Anda di halaman 1dari 9

RHINITIS ALERGI

ETIOLOGI
Kelainan mukosa hidung yang mengaktifkan reaksi hipersensitivitas tipe I
A
.

B
.

Gambar 1. A) Kavum nasal normal, B) Kavum nasal pada rhinitis alergi


ANAMNESIS
IDENTITAS
Usia
: diatas 6 tahun (70% penderita <20 tahun)
Pekerjaan
: profesi dengan pajanan alergen terus menerus (buruh, sopir dll)
KELUHAN UTAMA
Bersin >5x tiap serangan
Rinore (ingus bening, encer, banyak)
Gatal di hidung, tenggorokan, langit-langit atau telinga
Hidung tersumbat (menetap/berganti-ganti)
Hiposmia/anosmia
RPP (contoh RPP)
Nn. L, 20 tahun, datang dengan keluhan hidung terasa gatal disertai bersin
sejak 1 tahun yang lalu. Setelah bersin keluar ingus encer disertai hidung tersumbat.
Keluhan dirasakan 5-6x/minggu terutama di pagi hari, dan kadang membuat ia sulit
konsentrasi belajar. Selama ini pasien berobat ke mantra dan diberikan obat selama 3
hari serta istirahat di rumah, namun keluhan tidak juga membaik.
RPD

Penyakit atopi (asma, dermatitis atopi, konjungtivitis allergi, R/ reaksi


anafilaktik, angioedem, urtikaria, alergi makanan, obat, atau hal tertentu)
Riwayat komorbid (gambar 2)

Gambar 2. Komorbid rhinitis alergi


RPK

Keluarga menderita penyakit yang sama


R/ atopi dalam keluarga

RIWAYAT HIGIENITAS, LINGKUNGAN SEKITAR, PEKERJAAN DLL


Sosioekonomi menengah ke atas
R/ hobi atau pekerjaan di tempat yang terpapar allergen (cuaca, musiman,
hawa dingin, hewan peliharaan, kelelahan, obat-obatan, makanan,emosi,
kehamilan, asap, bau, kebiasaan merokok, dll)
PEMERIKSAAN FISIK
VITAL SIGN
Dalam batas normal
KEPALA
Wajah
Hidung

Telinga

Mata

: fasies allergic (gambar 3A), allergic shiner (lingkaran hitam di


sekitar mata)
: nasal crease, allergic salute (gambar 3B, 3C)
Rhinoskopi: mukosa edem, basah, berwarna pucat (livid),
sekret mucus encer, septum deviasi (+/-), polip
(+/-)
: retraksi membrane timpani, air fluid level, bubbles (+/-).
Dapat (+) pada rhinitis alergi disertai disfungsi tuba eustachius
dan otitis media sekunder
: injeksi & edema konjungtiva palpebra (+) disertai produksi air
mata dan gatal

Tenggorokan: geographic tongue (permukaan lidah sebagian licin sebagian


kasar), adenoid membesar, permukaan dinding laring posterior
kasar (cobblestone appearance), penebalan lateral pharyngeal
bands
LEHER
Tanda-tanda limfadenopati (+/-)
TORAKS
Tanda-tanda asma. Vesikuler (+/+), rhonki (-), wheezing ekspirasi (+/-)
ABDOMEN
Dalam batas normal
EKSTREMITAS
Tanda-tanda dermatitis atopi
FOTO PASIEN
A
.

B
.

C
.

