Anda di halaman 1dari 44

KATA SAMBUTAN

PANGULU SIDOMULYO
Rencana pembangunan jangka menengah ( RPJMNag ) Nagori
Sidomulyo Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun, ini
adalah merupakan dokumen perencanaan strategis jangka menengah
Desa yang berjangka waktu 6 Tahun dan ditetapkan dengan peraturan
Desa. Salah satu agenda Desa dalam mewujudkan tata pemerintah
yang baik adalah dengan membangun sistem perencanaan yang baik
dan berpihak pada masyarakat meski yang dilakukan secara
partisipatif. Karena dengan adanya perencanaan yang baik cita-cita
untuk mensejahterakan masyarakat dapat dilakukan secara terencana
dan teratur, RPJMNag ini Disusun untuk mewujudkan perencanaan
pembangunan Desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan keadaan
setempat,menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap program
pembangunan di Desa, memelihara dan mengembangkan hasil-hasil pembangunan di Desa,dan
menumbuhkembangkan dan mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan didesa.
Dalm peraturan pemerintah no 72 tahun 2005 tentang Desa pasal 64 disebutkan bahwa
Desa diwajibkan memiliki perencanaan jangka menengah (RPJMN) dan perencanaan tahunan
(RKP Nagori). Dengan adanya Alokasi Dana Desa (ADD) perencanaan Desa menjadi sesuatu
yang sangat urgen untuk dilakukan Desa karena dengan perencanaan ini implementasi ADD
menjadi tetap sasaran, dan teratur, penyusunan RPJMNag ini juga mengacu pada pramendagri 66
tahun 2007 tentang perencanaan desa serta petunjuk teknis penyusunan perencanaan Desa dari
Dirjen PMD Kemendagri nomor 414.2/1408/PMD tahun 2010.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan
RPJMNag 2015-2020, terutama kepada Tim Penyusun RPJM Nagori Sidomulyo, namun
demikian RPJMNag ini belumlah menjadi RPJM yang sempurna sehingga masih perlu
penyempurnaan, semoga RPJMNag ini menjadi acuan dalam pembangunan di Nagori Sidomulyo
dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan pembangunan Desa. Terima kasih.

PANGULU
SIDOMULYO

SUMADI

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan berkah dan karunianya, sehingga kami tim penyusun RPJMNag ini
dapat menyelesaikan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagori
( RPJMNag ) Nagori Sidomulyo, Kecamatan Bosar Maligas, tahun 2015 2020
sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah yang ada.
Melalui hasil kerja Keras kami bersama-sama masyarakat untuk menyusun
rencana perencanaan pembangunan yang ada di Nagori Sidomulyo yakni yang
dimulai dengan sosialisai tentang pentingnya Pembangunan yaitu bidang
Pendidikan, Kesehatan, Sarana dan prasarana, social Budaya, Koperasi dan Usaha
Masyarakat, Pemeritahan, pertanian dan pariwisata, sehingga besar harapan kami
dokumen ini dapat menjadi acuan yang dipakai oleh aparat pemerintahan Nagori,
lembaga setingkat Nagori, dan tokoh masyarakat dalam melaksanakan baik proses
perencanaan maupun hasil yang berupa dokumen perencaan pembangun dapat
dipakai dan telah diperdeskan untuk menjadi acuan pelaksanaan pembangunaan di
tingkat Nagori.
Kami tim penyusun RPJMNag ini dalam penyusunan ini tetap mengacu
peraturan pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Nagori, permendagri 66 tahun
2007 tentang perncanaan Nagori serta pentunjuk Teknis Penyusun Perencanaan
Nagori dari Dirjen PMD KemenDagri nomor 414.2/1408/PMD Tahun 2010 serta
ketentuan lainnya yang mendorong sistem perencanaan pembangunan secara
partisipatif. Penyusun RPJMnag ini disusun secara partisipatif melibatkan seluruh
masyarakat Nagori.
Kami mengucapkan Terima Kasih kepada perangkat Nagori, lembaga
setingkat Nagori dan elemen Masyarakat, serta pihak lain yang telah menbantu dan
mendukung dalam penyelesaian dokumen ini. Dan dalam proses perencanaan dan
pelaksanaan pembantu dokumen RPJMNag ini masih banyak sekali kelemahan
masukan yang membangun akan dapat memperbaiki Rencana Pembangunaan
Jangka Menengah Nagori ( RPJMNag ), semoga menuju Nagori Mandiri. Terima
Kasih.

TIM PENYUSUN RPJMNag


Nagori Sidomulyo, Kecamatan Bosar
Maligas
PANGULU NAGORI SIDOMULYO

SUMADI

DAFTAR ISI

SAMBUTAN KEPALA DESA


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
PARA PELAKU STAKE HOLDER
PERNAG RPJMNAG
LAMPIRAN NASKAH RPJMNAG
BAB I
:PENDAHULUAN ............................................................................................................. 1
1. Latar Belakang
2. Landasan Hukum
3. Maksud Dan Tujuan
BAB II
: PROFIL NAGORI ........................................................................................................... 5
2.1. Kondisi Geografis Nagori
2.2. Kondisi Demografis
BAB III
3.2.
3.3.

: POTENSI DAN MASALAH ........................................................................................... 9


3.1.Identifikasi/Mengenali Masalah
Identifikasi Masalah
Prosesi Kajian Masalah

BAB IV
4.1.1.
4.1.2.

: PERENCANAAN PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NAGORI ................ 19


4.1.Visi Dan Misi
Visi
Misi

BAB V

: TUJUAN,SASARAN DAN TOLOK UKUR KEBERHASILAN ................................. 20

BAB VI

: STRATEGI PEMBANGUNAN DAN KEBIJAKAN .................................................... 22

BAB VII

: PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN NAGORI .................................... 23

PETA
PENUTUP
BERITA ACARA

PARA PELAKU STAKE HOLDER


PANGULU

SEKRETARIS NAGORI

SUMADI

IRDU FIANTI

KEPALA - KEPALA URUSAN


PEMERINTAH NAGORI SIDOMULYO
KAUR ADMINISTRASI

KAUR PEMERINTAHAN

JUMILAH SARI

MIRANI HANDRIYATNA

KAUR PEREKONOMIAN

ASMIDAR

GAMOT NAGORI SIDOMULYO


TERDIRI DARI
3 (TIGA) HUTA
GAMOT
HUTA I

SAGIMUN

GAMOT
HUTA II

TUHARMAN

GAMOT
HUTA III

SUWARTO

BADAN PERMUSYAWARATAN NAGORI / MAUJANA


NAGORI SIDOMULYO
KETUA MAUJANA

JUARI

WAKIL KETUA MAUJANA

SEKRETARIS MAUJANA

PONIMAN

SASONGKO

ANGGOTA MAUJANA

ANGGOTA MAUJANA

ANWAR

BASUKI

LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NAGORI


(LPMN) NAGORI SIDOMULYO

KETUA LPM

RUSDI

Terdiri Dari
10 (sepuluh) Orang:

1. RUSDI
2. SUTRISNO
3. MISNO
4. TUGINO
5. TUKINO
6. NGALIMIN
7. SUPARDI
8. LUKBER SIANTURI
9. SUWARDI
10. BATI

KADER NAGORI SIDOMULYO


KADER TEKNIK

TONI

KADER TEKNIK - 2

DEWI LISTIANI

KADER PEMBERDAYAAN

NURHAYATI

TOKOH TOKOH
NAGORI SIDOMULYO

TOKOH MASYARAKAT

TOKOH PEMUDA

ANDUNG

RIZAL SARAGIH

TOKOH AGAMA

TOKOH PEREKONOMIAN

TUGINO

SUTRISNO

PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK)


NAGORI SIDOMULYO

KETUA PKK

Terdiri Dari
4 (Empat) Kelompok Kerja
1. Ketua Pokja I
2. Ketua Pokja II
3. Ketua Pokja III
4. Ketua Pokja IV

: Ny. S. Saragih
: Ny. Nurhayati
: Ny. Ratmi
: Ny. F. Dongoran

IPA SANTI

KARANG TARUNA NAGORI SIDOMULYO


KETUA KARANG TARUNA
Terdiri Dari
13 (Tiga Belas) Personalia

MISNO

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Pembina
Penasehat
Majelis Pertimbangan
Ketua
Sekretaris
Bendahara
Seksi pendidikan dan Pelatihan
Seksi Usaha Kesejahteraan sosial
Seksi Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
Seksi Kerohanian dan Pembinaan Mental
Seksi Olah raga dan Seni Budaya
Seksi Lingkungan Hidup
Seksi Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama
Kemitraan

