Anda di halaman 1dari 3

Luka bakar kimiawi pada mukosa oral yang disebabkan oleh Aspirin Laporan

kasus
Abstrak
Rongga mulut sering menunjukkan reaksi serius terhadap beragam jenis obat-obatan dan
bahan kimia yang digunakan secara lokal atau sistemik. Obat yang sering digunakan yang
bernama Aspirin, digunakan secara luas untuk menghilangkan sakit gigi, walaupun
penggunaannya yang tidak sesuai dapat menyebabkan banyak efek yang tidak diinginkan. Di
jurnal ini terdapat kasus luka bakar kimiawi pada perempuan berusia 79 tahun yang tampak
mengalami ulserasi oral akibat menahan tablet aspirin pada mukosa oral untuk
menghilangkan sakit gigi. Tujuan artikel ini yaitu untuk menunjukkan sifat merusak tablet
aspirin yang diaplikasikan secara lokal.
Kata kunci: Ulser oral, Luka bakar, Luka bakar kimiawi
Pendahuluan
Sejumlah banyak obat-obatan memiliki potensi merusak saat berkontak dengan jaringan
mulut atau ditahan dalam mulut cukup lama.
Obat-obatan pada dasarnya memiliki sifat irritan atau merusak, banyak yang digunakan oleh
dokter gigi dalam prosedur terapeutik atau teknis. Cedera mukosa telah ditunjukkan dari
banyak medikamen topikal dan obat-obatan yang dijual untuk perawatan sakit gigi.
contohnya meliputi aplikasi lokal aspirin, obat-obatan rekreasional seperti kokain, beberapa
bahan, eg-sodium perborate, hidrogen peroksida, perak nitrat, fenol, yang sering digunakan
oleh dokter gigi.
Banyak laporan dan riwayat kasus telah dipublikasikan selama bertahun-tahun mengenai efek
aspirin (asam asetilsalisilat) pada mukosa oral. Dalam usaha yang salah untuk memperoleh
pemulihan dari sakit gigi, banyak orang menahan tablet aspirin pada gigi, memungkinkan
pipi atau bibir untuk menahannya dan membiarkannya larut secara perlahan. Aksi merusak
obat menyebabkan sensasi terbakar dan nekrosis koagulasi dengan ciri-ciri pengelupasan
warna putih yang berangsur-angsur terkelupas dan tampak lesi ulseratif warna merah. Ini
sangat menyakitkan dan membutuhkan 3-5 hari untuk sembuh, tergantung pada keparahan
luka.

Laporan kasus yang akan ditunjukkan di bawah mengenai cedera kimiawi yang disebabkan
oleh aspirin yang diaplikasikan lokal pada perempuan berusia 79 tahun yang berhasil dirawat
setelah menghentikan penggunaan obat tersebut.
Laporan kasus
Pasien datang ke bagian Oral Medicine and Radiology, Faculty of Dental Science, Nadiad
dengan keluhan utama rasa sakit dan sensasi terbakar di daerah posterior kiri bawah sejak
empat sampai lima hari lalu. Pemeriksaan klinis intraoral menunjukkan karies pada gigi
molar dua kiri bawah. Mengenai keluhan pasien tentang sensasi terbakar, dilakukan
pemeriksaan jaringan lunak pada daerah tersebut. Tampak lesi ulseratif tak beraturan dan
difus yang ditutupi oleh pseudomembran putih pada mukosa bukal dan vestibula sebelah kiri,
berhadapan dengan gigi karies (Gambar 1)
Saat bertanya mengenai penyebab ulserasi, pasien memberikan riwayat mengonsumsi tablet
aspirin selama 3 hari, dengan menekan 2-3 tablet di dekat gigi yang karies sampai tablet larut.
Tidak ada riwayat medis yang berkaitan. Pemeriksaan klinis dan riwayat obat-obatan pasien
mendukung diagnosis sementara luka bakar kimiawi yang disebabkan oleh tablet aspirin yang
diaplikasikan secara lokal.
Pasien diinstruksikan untuk tidak menahan tablet aspirin pada gigi karies. Perawatan gejala
meliputi aplikasi lokal gel Benzocaine dan salep Triamcinolone setiap 4-6 jam; tablet
Aceclophenac paracetamol 400 mg setiap 6 jam, dan tablet multivitamin sekali selama 7 hari
diberikan pada pasien dan dipanggil kembali setelah 5 hari untuk follow-up. Pada
pemeriksaan follow-up, tidak terdapat sensasi terbakar dan tampak penyembuhan total
ulserasi oral. (Gambar 2)
Gambar 2
Pasien dirujuk ke Bagian Konservasi Gigi dan Endodontik untuk perawatan gigi yang lubang.
Diskusi
Bahan toksik yang berhubungan dengan luka bakar kimiawi dalam mulut meliputi bahan
dental yang sering digunakan oleh dokter gigi, pengobatan yang digunakan untuk merawat
penyakit lokal atau sistemik, obat rekreasional dan bahan non-pharmaceutical. Hal ini
membutuhkan diskusi lebih lanjut karena frekuensi kesalahan penggunaannya, cedera yang
berkaitan, dan kurangnya dokumentasi yang adekuat karena bahan yang merusak dalam
praktek dokter gigi dan rumah. Kesalahan terapeutik oleh diri sendiri karena aplikasi obat

yang tidak tepat sering terjadi. Sebagian besar kasus disebabkan oleh aspirin dan derivatnya
saat dihisap, diaplikasikan pada gel, bubuk, atau tablet yang ditempatkan dekat gigi untuk
meredakan rasa sakit.
Aspirin (asam asetilsalisilat) berasal dari golongan obat-obatan yang dinamakan obat anti
inflamasi non-steroid (NSAID). Ini dapat menyebabkan cedera mukosa karena sifat asamnya.
Asam cenderung mengikat dengan epitelium dan mengubah sifat protein sel, menyebabkan
nekrosis koagulasi. Terdapat eritema dan edema dengan pembentukan pseudomembran putih
yang menutupi ulserasi yang mudah berdarah di bawahnya. Ini dapat mengenai mukosa tapi
lebih sering pada mukosa labial dan bukal, serta vestibula.
Perawatan terbaik luka bakar kimiawi yaitu pencegahan terpaparnya mukosa dari agen
perusak. Dokter gigi harus sadar mengenai efek aspirin dan memberitahu pasien mereka.
Daerah nekrosis umumnya sembuh tanpa bekas luka dalam 7-10 hari setelah menghentikan
penggunaan obat. Perawatan untuk meredakan dan menghilangkan gejala seperti anestesi
topikal dan kortikosteroid topikal dapat sangat membantu.

Anda mungkin juga menyukai