Gambar 3. A. Fasies adenoid. Bernapas dengan mulut terbuka, kulit kering dengan gambaran
telangiektasis akibat penggunaan steroid topical kronik mengobati eksema; B. Allergic
crease; C. berbagai varasi allergic salute

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Sitologi hidung
o Tidak dapat memastikan diagnosis pasti
o Eosinofil >> atau normal.
o Bila Basofil >> kemungkinan disebabkan alergi makanan, PMN >>
menujukkan adanya infeksi bakteri
o IgE total serum normal kecuali bila atopi pasien lebih dari satu, missal selain
rhinitis alergi juga menderita asma bronchial atau urtikaria, maka IgE >>
(>100-150 KU/L)

Uji kulit
o Metode SET (Skin End-point Titration), Prick test, atau Scratch test

Pemeriksaan penunjang yang tidak rutin dilakukan


o Tes IgE spesifik dengan RAST (Radio Immunosorbent test) atau ELISA
Tes (+) bila IgE total >200 IU/mL
o Tes provokasi hidung (nasal challenge test)
Dilakukan bila tidak terdapat kesesuaian antara hasil tes kulit dengan gejala
klinik
A
.

B
.

Gambar 4. A) Prick test, B) Patch test

KLASIFIKASI
Tabel 1. Klasifikasi Rhinitis Alergi berdasarkan WHO-ARIA, 2001

DIAGNOSIS BANDING

Pola gejala
Jenis gejala
Usia
Faktor pencetus
Penyakit atopi
lain
Riwayat keluarga
rhinitis

Rhinitis Non alergi


Perenial
Kongesti, rinore, drainase
posterior, sinus pressure
70% kasus >20 tahun
Iritan non spesifik
(-)

Rhinitis Alergi
Seasonal
Hidung gatal, bersin, rinore, frainase
posterior, sinus pressure
70% kasus <20 tahun
Antigen spesifik & iritan non spesifik
Sering ada

(-)

Sering ada

TATALAKSANA
EDUKASI
o Menghindari allergen
Pencegahan primer
Diet restriksi pada ibu hamil yg curiga berisiko alergi (tanpa
susu, telur, ikan laut,kacang) mulai trimester III dan selama
menyusui
Bayi mendapat ASI eksklusif 5-6 bulan
Pencegahan sekunder
No karpet
Gunakan selimut yang tidak menyebabkan alergi

Membersihkan debu pada tempat tidur dan perabot rumah


Mencuci sprei dengan air hangat
Menghindari binatang peliharaan
o Pemeliharaan dan peningkatan kebugaran jasmani
FARMAKOLOGI

Bagan 1. Tatalaksana rhinitis alergi

Tabel 2. Terapi medikamentosa & imunoterapi rhinitis alergi


Jenis Obat
Penghambat H1 oral
CTM
Loratadin
Astemizole
Penghambat H1 intranasal
Azelastine
Levocabastine
Dekongestan (-adrenergik
agonis) intranasal
Oxymetazolin
Felilefrin
Xylometazolin
Nafazolin
Dekongestan Oral
Pseudoefedrin
Feniefrin
Fenilpropalamin HCl
Kortikosteroid intranasal
Mometasone furoate
Beclometason
dipropionat
Budesonide
Flunisodine acetate
Triamcinolone
acetonide
Kortikosteroid oral
Dexamethason
Betamethason

Keterangan
Pilihan pertama pengobatan

Imunoterapi

Mengurangi sumbatan
hidung, rasa lebih pahit,
tidak boleh digunakan anak
<5th
Mengurangi sumbatan
hidung & efek minimal
mengatasi rinore
Untuk (3-5 hr)
mencegah rebound
phenomenon & rhinitis
medikamentosa
ESO: gelisah, insomnia,
iritabel,sakit kepala,
palpitasi, takikardi, TC
meningkat

Dapat diberikan saat


anak berusia >3 tahun
Efek terapi 2-4 jam
Terapi jangka panjang
menyebabkan rhinitis
atropi & memicu
tumbuhnya jamur

