Anda di halaman 1dari 17

KARYA TULIS ILMIAH

EFEKTIVITAS INSEKTISIDA DIAZINON, DURSBAN DAN


DECIS UNTUK MENURUNKAN KEPADATAN LALAT
RUMAH (Musca domestica)
DI TPA WONOSARI

Oleh :
FAJAR ARIYANTA
NIM : 0501001371
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
DEPARTEMEN KESEHATAN RI
2005

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas


berkat rahmat dan hidayah, penulis menyusun karya tulis ilmiah dengan judul
Efektivitas Insektisida Dazinon Dursban dan Decis untuk Menurunkan
Kepadatan Lalat Di TPA Wonosari 2005
Karya tulis ini adalah salah satu tugas dalam menyelesaikan program
D3 Kesehatan Lingkungan di Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik
Kesehatan Yogyakarta. Bersama ini penulis sampaikan terimakasih kepada :
1. Ibu Maria H.Bakri, SKM, M.Kes, Direktur Poltekkes Depkes Yogyakarta.
2. Bapak Agus Suwarni, SKM, M.Kes, Kepala Jurusan Kesehatan Lingkungan
3. Bapak Sarjito Eko Windarso, SKM, M.P yang telah memberikan arahan dan
bimbingan dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini.
4. Ibu Sri Puji Ganefati, SKM, M.Kes, yang telah memberikan bimbingan dalam
penyusunan karya tulis ilmiah ini.
5. Bapak, Ibu dan adik tercinta yang telah memberikan dukungan baik moril
maupun materil.
6. Teman-teman yang telah memberikan bantuan dan dorongan semangat.
Semoga usaha dan bantuan baik moril maupun materil dari semua pihak
mendapatkan balasan dari Allah SWT, dan Karya Tulis ini bermanfaat bagi
pembacanya.
Yogyakarta, Agustus 2005
Penulis

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN PENGESAHAN
INTI SARI ..............................................................................................

ABSTRAC..............................................................................................

ii

KATA PENGANTAR ............................................................................

iii

DAFTAR ISI ..........................................................................................

iv

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ......................................................

B. Rumusan Maslah .................................................................

C. Tujuan ..................................................................................

D. Ruang Lingkup Penelitian ...................................................

E. Manfaat Penelitian ...............................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Pengelolaan Sampah ............................................................

B. Pengaruh Sampah Terhadap Kesehatan ..............................

C. Sampah Sebagai Media Perkembang Biakan Vektor Penyakit


.............................................................................................

D. Taxsonomi Lalat ..................................................................

E. Morfologi Lalat ...................................................................

F. Pengendalian Lalat ..............................................................

12

1. Tindakan Pengendalian Lalat..........................................

12

2. Pemberantasan Lalat .......................................................

13

3. Penyemprotan Insektisida di TPA ..................................

15

4. Insektisida Diazinon, Dursban dan Decis ......................

17

G. Kerangka Konsep ................................................................

18

H. Hipotesis ..............................................................................

18

BAB III METODE PENELITIAN


A. Jenis Penelitian ....................................................................

19

B. Rancangan Penelitian ..........................................................

19

C. Populasi dan Sampel............................................................

20

D. Variabel Penelitian ..............................................................

20

E. Hubungan antara Variabel ...................................................

22

F. Jalannya Penelitian ..............................................................

23

G. Analisa Data ........................................................................

25

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil-hasil Penelitian ...........................................................

26

B. Pembahasan .........................................................................

30

C. Faktor Pendukung ................................................................

34

D. Keterbatasan Penelitian .......................................................

34

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan ..........................................................................

35

B. Saran ....................................................................................

35

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Tujuan pembangunan nasional di bidang kesehatan adalah tercapainya
kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk. Derajat kesehatan masyarakat
yang optimal merupakan salah satu bagian dari aspek kesejahteraan umum
dari tujuan nasional. Pembangunan nasional ditujukan antara lain untuk
peningkatan perbaikan kesehatan masyarakat melalui pencegahan dan
pemberantasan penyakit menular, penyuluhan kesehatan masyarakat serta
penyehatan lingkungan permukiman sehingga dapat menciptakan suatu kondisi
lingkungan yang bersih dan sehat (Undang-Undang RI No 23 Tahun 1992)
Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jendral Pemberantasan
Penyakit Menular (PPM) dan Penyehatan Lingkungan Dan Permukiman (PLP)
melakukan kegiatan penanggulangan penyakit. Kegiatan penanggulangan
tersebut salah satunya adalah pengendalian vektor penyakit yang bertujuan
menurunkan populasi

vektor penyakit

sampai ketingkat

yang tidak

membahayakn manusia, diantaranya pengendalian lalat (Depkes RI, 2001)


