Anda di halaman 1dari 13

BIOSTATISTIKA

CHI SQUARE TEST

OLEH

KELOMPOK 4
12/KG/9181

SITI ULYAA MAHARANI

12/KG/9183

CHAIRUNNISA ANDITYARANI

12/KG/9185

NURUL HANIFAH

12/KG/9189

NABILAH AULIA PUTRI

12/KG/9191

AZIZA SEPTIASARI WINTORO

12/KG/9193

KARINA DEWI

12/KG/9195

NIDA ARUM FADILAH

12/KG/9201

BESTARI NURFERA

12/KG/9203

NOVER SRI WAHYU

12/KG/9205

ALFIANI KURNIA

11/KG/8881

MENTARI SALMA N

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mengenai Chi
Square Test. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan pada
mata kuliah Biostatistika.
Dalam penyusunan makalah ini, tidak lepas atas kerja sama dan bantuan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini perkenankan kami
mengucapkan terima kasih kepada drg. Dibyo Pramono, selaku dosen pengampu mata
kuliah Biostatistika serta teman-teman kelompok.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang relevan demi penyempurnaan makalah ini
sangat kami harapkan. Kritik dan saran akan kami pertimbangkan guna
penyempurnaan makalah dalam karya - karya kami selanjutnya.
Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Yogyakarta, 5 November 2014

Penulis

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...............................................................................................................

ii

Daftar Isi..........................................................................................................................

iii

A. Definisi Chi Square Test ........................................................................................

B. Kegunaan dan Jenis Data yang Dibutuhkan pada Chi Square Test .............

C.

Rumus Chi Square Test ..........................................................................................

D. Persyaratan Chi Square Test ...................................................................................

E.

Contoh Penggunaan Chi Square Test .....................................................................

Daftar Pustaka ................................................................................................................

Output Pengolahan Data OHIS dan Status Periodontal Menggunakan Chi Square

Test .................................................................................................................................

iii

A. Definisi Chi Square Test


Istilah statistic nonparametric digunakan untuk mendeskripsikan kelas umum
statistic inferensial yang tidak melibatkan asumsi yang kaku tentang distribusi
variable-variabel penting, paling sering digunakan jika sampelnya sedikit atau jika
data yang diukur memakai skala nominal atau skala ordinal. Uji nonparametric yang
paling umum adalah uji chi-square, (Dempsey dan Dempsey, 2002).

B. Kegunaan dan Jenis Data yang dibutuhkan pada Chi Square test
Chi square test yang dilambangkan dengan X2 digunakan untuk menguji
hubungan atau pengaruh dua variabel nominal. Pada dasarnya uji chi square adalah
membandingkan perbedaan frekuensi hasil observasi (O) dengan frekuensi yang
diharapkan (E). Perbedaan yang ada tersebut dapat meyakinkan jika harga dari hasil
perhitungan chi square sama atau lebih besar dari harga yang ditetapkan pada taraf
signifikansi tertentu. Uji chi square dapat digunakan untuk menguji :
1. Ada tidaknya hubungan antara dua variable (Independency test)
2. Homogenitas antar-sub kelompok ( Homogenity test)
3. Bentuk distribusi (Goodness of Fit)
(Greenwood & Nikulin, 1996)
Uji ini dapat dipakai untuk tingkatan pengukuran data nominal atau tingkatan yang
lebih tinggi yang dapat digunakan pada satu atau beberapa sampel. Uji Chi-Square
biasanya digunakan bila data yang dianalisa tidak diasumsikan menggambarkan
distribusi normal. (Brockopp & Hastings-Tolsma, 2000).

C. Rumus Chi Square Test


Rumus chi-square
Rumus bangun untuk chi kuadrat
Rumus bangun yang umum untuk chi-square adalah sebagai berikut:

: Chi kuadrat

: frekuensi yang diperoleh (diobservasi) dari sampel

ei

frekuensi yang diharapkan dalam sampel sebagai pencerminan dari frekuensi


yang diharapkan dalam populasi
1

Derajat kebebasan untuk chi square


Derajat kebebasan atau d.b. untuk nilai 2 tidak tergantung pada jumlah individu
dalam sampel. Derajat kebebasan itu diperoleh dari kenyataaan berapa banyaknya
kebebasan yang kita miliki dalam menetapkan isi table yang diharapkan.

d.b. =1. Jika taraf signifikansi ditetapkan 5%, maka ketentuannya ialah jika

5%, nilai chi kuadrat (2) yang kita peroleh adalah signifikan, sehingga hipotesa
ditolak. Sebaliknya, jika

<

5%, nilai

dapat dikatakan nonsignifikan, dan

hipotesa akan diterima.


