Anda di halaman 1dari 52

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI

PT. SINAR SOSRO, CAKUNG


LAPORAN INI DISUSUN SEBAGAI SALAH SATU
TUGAS WAJIB UNTUK SELURUH SISWA/SISWI KELAS XI

Oleh
1. Eko Waluyo Prasetya

( 10 )

2. Feviana Hanum

( 11 )

3. Indriana Puspaningrum

( 14 )

4. Selvi Sumardin

( 30 )

Kelas XI IPA 2
Th. Ajaran 2012/2013
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1
WONOSARI-KLATEN
2013

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI


PT. SINAR SOSRO, CAKUNG
LAPORAN INI DISUSUN SEBAGAI SALAH SATU
TUGAS WAJIB UNTUK SELURUH SISWA/SISWI KELAS XI

Oleh
1. Eko Waluyo Prasetya

( 10 )

2. Feviana Hanum

( 11 )

3. Indriana Puspaningrum

( 14 )

4. Selvi Sumardin

( 30 )

Kelas XI IPA 2
Th. Ajaran 2012/2013
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1
WONOSARI-KLATEN
2013

LEMBAR PENGESAHAN
Wonosari, 31 Maret 2013
Menyetujui
Pembina II
Wakasek Kesiswaan

Pembina I
Wali Kelas

DRS. SURYO LELONO SUHARDI


NIP. 19640218 199403 1 004

ENY WIDYASTUTI, S.PD


NIP. 19690615 199802 2 003
Mengetahui
Kepala Sekolah
SMA Negeri 1 Wonosari

DRS. H. SUPARDI, S.H, M.PD


NIP. 19540520 198304 1 003

ii

MOTTO
1. Uang tidak dapat dimakan, uang tidak dapat dikembangkan, dan uang
tidak dibawa ke liang lahat. Jadi, jangan bergantung pada uang.
2. Envy never enriched someone.
3. Budaya itu keanekaragaman. Keanekaragaman itu bukan hal yang harus
memecah belah, melainkan suatu kekayaan yang pantas dibanggakan.
4. Perjalanan hidup manusia itu dinamis. Jangan dibuat statis.
5. Honestly is the best policy.
6. Visi tanpa misi adalah mimpi disiang bolong. Misi tanpa visi adalah mimpi
buruk dimalam yang gelap.
7. Di mata manusia, cantik, baik, kaya, itu relatif. Tapi di mata Tuhan, semua
sama.
8. Nothing is more valuable to someone than courstesy
9. Kesalahan memang manusiawi, tapi penghapus juga akan habisseiring
dengan kesalahan yang dilakukan.
10. To speak without thinking is to shoot without butt.
11. Wisdom is only found in truth.

iii

PERSEMBAHAN
Karya tulis ini dipersembahkan penulis kepada:
1. ALLAH SWT yang telah memberikan segala kenikmatan kepada
hamba-Nya.
2. Orang tua penulis yang telah memberikan dukungan, baik
materi maupun non materil.
3. Bapak Drs. H. Supardi Moertopo, SH, M.Pd, selaku Kepala
Sekolah SMA Negeri 1 Wonosari, yang telah memberi semangat
dan tak henti-hentinya mendukung siswa/siswinya untuk maju.
4. Bapak Drs. Suryo Lelono Suhardi, selaku Wakasek Kesiswaan dan
guru bidang studi Kimia yang telah memberikan teori kepada
penulis

dan

membimbing

penulis

dalam

melaksanakan

Kunjungan Industri.
5. Ibu Eny Widyastuti, selaku Wali Kelas XI IPA 2 dan sebagai guru
bidang studi Fisika yang telah memberikan pelajaran dan
bimbingan kepada penulis dalam kegiatan Kunjungan Industri
dan membimbing terselesaikannya Karya Tulis ini.
6. Teman-teman sekeluarga besar XI IPA 2 (GENIUSCIEDA), yang
selalu bersama menimba ilmu di SMA Negeri 1 Wonosari dan
telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini.
7. Kakak kelas XII dan adik kelas X yang telah member dukungan.

iv

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena rahmat dan karunia-Nya kami
dapat menyelesaikan laporan Kunjungan Industri ini. Laporan ini ditulis untuk
memenuhi tugas wajub bagi seluruh siswa/siswi kelas XI.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan karya
ilmiah ini. Maka dari itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada :
1) Bapak kepala sekolah, serta bapak/ibu guru serta staf karyawan SMA N 1
WONOSARI yang telah mendukung terlaksanakannya program studi
lapangan ini.
2) Ibu Eny Widyastuti, S.Pd, M.Pd selaku wali kelas XI IPA 2 yang telah
membimbing dan mendidik kami dengan sebaik mungkin.
3) Orang tua yang telah memberikan bantuan moril kepada kami
4) Segenap staf CV.Persada Indah Tour yang telah mengantar kami ke tempat
tujuan dengan selamat tanpa halangan suatu apapun.
5) PT. sinar sosro yang telah mengijinkan kami mengunjungi perusahaanya.
Akhir kata, penulis berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat serta
dapat menambah pengetahuan bagi kita semua.
Wassalamualaikum wr.wb

