Anda di halaman 1dari 1

KARDIOMIOPATI POST PARTUM

Berdasarkan klinik, kardiomiopati dibagi atas kardiomiopati dilatasi atau kongestif,


restriktif, dan hipertrofik. Pada kardiomiopati dilatasi atau kongestif (bendungan) terlihat
pembesaran ventrikel kiri dan atau kanan, penurunan fungsi sistolik, gagal jantung kongestif,
aritmia, emboli. Pada kardiomiopati restriktif terdapat jaringan parut endomiokardial atau infiltrasi
miokardial yang menyebabkan restriksi atau hambatan pengisian ventrikel kiri dan atau kanan.
Kardiomiopati hipertrofik ditandai dengan hipertrofi atau penebalan ventrikel kiri yang tidak merata
dengan kekhususan lebih mengenai septum daripada dinding ventrikel, dengan atau tanpa
obstruksi alur keluar ventrikel kiri, biasanya pada rongga ventrikel kiri yang tidak dilatasi. 13

Gambar 2. Jenis-jenis kardiomiopati


Kardiomiopati kongestif ditandai dengan dilatasi ventrikel yang hipodinamik. Dapat terjadi
hipertrofi miokardium yang lebih ringan. Ventrikel yang hipodinamik berkontraksi secara buruk,
menyebabkan gagal ke depan dan ke belakang. Keempat ruangan jantung mengalami dilatasi
sekunder akibat bertambahnya volume dan tekanan. Seringkali terbentuk trombus dalam ruangruang ini akibat darah yang mengumpul dan stasis, sehingga terancam terjadi emboli. Biasanya
awitan penyakit tidak jelas, tetapi dapat berkembang menjadi gagal jantung tahap akhir yang
refrakter. Prognosis gagal jantung refrakter sangat buruk dan dapat menyebabkan
dipertimbangkannya transplantasi jantung. Penyebab pasti kardiomiopati kongestif masih belum
diketahui namun diperkirakan disebabkan faktor autoimun dan virus. 11
Kardiomiopati hipertrofik, berlawanan dengan kardiomiopati kongestif, ditandai oleh
jantung yang hipertrofik dan hiperdinamik. Bertambahnya massa otot tidak disertai dilatasi
miokardium bermakna. Kardiomiopati restriktif mencerminkan gangguan pengisian ventrikel akibat
berkurangnya daya regang ventrikel. Fibrosis endokardium atau miokardium dapat mengakibatkan
restriksi pengisian. Restriksi mengurangi ukuran rongga, berkembangnya kardiomiopati ke bentuk
restriksi rongga yang lebih berat yaitu kardiomiopati obliteratif. 11