Anda di halaman 1dari 3

Ciri Khas Arsitektur Yunani

In Arsitektur

IlmuPengetahuan.Org Arsitektur Yunani memang sangat terkenal dan tidak ada


tandingannya. Pada saat bangsa Romawi menjadi penguasa pun juga banyak mengambil gaya
arsitektur Yunani yang digunakan untuk bangunan-bangunan mereka. Bangunan tersebut
terutama digunakan untuk bangunan kuil dewa-dewa bangsa Romawi.

Beberapa peninggalan bangunan arsitektur


Yunani bisa menjadi acuan untuk ciri khas arsitektur Yunani, yaitu bangunannya yang berupa
kotak/kubus atau persegi panjang yang terbuat dari batu kapur. Untuk bangunan yang di
istimewakan biasanya menggunakan batu marmer. Batu marmer ini berkualitas tinggi dan mahal,

karena didatangkan dari tempat-tempat tertentu di Yunani, seperti Kota Attica dan pulau Paros.
Selain dari beberapa tempat tersebut batu marmer ini juga sangat melimpah di pegunungan
Hymettus dan Pentilicus di dekat Athena.

Dalam rancang bangunan, batu-batu tersebut dipahat membentuk


kolom serta kubus. Pahatan-pahatan tersebut banyak digunakan untuk bangunan seperti kuil
dewa-dewa Yunani. Dalam beberapa arsitektur bangunan publik, dibuat berbentuk panggung
terbuka tanpa atap, karena masyarakat Yunani sering beraktivitas di luar serta didukung dengan
iklim yang sejuk. Contoh arsitektur bangunan terbuka yaitu Amphitheater, yaitu tempat yang
digunakan untuk pertunjukan.

Bangunan Klasik

November 22, 2013


/ Category Architecture
/ Posted By archira
/ No Comments.

Arsitektur klasik adalah kumpulan bangunan gaya dan teknik klasik Yunani, seperti yang
digunakan di Yunani kuno, zaman Hellenistik, dan Kekaisaran Romawi, namun, ada pula yang
menganggap bahwa bangunan klasik dan eropa adalah sama, padahal dua hal tersebut berbeda,
hal ini dikarenakan perbedaan diantara jenis bangunan tersebut tidak terlalu signifikan.
Perbedaan bangunan klasik dan eropa antara lain Pilar penyangga pada bangunan klasik memliki
ukiran sebagai hiasannya, sementara untuk bangunan gaya eropa tidak terdapat ukiran, apabila
memakai, bentuk nya juga berbeda dan tidak serumit gaya klasik. Gaya eropa biasanya
diaplikasikan pada pembuatan gedung-gedung, istana maupun fasilitas umum lainnya, sementara
untuk gaya klasik, umumbya digunakan untuk diaplkasikan pada tempat peribadatan, tempat
tinggal ataupun tempat-tempat berkumpul lainnya.
pilar (sumber : wikipedia )
Bangunan dengan arsitektur klasik, karyanya terpusat pada karya seni pahat dalam bentuk
kolosal, dengan fungsi sebagai visualisasi dari agama, kitab suci dan kepercayaan lainnya,
bahkan merupakan sarana ritual keagamaan.Bahan bangunan utama yang digunakan diambil

langsung dari alam (atau melalui proses sederhana) dan dikerjakan hanya oleh sedikit pekerja.
Pada perkembangannya, Arsitektur Yunani Kuno mulai meninggalkan tahapan mitologi dan
menuju tahap filsafat ilmu (Surajiyo, 1997). Pada masa ini ilmu ukur menjadi penting dalam
menentukan bentuk dan proporsi bangunan. Rumus matematis berperan penting dalam
menentukan nilai estetika sebuah bangunan. Keindahan pada era ini tersirat dalam penggunaan
proporsi golden section dan pemanfaatan efek distorsi mata untuk menciptakan kemegahan dan
keindahan bangunan-bangunan utamanya. Bagi orang Yunani, dunia adalah kosmos, yang berarti
teratur (Bertens, 2004), dan hal ini sangat terlihat dalam karya-karya arsitekturalnya. Setiap
bangunan pada arsitektur Yunani Kuno adalah bagian integral dari seluruh struktur keseluruhan,
karenanya peninggalannya (walau tidak sempurna) dapat direkonstruksi menjadi suatu bangunan
yang
sebenarnya
(Hemingway,
2003)
Secara umum, dua jenis bangunan arsitektural Yunani Kuno menurut fungsinya adalah sebagai
(a) kuil, istana, bangunan religius, dan bangunan umum, serta (b) amphitheatre atau panggung
terbuka. Ciri khas dari arsitektur Yunani adalah penggunaan kolom dan balok (entablature)
sebagai elemen utama, dan memiliki tiga tipe order (susunan kolom dan balok). Orde tertua
adalah Dorik yang melambangkan kesederhanaan tanpa banyak hiasan, kemudian Ionik yang
merupakan refleksi dari laut atau karang, terlihat dari dua bagian yang
melengkung di ujung. Orde terakhir dan paling rumit adalah Korintian, dengan lebih banyak
hiasan pada ujung kolom dan baloknya (Dietsch, 2009).

bangunan klasik (sumber : wikipedia)