PEMERINTAH KABUPATEN SIMALUNGUN

KECAMATAN BOSAR MALIGAS


NAGORI SIDOMULYO
Alamat : Huta I Sidomulyo

Kode Pos 21183

PERATURAN NAGORI SIDOMULYO


NOMOR 01 Tahun 2011
T E N T A N G
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NAGORI (RPJM-NAG)
NAGORI SIDOMULYO TAHUN 2015 - 2020
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA NAGORI SIDOMULYO
Menimbang

: a. bahwa perencanaan pembangunan Nagori pada hakekatnya adalah suatu


proses untuk menentukan tindakan menuju masa depan yang tepat dan
terarah;
b. bahwa untuk menciptakan kondisi yang lebih baik diperlukan adanya
pilihan-pilihan prioritas pembangunan, sehingga tercipta proses
pembangunan bersifat berkelanjutan dengan mempertimbangkan
kemampuan dan ketersediaan dana yang ada;
c. bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa adalah merupakan
wahan dansarana guna pencapaian visi / misi dan haapan masyarakat desa di
masa datang;

Mengingat

: 1. Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (UUD 1945);


2. Undang-undang No.7 1956 tentang pembentukan Daerah Otonom
Kabupaten dalam lingkungan Provinsi Sumatra Utara.Lembaran Republik
Indonesia.Tahun 1956 No. 58 Tambahan lembaran Negara Republik
Indonesia No. 1092
3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara RI No 104 Tahun 2004
Tambahan Lembaran Negara RI No 421 Tahun 2004)
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125 Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4437;
5. Undang - Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126 Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4438);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 nomor 158 Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia nomor 4546);
7. Peraturan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2005 tentang Perencanaan
Pembangunan Jangka Menengah Nasional;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang


Perencanaan Pembangunan Desa;
Dengan Persetujuan Bersama
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA
dan
KEPALA DESA SIDOMULYO

MEMUTUSKAN

Menetapkan

: PERATURAN NAGORI SIDOMULYO TENTANG RENCANA


PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NAGORI (RPJM-NAG)
NAGORI SIDOMULYO TAHUN 2015 - 2020
BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud dengan :
1. Desa adalah Nagori Sidomulyo.
2. Pemerintahan Desa adalah Kepala Desa Sidomulyo beserta Badan Permusyawaratan Nagori
Sidomulyo.
3. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dan Perangkat Nagori Sidomulyo.
4. Badan Permusyawaratan Desa yang disebut BPD adalah Badan Permusyawaratan Nagori
Sidomulyo.
5. Peraturan Nagori adalah semua Peraturan yang ditetapkan oleh Kepala Desa dan Badan
Permusyawaratan Desa (BPD) Nagori Sidomulyo.
6. Keputusan Kepala Desa adalah semua keputusan yang bersifat mengatur dan merupakan
pelaksanaan Peraturan Desa dan Kebijakan Kepala Desa yang menyangkut Pemerintahan,
Pembangunan dan Kemasyarakatan Nagori Sidomulyo.
7. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagori yang selanjutnya memuat arah kebijakan
pembangunan desa, arah keuangan desa, kebijakan umum, program dan rencana kerja Nagori
Sidomulyo.
BAB II
PERENCANAAN
Pasal 2
Perencanaan adalah konsep gagasan yang akan diwujudkan dalam bentuk program kerja.

Pasal 3
Perencanaan berdasar pada hasil kesepakatan musyawarah masyarakat.
Pasal 4
Perencanaan dibuat dengan mempertimbangkan kemampuan pembiayaan/ pemanfaatan.

BAB III
PROGRAM
Pasal 5
Program kerja adalah merupakan pelaksanaan kebijakan berdasarkan tugas pokok Pemerintah
Desa.
Pasal 6
Tugas pokok Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 adalah :
1. Bidang Pemerintahan
2. Bidang Pembangunan
3. Bidang Sosial Kemasyarakatan
Pasal 7
Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (1) adalah melayani segala
kepentingan kebutuhan masyarakat secara langsung.

Pasal 8
Bidang pembangunan sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) adalah menyiapkan/
menyediakan fasilitas kebutuhan masyarakat yang bersifat berkelanjutan.

Pasal 9
Bidang sosial kemasyarakatan sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (3) adalah pembinaan,
perlindungan, pengayoman masyarakat.

BAB IV
STRATEGI PEMBANGUNAN
Paragraf ke 1
Pembangunan Fisik
Pasal 10
Bangunan fisik adalah bangunan berwujud yang merupakan fasilitas sarana/prasarana yang
dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat.

Pasal 11
Sarana/ prasarana yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat sebagaimana dimaksud pada
pasal 10 :
1. Sarana/ Prasarana Pemerintahan
a. Kantor Desa
b. Balai Pertemuan Masyarakat (Balai Desa)
c. Pos Kesehatan (Puskesmas)
d. Pos Keamanan (Poskamling)
e. Papan data / informasi lain
f. Tanda batas wilayah desa
2. Sarana/ Prasarana Produksi Pertanian
a. Bangunan Tran Out (TO)
b. Devision Box (DB)

c.
d.
e.
f.
g.
h.

Saluran Irigasi Primer


Saluran Irigasi Skunder
Saluran Irigasi Tersier/ kwarter
Canal Pembuang
Saluran Pembuang Skunder
Pengolahan pupuk alternatif

3. Sarana/ Prasarana Perhubungan


a. Jalan
b. Jembatan
4. Sarana/ Prasarana Sosial
a. Rumah Ibadah
b. Sanitasi Air Limbah
c. Sumber Air Bersih
Paragraf 2
Pembangunan Non Fisik
Pasal 12
Pembangunan Non fisik adalah pembangunan manusia secara utuh yang meliputi penguasaan
ilmu, kesehatan, keterampilan dan sebagainya.

Pasal 13
Pembangunan manusia secara utuh sebagaimana dimaksud pada pasal 12 adalah :
a. Mendidik atau menularkan ilmu
b. Membiasakan/ memberi contoh (keteladanan)

Pasal 14
Mendidik/mengajar sebagaimana dimaksud pada pasal 13 huruf a adalah mendidik dengan cara
menularkan ilmu yang telah dimiliki kepada generasi yang belum memiliki ilmu, yaitu :
a. Ilmu Agama
b. Ilmu pengetahuan
c. llmu teknologi

Pasal 15
Membiasakan/ memberi contoh (keteladanan) sebagaimana dimaksud pada pasal 13 huruf b
adalah mendidik dengan cara memberikan contoh perbuatan yang baik dan bermanfaat bagi
kehidupan orang banyak. Yang diaplikasikan dalam prilaku dan tindak tanduk kehidupan seharihari.

BAB V
PENUTUP
Pasal 16
Peraturan Desa ini diberlakukan sejak diundangkan dan berlaku selama enam Tahun.

Pasal 17
Bila ada hal-hal yang berkaitan dengan adanya Peraturan Desa ini dan belum diatur dalam
peraturan ini akan diatur kemudian dalam aturan tambahan.

Di Tetapkan di Nagori : Sidomulyo


Pada tanggal
: 03 November 2014

Maujan Nagori
Sidomulyo

JUARI

Diundangkan di Nagori Sidomulyo


Pada tanggal
SEKRETARIS NAGORI SIDOMULYO
KECAMATAN BOSAR MALIGAS

IRDU FIANTI
Lembaran Desa Sidomulyo
Kecamatan Bosar Maligas
Tahun 2014 Nomor : 01 Tahun 2014

Pangulu Sidomulyo
Kecamatan Kecamatan Bosar Maligas

SUMADI

NASKAH
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NAGORI
TAHUN 2015 2020
NAGORI SIDOMULYO KECAMATAN BOSAR MALIGAS
KABUPATEN SIMALUNGUN
BAB I
PENDAHULUAN
1.

Latar Belakang Penyusunan RPJMNag

Dalam rangka pelaksanaan amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang


Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005
tentang Desa, maka setiap desa diwajibkan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nagori (RPJMNag). Selain itu, penyusunan RPJMNag perlu dilakukan sebagai langkah maju
untuk menyediakan suatu perencanaan pembangunan yang lebih lengkap dan berorientasi pada
pemecahan masalah serta pemenuhan prioritas kebutuhan.
Pemerintah Nagori Sidomulyo sejak tahun 2002 telah membuat Rencana Pembangunan
Tahunan hingga tahun 2007. Namun meskipun semua rencana dapat direalisasikan hasilnya tidak
kelihatan seakan pembangunan yang dilaksanakan kurang mengenai sasaran yang tepat.
Sehingga masalah-masalah yang ada di Nagori belum bisa tertangani.
Belajar dari masa lalu, maka pemerintah Nagori bersama-sama warga masyarakat
bertekad untuk menyusun suatu perencanaan pembangunan Nagori yang partisipatif dan
berkelanjutan. Bentuk perencanaan pembangunan Nagori yang dimaksud adalah RPJMNag yang
berlaku untuk jangka waktu 6 tahun. Proses penyusunannya lebih mengedepankan pelibatan
segenap unsur/elemen nagori melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nagori
(Musrenbangnag).
2.

