Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN

Tiroid merupakan organ berbentuk perisai segi empat. Kelenjar tiroid merupakan organ
yang berbentuk seperti kupu-kupu dan terletak pada leher bagian bawah di sebelah anterior
trakea. Kelenjar ini terdiri atas dua buah lobus lateral yang dihubungkan oleh suatu jembatan
jaringan isthmus tiroid. Dua jenis hormon berbeda yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid
membentuk hormon tiroid yaitu tiroksin dan triiodotironin. Kedua hormon ini merupakan
asam amino dengan sifat unik yang mengandung molekul iodium yang terikat pada struktur
asam amino.
Tiroid menghasilkan hormon tiroid T 3 dan T4 yang berfungsi mengendalikan
aktivitas metabolik seluler. Kedua hormon ini bekerja sebagai alat pacu umum dengan
mempercepat proses metabolisme. Efeknya pada kecepatan metabo lis me ser ing dit imbu
lkan o leh peningkatan kadar enzim-enzim spesifik yang turut berperan dalam konsumsi
oksigen, dan oleh perubahan sifat responsif jaringan terhadap hormon yang lain. Hormon
tiroid mempengaruhi replikasi sel dan sangat penting bagi perkembangan otak.

ANATOMI DAN FUNGSI KELENJAR TIROID

1. Anatomi
Tiroid merupakan organ berbentuk perisai segi empat. Kelenjar tiroid merupakan
organ yang berbentuk seperti kupu-kupu dan terletak pada leher bagian bawah di
sebelah anterior trakea (Gambar 1). Kelenjar ini merupakan kelenjar endokrin yang paling
banyak vaskularisasinya, dibungkus oleh kapsula yang berasal dari lamina pretracheal
fascia profunda. Kapsula ini melekatkan tiroid ke laring dan trakea. Kelenjar ini terdiri atas
dua buah lobus lateral yang dihubungkan oleh suatu jembatan jaringan isthmus tiroid
yang tipis dibawah kartilago krikoidea di leher, dan kadang- kadang terdapat lobus
piramidalis yang muncul dari isthmus di depan laring.
Kelenjar tiroid terletak di leher depan setentang vertebra cervicalis 5 sampai
thoracalis 1, terdiri dari lobus kiri dan kanan yang dihubungkan oleh isthmus. Setiap lobus
berbentuk seperti buah pear, dengan apeks di atas sejauh linea oblique lamina cartilage
thyroidea, dengan basis di bawah cincin trakea 5 atau 6. Kelenjar tiroid mempunyai
panjang 5 cm, lebar 3 cm, dan dalam keadaan normal kelenjar tiroid pada orang
dewasa beratnya antara 10 sampai 20 gram. Aliran darah kedalam tiroid per gram
jaringan kelenjar sangat tinggi ( 5 ml/menit/gram tiroid).
Tiroid terdiri dari nodula-nodula yang tersusun dari folikel-folikel kecil yang
dipisahkan satu dengan lainnya oleh suatu jaringan ikat. Setiap folikel dibatasi oleh epitel
kubus dan diisi oleh bahan proteinaseosa berwarna merah muda yang disebut koloid.
Sel-sel epitel folikel merupakan tempat sintesis hormon tiroid dan
mengaktifkan pelepasannya dalam sirkulasi. Zat koloid, triglobulin, merupakan tempat
hormon tiroid disintesis dan pada akhirnya disimpan. Dua hormon tiroid utama yang
dihasilkan oleh folikel-folikel adalah tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Sel pensekresi
hormon lain dalam kelenjar tiroid yaitu sel parafolikular yang terdapat pada dasar folikel
dan berhubungan dengan membran folikel, sel ini mensekresi hormon kalsitonin,
suatu hormon yang dapat merendahkan kadar kalsium serum dan dengan demikian ikut
berperan dalam pengaturan homeostasis kalsium.

Gambar 1. Anatomi Kelenjar Tiroid


2.

Fungsi
Fungsi utama hormon tiroid T3 dan T4 adalah mengendalikan aktivitas metabolik
seluler. Kedua hormon ini bekerja sebagai alat pacu umum dengan mempercepat
proses metabolisme. Efeknya pada kecepatan metabo lis me sering dit imbulkan
oleh peningkatan kadar enzim-enzim spesifik yang turut berperan dalam konsumsi

oksigen, dan oleh perubahan sifat responsif jaringan terhadap hormon yang lain.
Hormon tiroid mempengaruhi replikasi sel dan sangat penting bagi perkembangan otak.
Adanya hormon tiroid dalam jumlah yang adekuat juga diperlukan untuk pertumbuhan
normal. Melalui efeknya yang luas terhadap metabolisme seluler, hormon tiroid
mempengaruhi setiap sistem organ yang penting. Kelenjar tiroid berfungsi untuk
mempertahankan tingkat metabolisme di berbagai jaringan agar optimal sehingga
mereka berfungsi normal. Hormon tiroid merangsang konsumsi O2 pada sebagian besar
sel di tubuh, membantu mengatur metabolisme lemak dan karbohidrat, dan penting
untuk pertumbuhan dan pematangan normal.
Hormon-hormon tiroid memiliki efek pada pertumbuhan sel, perkembangan dan
metabolisme energi. Efek-efek ini bersifat genomic, melalui pengaturan ekspresi gen, dan
yang tidak bersifat genomic, melalui efek langsung pada sitosol sel, membran sel,
dan mitokondria. Hormon tiroid juga merangsang pertumbuhan somatis dan berperan
dalam perkembangan normal sistem saraf pusat. Hormon ini tidak esensial bagi
kehidupan, tetapi ketiadaannya menyebabkan perlambatan perkembangan mental dan
fisik, berkurangnya daya tahan tubuh terhadap dingin, serta pada anak-anak timbul
retardasi mental dan kecebolan (dwarfisme). Sebaliknya, sekresi tiroid yang berlebihan
menyebabkan badan menjadi kurus, gelisah, takikardia, tremor, dan kelebihan
pembentukan panas.
3.

