Anda di halaman 1dari 30

Advertising Asistensi linx_iploo

LOGO
Berasal dari kata logo, type (Merriam-Webster Dictionary), merupakan sebuah huruf atau
sebuah plat yang dicetakkan yang memiliki makna, yang biasa dipergunakan sebagai nama surat kabar
atau lambang (1816).
Dalam perkembangannya, logo mengalami deformasi bentuk mulai dari bentuk-bentuk logo
yang rumit hingga menjadi sebuah bentuk yang sederhana dan mudah diingat. Pelbagai pilihan elemen-
pun ikut bertambah, mulai dari penggunaan inisial, nama perusahaan, monogram maupun pictogram.
Seiring dengan perkembangan dunia periklanan, peran logo menjadi amat penting terutama dalam
pembuatan strategi branding sebuah produk. Fungsi identitas merupakan ukuran sebuah logotype,
dengan hanya melihat logo seseorang akan ingat, tertarik, lalu membeli. Dari fungsi ini, logo kemudian
menjadi ukuran sebuah citra, baik citra sebuah produk, perusahaan maupun organisasi.

Jenis & Tipe Logo


Pada masa awal perkembangannya, pembagian jenis logo tidaklah serumit sekarang. Mula-mula
logo hanya berupa bentuk yang tak terucapkan seperti gambar, yang dibuat oleh perajin untuk lambang
kerajaan. Seiring dengan berkembangnya jaman, logo tidak hanya digunakan untuk kepentingan
kerajaan saja, melainkan untuk memberi tanda pada barang-barang yang dijual di pasar.
Pembagian jenis logo secara sederhana terbagi atas dua bagian yaitu Word Marks atau Brand
Name yaitu logo yang tersusun dari bentuk terucapkan, serta Device Marks atau Brand Mark yang
tersusun dari bentuk tak terucapkan. Bisa pula logo terdiri atas keduanya, yang merupakan kombinasi
dari brand name dan brand mark. Sebagai contoh untuk brandname adalah logo Sony yang hanya
tersusun dari kata sony, dan Shell logo untuk brand mark yang tersusun dari gambar kerang. Sedangkan
paduan keduanya adalah seperti logo rokok Djarum, yang terdiri dari tulisan Djarum dan gambar
jarum.
Kemudian dengan semakin bertambahnya jumlah produk di pasar, serta semakin kompleknya
karakteristik pasar muncul berbagai jenis logo, yang pada dasarnya merupakan paduan dari dua jenis
logo diatas. Berikut kami sajikan beberapa jenis logo, yang penggolongannya berdasarkan pendapat
John Murphy dan Michael Rowe * :
Name - Only Logo
Adalah logo yang diambil dari sebuah nama, dengan menggunakan gaya grafis khusus. Logo jenis ini
memberi ketegasan dan pesan langsung kepada konsumen. Contoh logo jenis ini seperti pada produk
sandang karya perancang ternama Yves Saint Laurent, produk elektronik Sony, Toshiba, Panasonic,
produk kamera Nikon, Leica, Yashica, peralatan fotokopi Xerox, dan lain-lain.

Name/Symbol Logo
Yaitu logo yang terdiri dari nama perusahaan atau produk dengan gaya tipografis yang berkarakter
kuat, tersusun atas bentuk-bentuk grafis seperti oval, lingkaran atau kotak. Sebagai contoh adalah logo
Ford, Du Pont, Hertz dan banyak lagi. Kelebihan jenis logo ini adalah pada bentuknya yang ringkas
dan fleksibel karena jenis logo seperti ini mampu berdiri sendiri.

Initial Letter Logo


Yaitu logo yang menggunakan huruf awal (inisial) dari nama produk atau perusahaan dan
menjadikannya sebagai elemen utama dari logo tersebut. Logo jenis ini terkadang menunjukkan
gabungan nama pemilik perusahaan seperti logo produsen hardware komputer Hewlett-Packard. Selain
contoh diatas banyak contoh lain seperti logo Bank BCA, IBM, RCTI, dan lainnya.

Pictorial Name Logo


Adalah logo yang menggunakan nama produk atau organisasi sebagai komponen penting dari gaya
logo, yang secara keseluruhan logo ini memiliki gaya yang sangat khusus. Perusahaan yang
menggunakan logo jenis ini, biasanya adalah perusahaan yang sudah terkenal, seperti Coca Cola,
Kodak, McDonald, Rolls Royce dan lain sebagainya. Karena kuatnya image perusahaan/produk yang
memakai logo ini, maka bila terjadi peniruan logo tersebut oleh produk atau perusahaan lain maka citra
yang dihasilkannya tetap mengarah pada produk atau perusahaan yang ditiru.

