. Waktu untuk satu sesi tawa adalah antara 20-30 menit.
Sementara satu putaran tawa menggunakan waktu antara 30-40 detik (Firmanto, 2006).
Langkah-langkah atau putaran dalam terapi tawa ialah sebagai berikut (Firmanto, 2006;
Prasetyo, Harlina Nurtjahjanti, 2012):

Langkah Pertama
Seluruh peserta melakukan pemanasan dengan cara tepuk tangan secara serentak
sambil mengucapkan ho ho ho... ha ha ha... Tepuk tangan ini bermanfaat untuk
merangsang saraf-saraf di telapak tangan sehingga menciptakan rasa aman dan
meningkatkan energi dalam tubuh.
Langkah Kedua
Langkah kedua ialah pernapasan yang dilakukan dengan teknik mengambil napas
melaui hidung, lalu napas ditahan selama 15 detik dengan pernapasan perut,
selanjutnya keluarkan udara perlahan-lahan melalui mulut. Hal ini dilakukan
sebanyak lima kali berturut-turut.
Langkah Ketiga

Putar engsel bahu ke depan dan ke belakang. Lalu anggukkan kepala ke bawah
sampai dagu hampir menyentuh dada, lalu dongakkan kepala ke atas lalu ke
belakang. Lalu tolehkan kepala ke kiri dan ke kanan. Lakukan gerakan-gerakan ini
secara perlahan. Gerakan memutar leher tidak dianjurkan karena bisa terjadi cidera
pada otot leher. Peregangan dilakukan dengan memutar pingang ke arah kanan
kemudian ditahan beberapa saat, lalu kembali ke posisi semula. Peregangan juga
dapat dilakukan dengan otot-otot bagian tubuh lainnya. Semua gerakan dilakukan
masing-masing lima kali.
Langkah Keempat: Tawa Bersemangat
Tutor memberikan aba-aba untuk memulai tawa. Dalam hitungan ketiga semua orang
tertawa serempak. Jangan ada yang tertawa lebih dulu atau belakangan, harus
kompak seperti nyanyian koor. Dalam tawa ini tangan diangkat ke atas beberapa saat
lalu diturunkan dan diangkat kembali, sedangkan kepala agak mendongak ke
belakang. Melakukan tawa ini harus bersemangat. Jika tawa bersemangat akan
berakhir maka sang tutor mengeluarkan kata, ho ho ho... ha ha ha.... beberapa kali
sambil bertepuk tangan. Setiap selesai melakukan satu tahap dianjurkan menarik
napas secara pelan dan dalam.
Langkah Kelima: Tawa Sapaan
Tutor memberikan aba-aba agar peserta tertawa dengan suara-suara sambil mendekat
dan bertegur sapa satu sama lainnya. Dalam melakukan sesi ini mata peserta saling
memandang satu sama lain. Peserta dianjurkan menyapa sambil tertawa pelan. Cara
menyapa ini sesuai dengan kebiasaan masing-masing. Setelah itu peserta menarik
napas secara pelan dan dalam.
Langkah Keenam: Tawa Penghargaan
Peserta membuat lingkaran kecil dengan menghubungkan ujung jari telunjuk dengan
ujung ibu jari. Kemudian tangan digerakkan ke depan dan ke belakang sekaligus
memandang anggota lainnya dengan melayangkan tawa manis sehingga terlihat
seperti memberikan penghargaan kepada orang yang dituju. Kemudian bersamasama tutor mengucapkan, ho.. ho.. ho... ha.. ha.. ha ... sekaligus bertepuk tangan.
Setelah melakukan tawa ini kembali menarik napas secara pelan dan dalam agar
kembali tenang.
Langkah Ketujuh: Tawa Satu Meter
Tangan kiri dijulurkan ke samping tegak lurus dengan badan, sementara tangan
kanan melakukan gerakan seperti melepaskan anak panah, lalu tangan ditarik ke
belakang seperti menarik anak panah dan dilakukan dalam tiga gerakan pendek,
seraya mengucapkan aee.... aee.....aee.... lalu tertawa lepas dengan merentangkan
kedua tangan dan kepala agak mendongak serta tertawa dari perut. Gerakan seperti
ini dilakukan ke arah kiri lalu ke kanan. Ulangi hal serupa antara 2 hingga 4 kali.
Setelah selesai kembali menarik napas secara pelan dan dalam.
Langkah Kedelapan: Tawa Susu Kocok (Milk Shake)
Peserta seolah-olah memegang dua gelas berisi susu, masing-masing yang satu di
tangan kiri dan satu di tangan kanan. Saat tutor memberikan instruksi tangan
digerakkan seolah-olah susu dituang dari gelas yang satu ke gelas yang satunya.
Sambil menuang, peserta mengucapkan aeee.... dan kembali dituang ke gelas yang
awal sambil mengucapkan aeee.... Seusai gerakan tersebut, peserta melakukan
gerakan seperti minum susu. Hal ini dilakukan empat kali, lalu bertepuk tangan

