Anda di halaman 1dari 13

Imunisasi Dasar pada Bayi

Berikut adalah lima imunisasi dasar yang wajib diberikan sejak bayi:

Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin) sekali untuk mencegah penyakit Tuberkulosis. Diberikan
segera setelah bayi lahir di tempat pelayanan kesehatan atau mulai 1 (satu) bulan di Posyandu.
Imunisasi Hepatitis B sekali untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang ditularkan dari ibu ke bayi
saat persalinan.
Imunisasi DPT-HB 3 (tiga) kali untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis (batuk rejan), Tetanus dan
Hepatitis B. Imunisasi ini pertama kali diberikan saat bayi berusia 2 (dua) bulan. Imunisasi berikutnya
berjarak waktu 4 minggu. Pada saat ini pemberian imunisasi DPT dan Hepatitis B dilakukan bersamaan
dengan vaksin DPT-HB.
Imunisasi polio untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit polio. Imunisasi Polio diberikan 4
(empat) kali dengan jelang waktu (jarak) 4 minggu.
Imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak. Imunisasi campak diberikan saat bayi berumur
9 bulan.

Efek samping Imunisasi


Imunisasi kadang mengakibatkan efek samping. Ini adalah tanda baik yang membuktikan vaksin betul-betul
bekerja secara tepat. Efek samping yang biasa terjadi adalah sebagai berikut:
BCG: Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan. Setelah 23 minggu
kemudian pembengkakan menjadi abses kecil dan kemudian menjadi luka dengan garis tengah 10 mm. Luka
akan sembuh sendiri dengan meninggalkan luka parut kecil.
DPT: Kebanyakan bayi menderita panas pada sore hari setelah imunisasi DPT, tetapi panas akan turun dan
hilang dalam waktu 2 hari. Sebagian besar merasa nyeri, sakit, merah atau bengkak di tempat suntikan. Keadaan
ini tidak berbahaya dan tidak perlu mendapatkan pengobatan khusus, dan akan sembuh sendiri. Bila gejala
tersebut tidak timbul, tidak perlu diragukan bahwa imunisasi tersebut tidak memberikan perlindungan, dan
imunisasi tidak perlu diulang.
Polio: Jarang timbuk efek samping.
Campak: Anak mungkin panas, kadang disertai kemerahan 410 hari sesudah penyuntikan.
Hepatitis B: Belum pernah dilaporkan adanya efek samping.

Keterangan:
Rekomendasi imunisasi berlaku mulai 1 Januari 2014.
1.

2.

3.
4.

5.
6.

7.

8.

Vaksin Hepatitis B. Paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian
injeksi vitamin K1. Bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan vaksin hepatitis B dan imunoglobulin
hepatitis B (HBIg) pada ekstremitas yang berbeda. Vaksinasi hepatitis B selanjutnya dapat menggunakan
vaksin hepatitis B monovalen atau vaksin kombinasi.
Vaksin Polio. Pada saat bayi dipulangkan harus diberikan vaksin polio oral (OPV-0). Selanjutnya, untuk
polio-1, polio-2, polio-3 dan polio booster dapat diberikan vaksin OPV atau IPV, namun sebaiknya paling
sedikit mendapat satu dosis vaksin IPV.
Vaksin BCG. Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum 3 bulan, optimal umur 2 bulan. Apabila
diberikan sesudah umur 3 bulan, perlu dilakukan uji tuberkulin.
Vaksin DTP. Vaksin DTP pertamadiberikan paling cepat pada umur 6 minggu. Dapat diberikan vaksin
DTwP atau DTaP atau kombinasi dengan vaksin lain. Untuk anak umur lebih dari 7 tahun DTP yang
diberikan harus vaksin Td, di-booster setiap 10 tahun.
Vaksin Campak. Campak diberikan pada umur 9 bulan, 2 tahun dan pada SD kelas 1 (program BIAS).
Vaksin Pneumokokus (PCV). Apabila diberikan pada umur 7-12 bulan, PCV diberikan 2 kali dengan
interval 2 bulan; pada umur lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali. Keduanya perlu dosis ulangan 1 kali pada
umur lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak umur di atas 2 tahun PCV
diberikan cukup satu kali.
Vaksin Rotavirus. Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3
kali. Vaksin rotavirus monovalen dosis I diberikan umur 6-14 minggu, dosis ke-2 diberikan dengan
interval minimal 4 minggu. Sebaiknya vaksin rotavirus monovalen selesai diberikan sebelum umur 16
minggu dan tidak melampaui umur 24 minggu. Vaksin rotavirus pentavalen: dosis ke-1 diberikan umur 614 minggu, interval dosis ke-2, dan ke-3 4-10 minggu, dosis ke-3 diberikan pada umur kurang dari 32
minggu (interval minimal 4 minggu).
Vaksin Varisela. Vaksin varisela dapat diberikan setelah umur 12 bulan, namun terbaik pada umur
sebelum masuk sekolah dasar. Bila diberikan pada umur lebih dari 12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval
minimal 4 minggu.