(Hadi, 1983)

Rumus singkat untuk table 2x2


(
(

)(

)
)(

)(

N = jumlah individu / subjek


a, b, c, dan d masing-masing adalah frekuensi dalam tiap-tiap sel dalam table 2x2
Kategori Kategori Total

Sampel

(1)

(2)

(a+b)

(c+d)

(a+c)

(b+d)

I
Sampel
II
Total

Dalam table tersebut kita tidak perlu mencantumkan frekuensi yang diharapkan.
Secara langsung kita dapat mencari nilai 2 dari frekuensi-frekuensi yang diperoleh.
Dari table 2x2 semacam itu, derajat kebebasan diperoleh dari rumus:
(
d.b.

: derajat kebebasan

: baris

: kolom

)(

secara riil, untuk tiap-tiap table 2x2, d.b. = 1, diperoleh dari (2-1)(2-1).
(Hadi, 1983)
2

Table dengan banyak sel


Chi kuadrat tidak hanya terbatas untuk mengetes hipotesa perbedaan frekuensi antara
dua kelompok dengan dua kategori (table 2x2 atau 4 petak), melainkan juga dapat
digunakan untuk mengetest hipotesa perbedaan frekuensi antara banyak kelompok
dengan beberapa kategori. Cara menghitungnya pada dasarnya sama, demikian juga
dalam menentukan derajat kebebasannya.
D.b. dapat diperoleh dengan rumus:
(

)(

Jadi, dengan table 3x2 (tiga baris dua kolom) d.b.nya adalah (3-1)(2-1)=2. Demikian
juga dalam table 3x3, d.b.= (3-1)(3-1)=4, dan dalam table 2x5, d.b.=(2-1)(5-1)=4.
Rumus yang digunakan sama dengan rumus umum:

Adapun cara mengisi sel ei adalah sebagai berikut. Pertama, jumlahkan tiap-tiap
kategori. Kemudian jumlahkan frekuensi dalam tiap-tiap golongan sub-sample.
Akhirnya setelah diketahui n-nya, masukkan bilangan-bilangan itu ke dalam rumus
berikut:
(

)(

Disingkat:
(

)(

)
(Hadi, 1983)

D. Persyaratan Chi Square Test


Syarat Chi Square test adalah :
1. Tidak ada sel nilai observed yang bernilai nol
2. Sel yang memiliki nilai expected kurang dari 5, maksimal 20% dari jumlah sel
Jika syarat uji Chi Square tidak terpenuhi , maka dipakai uji alternatifnya
1. Alternatif uji Chi Square untuk tabel 2x2 adalah uji Fisher
2. Alternatif uji Chi Square untuk tabel 2xk adalah uji Kolmogorov-Smirnov
3. Penggabungan sel adalah langkah alternative Chi Square untuk tabel selain
2x2 dan 2xk sehingga terbentuk suatu tabel B kali k yang baru. Setelah
3

dilakukan penggabungan sel, uji hipotesis dipilih sesuai dengan tabel B kali k
yang baru tersebut (Anwar, 2005).

E.

CONTOH PENGGUNAAN CHI SQUARE TEST


Direktur pemasaran sebuah surat kabar harian ibukota sedang melakukan studi

tentang hubungan antara lingkungan tempat tinggal pembaca dengan jenis artikel
surat kabar yang dibaca pertama kali oleh pembaca.