seraya mengucapkan, ho.. ho.. ho... ha.. ha.. ha .... Akhirnya peserta kembali lakukan
tarik nafas pelan dan dalam.
Langkah Kesembilan: Tawa Hening tanpa Suara
Tawa ini dilakukan dengan cara membuka mulut selebar-lebarnya seolah-olah
tertawa lepas tetapi tanpa suara, sekaligus saling memandang satu sama lain dan
membuat berbagai gerakan dengan telapak tangan serta menggerak-gerakkan kepala
dengan mimik-mimik lucu. Selama melakukan tawa hening ini otot-otot perut
bergerak cepat seperti melakukan gerak tawa lepas. Lalu diakhiri dengan kembali
menarik napas pelan dan dalam.
Langkah Kesepuluh: Tawa Bersenandung dengan Bibir Tertutup
Pelaksanaan
gerak ini dilakukan dengan cara peserta dianjurkan
bersenandung/bergumam hmmm.... dengan mulut tetap tertutup, sehingga akan terasa
bergema di dalam kepala. Saat melakukannya, seluruh peserta saling berpandangan
dan saling membuat gerakan-gerakan yang lucu sehingga memacu peserta lain
semakin tertawa. Kemudian diakhiri dengan kembali menarik napas dalam dan pelan.
Langkah Kesebelas: Tawa Ayunan
Peserta membentuk formasi melingkar dan harus mendengar aba-aba tutor.
Kemudian peserta mundur dua meter sambil tertawa, untuk memperbesar lingkaran
dan kembali maju sekaligus mengeluarkan ucapan, aee... aee... aeeee.... Peserta
mengangkat tangan dan tertawa lepas secara serempak dan pada saat yang sama
semua peserta bertemu di tengah-tengah dan melambaikan tangan masing-masing.
Tahap selanjutnya, peserta kembali pada posisi semula, dan melanjutkan gerakan
maju ke tengah dan mengeluarkan ucapan, aee... ooo.... eeuu.... sekaligus tertawa
lepas. Gerakan ini dilakukan sebanyak empat kali. Setelah berakhir, peserta kembali
menarik napas dalam dan pelan.
Langkah Ke dua belas: Tawa Singa
Tawa ini merupakan tawa yang sangat bermanfaat untuk otot-otot wajah, lidah, dan
memperkuat kerongkongan serta memperbaiki saluran dan kalenjar tiroid sekaligus
peserta dapat menghilangkan rasa malu dan takut. Gerakan ini dilakukan dengan cara
mulut dibuka lebar-lebar dan lidah dijulurkan ke luar semaksimal mungkin, mata
dibuka lebar seperti melotot, dan tangan diangkat ke depan di mana jari-jari di baut
seperti akan mencakar, seolah-olah seperti singa mau mencakar mangsanya. Pada
saat itulah peserta tertawa dari perut. Setelah selesai, lakukan kembali gerakan
menarik napas secara dalam dan pelan.
Langkah Ke tiga belas: Tawa Ponsel
Peserta dibagi dalam dua kelompok yang saling berhadapan. Posisi masing-masing
tangan peserta seolah-olah sedang memegang ponsel. Tutor meminta peserta saling
menyeberang ke barisan di depannya sambil memegang ponsel. Pada saat itulah
peserta tertawa sambil saling berpandangan kemudian kembali ke posisi semula.
Setelah usai, kembali tarik napas dalam dan pelan.
Langkah Ke empat belas: Tawa Bantahan
Anggota kelompok dibagi dalam dua bagian yang bersaing dengan dibatasi jarak.
Biasanya dibagi dalam kelompok pria dan wanita. Dalam kelompok, peserta saling
berpandangan sekaligus tertawa dan saling menuding dengan jari telunjuk kepada
kelompok dihadapannya. Setelah selesai tarik napas dalam dan pelan agar kembali
segar dan tenang.

