Anda di halaman 1dari 5

KAJIAN LITERATUR MENGENAI SELF EFFICACY KARIR

TUGAS INDIVIDU
diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Riset yang diampu oleh
Prof. Furqon, MA, PH.D dan Dr.Ilfiandra, M.Pd

Oleh
Rissa Fadhilla Rakhmi
1105748

JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2014

SELF EFFICACY KARIR

Self efficacy merupakan keyakinan untuk berhasil dan sukses. Teori self
efficacy diambil dari teori sosial kognitif Bandura yang menjelaskan mengenai
kepercayaan individu akan kemampuannya dalam melakukan suatu hal. Dengan
memiliki kepercayaan tersebut, kemudian individu akan mampu untuk
mengontrol tindakan mereka untuk mencapai keinginnya tersebut.
Self Efficacy mengacu pada kepercayaan individu akan kemampuannya untuk
sukses dalam melakukan tindakan tertentu. Self Efficacy didefinisikan sebagai
kepercayaan individu akan kemampuannya dalam mengontrol fungsi perilaku
mereka dan peristiwa lingkungan. Self Efficacy dalam pandangan Teori Sosial
Kognitif didefinisikan sebagai kepercayaan individu akan kemampuannya
mengorganisir dan melakukan tindakan untuk menghasilkan sesuatu yang ingin
dicapai. Self Efficacy adalah faktor penting dalam menentukan kontrol diri dan
perubahan perilaku individu (Alwisol, 2004).
Self efficacy dapat mempengaruhi motivasi individu dalam melakukan
pekerjaan berdasarkan pilihan yang telah dibuat dan tujuan yang telah disusun.
Individu dengan self efficacy yang tinggi akan berusaha dengan keras dalam
menghadapi tantangan-tantangan yang mungkin akan timbul dalam mencapai
tujuannya tersebut. Sebaliknya, individu dengan self efficacy yang rendah akan
mudah menyerah dalam menghadapi tantangan yang mungkin akan timbul dan
cenderung menghindari tugas yang dirasa sulit.
Self efficacy menyebabkan keterlibatan aktif dalam kegiatan, mendorong
perkembangan kompetensi. Sebaliknya, self efficacy yang mengarahkan individu
untuk menghindari lingkungan dan kegiatan, memperlambat perkembangan
potensi dan melindungi persepsi diri yang negatif dari perubahan yang
membangun.
Self efficacy mempengaruhi tiga kriteria perilaku, yakni pilihan, tingkat
kinerja dan ketekunan. Self efficacy juga akan berpengaruh terhadap minat dan

harapan individu mengenai hasil atau tujuan yang diinginkan. Self efficacy
berpengaruh terhadap minat dan tujuan yang diharapkan, yang pada akhirnya
kedua hal tersebut akan berpengaruh terhadap pilihan individu. Sebagian besar
peneliti telah mengungkapkan bahwa self efficacy berpengaruh terhadap
perkembangan minat.
Seperti

yang

diungkapkan

oleh

Bandura

(1977),

self

efficacy

mengacu pada keyakinan seseorang tentang atau kemampuannya untuk berhasil


melakukan tugas yang diberikan. Menurut Bandura,

faktor-faktor yang

mempengaruhi proses pembentukan self efficacy individu antara lain pencapaian


secara aktif, pengalaman tidak langsung, persuasi verbal dan keadaan fisiologis.
Adapun dimensi-dimensi self efficacy yang diungkap oleh Bandura
diantaranya adalah magnitude, generality dan strength. Magnitude merupakan
suatu tingkat ketika seseorang meyakini usaha atau tindakan yang

dapat ia

lakukan. Strength merupakan suatu kepercayaan diri yang ada dalam diri
seseorang yang dapat ia wujudkan dalam meraih performa tertentu dan generality
sebagai keleluasaan dari bentuk self efficacy yang dimiliki seseorang untuk
digunakan dalam situasi lain yang berbeda.
Self efficacy karir akan berpengaruh baik terhadap komitmen seseorang
individu dalam menyelesaikan tujuan karirnya dan juga terhadap keputusankeputusan yang dibuat individu tersebut yang berkaitan dengan karirnya. Self
efficacy merupakan bentuk keyakinan individu untuk berhasil dan mampu
melakukan tugas yang berhubungan dengan pekerjaan atau kegiatan tertentu. Self
efficacy dalam pengembangan karir menekankan proses perkembangan minat,
pilihan, dan kinerja. Self efficacy karir dapat didefinisikan sebagai penilaian
individu mengenai kemampuan mereka untuk melakukan perilaku karir dalam
kaitannya dengan pilihan, penyesuaian dan pengembangan karir. Self efficacy
memberikan

informasi

penting

yang relevan

untuk

memahami

proses

pengembangan karir yang kompleks.


