Anda di halaman 1dari 6

PERALATAN PRODUKSI LEPAS PANTAI

Anjungan produksi lepas pantai mempunyai fungsi yang dapat ditinjau dari kegunaannya
dapat dikelompokkan sebagai tempat produksi (Production Platform), sebagai tempat
pemisah fluida produksi (Satellite) dan sebagai tempat penimbun (Storage), bahkan sebagai
tempat tinggal atau hunian para pekerja atau merupakan gabungan dari fungsi-fungsi diatas.
Ditinjau dari sistem produksinya, anjungan lepas pantai dapat dibagi menjadi dua macam,
yaitu :
Sistem produksi konvensional (Conventional Production System), dimana semua
peralatan produksi diletakkan pada anjungan diatas permukaan laut maupun pada dek
anjungan
Sistem produksi bawah permukaan (Subsea Production Sharing), dimana peralatan
produksi khususnya well-head, x-mas tree, manifold, header dan storage diletakkan
didasar laut. Sedangkan sistem kontrol operasi dilakukan secara otomatis dengan
remote control, tetapi pemisahan fluida (processing) tetap dilakukan pada satellite
platform
1. Tipe Anjungan Produksi
Ada beberapa tipe anjungan produksi yang umum digunakan, antara lain :
Template Platform
Concrete Gravity Platform
Guyed Tower Platform
Tension Leg Platform
Drill Trough Platform
1.1. Template Platform
Jenis platform ini sering disebut dengan Conventional Platform, karena merupakan anjungan
produksi generasi pertama (1974) yang dipasang pada kedalaman 200 ft dilepas pantai
Lousiana. Dan pada tahun 1978 telah dipasang pada kedalaman laut 1000 ft.
Pada dasarnya anjungan ini terdiri dari struktur pipa baja yang besar (Jacket) dan ruang Deck.
Melalui kaki anjungan, jacket diikatkan pada tiang pancang dasar laut yang berfungsi sebagai
penyangga anjungan, sedangkan ruang deck berfungsi untuk menyokong kegiatan
operasional dan beban lainnya.
Tipe template ini cocok digunakan pada kedalaman laut antara 200 hingga 300 meter.
Sedangkan untuk kedalaman yang lebih dalam, tipe ini kurang praktis karena memerlukan
tiang penyangga dengan ukuran besar dan juga panjang yang memadai.
Instalasi template platform ada dua macam yaitu : instalasi terapung (Self Floating
Installation) dan instalasi barge launching (Barge Launching Installation).
Self Floating Installation, cara pemasangan instalasi ini adalah dengan jalan
mengapungkan Floater yang dapat dilepas atau terapung sendiri karena efek buoyancy,
kemudian ditarik menuju lokasi yang telah ditentukan dan struktur anjungan diturunkan
vertikal kedasar laut dengan cara mengisi Flooding Chamber Pipe

Barge Launching Installation, saat keluar dari pabrik maka struktur anjungan ditempatkan
pada kapal tongkang selanjutnya barge ditarik menuju lokasi dan diturunkan dengan cara
Ballasting kemudian diluncurkan kelaut dan ditegakkan dengan menggunakan Barge
Derrick agar dapat berdiri tegak pada koordinat ynag telah ditentukan
a. Concrete Gravity Platform
Platform ini terikat kedalam dasar laut karena berat konstruksinya sendiri yang terbuat dari
beton bertulang. Pertimbangan penting dalam penempatan anjungan jenis ini adalah lokasi
dasar laut harus stabil dan tahan terhadap penembusan tiang pancang sehingga didapatkan
stabilitas struktur yang baik. Berdasarkan alasan ini concrete platform tidak dapat
dioperasikan pada semua lokasi. Karena kondisi strukturnya, maka fasilitas produksi
lengkap dimana dapat ditempatkan diatasnya dan dapat dipasang langsung sejak dari
pabrik. Disamping itu dapat pula dilengkapi dengan penimbun yang tidak perlu dipancang.
b. Guyed Tower Platform
Merupakan platform dengan struktur baja yang diletakkan diatas Spud Can didasar laut.
Karena anjungan ini dapat bergerak diatas spud can, maka untuk menjaga agar hanya
dapat bergerak pada batas-batas tertentu, anjungan ini diikat secara simetris dengan kabelkabel (Guy-lines) yang diklem pada dek dengan menggunakan sepasang Wedge Type
Lucker Clamps.
c. Tension Leg Platform
Merupakan anjungan produksi yang dibuat dari baja atau beton bertulang yang relatif
ringan sehingga dapat terapung dipermukaan laut dan diikat dengan guy-lines kestruktur
pondasi yang ditancapkan didasar laut. Karena anjungan ini terapung maka kabel-kabel
pengikat harus selalu dalam keadaan tegang (Tension), sehingga posisi anjungan dalam
keadaan cukup stabil pada kondisi operasi.
d. Drill Trough Leg (DTL) Platform
Dirancang dengan empat kaki baja, dimana terdapat dua pipa vertikal dengan diameter
besar dan dua lainnya lebih kecil dan dipasang miring. Pemboran dilakukan diatas kaki
vertikal dengan kedalaman antara 145-264 ft untuk tipe Mudslide DTL dan 71 ft untuk
Conventional DTL. Keuntungan platform ini adalah cukup stabil, baik terhadap pengaruh
dari luar maupun akibat beratnya sendiri dan harganya juga yang relatif mudah.
2.