Langkah Ke lima belas: Tawa Memaafkan


Setiap peserta memegang cuping telinganya masing-masing sekaligus menyilangkan
lengan dan berlutut diikuti dengan tawa. Makna dari tawa ini adalah saling
memaafkan satu sama lain apabila ada perselisihan. Setelah selesai,tarik napas dalam
dan pelan.
Langkah Ke enam belas: Tawa Bertahap
Tutor menginstruksikan agar peserta mendekatinya. Tutor mengajak peserta untuk
tersenyum kemudian secara bertahap menjadi tawa ringan, berlanjut menjadi tawa
sedang lalu menjadi tawa lepas penuh semangat. Ketika melakukan tawa ini sesama
anggota saling berpandangan. Tawa ini dilakukan selama satu menit. Setelah selesai
tarik napas dalam dan pelan.
Langkah Ke tujuh belas: Tawa dari Hati ke Hati
Tahapan terapi yang terakhir dilakukan dengan cara semua peserta terapi saling
berpegangan tangan sambil berdekatan sekaligus tertawa bersama-sama dengan
saling bertatapan dengan perasaan lega. Peserta juga dapat bersalaman atau
berpelukan sehingga terjalin rasa keakraban antar peserta.

PENGERTIAN
Terapi tawa adalah aktivitas penggunaan tawa secara sengaja sebagai terapi pelengkap untuk
orang yang menderita gangguan fisik atau emosional.
TUJUAN
Membantu agar seseorang dapat tertawa dengan lebih mudah.
MANFAAT
Meningkatkan aliran darah
Membuat perasaan lebih baik
Meningkatkan kekebalan tubuh agar tubuh tak rentan sakit
Membantu membakar kalori
Meningkatkan memori
Mencegah resikopenyakit jantung
Menurunkan stress
Catatan:

Tawa tidak terjadi secara mudah pada setiap orang, tetapi untungnya tubuh kita tidak dapat
membedakan antara tawa yang nyata dengan tawa palsu. Sehingga dengan berpura-pura tertawa
pun dapat memiliki efek manfaat yang sama.
SIAPA SAJA YANG BISA MELAKUKAN TERAPI TAWA?
Terapi tertawa cocok untuk dilakukan oleh semua orang.
Baik kelompok usia lansia maupun usia muda, pasien dalam perawatan, pasien kesehatan mental,
kesemuanya dapat memperoleh manfaat dari terapi tertawa.
TETAPI...PERLU DIPERHATIKAN PADA ORANG-ORANG YANG:

Baru menjalani operasi tertentu

Menderita glaukoma, hernia, hemoroid

Ibu hamil

Maka bagi orang tersebut sebaiknya berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.
KEUNGGULAN TERAPI TERTAWA
Terapi tertawa memiliki beberapa keunggulan yang unik di antaranya:

Efektif dalam pembiayaan dan memakan waktu lebih sedikit

Dapat mengurangi stress secara instan/cepat dan manfaatnya dapat dirasakan sejak sesi
awal

Terbukti secara ilmiah dengan hasil yang dapat diukur

Mudah dipraktikkan, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja

LANGKAH TERAPI TERTAWA


Langkah Pertama: Pemanasan dengan cara tepuk tangan secara serentak sambil
mengucapkan ho ho ho... ha ha ha...

Langkah Kedua : pernapasan yang dilakukan dengan teknik mengambil napas


melalui hidung, tahan selama 15 detik dengan pernapasan perut, selanjutnya
keluarkan udara perlahan-lahan melalui mulut. Lakukan sebanyak lima kali berturutturut.

