Anda di halaman 1dari 4

PENGENALAN ALAT DI LABORATORIUM

Melia Nop Dwi Witri


133020349
Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

ABSTRAK
Pengenalan alat di laboratorium adalah serangkaian pekerjaan yang bertujuan untuk mengetahui dan menguasai
jenis-jenis alat, nama masing masing alat, fungsi alat, yang baik dan benar agar pada praktikum selanjutnya praktikan tidak
melakukan kesalahan. Berdasarkan hasil pengamatan pengenalan alat di laboratorium terdapat 20 lebih alat-alat yang
digunakan dilaboratorium yang memiliki fungsi kerja masing-masing.

Key words

: Alat, Fungsi, Nama Alat

PENDAHULUAN
Alat adalah suatu benda yang dipakai
untuk mengerjakan sesuatu, perkakas, perabot,
yang dipakai untuk mencapai maksud .Hal
yang harus diperhatikan adalah kebersihan dari
alat yang digunakan. Kebersihan dari alat
dapat mengganggu hasil pratikum. Apabila alat
yang digunakan tersebut tidak bersih, maka
akan terjadi hal- hal yang tidak diinginkan.
Contohnya jika pada alat alat tersebut masih
tersisa zat zat kimia, maka zat tersebut dapat
saja bereaksi dengan zat yang kita gunakan
sesudahnya dan dapat mengakibatkan
kegagalan dalam pratikum . Kesalahan dalam
penggunaan alat dan bahan dapat
menimbulkan hasil yang didapat tidak akurat
dalam hal ilmu statistika kesalahan seperti ini
digolongkan dalam galat pasti. Oleh karena itu,
pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan
serta bahan harus mutlak dikuasai oleh
praktikan sebelum melakukan praktikum di
laboratorium kimia. Bukan hal yang mustahil
bila terjadi kecelakaan di dalam laboratorium
karena kesalahan dalam pemakaian dan
penggunaan alat alat dan bahan yang
dilakukan dalam suatu pratikum yang
berhubungan dengan bahan kimia berbahaya,

disamping itu, pemilihan jenis alat yang akan


digunakan dalam penelitian disesuaikan
dengan tujuan penelitian. Agar penelitian
berjalan lancar.
Tujuan pengenalan alat di laboratorium
adalah untuk mengetahui jenis-jenis alat, nama
masing-masing alat, prinsip kerja alat, fungsi
alat yang baik dan benar agar pada praktikum
selanjutnya praktikan tidak melakukan
kesalahan.
Prinsip pengenalan alat dilaboratorium
berdasarkan pada identifikasi alat yang biasa
digunakan pada saat praktikum serta fungsi
dari masing-masing alat tersebut, dan
penggunaan atau cara yang tepat untuk
menggunakannya.
METODOLOGI
Bahan dan alat
Bahan dan alat yang digunakan dalam
praktikum pengenalan alat dilaboratorium
adalah, gelas kimia, labu erlenmeyer, gelas
ukur, rak tabung reaksi, tabung reaksi, pipet,
corong, spatula, batang pengaduk, buret,
mortar dan pastle, cawan, pipa U, Tabung
sentrifuge, pipa kapiler, botol timbang, plat

