Anda di halaman 1dari 57
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

 

Perpetaan Geologi

(Tahap Pemetaan Geologi-Data Lapangan : Struktur Geologi)

 

Oleh :

Irvani

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Referensi :

Thomson, G. R. and Turk, J. 1991. Modern Physical Geology. Saunder College Publishing, USA.

Lutgens, F. K., Tarbuck, E. J. and Tasa, D. 2012. Essentials of Geology, 11th Edition, Pearson Prentice Hall, New Jersey.

Freeman, T. 2004. Environmental Geology Laboratory. John Wiley & Sons, Inc., USA.

Monroe, J. S. and Wicander, R. 2009. The Changing Earth: Exploring Geology and Evolution. 5th Edition. Pre-Press PMG, USA.

Carlson, D. H., Plummer, C. C. and Hammersley, L. 2011. Physical Geology : Earth Revealed. 9th Edition. McGraw-Hill, New York.

Bates, R.L. and Jackson, J.A., 1987. Glossary Geology. 3th Edition. American Geological Institute Elexandria, Virginia.

Williams, L. 2004. Earth Science Demystified. McGraw-Hill, New York.

Frisch, W., Meschede, M. And Blakey, R., 2011. Plate Tectonics :

Continental Drift and Mountain Building. Springer-Verlag Berlin Heidelberg. German.

DLL

Universitas Bangka Belitung

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Materi (Pokok Bahasan)

  • I Pendahuluan (P.1)

VI Tahap Pemetaan Geologi (P.6-13)

  • a. Persiapan (P.6)

II Pengenalan Kartografi (P.2)

  • b. Pengambilan data lapangan (P.7-9)

  • - Petrologi dan mineralogi (P.7)

III Jenis Peta (P.3)

  • - Stratigrafi batuan

Peta situasi, Peta topografi

  • - Struktur geologi (P.8)

  • - Sampling dan penomoran (P.9)

& Peta tematik

  • - Plotting data

  • c. Analisis laboratorium (P.10)

IV Peralatan Pemetaan Geologi (P.4)

  • a. Macam dan jenis alat/bahan

  • b. Teknik pemakaian alat

  • d. Penyajian peta (P.11-13)

    • - Rekonstruksi struktur geologi

    • - Satuan batuan

  • - Kolom stratigrafi dan korelasi

  • V Metode Pemetaan Geologi (P.5)

  • - Sayatan geologi

  • a. Orientasi lapangan

  • - Penyajian peta & pelaporan

  • b. Lintasan kompas

  • c. Lintasan kompas dan pita ukur

VII Keselamatan Kerja dan Etika Geologi/ Etika Lapangan (P.14)

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan The major plates of the world. Carlson et all. (2009)
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
The major plates of the world.
Carlson et all. (2009)
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan The present plate configurations and plate motions on Earth; Frisch
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
The present plate configurations and plate motions on Earth;
Frisch et all. (2011)
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Three types of plate boundaries: convergent, divergent, and transform.
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Three types of plate boundaries: convergent,
divergent, and transform.
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Tectonics (Materi Tambahan) Reichard (2011) : Environmental Geology
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Tectonics (Materi Tambahan)
Reichard (2011) : Environmental Geology
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Convergent Plate Margins The accretionary wedge of the Sunda Arc
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Convergent Plate Margins
The accretionary wedge of the Sunda Arc
Frisch et all. (2011)
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Struktur Dalam Geologi

 

1. Struktur Primer : terbentuk bersamaan (syn) dengan pembentuakan batuan. Contoh :

 

Struktur sedimen, struktur pada batuan beku, dll.

2. Struktur sekunder : terbentuk setelah (post) pembentukan batuan. Contoh : lipatan, kekar, sesar.

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

I. UNSUR-UNSUR STRUKTUR GEOLOGI

Unsur-Unsur Struktur Geologi meliputi :

  • 1. Titik : Penyederhanaan dari unsur garis. Ex: Titik pengamatan.