Lalat termasuk salah satu vektor mekanik penularan berbagai jenis
penyakit yang mampu berkembang biak dengan cepat. Lalat perlu diwaspadai
karena merupakan vektor penyakit antara lain typus, disentri, kolera dan
penyakit kulit (Nugroho, 1994)

Lalat mempunyai kebiasaan bertelur dan berkembang biak di tempat


yang lembab dan busuk antara lain : pada kotoran binatang, kotoran manusia,
saluran air, tempat pembuangan sampah dan tempat kotor. Penularan penyakit
yang disebabkan oleh lalat terjadi secara mekanis, dimana kulit tubuh dan
kaki lalat yang kotor merupakan tempat menempelnya mikro organisme
penyakit yang kemudian lalat tersebut

hinggap pada

makanan manusia

(Depkes RI, 2001)


Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) di Desa Baleharjo
Wonosari menggunakan metode open dumping dengan

volume sampah

kurang lebih 25 m3/hari. TPA dengan metode pembuangan ini menjadi tempat
yang ideal bagi lalat. Sampah yang hanya dibiarkan terbuka akan mengundang
lalat untuk berkembang biak dengan pesat karena tercukupi seluruh kebutuhan
makanannya. Lalat yang dijumpai di TPA tersebut antara lain adalah lalat
rumah (Musca domestica) san untuk merubah TPA di Wonosari dari metode
open dumping ke metode sanitary

landfill belum

dapat

terlaksana

berhubungan dengan foktor biaya yang sangat besar, sehingga peneliti


mengambil alternatif dalam menurunkan kepadatan lalat dewasa dengan
penyemprotan

menggunakan

insektisida.

Penyemprotan

insektisida

sebelumnya pernah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, tetapi belum pernah


dilakkan pengukuran penurunan

kepadatan

lalat,

sehingga

peneliti

memperoleh gagasan dalam menurunkan kepadatan lalat di TPA Wonosari


dengan menggunakan beberapa jenis insektisida diharapkan dapat diperoleh

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengelolaan Sampah
Pengelolaan sampah berhubungan dengan penanganan mulai dari
penimbunan

sampah,

penyimpanan

setempat,

pengumpulan

sampah,

transportasi sampah sampai ketempat pembuangan akhir sampah dengan


prinsip-prinsip

terbaik

dari

kesehatan

masyarakat,

ekonomi,

teknik,

perlindungan alam, keindahan dan pertimbangan-pertimbangan alam lainya


dan juga pertimbangan sikap masyarakat, tahap-tahap pengelolaan sampah
tersebut antara lain (Depkes RI, 1997) :
1.

Penimbunan Sampah
Penimbunan sampah meliputi aktivitas-aktivitas pembuangan barangbarang yang sudah tidak berguna baik yang dilempar begitu saja oleh
pemiliknya maupun dikumpulkan terlebih dahulu.

2.

Penyimpanan Setempat
Penyimpanan sampah setempat atau dekat sumber sampah merupakan hal
yang sangat pentin sebab berhubungan erat dengan nilai-nilai keindahan
dan kesehatan masyarakat. Bak-bak yang tidak memeuhi syarat-syarat
yang telah ditentukan seperti penyimpanan sampah di atas tanah secara
terbuka merupakan tindakan yang mengurangi nilai keindahan dan
kesehatan masyarakat.

3.

Pengumpulan Sampah
Pengumpulan disini tidak hanya menyangkut pengumpulan sampah saja,
tetapi termasuk juga pengangkutanya ke tempat pembuangan sampah
sementara (TPS) dengan alat pengangkut sampah berupa kereta dorong.

4.

Transportasi Sampah
Kegiatan yang di lakukan pada tahap ini adalah pemindahan sampah yang
sudah terkumpul di TPS untuk selanjutnya di bawa ke TPA menggunakan
truk pengangkut sampah.

5.

Pembuangan Akhir Sampah (TPA)


Pembuangan akhir sampah adalah tumpukan terakhir dari semua sampah
yang dihasilkan dari tempat-tempat permukiman dan tempat-tempat umum,
industri maupun sampah hasil penyapuan jalan yang dikumpulkan dan
diangkut langsung ke tempat pembuangan akhir. Pembuangan sampah
yang tidak menibulkan masyalah lagi adalah pembuangan sampah dengan
metode sanitary land fill. Cara ini tidak menimbulkan gangguan-gangguan
atau bahaya-bahaya terhadap kesehatan masyarakat seperti sarang tikus,
serangga-serangga dan kontaminasi air tanah.