9.

Vaksin Influenza. Vaksin influenza diberikan pada umur minimal 6 bulan, diulang setiap tahun. Untuk
imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak umur kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan
interval minimal 4 minggu. Untuk anak 6 <36 bulan, dosis 0,25 mL.
10. Vaksin Human papiloma virus (HPV). Vaksin HPV dapat diberikan mulai umur 10 tahun. Vaksin HPV
bivalen diberikan tiga kali dengan interval 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen dengan interval 0, 2, 6
bulan.
Pencegahan Kecelakaan Pada Anak. Lebih banyak anak meninggal akibat kecelakaan daripada karena sakit,
dan kecelakaan lalu lintas bertanggung jawab untuk sebagian besar kematian, dengan anak sebagai pejalan kak,
penumpang atau pengendara.
Pada umumnya, anak anak sampai usia 5 tahun mengalami kecelakaan di rumah dengan propori terbesar
akibat luka bakar, terjatuh, dan keracunan, diataas usia 5 tahun lebih banyak terjadi diluar rumah dengan cidera
karena jatuh dan olah raga merupakan bagian terbesar terpisah dari kecelakaan lalu lintas.
Anak laki laki sampai 10 X lebih bessar kemungkinanya mengalami kecelakaan fatal, dan yang paling sulit
bagi orang tua adalah mengetahui kapan mereka melindungi anak mereka secara berlebbihan sehubungan
dengan tumbuh kembang anak.
I. Pencegahan Cedera Selama Masa Bayi
a.

Usia lahir 4 Bulan

Pencapaian perkembangan mayor


1.
2.
3.
4.

Reflek involunter
Seperti reflek merangkak
Dapat mendorong bayi kearah depan atau belakang
Reflek kejut dapat menyebabkan tubuh menjejak

Aspirasi
1. Tidak sebahaya pada kelompok usia ini
2. Jangan menaburkan bedak langsung pada bayi
3. Gendong bayi untuk beri makan
4. Jangan menyangga botol
5. Ketahui prosedur kedaruratan untuk tersedak
6. Gunakan empeng dengan kontraksi utuh dan pegangan melengkung

Sufokasi/ tenggelam
1. Simpan semua kantong plastik diluar jangkauan bayi
2. Jangan menutup matras dengan plastik
3. Gunakan matras keras dan selimut ringan tanpa bantal
4. Pastikan desain keranjang bayi mengikuti peraturan dan matrasnya pas
5. Posisikan keranjang bayi jauh dari perabot lain dan jauh dari radiator
6. Hindari tidur di tempat tidur dengan bayi
7. Jangan mengikatkan empeng dengan tali melingkari leher bayi
8. Lepaskan oto pada saat tidur
9. Jangan pernah meninggalkan bayi sendiri di kamar mandi
10. Jangn meninggalkan bayi di bawah 12 bulan seorang diri diatas matras orang dewasa

Jatuh
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pasang selalu pagar keranjang bayi


Jangan pernah meninggalkan bayi pada permukaan yang tinggi tanpa pelindung
Bila anda ragu anda akan tempat bayi dimana, letakakan di lantai
Dapat berguling
Meningkatkan koordinasi tangan mata dan reflek menggenggam volunter
Restrain anak pada kursi bayi dan jangan ditinggalkan
Hindari penggunaan kursi yang tinggi

Keracunan
Tidak sebahaya pada kelompok usia ini, tetapi harus mulai memfaksikan penyelamatan dini

Luka bakar
1. Pasang detektor asap di rumah
2. Periksa air mandi
3. Jangan menuangkan air panas bila berada di dekat bayi
4. Perhatikan abu rokok yang dapat menjatuhi bayi
5. Jangan meninggalkan bayi di bawah sinar matahari
6. Cuci pakaian tahan api sesuai dengan petunjuk label
7. Gunakan vaporizers cool- mist
8. Jangan meninggalkan anak di mobil yang sedang di parkir
9. Perhatikan pemakaian panas restrain mobil sebelum menempatkan anak di kursi
10. Gunakan kewaspadaan penghangat

Kendaraan bermotor
1. Membawa bayi dalam izin Negara,kursi mobil untuk bayi
2. Jangan menempatkan bayi di kursi atau pangkuan
3. Jangan manempatkan anak dalam keranjang atau kereta dorong di belakang mobil yang sedang
diparkir

Cedera tubuh
1. Hindari objek tajam dan bergerigi
2. Jaga agar peniti popok tetap tertutup dan jauh dari bayi
b.