Landasan hukum

Penyusunan dokumen perencanaan pembangunan Nagori Sidomulyo didasarkan pada


peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu :
a. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1956 tentang Pembentukan daerah otonom Kabupaten
dalam lingkungan provinsi Sumatera Utara, lembarab RI tahun 1956 no, 58 tambahan
lembaran Negara RI nomor 1092.
b. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional.
c. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
d. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa
e. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Desa;
f. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan
Pembangunan Desa.

3.

Maksud dan Tujuan Penyusunan RPJMNag

Maksud disusunnya RPJMNag adalah sebagai pedoman bagi setiap aparat pemerintah
desa dan lembaga-lembaga kemasyarakatan desa dalam menyusun sasaran, program dan

kegiatan pembangunan dalam upaya mencapai visi, misi dan tujuan penyelenggaraan
pemerintahan desa.
Secara mendasar tujuan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagori
(RPJMNag) adalah untuk menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap proses
pembangunan di desanya. Ketika partisipasi itu muncul maka akan melahirkan rasa memiliki
dari masyarakat terhadap hasil pembangunan di desanya, sehingga secara umum masyarakat
akan turut bertanggungjawab terhadap hasil-hasil pembangunan. Dengan kata lain, masyarakat
akan selalu menjaga, merawat, dan melestarikan keberadaannya.
Keberadaan RPJMNag dapat digunakan sebagai gambaran kongkrit tentang programprogram yang akan dilaksanakan dalam jangka menengah (5 tahun), sehingga dapat dijadikan
arahan bagi desa untuk menentukan prioritas terpenting dari pembangunannya. Dengan adanya
RPJMNag proses pembangunan di desa tepat sasaran dan tidak salah perencanaan dan selalu
berkesinambungan.
Disamping sebagai arah bagi pembangunan desa, dokumen RPJMNag dapat digunakan
sebagai alat dan sarana pengendalian bagi pelaksanaan pembangunan yang ada di desa.
Masyarakat dapat memanfaatkan dokumen RPJMNag tersebut untuk mengetahui program
pembangunan desa dan untuk mengevaluasi kinerja Pemerintah Desa. Dengan demikian fungsi
fungsi kontrol masyarakat dapat tumbuh dengan baik, sehingga kelemahan-kelemahan yang
dialami oleh aparat desa sedini mungkin dapat terdeteksi dan terselesaikan.
4.

Sasaran Penyusunan RPMJNag

Masyarakat merupakan bagian terpenting dari pembangunan, karena setiap proses


pembangunan yang dicanangkan baik oleh pemerintah maupun non pemerintah pasti melibatkan
peran serta masyarakat. Baik langsung maupun tidak langsung, penerima manfaat dari hasil
pembangunan adalah masyarakat itu sendiri.
Sasaran dari penyusunan RPJMNag adalah peran aktif masyarakat dalam proses
pembangunan, karena yang lebih mengetahui kebutuhan akan pembangunan adalah masyarakat
itu sendiri. Hasil-hasil pembangunan itu sendiri dapat mengena pada masyarakat terutama
masyarakat miskin, tepat sasaran dan tidak salah perencanaan sehingga tidak berdampak buruk
bagi masyarakat dan lingkungan tempat pembangunan itu digulirkan.
5.

Kedudukan RPJMNag

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagori di Nagori Sidomulyo disusun dalam


rangka penentuan arah kebijakan pembangunan jangka menengah desa yang didasarkan pada
jaring aspirasi masyarakat dan dirumuskan melalui musyawarah bersama masyarakat dan tokohtokoh masyarakat. RPJMNag Sidomulyo merupakan produk dokumen perencanaan
pembangunan yang dihasilkan komponen desa yang terdiri dari Kepala Desa beserta Perangkat
Desa dibantu Kader Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan
Masyarakat Desa (LPMD) serta Tokoh Masyarakat.
Proses penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagori
sidomulyo ini dilaksanakan sejak bulan Oktober sampai bulan November tahun 2014 sehingga
perumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa atau Rencana Pembangunan 5
tahunan ini adalah untuk tahun 2015 sampai dengan tahun 2020. setiap tahun akan dilaksanakan
monitoring dan evaluasi secara partisipatif yang melibatkan seluruh komponen desa, baik
masyarakat secara umum, tokoh masyarakat, perangkat desa dan BPD, sehingga hasil monitoring
dan evaluasi tersebut dapat dijadikan sarana kontrol bagi pelaksanaan pembangunan desa.

Selain itu, hasil monitoring dapat dijadikan sebagai acua pemberian rekomendasi untuk
pross pembangunan pada tahun berikutnya. Demikian pula apabila didasarkan hasil evaluasi
dipertimbangkan perlu dilakukan revisi atau perbaikan data, maka akan dilakukan pembaharuan
data berdasarkan informasi lapangan maupun perhitungan-perhitungan.
Jika demikian, RPJMNag Sidomulyo memiliki kedudukan yang sangat penting bagi
proses pembangunan. Bagi aparat Desa dokumen RPJMNag dapat dipergunakan sebagai acuan
dalam menyusun kebijakan-kebijakan pembangunan desa, dan bagi masyarakat berfungsi
sebagai sarana kontrol bagi pelaksanaan pembangunan dan merupakan salah satu dari
bentuk dukungan masyarakat dalam penentuan kebijakan desa.
6.

Hubungan RPJMNag dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagori Sidomulyo Kecamatan Bosar Maligas


Kabupaten Simalungun mengacu atau memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah Kabupaten Simalungun tahun 2007 - 2011. RPJMNag ini merupakan dokumen
perencanaan pembangunan Nagori Sidomulyo untuk lima tahunan (2015 - 2020) yang akan
dijabarkan lebih rinci dalam Rencana kerja Pembangunan Nagori (RKPNag) yang berjangka 1
tahunan.
7.

Sistematika Penulisan RPJMNag


RPJMNag Sidomulyo tahun 2015 - 2020 disusun dengan sistematika penulisan sebagai

berikut :
BAB I

PENDAHULUAN
Pada bab ini memuat latar belakang, maksud dan tujuan, sasaran, kedudukan,
landasan hukum penyusunan RPJMNag dan hubungan RPJMNag dengan dokumen
perencanaan lainnya.

BAB II

GAMBARAN UMUM KEADAAN NAGORI


Bab ini menguraikan tentang gambaran keadaan nagori yang menyangkut antara lain
: kondisi geografis, demografis, sosial ekonomi, sosial budaya dan sarana-prasarana
desa.

BAB III

HASIL PENGKAJIAN MASALAH,POTENSI DAN TINDAKAN


Pada bagian ini berisi rangkuman hasil musyawarah tentang berbagai masalah yang
dihadapi pemerintah desa dan warga desa beserta penentuan peringkat (ranking) atau
penilaian bobot dari masalah yang dihadapi. Selain pembobotan masalah, pada
bagian ini juga diuraikan tentang potensi yang dimiliki desa untuk memecahkan
masalah.

BAB IV

VISI DAN MISI


Pada bab ini memuat visi dan misi Kepala Desa (atau visi dan misi desa) sebagai
pedoman dalam menentukan arah, strategi dan kebijakan untuk lima tahun ke depan.

BAB V

TUJUAN, SASARAN DAN TOLOK UKUR KEBERHASILAN


Pada bab ini memuat tujuan, saran dan tolok ukur keberhasilan pembangunan
sebagai pernjabaran lebih lanjut dari visi dan misi desa.

BAB VI

STRATEGI PEMBANGUNAN DAN KEBIJAKAN

Pada bab ini diuraikan tentang strategi pembangunan desa sebagai dasar dalam
menentukan arah kebijakan desa, prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman serta
kerangka berpikir yang melatarbelakangi upaya pencapaian visi dan misi yang akan
dilakukan. Berdasarkan strategi tersebut selanjutnya dapat dijadikan pedoman dalam
menentukan arah kebijakan keuangan desa, kebijakan umum dan program
pembangunan.
BAB VII

PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN DESA


Uraian tentang program pembangunan pada dasarnya menjelaskan upaya untuk
melaksanakan strategi dan kebijakan Pemerintah Desa. Program pembangunan
merupakan proses penentuan jumlah dan sumber daya yang diperlukan dalam rangka
pelaksanaan suatu rencana tindakan/ pembangunan. Sedangkan uraian tentang
kegiatan pembangunan merupakan penjabaran rinci tentang langkah-langkah yang
diambil untuk menjabarkan program.

BAB II
PROFIL NAGORI
1.

