Anda di halaman 1dari 12

IDENTIFIKASI JAMUR ENDOFIT PADA BATANG TOMAT

(Solanum lycopersicum)
(IDENTIFICATION OF ENDOFIT FUNGI ON TOMATO
(Solanum lycopersicum) STEM)

Aulia Budi Wijaya

Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh


e-mail: aulia.nouve@gmail.com

ABSTRAK
Telah dilakukan praktikum yang berjudul Identifikasi Jamur Pada Batang Tomat
(Solanum lycopersicum) yang bertujuan untuk mengetahui jenis jamur endofit yang
terdapat pada batang tomat. Jamur merupakan organisme eukariotik heterotrof,
berkembang biak menggunakan spora, tubuh terbentuk dari gabungan hifa, dan
memiliki bentuk uniselular atau multiselular. Jamur pada tomat bersifat endofit
dimana tidak merugikan inangnya. Metode yang digunakan pada praktikum ini
dengan cara metode kultur slide. Hasil yang didapat merupakan jamur jenis
Acremonium sp pada batang muda dan Chepalosporium sp pada batang tua.
Praktikum ini dilakukan di laboratorium Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh pada tanggal 26
November sampai 12 Desember 2014.
Kata kunci: Jamur, slide culture, endofit.

ABSTRACT
Has done practicum with titled "Identification of Fungi On Stem Tomato (Solanum
lycopersicum) which aims to determine the type of endophytic fungi found on tomato
stems. Fungi are heterotrophic eukaryotic organism, multiply using spores, the body
form from the combination of hyphae, and has a unicellular or multicellular forms.
Endophytic fungi in tomatoes which are not detrimental to the host. The method used
in this lab by means of a slide culture method. The result is a type of fungus
Acremonium sp on young stems and Chepalosporium sp on old stems. This
practicum done in the laboratory of Biology, Faculty of Education Teacher Training
Shiah Kuala University Darussalam Banda Aceh on November 26 until December
12, 2014.
Key words: Fungi, slide culture, endophytic.

PENDAHULUAN
Daur hidup Fusarium oxysporum mengalami fase pato-genesis dan
saprogenesis. Pada fase patogenesis, jamur hidup sebagai parasit pada
tanaman inang. Apabila tidak ada tanaman inang, patogen hidup di dalam
tanah sebagai saprofit pada sisa tanaman dan masuk fase saprogenesis, yang
dapat menjadi sumber inokulum untuk menimbul-kan penyakit pada tanaman
lain. Penyebaran propagul dapat terjadi melalui angin, air tanah, serta tanah
terinfeksi dan terbawa oleh alat pertanian dan manusia (Alfizar, 2011:1)
Jamur endofit adalah jamur yang terdapat di dalam jaringan tanaman seperti
daun, bunga, ranting, ataupun akar tanaman . Jamur ini menginfeksi jaringan
tanaman sehat dan mampu menghasilkan mikotoksin, enzim, serta antibiotik.
Dengan adanya jamur endofit di dalam jaringan tanaman akan memberikan
keuntungan bagi tanaman, yaitu meningkatnya toleransi tanaman terhadap
logam berat, meningkatnya ketahanan terhadap kekeringan, menekan
serangan hama, dan resistensi sistemik terhadap pathogen (Dian, 2014:2)
Mikroorganisme endofit merupakan asosiasi antara mikroorganisme dengan
jaringan tanaman. Mikroorganisme ini mempunyai hubungan simbiosis
mutualisme, yaitu sebuah bentuk hubungan yang saling menguntungkan.
Mikroba endofit dapat memperoleh nutrisi untuk melengkapi siklus hidup
dari tumbuhan inang, begitu juga dengan tumbuhan inang memperoleh
proteksi terhadap patogen tumbuhan dari senyawa yang dihasilkan mikroba
endofit. mikroorganisme yang paling banyak ditemukan dalam jaringan
tanaman yaitujamur. (Redha,2014: 2)