Langkah Ketiga : Putar engsel bahu ke depan dan ke belakang. Lalu anggukkan
kepala ke bawah sampai dagu hampir menyentuh dada, lalu dongakkan kepala ke
atas lalu ke belakang. Lalu tolehkan kepala ke kiri dan ke kanan. Putar pinggang ke
arah kanan kemudian ditahan beberapa saat, lalu kembali ke posisi semula. Lakukan
gerakan-gerakan ini secara perlahan. Semua gerakan dilakukan masing-masing lima
kali.
Langkah Keempat: Tawa Bersemangat
Dalam hitungan ketiga semua orang tertawa serempak. Dalam tawa ini tangan
diangkat ke atas beberapa saat lalu diturunkan dan diangkat kembali, sedangkan
kepala agak mendongak ke belakang. Melakukan tawa ini harus bersemangat. Jika
tawa bersemangat akan berakhir maka sang tutor mengeluarkan kata, ho ho ho... ha
ha ha.... beberapa kali sambil bertepuk tangan. Setiap selesai melakukan satu tahap
dianjurkan menarik napas secara pelan dan dalam.
Langkah Kelima: Tawa Sapaan
peserta tertawa dengan suara-suara sambil mendekat dan bertegur sapa satu sama
lainnya. Dalam melakukan sesi ini mata peserta saling memandang satu sama lain.
Peserta dianjurkan menyapa sambil tertawa pelan. Setelah itu peserta menarik napas
secara pelan dan dalam.
Langkah Keenam: Tawa Penghargaan
Peserta membuat lingkaran kecil dengan menghubungkan ujung jari telunjuk dengan
ujung ibu jari. Kemudian tangan digerakkan ke depan dan ke belakang sekaligus
memandang anggota lainnya dengan melayangkan tawa manis sehingga terlihat
seperti memberikan penghargaan kepada orang yang dituju. Kemudian bersamasama tutor mengucapkan, ho.. ho.. ho... ha.. ha.. ha ... sekaligus bertepuk tangan.
Setelah melakukan tawa ini kembali menarik napas secara pelan dan dalam agar
kembali tenang.
Langkah Ketujuh: Tawa Satu Meter
Tangan kiri dijulurkan ke samping tegak lurus dengan badan, sementara tangan
kanan melakukan gerakan seperti melepaskan anak panah, lalu tangan ditarik ke
belakang seperti menarik anak panah dan dilakukan dalam tiga gerakan pendek,
seraya mengucapkan aee.... aee.....aee.... lalu tertawa lepas dengan merentangkan
kedua tangan dan kepala agak mendongak serta tertawa dari perut. Gerakan seperti
ini dilakukan ke arah kiri lalu ke kanan. Ulangi hal serupa antara 2 hingga 4 kali.
Setelah selesai kembali menarik napas secara pelan dan dalam.
Langkah Kedelapan: Tawa Susu Kocok (Milk Shake)
Peserta seolah-olah memegang dua gelas berisi susu, masing-masing yang satu di
tangan kiri dan satu di tangan kanan. Saat tutor memberikan instruksi tangan
digerakkan seolah-olah susu dituang dari gelas yang satu ke gelas yang satunya.
Sambil menuang, peserta mengucapkan aeee.... dan kembali dituang ke gelas yang
awal sambil mengucapkan aeee.... Seusai gerakan tersebut, peserta melakukan
gerakan seperti minum susu. Hal ini dilakukan empat kali, lalu bertepuk tangan
seraya mengucapkan, ho.. ho.. ho... ha.. ha.. ha .... Akhirnya peserta kembali lakukan
tarik nafas pelan dan dalam.
Langkah Kesembilan: Tawa Hening tanpa Suara
Tawa ini dilakukan dengan cara membuka mulut selebar-lebarnya seolah-olah
tertawa lepas tetapi tanpa suara, sekaligus saling memandang satu sama lain dan