B. Pengaruh Sampah terhadap Kesehatan


Kesehatan seseorang maupun masyarakat merupakan salah satu
masalah sosial yang selalu berkaitan antara komponen-komponen yang ada di
masyarakat. Sampah tidak akan berpengaruh negatif terhadap lingkungan
apabila dikelolah dengan baik dan aman. Namun demikian sering ditemui

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan
rancangan One Group Pre Test and Post Test Design, yang hasilnya akan
dianalisis secara deskriptif dan analitik (Herawati, 2001).

B. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang akan di gunakan adalah sebagai berikut :
Pre

Perlakuan

Post

X (a)

O2

R. (Kel. Eksperimen (a))

O1

R. (Kel. Eksperimen (b))

O1

X (b)

O2

R. (Kel. Eksperimen (c))

O1

X (c)

O2

Keterangan :
X (a)

: Perlakuan dengan penyemprotan diazinon di TPA Wonosari pada


pengulangan 1,2 dan 3.

X (b)

: Perlakuan dengan penyemprotan durban di TPA Wonosari pada


pengulangan 1,2 dan 3.

X (c)

: Perlakuan dengan penyemprotan decis TPA Wonosari pada


pengulangan 1,2 dan 3.

O1

: kepadatan lalat sebelum dilakukan penyemprotan dengan insektisida


diazinon.
9

O2

: Kepadatan lalat setelah di lakukan penyemprotan dengan


insektisida diazinon.

O1 : Kepadatan lalat sebelum dilakukan penyemprotan dengan


Isektisida dursban.
O2 : Kepadatan lalat setelah dilakukan penyemprotan dengan
Insektisida dursban.
O1 : Kepadatan lalat sebelum dilakukan penyemprotan dengan
Insektisida decis.
O2 : Kepadatan lalat setelah dilakukan penyemprotan dengan
Insektisida decis.

C. Populasi dan Sampel


1.

Populasi penelitian.
Populasi dalam penelitian ini adalah tiga jenis insektisida diazinon,
dursban dan decis yang ada di pasaran.

2.

Sampel penelitian.
Sampel dalam penelitian ini adalah diazinon dengan no. Pendaftaran :
RI.2/8-99/S, dursban dengan no. pendaftaran: RI. 6/10-20001/T dan decis
dengan no. Pendaftaran: RI.287/11-2002/T.

D. Variabel dan Devinisi Operasional


1.

Variabel bebas.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan jenis insektisida.

10

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil-Hasil Penelitian
1. Hasil Pengukuran Kepadatan Lalat.
Tabel 1
Hasil pengukuran tingkat kepadatan lalat pada lia titik Pre dan Post dilakukan
penyemprotan insektisida diazinon dengan pengulanganya di TPA Wonosari pada
bulan Agustus 2004
Titik
Pengambilan

1
2
3
4
5

Pre

Post

Pengulangan
1
2
3
1
47,6 45,6 41,5 4,4
31,4 29,4 30,6 8,4
25,8 23,8 26,6 3,3
25,4 23,4 34,8 3,6
38,4 36,4 36,4 4,3
168,6 158,6 163,8 21,8
33,72 31,72 32,76 4,36

Knock Down
Pengulangan
2
3
5
2,8
3,4
3
2,2 2,6
2,6 3,6
3,2 3,6
16,4 15,6
3,28 3,12

Residu
Pengulangan
X
1
2
3
4,1 8,4 8,6 5,4
4,9 6,4 5,4 6,2
2,5
4
4,6 5,8
2,9 4,8 4,6 5,8
3,7 6,6 6,8 7,2
18,1 30,2 30 30,4
3,62 6,04 6 6,08

X
7,5
6
4,8
5,1
6,9
30,3
6,06

Dari tabel 1 terlihat, bahwa hasil pengukuran kepadatan lalat di TPA Wonosari
sebelum penyemprotan diazinon rata-ratanya adalah 32,74 ekor per block grill dan
berdasarkan interpretasi dalam kategori sangat padat, bermasalah dan harus segera
dikendalikan. Kepadatan lalat setelah penyemprotan dilakukan pengukuran efek
knock down dengan hasil rata-rata 3,6 ekor per block grill dalam kategori ada
masalah dan perlu dilacak perkembangan biakanya, kemudian dilanjutkan
pengukuran efek residu diperoleh hasil 6,06 termasuk dalam kategori padat dan
bermasalah (Depkes RI,1987)
11

Tabel 2
Hasil pengukuran tingkat kepadatan lalat pada lima titik Pre dan Post dilakukan
penyemprotan Dursban dengan pengulanganya di TPA Wonosari pada bulan
Agustus 2004
Pre
Titik
Pengambilan
1
2
3
4
5

