Anda di halaman 1dari 7

SAP PARKINSON

Mata Ajar

: Sistem Neurobehavior

Pokok Bahasan

: Parkinson

Sasaran

: Keluarga Tn M

Waktu

: 30 menit

Hari/Tanggal

: Selasa, 11 November 2014

Tempat

: STIKES Mandala Waluya

A. Tujuan Intruksional Umum :


Pada akhir proses penyuluhan pasien dan keluarga dapat mengenal dan
memahami penyakit Parkinson

B.

Tujuan Intruksional Khusus :


Setelah diberikan penyuluhan keluarga dapat:
1. Menjelaskan pengertian Parkinson
2. Menyebutkan penyebab Parkinson
3. Menyebutkan tanda-tanda dan gejala Parkinson
4. Menjelaskan komplikasi yang ditimbulkan Parkinson
5. Menjelaskan pengobatan Parkinson

C. Sasaran
Keluarga dan pasien
D. Materi Terlampir
1. Pengertian Parkinson
2. Penyebab Parkinson
3. Gejala dan Tanda Parkinson
4. Apa saja komplikasi Parkinson
5. Pengobatan Parkinson

E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
F. Media
1. Flip Chart
2. Leaflet
3. LCD
G. Kegiatan Penyuluhan

No.

Waktu

Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Audience

5 Menit

Pembukaan :

1. Menjawab salam

1. Salam pembuka

2. Memperhatikan

2. Memperkenalkan diri

3. Memperhatikan

3. Menjelaskan tujuan penyuluhan

4. Memperhatikan

4. Menyebutkan materi yang akan


diberikan

15 Menit

Pelaksanaan :
1. Menjelaskan

1. Memperhatikan
pengertian 2. Memperhatikan

Parkinson
2. Menyebutkan

3. Memperhatikan
penyebab 4. Memperhatikan

Parkinson
3. Menyebutkan tanda + gejala
Parkinson
4. Apa saja komplikasi Parkinson
4. Menjelaskan pengobatan
Parkinson

10 Menit

Evaluasi :
1. Memberikan kesempatan
audience untuk bertanya
2. Meminta audience menjelaskan

1. Bertanya dan mende


ngarkan jawaban
2. Menjelaskan tentang
Materi

tentang materi Parkinson

5 Menit

Terminasi :

1. Memperhatikan

1. Mengucapkan terima kasih atas

2. Membalas salam

perhatian yang diberikan


2. Mengucapkan salam penutup

H. Evaluasi
Pertanyaan:
1. Apa yang dimaksud dengan Parkinson ?
2. Apa penyebab penyakit Parkinson ?
3. Apa taanda dan gejala Parkinson ?
4. Apa saja komplikasi Parkinson ?
5. Bagaimana penngobatan Parkinson ?

I. Daftar Pustaka

Noback, C.R., Otak : Anatomi gros, Aliran darah dan Selaput Otak dalam
Anatomi Susunan Saraf Manusia. Edisi EGC. Jakarta. 1995. Hal. 2-6.

Guyton, A.C. Serebelum, Ganglia Basalis,dan Seluruh Pengatur Motorik. Dalam


Fisiologi Kedokteran Edisi 9. EGC. Jakarta. 1997. Hal. 887-926.

Price, A.,Silvia, Wilson, M.,Lorraine. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses


Penyakit. EGC. Jakarta. 1995. Hal. 901-929.

LAMPIRAN
PENGERTIAN
Penyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang berkaitan
erat dengan usia. Penyakit ini mempunyai karakteristik terjadinya degenerasi dari neuron
dopaminergik pas substansia nigra pars kompakta, ditambah dengan adanya inklusi
intraplasma yang terdiri dari protein yang disebut dengan Lewy Bodies. Neurodegeneratif
pada parkinson juga terjadi pasa daerah otak lain termasuk lokus ceruleus, raphe nuklei,
nukleus basalis Meynert, hipothalamus, korteks cerebri, motor nukelus dari saraf kranial,
sistem saraf otonom.
PENYEBAB
Penyakit Parkinson sering dihubungkan dengan kelainan neurotransmitter di otak
danfaktor-faktor lainnya seperti :
1. Defisiensi dopamine dalam substansia nigra di otak memberikan respon gejala
penyakit Parkinson,
2. Etiologi yang mendasarinya mungkin berhubungan dengan virus, genetik, toksisitas,
atau penyebab lain yang tidak diketahui.
3. Parkinson juga disebabkan oleh obat antara lain:
reserpin (serpasil),phenithiszzives,butjrophenous (contohnya haloperidol)

GEJALA DAN TANDA


1. Bradikinesia (pergerakan lambat), hilang secara spontan,
2. Tremor yang menetap ,
3. Tindakan dan pergerakan yang tidak terkontrol,
4. Gangguan saraf otonom (sulit tidur, berkeringat, hipotensi ortostatik),
5. Depresi, demensia,
6. Wajah seperti topeng.
KOMPLIKASI
Komplikasi terbanyak dan tersering dari penyakit Parkinson yaitu demensia, aspirasi, dan
trauma karena jatuh.

PENGOBATAN
Pengobtan Parkinson dapat dilakukan dengan medikamentosa seperti:
1.

Antikolinergik untuk mengurangi transmisi kolinergik yang berlebihan ketika


kekurangan dopamin.