Self efficacy karir dapat membentuk perilaku menghindar pada diri individu
atau sebaliknya dapat menjadi motivasi bagi perilaku karir individu. Individu
dengan self efficacy karir yang rendah akan menunda keputusan karir mereka,

ataupun membuat individu menunda melakukan upaya-upaya atau tindakan yang


berkaitan dengan keputusan karir yang sebelumnya telah dipilih. Individu dengan
self efficacy karir yang rendah tidak akan memiliki kesadaran yang penuh akan
potensi dirinya dan menghambat pengejaran karirnya. Di sisi lain, individu
dengan tingkat self efficacy karir yang tinggi cenderung akan memvisualisasikan
kesuksesan mereka sendiri dan mencari dukungan positif atas karir mereka.
Selain itu, self efficacy dianggap sangat penting dan berpengaruh terhadap
kinerja keberhasilan karir seorang individu, meskipun individu tersebut belum
memiliki pengetahuan dan keterampilan kerja yang cukup. Self efficacy karir juga
dianggap menjadi salah satu variabel yang penting dan berpengaru terhadap
perkembangan awal karir dari seorang individu. Penelitian sebelumnya telah
menemukan bahwa keyakinan self efficacy karir memiiki pengaruh yang kuat
terhadap eksplorasi karir dan juga hasil kerja.
Sumber-sumber self efficacy juga akan berpengaruh terhada keyakinan self
efficacy karir. Diantaranya adalah sering mengalami kegagalan, kurangnya
kesempatan belajar dari pengaaman orang lain, tidak ada persuasi verbal dan
dorongan dari orang-orang di sekitar, seperti guru, orang tua, mentor atau
konselor yang dapat berpengaruh negatif terhadap self

efficacy karir. Secara

umum, jika latar belakang individu telah melibatkan banyak pengalaman positif
dan kesuksesan, individu tersebut akan mungkin untuk memiliki tingkat ekpektasi
yang lebih tinggi, meningkatkan kepercayaan diri dan meningkatkan kinerja yang
mendukung ke arah karir. Penguatan positif (positive reinforcement) juga penting,
karena akan mempengaruhi keyakinan individu atas kompetensi mereka yang
pada akhirnya akan mempengaruhi pilihan karir mereka. Self efficacy karir yang
rendah akan didapat dari pengalaman negatif yang berkaitan dengan empat
sumber self efficacy. Pengalaman karir yang positif dan juga dukungan sosial
dapat meningkatkan keyakinan self efficacy.

Referensi:
Alwisol. (2004). Psikologi Kepribadian. Malang : UMM Press
Bandura, Albert (1997). Self Efficacy in Changing Societies. [Online]. Tesedia di:
http://bookfi.org
Betz, E Nancy. (2007). Journal of Career Assessment: Career Self Efficacy.
Exemplary Recent Research and Emerging Directions. [Online]. Tersedia
di: http://jca.sagepub.com/cgi/content/abstract/15/4/403
Creed, Peter and Patton, Wendy and Prideaux, Lee-Ann (2006) Causal
Relationship Between Career Indecision and Career Decision-Making SelfEfficacy: A Longitudinal Cross-Lagged Analysis. Journal of Career
Development 33(1):pp. 47-65.
Feehan, F Patrack. (1999). Journal of Career Assessment: The Self Directed
Search and Career Self Efficacy. [Online]. Tersedia di:
http://jca.sagepub.com/cgi/content/abstract/7/2/145
Widyastuti, Retno Juli. (2013). Pengaruh Self Efficacy dan Dukungan Sosial
Keluarga terhadap Pengambilan Keputusan Karir Siswa. Artikel pada
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya: tidak tersedia

Anda mungkin juga menyukai