Associative Logo
Yaitu logo yang berdiri bebas yang biasanya tidak memuat nama produk atau perusahaan, tetapi
memiliki asosiasi langsung dengan nama, produk atau wilayah aktifitasnya. Sebagai contoh logo
perusahaan pembuat pesawat terbang Aerospatiale, logonya terdiri dari kalimat Aerospatiale yang
membentuk bola planet yang dengan jelas memperlihatkan jangkauan aktifitasnya yakni penerbangan,
logo perusahaan minyak Shell yang menunjukkan gambar kerang sebagai asosiasi dari fosil penghasil
minyak, kemudian logo 20th Century Fox, yang menggambarkan gemerlap dan megahnya dunia
perfilman dan masih banyak lagi. Jenis logo seperti ini mempunyai daya tarik kuat dan mudah untuk
dipahami.

Allusive Logo
Yang dimaksud dengan allusive logo adalah logo yang bersifat kiasan, seperti logo Mercedes Benz
yang terdiri dari bentuk bintang segitiga yang merupakan representasi dari sistem kemudi mobil,
bentuk A pada perusahaan penerbangan Alitalia yang dideformasikan dari bentuk ekor pesawat yang
berfungsi sebagai penyeimbang. Logo jenis ini memiliki hubungan yang tidak langsung antara nama
dengan logonya sehingga logo jenis ini sulit untuk dipahami, dan memerlukan waktu lebih agar
seseorang bisa memahami apa maksud dari logo yang bersangkutan.

Abstract Logo
Yang dimaksud dengan logo jenis ini adalah logo yang dapat menimbulkan beraneka kesan, yang
dipengaruhi oleh daya pemahaman konsumen. Ini terjadi karena bentuk visual logo ini sangat abstrak.
Diantaranya mengambil suatu bentuk struktural yang dikreasikan dengan efek optis yang bervariasi.
Sebagai contoh adalah logo Citroen. Logo jenis ini sangat disukai di Amerika, karena logo jenis ini
mampu dibuat dengan bermacam variasi dan sangat orisinil sehingga terjadinya kemiripan sebuah logo
dengan logo yang lainnya akibat dari banyaknya produk dan perusahaan yang tumbuh di Amerika bisa
dihindari.
Bentuk logo abstrak yang ada di Indonesia adalah seperti logo Bakrie Brothers. Abstract logo pertama
kali digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar Jepang, yang kemudian perusahaan-perusahaan
tersebut mengalami kesuksesan di negara barat, sehingga menjadi ide baru bagi perkembangan logo di
dunia barat. Logo jenis ini sekarang menjadi standar disain logo kontemporer. Kelemahan dari jenis
logo ini adalah bentuknya yang abstrak, sehingga sukar dipahami oleh konsumen serta tidak memiliki
pengertian yang benar-benar tepat seperti apa yang diinginkan.
ELEMEN-ELEMEN PEMBENTUK LOGO

Sebagai bagian dari perencanaan corporate identity design, logo ibarat bagian tubuh yang
mampu mengutarakan isi hati produk atau perusahaan. Dari sisi pemasaran, logo mempunyai fungsi
identitas yang membedakan sebuah sebuah produk dengan produk lainnya. Kesemuanya itu tak lepas
dari hakikat logo itu sendiri, sebagai sebuah karya seni rupa yang biasa berupa dwi matra (dua dimensi)
atau tri matra (tiga dimensi).

Sebagai karya seni rupa, sebuah logo tidak bisa lepas dari elemen-elemen senirupa dasar yang
membentuknya seperti garis, bentuk, warna, ruang, tipografi dll. Seperti yang dikemukakan oleh John
Murphy : The successful designer of trademarks and logos needs to have basic intellectual and
draftsmanship skills in addition to a sensitivity to the aesthetic elements of design. Yang berarti,
seorang perancang logo dan cap dagang yang sukses, perlu memiliki kepandaian dasar dan
keterampilan dalam menggambar dalam hubungannya dengan kepekaan terhadap elemen estetika
disain.

Pada bagian ini kami menyajikan secara ringkas elemen-elemen pembentuk logo, antara lain
sebagai berikut :

1.GARIS
2.BENTUK
3.WARNA
4.TIPOGRAFI

1. GARIS
Pengertian garis menurut Leksikon Grafika adalah benda dua dimensi tipis memanjang.
Sedangkan Lillian Gareth mendefinisikan garis sebagai sekumpulan titik yang bila dideretkan maka
dimensi panjangnya akan tampak menonjol dan sosoknya disebut dengan garis. Terbentuknya garis
merupakan gerakan dari suatu titik yang membekaskan jejaknya sehingga terbentuk suatu goresan.
Untuk menimbulkan bekas, biasa mempergunakan pensil, pena, kuas dan lain-lain. Bagi senirupa garis
memiliki fungsi yang fundamental, sehingga diibaratkan jantungnya senirupa.
Garis sering pula disebut dengan kontur, sebuah kata yang samar dan jarang dipergunakan.
Pentingnya garis sebagai elemen senirupa, sudah terlihat sejak dahulu kala. Nenek moyang manusia
jaman dulu, menggunakan garis ini sebagai media ekspresi senirupa di gua-gua. Mereka menggunakan
garis ini untuk membentuk obyek-obyek ritual mereka. Sebagai contoh adalah lukisan di dinding gua
Lascaux di Prancis, Leang-leang di Sulawesi, Altamira di Spanyol dan masih banyak lainnya.