2. Levodopa, merupakan prekursor dopamine, dikombinasi dengan karbidopa, inhibitor


dekarboksilat, untuk membantu pengurangan L-dopa di dalam darah dan
memperbaiki otak.
3. Bromokiptin, agonis dopamine yang mengaktifkan respons dopamine di dalam otak.
4. Amantidin yang dapat meningkatkan pecahan dopamine di dalam otak.
5. Menggunakan monoamine oksidase inhibitor seperti deprenil untuk menunda
serangan ketidakmampuan dan kebutuhan terapi levodopa.
Terapi Fisik
Sebagian terbesar penderita Parkinson akan merasa efek baik dari terapi fisik.
Pasien akan termotifasi sehingga terapi ini bisa dilakukan di rumah, dengan diberikan
petunjuk atau latihan contoh diklinik terapi fisik. Program terapi fisik pada penyakit
Parkinson merupakan program jangka panjang dan jenis terapi disesuaikan dengan
perkembangan atau perburukan penyakit, misalnya perubahan pada rigiditas, tremor dan
hambatan lainnya.
Latihan fisik yang teratur, termasuk yoga, taichi, ataupun tari dapat bermanfaat
dalam menjaga dan meningkatkan mobilitas, fleksibilitas, keseimbangan, dan range of
motion. Latihan dasar selalu dianjurkan, seperti membawa tas, memakai dasi, mengunyah
keras, dan memindahkan makanan di dalam mulut.
Terapi Suara
Perawatan yanG paling besar untuk kekacauan suara yang diakibatkan oleh
penyakit Parkinson adalah dengan Lee Silverman Voice Treatment ( LSVT ). LSVT
fokus untuk meningkatkan volume suara. Suatu studi menemukan bahwa alat elektronik
yang

menyediakan

umpan

balik

indera

pendengar

feedback (FAF) untuk meningkatkan kejernihan suara.

atau frequency

auditory

Terapi gen
Pada saat sekarang ini, penyelidikan telah dilakukan hingga tahap terapi gen yang
melibatkan penggunaan virus yang tidak berbahaya yang dikirim ke bagian otak yang
disebut subthalamic nucleus (STN). Gen yang digunakan memerintahkan untuk
mempoduksi sebuah enzim yang disebut glutamic acid decarboxylase (GAD) yang
mempercepat produksi neurotransmitter (GABA). GABA bertindak sebagai penghambat
langsung sel yang terlalu aktif di STN.
Terapi lain yang sedang dikembangkan adalah GDNF. Infus GDNF (glial-derived
neurotrophic factor) pada ganglia basal dengan menggunakan implant kathether melalui
operasi. Dengan berbagai reaksi biokimia, GDNF akan merangsang pembentukan Ldopa.
Pencangkokan saraf
Cangkok sel stem secara genetik untuk memproduksi dopamine atau sel stem
yang berubah menjadi sel memproduksi dopamine telah mulai dilakukan. Percobaan
pertama yang dilakukan adalah randomized double-blind sham-placebo dengan
pencangkokan dopaminergik yang gagal menunjukkan peningkatan mutu hidup untuk
pasien di bawah umur.
Operasi
Operasi untuk penderita Parkinson jarang dilakukan sejak ditemukannya
levodopa. Operasi dilakukan pada pasien dengan Parkinson yang sudah parah di mana
terapi dengan obat tidak mencukupi. Operasi dilakukanthalatotomi dan stimulasi
thalamik.
Terapi neuroprotektif
Terapi neuroprotektif dapat melindungi neuron dari kematian sel yang diinduksi
progresifitas penyakit. Yang sedang dikembangkan sebagai agen neuroprotektif adalah
apoptotic drugs (CEP 1347 and CTCT346), lazaroids, bioenergetics, antiglutamatergic
agents, dan dopamine receptors. Adapun yang sering digunakan di klinik adalah
monoamine oxidase inhibitors (selegiline and rasagiline), dopamine agonis, dan complek
I mitochondrial fortifier coenzyme Q10.

Nutrisi
Beberapa nutrient telah diuji dalam studi klinik klinik untuk kemudian digunakan
secara luas untuk mengobati pasien Parkinson. Sebagai contoh, L- Tyrosin yang
merupakan suatu perkusor L-dopa mennjukkan efektifitas sekitar 70 % dalam
mengurangi gejala penyakit ini. Zat besi (Fe), suatu kofaktor penting dalam biosintesis Ldopa mengurangi 10%- 60% gejala pada penelitian terhadap 110 pasien. THFA, NADH,
dan piridoxin yang merupakan koenzim dan perkusor koenzim dalam biosintesis
dopamine menunjukkan efektifitas yang lebih rendah dibanding L-Tyrosin dan zat besi.
Vitamin C dan vitamin E dosis tinggi secara teori dapat mengurangi kerusakan sel yang
terjadi pada pasien Parkinson. Kedua vitamin tersebut diperlukan dalam aktifitas enzim
superoxide dismutase dan katalase untuk menetralkan anion superoxide yang dapat
merusak sel.
Belum lama ini, Koenzim Q10 juga telah digunakan dengan cara kerja yang mirip
dengan vitamin A dan E. MitoQ adalah suatu zat sintesis baru yang memiliki struktur dan
fungsi mirip dengan koenzim Q10
Qigong
Terdapat dua penelitian mengenai qigong pada penyakit bParkinson. Dalam
percobaan di Bonn, studi terhadap 56 pasien didapatkan peningkatan gejala motorik dan
non-motorik di antara pasien yang melakukan latihan qigong terstruktur 1 kalin seminggu
selama 8 minggu. Penulis berspekulasi bahwa gambaran aliran energy yang membantu
peningkatan dalam movement pasien.