Fasilitas Tranportasi Produksi Lepas Pantai

Pengiriman fluida produksi dari satu platform menuju platform yang lain maupun dari
platform produksi kesatellite dan dari satellite kestorage serta dari storage kemooring atau
keterminal dilakukan melalui sistem pemipaan dengan diameter pipa antara 8 sampai 18 inch
yang diletakkan pada dasar laut. Terdapat beberapa metode pemasangan pipa didasar laut,
antara lain :

2 | Te k n o l o g i L e p a s P a n t a i

Bottom Pull Method


Pada metoda ini seluruh bagian pipa disandarkan pada dasar laut. Pipa ini dirancang untuk
mengalirkan fluida produksi dari terminal darat, maka sebagian pipa berada didarat dan
selebihnya berada didasar laut dan pada bagian akhirnya mengembang untuk sampai
keplatform atau tanker, metode ini sering digunakan pada pipa dasar laut dari terminal
keSingle Bouy Mooring (SBM) seperti diBalongan, Cirebon
Station Method
Pada bagian ini pipa disambung dengan cara dilas didarat, kemudian ditarik dengan
dengan pontoon kedalam laut. Sebagian besar dari pipa melayang dilaut dan untuk
menempatkan posisinya maka diberi pelampung (Floating) sehingga mudah diketahui
keberadaannya
Relled Pipe Method
Pada metode ini pipa yang sangat panjang digulungkan pada Rell Barge dengan diameter
gulungan yang sangat besar yang selanjutnya akan dilepaskan didasar laut ketika barge
bergerak menuju tempat tujuan. Umumnya jenis pipa yang digunakan adalah pipa elastis
(spiral) atau pipa plastik yang dibalut dengan asbes atau karet
Lay Barge Method
Pada pemasangan dengan metode ini sambungan-sambungan pipa dilas dibarge dan
pelaksanaan pemasangan diatas barge
3.

Sistem Gathering Lepas Pantai

Jaringan pipa transportasi untuk mengalirkan fluida produksi baik dari anjungan produksi
menuju satelit, dari satelit kestorage maupun dari storage kemooring atau terminal dilakukan
melalui sistem jaringan pipa dasar laut. Dari anjungan proses/CPA fluida produksi dikirim
dengan pipa dasar laut yang berukuran lebih besar, dengan jenis pipa tertentu seperti Plastik
Lined Steel Pipe, dengan jenis pipa baja aluminium menuju terminal yang berada didarat atau
kestorage vessel dilaut. Dari sinilah fluida yang telah dipisahkan kemudian dikapalkan
(Loading) melalui Single Bouy Mooring (SBM).
4.

Stasiun Pompa Pada Anjungan

Unit stasiun pompa dianjungan tidak jauh berbeda dengan stasiun pompa didarat yaitu
menggunakan pompa tekan jenis Piston Duplex Double Acting atau Triplex Single Acting
ataupun pompa sentrifugal tergantung pada besarnya tekanan yang diperlukan. Stasiun pompa
ini biasanya ditempatkan pada rantai dasar anjungan (Cellar Deck) dari anjungan proses,
untuk mengirimkan fluida menuju storage atau terminal didarat.
5.

Fasilitas Pemisahan Lepas Pantai

Merupakan anjungan dengan fasilitas pemisahan yang berada didekat anjungan produksi,
biasanya anjungan ini dirangkaikan dengan salah satu anjungan produksi yang berfungsi
sebagai suatu stasiun operasi produksi (satelite).