Selain berupa lukisan, nenek moyang manusia juga menggunakan garis sebagai media
komunikasi, seperti huruf paku peninggalan bangsa Phoenicia (abad 12 - 10 SM) yang berupa goresan-
goresan.Disamping potensi garis sebagai pembentuk kontur, garis merupakan elemen untuk
mengungkapkan gerak dan bentuk. Baik bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi. Suasana dalam garis
Dalam hubungannya sebagai elemen senirupa, garis memiliki kemampuan untuk mengungkapkan
suasana.

Suasana yang tercipta dari sebuah garis terjadi karena proses stimulasi dari bentuk-bentuk
sederhana yang sering kita lihat di sekitar kita, yang terwakili dari bentuk garis tersebut. Sebagai
contoh adalah bila kita melihat garis berbentuk 'S', atau yang sering disebut 'line of beauty' maka kita
akan merasakan sesuatu yang lembut, halus dan gemulai. Perasaan ini terjadi karena ingatan kita
mengasosiasikannya dengan bentuk-bentuk yang dominan dengan bentuk lengkung seperti penari atau
gerak ombak di laut.

Beberapa jenis garis beserta suasana yang ditimbulkannya seperti, garis lurus mengesankan
kekuatan, arah dan perlawanan. Garis lengkung mengesankan keanggunan, gerakan, pertumbuhan.
Berikut kami sajikan beberapa jenis garis beserta asosiasi yang ditimbulkannya :
● Horizontal : Memberi sugesti ketenangan atau hal yang tak bergerak.
● Vertikal : Stabilitas, kekuatan atau kemegahan.
● Diagonal : Tidak stabil, sesuatu yang bergerak atau dinamika. • Lengkung S : Grace,
keanggunan.
● Zig-zag : Bergairah, semangat, dinamika atau gerak cepat.
● Bending up right : Sedih, lesu atau kedukaan.
● Diminishing Perspective : Adanya jarak, kejauhan, kerinduan dan sebagainya.
● Concentric Arcs : Perluasan, gerakan mengembang, kegembiraan dsb.
● Pyramide : Stabil, megah, kuat atau kekuatan yang masif.
● Conflicting Diagonal : Peperangan, konflik, kebencian dan kebingungan.
● Spiral : Kelahiran atau generative forces.
● Rhytmic horizontals : Malas, ketenangan yang menyenangkan.
● Upward Swirls : Semangat menyala, berkobar-kobar, hasrat yang tumbuh.
● Upward Spray : Pertumbuhan, spontanitas, idealisme.
● Inverted Perspective : Keluasan tak terbatas, kebebasan mutlak, pelebaran tak terhalang.
● Water Fall : Air terjun, penurunan yang berirama, gaya berat.
● Rounded Archs : Lengkung bulat mengesankan kekokohan.
● Rhytmic Curves : Lemah gemulai, keriangan.
● Gothic Archs : Kepercayaan dan religius.
● Radiation Lines : Pemusatan, peletupan atau letusan.

Lebih jauh lagi, garis sesuai fungsinya yang khas, yang mampu membentuk symbol yang
memiliki pengertian khusus, sangat menunjang penggunaannya sebagai elemen symbol. Penggunaan
garis sebegai elemen symbol, pertama kali diperkenalkan oleh Otto Neurath (1882 - 1945) seorang
pengajar dan ilmuwan sosial, yang menamakan symbol tersebut sebagai Isotype.

Kemudian bahasa Isotype ini berkembang dan menjadi salah satu bahasa gambar yang mampu
mewakili berbagai bentuk komunikasi. Dalam perkembangan selanjutnya bentuk-bentuk simbol ini
banyak dipergunakan dalam perancangan logo dalam upayanya agar mudah diingat dan mempunyai
daya komunikasi yang baik.

2. BENTUK
Pengertian bentuk menurut Leksikon Grafika adalah macam rupa atau wujud sesuatu, seperti
bundar elips, bulat segi empat dan lain sebagainya. Dari definisi tersebut dapat diuraikan bahwa bentuk
merupakan wujud rupa sesuatu, biasa berupa segi empat, segi tiga, bundar, elip dsb. Pada proses
perancangan logo, bentuk menempati posisi yang tidak kalah penting dibanding elemen-elemen
lainnya, mengingat bentuk-bentuk geometris biasa merupakan simbol yang membawa nilai emosional
tertentu.

Hal tersebut biasa dipahami, karena pada bentuk atau rupa mempunyai muatan kesan yang kasat
mata. Seperti yang diungkapkan Plato, bahwa rupa atau bentuk merupakan bahasa dunia yang tidak
dirintangi oleh perbedaan-perbedaan seperti terdapat dalam bahasa kata-kata. Namun teori Plato
tersebut tidaklah mesti berlaku semestinya. Ada aspek lain yang mengakibatkan bahasa bentuk tidak
selalu efektif. Seperti penerapan bentuk-bentuk internasional dengan target sasaran tradisional atau
sebaliknya.

