Anda di halaman 1dari 9

Pendahuluan

Untuk mengukur suatu getaran mesin dibutuhkan suatu tranduser getaran yang
berfungsi untuk mengolah sinyal getaran menjadi sinyal lain, dalam hal ini sinyal listrik.
Tranduser getaran yang umum digunakan adalah velocity pickups, accelerometer dan non-
contact pickups. Masing¬masing tranduser tersebut mempunyai keuntungan dan kerugian
dalam aplikasinya. Tidak ada satupun tranduser yang dapat memberikan semua kebutuhan
pengukuran yang diperlukan, sehingga kita harus memilih tranduser yang paling cocok
untuk pekerjaan yang akan kita lakukan.

 Velocity Pickup

 Prinsip Kerja

Gambar tersebut menunjukkan skematik dari velocity pickups dan bagian-


bagiannya. Sistem tersebut terdiri dari massa yang dililiti o1eh suatu kumparan yang
dihubungkan dengan pegas dan damper. Dan suatu magnet permanen yang memberikan
medan magnet yang cukup kuat dipasang mengelilingi kumparan tersebut.

Prinsip kerja dari tranduser ini berdasarkan hukum fisika bahwa ” apabila suatu
konduktor digerakkan melalui suatu medan magnet, atau jika.suatu medan magnet
digerakkan melalui suatu konduktor, maka akan timbul suatu tegangan induksi pada
konduktor tersebut. Apabila transducer ini ditempatkan pada bagian mesin yang bergetar,
maka tranduser inipun akan ikut bergetar, sehingga kumparan yang ada di dalamnya akan
bergerak relatif terhadap medan magnet akan menghasilkan tegangan listrik pada ujung
kawat kumparannya. Sinyal listrik yang dihasilkan sebanding. dengan kecepatan getaran
mesin tersebut. Dengan mengolah/ mengukur dan menganalisa sinyal listrik dari tranduser,
maka getaran mesin dapat diukur / diketahui.
 Karakteristik

Velocity tranduser biasanya lebih umum digunakan untuk pengukuran maupun


analisa vibrasi. Karena tranduser ini cukup kuat,.mudah dalam .pemakaiannya, dan
tranduser ini juga mempunyai level output listrik yang relatif tinggi. Serta tidak
membutuhkan daya listrik untuk mengaktifkannya. Seperti tranduser lainnya,..velocity
transducer mempunyai batas maksimum dan minimum untuk daerah yang dapat diukur,
baik itu amplitude maupun frekuensi getaran. Gambar di bawah ini adalah salah satu contoh
daerah pengukuran untuk velocity pickup.

Tegangan output dari velocity pickup biasanya dinyatakan dalam bentuk millivolts
per inch per second. Sensitivitas dari velocity pickup akan konstan pada daerah.frekuensi
operasinya. Pada daerah frekuensi getaran yang rendah sensitivitas dari tranduser ini akan
menurun, karena pada frekuensi rendah gerakan coil cenderung mengikuti gerakan magnet.
Untuk pengukuran amplitudo dengan frekuensi dibawah 600 CPM, biasanya harga
pembacaan lebih rendah dari harga sebenarnya. .

Walaupun sensitivitas transducer tersebut turun pada frekuensi rendah,tetapi kita


masih bisa mengambil data pada daerah frekuensi tersebut dengan menggunakan grafik
koreksi faktor Pemakaian grafik ini hanya bisa digunakan,pada pembacaan amplitudo yang
telah difilter (amplitudo terhadap frekuensi). Untuk pembacaan overall (amplitudo terhadap
fungsi waktu) grafik tersebut tidak dapat digunakan.

 Aplikasi

Beberapa keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan velocity tranduser


untuk sistem pengukuran getaran adalah

• Dalam pengoperasiannya tranduser ini tidak memerlukan days dan


mempunyai sinyal output yang cukup kuat.
• Dapat dipasang langsung pada rumah bearing.
• Dapat dipegang Langan untuk melakukan suatu pengukuran getaran suatu
mesin.