tetes, botol semprot, kaki tiga, kawat kasa,


filler, termos kalorimeter, termometer.
Adapun metode penggunaan alat-alat
tersebut adalah sebagai berikut. Gelas Kimia,
cara menggunakannya yaitu dibersihkan,
dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan lap. Simpan
larutan didalamnya. Gelas Ukur, cara
menggunakannya yaitu larutan dimasukkan
kedalam gelas ukur. Sesuaikan dengan volume
yang diperlukan. Baca ketepatan volume
dengan melihat meniscus ke bawah. Labu
Erlenmeyer, cara menggunakannya yaitu
dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan
dengan lap. Kemudian suatu larutan
dimasukkan
lalu
dititrasi,
kemudian
digoyangkan memutar labu erlenmeyernya.
Pipet, cara menggunakannya yaitu dibersihkan,
dikalibrasi, lalu dibersihkan dengan kertas isap.
Lalu celupkan ke dalam larutan. Tekan pilernya
lalu longgarkan. Buret, cara menggunakannya
yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan
dengan batang pengaduk yang ditutupi dengan
kertas isap. Periksa keadaan kerannya dan
tetesannya apakah bocor atau tidak. Lalu
dikalibrasi dengan larutan yang akan
dimasukkan ke dalam buret, periksa apakah
ada gelembung atau tidak. Buka keran
perlahan untuk mengeluarkan larutannya.
Tabung Reaksi, cara menggunakannya yaitu
dibersihkan terlebih dahulu lalu dikalibrasi
dengan aqua DM setelah itu lap dengan lap
atau kertas isap. Kemudian sampel yang akan
direaksikan dimasukkan ke dalam tabung
reaksi. Kaca Arloji, cara menggunakannya yaitu
dibersihkan terlebih dahulu dengan tissue atau
lap, kemudian letakkan di atas gelas kimia jika
akan digunakan sebagai tutup gelas kimia, atau
letakkan bahan kimia yang akan ditimbang di
atas kaca arloji tersebut.
Corong, Letakkan corong di atas mulut
Erlenmeyer atau buret, masukkan perlahan
lahan ke dalam mulut corong. Mortar dan
Pastle, cara menggunakannya yaitu masukkan
bahan kimia berupa padatan ke dalam lumpang
(mortar) dan gerus hingga halus menggunakan
alu (pastle). Spatula, cara mengggunakannya
ambil bahan atau zat yang berupa padatan
dengan spatula, kemudian letakkan di tempat
menyimpan bahan seperti kaca arloji. Batang
pengaduk, cara mengggunakannya aduk

larutan yang ada di dalam gelas kimia dengan


batang pengaduk, lalu amati. Kawat Kasa, cara
mengggunakannya letakkan kawat kasa di atas
Bunsen dengan disangga kaki tiga. Lalu
diletakkan alat gelas yang terdapat larutan
yang akan dipanaskan. Kaki Tiga, cara
menggunakannya yaitu diletakkan di antara
Bunsen dan kawat kasa. Labu Ukur, cara
menggunakannya yaitu dibersihkan, dikalibrasi,
lalu dibersihkan dengan kain lap. Kemudian
dimasukkan larutan yang akan diencerkan atau
masukkan zat dengan bantuan kertas isap,
agar zat tidak menempel pada dinding diatas
batas atas. Lalu dimasukkan aquadest untuk
melarutkannya. Lalu paskan dengan batas
bawah. Tutup lalu homogenkan.
Termometer, cara menggunakannya yaitu
termometer dimasukkan ke dalam suatu larutan
lalu perhatikan suhu larutan atau perubahan
suhu yang terjadi. Tabung Senrifuse, cara
menggunkannya yaitu larutan yang akan
disentrifuga dimasukkan ke dalam tabung
sentrifuse. Lalu dimasukkan ke alat
sentifugase. Penjepit Cawan /Tangkrus, cara
menggunakannya yaitu bagian dinding cawan
krus dijepit oleh penjepit cawan. Pipa U, cara
menggunakannya yaitu tabung yang berisi
larutan yang akan dianalisis adanya gas
dihubungkan melalui mulut tabungnya
memakai pipa U. Pipa Kapiler, cara
menggunakan pipa kapiler adalah pipa kapiler
disanggah dengan klem dan statif. Lalu larutan
atau senyawa yang akan ditentukan titik
lelehnya dimasukkan ke dalam pipa kapiler.
Lalu thermometer dicelupkan ke dalam larutan
atau senyawa tersebut. Bunsen diarahkan di
bagian bawah pipa kapiler. Disediakan juga
stopwatch untuk menghitung waktu saat
senyawa meleleh. Catat hasilnya. Plat Tetes,
cara menggunakannya yaitu dibersihkan
terlebih dahulu plat tetes dengan tissue.
Kemudian teteskan sampel objek kedalam plat
tetes. Cawan, cara mengggunakannya
masukkan bahan atau larutan yang akan
diuapkan di atas cawan. Setelah itu panaskan
atau uapkan ke dalam oven.Rak Tabung
Reaksi, cara menggunakannya yaitu letakkan
tabung reaksi kedalam lubang lubang yang
ada dalam rak tabung reaksi.