Kondisi Geografis Nagori


a.

Letak dan Luas Nagori


Nagori Sidomulyo terbentuk dari 3 Huta , memiliki luas wilayah 1568 Ha atau
15.680 Km2, dengan perincian sebagai berikut :
1. Huta I
2. Huta II
3. Huta III

: 305 Ha ( 3,05 Km2 )


: 263 Ha ( 2,63 Km2 )
: 1000 Ha ( 10 Km2 )

Huta Sidomulyo masuk dalam wilayah Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten


Simalungun . Berjarak + 15 Km arah barat dari Kantor Camat Bosar Maligas , dengan
batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara berbatas dengan PT. MURIDA
Sebelah Selatan berbatas dengan KEBUN MAYANG
Sebelah Timur berbatas dengan TEMPEL JAYA
Sebelah Barat berbatas dengan PENGKOLAN

b.

Peruntukkan dan Manfaat Lahan

Sebagian besar lahan yang ada di Nagori Sidomulyo dimanfaatkan oleh penduduk
untuk kegiatan pertanian dan pemukiman. Secara rinci pemanfaatan lahan di Nagori
Sidomulyo dapat terlihat pada tabel 1 berikut :

No
1
2
3
4
5
6

c.

Tabel 1
Luas Lahan menurut Peruntukkan di Nagori Sidomulyo Tahun 2014
Peruntukkan Lahan
Luas
Presentase
Pemukiman
56,25 Ha
3,587 %
Perkebunan
1000 Ha
63,775 %
Perikanan / Kolam
3 Ha
0,191 %
Perladangan
494,13 Ha
31,513 %
Persawahan
Perkantoran/ Sarana Sosial
a. Kantor/ Balai Desa
0,5 Ha
0,318 %
b. Puskesmas
0,02 Ha
0,001 %
c. 3 Unit Mesjid
0,08 Ha
0,005 %
d. 2 Unit Sekolah
2 Ha
0,127 %
e. 1 Unit Gedung PAUD
0,02 Ha
0,001 %
f. Tanah Wakaf (Kuburan)
2 Ha
0,127 %
g. Lain -lain
10 Ha
0,072 %
TOTAL
1568 Ha
100 %
Status Kepemilikan Lahan
Status kepemilikan lahan di Nagori Sidomulyo terbagi dalam tiga bagian yaitu :
1. Milik rakyat
= 568 Ha
2. Milik Nagori
= 3. Milik Pemerintah
= 1000 Ha

d.

Keadaan Tanah

Tanah di Nagori Sidomulyo merupakan tanah cabuk (percampuran antara tanah liat
pasiran dan debu) dan sebagian kecil tanah liat merah yang berada di Huta Sidomulyo.
Dengan demikian sebagian besar lahan di Nagori Sidomulyo cocok untuk lahan pertanian
pangan seperti : padi, palawija dan holtikultura. Apalagi keadaan tanah yang tergolong
datar sehingga mudah untuk membuat jaringan irigasi sebagai sarana penunjang pola
pertanian teknis.
Demikian pula tanah kering perbukitan yang sedikiti bergelombang sangat cocok
dimanfaatkan sebagai area perkebunan rakyat seperti karet, kelapa sawit, cacao, dan lainlain.
2.

Kondisi Demografis
a.

Jumlah Penduduk

Dari data tahun 2011 - 2015, tercatat jumlah penduduk Nagori Sidomulyo
sebanyak 1.395. Yang terdiri atas 696 jiwa laki-laki dan 699 jiwa perempuan. Dihitung
berdasarkan jumlah Kepala Keluarga (KK), Nagori Sidomulyo dihuni oleh 368 Kepala
Keluarga. Dari angka tersebut kepadatan penduduk dapat dihitung sebagai berikut, yakni :
1395
1 jiwa/km = 88 Jiwa/km
15 ,68

b.

Komposisi Penduduk
Komposisi penduduk Nagori Sidomulyo berdasarkan jenis kelamin dan agama
terlihat pada tabel berikut :

No

Nama Dusun

Jumlah Penduduk

Agama

Lk

Pr

Total

Islam

Protestan

Katolik

Hindu

Budha

1.

Huta I

230

215

445

437

2.

Huta II

264

263

527

450

77

3.

Huta III

214

209

423

298

125

JUMLAH

708

687

1.395

1.185

210

c.

Kondisi Sosial Ekonomi

Nagori Sidomulyo adalah merupakan desa pertanian. Maka hasil ekonomi warga
dan mata pencaharian warga sebagian besar adalah petani.
Dari jumlah 368 yang ada lebih kurang 233 adalah petani. Selebihnya 135 ada
PNS, TNI/Polri, Pedagang, Karyawan Perkebunan dan lain-lain.
Ditilik dari tingkat penghasilan rata-rata masyarakat Nagori Sidomulyo tergolong
ke dalam kategori miskin. Dari luas Nagori Sidomulyo dimiliki oleh :
- Huta I : 305 Ha
- Huta II : 263 Ha
- Huta III : 1000 Ha

d.

Kondisi Sosial Budaya

Kehidupan masyarakat Nagori Sidomulyo sangat kental dengan tradisi-tradisi


peninggalan leluhur. Upacara-upacara adat yang berhubungan dengan siklus hidup
manusia (lahir dewasa/ berumahtangga mati), seperti upacara kelahiran, khitanan,
perkawinan dan upacara-upacara yang berhubungan dengan kematian, hampir selalu
dilakukan oleh warga masyarakat. Selain itu, tradisi sedekah bumi, bersih desa dan
semacamnya juga masih dilakukan setiap tahun.
Kegotongroyongan masyarakat masih kuat. Kebiasaan menjenguk orang sakit
(tetangga atau sanak famili) masih dilakukan oleh masyarakat. Biasanya ketika menjenguk
orang sakit, bukan makanan yang dibawa, tetapi mereka mengumpulkan uang bersamasama warga untuk kemudian disumbangkan kepada si sakit untuk meringankan beban
biaya. Kebiasaan saling membantu memperbaiki rumah atau membantu tetangga yang
mengadakan perhelatan juga masih dilakukan. Semua itu menggambarkan bahwa
hubungan ketetanggaan di desa ini masih erat/ kuat.
Kesenian yang paling disukai oleh warga desa ini adalah kesenian daerah seperti
wayang, ketoprak, keroncong dan reyog. Namun belakangan ini para pemuda cenderung
lebih menyukai musik dangdut dan musik-musik modern lainnya. Kelompok-kelompok
kesenian tradisional tampak mulai mengendor kegiatannya, sedangkan kelompokkelompok kesenian modern (band dan musik campur sari) tampak bermunculan. Di dalam
desa ini pada mulai tahun 2000 hingga sekarang telah berdiri 3 kelompok kesenian
modern, yaitu 1 kelompok band dan 2 kelompok musik campur sari.
Kondisi kesehatan masyarakat tergolong cukup baik, terutama setelah adanya
Puskesmas dan Polindes. Namun demikian, pada musim-musim tertentu warga masyarakat
sering mengalami gangguan kesehatan, terutama malaria. Keberadaan balita kurang gizi
sudah mulai berkurang, selaras dengan semakin baiknya perekonomian masyarakat. Balita
yang mengalami gizi kurang pada umumnya terjadi di wilayah perbukitan.
Kegiatan pengamanan (siskamling) desa secara bersamatergolong masih baik, meskipun
tampak mulai mengendor. Kendornya kegiatan siskamling ini ditengarai karena semakin
banyak waktu yang digunakan oleh warga masyarakat untuk mencari nafkah (bekerja).
e.

Sarana dan Prasarana

Di Nagori ini telah terhubung dengan daerah lain melalui jalan desa. Keadaan jalan
desa secara umum cukup baik, namun apabila musim hujan tiba di beberapa tempat
mengalami kerusakan jalan. Jalan beraspal belum ada di nagori ini.

Tabel
Prasarana Perhubungan
No
1
2
3
4

Jenis Prasarana
-Perkerasan Jalan Telford
-Rabat Beton
-Parit Pasangan Batu
-Parit Pasangan Batu

Kuantitas / Panjang
-2206 M
-33 M
-700 M
-511 M

Keterangan
-Huta II Balok-balok
-Huta II Balok-balok
-Huta I Sidomulyo
-Huta II Balok-balok

Sarana transportasi yang paling banyak digunakan warga masyarakat adalah sepeda
motor. Di desa ini belum ada sarana transportasi umum, seperti bus, mikrolet atau
sejenisnya.