Usia 4 7 Bulan

Kemampuan perkembangan
1.
2.
3.
4.
5.

Berguling
Duduk sebentar
Memegang dan memainkan objej kecil
Mengambil objek yang jauh
Mempunyai koordinasi tangan mata yang berkembang dengan baik.

Aspirasi
1. Simpan objek kecil jauh dari jangkauan bayi
2. Pertahankan lantai bebas dari objek kecil
3. Perhatikan makanan
4. Hindari menyimpan cairan toksik berlebihan
5. Buang wadah beracun

Sufokasi
1. Simpan balon yang tidak mengembang di luar jangkauan
2. Pindahkan semua mainan ke ranjang bayi

Jatuh
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Lakukan restrein jika duduk di kursi yang tinggi


Pertahankan pagar keranjang tempat tidur pada ketinggian penuh
Dapat memfokuskan dan melokalisasi objek yang sangat kecil
Memasukan segala sesuatu ke mulut yang merupakan hal yang sangat menonjol
Dapat mendorong tangan dan lutut ke atas
Merangkak mundur

Keracunan

1.
2.
3.
4.

Pastikan bahan dasar mainan


Tempatkan bahan bahan beracun di rak yang tidak terjangkau
Buang baterai yang tidak terpakai
Ketahui nomor telepon pusat kendali keracunan lokal

Luka bakar
1. Pertahankan kran jauh dari jangkauan
2. Tempatkan objek objek panas di permukaan tinggi
3. Batsi terpapar sinar matahari, pakai tabir surya

Kendaraan bermotor
Cedera tubuh
1. Berikan mainan halus yang bulat, terutama dari kayu atau plastik
2. Hindari objek lancip sebagai mainan
3. Hindari mainan yang berbunyi keras
4. Simpan objek tajam diluar jangkauan bayi
c.

Usia 8 -12 bulan

Pencapaian perkembangan mayor


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Merangkak
Berdiri, memegang pada perabot
Berdiri sendiri
Mengitari perabot
Berjalan
Memanjat
Mendorong objek
Melempar objek
Mampu mengambil objek kecil, mempunyai genggaman kuat
Eksplorasi dengan menempatkan objek di dalam mulut
Meningkatkan pemahaman terhadap perintah dan kalimat sederhana .

Aspirasi
1. Jaga agar kain tiras dan benda benda kecil jauh dari jangkauan
2. Perhatikan dalam memberikan table food
3. Jangan biarkan anak bermain dengan bean bag

Sufokasi atau tenggelam


1. Jaga agar pintu oven, pencuci piring, kulkas, pendingin dan mesin cuci, pengering baju tetap tertutup
2. Awsi kontak dengan ballon- balon yang digelembungkan
3. Pagari kolam renang
4. Awasi anak bila dekat dengan sumber air
5. Jaga agar pintu kamar mandi selalu tertutup
6. Kosongkan kolam yang tidak diperlukan
7. Pegang selalu satu tangan anak bila dikamar mandi

Kendaraan bermotor
Jatuh
1. Pagari tangga dibagian atas dan bawah jika anak dapat menjangkau bagian tersebut
2. Pakaikan bayi dengan sepatu dan pakaian yang tiudak lengket
3. Hindari walker
4. Jauhkan perabot berat

Keracunan

1.
2.
3.
4.

Berikan medikasi sebagai obat, bukan sebagai permen


Jangan berikan obat selain resep dokter
Simpan obat obat yang beracun
Sediakan sirup ipekak di rumah

Luka bakar
1. Tempatkan pelindung di depan dan mengitari alat panas, tempat api atau tungku pemanas
2. Simpan kawat listrik secara tersembunyi
3. Tempatkan pelindung plastik diluar jalur listrik
4. Simpan taplak meja diluar jangkauan

II. Pencegahan Cedera Selama Masa Kanak kanak


a.Kendaraan bermotor
1.
2.
3.
4.