Dengan kata lain, bila target sasaran tidak terbiasa dengan bahasa kasat mata tradisional,
pergunakan bahasa kasat mata internasional demikian pula sebaliknya. Sebagai contoh adalah bila kita
merancang logo armada angkatan bersenjata republik Tanzania misalnya, kurang lazim bila kita
memilih bentuk keris atau mandau sebagai elemen penunjang dalam logo tersebut, karena bentuk keris
dan mandau kurang atau bahkan tidak dikenal oleh rakyat Tanzania. Dari contoh diatas, kemudian
muncul teori tentang frame of reference (kerangka referensi) dan field of reference (lapangan
pengalaman) yang menjelaskan bahwa penerimaaan suatu bentuk pesan, dipengaruhi oleh beberapa
aspek yakni panca indra, pikiran serta ingatan.

Jadi seperti contoh masalah diatas, bentuk logo tersebut akan lebih efektif dan komunikatif bila
ditujukan pada angkatan bersenjata Republik Indonesia, dan tidak dengan Republik Dominika karena
mereka tidak memiliki frame of reference dan field of reference tentang keris atau mandau dalam
ingatan mereka.

Berikut kami sajikan beberapa contoh bentuk dan asosiasi yang ditimbulkannya berdasarkan
buku Handbook of Design & Devices tulisan Clarence P. Hornung.

1. Segitiga, merupakan lambang dari konsep Trinitas.


Sebuah konsep religius yang mendasarkan pada tiga unsur alam semesta, yaitu Tuhan, manusia dan
alam. Selain itu segitiga merupakan perwujudan dari konsep keluarga yakni ayah, ibu dan anak. Dalam
dunia metafisika segitiga merupakan lambing dari raga, pikran dan jiwa. Sedangkan pada kebudayaan
Mesir, segitiga digunakan sebagai simbol feminitas dan dalam huruf Hieroglyps segitiga
menggambarkan bulan.

2. Yin Yang, merupakan bentuk yang termasuk dalam jenis Monad, yakni bentuk yang terdiri dari
figure geometris bulat yang terbagi oleh dua bentuk bersinggungan dengan masing-masing titik pusat
yang berhadapan. Di China bentuk seperti ini disebut Yin Yang, di Jeapng disebut Futatsu Tomoe
sedangkan orang Korea menyebutnya Tah Gook. Yin Yang merupakan gambaran dua prinsip alam,
Yang melambangkan kecerahan Ð Yin melambangkan kegelapan, Yang melambangkan nirwana Ð Yin
melambangkan dunia, Yang sebagai matahari Ð Yin sebagai bulan, Yang memiliki posisi aktif,
maskulin Ð Yin pasif, feminin. Kesemuanya itu melambangkan prinsip dasar kehidupan, yakni
keseimbangan.

3. WARNA
Pemahaman tentang warna dibagi dalam dua bagian berdasarkan sifat warna antara lain sebagai
berikut : 1. Warna menurut ilmu Fisika. Adalah sifat cahaya yang bergantung dari panjang gelombang
yang dipantulkan benda tersebut. Benda yang memantulkan semua panjang gelombang terlihat putih,
benda yang sama sekali tidak memantulkan terlihat hitam. Dispersi terjadi apabila sinar matahari
melalui prisma kaca yang berbentuk spektrum dan kecepatan menjalarnya tergantung pada panjang
gelombangnya. Warna utama dari cahaya atau spektrum adalah biru, kuning dan merah dengan
kombinasi-kombinasi yang dapat membentuk segala warna. 2. Warna menurut ilmu Bahan. Adalah
sembarang zat tertentu yang memberikan warna. Pigmen memberikan warna pada tumbuh-tumbuhan,
hewan, juga pada cat, plastik dan barang produksi lainnya kecuali pada tekstil yang menggunakan
istilah zat celup untuk mewarnainya. Suatu pigmen berwarna khas karena menghisap beberapa panjang
gelombang sinar dan memantulkan yang lain. Pigmen banyak digunakan dalam industri, misalnya
plastik, tinta karet dan lenolum.

Sebagai bagian dari elemen logo, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih
mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari logo tersebut. Dalam perencanaan corporate
identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Lebih lanjut dikatakan oleh
Henry Dreyfuss, bahwa warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari
simbol-simbol tersebut. Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada segitiga pengaman,
warna-warna yang digunakan untuk traffic light merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan
hijau untuk jalan.

Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mampu memberikan impresi yang cepat dan kuat.
Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis
diuraikan oleh J. Linschoten dan Drs. Mansyur tentang warna sbb: Warna-warna itu bukanlah suatu
gejala yang hanya dapat diamati saja, warna itu mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting
dalam penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda.

