Anda di halaman 1dari 4

BAB I

ARTIKEL

Longsor di Tawangmangu, 1 Rumah Hancur


Tomi Sujatmiko | Rabu, 5 Maret 2014 | 20:30 WIB | Dibaca: 372 | Komentar: 0

Rumah Kidi hancur tertimbun longsor talud vila di Tawangmangu (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (KRjogja.com)-

Rumah milik Kidi, 62, warga

Tegalrejo RT 04/RW I Desa Gondosuli Kecamatan Tawangmangu rusak berat


dihantam longsoran talud vila, Rabu (05/03/2014). Tidak ada korban jiwa dalam
peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan belasan juta rupiah.
Hingga saat ini, penghuni rumah terpaksa menempati bagian bangunan di
bagian belakang rumah yang selamat dari musibah itu. Sedangkan bagian depan
rumahnya tidak dapat ditempati, karena material longsor memenuhi teras dan
ruang tamu. Batu dan tanah bangunan talud menjebol atap rumah Kidi saat dirinya
dan keluarga keluar rumah. Selain merusak bangunan, longsoran talud vila yang
terletak di atas rumah Kidi menimbun alat elektronik dan perabotan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aji Pratama
Heru Kristanto mengatakan aparatnya langsung diterjunkan ke lokasi begitu
1

mendapat informasi tersebut. Bersama dengan warga dan anggota Polsek


Tawangmangu, tim melakukan gerak cepat membersihkan longsoran.
Pemicu longsor, kata dia, disebabkan struktur talud labil. Terjadi pula
rekahan-rekahan tanah usai diguyur hujan. "Talud setinggi tujuh meter itu luruh
menimpa atap. Sepanjang 25 meter, talud itu menimbun bangunan rumah. Cukup
parah. Sampai dinding dan atap jebol, kata dia.
Menurutnya, cuaca ekstrem perlu diwaspadai pemilik rumah di kawasan
wisata Tawangmangu, utamanya bangunan vila berkontur terasering. (*-10)

BAB II
PEMBAHASAN
Pada berita online Kedaulatan Rakyat tanggal 5 Januari 2014,
menginformasikan bahwa telah terjadi pergerakan tanah di Tegalrejo RT 04/RW I
Desa Gondosuli Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah
menyebabkan satu rumah warga di sana mengalami rusak berat akibat dihantam
longsoran talud vila. Menurut artikel berita tersebut, terdapat beberapa informasi
yang dapat menjadi data pendukung untuk pengambilan hipotesa seperti adanya
rekahan-rekahan tanah akibat turunnya hujan dan struktur talud yang labil maka
dapat diinterpetasikan bahwa longsor yang terjadi di Tawangmangu ini
merupakan jenis pergerakan tanah yang berupa longsoran.
Yang mana longsoran (slide) merupakan gerakan menuruni lereng oleh
suatu massa tanah dan atau batuan penyusun lereng, melalui bidang gelincir pada
lereng, atau pada bidang regangan geser yang relatif tipis. Faktor yang diamati
dari longsoran adalah ketidakstabilan tanah, adanya retakan melengkung seperti
tapal kuda, pergerakan tidak serempak, dan adanya jeda waktu antar retakan awal
ddengan pergerakan pada bidang gelincir.
Jadi kemungkinan kronologi terjadinya longsoran di Desa Gondosuli
Kecamatan Tawangmangu adalah awal mulanya terjadi retakan yang dapat terjadi
beberapa jam sebelum terjadinya longsor, dan dapat juga beberapa sebelumnya.
Namun retakan itu dapat juga terbentuk tanpa diikuti dengan pergerakan pada
bidang gelincir. Hal ini tergantung pada kondisi geologi dan hidrologi lereng
daerah ini. Retakan itu dapat disebut zona lemah, sedangkan terjadinya longsor
pada bulan di mana hujan turun cukup intensif. Jadi kemungkinan talud tersebut
telah jenuh air, sehingga sudah tidak kuat menahan beban di atasnya yang berupa
vila dan akhirnya terjadilah longsor yang menghancurkan rumah warga yang
berada di bawahnya.

DAFTAR PUSTAKA
http://krjogja.com (Diakses pada 21 April 2014 pukul 11.45)