Disamping beberapa keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan velocity


tranduser, ada juga beberapa kekurangannya antara lain

• Respon frekuensinya terbatas. Biasanya digunakan hanya pada daerah


frekuensi 600 CPM – 120.000 CPM.
• Relatif berat dan besar, sehingga membutuhkan ruangan yang cukup untuk
memasangnya. Jika dipasang pada rumah bearing yang kecil dapat meredam
vibrasi.
• Harus menggunakan faktor koreksi apabila digunakan pada frekwensi
dibawah 600 CPM.

 Accelerometer Tranduser

 Prinsip Kerja

Gambar di atas adalah diagram sederhana dari tipe accelerometer dengan sebuah
penguat didalamnya. Apabila tranduser ini ditempelkan pada bagian mesin yang bergetar,
maka getaran mekanis tersebut diteruskan melalui Case insulator ke bahan piezoeletric,
sehingga bahan tersebut mengalami tekanan sebanding dengan getarannya
Bahan piezoelectric tersebut mempunyai kemampuan untuk menimbulkan muatan listrik
sebagai respon terhadap gaya mekanis yang bekerja terhadapnya. Getaran mekanis yang
menghasilkan gaya akan mengenai bahan piezoeletric dan bahan tersebut akan
menimbulkan muatan listrik yang seband¬ing dengan besarnya percepatan dari getaran
tersebut. Muatan listrik yang ditimbulkan oleh bahan piezoelectric tersebut sangat kecil jika
dibandingkan dengan output velocity tranduser. Karena muatan listrik yang ditimbulkan
langsung oleh bahan piezoelectric begitu kecil, maka di dalam tranduser ini dibuat
rangkaian penguat electronik untuk memperkuat muatan listrik yang dihasilkan oleh bahan
piezoelectric, tersebut. Besarnya muatan yang dihasilkan langsung oleh bahan piezoelectric
biasanya dalam picocoulombs per g. Sedangkan besarnya sinyal yang dihasilkan setelah
melalui penguat, mempunyai sensitivitas 50 mv per g

 Karakteristik

Tranduser accelerometer umumnya mempunyai bentuk yang cukup kecil dan


ringan, serta range temperatur dan frekwensi kerjanya cukup lebar. Accelerometer adalah
merupakan sensor yang dapat digunakan sebagai sistem monitor getaran maupun untuk.
Analisis getaran.Tranduser ini mempunyai sensitivitas yang tinggi terhadap getaran dengan
frekuensi tinggi. Ukuran accelerometer cukup kecil dan ringan, sehingga accelorometer ini
sangat cocok digunakan di lokasi yang mempunyai ruang yang sangat terbatas.

 Aplikasi

Beberapa keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan tranduser


accelerometer untuk sistem pengukuran getaran adalah :

• Mempunyai respon yang baik terhadap frekuensi tinggi.


• mempunyai range frekuensi kurang dari 2 Cycle/second sampai lebih dari
20 KHz.
• Dengan bentuk yang kecil dan ringan dapat digunakan pada posisi dengan
ruang yang sangat terbatas.
• Dapat digunakan pada temperatur tinggi, yaitu sampai temperature kurang
lebih 500 derajat C.

Disamping beberapa keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan


accelerometer transducer, ada jugs beberapa kekurangannya antara lain :

• Tranduser accelorometer membutuhkan sinyal penguat external untuk


mendapatkan output yang cukup kuat.
• Sensitiv terhadap dan sinyal noise dengan frekwensi tinggi.
• Tidak cocok untuk pemakaian handhold, kecuali digunakan dengan low pass
fiter.
 Non-Contact pickup (proximitor)

 Prinsip Kerja

Tidak seperti tranduser velocity dan accelerometer, Tranduser non-contact tidak


mempunyai element yang dapat menimbulkan suatu tegangan atau muatan listrik sebagai
respon terhadap getaran.Sebagai ilustrasi pada gambar di atas, sensor non-contact
membutuhkan rangkaian elektronik, eksternal untuk membangkitkan suatu sinyal ac dengan
frekuensi yang sangat tinggi dan sinyal ac ini yang digunakan untuk mendeteksi getaran.