  • 2. Garis : Kumpulan dari titik- titik/Penyederhanaan dari unsur bidang. Ex : Strike

  • 3. Bidang : Kumpulan dari garis-garis. Ex :

 

Bidang perlapisan, kekar, sesar, dll.

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Carlson, et al. 2011
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Carlson, et al. 2011
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Keterangan :

 

Strike

:

Menunjukkan

arah

penyebaran

batuan/orientasi sesar/orientasi kekar, dll.

Merupakan garis potong antara bidang horisontal terhadap suatu bidang tertentu (bidang perlapisan, bidang sesar, bidang kekar, dll)

Dip

: Sudut kemiringan maksimal,

yang diukur

tegak lurus terhadap strike.

 
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Carlson, et al. 2011
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Carlson, et al. 2011
Universitas Bangka Belitung

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Skema urutan pengambilan unsur struktur geologi dan pengolahannya

1. Pengambilan data struktur geologi :

Unsur bidang

Unsur bidang Unsur garis Unsur titik

Unsur garis

Unsur bidang Unsur garis Unsur titik

Unsur titik

2. Pengolahan data struktur Geologi :

Unsur bidang

Unsur bidang Unsur garis Unsur titik

Unsur garis

Unsur bidang Unsur garis Unsur titik

Unsur titik

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Iustrasi Unsur struktur geologi
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Iustrasi Unsur struktur geologi
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Ductile and Brittle Deformation Features Ductile Brittle
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Ductile and Brittle Deformation Features
Ductile
Brittle
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

 

II. LIPATAN

Pengertian :

 

• Ragan, 1973 : Lipatan merupakan perubahan bentuk dari suatu benda yang dinyatakan sebagai lengkungan atau sekumpulan garis atau unsure bidang di dalam benda.

• Billings, 1964 : Lipatan adalah gelombang batuan di bumi. Seperti pada batuan sedimen, batuan vulkanik, batuan metamorf. Akan tetapi pada kondisi tertentu lipatan dapat terbentuk pada batuan beku seprti gabro yang berlapis atau granit gneiss.

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
  • Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Lipatan pada batuan (sedimen) terjadi karena batuan memiliki daya plastisitas.

Jika daya plastisitasnya terlampaui, maka batuan akan pecah (kekar) dan jika gaya terus bekerja maka bisa mengalami pergeseran posisi (sesar).

Universitas Bangka Belitung

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Faktor-Faktor yang Menentukan Bentuk Lipatan

1. Variasi litologi. 2. Ketebalan lapisan.

 

Catatan :

Setiap

batuan

memiliki

sifat

pejal

dan

lentur

yang

berbeda, sehingga bentuk lengkungannya juga berbeda.

• Batugamping lebih pejal dari batulempung, dan batupasir lebih lentur dari batugamping.

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Unsur-Unsur Lipatan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Unsur-Unsur Lipatan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Nomenklatur Lipatan

 

• Antiklin : lipatan dengan bagian cembungnya mengarah ke atas. Dalam hal ini batuan tua makin dalam letaknya.

• Sinklin : lipatan dengan bagian cukungnya mengarah ke atas. Makin muda batuannya makin dalam letaknya.

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Nomenklatur Lipatan • Antiklin : lipatan dengan bagian cembungnya mengarah
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Nomenklatur Lipatan • Antiklin : lipatan dengan bagian cembungnya mengarah
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Klasifikasi

Lipatan

Berdasarkan

Geometri

(Billings,1951)

• Lipatan simetri • lipatan asimetri • lipatan rebah • lipatan menggantung • lipatan isoklinal • lipatan monoklin • lipatan chevron • lipatan kipas (fan fold)

 
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Gambar Sinklin (Simetri)
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Gambar Sinklin (Simetri)
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Singkapan Antiklin (Simetri)
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Singkapan Antiklin (Simetri)
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Lipatan jenis Chevron
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Lipatan jenis Chevron
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Singkapan Lipatan Asimetri di Lapangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Singkapan Lipatan Asimetri di Lapangan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Cara Mengenal Lipatan

• Cara langsung : dengan langsung melihat lipatan di lapangan. •

Plotting kedudukan lapisan : dari hasil pengukuran strike/dip di lapangan yang diplot di peta.