METODOLOGI
Waktu dan tempat
Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Pendidikan Biologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda
Aceh pada tanggal 26 November sampai 12 Desember 2014.
Bahan dan alat
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah gunting, pisau, cawan petri,
tabung Erlenmeyer, jarum ose, autoclaft, laminar air flow, hot plate stirrer, tisu, kaca

benda, kaca penutup, mikroskop dan tusuk sate. Sedangkan bahan yang dugunakan
adalah tanaman tomat, PDA, metylen blue, NaClO, alcohol, dan aquades.
Metode penelitian
Batang tomat dibersihkan dengan air mengalir hingga bersih setelah itu di
potong menjadi 3 bagian dan direndam dalam NaClO selama 1 menit lalu dicuci
kembali dan direndam dalam alcohol 75% selama satu menit lalu dikeringkan.
Setelah itu disterilkan semua alat, disiapkan media PDA, di tanam dan diinkubasi
selama 5-7 hari pada suhu 25-30 C. stelah jamur tumbuh diambil isolate dan
ditanam padamedia baru (purifikasi) dengan teknik goresan. Dibuat kultur slide
dengan cara memotong kotak media PDA, dan dalam cawan petri diletakkan tisu dan
penyangga dari tusuk sate lalu diletakkan kaca benda diatasnya, media diambil dan
diletakkan di atas kaca benda lalu hasil purifikasi diambil dengan menggunakan
jarum ose dan dioleskan pada tiap sisi media slide, lalu ditutup dengan kaca penutup.
Sebelum di seal tissue pada dasar cawan petri ditetesi seikit air hingga lembab.
Semua kegiatan ini berlangsung dalam lamina airflow. Setelah beberapa hari jamur
tumbuh, diambil kaca penutup, ditetesi dengan methylen blue dan diletakkan pada
kaca benda lain, lalu diamati dibawah mikroskop optic untuk diidentifikasi.

isolasi

potongan batang di tanam


pada media PDA
Diinkubasi dalam
incubator pada suhu 2530 C selama 5-7 hari

purifikasi

Disediakan media
tanam baru (PDA)
Diambil isolat
menggunakan ose
berdasarkan warna
dan ditanam pada
media baru

Kultur slide

Disediakan media baru


dan dipotong kotak 1
cm, diletakkan di atas
kaca benda yang telah
disiapkan dalam
cawan petri yang
didasari tisu dan tusuk
sate sebagai
penyangga.

biakan murni diambil


dengan menggunakan
ose lalu di oles padaiap
sisi media yang telah di
potong,

identifiasi

Hasil pengamatan
Gambar

keterangan
Semua alat disterilkan dalam
autoclaft

Dibuat media PDA


menggunakan bahan sintetis

Batang tomat yang telah


dibersihkan dipotong
sepanjang 5 cm

Hasil isolasi dan purifikasi


disiapkan

Disiapkan tempat untuk


metide kultur slide

Media yang telah di potong


kotak sebsar 1 cm di ambil

Potongan diletakkan di atas


kaca benda

Ose dipanaskan dengan


Bunsen sebelum menagmbil
kultur murni

Diambil biakan murni dari


dalam media biakan
seblumnya

Lalu dioleskan pada tiap sisi


media yang telah di potong

Sebelum disegel tisu


diteteskan beberapa ml air
hingga lembab

Lalu diseal dengan rapat


untuk menghindari
kontaminasi

Hasil yang terdapat pada


batang tua (Chepalosporium
sp)

Hasil yang terdapat pada


batang muda (Acremonium
sp)