Jaringan listrik dari PLN sudah tersedia di desa ini, sehingga hampir semua rumah
tangga menggunakan tenaga listrik untuk memenuhi keperluan penerangan dan kebutuhan
rumah tangga lainnya. Namun untuk prasarana air bersih sebagian warga masih harus
mengambil air dari areal perkebunan yang jaraknya sangat jauh dari perumahan warga.
Untuk pembuatan sumur bor, dibutuhkan biaya yang sangat mahal, sehingga masalah air
bersih masih menjadi masalah yang serius bagi warga.

BAB III
POTENSI DAN MASALAH
1.

Identifikasi/ Mengenali Masalah menggunakan Sketsa Nagori

DAFTAR MASALAH, PENYEBAB DAN POTENSI BERDASARKAN SKETSA DESA


No

MASALAH

PENYEBAB

1.

Prasarana Air bersih masih kurang di


Huta I Sidomulyo diperlukan dua unit
sumur Bor

Tidak ada sumber Air


bersih

Tenaga kerja
Lahan

2.

Prasarana air bersih masih kurang di


Huta II Balok-balok diperlukan dua
unit sumur bor

Tidak ada sumber air


bersih

Tenaga kerja
lahan

3.

Prasarana air bersih masih kurang di


Huta III Afd.III Mayang diperlukan
dua unit sumur bor

Tidak ada sumber air


bersih

Tenaga kerja
lahan

4.

Jarak tempuh Poskesdes ke


Puskesmas Kecamatan sangat
jauh,maka dibutuhkan satu unit mobil
Ambulance

Pasien terlambat
mendapat pertolongan

Ada tenaga

Kendaraan yang
mengangkut hasil
pertanian melebihi
tonase sehingga jalan
cepet rusak dan
berlubang
Kendaraan yang
mengangkut hasil
pertanian melebihi
tonase sehingga jalan
cepat rusak dan
berlubang

POTENSI

5.

Meningkatkan kualitas jalan telford


keaspal di Huta I maka dibutuhkan
pengaspalan jalan sepanjang 1000
meter

6.

Meningkatkan kualitas jalan telford


keaspal di Huta II maka dibutuhkan
pengaspalan jalan sepanjang 1000
meter

7.

Tidak ada tempat berlindung pada saat


cuaca panas dan hujan jika ada warga
yang mendapat
Tdak ada tratak
kemalangan/meninggal di Huta I
Sidomulyo

Rumah
warga/
masyarakat

8.

Tdak ada tempat berlindung pada saat


cuaca panas dan hujan jika ada warga
yang mendapat
kemalangan/meninggal di Huta II
Balok-balok

Tidak ada tratak

Rumah
warga/
masyarakat

9.

Tdak ada tempat berlindung pada saat


cuaca panas dan hujan jika ada warga
yang mendapat
kemalangan/meninggal di Huta III
Afd.III Mayang

Tidak ada tratak

Rumah
warga /
masayarakat

Jalan sudah
dibatu

Jalan sudah
dibatu

Jalan penghubung huta I dan huta II


tidak ada maka dibutuhkan
10.
pengerasan jalan dan parit pasang
sepanjang 2000 M

Masyarakat masi
menumpang jalan
perkebunan PTPN IV
mayang

Tenaga
Lahan
swadaya
masyarakat

Jalan penghubung nagori sidomulyo


dengan nagori tempel jaya tidak ada,
11.
maka dibutuhkan pengerasan jalan
dan perit pasang sepanjang 2000 m

Masyarakat masi
menumpang jalan
perkebunan PTPN IV
mayang

Tenaga
lahan
swadaya
masyarakat

2.IDENTIFIKASI MASALAH BERDASARKAN KALENDER MUSIM


MASALAH/
KEGIATAN/
KEADAAN
Kesehatan
(banyak
Penyakit)
Angin
Banjir
Kemarau

PANCAROBA
Mar

****

Apr

KEMARAU

MUSIM HUJAN

Mei

Jun

Jul

Agt

Sep

Okt

Nov

Des

Jan

Feb

**

****

****
-

***
-

***

Berdasarkan kalender musim tersebut diatas, masalah yang dikenali kemudian dirumuskan
dalam bentuk daftar masalah. Dalam daftar masalah tersebut, sekaligus dirumuskan potensi
pembangunan yang perlu dikembangkan. Daftar masalah dan potensi berdasarkan kalender
musim adalah sebagai berikut :
DAFTAR MASALAH, PENYEBAB DAN POTENSI
BERDASARKAN KALENDER MUSIM
No

MASALAH

PENYEBAB

1.

Paret air hujan dan air kotor tidak ada di


Huta I apabila musim penghujan air
menggenang dibadan jalan dan
menggenang dihalaman rumah penduduk
sehingga diperlukan parit pasangan
sepanjang 2000 meter.

Tidak ada parit


pasangan sehingga air
meluap

Lahan
Tenaga

2.

Paret air hujan dan air kotor tidak ada di


Huta II apabila musim penghujan air
menggenang dibadan jalan dan
menggenang dihalaman rumah penduduk
sehingga diperlukan parit pasangan
sepanjang 2000 meter.

Tidak ada parit


pasangan sehingga air
meluap.

Lahan
Tenaga Kerja

10

POTENSI

2.

Identifikasi/ Mengenali Masalah menggunakan Bagan Kelembagaan


DAFTAR MASALAH PENYEBAB DAN POTENSI
BERDASARKAN BAGAN KELEMBAGAAN
No

3.

MASALAH

PENYEBAB

POTENSI

1.

Kelompok tani kurang aktif di


nagori sidomulyo

Tidak ada
penyuluhan/bimbingan

Masyarakat siap di
bina

2.

Karang Taruna kurang aktif di


nagori sidomulyo

Tidak ada
penyuluhan/bimbingan

Masyarakat siap dibina

3.

Dinagori Sidomulyo masih


minimnya penyuluhan tentang
kesehatan

Kesulitan Ekonomi
sehingga masyarakat
kurang mengerti
pentingnya menjaga
lingkungan

Bidan Desa dan


Poskesdes ada

4.

Lingkungan Kantor kotor


dibutuhkan pemagaran kantor
sepanjang 100 m di depan kantor

Banyak ternak
berkeliaran dilingkungan
kantor

Lahan ada

5.

Administrsi terhambat

Kurang Komputer

Ruangan ada

6.

PKK kurang
kegiatan/keterampilan

Tidak ada pasilitas

Pembimbing ada

7.

Revarasi Bangunan Kantor

Kayu sudah mulai lapuk,


jendela rusak, kosen
pintu dan jendela sudah
rusak

Bangunan dan tenaga

8.

Untuk memperlancar tugas bagi


aparat Nagori Sidomulyo
mengingat jarak antara Nagori Ke
kecamtan sangat jauh

Tidak ada Inpentaris

Ada tenaga

Proses Kajian Masalah

Dalam hal ini yang dimaksud proses pengkajian masalah adalah kegiatan untuk
menindaklanjuti masukan atau analisis data yang dilakukan melalui pengelompokkan masalah,
penentuan peringkat masalah, pengkajian tindakan pemecahan masalah, dan penentuan peringkat
tindakan.
a.

Pengelompokkan Masalah

Masalah-masalah yang telah dikenali berdasarkan tiga cara (Sketsa Desa, Kalender
Musim dan Bagan Kelembagaan), selanjutnya perlu dikelompok-kelompokkan agar lebih
lengkap dan menyatu. Dengan pengelompokkan masalah ini, kita dapat memperoleh gambaran
mengenai masalah-masalah yang terjadi di desa. Selain pengelompokkan masalah, juga perlu

11

dilakukan pengelompokkan potensi pembangunan yang dapat digunakan untuk menangani


masalah-masalah tertentu.
Berdasarkan hasil musyawarah yang dilakukan dalam musrenbangdes, dapat dirumuskan
masalah dan potensi yang ada di Nagori Sidomulyo seperti berikut ini :
PENGELOMPOKKAN MASALAH PENYEBAB dan POTENSI
No
1.

MASALAH

PENYEBAB

Prasarana Air bersih masih


kurang di Huta I Sidomulyo
diperlukan dua unit sumur Bor

Tidak ada sumber Air


bersih

2.

Prasarana air bersih masih kurang


di Huta II Balok-balok diperlukan
dua unit sumur bor

Tidak ada sumber air


bersih

3.

Prasarana air bersih masih kurang


di Huta III Afd.III Mayang
diperlukan dua unit sumur bor

4.

5.

6.

Jarak tempuh Poskesdes ke


Puskesmas Kecamatan sangat
jauh,maka dibutuhkan satu unit
mobil Ambulance
Paret air hujan dan air kotor tidak
ada di Huta I apabila musim
penghujan air menggenang
dibadan jalan dan menggenang
dihalaman rumah penduduk
sehingga diperlukan parit
pasangan sepanjang 2000 meter.
Paret air hujan dan air kotor tidak
ada di Huta II apabila musim
penghujan air menggenang
dibadan jalan dan menggenang
dihalaman rumah penduduk
sehingga diperlukan parit
pasangan sepanjang 2000 meter.