Kemampuan perkembangan
Jalan lari dan memanhat
Mampu membuka pintu dan pagar
Dapat mengendarai sepeda roda tiga
Dapat melempar bola dan objek lain

Cara pencegahan
1. Gunakan restrain mobil yang disetujui,bila restrain tidak ada gunakan sabuk pengaman
2. Awasi anak ketika bermain diluar
3. Jangan membiarkan anak bermain dipinggir jalan atau dibelakang mobil yang diparkir
4. Jangan megijinkan ank ditupukan daun,salju,atau kardus besar diarea lalu lintas
5. Awasi penggunaan sepeda roda tiga
6. Kunci kran dan pintu jika anak tidak diawasi secara langsung
7. Ajarkan anak untuk mematuhi aturan keselamatan pejalan kaki:
Patuhi aturan lalu lintas
Berdiri selangkah dibelakang pinggir jalan sampai tiba waktunya untuk menyeberang
Lihat kiri kanan pada saat akan menyeberang
Gunakan trotoar
Gunakan warna terang diwaktu malam,dan kenakan bahan fluoresen untuk pakaian
b.Luka bakar
Kemampuan perkembangan
1. Mampu mencapai ketiggian dengan memanjat,berjinjit,berdiri di atas sepatu,dan meggunakan objek
sebagai tangga
2. Menarik objek
3. Mengexploreasi lubang dan bukaan
4. Dapat membuka laci dan lemari+
5. Tidak sadar sumber sumber potensi panas atau api
6. Bermain dengan objek mekanis
Cara mencegah:
1. Putar pegangan pot menghadap kebelakang stove
2. Letakan alat listrik,seperti pembuat kopi,panci panas dan mesin popcorn,menghadap kebelakang
3. Tempatkan pagar pelindung di depan radiator,tempat air,atau elemen panas lainnya
4. Simpan korek dan pemantik rokok diarea terkunci dan tidak terjangkau
5. Tempatkan lilin yang terbakar,dupa,makanan panas,asbak,dan rokok di luar jangkauan
6. Jangan membiarkan taplak meja menjuntai dalam jankauan anak anak
7. Jangan membiarkan kaat listrik dari setrika atau alat alat lain menjuntai dalam jangkauan anak -anak
Tutupi outlet listrik dengan alat pelindung

Jaga agar kabel kabel listrik tersembunyi atau jauh dari jangkauan
Jangan membiarkan anak untuk bermain main dengan alat alat listrik, kabel atau pemantik
Tekankan bahaya dari api yang terbuka, ajarkan apa artinya Panas
Periksa selalu suhu air mandi, atur suhu pemanas air pada suhu 49 derajat celcius atau lebih rendah.
Jangan membiarkan anak untuk bermain dengan kran
Pakaikan tabir surya dengan SPF atau lebih tinggi jika anak terpapar sinar matahari
c. Keracunan
Kemampuan perkembangan
1. Eksplorasi dengan menempatkan objek ke dalam mulut
2. Dapat membuka laci, lemari, dan wadah wadah
3. Memanjat
4. Tidak dapat membaca tabel peringatan
5. Tidak mengetahui dosis atau jumlah yang aman
Cara mencegah
1. Letakkan semua zat- zat beracun dalam lemari terkunci atau di luar jangkauan ( termasuk tanaman )
2. Bereskan kembali obat obat dan racun
3. Beritahu obat sebagai obat, bukan sebagai permen
4. Jangan menyimpan kelebihan zat toksik dalam jumlah besar
5. Buang dengan segera wadah- wadah zat beracun yang sudah kosong
6. Ajari anak untuk tidak bermain di tempat sampah
7. Jangan pernah melepas label dari wadah wadah bahan beracun
8. Sediakan sirup ipekah di rumah, gunakan hanya jika di anjurkan
9. Ketahui nomor telepon dan lokasi pusat kendali racun terdekat
d. Jatuh
Kemampuan perkembangan
Dimana anak mampu membuka pintu dan beberapa jendela, naik dan turun tangga, persepsi dalam tidak tepat
Cara mencegah
1. Jaga agar tirai tetap berada di jendela, dipasang dengan benar dan menggunakan pagar pelindung
2. Tempatkan pagar di tangga bagian atas dan bawah
3. Jaga agar pintu tetap terkunci atau gunakan penutu knop pintu yang resisten terhadap anak anak di
pintu masuk ke tangga, serambi yang tinggi, atau tempat tempat tinggi lainnya, seperti tempat
meluncurkan pakaian kotor
4. Pindahkan permadani yang tidak aman atau tidak rata
5. Gunakan kesed yang tidak licin dibalhtub atau shower
6. Jaga agar pagar boxs bayi tetap terpasang penuh dan matras berada pada ketinggian yang lebih
rendah
7. Letakkan karpet di bawah boxs atau di dalam kamar mandi
8. Jaga agar mainan mainan yang besar dan atau bantalan bumper berada diluar boxs bayi atau
playpen, pindahkan ke tempat tidur sedang jika anak sudah mampu merangkak keluar dari boxs
9. Hindari penggunaan walker terutama jika di dekat tangga
10. Kenakan pakaian yang aman
11. Jaga agar anak tetap direstrain ketika berada di kendaraan, jangan pernah meninggalkannya tanpa
pengawasan di dalam kereta belanja atau stroller
12. Awasi anak ketika berada di taman bermain
e. Tersedak dan asfiksia
Kemampuan perkembangan
Berhubungan dengan anak yang mulai menempatkan segala sesuatu di mulut, dapat menelan potongan makanan
yang keras atau tidak dapat di makan
Cara mencegah