Pola peta : Dengan membuat peta geologi, dimana terdapat unit-unit batuan yang berbeda dapat dilihat strukturnya.

Topografi : Batuan yang resisten akan membenuk gunung- gunung dan yang lemah membentuk lembah-lembah.

• Pemboran

Penambangan : Dapat memberikan data terlengkap tentang struktur geologi.

• Geofisika

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Pengambilan data Struktur Lipatan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Pengambilan data Struktur Lipatan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Plot data struktur pada peta
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Plot data struktur pada peta
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan III. KEKAR Kekar adalah rekahan batuan, memanjang dengan sedikit atau
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
III. KEKAR
Kekar adalah rekahan batuan, memanjang dengan
sedikit atau tanpa pergeseran (displacement) (Giani,
1992; Bell, 2007 dan Twiss & Moores, 2007).
Orientasi geometri kekar (Bell, 2007). Ket : (cross joint, longitudinal joint,
diagonal joint) relatif terhadap sumbu lipatan dan sumbu tegasan utama.
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Klasifikasi Kekar Secara Genetis (Klasifikasi berdasarkan cara terjadinya)

  • 1. Kekar Gerus (Shear Joint)

 

Akibat dari stress yang cenderung mengelincir satu sama lainnya

  • 2. Kekar Regangan (Ekstensional Joint) Akibat stress yang saling menjauh

 
  • 3. Kekar Tegangan (Compresional Joint)

Kekar yang diakibatkan oleh gaya bersifat kompresional.

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Keterangan :

 

Stress – adalah gaya per luas yang mengenai batuan (atau sesuatu yang lain)

• Strain – adalah perubahan dalam ukuran dan/atau bentuk dari suatu objek padat (solid object) sebagai reaksi terhadap stress.

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Tipe Stress

 
  • 1. Tension: Stress tegak lurus suatu bidang dengan arah yang saling menjauh

– Tarikan pada batuan – Membentuk special fractures yang disebut joint – Cenderung meningkatkan volume

  • 2. Compression: Stress tegak lurus suatu bidang dengan arah yang saling mendekat

– Menekan batuan – Mengurangi volume

 
  • 3. Shear: Stress saling berpapasan/parallel terhadap suatu permukaan

– Cenderung mengubah bentuk

 
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
  • Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Pola kekar secara umum :

1. Sistematik : Merupakan set kekar yang menunjukkan kelompok kekar paralel dan sub-paralel (Giani, 1992 dan Pluijm & Marshak, 2004). 2. Non-sistematik : Kekar yang tidak memiliki pola definitif, dengan distribusi spatial tidak teratur (Pluijm & Marshak, 2004) dan Twiss & Moores, 2007). 26

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Pola kekar secara umum : 1. Sistematik : Merupakan
 

Pluijm & Marshak, 2004

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan ORIGIN AND INTERPRETATION OF JOINTS Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
ORIGIN AND INTERPRETATION OF JOINTS
Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
  • Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

IV SESAR/PATAHAN (Fault)

Patahan merupakan diskontinuitas memanjang dengan teramati perpindahan posisi. Secara umum patahan membentuk set-set diskontinuitas paralel atau sub-paralel memanjang, atau disebut juga zona patahan.

(Pluijm & Marshak, 2004; Davis, 1984; Twiss & Moores, 2007; Jaeger et al., 2007; Giani, 1992; dan Wyllie & Mah, 2004)

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Secara umum sesar dibagi menjadi 3 macam

 
  • 1. Sesar Normal/Sesar turun : jika blok hangging wall relatif turun terhadap foot wallnya. Atau blok foot wall relatif naik terhadap hangging wallnya.

  • 2. Sesar Mendatar

:

sesar

yang kedua blok sesarnya

 

bergerak

secara

horizontal

dengan

arah

yang

berlawanan.

