Anda di halaman 1dari 8

AIR ASAM TAMBANG

( ACID MINE DRAINAGE )

Air Asam Tambang (AAT) adalah suatu istilah yang dipakai untuk
menjelaskan tentang air lindi, rembesan atau drainase yang ber-pH rendah
keluar dari batuan yang mengandung mineral sulfida teroksidasi. Reaksi
oksidasi ini, selain didapat menurunkan pH air, juga dapat meningkatkan
kadar sulfat yang selanjutnya mampu meluruhkan dan membawa logam
berat yang terkandung pada batuan yang dilalui oleh aliran air asam tsb.
Bilamana hal ini terjadi pada operasi tambang disebut Air Asam Tambang.
Air Asam Tambang sering terjadi di daerah tambang dimana banyak terdapat
pirit. Air asam tersebut merupakan hasil oksidasi pirit, dan biasanya
mengandung kadar logam terlarut tinggi, seperti Fe. Hal ini dapat
membahayakan tanaman, binatang maupun manusia. Air asam yang keluar
ke badan sungai akan mengakibatkan pengasaman aliran serta mobilisasi
dan pengendapan logam yang mungkin beracun. Biota akuatik, juga bisa
mengakibatkan terkorosinya logam dan konstruksi beton.
Tahap awal pencegahan Air Asam Tambang adalah dengan mengidentifikasi
sumber potensi Air Asam Tambang, salah satunya yaitu melalui studi
karakteristik batuan penutup batubara (overburden). Studi ini dilakukan
dengan cara mengambil contoh overburden dan kemudian dianalisa di
laboratorium. Parameter yang dianalisis adalah pH, konduktivitas listrik, total
sulfur, kapasitas netralisasi asam (ANC), Sulfur-pirit, NAG (Net Acid
Generation) dan komposisi multi elemen. Hasil analisa laboratorium
dievaluasi dan dilakukan penggolongan tipe batuan.

Studi

karakteristik

overburden

akan

menjadi

informasi

dasar

bagi

perencanaan desain daerah penimbunan overburden asam, dan pola aliran


air (drainase) di daerah tambang.
A.

PROSES TERBENTUKNYA AIR ASAM TAMBANG

Air Asam Tambang adalah air yang bersifat asam dan mengandung senyawa
logam terlarut terutama Fe dan senyawa sulfat yang terbentuk akibat
teroksidasinya lapisan batuan yang mengandung pirit atau teroksidasinya
lapisan batubara. Proses kimia terjadinya Air Asam Tambang melalui
beberapa tahapan reaksi :
Tahap 1 :

FeS2 + 7/2 O2 + H2O ====> Fe2+ + 2SO42- + 2H+

Tahap 2 :

Fe2+ + O2 + H+ ====> Fe3+ + H2O

Tahap 3 :

Fe3+ + 3H2O =====> Fe (OH)3 + 3H+

Tahap 4 :

FeS2 + 14Fe3+ + 8H2O ====> 15Fe2+ + 2SO42- + 16H+

Batuan dan batubara yang mengandung mineral besi sulfida bila teroksidasi
akan melepaskan ionion besifero, ion sulfat dan asam. Besifero
selanjutnya teroksidasi membentuk besiferi, yang kemudian terhidrolisa
membentuk feri -hidroksida dan asam. Besiferi juga berperan sebagai
katalisator pengurai besi sulfida membentuk besi fero, sulfat dan asam dalam
jumlah yang besar.
B.

FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK AIR ASAM TAMBANG

Faktor pembentuk Air Asam Tambang merupakan faktor yang memegang


peran dalam mempengaruhi laju oksidasi pirit (FeS 2), yaitu : luas permukaan
reaksi dari pirit, bentuk sulfur pirit, pH dari larutan, katalisator, dan kehadiran
bakteri Thiobacillus.
Luas Permukaan reaksi pirit tergantung dari jumlah pirit yang terdapat dalam
batuan atau Batubara, semakin banyak jumlah pirit semakin besar potensi
asam yang dihasilkan. Bentuk sulfur yang paling potensial menghasilkan Air

Asam Tambang adalah Sulfida (pirit), yang umumnya terdapat dalam


Batubara ataupun batuan yang berkaitan dengan Batubara. Sulfur organik
dan sulfat biasanya dijumpai dalam jumlah kecil pada Batuan Sulfida dan
Batubara serta kurang reaktif dalam pembentukan Air Asam Tambang.
Air ber pH rendah akan mempercepat proses pembentukan besiferi yang
akan menjadi katalisator proses oksidasi besi sulfida menghasilkan Air Asam
Tambang. Di bawah kondisi abiotik perubahan Besifero menjadi feri berjalan
lambat, tetapi dengan hadirnya bakteri Thiobacillus proses oksidasi Besifero
akan berlangsung sangat cepat, sehingga pembentukan Air Asam Tambang
dapat meningkat berjuta kali lipat.
C. SUMBER DAN POTENSI AIR ASAM TAMBANG
Sulfur di dalam batubara ataupun batuan karbonaseous dapat berbentuk
sulfur organik, sulfat dan pirit. Pirit dalam batuan penutup batubara dan
batuan karbonaseous berbentuk kristal dan berasosiasi dengan senyawa
senyawa organik dalam batubara. Pirit juga tersebar dekat lapisan batuan
penutup batubara, baik

batupasir sandstone maupun tanahliat shale.