7.

Meningkatkan kualitas jalan


telford keaspal di Huta I maka
dibutuhkan pengaspalan jalan
sepanjang 1000 meter

8.

Meningkatkan kualitas jalan


telford keaspal di Huta II maka
dibutuhkan pengaspalan jalan
sepanjang 1000 meter

9.

Kelompok tani kurang aktif di


nagori sidomulyo

Tidak ada sumber air


bersih

Pasien terlambat
mendapat pertolongan

POTENSI
Tenaga kerja
Lahan
Tenaga kerja
Lahan
Tenaga kerja
Lahan

Ada tenaga

Tidak ada parit pasangan


sehingga air meluap
Lahan,
Tenaga

Tidak ada parit pasangan


sehingga air meluap.
Lahan
Tenaga Kerja

Kendaraan yang
mengangkut hasil
pertanian melebihi tonase
sehingga jalan cepet
rusak dan berlubang
Kendaraan yang
mengangkut hasil
pertanian melebihi tonase
sehingga jalan cepat
rusak dan berlubang
Tidak ada
penyuluhan/bimbingan

12

Jalan sudah
dibatu

Jalan sudah
dibatu

Masyarakat siap
di bina

Karang Taruna kurang aktif di


10.
nagori sidomulyo
Dinagori Sidomulyo masih
11. minimnya penyuluhan tentang
kesehatan
Lingkungan Kantor kotor
12. dibutuhkan pemagaran kantor
sepanjang 100 m di depan kantor

Tidak ada
penyuluhan/bimbingan
Kesulitan Ekonomi
sehingga masyarakat
kurang mengerti
pentingnya menjaga
lingkungan
Banyak ternak
berkeliaran dilingkungan
kantor
Kurang Komputer

14

15

16

17

18

19

20

21

Lahan ada

Tidak ada pasilitas


Pembimbing

Kayu sudah mulai lapuk,


jendela rusak, kosen
Revarasi Bangunan Kantor
pintu dan jendela sudah
rusak
Tidak ada tempat berlindung pada Tdak ada tratak
saat cuaca panas dan hujan jika
ada warga yang mendapat
kemalangan/meninggal di Huta I
Sidomulyo
Tdak ada tempat berlindung pada Tidak ada tratak
saat cuaca panas dan hujan jika
ada warga yang mendapat
kemalangan/meninggal di Huta II
Balok-balok
Tdak ada tempat berlindung pada Tidak ada tratak
saat cuaca panas dan hujan jika
ada warga yang mendapat
kemalangan/meninggal di Huta
III Afd.III Mayang
Untuk memperlancar tugas bagi
Tidak ada Inpentaris
aparat Nagori Sidomulyo
mengingat jarak antara Nagori Ke
kecamtan sangat jauh
Jalan penghubung huta I dan huta Masyarakat masi
II tidak ada maka dibutuhkan
menumpang jalan
pengerasan jalan dan parit pasang perkebunan PTPN IV
sepanjang 2000 M
mayang
Jalan penghubung nagori
sidomulyo dengan nagori tempel
jaya tidak ada, maka dibutuhkan
pengerasan jalan dan perit pasang
sepanjang 2000 m

Bidan Desa
Poskesdes

Ruangan ada

13. Administrsi terhambat


PKK kurang
kegiatan/keterampilan

Masyarakat siap
dibina

Masyarakat masi
menumpang jalan
perkebunan PTPN IV
mayang

13

Bangunan
Tenaga

Rumah warga/
masyarakat

Rumah warga/
masyarakat

Rumah warag/
masayarakat

Ada tenaga
Tenaga
lahan
swadaya
masyarakat
Tenaga
Lahan
swadaya
masyarakat

b. Pemeringkatan Masalah
Setelah
masalah-masalah
dikelompok-kelompokkan,
selanjutnya
dilakukan
pemeringkatan masalah. Dalam pemeringkatan masalah ini, peserta musrenbangdes diminta
untuk menimbang dan menilai setiap masalah yang ada di Nagori dengan cara memberikan
pembobotan terhadap aspek masalah. Bobot setiap aspek masalah ditentukan berdasarkan berat
dan ringannya suatu masalah. Pemberian bobot masalah menggunakan angka 1 s/d 5. semakin
berat sifat suatu masalah diberi bobot yang semakin besar. Aspek masalah yang digunakan
sebagai dasar penilaian merupakan jawaban pertanyaan tentang :
- Apakah masalah tertentu dirasakan banyak orang,
- Bagaimana tingkat keparahan dari suatu masalah tertentu,
- Apakah masalah tertentu itu menghambat upaya peningkatan pendapatan,
- Apakah suatu masalah tertentu sering terjadi,
- Apakah tersedia potensi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut,
Selanjutnya, berdasarkan pembobotan setiap aspek masalah yang diusulkan oleh para
peserta musrenbangdes kemudian dijumlahkan untuk memperoleh jumlah nilai. Jumlah nilai ini
kemudian digunakan sebagai dasar untuk mengurutkan suatu peringkat masalah. Semakin besar
nilai yang diperoleh, maka peringkat masalahnya semakin tinggi yang ditandai dengan tanda
angka yang semakin kecil.
Berdasarkan cara tersebut dapat diketahui bahwa berdasarkan penilaian bersama peserta
musrenbangnag, masalah yang menduduki peringkat atas atau tinggi adalah :
HASIL PENENTUAN PERINGKAT MASALAH

Sangat
Parah

Meng
hambat
Pening
katan
Penda
patan

Keserin
gan
terjadi

Tersedia
potensi
untuk
memecah
kan
masalah

Jumlah
nilai

NO

Masalah

Dirasakan
Oleh
Orang
Banyak

14

14

14

15

Prasarana Air bersih masih


kurang di Huta I Sidomulyo
diperlukan dua unit sumur Bor
Prasarana air bersih masih
kurang di Huta II Balok-balok
diperlukan dua unit sumur bor
Prasarana air bersih masih
kurang di Huta III Afd.III
Mayang diperlukan dua unit
sumur bor
Jarak tempuh Poskesdes ke
Puskesmas Kecamatan sangat
jauh,maka dibutuhkan satu unit
mobil Ambulance
Paret air hujan dan air kotor
tidak ada di Huta I apabila
musim penghujan air
menggenang dibadan jalan dan
menggenang dihalaman rumah
penduduk sehingga diperlukan

14

Urutan
peringk
at

9
10

11

12

13

14
15

16

17

18

parit pasangan sepanjang 2000


meter.
Paret air hujan dan air kotor
tidak ada di Huta II apabila
musim penghujan air
menggenang dibadan jalan dan
menggenang dihalaman rumah
penduduk sehingga diperlukan
parit pasangan sepanjang 2000
meter.
Meningkatkan kualitas jalan
telford keaspal di Huta I maka
dibutuhkan pengaspalan jalan
sepanjang 1000 meter
Meningkatkan kualitas jalan
telford keaspal di Huta II maka
dibutuhkan pengaspalan jalan
sepanjang 1000 meter
Kelompok tani kurang aktif di
nagori sidomulyo
Karang Taruna kurang aktif di
nagori sidomulyo
Dinagori Sidomulyo masih
minimnya penyuluhan tentang
kesehatan
Lingkungan Kantor kotor
dibutuhkan pemagaran kantor
sepanjang 100 m di depan
kantor
Administrsi terhambat
PKK kurang
kegiatan/keterampilan
Revarasi Bangunan Kantor
Tidak ada tempat berlindung
pada saat cuaca panas dan
hujan jika ada warga yang
mendapat
kemalangan/meninggal di Huta
I Sidomulyo
Tdak ada tempat berlindung
pada saat cuaca panas dan
hujan jika ada warga yang
mendapat
kemalangan/meninggal di Huta
II Balok-balok
Tdak ada tempat berlindung
pada saat cuaca panas dan
hujan jika ada warga yang
mendapat
kemalangan/meninggal di Huta
III Afd.III Mayang

15

11

11

10

13

13

13

15

Untuk memperlancar tugas


bagi aparat Nagori Sidomulyo
mengingat jarak antara Nagori
Ke kecamtan sangat jauh
Jalan penghubung huta I dan
huta II tidak ada maka
dibutuhkan pengerasan jalan
dan parit pasang sepanjang
2000 M
Jalan penghubung nagori
sidomulyo dengan nagori
tempel jaya tidak ada, maka
dibutuhkan pengerasan jalan
dan perit pasang sepanjang
2000 m

19

20

21

c.

