Anda di halaman 1dari 4

Dampak Hashimotos Thyroiditis (Ht) Terdapat Perawatan Periodontal

Laporan Kasus
Abstrak: Periodontitis merupakan penyakit multifaktorial dengan plak gigi sebagai inisiator
penyakit periodontal. Namun, manifestasi dan perkembangan penyakit dipengaruhi oleh
banyak macam hal dan faktor. Jenis hubungan sebab-akibat yang paling kuat yaitu hubungan
penyakit sistemik dan penyakit periodontal.
Kami menunjukkan kasus Hashimotos thyroiditis yang mengubah terapi periodontal.
Hashimotos thyroiditis merupakan penyakit autoimun yang terjadi pada anak-anak dan
perempuan. Pasien perempuan yang didiagnosa mengalami periodontitis kronis dirawat
dengan prosedur bedah flap periodontal dengan graft tulang di daerah yang dibutuhkan.
Pemeriksaan ulang selam 3 bulan menunjukkan perubahan prognosis yang menjadi baik.
Namun, setahun kemudian status periodontal pasien menjadi sangat buruk. Laporan medis
menunjukkan

Hashimotos

Thyroiditis.

Kemungkinan

hubungan

periodontitis

dan

Hashimotos thyroiditis dipertimbangkan dalam laporan kasus.


Kata kunci: Hashimotos thyroiditis, Periodontitis, Stress
I. Pendahuluan
Penelitian terbaru dalam pengobatan periodontal menyebutkan terdapat hubungan ringan
sampai sedang antara gangguan sistemik tertentu seperti Diabetes mellitus, Pneumonia,
penyakit jantung, kelahiran prematur, dan Rheumatoid arthritis. Data terbaru menunjukkan
bahwa hubungan ini tidak dinyatakan dari tanda klinis penyakit periodontal tapi oleh
sekelompok imun host dan mediator inflamasi.
Bukti terbaru menunjukkan bahwa kondisi sistemik yang ada akan mempengaruhi hasil
rencana perawatan periodontal. Mengenali dan mengurangi kondisi sistemik ini untuk
peningkatan periodontal lebih lanjut sangatlah penting. Dalam jurnal ini terdapat kasus HT
yang tidak biasa, dimana terapi periodontal terganggu karena sadanya kondisi sistemik.
Hashimotos thyroiditis merupakan penyebab yang paling sering penyakit thyroid pada anak
dan remaja. Ini juga dikenal sebagai: lymphotic thyroiditis autoimun atau kronik. Ini
memiliki ciri-ciri adanya produksi sel imun dan auto-antibodi oleh sisitem imun tubuh
jaringan thyroid.

Walaupun tidak ada penelitian yang ada sebelumnya, menunjukkan kemungkinan HT dan
efeknya pada penyakit poeriodontal yang dapat menjadi penyebab terhadap penyebaran
penyakit periodontal.
Laporan kasus
Perempuan berusia 43 tahun datang ke Bagian Periodontik Triveni Institute of Dental
Sciences Hospital and Research Centre.
Temuan klinis dan radiografi sebelum kunjungan pertama HT
Pasien mengeluhkan

Gusi berdarah pada gigi depan dan belakang atas dan bawah sejak 9 bulan yang lalu

Gigi goyang di depan bawah sejak 4-5 bulan.

Pasien memiliki riwayat gusi berdarah daerah anterior dan posterior atas dan bawah sejak 9
bulan yang lalu. Perdarahannya intermittent dan semakin parah saat menyikat. Kegoyangan
di daerah anterior rahang bawah sejak 4-5 bulan yang lalu. Pasien tampak tidak ada riwayat
medis yang berkaitan saat kunjungan pertama.
Pemeriksaan klinis
Pemeriksaan menunjukkan kebersihan mulut buruk, perdarahan saat probing (BOP)
menyeluruh, poket menyeluruh sebesar 6-8 mm, mobilitas derajat III gigi 31 dan 41,
mobilitas derajat II gigi 26,46, dan 36.
Pemeriksaan darah rutin terdiri dari waktu pembekuan, waktu perdarahan, jumlah sel darah
putih, jumlah diferensial, hemoglobin, tingkat glukosa darah, semua nilainya normal. Karena
itu ditentukan diagnosis periodontitis kronis.
Foto 1
Temuan radiografi
Kerusakan tulang vertikal gigi 16, 17, 26, 36, 46, kehilangan tulang 60-70%
Perawatan preoperatif sebelum HT terdiri dari terapi pengurangan poket, yaitu flap
periodontal full thickness dengan graft tulang (Osseograft), pada gigi 16, 17, 26, 36, 46. Gigi
31 dan 41 diekstraksi dan dibuatkan protesa. Saat tahap pemeliharaan setelah 3 bulan, tidak
terdapat perdarahan saat probing, kedalaman poket berkurang 4-5 mm. Pasien tampak
memiliki kebersihan mulut yang baik.