membuat berbagai gerakan dengan telapak tangan serta menggerak-gerakkan kepala


dengan mimik-mimik lucu. Selama melakukan tawa hening ini otot-otot perut
bergerak cepat seperti melakukan gerak tawa lepas. Lalu diakhiri dengan kembali
menarik napas pelan dan dalam.
Langkah Kesepuluh: Tawa Bersenandung dengan Bibir Tertutup
Pelaksanaan
gerak ini dilakukan dengan cara peserta dianjurkan
bersenandung/bergumam hmmm.... dengan mulut tetap tertutup, sehingga akan terasa
bergema di dalam kepala. Saat melakukannya, seluruh peserta saling berpandangan
dan saling membuat gerakan-gerakan yang lucu sehingga memacu peserta lain
semakin tertawa. Kemudian diakhiri dengan kembali menarik napas dalam dan pelan.
Langkah Kesebelas: Tawa Ayunan
Peserta membentuk formasi melingkar dan harus mendengar aba-aba tutor.
Kemudian peserta mundur dua meter sambil tertawa, untuk memperbesar lingkaran
dan kembali maju sekaligus mengeluarkan ucapan, aee... aee... aeeee.... Peserta
mengangkat tangan dan tertawa lepas secara serempak dan pada saat yang sama
semua peserta bertemu di tengah-tengah dan melambaikan tangan masing-masing.
Tahap selanjutnya, peserta kembali pada posisi semula, dan melanjutkan gerakan
maju ke tengah dan mengeluarkan ucapan, aee... ooo.... eeuu.... sekaligus tertawa
lepas. Gerakan ini dilakukan sebanyak empat kali. Setelah berakhir, peserta kembali
menarik napas dalam dan pelan.
Langkah Ke dua belas: Tawa Singa
Gerakan ini dilakukan dengan cara mulut dibuka lebar-lebar dan lidah dijulurkan ke
luar semaksimal mungkin, mata dibuka lebar seperti melotot, dan tangan diangkat ke
depan di mana jari-jari di baut seperti akan mencakar, seolah-olah seperti singa mau
mencakar mangsanya. Pada saat itulah peserta tertawa dari perut. Setelah selesai,
lakukan kembali gerakan menarik napas secara dalam dan pelan.
Langkah Ke tiga belas: Tawa Ponsel
Peserta dibagi dalam dua kelompok yang saling berhadapan. Posisi masing-masing
tangan peserta seolah-olah sedang memegang ponsel. Tutor meminta peserta saling
menyeberang ke barisan di depannya sambil memegang ponsel. Pada saat itulah
peserta tertawa sambil saling berpandangan kemudian kembali ke posisi semula.
Setelah usai, kembali tarik napas dalam dan pelan.
Langkah Ke empat belas: Tawa Bantahan
Anggota kelompok dibagi dalam dua bagian yang bersaing dengan dibatasi jarak.
Biasanya dibagi dalam kelompok pria dan wanita. Dalam kelompok, peserta saling
berpandangan sekaligus tertawa dan saling menuding dengan jari telunjuk kepada
kelompok dihadapannya. Setelah selesai tarik napas dalam dan pelan agar kembali
segar dan tenang.
Langkah Ke lima belas: Tawa Memaafkan
Setiap peserta memegang cuping telinganya masing-masing sekaligus menyilangkan
lengan dan berlutut diikuti dengan tawa. Makna dari tawa ini adalah saling
memaafkan satu sama lain apabila ada perselisihan. Setelah selesai,tarik napas dalam
dan pelan.
Langkah Ke enam belas: Tawa Bertahap
Tutor menginstruksikan agar peserta mendekatinya. Tutor mengajak peserta untuk
tersenyum kemudian secara bertahap menjadi tawa ringan, berlanjut menjadi tawa

sedang lalu menjadi tawa lepas penuh semangat. Ketika melakukan tawa ini sesama
anggota saling berpandangan. Tawa ini dilakukan selama satu menit. Setelah selesai
tarik napas dalam dan pelan.
Langkah Ke tujuh belas: Tawa dari Hati ke Hati
Tahapan terapi yang terakhir dilakukan dengan cara semua peserta terapi saling
berpegangan tangan sambil berdekatan sekaligus tertawa bersama-sama dengan
saling bertatapan dengan perasaan lega. Peserta juga dapat bersalaman atau
berpelukan sehingga terjalin rasa keakraban antar peserta.

Who can do it?


Laughter therapy is suitable for everyone although most therapists work within the healthcare
profession or in the workplace, where laughter is used as a means of relieving stress.
Elderly groups, young people in care and mental health patients are all thought to benefit
especially from laughter therapy. If you're undecided, remember this: children laugh about 400
times a day whereas adults manage a miserable 15.

Contra-indications
Laughter therapy is quite vigorous and can leave you feeling light headed, especially if you laugh
lying down. Consult a doctor before taking part if you have recently had surgery, if you suffer
from glaucoma, hernias, haemorrhoids or if you are pregnant.

Unique Features Of Laughter Yoga In Business


Cost-effective and less time consuming.
Reduces stress instantaneously & one can feel the benefits from the very first session.
Scientifically proven with measureable results.
Easy to practice, anyone can do it.

http://www.theguardian.com/lifeandstyle/2008/jul/06/healthandwellbeing4
http://laughteryoga.org/english/business/details/3