Dari pemahaman diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain hanya dapat dilihat dengan mata
ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut
menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda. Berikut kami sajikan potensi karakter warna
yang mampu memberikan kesan pada seseorang sbb :
a) Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap) dengan sendirinya menjadi lambang untuk sifat gulita
dan kegelapan (juga dalam hal emosi).
b) Putih, sebagai warna yang paling terang, melambangkan cahaya, kesulitan dsb.
c) Abu-abu, merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan
spesifik.
d) Merah, bersifat menaklukkan, ekspansif (meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup).
e) Kuning, dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam, merupakan wakil dari hal-hal atau benda
yang bersifat cahaya, momentum dan mengesankan sesuatu.
f) Biru, sebagai warna yang menimbulkan kesan dalamnya sesuatu (dediepte), sifat yang tak
terhingga dan transenden, disamping itu memiliki sifat tantangan.
g) Hijau, mempunyai sifat keseimbangan dan selaras, membangkitkan ketenangan dan tempat
mengumpulkan daya-daya baru.

Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan
sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi :
1. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah,
biru, hijau dsb.
2. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan
warna dari putih hingga hitam.
3. Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah
atau suramnya warna.

Selain Prang System terdapat beberapa sistem warna lain yakni, CMYK atau Process Color
System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe Weighted Color System,
Substractive Color System serta Additive Color/RGB Color System.
Diantara bermacam sistem warna diatas, kini yang banyak dipergunakan dalam industri media
visual cetak adalah CMYK atau Process Color System yang membagi warna dasarnya menjadi Cyan,
Magenta, Yellow dan Black. Sedangkan RGB Color System dipergunakan dalam industri media visual
elektronika.

4. TIPOGRAFI
Pengertian tipografi menurut buku Manuale Typographicum adalah : Typography can defined a
art of selected right type printing in accordance with specific purpose ; of so arranging the letter,
distributing the space and controlling the type as to aid maximum the reader's.
Dari pengertian diatas, memberikan penjelasan bahwa tipografi merupakan seni memilih dan
menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan
kesan khusus, sehingga akan menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca
semaksimal mungkin. Sebagai bagian dari kebudayaan manusia, huruf tak pernah lepas dari kehidupan
keseharian.
Hampir setiap bangsa di dunia menggunakannya sebagai sarana komunikasi. Sejarah
perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain
dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf
Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglyphe pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini
merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus. Bentuk
tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya
menyebar keseluruh Eropa. Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad ke-8 SM di
Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya.
Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem
tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk
huruf-huruf Romawi. Perkembangan tipgrafi saat ini mengalami perkembangan dari fase penciptaan
dengan tangan (hand drawn) hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat
penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan
huruf yang ratusan jumlahnya.
Berikut kami sajikan beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh James
Craig, antara lain sbb :

1. Roman
Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf
Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang
ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.
2. Egyptian
Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan
dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulakn adalah kokh, kuat,
kekar dan stabil.

3. Sans Serif
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung
hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan
oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.

4. Script
Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam
dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.

5. Miscellaneous
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan
dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.

Dalam pemilihan jenis huruf, yang senantiasa harus diperhatikan adalah karakter produk yang
akan ditonjolkan dan juga karakter segmen pasarnya. Seperti misalnya pada produk minyak wangi
untuk wanita jarang yang menggunakan jenis huruf Egyptian karena berkesan kuat dan keras dan
biasanya mempergunakan jenis huruf Roman yang bernuansa klasik dan lembut sehingga cocok dengan
karakter minyak wangi dan wanita.
Trend Logo Design :

1. Blanket
Gaya ini memiliki visual seperti kain mendatar, bergelombang, atau berkibar membentuk suatu
bentuk tertentu. Bentuk visual logo dewasa ini banyak dikembangkan dengan gaya seperti kain
ini dengan tujuan untuk memberikan kesan keluasan tempat yang didefinisikan melalui bentuk
perspektif dan kekaburan objek karena adanya jarak dan ruang.

2. Blender
Intensif dengan bentuk gerakan dinamis dan cahaya, gaya logo jenis ini memberikan kesan
suatu obyek dalam pusaran. Obyek melengkung-lengkung dengan bentuk visual seperti tepisan
cahaya. Bentuk visual lambang seperti ini mengesankan kekuatan atau sumber energi, dan kini
banyak dipergunakan sebagai lambang produk maupun organisasi.
3. Button
Dengan bentuk yang berdimensi, lengkap dengan efek bayangan dan cahaya. Bentuk seperti
tombol ini, memberikan kesan manfaat bagi konsumen. Sebuah tombol memiliki kesan fungsi
jika ditekan. Bila tombol Dell ditekan seakan muncul komputer. Bila tombol Beeline Cellular
maka anda akan terhubung dengan yang lain. Makanya logo jenis ini banyak dipergunakan pada
produk-produk elektronik dan komunikasi.