Sedangkan sulfur organik berbentuk kompleks dan bersenyawa erat dengan


batubara. Bentuk ini biasanya ditemukan di lapisan dasar batubara dan
lapisan karbonaseous. Sulfur organik tidak reaktif, sehingga hanya sedikit
atau hampir tidak berpengaruh dalam menghasilkan Air Asam Tambang.
Sulfat umumnya ditemukan dalam jumlah kecil pada batubara dan lapisan
batuan dekat dengan batubara. Senyawa ini merupakan hasil pelapukan
ataupun hasil oksidasi pirit. Dengan demikian bukan sebagai penghasil Air
Asam Tambang.
D. IDENTIFIKASI POTENSI AIR ASAM TAMBANG

1.

Tujuannya untuk :
a. Mengetahui

faktor-faktor

yang

pembentukan air asam tambang.

berpengaruh

dalam

proses

b. Merencanakan

sistem

pencegahan

air

asam

tambang,

baik

perencanaan reklamasi daerah penimbunan material asam, reklamasi


lahan bekas tambang dan perencanaan drainase tambang.
c. Merencanakan sistem pengelolaan air asam tambang, baik desain
struktur drainase, desain settling pond dan unit penetral air asam
tambang/water treatment.
d. Merencanakan alternatif pengelolaan secara fisik air asam tambang,
seperti daur ulang asam tambang dan pemanfaatan lainnya.

2.

Identifikasi Potensi Air Asam Tambang

Identifikasi potensi Air Asam Tambang didasarkan pada studi kualitas air dan
analisis conto tanah/batuan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui unsurunsur di dalam air dan tanah/batuan, apakah terdapat unsur kimia yang
berpotensi membentuk air asam. Identifikasi terdapat lapisan tanah/batuan
baik batuan penutup (overburden) maupun lapisan sisipan (interburden).

3.

Pengambilan Conto Air dan Analisis Kimia.

Conto air diambil dari air permukaan tanah maupun airtanah. Air permukaan
diambil dari sungai dan airtanah dari lubang bor eksplorasi endapan
batubara. Sedangkan airtanah diambil pada lubang bor DGPGT 400,
DGPGT 401, DGPGT 402, DGPGT 404 dan DGPGT 405.
Tabel
pH Hasil Uji Kualitas Air di Daerah Penelitian
No.

Sampel

DGPGT-400

DGPGT-401

DGPGT-402

DGPGT-404

DGPGT-405

East
296.531
297.220,
42
297.750,
86
297.768,
78
297.768,
78

Koordinat
North

pH
Z
99

5,2

71,69

5,0

9.720.108,42

68,52

5,1

9.721.918,03

83,25

5,1

9.721.918,03

83,25

9.720.159
9.720.136,13

5,3

4.

Pengambilan Conto Tanah/Batuan dan Analisis Kimia.

Analisis kimia conto tanah/batuan meliputi tanah penutup (over burden)


maupun lapisan batuan sisipan (inter burden) yang diambil pada sebagian
lubang-bor untuk kepentingan penyelidikan Geoteknik maupun Hidrogeologi,
serta tanah/batuan yang ada dipermukaan tanah dekat dengan singkapan
batubara. Conto tanah/batuan yang diambil dari lubang bor sebanyak 15
conto, total conto untuk kajian air asam tambang 15 conto.
Lapisan tanah penutup dari endapan batubara diambil dari lapisan lempung
dekat dengan seam batubara. Sedangkan lapisan interburden diambil dari
batuan lempung (clay) yang terletak diantara dua lapisan batubara. Hasil
analisis kimia conto tanah/batuan dari Laboratorium Puslitbang Teknologi
Mineral & Batubara Bandung, dapat dilihat pada Tabel.
Tabel
Kedalaman Pengambilan Conto Tanah/Batuan

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Sample
Number
GT 400_A
GT 400_B

GT 400_C

GT 400_D

GT 401_A
GT 401_B

Sample
Name
AMD-1
AMD-2
AMD-3
AMD-4
AMD-5
AMD-6
AMD-7
AMD-8
AMD-9
AMD-10
AMD-11
AMD-3
AMD-4
AMD-5
AMD-26

Depth (m)
From
To
0,00
3,00
3,00
6,00
6,00
7,30
7,30
10,30
10,30 12,75
14,64 16,30
20,50 23,50
23,50 25,95
31,87 33,70
33,70 36,70
36,70 36,98
4,90
7,90
7,90
9,15
9,15
12,15
67,65 70,65

Thickne
ss (m)

Lithology

3,00
3,00
1,30
3,00
2,45
1,66
3,00
2,45
1,83
3,00
0,28
3,00
1,25
3,00
3,00

SOIL
SOIL
SANDSTONE
SANDSTONE
SANDSTONE
CLAYSTONE
CLAYSTONE
CLAYSTONE
CLAYSTONE
SILTSTONE
SILTSTONE
SANDSTONE
SILTSTONE
SANDSTONE
CLAYSTONE

Tabel
Hasil Analisis Kimia Conto Tanah / Batuan
( Analisa : Laboratorium Puslitbang Tekmira, Bandung )

No.
Lab.