Post

Pengulangan
1
2
3
51,6 47,6 32,4
34,4 31,4
32
28,8 25,8 31,2
25,4 25,4 38,4
39
32
34,8
178,2 162,2 168,6
35,64 32,44 33,76

1
8
5,4
4,6
4,2
5,8
28
5,6

Knock Down
Pengulangan
2
3
8,8
6
6,2 6,6
4,8 6,2
4,8 7,2
6
7,2
30,6 33,2
6,12 6,64

X
1
7,6 14,6
6,1 9,8
5,2
8
5,4
7
6,3 10,6
30,6 50
6,12 10

Residu
Pengulangan
2
3
11,2 9,2
8,6 9,6
7
9
6
11
8
10,8
40,8 49,6
8,16 9,92

X
12,1
9,3
8
8
9,8
47,2
9,44

Dari tabel 2 diatas terlihat, bahwa kepadatan lalat di TPA Wonosari sebelum
penyemprotan diperoleh hasil rata-rata 33,94 ekor per block grill tergolong dalam
kategori sangat padat, bermasalah dan harus segera dikendalikan. Kepadatan lalat
setelah penyemprotan dilakukan pengukuran efek knock down dengan hasil ratarata 6,12 ekor per block grill berdasar interpretasi termasuk dalam kategori cukup
padat bermasalah, dilanjutkan dengan pengukuran efek residu diperoleh hasil
rata-rata 99,44 ekor per block grill tergolong dalam kategori cukup padat dan
bermasalah (Depkes RI,1987)

12

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil


kesimpulan dan saran sebagai berikut :
A. Kesimpulan
1. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara insektisida diazinon, dursban
dan decis dalam menurunkan kepadatan lalat di TPA Wonosari untuk efek
knock down

dan

efek

residu,

pada

efek

knock down diperoleh

hasil 0,524 >( = 0,05) dan residu diperoleh hasil 0,575 >( = 0,05)
2. Berdasarkan penurunan kepadatan lalat dewasa insektisida paling efektif
dalam menurunkan kepadatan lalat di TPA Wonosari adalah insektisida
diazinon dengan penurunan pada efek knock down sebesar 89,99 % dan
efek residu sebesar 81,45%.
B. Saran
1. Bagi pengelola TPA agar melakukan penyemprotan diazinon di lokasi TPA
Wonosari dan tempat yang diduga sebagai tempat istirahat lalat setiap
seminggu sekali.
2. Bagi pengelola TPA Wonosari mengusulkan pada pemerintah daerah agar
mengubah TPA open dumping menjadi sanitary land fill (pengurukan
3. tanah) yaitu TPA yang setiap ada penambahan sampah baru harus segera
diuruk dengan tanah.

13

DAFTAR PUSTAKA

Adhiyana, I Made, Pemberabtasan Serangga Penyebar Penyakit Tanaman Liar


Dan Penggunaan Pestisida, Jakarta 1985.
APK-TS, Pemberantasan Serangga Dan Binatang Pengganggu, Jakarta, 1985.
Depkes RI, Persyaratan Kesehatan Pengelolahan Sampah, Dirjen PPM dan PLP,
1986
Depper RI, Pestisida Untuk Pertanian Dan Kehutanan, Jakarta, 1995.
Depkes RI, Pedoman Teknis Pengendalian Lalat, Dirjen PPM dan PLP, Jakarta,
2001.
Depkes RI, Persyaratan Penyehatan Pengelolaan Sampah, Dirjen PPM dan PLP,
Jakarta, 1987.
Depkes RI, Penyemprotan Insektisida Untuk Memberantas Lalat, Dirjen PPM dan
PLP, 1987.
Djosumarto Panut, Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian, Kanisius, Yogyakarta,
2000
Herawati, Lucky, Iswanto, Mirza Fauzi, Diklat Metodeologi Riset, AKL Depkes
Yogyakarta, 2001
Sudarmo Subiyakto, Pestisida, Kanisius, Yogyakarta, 1991.
Seodiyanto Tslim, Pemberantasan Hama, Jakarta,1985.
Utomo Saatro, Pestisida Dasar-Dasar Dan Dampak Penggunaannya, Gramedia,
Jakarta, 1992.
Untung Kasumbago, Konsep Pengendalian Hama Terpadu, Andi offset,
Yogyakarta, 1993
Wisastro Adi, Keracunan Sumber Bahaya Serta Penanggulangannya, Gramedia,
Jakarta, 1992.

14

LAMPIRAN

15

iii