4. Dot Fuzz
Visi, gerakan dinamis, dan kekuatan nampaknya menjadi hal yang ingin disampaikan dari gaya
desain jenis ini. Secara visual menampilkan pola garis layar, yang menjadikannya sebagai
bagian dari karakter lambang tersebut. kelebihan gaya jenis ini adalah terkadang memiliki kesan
visual ganda. Sebagai contoh adalah logo AJ Mobilita Srl yang didesain oleh Studio GT&P,
memiliki kesan gerakan dinamis dan kesan jarak di kejauhan.
5. Orbs
Secara visual gaya desain ini berbentuk bulatan yang menyerupai bola kristal atau batu mulia,
yang seringkali memiliki pola alam semesta, bintang maupun cairan. Tren jenis ini memberikan
kesan proses yang komplek dibalik produk yang menggunakan logo tersebut, namun dikemas
secara simpel dan mudah dipergunakan. Sebagai contoh adalah logo Sony Ericsson, yang
menggunakan pola Orbs cairan.

6. Dry Brush
Dengan pola sapuan kuas, gaya desain ini terkesan apa adanya dan manusiawi. Seringkali
dikombinasikan dengan pola teratur dan pola yang tidak teratur sehingga menghasilkan kesan
keseimbangan. Sebagai contoh adalah logo Osaka Sushi, yang secara visual berbentuk ikan.
Dengan gaya sapuan kuas Kanji (huruf mandarin), logo tersebut terkesan sangat manusiawi,
benar-benar buatan tangan dan segar.
7. Embellish
Gaya jenis ini biasa dibagi dalam dua bagian yakni bentuk visual yang detil dan bentuk visual
dingbat (dingbat adalah tipografi/huruf yang berupa simbol atau ornamen) yang dipadukan
dengan elemen latar belakang yang disesuaikan. Kaya dengan ritme dan emosi, logo jenis ini
sering diasosiasikan dengan seni. Jenis logo ini mewakili jiwa kalangan anak muda dan serta
menjadi bagian dari budaya skateboard yang menyertainya.

8. Overlay
Tren jenis ini menggunakan layer (transparansi seperti plastik) sebagai kekuatan visualnya.
Kecerahan warna sangat diperlukan pada logo jenis ini, untuk menghindari transisi warna yang
kusam diantara layer-layernya. Salah satu pendorong munculnya tren logo jenis ini adalah
kemajuan teknologi. Software desain seperti Adobe Illustrator, begitu memudahkan para
desainer untuk bermain dengan layer dengan bermacam-macam warna secara vektor. Sebagai
contah adalah apa yang telah dilakukan desainer dari Iconologic dalam proses perancangan
desain logo Winter Olympic 2006 di Torino, Italia.
9. Splat
Tren desain ini memiliki ciri khas penggunaan obyek-obyek seperti Rorshach test (test yang
menggunakan pola noda tinta, untuk menguji kondisi emosional & intelektual seseorang)
hingga bentuk cipratan darah. Contoh gaya desain ini seperti yang digunakan pada logo FIFA
World Cup 2006.

10. Glow
Dengan menggunakan bentuk vignet yang halus sebagai dasarnya, gaya jenis ini menggunakan
efek glow sebagai ciri khas. Teknik ini telah menjadikan logo yang biasa saja menjadi sesuatu
yang spesial.
11. Transparent 3D
Bila ada teknik visualisasi desain logo yang memiliki pengaruh yang dramatis selama beberapa
tahun terakhir, adalah adaptasi dari teknik transparansi. Meski teknik ini telah muncul pada
tahun 2003, namun tidak ada yang memperhitungkan betapa besar pengaruhnya kini. Beberapa
tren logo yang menjadi tren tahun ini, bisa jadi memiliki kategori ganda dan termasuk juga
dalam kategori ini. Gaya logo ini terdiri dari layer-layer transparan dengan bentuk, gradasi
warna dan pencahayaan.

12. Filigree
Pada suatu masa, gaya desain in pernah ada dan hanya dipergunakan pada desain mata uang,
sertifikat saham, cukai rokok dsb. Gaya desain Filigree yang menggunakan gelombang garis-
garis yang menyerupai spirograph memiliki kesan kualitas tinggi, prestise dan jaminan
keamanan. Teknis ukiran menambah kesan warisan budaya pada desain aplikasi yang
menggunakannya. Contoh logo untuk tren desain ini adalah logo Bank of New York, yang
dikembangkan oleh Lippincott Mercer.
13. Post Apocalyptic
Dengan menggunakan bentuk bola dunia yang mengalami deformasi sedemikian rupa, sehingga
kesannya yang tertinggal adalah atmosfir dari bola dunia tersebut. Demikian pula dengan
konsep yang menyertainya. Bila perusahaan anda adalah perusahaan global, bukan bola dunia
yang jadi pesannya melainkan apa yang bisa anda berikan untuk bola dunia itu. Sebagai contoh
AT&T, perusahaan ini tidak memberikan pada anda bola dunia, tetapi menghubungkan kita
semua dan memberi solusi pada dunia terhadap kendala geografis yang ada.

