Anda di halaman 1dari 8

I.

II.

III.
IV.

Judul Praktikum
Titrasi Kompleksometri
Hari, tanggal
Praktikum ini dilaksanakan pada :
hari
: Senin
tanggal
: 22 Desember 2014
tempat
: Laboratorium Kimia Analitik Jurusan Analis Kesehatan
Tujuan
1. Memahami dan melakukan titrasi kompleksometri dengan baik dan benar.
2. Mengetahui konsentrasi EDTA yang dititrasi oleh ZnSO4.
Dasar Teori
Titrasi kompleksometri merupakan titrasi yang berdasarkan atas
pembentukan persenyawaan kompleks (ion kompleks atau garam yang sukar
mengion). Salah satu cara penetapan kadar suatu ion logam berdasarkan
terbentuknya suatu senyawa kompleks antar ion logam dengan senyawa
pembentuk kompleks ialah dengan kompleksometri. Senyawa pembentuk
kompleks sebagai donor elektron sedangkan ion logam yang bertindak sebagai
akseptor elektron. Dalam larutan alkali, pembentukan kompleks lebih efisien dan
lebih stabil. Namun, jika terlalu alkali, perlu diwaspadai akan terbentuknya
endapan logam teroksidasi.
Kompleksometri dapat melibatkan reaksi pembentukan kompleks, atau reaksi
ligan (dimana ligan pada ion pusat atau logam digantikan oleh ligan lain). Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi reaksi kompleks diantaranya kestabilan ion
kompleks dan kereaktifan ligan. Kestabilan ion logam dicirikan oleh harga
ketetapan ketakstabilan kompleks. Salah satu reagen yang sangat serbaguna
sebagai zat pengompleks adalah EDTA atau bentuk garamnya serta tersedianya
berbagai jenis indikator ion logam yang efektif pada pH tertentu.
Reagen yang digunakan adalah EDTA dan EBT.
a. EDTA
EDTA adalah reagensia yang sangat reaktif karena ia berkompleks dengan
banyak sekali kation di -,tri -,tetra valen.EDTA sebagai asam memiliki valensi 4
dengan harga pKa yaitu 2;2,7;6,2;10,3.Dari harga pKa ini maka pembentukan
kompleks dapat berjalan pada suasana asam,netral,atau alkalis.Jika sebagai garam
natrium,EDTA dengan rumus Na2H2C10H12O8N2.2H2O (BME 372,25)
b. INDIKATOR EBT
Indikator yang dibutuhkan dalam titrasi kompleksometri adalah indicator ion
logam.Pada prinsipnya indicator ion logambereaksi membuat senyawa kompleks
dengan ion logam membentuk kompleks yang berwarna lain dengan warna
indicator dalam bentuk bebas.Indikator yang dipakai contohnya adalah EBT

Eriocrom Black T = Hitam Solokrom.EBT merupakan indicator yang sesuai


untuk titrasi Zn dengan EDTA dalam buffer amoniak pH 9.EBT tidak stabil dalam
larutan dan larutannya harus dibuat baru agar memperoleh perubahan warna yang
benar.
Reaksi antara ion Mg2+ dengan EDTA tanpa adanya penambahan indikator
adalah:
Mg2+ + H2Y2-

MgY2- + 2H+

Jika sebelum titrasi ditambahkan indikator maka indicator akan membentuk


kompleks dengan Mg2+ (berwarna merah) kemudian Mg2+ dalam komplek akan
bereaksi dengan EDTA yang ditambahkan.Jika semua Mg2+ sudah bereaksi
dengan EDTA maka warna merah akan hilang selanjutnya kelebihan sedikit
EDTA akan menyebabkan terjadinya titik akhir titrasi yaitu terbentuknya warna
biru.
Mg Ind- + H2Y2V.

VI.

MgY2- + H Ind2- + H+

(merah) (tak berwarna) (biru)


Alat dan Bahan
A. Alat
1. Nereca analitik
2. Botol timbang
3. Sendok
4. Batang pengaduk
5. Pipet volum
6. Pipet tetes
7. Gelas kimia
8. Labu ukur
9. Labu erlenmeyer
10. Gelas ukur
11. Corong
12. Pengaduk
13. Statif
14. Buret
15. Kertas saring
16. Tisue
B. Bahan
1. EDTA
2. Buffer NH3 dan NH4Cl
3. EBT 1 %
4. NaCl
5. ZnSO4. 7H2O
6. Aquades
Cara Kerja
A. Membuat larutan EDTA
1. Menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.