  • 3. Sesar Naik : jika blok hangging wall relatif naik terhadap foot wallnya. Atau blok foot wall relatif turun terhadap hangging wallnya.

Ket :

Hangging Wall : merupakan blok yang terletak di atas bidang sesar.

Foot wall : Merupakan blok yang terletak di bawah bidang sesar.

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Diagram dan plotting proyeksi luasan-sama dari tiga kelas patahan (Anderson,
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Diagram dan plotting proyeksi luasan-sama dari tiga kelas
patahan (Anderson, 1942 dalam Rowland et al., 2007).
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Berdasarkan arah pergerakannya (slip), sesar dibagi menjadi

  • 1. Strike Slip Fault

 
  • 2. Dip Slip Fault

  • 3. Oblique (strike dip slip fault)

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Dip-Slip Faults -- primary movement is vertical hanging wall foot
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Dip-Slip Faults
-- primary movement is
vertical
hanging wall
foot wall
reverse fault: old rocks are
brought up in hanging
wall
normal fault: old rocks are
brought up in foot wall
foot wall
hanging wall
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Normal Faults older rocks moved down in hanging walls
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Normal Faults
older rocks moved
down in hanging walls
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Sesar Normal
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Sesar Normal
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Sesar Normal
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Sesar Normal
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Sesar Naik
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Sesar Naik
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Skema terbentuknya sesar naik
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Skema terbentuknya sesar naik
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Sesar Naik
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Sesar Naik
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Reverse Fault older rocks moved up in hanging wall
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Reverse Fault
older rocks moved up
in hanging wall
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Sesar Naik
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Sesar Naik
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Sesar Naik
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Sesar Naik
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Strike-Slip Faults -- primary movement is horizontal, not vertical, meaning
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Strike-Slip Faults
-- primary movement is horizontal, not vertical, meaning no old
rocks are brought up or moved down relative to
the Earth’s surface
Strike-slip faults
result from shear
stress, like what we
see at transform
plate margins. The
San Andreas
system is a big
strike-slip fault
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Sesar Mendatar Menganan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Sesar Mendatar Menganan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Sesar Mendatar
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Sesar Mendatar
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
  • Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Block diagram sketches showing the different types of faults

Block diagram sketches showing the different types of faults Pluijm & Marshak, 2004
Block diagram sketches showing the different types of faults Pluijm & Marshak, 2004
Block diagram sketches showing the different types of faults Pluijm & Marshak, 2004

Pluijm & Marshak, 2004

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
  • Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Gejala2 (ciri) keterdapatan sesar :

  • 1. Kelurusan topografi, air panas, rawa-rawa.

  • 2. Perubahan mendadak bidang lapisan/ foliasi

  • 3. Perubahan mendadak struktur lain ; lipatan, retas dll

  • 4. Perubahan arah dan kemiringan kekar lineasi

  • 5. Pergeseran batas satuan peta

  • 6. Perulangan dan hilangnya satuan batuan

  • 7. Bongkah-bongkah asing pada batuan lain

  • 8. Kelurusan jalur mineralisasi, silifikasi dan ubahan

  • 9. Metamorfosa

10.

Pelurusan pd jalur mineralisasi, terbreksikan atau ubahan dari data geofisika : a. Pelurusan dan perubahan sifat anomali gaya berat dan magnetik. B. Gradien yang curam pada peta gaya berat magnetik.

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Fault Geometry and Displacement Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Fault Geometry and Displacement
Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Change in fault character with depth for a steeply dipping
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Change in fault character with depth for a steeply
dipping fault
Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Fault breccia Banded clay gouge Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Fault breccia
Banded clay gouge
Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Pseudotachylyte Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Pseudotachylyte
Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Shiny slickensided surface

Slip fibers on a fault surface

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Shiny slickensided surface Slip fibers on a fault surface Pluijm
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Shiny slickensided surface Slip fibers on a fault surface Pluijm
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Shiny slickensided surface Slip fibers on a fault surface Pluijm