14. Vivid
Titik utama pada gaya ini adalah warna. Dengan hue warna vivid serta menggunakan spektrum
warna penuh, menjadikan logo memiliki gaya desain tersendiri. Logo acara, tempat tujuan
wisata serta pesta perayaan banyak menggunakan gaya desain ini.
15. Scribbles
Tren desain jenis ini sangat mudah dikenali dengan pola garis-garis seperti yang dibuat oleh
anak kecil. Gaya jenis ini memiliki kesan frantic, dan dekat dengan gaya generasi muda. Meski
demikian gaya desain ini seringkali dipadukan dengan elemen tipografi yang bergaya formal
sehingga bisa menciptakan desain dengan impresi yang bebas namun tanpa meninggalkan
fungsinya.
NEW TREND LOGO DESIGN 2008

1. Supernova
Supernova adalah ledakan sebuah bintang galaxy. Jenis ini mengibaratkan sebuah kecepatan
yang ditandai dengan perspektif Streak atau Blur.

2. Fine Line
Umumnya logo didominasi dengan garis tebal, mengisaratkan ketegasan dan ini sudah lama
populer. Namun beda dengan salah satu model desain logo saat ini. Gabungan antara 2 elemen
yaitu gambar dan tulisan yang disamarkan merupakan salah satu trend model logo saat ini.
Dalam model ini membuat pembaca menjadi ingin tahu tulisan apa yang terkandung dalam logo
itu sendiri. Dalam artian, pembaca mau tidak mau akan membaca pesan yang terkandung dalam
logo itu sendiri.
3. FoldOver
FoldOver atau lipatan adalah jenis desain logo yang menggambarkan jalan keluar atau solusi
bagi pembaca. Desain ini mengarahkan pembaca untuk percaya pada product mereka untuk
menjadi solusi.
4. Global Expansion
Merupakan salah satu solusi desain logo untuk jenis perusahaan atau organisasi yang
mengedepankan hubungan international dan layak diakui dunia. Desain ini juga memiliki pesan
yang secara tidak langsung tersirat didalamnya, yakni “Hey, mungkin saat ini kita belum
global, tapi beri kami waktu” yang digambarkan dengan pola pusat yang semakin
berkurang ditepinya.

5. Loops
Menggambarkan sesuatu yang tanpa batas. Fleksibel seperti gelang karet, tersirat didalamnya
menandakan sebuah fleksibelitas tanpa batas untuk memenuhi setiap saat. Seperti logo Peugeot
307, menggambarkan bahwa kendaraan ini dapat digunakan dimana saja, kapan saja dan oleh
siapa pun.
6. Jawbreakers
Sebuah jenis logo yang bernuansa 70 op art dengan bertaburkan warna-warni yang menghiasi
berbentuk lingkaran seperti kembang gula. Jenis ini biasa digunakan untuk sesuatu hal yang
berhubungan dengan anak muda. Dan target pemasarannya pun juga sudah jelas dengan adanya
jenis logo ini, yakni anak muda atau remaja.

7. Strobe
Seperti sinar lampu adalah konsep dari jenis logo ini. Bereksplorasi lebih, adalah kata yang
tersirat dalam jenis logo ini.
8. Nimbus
Sebuah gambaran dari sinar matahari. Memiliki makna menerangi, solusi, prospek. Logo lebih
dihiasi dengan warna-warna terang. Karena tidak ada matahari yang gelap.

9. Stitch
Sebuah desain yang menyerupai jahitan, kayu, corak kain, dll. Merupakan desain logo yang
biasa digunakan untuk butik, prabotan rumah tangga, kerajinan tangan, dll.
10. Colorblind
Perpaduan macam warna yang membentuk sebuah simbol atau gambar. Jarang digunakan
karena 7% dari populasi pria dan 0,4% dari populasi wanita tidak dapat menafsirkan logo jenis
ini. Dan seluruh orang yang buta warna tidak dapat melihat gambar atau simbol yang terdapat
pada logo ini.

11. Amoeba
Berbentuk seperti amoeba, seperti gumpalan, lunak dan tidak ada lekukan tajam sama sekali.
Amoeba berasal dari kata Yunani amoibe, berarti untuk mengubah, dan cenderung terus
berubah. Unsur-unsur yang menyusun logo tersebut adalah sesuatu namun statis. Anda dapat
bayangkan hubungan antara bagian logo yang seolah-olah telah dibagi hanya dari satu sama
lain.
Proses morphing dan gerakan yang memberikan bayangan tentang struktur dan proses bisnis
diwakili di sini. Fleksibilitas memungkinkan usaha untuk menyesuaikan diri di industri yang
terus berubah. Ini adalah entitas yang merangkul nilai evolusi. Digunakan untuk sesuatu
product, perusahaan, organisasi yang akan terus berkembang.
12. Facets
Gambaran sebuah batu permata yang mengkilau. Menggambarkan sebuah nilai yang lebih,
sesuatu yang berharga, dan kejernihan visualisasi. Biasa digunakan oleh toko permata atau
perusahaan film dan pertelevisian. Dalam segi bisnis logo ini dapat menggambarkan kemegahan
dan kebesaran sebuah perusahaan.
13. Doodles
Sebuah desain yang berbentuk coretan tangan atau lukisan. Mengisyaratkan sebuah informasi
yang bersifat pribadi, memiliki pesan singkat “antara aku dan kamu”.