2. Menimbang EDTA pada neraca teknis sesuai kebutuhan dengan beaker


glass.
3. Melarutkan EDTA dalam beaker glass sampai larut dan memasukkannya
ke dalam Erlenmeyer.
4. Membilas sisa EDTA dalam beaker glass dan memasukkannya ke dalam
erlenmeyer kemudian mencampurnya.
5. Menambahkan volume larutan EDTA dalam erlenmeyer dengan aquadest
secara kontinyu sesuai dengan volume yang dibutuhkan sambil
dihomogenkan.
6. Mencampur larutan agar tercampur homogen.
B. Membuat EBT 1%
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2. Menimbang 0,1 gram indikator EBT pada neraca teknis dengan beaker
glass.
3. Menimbang 9,9 gram NaCl pada neraca teknis dengan beaker glass.
4. Menggerus indikator EBT dan NaCl sampai halus pada mortar.
5. Mencampurnya agar homogeny sambil digerus sampai halus.
C. Membuat buffer pH 10
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Membilas alat dengan akuades sebanyak 3x
3. Menimbang sebanyak 17,5 gram NH4Cl dengan kaca arloji menggunakan
4.
5.
6.
7.
8.

neraca teknis.
Menuang NH3 ke dalam gelas ukur sebanyak 142 ml.
Menuang akuades ke dalam gelas ukur sebanyak 108 ml.
Memasukkan hasil penimbangan ke dalam labu erlenmeyer.
Membilas kaca arjoli dengan sedikit akuades dalam gelas ukur.
Menuangkan NH3 secara kontinyu dalam erlenmeyer untuk melarutkan

NH4Cl, menggoyang-goyangkan labu erlenmeyer agar cepat larut.


9. Menambahkan sisa akuades ke dalam labu erlenmeyer.
D. Menimbang ZnSO4 0,7175 gram menggunakan nereca analitik
1. Menghitung massa ZnSO4 yang akan ditimbang.
2. Menyiapkan alat dan bahan.
3. Menghubungkan neraca dengan daya listrik untuk proses warming-up
4.
5.
6.
7.

selama 5-10 menit.


Menghidupkan neraca dengan menekan tombol ON.
Memastikan neraca dalam keadaan datar.
Memastikan neraca dalam keadaan 0,0000 g.
Membuka neraca, meletakkan botol timbang di dalam nereca, membuka
tutup botol timbang dan meletakkan tutup botol timbang juga di dalam

neraca, neraca ditutup.


8. Mencatat berat kosong setelah skala menunjukkan stabil.
9. Melakukan perhitungan secara tepat.
10. Menambahkan ZnSO4 secara kontinyu dengan menggunakan sendok.
11. Menghentikan penambahan pada kurang lebih 10 % berat yang ditimbang.
12. Menutup botol timbang.

13. Menutup neraca.


14. Mencatat berat total setelah nereca menunjukkan stabil.
E. Melarutkan ZnSO4 0,01 M 250 mL pada labu ukur
1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Membilas semua alat gelas dengan aquades sebanyak tiga kali.
3. Meletakkan corong pada labu ukur dengan sedikit memberi celah antara
keduanya menggunakan tissue.
4. Menambahkan aquades pada botol timbang yang telah terisi ZnSO4 kirakira sampai 1/3 dari volume botol timbang.
5. Mengaduk ZnSO4 menggunakan pengaduk sampai larut.
6. Memasukkan larutan ke dalam labu ukur dan menempatkan pada batang
7.

pengaduk supaya tidak tercecer.


Mengulang langkah 4,5 dan 6 sampai seluruh ZnSO4 larut dan tidak

8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

tertinggal dalam botol timbang.


Membilas botol timbang dan pengaduk diatas labu ukur.
Membilas corong di atas labu ukur, diambil.
Menambahkan aquades sampai volume labu ukur, digoyangkan.
Menambahkan aquades sampai volume labu ukur, digoyangkan.
Menambahkan aquades sampai di bawah tanda tera.
Mengeringkan dinding labu ukur menggunakan kertas saring.
Menambahkan aquades sedikit demi sedikit menggunakan pipet tetes

sampai batas tanda tera.