Pluijm & Marshak, 2004

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Fault scarp Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Fault scarp
Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan slip fibers along a fault Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
slip fibers along a fault
Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Subsidiary Fault and Fracture Geometries Pluijm & Marshak, 2004 41
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Subsidiary Fault and Fracture Geometries Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Subsidiary Fault and Fracture Geometries
Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Pluijm & Marshak, 2004
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Komponen-komponen Bidang Sesar :

 
  • 1. Bidang Sesar

  • 2. Cermin sesar (slicken side)

  • 3. Gores garis (Slicken line)

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Pengukuran Bidang Sesar :

 
  • 1. Data Orientasi kemiringan bidang sesar (strike/dip)

  • 2. Data Pitch : merupakan besarnya sudut runcing yang dibentuk antara strike dengan slicken line.

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Tabel hubungan nilai pitch dengan jenis patahan (Ragan, 1973)

Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Tabel hubungan nilai pitch dengan jenis patahan (Ragan, 1973)
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Tabel hubungan nilai pitch dengan jenis patahan (Ragan, 1973)
 
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Tabel hubungan nilai pitch dengan jenis patahan (Ragan, 1973)
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Tabel hubungan nilai pitch dengan jenis patahan (Ragan, 1973)
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Tabel hubungan nilai pitch dengan jenis patahan (Ragan, 1973)
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Tabel hubungan nilai pitch dengan jenis patahan (Ragan, 1973)
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Tabel hubungan nilai pitch dengan jenis patahan (Ragan, 1973)
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Tabel hubungan nilai pitch dengan jenis patahan (Ragan, 1973)
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Tabel hubungan nilai pitch dengan jenis patahan (Ragan, 1973)
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Tabel hubungan nilai pitch dengan jenis patahan (Ragan, 1973)
 
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Bangka Belitung

Jurusan Teknik Pertambangan

Analisis struktur geologi

 

Analisis patahan menggunakan program proyeksi stereografi Dips V-3.0, sehingga diketahui jenis dan pola pergerakan patahan.

(a) Perspective view of a gently - dipping thrust plane (arrowed contact between dark strata in
  • (a) Perspective view of a gently - dipping thrust plane (arrowed

contact between dark strata in hanging wall and pale strata in the footwall) which follows topographic contours: Keystone thrust, Nevada, USA. Distance between arrows is about 20 km. (b) A major strike - slip fault (arrowed) cuts across topography in this image showing relief on the South Island of New Zealand, generated using radar from the Space Shuttle.

(c) Steep faults offsetting tilted strata in this satellite image, southern Pakistan. (d) River valleys aligned
  • (c) Steep faults offsetting tilted strata in this satellite image, southern

Pakistan. (d) River valleys aligned along faults (dashed red lines) in this satellite image near Lake Baikal, Russia. Inset is a modifi ed Landsat image that highlights the pronounced offset of a river (blue) across a strike - slip fault (dashed red lines). (a: Generated from U.S. Geological Survey Landsat image and National Elevation Dataset; b and c: courtesy of the U.S. Geological Survey /NASA images; d: Modifi ed from U.S. Geological Survey / NASA MODIS and Landsat images.)

(a) Measuring an uneven plane with the aid of a clipboard. Remember to ensure that any

(a) Measuring an uneven plane with the aid of a clipboard. Remember to ensure that any metal clips are not affecting the measurement. (b) Measuring the dip of an irregular fault by sighting using the compass - clinometer. Inset shows orientation of the compass - clinometer and detail of the line of sight. (c) A set of subsidiary fractures (thin arrows) with a consistent angular relationship to the main fault zone (thick arrows). These are Riedel fractures (Section 8.2.2 ), evidence that the fault downthrows to the right. (a and c: Tom W. Argles, The Open University, UK. b: Angela L. Coe, The Open University, UK.)