16

Pengkajian Tindakan Pemecahan Masalah

Tahapan lebih lanjut setelah pemeringkatan masalah adalah melakukan kajian terhadap
alternatif tindakan untuk memecahkan masalah. Untuk keperluan ini, dalam musrenbangdes
telah dibahas bersama tentang penyebab dari setiap masalah yang ada. Langkah penentuan
penyebab masalah ini penting dilakukan, karena ketepatan tindakan yang diambil dalam rangka
memecahkan masalah adalah ketepatan dalam menentukan penyebabnya terlebih dahulu.
Berdasarkan hasil musyawarah dengan para peserta musrenbangnag dapat dirumuskan
tindakan alternatif yang dipandang layak adalah seperti tercantum pada tabel berikut ini.

HASIL PENGKAJIAN TINDAKAN PEMECAHAN MASALAH


No

MASALAH

PENYEBAB

POTENSI

1.

Sulit mendapatkan air bersih

Tidak ada sumber Air


bersih

Tenaga kerja
Lahan

2.

Saat musim penghujan air


selalu tergenang untuk
mengatasinya sangat
diperlukan parit pasangan

Tidak ada parit


pasangan sehingga air
meluap

Lahan
Tenaga

3.

Untuk meningkatkan kualitas


jalan, agar tahan lama
diperlukan pengaspalan dijalan
utama nagori

Kendaraan yang
mengangkut hasil
pertanian melebihi
tonase sehingga jalan
cepet rusak dan
berlubang

Jalan sudah dibatu

4.

Karang taruna PKK dan


kelompoktani kurang aktif

Tidak ada
penyuluhan/bimbingan

Masyarakat siap di
bina

5.

Masih minimnya penyuluhan


tentang kesehatan

Belum mampu
mengantisipasi
datangnya penyakit

Bidan Desa
Poskesdes ada

16

6.

Fasilitas kantor kurang


memadai, administrasi lambat

Kurang Komputer
Tidak ada Inpentaris
Jarak kekecamatan
jauh

Tempat
Tenaga

7.

Revarasi Bangunan Kantor

Kayu sudah mulai


lapuk, jendela rusak,
kosen pintu dan jendela
sudah rusak

8.

Tidak ada tempat berlindung


pada saat cuaca panas dan
hujan jika ada warga yang
mendapat
kemalangan/meninggal

Tdak ada tratak

Rumah
warga/masyarakat

9.

Jalan penghubung antara huta


ke Huta, dan nagori sidomulyo
dengan nagori tempel jaya
tidak ada

Masyarakat masih
menumpang jalan
perkebunan PTPN IV
mayang

Tenaga
lahan
swadaya
masyarakat

Bangunan
tenaga

d.

Penentuan Peringkat Tindakan


Setelah dilakukan pengkajian terhadap tindakan pemecahan masalah, perlu dilanjutkan
dengan langkah penentuan peringkat tindakan. Langkah ini dimaksudkan untuk menentukan
tindakan apa yang perlu di dahulukan (diprioritaskan). Tindakan yang mendapatkan prioritas
untuk dilakukan merupakan hasil pertimbangan para peserta musrenbangdes atas kegawatan
suatu masalah.
Berdasarkan hasil musyawarah, dapat ditentukan peringkat tindakan pemecahan masalah
sebagai berikut :
PENENTUAN PERINGKAT TINDAKAN

NO

Masalah

Pemenuhan
kebutuhan
orang
banyak

Dukungan
peningkatan
pendapatan
masyarakat

Dukungan
potensi

Jumlah
nilai

Peringkat
Tindakan

Sumur Bor Huta I

14

Sumur Bor Huta II


Sumur Bor Huta III
Mobil Ambulance
Parit Pasangan
Parit Pasangan
Pengaspalan
Pengaspalan
Bimbingan Kelompok tani
dan Modal
Penyuluhan Karang Taruna
dan Modal
Penyuluhan tentang
kesehatan
Pemagaran Kantor

14

14

5
6
6
5
5

1
5
5
4
4

1
4
4
2
2

7
15
15
11
11

9
2
2
6
6

10

3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

17

13

14
15
16
17
18
19
20
21

Penambahan Komputer
Modal Kegiatan PKK
Revarasi Bangunan Kantor
Teratak Huta I
Teratak Huta II
Teratak Huta III
Infentaris Kantor
Pembuatan Jalan Baru antar
Huta
Pembuatan Jalan baru antar
Nagori

3
3
3
6
6
6
3

2
3
2
2
2
2
3

4
2
4
5
5
5
3

9
8
9
13
13
13
9

8
9
8
4
4
5
8

16

18

BAB IV
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NAGORI
(VISI DAN MISI NAGORI)
1.

VISI NAGORI SIDOMULYO

Terwujudnya kesejahteraan masyarakat Nagori Sidomulyo yang didukung pelayanan


pemerintahan yang baik serta pengembangan kualitas sumber daya manusia dan sumber
daya alam secara berkelanjutan.
Visi Pembangunan Nagori Sidomulyo tersebut mengandung makna, bahwa pemerintah Huta
Bersama masyarakat berkeinginan lima tahun kedepan kehidupannya lebih sejahtera, baik
sejahtera lahir maupun bathin.
Untuk mencapai keadaan yang sejahtera itu, diperlukan adanya pelayanan pemerintahan yang
baik (demokratis, transparan, dan berkepedulian). Selain itu, demi mencapai kesejahteraan yang
berkelanjut, maka diperlukan adanya sumbmber daya alam manusia yang berkualitas(sehat,
cerdas dan produktif). Tidak kalah pentingnya dari semua itu, pelestariaan fungsi lingkungan
sebagai upaya menjaga kualitas sumberdaya alam harus dilakukan.
Nagori Sidomulyo mempunyai visi SIDOMULYO NAGORI BERSEMI
Ber
= Bersih
Se
= Sejahtera
Mi
= Mandiri
Bersih artinya

Sejahtera artinya
Mandiri artinya

Bersih lingkungannya
Bersih aparatnya dari Korupsi, Kolusi dan Manipulasi
Bersih Masyarakatnya dari pelanggaran hukum
segala kebutuhan hidup warga dapat terpenuhi
Segala kepentingan warga dapat terlayani
Mampu sendiri, tidak terlalu bergantung kepada batuan dari pihak lain.
2.

MISI NAGORI SIDOMULYO

Misi Bersih
a. Melaksanakan tugas pemerintahan secara transparan
b. Membudayakan masyarakat agar menganut pola hidup bersih
c. Memberi penyuluhan tentang bahaya narkoba
Misi Sejahtera
a. Meningkatkan pendapatan warga
b. Melancarkan roda perekonomian
c. Menciptakan lapangan kerja
Misi Mandiri
a. Melestarikan tradisi gotong royong
b. Mndorong masyarakat berpartisipasi dalam setap pembangunan
c. Membiasakan masyarakat untuk menanggulangi segala keperluan dan kebutuhannya
sendiri
d. Menggunakan dana dari pemerintah secara efektif dan seefisien mungkin
Bersemi artinya Tumbuh dan Berkembang
Diharapkan Nagori Sidomulyo bisa Terus Tumbuh dan Berkembang

19

BAB V
TUJUAN, SASARAN DAN TOLOK UKUR KEBERHASILAN

1.

Tujuan

Dalam hal ini tujuan merupakan penjabaran dari pernyataan misi Pemerintah Desa
bersama masyarakat. Tujuan adalah hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka
waktu 5 tahun. Oleh karena itu, tujuan yang dirumuskan perlu memperhatikan misi
pembangunan desa.
Misi dan Tujuan
NO
1

2.

3.

2.

MISI
Membangun tata
pemerintahan desa yang baik
dengan bersendikan pada
prinsip keterbukaan,
tanggung jawab, saling
percaya dan partisipasi
masyarakat.
Meningkatkan kualitas hidup
menuju kesejahteraan
masyarakat desa secara
berkelanjutan dan
berkeadilan
Mengembangkan dan
memanfaatkan sumber daya
alam yang berwawasan
lingkungan, terutama di
sektor pertanian pangan dan
perkebunan.

TUJUAN
1.

2.

3.

Mewujudkan penyelenggaraan Peme-rintah Desa


dan pelayanan kepada masyarakat secara
berkualitas dan terpercaya.
Mewujudkan pola hubungan kemitraan dan
kebersamaan antara Pemerintah Desa, Badan
Perwakilan Desa dan warga masyarakat.
Meningkatkan peran serta masyarakat dalam
proses pemerintahan dan pembangunan.

