Anda di halaman 1dari 7

Melaporkan informasi ras dan suku dalam literatur kesehatan gigi masyarakat

Abstrak
Tujuan: Untuk mendokumentasikan cara ras dan suku diidentifikasi, digolongkan, dan
digunakan dalam Literatur kesehatan gigi masyarakat saat ini.
Metode: Dua peneliti secara terpisah melakukan tinjauan literatur dari semua artikel dalam
Community Dentistry and Oral Epidemiology dan the Journal of Public Health Dentistry
pada periode 5 tahun (2004-2009). Artikel yang berkaitan dengan penelitian populasi AS
yang menyebutkan mengenai ras atau suku dimasukkan. Data tersebut dipisahkan dari tiap
artikel: a) cara tiap artikel menggambarkan secara luas mengenai ras dan/atau suku; b) istilah
yang digunakan secara khusus untuk menggolongkan ras dan/etnik yang diperoleh; c) bagian
dinyatakannya konsep ras dan/atau suku; d) tujuan untuk memasukkan konsep ras dan/atau
suku; e) analisis yang digunakan untuk konsep ras dan/atau suku; dan f) metode yang
digunakan untuk memeriksa ras dan/atau suku.
Hasil: Secara keseluruhan, ras dan/suku paling banyak dihubungkan dalam teks dalam bagian
hasil. Lima puluh persen artikel tidak menyatakan tujuan memasukkan ras dan/suku dalam
penelitian mereka, sementara 34,3% mengabaikan untuk menyatakan penggunaan analitik
konsep ini. Saat memeriksa konsep ini, 41,4% begantung pada self-report subjek.
Kesimpulan: Data ini menunjukkan bahwa terdapat dokumentasi yang tidak konsisten
mengenai bagaimana ras dan suku diukur. Meskipun ras dan suku merupakan ukuran yang
penting untuk penelitian kesehatan masyarakat dan sering dilaporkan dalam penelitian
kesehatan gigi masyarakat, tidak terdapat sistem yang jelas dalam menggolongkan ukuran ini.
Pendahuluan
Kesenjangan kesehatan mulut pada kelompok ras dan suku telah menjadi fokus usaha yang
besar serta pemasokan dana penelitian dalam satu dekade terakhir. The National Institute of
Dental and Craniofacial Research (NIDCR) telah mengeluarkan beberapa agenda yang
memberikan

dukungan

finansial

signifikan

untuk

strategi

yang

berfokus

dalam

menyelesaikan masalah di atas, termasuk kerjasama dengan National Center on Minority


Health and Health disparities pada tahun 2001 untuk mendirikan the Center for Research to
Reduce Oral Health Disparities. Inisiatif ini memberikan kira-kira $49 juta dollar dalam
waktu 7 tahun pada lima lembaga, termasuk Center to Address Disparities in Childrens Oral
Health di University of California, San Fransisco, dan Center for Research to Evaluate and

