Anda di halaman 1dari 7

TEBANG MUAT ANGKUT

PLANNING
1. Tujuan : mendapatkan tebu sebagai bahan dari proses penggilingan untuk nantinya diolah
menjadi gula.
2. Waktu pelaksanaan :
Aspek kegiatan

Des
2013

Bulan Ini Tahun 2014


1 2 3 4 5 6

10

11

12

A. Taksasi
Desember
B. Persiapan Cane
Yard
C. Taksasi Maret
D. Kontrak TMA
E. Usulan Tarif TMA
F. Pola tebang
G. Jadwal Tebang
H. Pelaksanaan
TMA
I. Monit, eval, TML
3. Lokasi : kantor tebang angkut Quality Control kebun pabrik
4. Alat dan Bahan : Sabit (untuk tebang) dan Truk (untuk angkut)
5. RTL TMA 2014 PG Tjoekir :
- Memberdayakan, kelompok kerja kegiatan tebang dan angkut (K3TA) dimasing-masing
distrik secara maksimal
- Mengoptimalkan kualitas pekerjaan kebun sesuai IK ( TLT )
- Seorang ASMUD, wajib memiliki tenaga tebang dan tebu kawalan (20%)
- Sosialisasi TMA di distrik dengan cara LAKU , setiap 2 mg sekali ( TLG )
- Pengurangan lori dari 340 buah menjadi 150 buah
- Kapasitas giling 4200 Ton
6. Alur alur perencanaan

Penetapan kadar Brix awal


ASUMSI :
Rendemen Awal

= 8,0 %

HK NPP

= 76 %

KNT

= 78 %

EFS. Pabrk

= 82 %

Berapa Brix seharusnya = .... %


HITUNGAN :
Rendemen

= Potensi Rendemen x Efisiensi Pabrik

Pot Rend

Pot Rendemen

= NPP x KNT

NPP

= Pot Rend
KNT

Pol

= (HK x Brix) x 100%

NPP

= Pol - 0,4 (Brix - Pol)

Rend
Efes Pab

->

->

8,0% = 9,76 %
82%

9,76% = 12,51%
78%
= 0,76 Brix

0,76 Brix - 0,4 (Brix - 0,76 brix)


0,76 Brix - 0,4 Brix - 0,36 brix
0,76 Brix - 0,040 Brix
0,720 Brix
BRIX

= 12,51
0,720

= 17,38 % (dibulatkan 18 %)

Alur pengajuan kontrak dengan kredit


Mengisi blanko pengajuan kredit
Mencukupi persyaratan Kredit meliputi : Gambar Kebun GPS, Agunan cukup utk akad kredit,
Mengetahui Kepala Desa, Fotokopi KTP, Fotokopi KK
Pembuatan perjanjian kredit
Persetujuan koperasi dan pabrik gula
Pemberian nomor kontrak
Kontrak dibuka sesuai jadwal tebang dengan syarat : Dianalisa Pendahuluan (Rend, FK, KDT,
KP); Selisih brix pucuk dan bawah < 1,5 % ; Berita Acara.
Alur pengajuan kontrak non kredit :
Memenuhi persyaratan sbb; Foto kopi KTP, Disetujui Asmendis & SKK, Mengetahui Kepala
Tanaman
Pemberian nomor kontrak
Kontrak dibuka sesuai jadwal tebang dengan syarat : Dianalisa Pendahuluan (Rend, FK, KDT,
KP); Selisih brix pucuk dan bawah < 1,5 % ; Berita Acara