Temuan klinis dan radiografi setelah diagnosis HT

Setelah setahun pasien mengeluhkan gigi goyang di daerah depan atas

Riwayat medis pasien menunjukkan perkembagnan Hashimotos thyroiditis

Laporan medis terdiri dari nuclear scintigraphy, tingkat T4 menunjukkan diagnosis akhir
HT

Parameter klinis menunjukkan mobilitas derajat III pada gigi 11, 36, serta derajat II pada
gigi 21 dan 46.

Selain itu, poket sedalam 9 mm dideteksi dengan hubungannya pada gigi 11, 26, 34, 36,
46.

Foto 2: Foto radiografi post-operatif setelah HT


Foto 3: Foto post-operatif setelah HT
Nuclear scintigraphy dan tingkat T4 memastikan diagnosis Hahimotos thyroiditis.
Namun, kebersihan mulut tetap baik, temuan radiografi menunjukkan kerusakan tulang
vertikal pada gigi 26, 34, 36, 46. Walaupun kebersihan mulut baik, temuan ini menunjukkan
kerusakan progresif.
II. Diskusi
Pada tahun 1912 Hashimoto menunjukkan istilah struma lymphomatosa. Sifat autoimun
bentuk thyroiditis ini ditetapkan pada tahun 1956 oleh Rotter,dkk. Pasien tampak dengan
hypothyroidism, perubahan mood, berat meningkat, gangguan menstruasi, stress dan depresi.
Patogenesis HT yaitu infiltrasi lymphotic ke dalam kelenjar dan produksi autoantibodi yang
mengarah ke thymoglobulindan tyroid peroksidase.
Temuan dalam mulut meliputi makroglossia, dysguesia, resorpsi akar, berkurangnya sekresi
kelenjar saliva, kesehatan periodontal yang buruk, penyembuhan luka terhambat dan
osteoarthritis pada TMJ.
Pada penelitian ini, respon jaringan terhadap terapi periodontal pengaruhnya kurang baik.
Parameter klinis yang terdiri dari perdarahan saat probing, kedalaman poket, dan mobilitas
gigi menunjukkan peningkatan kerusakan yang terus berlanjut. Temuan radiografi yang
membandingkan sebelum dan setelah perawatan menunjukkan peningkatan kehilangan
tulang.
Tabel 1

TEMUAN KLINIS

BOP
PD
Mobilitas
Temuan radiografi

Sebelum perawatan (sebelum HT)


Sedang
6-8 mm
31, 41
60-70%

Setelah perawatan (setelah HT)


Sedang
7-9 mm
11, 21, 36, dan 46
70-80% pada gigi 11, 46

Untuk mendukung respon jaringan yang kurang terhadap terapi periodontal, artikel
klasik oleh Scardina dan Messina menunjukkan kemungkinan hubungan HT dan
periodontitis. Berkurangnya kualitas dan meningkatnya jumlah tortuositas loop kapiler
gingiva di daerah interdental tampak pada kasus HT. Akibat klinis berubahnya mikrosirkulasi
gingiva dapat menjadi pengganggu garis pertama pertahanan. Untuk memungkinkan sel
pertahanan melakukan fungsi mereka, beberapa reseptor harus dinyatakan dalam
hubungannya dengan dinding endotelial.
Karena itu, tahap pertama pertahanan non-spesifik melibatkan kerentanan yang lebih besar
bagi subjek. Data morfologi ini tampak sangat relevan karena itu tentu akan berubah saat
adanya patologi tertentu seperti HT. Dalam hal ini, jumlah kehilangan tulang alveolar lebih
lanjut berkaitan dengan evaluasi alkaline fosfat saliva yang meningkat sampai 63 l
dibandingkan dengan jumlah normal 32,2 +/- 5,2. Jumlah kerusakan tulang dapat
berhubungan dengan patogenesis HT. Disfungsi endotelial pada pasien ini tampak dengan
inflamasi kronis derajat rendah yang merusak ketersediaan nitric oxide oleh jalan Cox-2
dependent yang menyebabkan peningkatan produksi stress oksidatif.
Stress dan perubahan mood merupakan gambaran karakteristik HT. Bukti menunjukkan
hubungan stress dan penyakit periodontal telah dinyatakan. Karena itu, hubungan stress yang
mengubah aliran darah dan perpindahan sel inflamasi dapat memicu reaksi yang memiliki
efek pada semua sistem tubuh. Namun, hubungan HT, stress dan periodontitis harus
dievaluasi.
III. Kesimpulan
Karena kesimpulan tidak dapat diajukan, kami menyarankan pada kasus HT, khususnya pada
perempuan harus dipertimbangkan diagnosis, rencana perawatan, penanganan yang tepat.

Anda mungkin juga menyukai