Sistem Hormon
Dua jenis hormon berbeda yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid membentuk
hormon tiroid yaitu tiroksin dan triiodotironin. Kedua hormon ini merupakan asam
amino dengan sifat unik yang mengandung molekul iodium yang terikat pada struktur
asam amino.

Tiroksin (T4)
Hormon tiroksin (T4) mengandung empat atom iodium dalam setiap molekulnya.
Hormon ini disintesis dan disimpan dalam keadaan terikat dengan protein di dalam
sel-sel kelenjar tiriod; pelepasannya ke dalam aliran darah terjadi ketika diperlukan.
Kurang lebih 75% hormon tiroid terikat dengan globulin pengikat- protein (TBG; thyroidbinding globulin). Hormon tiroid yang lain berada dalam keadaan terikat dengan albumin
dan prealbumin pengikat tiroid. Bentuk T4 yang terdapat secara alami dan turunannya
dengan atom karbon asimetrik adalah isomer L. D-Tiroksin hanya memiliki sedikit
aktivitas bentuk L

Hormon tiroid yang bersirkulasi dalam plasma terikat pada protein plasma,
diantaranya :
(1) globulin pengikat tiroksin (TBG).
(2) prealbumin pengikat tiroksin (TBPA).
(3) albumin pengikat tiroksin (TBA).
Dari ketiga protein pengikat tiroksin, TBG mengikat tiroksin yang paling
spesifik. Selain itu, tiroksin mempunyai afinitas yang lebih besar terhadap protein
pengikat ini di bandingkan dengan triiodotironin. Secara normal 99,98% T4 dalam
plasma terikat atau sekitar 8 g/dL (103 nmol/L); kadar T4 bebas hanya sekitar 2
ng/dL (Gambar 2). Hanya terdapat sedikit T4 dalam urin. Waktu paruh biologiknya
panjang (6-7 hari), dan volume distribusinya lebih kecil jika dibandingkan dengan
cairan ekstra seluler (CES) sebesar 10L, atau sekitar 15% berat tubuh.

Hipfisis

Tiroid

TSH

T
T4 bebas
(0,002 g/dL)

T4
Terikat protein plasma (8g/dL)

Gambar 2.

T4
terikat protein jaringan

Distribusi T4 dalam tubuh. Distribusi T3 juga serupa. Panah terputusputus menyatakan inhibisi sekresi TSH akibat peningkatan kadar T4 bebas
dalam cairan ekstra seluler (CES). Perkiraan konsentrasi dalam darah manusia
diperlihatkan dalam tanda kurung.

Triiodotironin (T3)
Hormon yang merupakan asam amino dengan sifat unik yang mengandung
molekul iodium yang terikat pada asam amino ini hanya mengandung tiga atom
iodium saja dalam setiap molekulnya. Hormon tiroksin juga di bentuk di jaringan perifer
melalui deiodinasi T4. Hormon triiodotironin (T3) lebih aktif daripada hormon tiroksin
(T4). T4 dan T3 disintesis di dalam koloid melalui iodinasi dan kondensasi molekulmolekul tirosin yang terikat pada linkage peptida dalam triglobulin. Kedua hormon ini
tetap terikat pada triglobulin sampai disekresikan. Sewaktu disekresi, koloid diambil
oleh sel-sel tiroid, ikatan peptida mengalami hidrolisis, dan T3 serta T4 bebas dilepaskan
ke dalam kapiler.
Triiodotironin mempunyai afinitas yang lebih kecil terhadap protein pengikat TBG
dibandingkan dengan tiroksin, menyebabkan triiodotironin lebih mudah berpindah ke
jaringan sasaran. Faktor ini yang merupakan alasan mengapa aktivitas metabolik
triiodotironin lebih besar.
T3 dibentuk melalui kondensasi monoidotirosin (MIT) dengan diidotirosin
(DIT). Dalam tiroid manusia normal, distribusi rata-rata senyawa beriodium untuk T3
adalah 7%. Kelenjar tiroid manusia mensekresi sekitar 4 g (7 nmol) T3. Kadar T3 plasma
adalah sekitar 0,15 g/dL (2,3 nmol/L), dari 0,15 g/dL yang secara normal terdapat
dalam plasma, 0,2% (0,3 ng/dL) berada dalam keadaan bebas. Sisa 99,8% terikat pada
protein, 46% pada TBG dan sebagian besar sisanya pada albumin, dengan pengikatan
transtiretin sangat.