3 | Te k n o l o g i L e p a s P a n t a i

1) Peralatan Pada Satellite


Peralatan baik yang berada pada cellar deck, main deck, maupun pada top deck terdiri dari :
Separator Produksi
Scrubber Gas
Oil Skimmer
Chemical Electric
Free Water Knock Out (FWKO)
Surge Tank
Pig Launcher dan Pig Receiver, tempat menerima dan mengirimkan pig (pembersih
flowline)
Compressor
Stasiun Pompa
Power Crane
Safety Control System
Hydrant, unit pemadan kebakaran dan alat keselamatan lainnya
Safety Calsuls
Main and Safety Engine/Turbine
2) Central Prosesing Area (CPA)
CPA merupakan unit pemroses untuk suatu lapangan yang besar berfungsi untuk memproses
fluida produksi dari beberapa lapangan disekitarnya, selain terdapat unit pemroses fluida
(pemisah minyak, air dan gas) juga dilengkapi dengan unit pemroses gas, sehingga gas yang
dikirim ke LPG plant untuk diproses lebih lanjut menjadi Liquid Petroleum Gas.
Unit peralatan CPA terdiri dari beberapa perangkat peralatan pemisah dan perangkat peralatan
penunjang operasi lainnya yang secara garis besar terdiri dari beberapa peralatan, yaitu :
Separator Produksi
Scrubber Gas
Free Water Knock Out Tank
Manifold
Flowline, pipeline penghubung dan penyalur valve
Compressor, baik low compressor maupun high compressor
Glycol Tower Absorber, untuk mengeringkan gas
Glycol Rake Generation, untuk pemanasan glycol
Stasiun Pompa
Pig Launcher dan Pig Receiver
Metering System
Control Room, ruang pengontrol operasi kerja yang dilengkapi dengan panel-panel control
Unit Pemadam Kebakaran
Unit Pengangkut Barang
Unit Pemukiman Kerja
4 | Te k n o l o g i L e p a s P a n t a i

Panel Safety System dan perangkat peralatan keselamatan kerja


3) Anjungan Kompresor
Anjungan kompresor ini merupakan unit pemroses gas setelah gas dipisahkan dari fluida
produksi dianjungan proses. Pada anjungan ini gas mengalami pemampatan dan pengeringan
sebelum dikirim keLPG plant, untuk diproses lebih lanjut menjadi LPG. Perangkat peralatan
pada anjungan kompresor ini, baik pada main deck ataupun pada cellar deck, terdiri dari :
Compressor, untuk memberikan tekanan pada gas supaya dapat dimampatkan
Glycol Tower Absorber, untuk mengeringkan gas
Pig Launcher dan Pig Receiver
Pipa-pipa, Flowline, Orifice Meter, Valve
Generator Engine
Sum Tank, Flare, Pump
Control Room, Scrubber Gas
Panel Safety System
Unit Pengangkut Barang
Unit Pemadam Kebakaran
Untuk suatu lapangan produksi lepas pantai yang sudah dilengkapi dengan central processing
area (CPA), maka anjungan proses dan anjungan kompresor tidak diperlukan lagi.
6.

Fasilitas Penampungan Lepas Pantai

Fasilitas penampungan migas untuk lapangan produksi lepas pantai dapat dilakukan dengan
dua cara, yaitu :

Menampung hasil produksi migas lepas pantai tersebut pada suatu terminal
penampungan didarat

Menampung hasil produksi migas lepas pantai tersebut pada fasilitas


penampungan dilaut seperti tanker, storage vessel dan storage tank terapung atau pada
tangki-tangki yang dipasang pada kaki-kaki anjungan produksi
1) Terminal Loading Area (TLA)
Merupakan suatu unit penampungan fluida produksi yang terdiri dari beberapa tangki
pengumpul (storage tank) dan dilengkapi juga dengan fasilitas pengapalan seperti
Loading Pump, metering system, manifold dan lain-lain.
Seperti halnya terminal yang menampung produksi fluida produksi dari lapangan darat,
untuk terminal loading area yang menampung fluida produksi dari lapangan lepas pantai
juga dilengkapi dengan beberapa peralatan utama, antara lain :
Storage Tank
Pig Launcher dan Pig Receiver
Booster Meter
Loading Pump
Manifold
5 | Te k n o l o g i L e p a s P a n t a i

Surge Tank
Sum Tank
Drainage Sum Tank
Free Water Knock Out Tank
Control Room
Unit Pemadam Kebakaran
Pipeline, Sealine dan Metering System
Single Buoy Mooring (SBM) System

2) Pengapalan (Loading)
Yang dimaksud dengan pengapalan (loading) adalah pengapalan minyak dari storage
tank dengan pipa dasar laut menuju tanker. Minyak dari storage tank dialirkan
kemanifold, pembukaan valve disesuaikan dengan minyak yang akan diloading dari tanki
yang dikehendaki. Selanjutnya minyak dipompa oleh booster pump dan jika diperlukan
minyak tersebut dipanaskan terlebih dahulu supaya jangan membeku dengan heater atau
cara lain. Kemudian dialirkan kemetering system terus keloading pump, manifold,
sealine, single buoy mooring (SBM) system, masuk kedalam tanker.

6 | Te k n o l o g i L e p a s P a n t a i