Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Homeostasis merupakan manifestasi keberadaan sejumlah faktor biologis
yang konstan seperti indikasi kuantitatif, karakteristik suatu organisma pada
kondisi normal. Homeostasis sangat penting bagi pertahanan tubuh manusia.
Pada tubuh manusia homeostasis berperan sebagai pengendali stabilitas
internal tubuh manusia. Jika homeostasis tidak mampu mengendalikan
fungsinya berarti bagian internal dalam tubuh manusia telah mengalami
penurunan fungsi.
Untuk itu agar kita mengetahui secara jelas bagaimana peran homeostasis bagi
tubuh manusia diperlukan suatu pemahaman khusus.

1.2.

Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan diatas, rumusan masalah dari makalah ini adalah
sebagai berikut.
1. Bagaimana definisi dari homeostasis ?
2. Bagaimana proses dan pembagian dari homeostasis ?

1.3.

Tujuan
Sejalan dengan rumusan masalah diatas, tujuan dari penulisan makalah ini
adalah sebagai berikut.
1. Menjelaskan definisi homeostasis
2. Menjelaskan dan mendiskripsikan proses dan pembagian homeostasis

1.4.

Manfaat
Makalah yang penulis susun ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
ilmu dasar keperawatan I. Selain itu makalah ini diharapkan dapat bermanfaat
bagi pembaca khususnya teman-teman dari prodi S-1 Keperawatan dalam
proses pembelajaran ilmu dasar keperawatan. Makalah ini juga dapat
melengkapi dan menambah wawasan mahasiswa keperawatan dalam
memahami proses homeostasis yang terjadi dalam tubuh manusia.

BAB II
PEMBAHASAN

1 | Page

2.1.

Definisi
Homeostasis merupakan mekanisme tubuh untuk mempertahankan
keseimbangan dalam menghadapi berbagai kondisi yang dialaminya. Proses
homeostasis dapat terjadi apabila tubuh mengalami stress, yang secara alamiah
tubuh akan melakukan mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kondisi agar
tetap seimbang. Homesotasis adalah suatu proses pemeliharaan stabilitas dan
adaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitar yang terjadi secara terus menerus
(A.Aziz Alimul H,2006,Hal;2-3).
Konsep homeostasis (keadaan tetap) mengacu pada mempertahankan
kondisi fisik dan kimia yang relatif konstan dalam lingkungan sel organisme,
menurut batas-batas fisiologis. Persyaratan kimia untuk mempertahankan kondisi
yang konstan meliputi, volume air yang mencukupi, nutrisi, dan oksigen yang
mencukupi; persyaratan fisik meliputi suhu dan tekanan atmosfir (Ethel
Sloane,2003,Hal;4).
Cannon mengajukan 4 postulat yang mendasari homeostasis, yaitu :
1. Peran sistem saraf dalam mempertahankan kesesuaian lingkungan dengan
kehidupan.
2. Adanya kegiatan pendendalian yang bersifat tonik.
3. Adanya pengendalian yang bersifat antagonistic.
4. Suatu sinyal kimia dapat mempunyai pengaruh yang berbeda di jaringan
tubuh yang berbeda.
Selain itu Cannon mengajukan beberapa parameter yang diatur secara
homeostatic, yairu faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi sel dan yang
dibutuhkan sel, serta adanya sekresi internal. Hal-hal yang diajukan oleh
Cannon ini sekarang telah terbukti ada dalam tubuh.
Dalam menyelenggarakan homeostasis ini tubuh harus
senantiasa memantau adanya perubahan-perubahan nilai berbgai
parameter, lalu mengkoordinasikan respons yang sesuai sehingg
aperubahan yang terjadi dapat diredam. Untuk itu sel-sel tubuh harus
mampu berkomunikasi satu dengan lainnya. Komunikasi antar sel ini
merupakan media yang menopang pengendalian fungsi sel atau organ
tubuh. Pengendalian yang paling sederhana terjadi secara local
(intrinsic), yaitu yang dilakukan dengan komunikasi antar sel yang
berdekatan. Pengendalian jarak jauh (ekstrinsik) lebih kompleks dan
dimungkinkan melalui refleks yang dapat melibatkan sistem saraf
(lengkung refleks) maupun sistem endokrin (pengaturan umpan balik)
(Minarma Siagaan, 2004, Hal;1-2).

2 | Page

2.2.

Pembagian Homeostasis

Homeostasis terdiri atas homeostasis fisiologis dan homeostasis


psikologis. Homeostasis fisiologis dalam tubuh manusia dapat dikendalikan oleh
system endokrin dan system saraf otonom. Proses homeostasis fisiologis terjadi
melalui empat cara berikut :
1. Pengaturan diri. Sistem ini terjadi secara otoomatis pada orang yang sehat,
contohnya pada proses pengaturan fungsi organ tubuh.
2. Kompensasi. Tubuh akan cenderung bereaksi terhadap ketidaknormalan
yang terjadi didalamnya. Misalnya, apabila secara tiba-tiba lingkungan
menjadi dingin, maka pembuluh darah perifer akan mengalami konstriksi
dan merangsang pembuluh darah bagian dalam untuk meningkatkan
kegiatan (misalnya menggigil) yang dapat menghasilkan panas sehingga
suhu tetap stabil, pelebaran pupil untuk meningkatkan persepsi visual pada
saat terjadi ancaman terhadap tubuh, dan peningkatan keringat untuk
mengontrol kenaikan suhu tubuh.
3. Umpan balik negative. Proses ini merupakan penyimpangan dari keadaan
normal. Dalam keadaan abnormal, tubuh secara otomatis akan melakukan
mekanisme umpan balik untuk menyeimbangkan penyimpangan yang
terjadi.
4. Umpan balik untuk mengoreksi ketidakseimbangan fisiologis. Sebagai
contoh, apabila seseorang mengalami hipoksia, akan terajdi proses
peningkatan denyut jantung untuk membawa darah dan oksigen yang
cukup ke sel tubuh.
Homeostasis psikologis berfokus pada keseimbangan emosional dan
kesejahteraan mental. Proses ini didapat dari pengalaman hidup dan interaksi
dengan orang lain serta dipengaruhi oleh norma dan kultu masyarakat . contoh
homeostasis psikologis adalah mekanisme pertahanan diri, seperti menangis,
tertawa, berteriak, memukul, meremas, mencerca, dan lain-lain (A.Aziz Alimul
H,2006,Hal;2-3).