Hasil dan Pembahasan


Dari hasil praktek di laboratorium alat
yang sering digunakan diantaranya Gelas
Kimia, Gelas Ukur, Labu Erlenmeyer, Pipet,
Buret, Tabung Reaksi, Kaca Arloji, Corong,
Mortar dan pastle, Spatula, Batang pengaduk,
Kawat Kasa, Kaki tiga, Labu Ukur,
Termometer,Tabung Sentrifuse, Penjepit
cawan Krus, Pipa U,Pipa Kapiler, Plat
Tetes,Cawan, Rak Tabung Reaksi.
Tabel 1.Hasil Pengamatan

Nama Alat

Gambar

1. Gelas Ukur
2. Gelas Kimia
3. Labu
Erlenmeyer
4. Pipet
5. Buret
6. Tabung Reaksi
7. Botol Semprot
8. Corong
9. Mortar
dan
Pastel
10. Spatula
11. Batang
Pengaduk
12. Kawat Kasa
13. Kaki Tiga
14. Labu Ukur
15. Termometer
16. Tabung
Sentifuse
17. Penjepit
Cawan/Tangkru
s
18. Pipa U
19. Pipa Kapiler
20. Rak
Tabung
Reaksi
(Sumber: Melia Nop Dwi Witri,133020349, Meja
10, Kelompok N, 2013)

Berikut adalah fungsi dari alat-alat tersebut,


Fngsi Gelas Ukur yaitu sebagai tempat untuk
mengukur volume larutan. Fungsi Gelas Kimia
yaitu sebagai tempat untuk menampung zat
kimia, sebagai pengukur volume larutan, dan
untuk media pemanasan cairan.Fungsi Labu
Erlenmeyer yaitu sebagai media untuk
menampuk titran (larutan yang di titrasi) pada
proses titrasi. Fungsi Pipet Untuk mengambil
cairan dalam jumlah tertentu. Fungsi Buret
yaitu sebagai tempat untuk mengeluarkan
larutan dengan volume tertentu.Biasanya untuk
titrasi. Fungsi Tabung Reaksi yaitu sebagai
tempat untuk mereaksikan bahan kimia. Fungsi
Botol Semprot yaitu Sebagai tempat untuk
menyimpan aquadest. Fungsi Corong yaitu
sebagai pengalir larutan dari satu tempat ke
tempat lain agar tidak tumpah dan untuk
menyaring campuran kimia dengan bantuan
kertas saring. Fungsi Mortar dan pastle yaitu
sebagai tempat untuk menghancurkan dan
mencampurkan padatan. Fungsi Spatula yaitu
untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk
padatan. Dipakai untuk mengaduk larutan.
Fungsi Batang Pengaduk yaitu untuk
mengaduk cairan didalam gelas kimia. Fungsi
Kawat Kasa yaitu untuk alas penyebaran
pemanasan dari suatu pembakaran. Fungsi
Kaki Tiga yaitu untuk penyangga kawat kasa
dalam proses pembakaran. Fungsi Labu Ukur
sebagai tempat untuk membuat larutan dengan
konsentrasi tertentu dan untuk mengencerkan
larutan. Fungsi Termometer untuk mengukur
suhu larutan berdasarkan suhu suatu zat.
Fungsi Tabung Sentrifuse yaitu sebagai
tempat/wadah sampel yang akan di putar
dalam alat pemusing/centrifuge. Fungsi
Penjepit Cawan /Tangkrus untuk menjepit
cawan pada saat pemanasan.Pipa U untuk
menghubungkan tabung-tabung reaksi dan
mengetahui adanya gas atau tidak pada bahan
kimia. Fungsi Pipa Kapiler untuk menentukan
titik leleh pada suatu zat kimia. Fungsi Rak

Tabung Reaksi yaitu sebagai tempat untuk


menyimpan tabung reaksi.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan, semua alat
di laboratorium memiliki nama,fungsi dan cara
kerja masing-masing sehingga dalam
pengerjaanya pun akan berbeda-beda sesuai
dengan cara kerjanya .Kesalahan dalam
penggunaan alat bisa mempengaruhi
konsentrasi larutankarena alat memiliki tingkat
ketelitian yang berbeda-beda.

Daftar Pustaka
CECA. 2009 Teknik Labaratorium.Pengenalan
Alat-Alat Laboratorium
http:///www.onelaboratorytechniq.blogspot.com/
2012/09/alat-alat-lab.html (8 Oktober 2013)
Mia Saskia. Pengenalan Alat-Alat Laboratorium
Kimia.http://www.scribd.com/doc/29012378/PE
NGENALAN-ALAT---ALAT-LABORATORIUMKIMIA (10 Oktober 2013)