(a) Conjugate veins, with a characteristic X - shaped pattern and minor offsets (Switzerland). (b) Diagram

(a) Conjugate veins, with a characteristic X - shaped pattern and minor offsets (Switzerland). (b) Diagram of shear and extensional fractures on a fold (based on McClay 1991 ); (c) Unloading joints in granite exposure near Balmoral, Scotland, UK: two sets are subvertical, almost at right angles to each other, while the third set is roughly parallel to the land surface. (d) Chaotic veins in this exposure suggest hydraulic fracturing under high fl uid pressure (Wales, UK). (a, c and d: Tom W. Argles, The Open University, UK.)

Determining past motion on brittle structures The following indicators are the most common: • Slickenfibres :

Determining past motion on brittle structures

The following indicators are the most common:

Slickenfibres : are mineral fibres that grow during fault creep. The long axes of fi bres are parallel to the fault slip direction, while steps in the fi bres may reveal the sense of fault motion. The direction of motion is down the steps. • Slickenside lineations (slickenlines) are grooves and striations on fault surfaces (slickensides) that also run parallel to fault slip direction, i.e. down dip on thrust and normal faults, or subhorizontal on strike – slip faults. Slickenlines observed at an intermediate orientation between the dip and strike of a fault plane imply that the fault moved by oblique slip, a combination of dip - slip and strike - slip movement which is not uncommon. This interpretation assumes the fault to be in its original orientation. Note also that slickensides tend to record the latter stages of fault movement, which in some cases may differ from the main phase of slip on the fault. • Minor fractures in fault zone breccias or gouges may also bear slickensides, which can be measured to build up a picture of movement throughout the zone.

(a) Arrows mark individual steps and indicate slip direction of the missing block on this slickenside
(a) Arrows mark individual steps and indicate slip direction of the missing block on this slickenside
(a) Arrows mark individual steps and indicate slip direction of the missing block on this slickenside

(a) Arrows mark individual steps and indicate slip direction of the missing block on this slickenside in southwest Wales, UK. Field of view 6 cm across. (b) Secondary fractures may develop that produce a stepped effect opposite to that in (a). (c) The pattern of en é chelon vein arrays indicates relative shear sense, confi rmed in this example by the defl ection of dark solution seams through the shear zone that caused vein formation (southwest Wales, UK). (d) Some features within a wider shear zone that can be used to diagnose sense of shear (Riedel fractures, antithetic Riedel fractures, gouge fabrics, broken clasts). (a and c: Tom W. Argles, The Open University, UK.)

Examples of tectonic foliations. (a) Mylonitic foliation, northwest Himalaya. High strain is indicated by the strong
Examples of tectonic foliations. (a) Mylonitic foliation, northwest Himalaya. High strain is indicated by the strong

Examples of tectonic foliations. (a) Mylonitic foliation, northwest Himalaya. High strain is indicated by the strong planar fabric and tightly wrapped porphyroclasts with tails streaked out into the fabric. (b) Slaty cleavage, visible as fi ne lines running from top left to lower right (two separate cleavage planes are arrowed). The cleavage cuts obliquely across bedding (dark/pale subhorizontal layers) in these fi ne – grained mudstones and siltstones from Cumbria, UK. (c) Spaced fractures (arrowed) cut across subvertical bedding in a limestone, southwest Wales, UK. This fabric is sometimes referred to as ‘ fracture cleavage ’ . (d) Pressure solution cleavage (thin, dark lines) in siltstones, west Wales, UK. Note also the cleavage refraction, where cleavage orientation changes abruptly across some bedding planes (arrowed), refl ecting grain - size changes. There is also a very fi ne (barely visible) slaty cleavage parallel to the solution cleavage.

Examples of tectonic foliations. (e) Subhorizontal crenulation cleavage in schist, NW Himalaya, showing clear microfold hinges.

Examples of tectonic foliations. (e) Subhorizontal crenulation cleavage in schist, NW Himalaya, showing clear microfold hinges. (f) Close - up view looking down on schistosity planes showing visible mineral grains, including mica. The surface of the sample cuts through numerous, irregular, millimetre – scale foliation planes. View is 4 cm across. (a – f: Tom W. Argles, The Open University, UK.)