1. Hipotesis
Ho : = 0, Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan tempat
tinggal pembaca dengan jenis artikel surat kabar yang dibaca pertama kali oleh
pembaca.
Ha : 0, Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan tempat
tinggal pembaca dengan jenis artikel surat kabar yang dibaca pertama kali oleh
pembaca.
2. Tabel kontingensi
Asal

News

Sport

Hiburan

Iklan

Total

Kota

27

35

33

25

120

Desa

13

15

27

25

80

Total

40

50

60

50

200

pembaca

3. Cari nilai Frekuensi yang Diharapkan (fe)


Fe untuk setiap sel =
Contoh fe sel pertama :

Asal

News

= 24

Sport

Hiburan

Iklan

Total

pembaca

fo

fe

fo

fe

fo

fe

fo

fe

Kota

27

24

35

30

33

36

25

30

120

Desa

13

16

15

20

27

24

25

20

80

Total

40

40

50

50

60

60

50

500

200

4. Hitung nilai chi-square

= 5,729
5. Nilai X2 tabel
Taraf signifikansi () = 0,05.
Df = (baris 1) (kolom 1 )
= (2-1) (4-1)
=3
X2 tabel = 7,815
6. Bandingkan nilai x2 dan x2
Pada tabel X2 hitung (5,729) < 2 tabel (7,815)
jadi, Ho diterima.

Berarti, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan tempat tinggal
pembaca dengan jenis artikel surat kabar yang dibaca pertama kali oleh pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, R., 2005, Teori Sederhana Prosedur Pemilihan Uji Hipotesis, Bandung :
Fakultas Kedokteran Unpad.
Brockopp, D. Y., Hastings-Tolsma, M. T., 2000, Dasar-Dasar Riset Keperawatan,
EGC : Jakarta
Dempsey, P. A., dan Dempsey, A. D., 2002, Riset Keperawatan Buku Ajar dan
Latihan, EGC : Jakarta
Greenwood, P.A & Nikulin, S.M, 1996, A Guide to Chi-Squared Testing, John Wiley
& Sons inc : Canada
Hadi, D, 1983. Statistik jilid 2, Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM :
Yogyakarta
Usman, H. & R. Purnomo SA., 2000, Pengantar Statistika, Bumi Aksara: Jakarta.

Output Pengolahan Data OHIS dan Status Periodontal Menggunakan Chi


Square Test
Perhitungan Chi Square menggunakan SPSS , dengan = 0.05 adalah sebagai berikut:
Case Processing Summary
Cases
Valid
Missing
Total
N
Percent
N
Percent
N
Percent
OHI-S * Jenis Kelamin
112
100.0%
0
0.0%
112
100.0%
OHI-S * Status Merokok
112
100.0%
0
0.0%
112
100.0%
Status Periodontal * Jenis 112
100.0%
0
0.0%
112
100.0%
Kelamin
Status Periodontal * Status 112
100.0%
0
0.0%
112
100.0%
Merokok
1. OHI-S * Jenis Kelamin
Dengan hipotesis :
H0 = tidak ada perbedaan proporsi OHI-S antara laki-laki dan perempuan
Ha = terdapat perbedaan proporsi OHI-S antara laki dan perempuan.
Hasil perhitungan menggunakan SPSS adalah sebagai berikut :
Crosstab

Baik
OHI-S

Sedang
Buruk

Total

Count
Expected Count
Count
Expected Count
Count
Expected Count
Count
Expected Count

Jenis Kelamin
Laki-Laki
Perempuan
9
65
6.6
67.4
1
36
3.3
33.7
0
1
.1
.9
10
102
10.0
102.0

Total
74
74.0
37
37.0
1
1.0
112
112.0

Chi-Square Tests

Pearson Chi-Square
Likelihood Ratio
Linear-by-Linear Association
N of Valid Cases

Value

df

2.813a
3.422
2.739
112

2
2
1

Asymp. Sig. (2sided)


.245
.181
.098

a. 3 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is .09.
Hasil : berdasarkan nilai hasil perhitungan Chi Square Test didapatkan nilai Sig yaitu
0.245, yang artinya nilai Sig melebihi nilai yaitu 0.05, dengan didapatkan nilai Sig
yang lebih besar daripada nilai maka H0 dapat diterima, yaitu tidak terdapat
perbedaan proporsi OHI-S laki-laki dan perempuan.
2. OHI-S * Status Merokok
Dengan hipotesis :
H0 = tidak ada perbedaan proporsi OHI-S antara orang yang merokok dan tidak
merokok.
Ha = terdapat perbedaan proporsi OHI-S antara orang yang merokok dan tidak
merokok..
Hasil perhitungan menggunakan SPSS adalah sebagai berikut :
Crosstab

