Anda di halaman 1dari 6

Kalazion

LATAR BELAKANG
Kelopak mata adalah bagian mata yang sangat penting. Kelopak mata melindungi
kornea dan berfungsi dalam pendisribusian dan eliminasi air mata. Penutupan kelopak
mata berguna untuk menyalurkan air mata ke seluruh permukaan mata dan memompa
air mata melalui punctum lakrimalis.
Kelainan yang didapat pada kelopak mata bermacam-macam, mulai dari yang jinak
sampai keganasan, proses inflamasi, infeksi mau pun masalah struktur seperti
ektropion, entropion dan blepharoptosis. Untungnya, kebanyakan dari kelainan
kelopak mata tidak mengancam jiwa atau pun mengancam penglihatan.
Kalazion merupakan peradangan granulomatosa kelenjar Meibom yang tersumbat.
Pada kalazion terjadi penyumbatan kelenjar Meibom dengan infeksi ringan yang
mengakibatkan peradangan kronis tersebut. Biasanya kelainan ini dimulai
penyumbatan kelenjar oleh infeksi dan jaringan parut lainnya.
ANATOMI
Kelopak mata atau palpebra di bagian depan memiliki lapisan kulit yang tipis,
sedangkan di bagian belakang terdapat selaput lendir tarsus yang disebut konjungtiva
tarsal. Pada kelopak terdapat bagian-bagian berupa kelenjar-kelenjar dan otot.
Kelenjar yang terdapat pada kelopak mata di antaranya adalah kelenjar Moll atau
kelenjar keringat, kelenjar Zeiss pada pangkal rambut, dan kelenjar Meibom pada
tarsus yang bermuara pada margo palpebra.
Sedangkan otot yang terdapat pada kelopak adalah M. Orbikularis Okuli dan M.
Levator Palpebra. Palpebra diperdarahi oleh Arteri Palpebra. Persarafan sensorik
kelopak mata atas berasal dari ramus frontal n. V, sedangkan kelopak mata bawah
dipersarafi oleh cabang ke II n. V.
Pada kelopak terdapat bagian-bagian:
1. Kelenjar :
Kelenjar Sebasea
Kelenjar Moll atau Kelenjar Keringat

Kelenjar Zeis pada pangkal rambut, berhubungan dengan folikel rambut dan
juga menghasilkan sebum

Kelenjar Meibom (Kelenjar Tarsalis) terdapat di dalam tarsus. Kelenjar ini


menghasilkan sebum (minyak).

2. Otot-otot Palpebra:
M. Orbikularis Okuli

Berjalan melingkar di dalam kelopak atas dan bawah, dan terletak di bawah kulit
kelopak. Pada dekat tepi margo palpebra terdapat otot orbikularis okuli yang disebut
sebagai M. Rioland. M. Orbikularis berfungsi menutup bola mata yang dipersarafi N.
Fasialis.

M. Levator Palpebra

Bererigo pada Anulus Foramen Orbita dan berinsersi pada Tarsus Atas dengan sebagian
menembus M. Orbikularis Okuli menuju kulit kelopak bagian tengah. Otot ini
dipersarafi oleh N. III yang berfungsi untuk mengangkat kelopak mata atau membuka
mata.
3. Di dalam kelopak mata terdapat :

Tarsus yang merupakan jaringan ikat dengan kelenjar di dalamnya atau kelenjar
Meibom yang bermuara pada margo palpebra
Septum Orbita yang merupakan jaringan fibrosis berasal dari rima orbita
merupakan pembatas isi orbita dengan kelopak depan

Tarsus ditahan oleh septum orbita yang melekat pada rima orbita pada seluruh
lingkaran pembukaan rongga orbita. Tarsus (tediri atas jaringan ikat yang
merupakan jaringan penyokong kelopak dengan kelenjar Meibom (40 buah di
kelopak mata atas dan 20 buah di kelopak bawah)

Pembuluh darah yang memperdarahinya adalah A. Palpebrae

Persarafan sensorik kelopak mata atas dapat dibedakan dari remus frontal N. V,
sedang kelopak bawah oleh cabang ke II saraf ke V (N. V2).