2142/11
2143/11
2144/11
2145/11
2146/11
2147/11
2148/11
2149/11
2150/11
2151/11
2152/11
2153/11

Kode
Contoh
PT.GPU AMD
GT 400-A
PT.GPU AMD
GT 401-A
PT.GPU AMD
GT 403-A
PT.GPU AMD
GT 404-A
PT.GPU AMD
GT 406-A
PT.GPU AMD
GT 400-B
PT.GPU AMD
GT 401-B
PT.GPU AMD
GT 403-B
PT.GPU AMD
GT 404-B
PT.GPU AMD
GT 406-B
PT.GPU AMD
GT 400-C
PT.GPU AMD
GT 401-C

Total
S
%

MP
AN
NAP
A
C
P
kg H2SO4/ton

pH
NA
G

1:2

NAG, kg
H2SO4/ton
pH
pH 7
4.5

0.00

0.0

-0.2

0,2

5.41

4.34

0.0

7.2

0.092

2.8

-0.4

3.3

3.70

4.19

3.4

16.5

0.036

1.1

-5.1

6.2

4.15

3.93

1.2

17.9

0.085

2.6

-4.8

7.4

4.48

4.36

0.0

14.8

0.048

1.5

-4.8

6.3

3.90

4.22

3.5

21.7

0,00

0.0

0.6

-0,6

5.45

4.78

0.0

8.2

1.500

45.9

8.6

37.4

2.80

5.55

22.9

46.7

0.120

3.7

2.0

1.7

2.71

5.03

29.8

60.4

0.081

5.8

13.4

-10,9

6.77

7.33

0.0

0.2

0.096

2.9

3.5

-0.6

6.76

6.86

0.0

0.2

2.540

77.8

-4.9

82.7

2.25

3.36

65.2

94.7

0.049

1.5

16.5

-15.0

7.00

6.84

0.0

0.0

2154/11
2155/11
2156/11

5.

PT.GPU AMD
GT 404-C
PT.GPU AMD
GT 406-C
PT.GPU AMD
GT 400-D

0.082

4.3

25.8

-23.3

7.23

7.86

0.0

0.0

0.027

0.8

3.8

-3.0

6.14

5.19

0.0

1.8

0.066

2.0

10.9

-8.8

6.84

5.75

0.0

0.1

Hasil Identifikasi Air Asam TambangUntuk Tanah/Batuan.


1. Delapan (8) conto dikategorikan sebagai material bukan pembentuk
asam, yaitu conto dengan kode GT400-A, GT400-B, GT404-B, GT406-B,
GT401C, GT404-C, GT406-C dan GT400-D. Ini ditunjukkan dari pH
NAG nya yang lebih besar atau sama dengan 4.5 dan/atau nilai NAPP
yang negatif.
2. Empat (4) conto dikatagorikan sebagai material berpotensi membentuk
asam kapasitas rendah, yaitu conto dengan kode GT401-A, GT403-A,
GT404-A dan GT406A dengan indikasi pH NAG lebih kecil dari 4.5(3.70
4.15 4.48 3.90), nilai NAG pada pH 4.5 kurang dari 5 kg H2SO4 per
ton (3.4 1.2 0.0 3.5 kg H2SO4 per ton) dan nilai NAPP ada dalam
selang 0 10 kg H2SO4 per ton(3.3 6.2 7.4 6.3 kg H2SO4 per ton )
3. Dua (2) conto dikategorikan sebagai material berpotensi membentuk
asam kapasitas tinggi, yaitu conto dengan kode GT401-B dan GT403-B
dengan indikasi pH NAG lebih kecil dari 4.5 (2.80 2.71), nilai NAG
pada pH 4.5 lebih besar atau sama dengan 5 kg H2SO4 per ton (22.9
29.8 kg H2SO4 per ton).
4. Satu (1) conto dikatagorikan sebagai material membentuk asam yaitu
conto dengan kode GT400-C dengan indikasi pH NAG dan pH H 2O (1:2)
lebih kecil dari 4.5(2.25 3.36),nilai NAG pada pH 4.5 lebih besar atau
sama dengan 5 kg H2SO4 per ton(65.2 kg H2SO4 per ton), Nilai NAPP
lebih besar atau sama dengan 10 kg H 2SO4 per ton (82.7 kg H 2SO4 per
ton).

Secara umum dari limabelas (15) conto laboratorium pengujian Puslitbang


Teknologi Mineral dan Batubara menunjukkan bahwa 8 conto diklasifikasikan
sebagai material bukan pembentuk asam (53%), 4 conto diklasifikasikan
sebagai material berpotensi membentuk asam kapasitas rendah (27%), 2 conto
dikategorikan sebagai material berpotensi membentuk asam kapasitas tinggi
(13%) dan 1 conto dikategorikan sebagai material membentuk asam (7%).