Syarat-2 Kebun di Jadwal Tebang


Sudah Analisa Pendahuluan
Apabila Terbakar ada Berita Acara Khusus
Kekeringan, Kena Serangan Hama/Penyakit ada berita acara FTK yg ditanda tangani wakil
Petani dan Asmendis.
Untuk TS ada Berita Acara Taksasi Kebun Sebelum Tebang.
Syarat TLG ( Tebu Layak Giling)
Manis :
Jumlah ruas 20 s/d 24
Daun hijau tinggal (57)helai, selebihnya menguning atau nglaras
Mulai berbunga, pertumbuhan vegetatif berhenti
Selisih brik (A-B=1,5%)
FK < 30%
KP dan KDT < 100 %
Segar : Batas nglasah tebu dari kebun s/d digiling < 20 jam
Bersih : Bebas dari (PSDA), toleransi kotoran < 5%
Pembagian SPTA
Permintaan Giling Oleh Bagian Pengolahan
Diteruskan kepada SKK Tebang Angkut dan Bagian Instalasi
Pembagian Ke Wilayah berdasarkan % Taksasi Maret . data jam tebang di tulis di SPTA.
Pembentukan Group Tebang Berdasarkan FTK (Forum Temu Kemitraan)Wilayah dgn
ketentuan ku tebu minimal
Pembagian ke Petani berdasarkan % Total Taksasi Maret Setiap Group Tebang.
Penanggung Jawab distribusi SPTA adalah Asmendis. Pemilihan kebun yang dikirim ke PG
Berdasarkan Analisa Pendahuluan. BA yang diputuskan oleh wilayah (Laporan
masuk QC) .PTRI dilibatkan dalam pendistribusian SPTA di wilayah binaannya. Jika ada
perubahan jatah SPTA harus diketahui Asmendis wilayah dan SKK TA
Bukaan Kebun Tebang Masing-masing Group Tebang Maksimal 3 Kebun
Pelaporan Per Periode ke Quality Control meliputi Ku Tebu dan Luas Tertebang ,Ku Tebu
dan Luas sisa Taksasi Maret,Ku Tebu dan Luas Taksasi Ulang selambat-lambatnya pukul
07.00 WIB Pada Awal Periode ( Tiap tgl 1 dan 16 )

Pada akhir bulan april diadakan kegiatan rapat tebang angkut membahas : 1) Kalender kerja, 2)
Review permasalahan-permasalahan yang dialami ketika masa TMA (Tebang Muat Angkut) tahun
sebelumnya, 3) RTL (Rencana Tindak Lanjut) tahun 2013, 4) Struktur organisasi TMA 2014, 5) Pola
giling TMA 2014, 6) Perencanaan kapasitas giling TMA 2014, 7) Pola tebang rencana kegiatan
operasional TMA 2014, 8) Prosedur Manajemen layanan persyaratan pasok, 9) Sistem bongkaran,
10) Kebutuhan tenaga kerja tebang masing-masing wilayah, 11) Penetapan brix awal, 12) Analisa
kerugian tanah basah, sogolan dan pucuk, 13) Usulan Rebta (Rencana Biaya Tebang Angkut) masa
giling 2014.

7. Analisa biaya (berdasarkan REBTA)


NO

URAIAN

A.
Jumlah
B.
-

2013 (dlm Rp)/ku

2014 (dlm
Rp)/ku

1,992
696
795
3,483

2,490
870
994
4,354

125
125
176
125

156
156
220
156

Jumlah
C. Operasional KPTR
Jumlah A+B+C

551
50
4,058

689
63
5,105

ANGKUTAN
Litring
Jalan dan jembatan
Restribusi desa
Resiko angkutan
Jumlah
Jumlah 1 + 2

157
46
9
15
2,914
6,973

173
51
9
17
3,206
8,311

Upah Pokok
Upah tebang
Dongkel
Membersihkan , ikat tali, muat
Operasional
Tebang sukar
Tebang awal/sulit
K3TA & Mandor Tebang
Pengerahan tenaga dan penunjang kebun/
PHB

URAIAN
Angkutan truk berdasarkan jarak
0 km 5 km
5,1 km 10 km
10,1 km 15 km
15,1 km 20 km
20,1 km 25 km
25,1 km 30 km
30,1 km 35 km
>35 km

2013
2014
Biaya (per ku)
Biaya (per ku)
1,850
1,850
2,050
2,050
2,200
2,200
2,350
2,350
2,530
2,530
2,700
2,700
2,950
2,950
musyawarah

ORGANIZING

SKK tebang angkut dibantu oleh koordinator tebang angkut yang membawahi pengawas tebang
angkut yang terdiri dari para koordinaor PTRI masing-masing wilayah tanaman.
ACTUATING
TEBANG
1. Tebang bagian pangkal tebu sehingga tidak meninggalkan tunggak di lahan.
2. Bersihkan akar yang masih menggantung di ruas bagian pangkal tebu.

3. Bersihkan daduk / daun yang masih tertinggal di bagian pucuk tanaman tebu.
4. Potong bagian pucuk.
5. Ikat dengan rapi dan kuat lonjoran tebu di dekat kedua sisi (bagian pucuk dan pangkal).
MUAT
1. Pilih tebu yang sudah diikat dan siap di muat (tinggalkan tebu muda / sogolan).
2. Angkat tebu menuju kendaraan muat (truk) susun rapi sampai jumlah sab kira - kira 2 tingkat
(kolong) dari atas bak truk.
3. Pastikan bahwa tebu yang sudah di muat di truk sudah bebas dari daduk, akar, dan sogolan.
ANGKUT :
1. Sopir meminta SPTA ke mandor tebang
2. Kirim tebu ke pabrik.