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama


di bidang pendidikan/ keterampilan, kesehatan dan
keimanan kepada Tuhan Yang Maha Kasih

Meningkatkan dan memperluas sumber-sumber


perekonomian rakyat dalam rangka meningkatkan
pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

Sasaran

Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan, yaitu sesuai yang akan dicapai atau
dihasilkan oleh Pemerintah Desa dalam jangka waktu satu tahun, enam bulan, triwulan, atau
hanya dalam jangka waktu satu bulan.
Sasaran meletakkan dasar yang kuat untuk mengendalikan dan memantau kinerja
Pemerintah Desa. Keberadaan sasaran menjamin keberhasilan pelaksanaan rencana jangka
panjang yang bersifat menyeluruh yang berarti menyangkut keseluruhan stakeholders desa.
Sasaran harus menggambarkan hasil yang ingin dicapai melalui tindakan yang akan
dilakukan untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu setiap bidang sasaran perlu ditentukan tolok
ukur keberhasilannya.

20

SASARAN dan TOLOK UKUR KEBERHASILAN


NO
1.

2.

3.

SASARAN

TOLOK UKUR KEBERHASILAN

Meningkatkan
1.
kemampuan
para 2.
pamong desa dalam
mengelola
pemerintahan
Meningkatnya
1.
keterbukaan
2.
penyelenggaraan
3.
pemerintah desa
4.
Meningkatnya
partisipasi
masyarakat dalam
pemerintahan dan
pembangunan

1.

2.
3.
4.

4.

Meningkatnya
kualitas sumberdaya
manusia

1.
2.
3.
4.
5.
6.

5.

Berkembangnya
sumber-sumber atau
sarana-prasarana
ekonomi rakyat

7.
8.
1.
2.

Administrasi perkantoran desa tertata dengan baik.


Tersedianya perencanaan pembangunan desa

Keterbukaan dalam pengambilan keputusan,


Keterbukaan dalam pengelolaan keuangan,
Keterbukaan dalam pelayanan publik,
Ketersediaan pamong desa menerima kritik dan saran dari
masyarakat.
Meningkatnya kemampuan dan keberanian masyarakat
menyampaikan aspirasinya kepada BPD maupun Pemerintah
Desa.
Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam proses
perencanaan pembangunan
Meningkatnya
kemampuan
masyarakat
melakukan
pengawasan dan penilaian terhadap Pemerintah Desa dan BPD
Meningkatnya rasa memiliki dari warga desa terhadap proses
dan hasil pembangunan desa.
Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan
secara memadai
Meningkatnya peserta wajib belajar 9 tahun (atau rendahnya
jumlah anak usia sekolah yang drop out)
Rendahnya angka kejadian sakit
Rendahnya tingkat kematian bayi dan kematian ibu
melahirkan
Menurunnya angka pengangguran penduduk desa.
Semakin maraknya umat yang melakukan peribadatan sesuai
agama yang dianut.
Rendahnya tingkat kriminalitas dan kenakalan remaja/pemuda
Menurunnya jumlah penduduk miskin (Prasejahtera).
Meningkatknya hasil panen para petani
Tersedianya pasar desa

21

BAB VI
STRATEGI PEMBANGUNAN DAN KEBIJAKAN
Strategi pembangunan desa menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan desa,
prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman serta kerangka berpikir yang melatarbelakangi
upaya pencapaian visi dan misi yang akan dilakukan. Berdasarkan strategi tersebut selanjutnya
dapat dijadikan pedoman dalam menentukan arah kebijakan keuangan desa, kebijakan umum
dan program pembangunan.
Untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan yang telah dirumuskan, maka
Pemerintah Desa menempuh strategi sebagai berikut :
NO
1.

2.

3.

4.

5.

STRATEGI
Penguatan kapasitas
Pemerintah
Desa
dalam tata kelola
Pemerintahan Desa
yang baik
Pemberdayaan
lembaga-lembaga
kemasyarakatan agar
lebih
berfungsi
dalam pengelolaan
3.
pembangunan
Peningkatan jumlah
dan kualitas saranaprasarana
perekonomian
Peningkatan
kesadaran
masyarakat
di
bidang pendidikan
dan kesehatan
Meningkatkan
penataan lingkungan
yang lestari dan
berkelanjutan

KEBIJAKAN
Mengembangkan kemampuan
mengelola pemerintahan

pamong

desa

dalam

1. Mengembangkan
demokratisasi
dalam
penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
2. Mengembangkan hubungan kemitraan Pemerintah
Desa, BPD dan warga masyarakat.

1. Membentuk dan mengembangkan Badan Usaha Desa


(Bumdes)
2. Meningkatkan produktivitas lahan
1. Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan
2. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan

Mengatur ketertiban dalam pemanfaatan lahan

22

BAB VII
PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN NAGORI
Program pembangunan pada dasarnya merupakan upaya untuk melaksanakan strategi dan
kebijakan Pemerintah Nagori. Program pembangunan merupakan proses penentuan jumlah dan
sumber daya yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan suatu rencana tindakan/ pembangunan.
Kegiatan pembangunan merupakan penjabaran rinci tentang langkah-langkah yang
diambil untuk menjabarkan program. Penjabaran kegiatan memiliki tingkat kerincian yang sesuai
dengan kebutuhan sebagaimana diuraikan dalam program. Dalam RPJMNag, kegiatan
pembangunan masih bersifat indikatif (bersifat perkiraan, sehingga belum oprasional dan belum
sampai pada perhitungan teknis).
Program dan kegiatan pembangunan dirumuskan dalam bentuk tabel atau matriks. Dalam
menyusun program dan Kegiatan Pembangunan didasarkan pada peringkat masalah dan tindakan
serta memperhatikan kembali visi, misi, tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan Nagori.
Program pembangunan Nagori Sidomulyo yang dirumuskan atas dasar masukanmasukan yang diperoleh dalam musrenbangnag sebagaimana diuraikan pada halaman berikut ini.

23

RPJMNAG TAHUN 2015-2020

Huta III Afd.3 Mayang

PROVINSI SUMATERA UTARA


KABUPATEN SIMALUNGUN
KECAMATAN BOSAR MALIGAS
NAGORI
SIDOMULYO
JUDUL
PETA NAGORI
DIBUAT OLEH:
KADER TEKNIK

TONI
DIPERIKSA OLEH:
FASILITATOR TEKNIK

Utara

KETERANGAN
R T. Miskin
RT. Sederhana
Poskedes
Kantor Pangulu
Masjid
Huta II Balok-balok

JAPOLMEN NAIBAHO. ST
DIKETAHUI OLEH:
PJOK

PAUD
Tanah Wakaf
Perkebunan

GERHAT LUBIS. SH
NIP. 19671006 199007 100 1

KETERANGAN PETA

RPJMNAG TAHUN 2015-2020

RT Miskin
RT SEDERHANA
GEDUNG SEKOLAH SD NEGERI
BALAI HUTA
MASJID

Nagori
Pengkolan

PROVINSI SUMATERA UTARA


KABUPATEN SIMALUNGUN
KECAMATAN BOSAR MALIGAS
NAGORI
SIDOMULYO

GEREJA
KUBURAN ISLAM
KUBURAN KRISTEN
POS KAMLING

JUDUL
PETA HUTA II
DIBUAT OLEH:
KADER TEKNIK

TONI
DIPERIKSA OLEH:
FASILITATOR TEKNIK

JAPOLMEN NAIBAHO. ST
DIKETAHUI OLEH:
PJOK

UTARA

Huta I Sidomulyo

Nagori Teladan

GERHAT LUBIS. SH
NIP. 19671006 199007 100 1

RPJMNAG TAHUN 2015-2020

Nagori Tempel jaya


Huta I Sidomulyo

PROVINSI SUMATERA UTARA


KABUPATEN SIMALUNGUN
KECAMATAN BOSAR MALIGAS
NAGORI
SIDOMULYO
JUDUL
PETA HUTA III

KETERANGAN PETA
RTM
RT SEDERHANA
MASJID
GEREJA
KOPERASI
ASIH ASAH ASUH
MADRASAH
GUDANG BARU
KANTOR AFD 3
GUDANG LAMA
SD NEGERI

DIBUAT OLEH:
KADER TEKNIK

TONI
DIPERIKSA OLEH:
FASILITATOR TEKNIK

JAPOLMEN NAIBAHO. ST
DIKETAHUI OLEH:
PJOK

UTARA

Nagori Marihat Butar

Nagori Teladan

GERHAT LUBIS. SH
NIP. 19671006 199007 100 1

PENUTUP
Puji syukur Kami ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa, Sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas kami: RPJM-Nag dengan baik. Tak lupa pula kami ucapkan ribuan terima
kasih kepada seluruh anggota yang telah membantu kami dalam penyusunan RPJM-Nag, agar
kiranya dapat dipergunakan dengan seperlunya.
Demikian ucapan penutup dari kami dan apabila ada kesalahan kami dalam menyusun
RPJM-Nag, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih.

Tanggal 21 Novembar 2014


PANGULU
SIDOMULYO

SUMADI