1. Hindari potongan daging yang besar dan bulat, seperti hot dog utuh
2. Hindari buah dengan biji, ikan dengan tulang, kacang kering, permen keras, permen karet, kacang
tanah, popcorn, anggur, manisan putih dan empuk
3. Pilih mainan yang besar dan kuat tanpa tepi yang keras atau bagian bagian yang dapat dilepas lepas
4. Buang lemari es tidak terpakai, oven dsb
5. Jaga agar transmiter pintu garasi tetap berada di tempat yang tidak dapat di jangkau anak anak
6. Pilih kotak atau kotak mainan yang aman tanpa bagian penutup yang berat dan berengsel
f. Cedra tubuh
Kemampuan perkembangan
Perkembangan anak yang belum sempurna, masih kaku pada banyak ketrampilan, mudah didistraksi dari tugas
tugas, tidak sadar tentang bahaya potensial dari orang asing atau orang lain
Cara mencegah
1. Hindari memberikan objek tajam atau lancip
2. Jangan membiarkan lolypop berada di mulut ketika berjalan atau berlari
3. Ajarkan kewaspadaan, keamanan
4. Simpan semua alat yang berbahaya atau alat perkebunan dan pemadam api di dalam lemari terkunci
5. Waspada adanya binatang, termasuik binatang peliharaan
6. Gunakan kasadan detal pada area kaca yang besar, seperti pintu kaca
7. Ajarkan tentang keamanan pribadi
8. Hindari pakaian pribadi di tempat umum
9. Ajarkan anak untuk tidak pergi dengan orang asing
10. Ajarkan anak untuk memberi tahu ortunya bila merasa keamanannya terganggu
11. Selalu mendengarkan masalah anak
12. Ajarkan assertivitas pada anak

III. Pencegahan Cedera Selama Usia Sekolah


a. Kendaraan bermotor
Perkembangan kemampuan
Semakin terlibat dalam aktivitas aktivitas yang jauh dari rumah, tertarik dengan kecepatan dan gerakan,
mudah didestraksi oleh lingkungan, dapat diberi alasan
Cara mencegah
1. Ajari anak tentang penggunaan sabuk pangaman yang tepat pada saat berada di dalam mobil
2. Pertahankan disiplin ketika berada di dalam mobil
3. Tekankan perilaku pajalan kaki yang aman
4. Tetap gunakan pakaian yang aman
b. Tenggelam
Kemampuan perkembangan
Keadaan psikis yang cenderung berlebihan dapat bekerja keras untuk menyempurnakan suatu ketrampilan dan
mempunyai aktivitas motorik kasar yang bersifat waspada tetapi kurang paham, suka berenang
Cara mencegah
1. Ajari anak untuk berenang
2. Ajari tentang aturan dasar keamanan air
3. Plih tempat yang aman dan diawasi untuk berenang
4. Periksa kedalaman air
5. Berenang dengan seorang teman
6. Gunakan alat pelampung
7. Adovokasi untuk legislasi yang memerlukan olahraga di sekitar kolam
8. Pelajari RJP (Resusitasi Jantung Paru)