PENERIMAAN TEBU :
1. Periksa SPTA (Cocokkan data SPTA dengan kondisi tebu di truk seperti varietas tebu, nomor truk,
dll).
2. Periksa kebersihan / trash tebu (akar, daduk, sogolan). Trash maks yang diijinkan 4% muatan.
3. Periksa brix tebu (brix minimal biasanya 17 sesuai kesepakatan bagian tanaman).
4. Periksa PH nira tebu (min 5).
5. Terima tebu jika sudah sesuai dengan 4 poin di atas.
6. Tolak tebu jika ada yang tidak sesuai dengan 4 poin di atas.

PER POS
-

Tebang MBS Pos I (di kebun)


Syarat-2 Kebun di Jadwal Tebang
-

Sudah Analisa Pendahuluan


Apabila Terbakar ada Berita Acara Khusus
Kekeringan, Kena Serangan Hama/Penyakit ada berita acara FTK yg ditanda tangani
wakil Petani dan Asmendis.
Untuk TS ada Berita Acara Taksasi Kebun Sebelum Tebang.

Syarat Tebu Ditebang


-

Tebu Layak Tebang


Jalan Tebang ada dan Siap
Gambar Kebun Sesuai

Kemudian di jadwal tebang dengan syarat : Tebangan Harus Bersih , yakni Bebas Sogolan,
Bebas Momol/Pucuk, Bebas Daduk, Bebas Akar dan Tanah, Bebas Tebu Mati, Segar.
-

Tebang MBS POS II (emplasemen)


a. Truck masuk sesuai hari jadwal.
b. Varietas sesuai ketentuan (Varietas Masak Awal-Tengah u/ Periode I - IV ), Varietas

harus di tulis di SPTA


c. Brix sesuai ketentuan
d. Tebu dalam kondisi bersih (Bebas Sogolan, Bebas Momol/Pucuk, Bebas Daduk,
e. Bebas Akar dan Tanah, Bebas Tebu Mati)
Apabila tidak memenuhi syarat dari salah satu aspek diatas, maka :
1.
2.
3.
4.
5.

Iventaris Data di Emplasemen


Informasikan ke SKK TA.
Pemberitahuan oleh Wilayah Ke Ketua Kelmp & Sopir.
Peringatan 1 - 2 Kali oleh Wilayah Ke KK dan Sopir
Jika Masih Tetap Truck dikeluarkan dari Emplasemen.

POS III (CRANE)


a. Inventarisasi berat tebu & no.SPTA
b. Tebu yang bersih ditarik ke ban lori sesuai urutan menuju POS IV, sedangkan yg masih
c. kotor lori dipisahkan untuk dibersihkan oleh pemilik tebu.

POS IV (MEJA TEBU)


Pemasukan data mutu tebu TLG
Penggolongan mutu tebu :
A = Bebas sogolan, Bebas pucuk, Bebas tanah & akar, Tebang dongkel,
Lurus & tidak dicacah, Tebu normal (diameter > 2,5cm)
B = Bebas sogolan, Bebas pucuk, Bebas tanah & akar, Lurus & tidak dicacah,
C = Sedikit sogolan, Sedikit pucuk
D = Banyak sogolan, banyak pucuk
E = Terbakar
Untuk tebu yang tidak memenuhi kriteria giling, tidak digiling, dikembalikan ke pemiliknya
atau dihentikan penebangannya untuk sementara bagi wilayah ybs.

CONTROLLING
1. Pada saat tebang, tebu sudah di analisa pendahuluan dan sudah layak tebang (sesuai syarat),
pucuk telah dipotong sepanjang 4-5 ruas dari atas (+ 20cm).
2. Tebu yang telah diangkut sudah terikat rapi dan bersih dari akar, daduk, sogolan dan tinggi
maksimal 2 sab/ kolong dari atas bak truk.
3. Pada saat penerimaan, truk sudah memiliki SPTA.
4. Pengawasan timbangan Tebu
- Syarat : tebangan harus bersih ,ada jatah tebang ,bebas sogolan, bebas momol/pucuk,
bebas daduk, bebas akar dan tanah ,bebas tebu mati, segar
- Tempat penimbangan dengan memasukan data No Kontrak, Ku Tebu, No Truck/Lori, Hasil
timbang harus tercetak printer
- Rekapitulasi data harian tiap periode oleh pihak timbangan berisi Ku tebu hari ini, Jumlah
SPTA hari ini & Jml Jalan
- Pelaporan disampaikan ke Kantor Tebang Angkut, AKU (Akuntansi dan umum),Bag.

Tanaman, Quality Control/NPP, Koperasi Petani