Baik
OHI-S

Sedang
Buruk

Total

Count
Expected Count
Count
Expected Count
Count
Expected Count
Count
Expected Count

Status Merokok
Merokok
Tidak Merokok
2
72
1.3
72.7
0
37
.7
36.3
0
1
.0
1.0
2
110
2.0
110.0

Total
74
74.0
37
37.0
1
1.0
112
112.0

Chi-Square Tests

Pearson Chi-Square
Likelihood Ratio
Linear-by-Linear Association
N of Valid Cases

Value

df

1.046a
1.676
1.000
112

2
2
1

Asymp. Sig. (2sided)


.593
.432
.317

a. 4 cells (66.7%) have expected count less than 5. The minimum


expected count is .02.
Hasil : berdasarkan nilai hasil perhitungan Chi Square Test didapatkan nilai Sig yaitu
0.593, yang artinya nilai Sig melebihi nilai yaitu 0.05, dengan didapatkan nilai Sig

yang lebih besar daripada nilai maka H0 dapat diterima, yaitu tidak terdapat
perbedaan proporsi OHI-S orang yang merokok dan tidak merokok.
3. Status Periodontal * Jenis Kelamin
Dengan hipotesis :
H0 = tidak ada perbedaan proporsi status periodontal antara laki-laki dan perempuan
Ha = terdapat perbedaan proporsi status periodontal antara laki dan perempuan.
Hasil perhitungan menggunakan SPSS adalah sebagai berikut :

Crosstab

Count
Expected Count
Count
Expected Count
Count
Expected Count

baik
Status Periodontal
buruk
Total

Jenis Kelamin
Laki-Laki
Perempuan
9
67
6.8
69.2
1
35
3.2
32.8
10
102
10.0
102.0

Total
76
76.0
36
36.0
112
112.0

Chi-Square Tests

Pearson Chi-Square
Continuity Correctionb
Likelihood Ratio
Fisher's Exact Test
Linear-by-Linear Association
N of Valid Cases

Value

df

2.468a
1.479
2.966

1
1
1

2.446
112

Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Exact Sig. (1sided)


sided)
sided)
.116
.224
.085
.164
.107
.118

a. 1 cells (25.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 3.21.
b. Computed only for a 2x2 table
Hasil : berdasarkan nilai hasil perhitungan Chi Square Test didapatkan nilai Sig yaitu
0.116, yang artinya nilai Sig melebihi nilai yaitu 0.05, dengan didapatkan nilai Sig
yang lebih besar daripada nilai maka H0 dapat diterima, yaitu tidak terdapat
perbedaan proporsi status periodontal laki-laki dan perempuan.
4. Status Periodontal * Status Merokok
Dengan hipotesis :
H0 = tidak ada perbedaan proporsi status periodontal antara orang yang merokok dan
tidak merokok
9

Ha = terdapat perbedaan proporsi status periodontal antara orang yang merokok dan
tidak merokok.
Hasil perhitungan menggunakan SPSS adalah sebagai berikut :
Crosstab

Count
Expected Count
Count
Expected Count
Count
Expected Count

baik
Status Periodontal
buruk
Total

Status Merokok
Merokok
Tidak Merokok
2
74
1.4
74.6
0
36
.6
35.4
2
110
2.0
110.0

Total
76
76.0
36
36.0
112
112.0

Chi-Square Tests

Pearson Chi-Square
Continuity Correctionb
Likelihood Ratio
Fisher's Exact Test
Linear-by-Linear Association
N of Valid Cases

Value

df

.965a
.048
1.568

1
1
1

.956
112

Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Exact Sig. (1sided)


sided)
sided)
.326
.827
.210
1.000
.458
.328

a. 2 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .64.
b. Computed only for a 2x2 table
Hasil : berdasarkan nilai hasil perhitungan Chi Square Test didapatkan nilai Sig yaitu
0.326, yang artinya nilai Sig melebihi nilai yaitu 0.05, dengan didapatkan nilai Sig
yang lebih besar daripada nilai maka H0 dapat diterima, yaitu tidak terdapat
perbedaan proporsi status periodontal antara orang yang merokok dan tidak merokok.

10

Anda mungkin juga menyukai