c. Luka bakar
Kemampuan perkembangan
Anak usia sekolah mengalami peningkatan kemandirian, suka berpetualang dan menikmati mencoba hal hal
baru.
Cara mencegah
1. Instruksikan pada anak tentang perilaku di daerah yang melibatkan kontak dengan bahaya kebakaran
2. Instruksikan perilaku tepat pada tempat kebakaran
3. Ajarkan memasak yang aman
d. Keracunan
Kemampuan perkembangan
Perkembangan anak dalam mengikuti aturan kelompok, dapat dengan mudah di pengaruhi oleh sebaya, dan
kesetiaan yang kuat pada teman.
Cara mencegah
1. Ajari anak tentang bahaya menggunakan obat obat dan bahan kimia yang tidak diresepkan dokter
termasuk aspirin dan alkohol
2. Ajari anak untuk mengatakan Tidak bila ditawari obat obat atau minuman oleh orang yang tidak
dikenal
3. Jaga agar produk produk yang berbahaya tidak dibuat main anak .
e. Cedera tubuh
Kemampuan peerkembangan
1. Keterampilan fisik telah meningkat
2. Memerlukan aktifitas fisik yang kuat
3. Tertarik dalam mendapatkan keterangan baru dan menyempurnakan keterangan yang sudah ada.
4. Berani dan menantang khususnya yang sebaya.
5. Sering bermain ditempat yang berbahaya.
6. Percaya diri sering melebihi kapasitas fisik.
7. Menuntut loyalitas kelompok dan punya kebutuhan.
8. Mengupayakan prestasi berbahaya.
9. Menemani teman ke fasilitas yang berpitensi bahaya.
10. Menyukai aktifitas fisik Cenderung berlebihan.
11. Pertumbuhan tinggi badan melebihi pertumbuhan otot dan koordinasi.
Untuk menghindari terjadinya cedera:
1. Bantu memberikan fasiilitas untuk aktifitas yang diawasi.
2. Anjurkan untuk bermain di tempat yang aman.
3. Pertahankan pemadam api aman terkunnci terkecuali jika anak berada dibawah pengawasan oraang
dewasa
4. Ajarkan perawatan yang tepat, penggunaan dan pelihar alat alat yang berpotensi bahaya.
5. Ajarkan anak tidak mengusik atau mengejutkan anjing, memasuki teritorialnya, mengambil mainan
anjing atau menggangu.
6. Tekankan perlindungan mata, telinga, mulut.
7. Ajarkan keamanan mengenai penggunaan alat korektif.
8. Tekankanpilihan, penggunaaan, perawatan alat alat olah raga dan rekreasi, waspadai olah raga
olah raga yanga berbahaya.
9. Gunakan kacamata pelindung .
10. Ajarkan nama, alamat dan telepon, dan bagaiamana caranya meminta bantuan dari orang yang tepat
bila tersesat, pasang identifikasi pada anak.
11. Ajarkan keamanan pribadi
12. Hindari pakaian pribadi ditempat umum.
13. Jangan pergi dengan orang asing.

14. Beritahu orang tua bila seseorang membuat anak merasa tidak nyaman dengan cara apapun.
15. Selalu mendengarkan masalah anak mengenai perilaku orang lain.
16. Katakan tidak bila dihadapkan pada situasi tidak nyaman.

IV. Pencegahan Cedera Selama Remaja


Kemampuan Perkembangan yang berhubungan denagan resiko terhadap cidera
1. Kebutuhan akan kemandirian dan kebebasan
2. Menguji kemandirian
3. Usia memungkinkan untuk mengendarai kendaraan bermotor
4. Kecenderungan terhadap pengamblan resiko
5. Perasaan tidak dapat terganggu
6. Kebutuhan akan penyaluran energi
7. Kebutuhan yang kuat akan persetujuan teman sebaya
8. Dapat melakukan hal hal yang berbahaya
9. Insiden puncak untuk latihan dan partisipasi dalam olah raga
10. Akses pada alat yang lebih kompleks, objek dan lokasi
11. Dapat bertanggung jawab atas tindakan sendiri
a. Kendaraan bermotor / bukan motor
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pejalan kaki:Tekankan perilaku pejalan kaki yang aman


Penumpang:Tingkatkan perilaku yang tepat ketika mengendarai kendaraan bermotor
Pengemudi:Berikan pendidikan mengemudi
Ajarkan tingkatkan keamanan pemeliharaan kendaran
Ajarakan pemakaian pakaian yang aman
Tekankan bahaya dari obat obat

b. Tenggelam
1.
2.
3.
4.

Ajarkan orang yang bukan perenang untuk berenang


Ajarkan aturan dasar keamanan air
Pemilihan yang bijaksana terhadap tempat untuk berenang
Berenang dengan teman

c. Luka bakar
1.
2.
3.
4.

Tekankan prilaku yang tepat diarea dengan bahaya terbakar


Anjurkan menghindari pajanan berlebihan pada sinar matahari
Hindari merokok
Anjurkan penggunaan tabir surya

d. Keracunan

Ajarkan bahaya penggunaan obat termasuk alkohol`


e. Jatuh

Ajarkan keamanan umum disemua aktifitas


f. Cedera tubuh
1. Tingkatkan pemahaman tentang olah raga dan penggunaan alat olah raga yang tepat
2. Instruksikan penggunaan peralatan yang aman
3. Waspada terhadap tanda depresi
4. Instruksikan penggunaan alat korektif yang tepat
5. Hindari penggunaan dan atau penyediaan alat olah raga berbahaya
6. Anjurkan prinsip keselamatan dan pencegahan
Pencegahan Kecelakaan Pada Anak.