14. Flourish
Memiliki bentuk seperti tumbuhan, rambut, dan air yang menggambarkan kedinamisan, indah,
elegan dan sedikit feminin.
15. Fibrous
Berbetnuk seperti serat, menggambarkan dua buah rangakaian atau lebih menjadi satu untuk
membentuk kekuatan yang lebih besar, Rasa solidaritas yang tinggi, dan menghadapi pasang
surut bersama, menunjukkan tingkat kemerdekaan dan merayakan keragaman dari berbagai
komponen bersatu.
MENGGANTI DAN MENDESAIN LOGO PERUSAHAAN

Mengganti logo tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang harus
dipahami secara mendalam sebelum proses itu di lakukan. Apa yang harus kita lakukan bila pas bangun
pagi, kita merasa banyak hal di sekeliling kita buruk atau tidak memuaskan. Saat itulah kita harus
berubah. perubahan ini diperlukan untuk memperbaiki keadaan dan mencapai tujuan hidup yang tinggi.
Begitulah kira-kira yang terjadi pada suatu perusahaan ketika mereka berancang-ancang melakukan
pergantian logo.

Meski demikian, urusan ganti logo bukanlah proses yang sederhana dan mudah dilakukan.
Karena terkait dengan tujuan di masa depan, maka prosesnya harus terencana melalui berbagai
pertimbangan yang cermat dan matang. Ini, tidak bisa tidak, harus dilakukan mengingat logo bukanlah
sekadar lambang yang dipajang di papan atau kartu nama. Lebih dari itu, sebuah logo merupakan
bagian penting dari pondasi image branding perusahaan.

Berikut lima kriteria yang harus diperhatikan dalam mendesain logo perusahaan:

Pertama, ageless style.


Ketika mendesign logo, janganlah terpaku pada sesuatu yang keren. Buatlah sebuah logo klasik
yang bisa tumbuh dengan perusahaan, yang bisa dipertahankan untuk waktu yang lama. Sekali
terpampang di kartu nama atau papan nama, kita tidak bisa tiba-tiba seenaknya mengganti logo tersebut
lantaran bosan dengannya atau karena semua orang memakai style yang sama. Klien dan konsumen
mencari bisnis yang berumur panjang dan image yang stabil.

Kedua, distinctiveness.
Cobalah menemukan sesuatu yang unik agar logo anda tampak menonjol. Ini bisa di dukung
oleh suaty tagline yang tidak biasa untuk membedakan diri dengan kerumunan. Nike adalah logo yang
sangat sederhana tapi sangat menonjol dengan tagline "just do it". Tiap kali oran gmelihat logo itu,
mereka ingat "just do it". Beberapa waktu kemudian tanpa perlu melihat tagline lagi, hanya dengan
melihat logo, orang otomatis berpikir "just do it". Inilah konsep yang disebut imagery transfer.
Ketiga, appeal.
Cobalah membuat design yang menarik di lihat mata. Beberapa warna tertentu membangkitkan
minat konsumen, sementara yang lain menimbulkan emosi lain yang tidak diinginkan. Sebagai contoh,
warna merah dianjurkan untuk membuat orang merasa bersemangat atau marah, orange dikatakan
untuk mewakili sesuatu yang murah, biru melambangkan kejujuran dan integritas, sementara warna
netral mewakili stabilitas. Namun, agar tidak banayk membuang waktu, masalah warna ini sebaiknya
ditentukan paling akhir, yaitu setelah desainnya disetujui. Juga pastikan logo tersebut secara konsisten
menyampaikan pesan sama baik lewat kartu nama, papan nama, website dan iklan.

Keempat, convery the right image.


Dalam hal ini diajukan pertanyaan: Apakah logo anda di bicarakan dengan akurat? APakah ia
menyatkaan gaya perusahaan anda? sebaiknya jangan memilih tampilan yang liar dan gila, hanya
karena ingin tampil beda, kecuali itu memang sangat cocok dengan gaya bisnis anda.

Kelima, legibility.
Tanpa memandang gaya dan warna, pastikan bahwa logo tersebut mudah dibaca dan typo-free.
Perlu diingat kita memakai logo bukan secara pribadi, tapi secara publik. Fungsi logo adalah
membungkus identitas dan kepribadian perusahaan, sehingga dengan melihatnya saja orang tah persis
apa arti perusahaan itu bagi mereka.