Examples of tectonic foliations. (e) Subhorizontal crenulation cleavage in schist, NW Himalaya, showing clear microfold hinges.
Stretching lineations. (a) Stretching lineation defined by stretched grains of quartz and biotite in a mylonitic

Stretching lineations. (a) Stretching lineation defined by stretched grains of quartz and biotite in a mylonitic quartzite (5 cm across). (b) Weakly aligned orthopyroxene grains roughly defi ne the stretching direction in a mantle peridotite (base of sample is 10 cm across).

Stretching lineations. (c) Stretching lineation defi ned by elongate amphibole crystals in an amphibolite that lacks

Stretching lineations. (c) Stretching lineation defi ned by elongate amphibole crystals in an amphibolite that lacks foliation (base of sample is 8 cm across). (d) High - strain gneiss with orthogonal faces cut parallel (left face) and perpendicular (right face) to stretching lineation, which is faintly visible as colour streaking on the top surface (weathered foliation). Note that the left face (parallel to the lineation) appears much more sheared than the other cut face: this can be a useful feature to look for on an irregular exposure when searching for stretching lineations. Line on top surface is part of the marking originally used to orientate the specimen. (Right face is 5 cm across.)

Sense of s hear: Kinematic indicators

Sense of s hear: Kinematic indicators Ductile kinematic indicators, all indicating dextral ( ‘ top -

Ductile kinematic indicators, all indicating dextral ( ‘ top - to - the - right ’ ) shear sense. (a) Asymmetric tails on feldspar porphyroclasts in a mylonite, northwest India. (b) Composite sketch depicting various features used for determining shear sense (width c . 40 cm). (c) S - C fabric (shear band cleavage) in a mica schist, Switzerland. Camera case near the base is 25 cm across. (d) Asymmetric pressure shadows on a boudin in a gneiss, northwest India. (a, c and d: Tom W. Argles, The Open University, UK.)

Sense of s hear: Kinematic indicators Ductile kinematic indicators, all indicating dextral ( ‘ top -
Examples of different fold tightness. (a) An open fold in low - strain strata, near Minehead,

Examples of different fold tightness. (a) An open fold in low - strain strata, near Minehead, Somerset, UK. (b) Tight folds indicating high strain are cross - cut by an undeformed (later) granite (top), Glen Gairn, Scotland.

Examples of different fold tightness. (c) Isoclinal folds show intense strain in metamorphosed mudstones (dark) and

Examples of different fold tightness. (c) Isoclinal folds show intense strain in metamorphosed mudstones (dark) and sandstones (pale brown), southern Spain. (d) Monocline in Carboniferous sedimentary rocks, Northumbria, UK. Hammer near centre for scale. (a and d: Angela L. Coe, The Open University, UK. b and c: Tom W. Argles, The Open University, UK.)

Fold analysis

Fold analysis Examples of different fold shapes. (a) Chevron folds, common in uniformly layered strata at
Fold analysis Examples of different fold shapes. (a) Chevron folds, common in uniformly layered strata at

Examples of different fold shapes. (a) Chevron folds, common in uniformly layered strata at relatively shallow crustal levels, Tennessee, USA. (b) Disharmonic folds refl ect contrasting rheologies of different layers. (c) Parallel folds imply competent layers. (d) Similar folds, with thickened hinge areas and thinned limbs, suggest weaker rocks that can deform easily. (a: Courtesy of the U.S. Geological Survey; Photographer W. B. Hamilton. b: Tom W. Argles, The Open University, UK.)

Information from fold asymmetry. (a) Schematic cross - section showing an example of how fold asymmetry

Information from fold asymmetry. (a) Schematic cross - section showing an example of how fold asymmetry (and vergence) changes across a fold axial plane (red line). (b) Isolated asymmetric fold in calcareous mylonite, implying dextral (top - to - the - right) shear, Switzerland. (Tom W. Argles, The Open University, UK.)

55
55
56
56
Universitas Bangka Belitung Jurusan Teknik Pertambangan Terima Kasih
Universitas Bangka Belitung
Jurusan Teknik Pertambangan
Terima Kasih