CHILD abuse
Ratings: (0)|Views: 464 |Likes: 0
Published by Fanny Chie Vierrania
child maltreatment
See more
ASKEP ANAK DENGAN CHILD ABUSEA.
PENGERTIANChild Abuse didefinisikan sebagai tindakan mencederai oleh seseorang terhadaporang lain.
Child abuse dapat menimbulkan akibat yang panjang, seorang anak
yang pernah mengalami kekerasan, dapat menjadi orang tua yang memperlakukan anaknyadengan cara yang
sama.Child abuse adalah suatu kelalaian tindakan atau perbuatan orangtua atau orangyang merawat anak yang
mengakibatkan anak menjadi terganggu mental maupun fisik, perkembangan emosional, dan perkembangan
anak secara umum.Sementara menurut U.S Departement of Health, Education and Wolfarememberikan definisi
Child abuse sebagai kekerasan fisik atau mental, kekerasan seksualdan penelantaran terhadap anak dibawah usia
18 tahun yang dilakukan oleh orang yangseharusnya bertanggung jawab terhadap kesejahteraan anak, sehingga
keselamatan dankesejahteraan anak terancam.B.
KLASIFIKASI ABUSE1.
Emotional AbusePerlakuan yang dilakukan oleh orang tua seperti menolak anak, meneror,mengabaikan anak,
atau mengisolasi anak. Hal tersebut akan membuat anak merasadirinya tidak dicintai, atau merasa buruk atau
tidak bernilai. Hal ini akanmenyebabkan kerusakan mental fisik, sosial, mental dan emosional anak.Indikator
fisik kelainan bicara, gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan. Indikator perilaku

kelainan kebiasaan (menghisap, mengigit, ataumemukul-mukul).2.


Physical AbuseCedera yang dialami oleh seorang anak bukan karena kecelakaan atau tindakanyang dapat
menyebabkan cedera serius pada anak, atau dapat juga diartikan sebagaitindakan yang dilakukan oleh pengasuh
sehingga mencederai anak. Biasanya berupaluka memar, luka bakar atau cedera di kepala atau lengan.Indikator
fisik

luka memar, gigitan manusia, patah tulang, rambut yangtercabut, cakaran. Indikator perilaku

waspada saat bertemu degan orang dewasa, berperilaku ekstrem seerti agresif atau menyendiri, takut pada
orang tua, takut untuk pulang ke rumah, menipu, berbohong, mencuri.

3.
NeglectKegagalan orang tua untuk memberikan kebutuhan yang sesuai bagi anak,seperti tidak memberikan
rumah yang aman, makanan, pakaian, pengobatan, ataumeninggalkan anak sendirian atau dengan seseorang
yang tidak dapat merawatnya.Indikator fisik

kelaparan, kebersihan diri yang rendah, selalu mengantuk,kurangnya perhatian, masalah kesehatan yang tidak
ditangani. Indikator kebiasaan -Meminta atau mencuri makanan, sering tidur, kurangnya perhatian pada
masalahkesehatan, masalah kesehatan yang tidak ditangani, pakaian yang kurang memadai(pada musim dingin),
ditinggalkan.4.
Sexual AbuseTermasuk menggunakan anak untuk tindakan sexual, mengambil gambar pornografi anak-anak,
atau aktifitas sexual lainnya kepada anak.Indikator fisik

kesulitan untuk berjalan atau duduk, adanya noda atau darahdi baju dalam, nyeri atau gatal di area genital,
memar atau perdarahan di area genital/rektal, berpenyakit kelamin. Indikator kebiasaan

pengetahuan tentang seksual atausentuhan seksual yang tidak sesuai dengan usia, perubahan pada penampilan,
kurang bergaul dengan teman sebaya, tidak mau berpartisipasi dalam kegiatan fisik, berperilaku permisif/ berper

ilaku yang menggairahkan, penurunan keinginan untuk sekolah, gangguan tidur, perilaku regressif (misal:
ngompol).5.
Sindroma MunchausenSindroma ini merupakan permintaan pengobatan terhadap penyakit yangdibuat-buat dan
pemberian keterangan palsu untuk menyokong tuntutan.6.
KelalaianKelalaian ini selain tidak sengaja, juga akibat dari ketidaktahuan atau kesulitanekonomi.Bentuk
kelainan ini antara lain yaitu:a.
Pemeliharaan yang kurang memadai, yang dapat mengakibatkan gagal tumbuh(failure to thrive), anak merasa
kehilangan kasih saying, gangguan kejiwaan,keterlambatan perkembangan. b.
Pengawasan yang kurang, dapat menyebabkan anak mengalami risiko untuk terjadinyatrauma fisik dan jiwa.