Eliminate Dental Disparities, CREED di Boston University. Baru-baru ini, saat tahun 2011,
NDICR membuat permintaan anggaran belanja hampir $25 juta untuk mengalokasikan pada
penelitian kesenjangan kesehatan. Faktanya, rencana strategis NIDCR 2009-2013 terus
menekankan pada kebutuhan untuk memprioritaskan penelitian mengenai perbedaan
kesehatan mulut dengan menjanjikan untuk membiayai penelitian intervensi multidisiplin
yang dilakukan melalui Center for Research to Reduce Disparities dalam program kesehatan
mulutnya.
Usaha yang terus dilakukan ini telah termotivasi oleh panggilan untuk menghilangkan
kesenjangan kesehatan pada sebagian populasi, termasuk perbedaan yang muncul
berdasarkan jenis kelamin, ras atau suku, pendidikan atau penghasilan, kecacatan, lokasi
geografis atau orientasi seksual. Dasar pemikiran pada fokus ini berdasar pada penelitian
yang besar yang menunjukkan perbedaan dalam prevalensi dan faktor resiko untuk kondisi
dan akibat dalam kelompok ras dan suku. Benar bahwa dalam laporan Surgeon General dari
AS tahun 2000 mengenai kesehatan mulut di Amerika menunjukkan perbedaan yang
mencolok pada kesehatan mulut kelompok ras dan suku. Orang kulit hitam non-Hispanic dan
Mexican American memiliki persentase lebih tinggi gigi lubang yang tidak dirawat
dibandingkan dengan orang kulit putih non-Hispanic. Selain itu, laki-laki kulit hitam yang
belum lama terinfeksi dengan kanker faring tahap lokal cenderung kurang didiagnosa dan
lebih cenderung memiliki tingkat bertahan hidup 5 tahun lebih sedikit daripada orang kulit
putih (19% laki-laki kulit hitam didiagnosa, dibandingkan dengan 38% pada laki-laki kulit
putih, dan tingkat bertahan hidup 5 tahun sebesar 34% pada laki-laki kulit hitam, 56% pada
laki-laki kulit putih). Selain itu, insidensi cleft lip dengan atau tanpa cleft palate, malformasi
kraniofasial yang paling sering terjadi, tiga kali lebih tinggi pada Native American
dibandingkan dengan populasi umum (masing-masing 3,7 per 1000 kelahiran dibandingkan
dengan 1,2 per 1000 kelahiran). Hasil yang tidak sebanding ini ditekankan lebih lanjut dalam
Surgeon General Panggilan nasional untuk meningkatkan kesehatan mulut pada tahun 2003.
Walaupun komitmen yang menyebar luas untuk mengurangi kesenjangan kesehatan mulut,
konsep ras dan suku telah keluar dari definisi yang tepat dan telah menjadi subjek banya
diskusi dan kontroversi. Dalam hal ini, peneliti kesehatan masyarakat telah dihadapkan
dengan tantangan mendokumentasikan konsep kompleks ini tanpa adanya definisi standar,
yang menyebabkan kesulitan dalam interpretasi hasil penelitian. Satu perhatian yaitu
kemampuan membandingkan dan menggabungkan hasil dari beberapa penelitian. Tanpa best
practices sebagai penunjuk, ini berarti ras dan suku dipastikan dan dianalisa secara luas dari

beberapa penelitian. Namun, tidak hanya konsistensi yang menjadi perhatian, dan tentu,
usaha untuk mengikuti skema yang reduksionistik dapat menyebabkan miskalsifikasi yang
relatif pada tujuan mempertimbangkan ras (budaya vs biologis). Sistem yang umum
digunakan di Amerika yaitu yang dikembangkan oleh US Office of Management and Budget
(OMB) merespon kebutuhan yang ditunjukkan oleh eksekutif cabang dan Kongres untuk
menyediakan kumpulan dan penggunaan data ras dan suku yang kompatibel, tidak
diduplikasi, dapat ditukar oleh Pemerintah Pusat. Sistem OMB menggolongkan individu ke
dalam lima kelompok ras (African, American Indian atau Alaska Native, Asian, Native
Hawaiian kulit hitam atau Pacific Islander, dan Kulit putih) serta satu kategori suku
(Hispanic/non-Hispanic). Kategori ini sangat lazim pada sebagian besar peneliti AS, karena
mereka melaporkan persyaratan untuk keuangan seperti National Institute of Health dan
Dewan peninjau. Sistem ini dapat memberikan peran administratif yang baik, karena pada
awalnya bertujuan untuk itu, tapi tidak dapat digunakan untuk mewakili kelompok biologis,
genetik, atau antropologis.
Pada Oktober 2011, Department of Helath and Human Services menggunakan standar baru
pengumpulan data untuk survey yang dilakukan dan disponsori oleh departemen mereka.
Dibawah Section 4302 dari Affordable Care Act, undang-undang ini mencoba untuk
memberikan standar yang sama dengan menggunakan klasifikasi OMB yang dijelaskan di
atas. Undang-undang ini menggunakan identifikasi sendiri sebagai metode yang lebih disukai
untuk pengumpulan data, dan meminta suku dilaporkan sebelumnya, dan terpisah dari ras.
Selain itu, saat melakukan self-report, subjek dapat memilih lebih dari satu ras saat
mengidentifikasi diri mereka sendiri, karena tidak ada kategori multi ras. Namun, sistem
ini gagal mewakilkan kompleksitas mengenai bagaimana subjem melakukan self-report, dan
tidak menaruh suatu pembatas spesifik pada identitas ras atau suku.
Usaha untuk mengerti implikasi ras terhadap status kesehtan merupakan usaha untuk
mengerti akar penyebab kesenjangan. Ras dan suku sendiri merupakan gabungan kompleks
faktor genetik, lingkungan, dan budaya; dalam banyak penelitian, variabel yang berhubungan
dengan konsep ini diperlakukan sebagai wakil ukuran ini. Peneliti harus memiliki gagasan
yang dipahami dengan jelas mengenai ras dan suku yang mewakili penelitian mereka dan
selanjutnya