Konjungtiva tarsal yang terletak di belakang kelopak hanya dapat dilihat dengan
melakukan eversi kelopak.Konjungtiva tarsal melalui forniks menutup bulbus okuli.
Konjungtiva merupakan membrane mukosa yang mempunyai sel goblet yang
menghasilkan musin.
Gerakan palpebra :
1. Menutup Kontraksi M. Orbikularis Okuli (N.VII) dan relaksasi M. Levator
Palpebra superior. M. Riolani menahan bgn belakang palpebra terhadap
dorongan bola mata.
2. Membuka Kontraksi M. Levator Palpebra Superior (N.III). M. Muller
mempertahankan mata agar tetap terbuka.
3. Proses Berkedip (Blink): Refleks (didahului oleh stimuli) dan Spontan (tidak
didahului oleh stimuli) Kontraksi M. Orbikularis Okuli Pars Palpebra.

DEFINISI

Kalazion, lokasi kelenjar meibom


Kalazion merupakan peradangan granulomatosa kelenjar Meibom yang tersumbat.
Pada kalazion terjadi penyumbatan kelenjar Meibom dengan infeksi ringan yang
mengakibatkan peradangan kronis tersebut. Biasanya kelainan ini dimulai
penyumbatan kelenjar oleh infeksi dan jaringan parut lainnya.

ETIOLOGI
Kalazion juga disebabkan sebagai lipogranulomatosa kelenjar Meibom. Kalazion
mungkin timbul spontan disebabkan oleh sumbatan pada saluran kelenjar atau
sekunder dari hordeolum internum. Kalazion dihubungkan dengan seborrhea, chronic
blepharitis, dan acne rosacea.

EPIDEMIOLOGI
Kalazion terjadi pada semua umur; sementara pada umur yang ekstrim sangat jarang,
kasus pediatrik mungkin dapat dijumpai. Pengaruh hormonal terhadap sekresi
sabaseous dan viskositas mungkin menjelaskan terjadinya penumpukan pada masa
pubertas dan selama kehamilan.

PATOFISIOLOGI
Kalazion merupakan radang granulomatosa kelenjar Meibom. Nodul terlihat atas sel
imun yang responsif terhadap steroid termasuk jaringan ikat makrofag seperti
histiosit, sel raksasa multinucleate plasma, sepolimorfonuklear, leukosit dan eosinofil.

Kalazion akan memberi gejala adanya benjolan pada kelopak, tidak hiperemik, tidak
ada nyeri tekan, dan adanya pseudoptosis. Kelenjar preaurikuler tidak membesar.
Kadang-kadang mengakibatkan perubahan bentuk bola mata akibat tekanannya
sehingga terjadi kelainan refraksi pada mata tersebut.

Kerusakan lipid yang mengakibatkan tertahannya sekresi kelenjar, kemungkinan


karena enzim dari bakteri, membentuk jaringan granulasi dan mengakibatkan
inflamasi. Proses granulomatous ini yang membedakan antara kalazion dengan
hordeolum internal atau eksternal (terutama proses piogenik yang menimbulkan
pustul), walaupun kalazion dapat menyebabkan hordeolum, begitupun sebaliknya.
Secara klinik, nodul tunggal (jarang multipel) yang agak keras berlokasi jauh di dalam
palpebra atau pada tarsal. Eversi palpebra mungkin menampakkan kelenjar meibom
yang berdilatasi.

MANIFESTASI KLINIS
Benjolan pada kelopaka mata, tidak hiperemis dan tidak ada nyeri tekan.
Pseudoptosis

Kadang-kadang mengakibatkan perubahan bentuk bola mata akibat tekanannya


sehingga terjadi kelainan refraksi pada mata tersebut.