Pada mesin berputar, non-contact pickup digunakan untuk mengukur getaran poros
tanpa menyentuh poros tersebut. Sinyal ac dengan frekuensi yang sangat tinggi (disebut
carrier sinyal) dikirimkan pada koil. Suatu permukaan logam (dalam hal ini poros) yang
dekat dengan koil akan menyerap energi dari medan magnet tersebut dan akan mengurangi
amplitude sinyal carrier.
Apabila jarak antara poros dengan ujung koil berubah-ubah, maka amplitude sinyal
carrier juga akan berubah-ubah sebanding dengan jarak antara poros dengan koil tersebut.
Tranduser non-contact dipasang pada suatu mesin dengan jarak tertentu, jarak antara ujung
tranduser dengan poros dari mesin disebut gap. Gap ini diatur sesuai dengan karakteristik
tranduser dan mesin yang akan digunakan. Tranduser ini sangat baik untuk memantau
getaran poros pada mesin yang berputar dengan kecepatan tinggi dan menggunakan sleeve
bearing.

 Aplikasi

Beberapa keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan non-contact pickup


untuk sistem pengukuran getaran adalah

• Dengan menggunakan tranduser non-contact dapat dilakukan pengukuran


gerakan poros mesin dari kedua arah radial maupun gerakan pada arah axial.
• Dengan menggunakan dua tranduser non-contact yang dipasang dengan
sudut 90, maka dapat dilihat bentuk orbit dari gerakan poros.
• Dapat digunakan sebagai “keyphasor” untuk pengukuran sudut phase dan
kecepatan mesin.
• Respon frekuensi sampai dengan 5 KHz ( 0-300.000 CPM).
• Dapat digunakan untuk cek hot alignment mesin.

Disamping beberapa keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan non-


contact pikup, ada juga beberapa kekurangannya antara lain :

• Sangat sensitiv terhadap kondukiivitas permukaan logam yang dideteksi.


Getaran output sangat terpengaruh oleh mechanical.dan electrical runouts.
• Pemasangan tranduser pada bearing housing harus benar- benar kuat. Tidak
cocok untuk pemakaian handhold.
• Output dari tranduser dapat terpengaruh bila ujung . probe sensor ter kena
oleh kotoran serbuk logam yang terkandung dalam oil.
• Tranduser tidak dapat menghasilkan sinyal output tanpa bantuan rangkaian
elektronik dan catu daya dari luar.

 Teknik Pemilihan Trand user

Seperti yang telah kita ketahui bahwa tidak ada satupun tranduser yang cocok
digunakan untuk semua pemakaian, sehingga kita perlu memilih tranduser mana yang
paling cocok yang akan kita gunakan untuk keperluan kita.
Ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam proses pemilihan transduser
ini. Pemilihan transduser ini adalah langkah yang paling penting dalam proses mendapatkan
data vibrasi yang benar dan akurat Tiap-tiap mesin mempunyai karakteristik getaran yang
berbeda¬beda dan spesifik, sebagai contoh : sebuah gearbox dengan ball bearing akan
mempunyai karakteristik getaran pada frekuensi tinggi, hal tersebut jarang tedadi•pada
motor yang menggerakkan fan dengan kecepatan rendah. Contoh lain adalah sebuah pompa
besar atau kompresor dengan sleeve bearing dimana kita menginginkan meneliti gerakan
shaft mesin tersebut.