Terapi jangka pendek untuk


rhinitis alergi berat yang
refrakter

Natrium Kromolin intranasal


Disodium kromoglikat
Sodium nedocromil

Nasalchom
Antikolinergik
Ipratropium bromida

Contoh penulisan resep


R/ CTM 4 mg tab No. IX
3 dd I tab po
R/ Loratadin 5 mg tab No. III
1 dd I tab po

R/ Azelastine nasal spray No. I


2 dd I spray KNDS

R/ Oxymetazoline 0,025% nasal spray


No.I
2 dd II spray KNDS

R/ Pseudoefedrin 60 mg tab No. IX


3 dd I tab po
R/ Fenilpropalamin HCl 15 mg tab No.
IX
3 dd I tab
R/ Mometasone furoate nasal spray No.
I
2 dd I spray KNDS
R/ Budesonide nasal spray No. I
4 dd I spray KNDS atau
2 dd II spray KNDS

R/ Dexamethasone 0,5mg tab No. XII


4 dd I tab po
R/ Betamethasone 0,25mg tab No. XII
4 dd I tab po
R/ Sodium kromoglikat nasal spray No.
I
4 dd I spray KNDS

Mast cell stabilizer


Efektif dan aman untuk
anak-anak
Efek lebih rendah dari
steroid
Menghambat aksi
asetilkolin pada reseptor
muskarinik menguangi
volume secret &
vasodilatasi
KI: penyakit autoimun, keganasan, terapi -bloker, asma berat/

Injeksi subkutan
Pernasal
Sublingual
Oral
Lokal

obstruksi jalan napas irefersibel, penyakit kardiovaskuler, anak


<5tahun, kehamilan

SEDIAAN KOMBINASI OBAT


1. Bodrexin pilek alergi (Rp 4.909)
Komposisi: Pseudoefedrin HCl & CTM
Anak 6-12 tahun 3x2sdt; 2-5 tahun 3x1sdt
2. Decolgen (tab Rp 23.667, sir 60cc Rp 6.056))
Komposisi: Paracetamol 300 mg, fenilpropalamin 12,5mg, CTM 1mg, as.
Askorbat 25 mg
Dewasa 3x2tab, anak 7-12 thn 3x1tab
3. Fludexin (tab Rp 47.000, sir Rp 10.000)
Komposisi: Paracetamol 500mg, CTM 2mg, Fenileprin 7,5mg,
Dextromethorpan 15mg
Dewasa 3x1 tab, anak 3x1-2tsp
4. Neozep Forte (Rp 35.222)
Komposisi: Fenilpropalamin 15mg, Paracetamol 250mg, Salycilamide 150mg,
CTM 2 mg, as askorbat 25mg
Dewasa 3x1tab
5. Panadol Cold & Flu (Rp 58.000)
Komposisi: Paracetamol 500mg, Pseudoefedrin 30mg, Dextromethorpan 15mg
Dewasa 4x1tab, tidak boleh untuk anak <12 tahun
6. Rhinos SR (Rp 165.000)
Komposisi: Loratadin 5mg, Pseudoefedrin HCl 60mg immediate release,
Pseudoefedrin HCL 60mg sustained release
Dewasa & anak >12 tahun 2x1 kaps
7. Alerdex (Rp 85.000)
Komposisi: Dexamethasone 0,5mg, Dexchlorpheniramine maleate 2mg
Dewasa dan anak 4x1tab
8. Celestamine (tab Rp 67.600, sir Rp 36.600)
Komposisi: Betametasone 0,25mg, Dexchlorpheniramine maleate 2mg
Dewasa 3x1 tab
PROGNOSIS
Vitam et functional: bonam
Sanationam: dubia et malam

DAFTAR PUSTAKA
Ghanie Abla. 2007. Penatalaksanaan rhinitis alergi terkini. Temu Ilmiah Akbat Lustrum IX
FK Unsri. Diakses melalui www.eprints.unsri.ac.id
Huriyati Effy dan Al Hafiz. 2010. Diagnosis dan penatalaksanaan rinitis alergi yang disertai
asma bronchial. Bag. Ilmu Kesehatan THT-KL FK Universitas Andalas. Diakses melalui
www.repository.unand.ac.id
Rinitis. Buku ajar Ilmu THT. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
MIMS Indonesian Index of Medical Specialty. 2010

Anda mungkin juga menyukai