harus

diukur,

dianalisa,

dan

dilaporkan.

Bidang

ilmu

lain

telah

mendokumentasikan praktek yang baru saja dilakukan, tapi kedokteran gigi belum berkaca
dari masalah ini. Tujuan penelitian yang dilaporkan di sini yaitu untuk mendokumentasikan
praktek dalam literatur kesehatan gigi masyarakat saat ini.

Metode
Community Dentistry and Oral Epidemiology dan Journal of Public Health Dentistry mereview jurnal yang mempublikasikan penelitian kesehatan masyarakat yang penting. Dua
peneliti terpisah (H.K.S dan K.M.D) mengidentifikasi artikel yang dipublikasikan dalam
jurnal tersebut dari Januari 2004 sampai Desember 2009 yang memenuhi kriteria berikut:
memasukkan subjek manusia; populasi penelitian di AS; dan menyebutkan konsep ras
dan/atau suku dalam judul, abstrak, atau isi artikelnya. Total 140 artikel diidentifikasi (47 dari
Community Dentistry and Oral Epidemiology dan 93 dari Journal of Public Health
Dentistry). Tidak terdapat ketidaksesuaian antara kedua peninjau.
140 artikel ini selanjutnya akan dibuat menjadi tinjauan independen oleh peneliti. Mereka
meringkas data dari tiap artikel: bagaimana tiap artikel menggambarkan secara luas mengenai
ras dan/atau suku, bagaimana tiap artikel secara khusus menetapkan ras dan/atau suku yang
diperoleh, bagian artikel yang menyebutkan konsep ras dan/atau suku (judul, abstrak,
pendahuluan, metode, hasil teks, hasil tabel, diskusi), Tujuan yang dinyatakan sehingga
mencantumkan konsep ras dan/atau suku (seperti dinyatakan secara harafiah dalam teks,
seperti budaya, sosiodemografi), penggunaan analitik konsep ras dan/atau suku yang
dinyatakan (seperti dinyatakan secara harafiah dalam teks, seperti confounder, kovariat), dan
metode yang digunakan untuk memeriksa konsep ras dan/atau suku.
Kedua peneliti bertemu untuk memutuskan adanya ketidaksesuaian dalam tinjauan mereka.
Data yang diputuskan dimasukkan dalam Excel 2007; dalam tiap kategori data, proporsi
relatif dihitung.
Hasil
Dari 140 artikel yang ditinjau, 93 (66,4%) dipublikasikan di Journal of Public Health
Dentistry, dan 47 (33,6%) diambil dari Community Dentistry and Oral Epidemiology. Total
51 istilah digunakan untuk menetapkan secara luas konsep ras dan/atau suku dalam artikel
yang ditinjau, contohnya status ras seperti ditunjukkan dalam Tabel 1. Mempelajari definisi
dari konsep luas ras dan/atau suku, Tabel 2 mengandung 87 istilah yang digunakan dalam
artikel untuk menetapkan ras dan/atau suku tertentu yang diperoleh, contoh: Vietnamese.
Istilah khusus diatur dalam kategori yang lebih besar: dikenal secara luas (Asian, Kulit hitam,
Hispanic, Kulit putih, dll), campuran, atau istilah yang tidak masuk dalam kategori yang
dijelaskan sebelumnya.