c.
Kelalaian dalam mendapatkan pengobatan meliputi: kegagalan merawat anak dengan baik misalnya imunisasi,
atau kelalaian dalam mencari pengobatansehingga memperburuk penyakit anak.d.
Kelalaian dalam pendidikan meliputikegagalan dalam mendidik anak untuk mampu berinteraksi dengan
lingkungannya, gagal menyekolahkannya ataumenyuruh anak mencari nafkah untuk keluarga sehingga anak
terpaksa putussekolah.C.
ETIOLOGIAda beberapa faktor yang menyebabkan anak mengalami kekerasan. Baik kekerasan fisik maupun
kekerasan psikis, diantaranya adalah:1.
Stress yang berasal dari anak.a.
Fisik berbeda, yang dimaksud dengan fisik berbeda adalah kondisi fisik
anak berbeda dengan anak yang lainnya. Contoh yang bisa dilihat adalah anak mengalami cacat fisik. Anak
mempunyai kelainan fisik dan berbeda dengan anak lain yang mempunyai fisik yang sempurna. b.
Mental berbeda, yaitu anak mengalami keterbelakangan mental sehingga anak mengalami masalah pada
perkembangan dan sulit berinteraksi dengan lingkungandi sekitarnya.c.
Temperamen berbeda, anak dengan temperamen yang lemah cenderungmengalami banyak kekerasan bila
dibandingkan dengan anak yang memilikitemperamen keras. Hal ini disebabkan karena anak yang memiliki
temperamenkeras cenderung akan melawan bila dibandingkan dengan anak bertemperamenlemah.d.
Tingkah laku berbeda, yaitu anak memiliki tingkah laku yang tidak sewajarnyadan berbeda dengan anak lain.
Misalnya anak berperilaku dan bertingkah aneh didalam keluarga dan lingkungan sekitarnya.e.
Anak angkat, anak angkat cenderung mendapatkan perlakuan kasar disebabkanorangtua menganggap bahwa
anak angkat bukanlah buah hati dari hasil perkawinan sendiri, sehingga secara naluriah tidak ada hubungan
emosional yangkuat antara anak angkat dan orang tua.2.
Stress keluarga.
tindakan orangtua mereka atau mengalihkan perasaan agresif kepada temansebayanya sebagai hasil miskinnya
konsep diri.

Hubungan sosialPada anak2 ini sering kurang dapat bergaul dengan teman sebayanyaatau dengan orang dewasa.
Mereka mempunyai sedikit teman dan sukamengganggu orang dewasa, misalnya dengan melempari batu
atau perbuatan2 kriminal lainnya.3.
Akibat dari penganiayaan seksualTanda-tanda penganiayaan seksual antara lain:a.

Tanda akibat trauma atau infeksi lokal, misalnya nyeri perianal, sekret vagina,dan perdarahan anus. b.
Tanda gangguan emosi, misalnya konsentrasi berkurang, enuresis, enkopresis,anoreksia, atau perubahan tingkah
laku.c.
Tingkah laku atau pengetahuan seksual anak yang tidak sesuai dengan umurnya.Pemeriksaan alat kelamin
dilakuak dengan memperhatikan vulva, himen, dananus anak.E.
PROGNOSIS ATAU KOMPLIKASI
Dengan pengobatan dan perawatan secara intensif, 80-90% keluarga yang terlibatdalam penganiayaan serta
pengabaian anak dapat direhabilitasi, sehingga mampumemberikan perawatan yang mencukupi bagi anak
mereka. Tetapi, sekitar 10-15% dariyang dapat distabilisasi, masih membutuhkan pelayanan yang berkelanjutan
sampaianaknya cukup dewasa. Namun demikian, 2-3% kasus hak orang tua untuk mengasuhanaknya harus
diputuskan dan ditempatkan dipanti asuhan.Intervensi perlu dan harus diputuskan segera, yaitu sewaktu anak
akan dipulangkanke rumah. Karena, ternyata tanpa intervensi, sebanyak 5% anak dipulangkan akanterbunuh dan
25% di antaranya akan mengalami penganiayaan yang lebih berat kembali.Anak yang berulang kali mengalami
kekerasan pada susunan saraf pusatnya, dapatmengalami:
Keterlambatan dan keterbelakangan mental
Kejang-kejang
Hidrosefalus
Ataksia