Dari dua contoh diatas terdapat perbedaan parameter yang harus diukur, sehingga
dibutuhkan tranduser yang berbeda untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.
Jadi pemilihan tranduser bergantung pads beberapa hal yaitu :

- Karakteristik mekanik mesin Parameter yang akan diukur


- Daerah ftekwensi getaran yang akan diukur
- Pertimbangan pemasangan. Kondisi lingkungan dll

 KarakteristikMekanikMesin

Untuk mengukur clearances bearing, posisi rotor atau getaran shaft dibutuhkan
pengukuran displacement dengan menggunakan tranduser non-contact. Tranduser non-
contact mengukur getaran relatif shaft terhadap rumah bearing. Tranduser ini bisa
dikombinasi dengan tranduser velocity yang mengukur getaran relatif shaft dengan casing.

Untuk mesin-mesin yang besar dan berat dengan rotor yang relatif lebih ringan dan
bekerja pads RPM tinggi tranduser non-contact, adalah yang paling cocok untuk
pengukuran dis¬placement/getaran porosnya.

 Parameter Pengukuran

Pertama yang harus dipertimbangkan dalam proses pemilihan tranduser yang akan
digunakan adalah parameter apa yang kita inginkan untuk diukur. Biasanya parameter-
parameter tersebut adalah displacement (perpindahan), Velocity (kecepatan) dan
acceleration (percepatan).

 Displacement:

Displacement dapat diukur dengan tranduser velocity dan tranduser acceleration.


Hal ini dilakukan dengan cara mengintegralkan hasil pengukuran dari kedua tranduser
tersebut dengan rangkaian inte¬grator yang biasanya sudah ada pada alat pengukur getaran.
Tranduser jenis non-contact mengukur langsung displacement getaran tanpa memerlukan
proses integrasi.

Tranduser velocity, dapat digunakan untuk mengukur displacement dengan


rangkaian single integrator, tetapi apabila kita akan bekerja pada frekuensi rendah, kita
harus mempertimbangkan bahwa tranduser velocity akan kurang sensitif apabila digunakan
pada frekuensi dibawah 600 CPM. Akibat adanya proses integrasi akan menimbulkan juga
noise elektronik pada pengukuran frekuensi rendah tersebut.

Tranduser accelerometer, dapat digunakan untuk mengukur diplacement getaran


dengan rangkaian double integrator. Seperti halnya tranduser velocity, menggunakan
tranduser accelorometer untuk mengukur displacement getaran akan memberikan attenuasi
dan noise pada pengukuran frekuensi rendah.

 Velocity

Velocity dapat juga diukur dengan transducer velocity dan accelerometer. Sensor
velocity dapat mengukur langsung kecepatan getaran tanpa proses integrasi. Sensor
accelerometer untuk mendapatkan kecepatan getaran membutuhkan rangkain single
integrator, dan dapat mengukur frekuensi getaran sampai dengan kira-kira 3 Hz, atau 180
CPM.

 Acceleration

Acceleration sebaiknya diukur hanya dengan accelerometer. Secara teoritis


memungkinkan untuk mengukur acceleration menggunakan tranduser velocity dengan
menambah rangkain difrensiator yang biasanya juga sudah ada di dalam alas pengukuran
getaran.

Yang paling baik dalam pemilihan tranduser adalah tranduser yang akan mengukur
secara langsung. Tranduser displacement untuk mengukur displacement, tranduser velocity
untuk mengukur kecepatan getaran dan accelorometer untuk mengukur percepatan getaran.

 Daerah Frekuensi

Daerah frekuensi getaran yang ditimbulkan oleh suatu mesin akan berpengaruh pada
pemilihan tranduser. Secara umum petunjuk untuk pemilihan tranduser berdasar daerah
frekuensi adalah
A. Penggunaan sensor displacement :

1. Frekuensi rendah, dibawah 600 CPM


2. Untuk pengukuran getaran shaft pada mesin berat dengan rotor yang relatif
ringan.

B. Penggunaan sensor velocity

1. Daerah frekwensi adalah 600 – 100.000 cpm


2. Pengukuran over all level getaran Mesin
3. Untuk melakukan prosedur analisa secara umum