Pada anak muda dapat diabsobsi spontan.

DIAGNOSIS BANDING

Hordeoulum.
Dermoid Cyst.

Tear Gland Adenoma.

DIAGNOSIS
Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kelopak mata. Kadang
saluran kelenjar Meibom bisa tersumbat oleh suatu kanker kulit, untuk memastikan
hal ini maka perlu dilakukan pemeriksaan biopsi.

PENATALAKSANAAN
Kadang-kadang kalazion sembuh atau hilang dengan sendirinya akibat diabsorbsi
(diserap) setelah beberapa bulan atau beberapa tahun.
1. Kompres hangat 10-20 menit 4kali sehari.
2. Antibiotika topikal dan steroid disertai kompres panas dan bila tidak berhasil
dalam waktu 2 minggu maka dilakukan pembedahan.
3. Bila kecil dapat disuntik steroid dan yang besar dapat dilakukan pengeluaran
isinya.
4. Bila terdapat sisa bisa dilakukan kompres panas.
Untuk mengurangi gejala :
1. Dilakukan ekskokleasi isi abses dari dalamnya atau dilakukan ekstirpasi kalazion
tersebut. Insisi dilakukan seperti insisi pada hordeolum internum.
2. Bila terjadi kalazion yang berulang beberapa kali sebaiknya dilakukan
pemeriksaan histopatologik untuk menghindarkan kesalahan diagnosis dengan
kemungkinan adanya suatu keganasan.
Ekskokleasi Kalazion
Terlebih dahulu mata ditetesi dengan anastesi topikal pentokain.Obat anestesia
infiltratif disuntikan dibawah kulit didepan kalazion. Kalazion dijepit dengan klem
kalazion kemudian klem dibalik sehingga konjungtiva tarsal dan kalazion terlihat.
Dilakukan insisi tegak lurus margo palpebra dan kemudian isi kalazion dikuret sampai
bersih. Klem kalazion dilepas dan diberi salep mata.
Pada abses palpebra pengobatan dilakukan dengan insisi dan pemasangan drain kalau
perlu diberi antibiotik, lokal dan sistemik. Analgetika dan sedatif diberikan bila
sangant diperlukan untuk rasa sakit.
Catatan :
- Dalam menangani hordeolum dan kalazion, kemudian keganasan jangan dilupakan.
- Apabila peradangan tidak mereda perlu dilakukan pemeriksaan uji resistensi dan
dicari underlying cause.

Penyulit :
- Kalazion besar dapat mengakibatkan astigmatisma.
- Hati-hati kemungkinan karsinoma sel sebasea.
PROGNOSIS
Pasien yang memperoleh perawatan biasanya memperoleh hasil yang baik. Seringkali
timbul lesi baru, dan rekuren dapat terjadi pada lokasi yang sama akibat drainase
yang kurang baik. Kalazion yang tidak memperoleh perawatan dapat mengering
dengan sendirinya, namun sering terjadi peradangan akut intermiten.

KOMPLIKASI
Rusaknya sistem drainase pada kalazion dapat menyebabkan trichiasis, dan kehilangan
bulu mata. Kalazion yang rekuren atau tampat atipik perlu dibiopsi untuk
menyingkirkan adanya keganasan. Astigmatisma dapat terjadi jika massa pada
palpebra sudah mengubah kontur kornea. Kalazion yang drainasenya hanya sebagian
dapat menyebabkan massa jaringan granulasi prolapsus diatas konjungtiva atau kulit.
DAFTAR PUSTAKA

1. Ilyas, S. Penuntun Ilmu Penyakit Mata. Edisi Ketiga. Balai Penerbit FK


UI, Jakarta;2005.
2. Vaughan DG, Asbury T, Riordan Eva P. Oftalmologi Umum. Edisi 14.
Jakarta: Widya Medika, 2000.
3. Mansjoer, Arif. Dkk., 1999. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid I. Media
Aesculapius, Jakarta