15. Menutup labu ukur kemudian menghomogenkan.
F. Titrasi
1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Membilas buret sebanyak tiga kali menggunakan aquades kemudian
3.
4.
5.
6.

membilas menggunakan EDTA.


Menuangkan EDTA pada buret menggunakan corong.
Membersihkan dinding bagian dalam buret.
Mencatat volume EDTA pada buret.
Mengisi labu erlenmeyer 25,0 mL ZnSO4 dengan cara memipet

menggunakan pipet volum.


7. Menambahkan buffer 2 mL.
8. Menambahkan EBT 1 % sepucuk sendok.
9. Meletakkan labu erlenmeyer yang telah berisi ZnSO4 25 mL + bufffer 2
mL + EBT 1 % sepucuk sendok di bawah statif.
10. Melakukan titrasi dengan kran pada statif dibuka sampai mengeluarkan
tetesan-tetesan EDTA sambil menggoyangkan labu erlenmeyer.
11. Melakukan kegiatan tersebut sampai larutan ZnSO4 pada erlenmeyer

VII.

menunjukan perubahan warna.


12. Menutup kran ketika larutan ZnSO4 telah menunjukkan perubahan warna.
13. Mencatat volume EDTA pada buret.
14. Melakukan titrasi sebanyak tiga kali.
Hasil Praktikum
A. Hasil penimbang ZnSO4

Benda yang ditimbang


Botol timbang
ZnSO4
Berat hasil penimbangan
Berat ZnSO4 yang dihasilkan

Berat
Gram
Gram
Gram
Gram

B. Hasil titrasi
Titrasi
I
II
III
VIII.

Volume awal (ml)

Volume akhir (ml)

Volume titrasi (ml)

Pembahasan
A. Menimbang EBT 1% 10 gram
M = 0,01
Mr = 372
V = 1,2 L

B. Menimbang ZnSO4
Massa ZnSO4 yang diperlukan untuk membuat larutan ZnSO 4 0,01 M
sebanyak 250 mL diperoleh dari perhitungan :
M=
0,01 =
massa = 0,7175 gram
Menimbang ZnSO4 0,7175 gram
Berat botol timbang =
Berat zat
=
Botol timbang + zat =
Hasil Penimbangan =
Perhitungan
Toleransi 10 % berat ZnSO4
10 % x 0,7175 = 0,0717
Taksiran berat total
0,0717 =
+ 0,0717 =

gram
gram
gram
gram

Penimbangan dihentikan pada kisaran antara


menghasilkan berat total

sampai

dan

gram. Sedangkan massa ZnSO 4 yang

dihasilkan adalah
gram.
C. Menghitung konsentrasi ZnSO4
M=
M =
M =

D. Menentukan konsentrsi EDTA


1. Titrasi I
M primer x ml primer = M sekunder x ml sekunder
M ZnSO4 x ml ZnSO4
= M EDTA x ml EDTA
x
25 ml
= M EDTA x
M EDTA =
2. Titrasi II
M primer x ml primer = M sekunder x ml sekunder
M ZnSO4 x ml ZnSO4
= M EDTA x ml EDTA
x
25 ml
= M EDTA x
M EDTA =
3. Titrasi III
M primer x ml primer = Mekunder x ml sekunder
M ZnSO4 x ml ZnSO4
= M EDTA x ml EDTA
x
25 ml
= M EDTA x
M EDTA =
E. Menentukan konsentrasi rata-rata EDTA
= = =
F. Menentukan selisih rata-rata
SI = | MI Mr | =
SII = | MII Mr | =
SIII = | MIII Mr | =

=
=
=

Selisih
rata-rata
= =

=
G. Menentukan BTR
BTR =

PPT

IX.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum, konsentrasi EDTA adalah

dengan BTR sebesar


X.

Daftar Pustaka
Vogel. 1994. Buku Ajar Vogel : Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. EGC :
Jakarta .
R. A,Day,Underwood.1992.Analisa Kuantitatif.Jakarta:Erlangga.

Yogyakarta, 22 Desember 2014


Mengetahui,
Pembimbing

Sujono, SKM. M,Sc

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK


TITRASI KOMPLEKSOMETRI

Praktikan

Fadhila Annashuha

Disusun oleh :
Fadhila Annashuha
D-IV Analis Kesehatan
SEMESTER I
POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2014