Tabel 3 menunjukkan lokasi yang menyebut konsep ras dan/atau suku, tujuan memasukkan
konsep ras dan/atau suku, penggunaan analitik konsep ras dan/atau suku, serta metode yang
digunakan untuk memeriksa konsep ras dan/atau suku, secara menyeluruh dan dibagi dalam
jurnal. Secara keseluruhan, konsep ras dan/atau suku paling banyak menunjuk pada teks
dalam bagian hasil. Lima puluh persen artikel tidak menyatakan tujuan mereka
memasukkan konsep ras dan/atau suku dalam penelitian mereka, sementara 34,3% tidak
menyatakan penggunaan analitik konsep ini. Sebagian besar penelitian (41,4%) bergantung
pada self-report subjek saat memeriksa konsep ras dan/atau suku. Tercatat bahwa 15% artikel
tidak menyatakan metode pemeriksaan ras/suku: kami tidak membuat asumsi mengenai cara
yang mereka gunakan dalam merahasiakan publikasi tersebut.
Diskusi
Ras dan suku merupakan konsep yang kompleks, karena mencerminkan gambaran
keanekaragaman mereka dalam literatur penelitian gigi dan medis. Dalam literatur dental
yang ditinjau, terdapat 51 istilah berbeda yang digunakan untuk menggambarkan konsep luas
ini (Tabel 1), dengan tambahan istilah yang digunakan untuk menunjukkan kategori dalam
konsep ini (Tabel 2).
Di AS, persyaratan Dewan peninjau Pemerintah Pusat dan institusi menyarankan peneliti
untuk mengumpulkan ras dan suku menurut skema OMB. Sementara cara ini berperan
sebagai kebutuhan administratif untuk konsistensi, klasifikasi khusus ini mungkin tidak
memberikan kebutuhan ilmiah penelitian. Tentu, tidak ada pengukuran ras atau suku yang
dapat menangkap faktor biologis, budaya, dan sosial yang kaya yang dapat menyokong
keputusan peneliti untuk mempertimbangkan faktor ini. Karena itu, kami menggabungkan
peneliti sebelumnya untuk mendukung peneliti yang memiliki pengetahuan yang
berhubungan dengan konsep ras dan suku, dengan mempertimbangkan metode dengan sedikit
perbedaan untuk menangkap dan menunjukkan konsep yang berkaitan. Maksud untuk
menangkap informasi mengenai ras dan suku dapat diambil dari perwakilan informasi
mengenai konsep lain. Metode yang disarankan dalam hal ini yaitu mencoba menangkap
konsep ini secara langsung. Contohnya, jika raas diperiksa sebagai perwakilan faktor budaya,
peneliti harus mencoba menangkap informasi mengenai faktor tersebut secara langsung,
karena ras merupakan ukuran wakil yang tidak dapat dipercaya. Jelasnya, hal ini tidak
memungkinkan saat melaporkan analisis sekunder data yang dikumpulkan sebelumnya.
Dalam hal ini, peneliti harus secara jelas menunjukkan batas data. Berhubungan dengan
konsep ras dan suku itu sendiri, harus dicatat bahwa terdapat nilai konsistensi dalam tiap