PEMBAHASAN
Jamur merupakan organism eukariotik heterotrof, kehidupan dan
makanannya bergantung pada organism lain. Jamur ada yang memiliki bentuk
multiselular dan unicellular, tubuhnya terbentuk atas gabungan dari hifa-hifa.
Jamur ada yang bersifat prasit maupun endofit. Prasit merupakan jenis yang
bergantung pada organism lain serta merugikan organism yang menjadi inang
tersebut, sedangkan endofit adalah jamur yang terdapat di dalam jaringan tanaman
seperti daun, bunga, ranting, ataupun akar tanaman . Jamur ini menginfeksi jaringan
tanaman sehat dan mampu menghasilkan mikotoksin, enzim, serta antibiotik. Dengan
adanya jamur endofit di dalam jaringan tanaman akan memberikan keuntungan bagi
tanaman, yaitu meningkatnya toleransi tanaman terhadap logam berat, meningkatnya
ketahanan terhadap kekeringan, menekan serangan hama, dan resistensi sistemik
terhadap pathogen.
Pada praktikum ini kita berusaha mengindentifikasi bakteri yang ada pada
tanaman tomat, dalam laporan ini akan lebih spesifik yaitu pada bagian batang.
Dalam melakukan pengidentifikasian tersebut digunkan teknik slide culture, sebelum
pada tahap slide culture ada beberapa tahap lainnya yaitu tahap isolasi, purifikasi,
slide culture, pewarnaan dan kemudian penidentifikasian.
Slide culture merupakan salah satu metod yang digunakan dalam
mengidentifikasi bakteri yang mana dalam penerapannya digunakan media yang
dipotong kotak sebesar 1 cm, dan membiarkan jamur tumbuh pada sisi media yang
telah ditutup dengan kaca penutup, sehingga mudah dalam mengidentifikasi jenis
jamur.
Penggunaan penyangga yang memisahkan antara tisu dank kaca benda
bertujuan agar jamur tidah tumbuh berlebihan pada tisu dibawahnya, ini dilakukan
dalam upaya membatasi pertumbuhan jamur pada media. Sedangkan tisu yang
dibasahi yang berada pada dasar cawan petri adalah untuk menjaga kelembaban
lingkungan jamur.
Hasil yang didapatkan berbeda antara jenis jamur pada batang yang muda dan
batang tua. Pada batang muda terdapat jamur Acremonium sp sedangkan pada batang
tua terdapat jamur chepalosporium. Ini merupakan jamur bersifat endofit, pada
gambar hasil pengamtan di atas dapat dilihat bentuk morfologi dan spora yang
digunakan untuk perkembang biakannya.

KESIMPULAN
Jamur merupakan organism eukariotik heterotrof, kehidupan dan
makanannya bergantung pada organism lain. Jamur ada yang memiliki bentuk
multiselular dan unicellular, tubuhnya terbentuk atas gabungan dari hifa-hifa, serta
berkembang biak dengan menggunakan spora.
Endofit adalah jamur yang terdapat di dalam jaringan tanaman seperti daun,
bunga, ranting, ataupun akar tanaman . Jamur ini menginfeksi jaringan tanaman sehat
dan mampu menghasilkan mikotoksin, enzim, serta antibiotik. Dengan adanya jamur
endofit di dalam jaringan tanaman akan memberikan keuntungan bagi tanaman, yaitu
meningkatnya toleransi tanaman terhadap logam berat, meningkatnya ketahanan
terhadap kekeringan, menekan serangan hama, dan resistensi sistemik terhadap
pathogen.
Pada akhir praktikum ini didapatkan hasil yang berbeda pada jenis jamur
yang tumbuh pada batang muda dan tua. Pada batang muda terdapat jamur
Acremonium sp sedangkan pada batang tua terdapat jamur chepalosporium.

DAFTAR PUSTAKA
Alfizar. 2011. Upaya Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Oxysporum Dengan
Pemanfaatan Agen Hayati Cendawan Fma Dan Trichoderma Harzianum.
Journal Floratek. Vol. 1 (6) : 8-17.
Ariyono, Redha Qadhiani. 2014. Keanekaragaman Jamur Endofit Daun Kangkung
Darat (Ipomoea Reptans Poir.) Pada Lahan Pertanian Organik Dan
Konvensional. Jurnal HPT. Vol. 2 (1): 19-22.
Wulandari, Dian. 2014. Keanekaragaman Jamur Endofit Pada Tanaman Tomat
(Lycopersicum Esculentum Mill.) Dan Kemampuan Antagonisnya Terhadap
Phytophthora Infestans