2.2.

Mekanisme homeostasis

Mekanisme homeostasis melibatkan hampir seluruh sistem organ tubuh.


Walaupun kondisi internal berubah secara konstan, tubuh dilindungi terhadap
perubahan yang besar dengan mekanisme control pengaturan-sendiri seperti
sistem umpan balik. Sistem ini mengacu pada pemberian informasi dari suatu
sistem (output) kembali ke dalam sistem (input) untuk menimbulkan respons.
3 | Page

1. Komponen sistem umpan balik

a. Setpoint adalah nilai fisiologis normal dari masing-masing variabel


tubuh, seperti suhu normal, konsentrasi zat dalam cairan ekstraselular,
atau kadar keasaman dan kadar kebasaan darah.
b. Sensor (penerima) mendeteksi suatu penyimpangan dari setiap
variabel normal.
c. Pusat pengendali menerima informasi dari berbagai sensor,
mengintegrasi dan memproses informasi tersebut, kemudian
menentukan respons balasan untuk kembali ke setpoint.
d. Efektor menjalankan respons, yang terus berlangsung sampai setpoint
tercapai kembali.
2. Contoh sistem umpan balik

a. Mekanisme umpan balik negatif adalah mekanisme dimana informasi


balsan untuk sistem (input) mengurangi perubahan (output) sehingga
dapat kembali ke setpoint yang sesuai. Salah satu contoh adalah
kemampuan untuk mempertahankan glukosa darah pada kadar yang
relatif konstan yaitu 90 sampai 110/100 ml darah.

Setelah makan, peningkatan kadar glukosa darah merangsang


keluarnya insulin dari sel-sel khusu dalam pancreas.

Insulin memfasilitasi masuknya glukosa ke dalam sel-sel


tubuh sehingga mengurangi kadar glukosa darah.

Penurunan kadar glukosa darah kemudian mempengaruhi selsel pelepas insulin (umpan balik negatif) untuk mengurangi
pelepasan insulin dan glukosa darah dipertahankan pada kadar
yang sesuai.

b. Mekanisme umpan balik positif adalah mekanisme dimana informasi


balasan ke sistem meningkatkan atau memperlama, bukannya
mengurangi, penyimpangan dari kondisi fisiologis asal.
1) Salah satu umpan balik positif terjadi saat membrane saraf
dirangsang.

Rangsang mengubah permeabilitas membarn terhadap


ion-ion natrium, yang kemudian mengalir melewati
membran.

4 | Page

Arus ion natrium ini kemudian menambah


permeabilitas membran terhadap ion natrium sehingga
ion natrium yang melewatinya semakin banyak. Hasil
dari kejadian tersebut adalah cetusan impuls saraf.

Umpan balik positif juga bisa terjadi dalam mekanisme pembekuan darah.
Cetusan pada proses pembekuan darah menyebabkan keluarnya zat-zat kimia
yang mempercepat proses pembekuan darah (Ethel Sloane,2003,Hal;5).
Output

Input
2)

Homeostasi
s

5 | Page

BAB III
PENUTUP

3.1.

Kesimpulan

Konsep homeostasis (keadaan tetap) mengacu pada mempertahankan


kondisi fisik dan kimia yang relatif konstan dalam lingkungan sel organisme,
menurut batas-batas fisiologis. Persyaratan kimia untuk mempertahankan kondisi
yang konstan meliputi, volume air yang mencukupi, nutrisi, dan oksigen yang
mencukupi; persyaratan fisik meliputi suhu dan tekanan atmosfir.
Homeostasis terdiri atas homeostasis fisiologis dan homeostasis
psikologis. Homeostasis fisiologis dalam tubuh manusia dapat dikendalikan oleh
system endokrin dan system saraf otonom.
Mekanisme homeostasis melibatkan hampir seluruh sistem organ tubuh.
Walaupun kondisi internal berubah secara konstan, tubuh dilindungi terhadap
perubahan yang besar dengan mekanisme control pengaturan-sendiri seperti
sistem umpan balik. Sistem ini mengacu pada pemberian informasi dari suatu
sistem (output) kembali ke dalam sistem (input) untuk menimbulkan respons.
Contoh sistem umpan balik yaitu, mekanisme umpan balik negatif dan mekanisme
umpan balik positif.

DAFTAR PUSTAKA
6 | Page

Alimul hidayat, A.Aziz. 2006. Pengantar kebutuhan dasar manusia.


Jakarta Selatan:Salemba Medika.

Sloane, Ethel.2003.Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula.Jakarta.Penerbit


Buku Kedokteran:EGC.

Siagaan, Minarma.2004.Jurnal : Homeostasis Keseimbangan Halus dan


Statis.Jakarta:Departemen Ilmu Faal FKUI.

7 | Page