penelitian. Satu metode yang dapat memungkinkan konsistensi dan fleksibilitas yaitu
digunakan oleh Census terbaru, seperti ditunjukkan oleh Gambar 1. Jelasnya, banyak keadaan
yang membutuhkan bahwa kategori dikurangi untuk memperoleh kekuatan statistik yang
cukup, tapi bahkan ini dapat dilakukan dengan pengertian yang jelas dari kategori
dibawahnya.
Dengan tujuan yang tinggi, kami mengajukan beberapa rekomendasi dalam Gambar 2.
Minimal, peneliti harus membedakan antara konsep ras dan suku, daripada konsep gabungan
seperti minoritas atau ras/suku, yang tampak dalam beberapa artikel yang kami tinjau.
Tanpa bergantung pada konsep ras dan/atau suku diartikan, penulis harus pandai menyatakan
motivasi mereka untuk memasukkan ukuran spesifik yang mewakili konsep ras dan suku
dalam analisa mereka. Publikasi dental yang ditinjau dibagi sama rata berdasarkan apakah itu
memberikan informasi dengan tujuan memasukkan ras dan suku. Gambaran jelas penggunaan
ras dan suku dalam jurnal yang dipublikasikan akan memungkinkan interpretasi hasil, seiring
berkembangnya pengertian mengenai ras dan suku. Idealnya, peneliti harus melaporkan peran
dan definisi luas ras dan suku yang dipahami sebelum pengumpulan data, daripada
interpretasi post hoc yang dikembangkan pada saat persiapan naskah. Konsekuensi dalam hal
konsep ras dan suku yang diperiksa harus ditunjukkan dalam bagian metode. Dalam
seperempat naskah yang diperiksa, tidak ada penyebutan konsep ini dalam bagian metode.
Ini merupakan laporan pertama praktek saat ini dalam tubuh kesehatan gigi masyarakat
hubungannya dengan melaporkan konsep ras dan suku. Merupakan harapan kita bahwa ini
akan menjadi dasar bagi kita sebagai pendukung untuk berkembang. Jika kita sebagai peneliti
dan komunitas pelayanan, kami ingin memajukan pengertian dampak ras dan suku pada
kesehatan, kami harus mempertimbangkan dalam hal kami memeriksa, menganalisa, dan
melaporkan ukuran ini. Pihak kunci dalam membuat aspirasi ini menjadi kenyataan termasuk
dana, dewan peninjau insitusi, peninjau, editor, komunitas minoritas/cacat, dan peneliti
sendiri.
Tabel 1 Istilah yang digunakan untuk menunjukkan konsep ras dan/atau suku dalam artikel
yang dipublikasikan dalam Journal of Public Health Dentistry dan Community Dentistry and
Oral Epidemiology, tahun 2005-2009
Tabel 2 Istilah yang digunakan untuk menggambarkan kategori ras dan/atau suku tertentu
dalam artikel yang dipublikasikan dalam Journal of Public Health Dentistry dan Community
Dentistry and Oral Epidemiology, tahun 2005-2009

Tabel 3 Lokasi, Tujuan, Penggunaan, dan Pemeriksaan konsep ras dan/atau suku
Lokasi
Judul
Abstrak
Pendahuluan
Metode
Hasil Teks
Hasil Tabel
Diskusi
Tujuan penggunaan
Variabel budaya
Variabel demografi
Sosiodemografi
Tidak dijelaskan

Metode yang digunakan


Faktor resiko
Interaksi
Stratifier
Confounder
Pembatas
Kovariat
Kontrol
Pengaturan
Tidak dijelaskan
Metode pemeriksaan ras dan suku
Self-report subjek
Laporan yang sudah ada
Dinyatakan oleh orang lain
Tidak dijelaskan

Gambar 1 Produksi ulang pertanyaan sensus AS tahun 2010 mengenai suku dan ras
Gambar 2 Rekomendasi penggunaan, pengumpulan, dan pelaporan konsep ras dan/atau suku

Jika ras dan/atau suku dikumpulkan sebagai ukuran yang mewakili faktor lain,
cobalah untuk mengukur faktor lain secara langsung

Saat melakukan pengumpulan data primer, data yang kaya: mengurangi kategori
dapat dilakukan pada analisis, jika diperlukan

Nyatakan secara jelas mengapa kamu mempertimbangkan ras dan/atau suku

Bedakan antara ras dan suku

Tunjukkan bagaimana informasi ras dan suku diambil

Bagi yang melaporkan analisis data sekunder harus mengakui keterbatasan dalam
menentukan ras dan suku

Anda mungkin juga menyukai