Wonosari, 31 Maret 2013


Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN..............................................................................ii
MOTTO............................................................................................................iii
PERSEMBAHAN.............................................................................................iv
KATA PENGANTAR.......................................................................................v
DAFTAR ISI.....................................................................................................vi
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................1
1.1 Latar Belakang......................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................2
1.3 Tujuan...................................................................................................2
1.4 Manfaat.................................................................................................3
1.5 Ruang Lingkup.....................................................................................4
1.6 Sumber Data.........................................................................................5
1.7 Metode Penulisan..................................................................................5
1.8 Sistematika Penulisan...........................................................................5
BAB II TINJAUAN UMUM............................................................................7
2.1 Lokasi PT. Sinar Sosro..........................................................................7
2.2 Sejarah Singkat Berdirinya PT. Sinar Sosro.........................................7
2.3 Visi Misi PT. Sinar Sosro......................................................................9
2.4 Jenis Usaha (Produk Keluaran).............................................................9
2.5 Struktur Organisasi di Pabrik................................................................17
2.4.1 Bagan Organisasi.........................................................................17
2.4.2 Tugas dan Fungsi Masing Masing Jabatan..................................18
2.6 Sistem Manajemen................................................................................18
2.5.1 Cara Perekrutan Karyawan..........................................................18
2.5.2 Sistem Penggajian.......................................................................18
2.5.3 Sistem Pengembangan Tenaga Kerja..........................................19
BAB III PROSES.............................................................................................20

vi

3.1 Peralatan yang digunakan.....................................................................20


3.2 Bahan dan Cara Pengadaannya.............................................................20
3.3 Proses Pembuatan.................................................................................22
3.4 Pengemasan...........................................................................................24
3.5 Pemasaran dan Distribusi......................................................................25
3.6 Sistem Sanitasi......................................................................................36
3.6.1 Jenis Limbah................................................................................36
3.6.2 Cara Penanganan Limbah............................................................36
BAB IV PENUTUP..........................................................................................41
4.1 Kesimpulan...........................................................................................41
4.2 Kritik dan Saran....................................................................................41
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................viii
LAMPIRAN DOKUMENTASI.......................................................................ix

vii

BAB I
PENDAHULAN

1.1

Latar Belakang Masalah


Dewasa ini, banyak ditemukan produk makanan dan minuman yang
mengandung bahan-bahan yang tidak layak konsumsi dan berbahaya bagi
kesehatan. Selain itu, limbah hasil proses pembuatan makanan/minuman
juga banyak mencemari lingkungan yang akan berdampak sangat buruk
terhadap keseimbangan alam.
Sebagai pelajar Sekolah Menengah Atas, khususnya jurusan Ilmu
Pengetahuan Alam, siswa/siswi sudah sangat banyak mendapat materi
pelajaraan yang berkenaan dengan ilmu Matematika, Fisika, Kimia, dan
Biologi

yang

mempelajari

hal-hal

menyangkut

permasalahan-

permasalahan seperti yang disebutkan di atas. Sudah selayaknya bagi


pelajar SMA, tidak hanya ditempa dengan teori dan rumus yang ada. Oleh
karena itu, sekolah mengadakan kegiatan Kunjungan Industri yang
diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan siswa/siswi dalam
menerapkan teori-teori yang telah dipelajari di sekolah dengan melakukan
pengamatan langsung di lapangan melalui kegiatan Kunjungan Industri.
Selain itu, dunia kerja dan perindustrian adalah dua hal mutlak yang
perlu diketahui dalam menerapkan berbagai ilmu pengetahuan yang telah
dipelajari. Maka dari itu, lunjungan industri ini sangat dibutuhkan untuk
membentuk generasi dan atau alumni sekolah yang mempunyai bekal dan
mental yang baik untuk menembus dunia kerja di masa yang akan datang
dan juga untuk memberi motivasi yang dapat meningkatkan semangat
dalam belajar.
Pada kesempatan kali ini, pihak sekolah mengadakan kegiatan
Kunjungan Industri di Provinsi DKI Jakarta, tepatnya industri PT. Sinar
Sosro.

1.2

Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang yang mendasari Kunjungan Industri ke PT.
Sinar Sosro, maka dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai
berikut:
1.

Pelajaran apa yang dapat dipetik dari sejarah berdirinya PT. Sinar

2.
3.

Sosro?
Apa saja produk keluaran PT. Sinar Sosro dan apa bahan bakunya?
Bagaimana proses pembuatan produk-produk PT. Sinar Sosro,

4.

khususnya Teh Botol Sosro?


Bagaimana struktur organisasi di PT. Sinar Sosro dan bagaimana garis

5.

komando atau garis koordinasinya?


Bagaimana sistem manajemen (cara perekrutan karyawan,

6.
7.

penggajian, dan pengembangan tenaga kerja) di PT. Sinar Sosro?


Bagaimana sistem pemasaran dan distribusi produk keluaran Sosro?
Bagaimana sistem sanitasi di PT. Sinar Sosro, mencakup apa sajakah
jenis limbah yang dihasilkan PT. Sinar Sosro, dampak apakah yang
ditimbulkan limbah tersebut dan bagaimana penanganan limbah
tersebut?

1.3

Tujuan
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dibuat maka tujuan dari
Kunjungan Industri ini, yaitu:
1. Untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam mempelajari bab yang
sesuai dengan jurusan IPA tidak hanya sebatas teori, dan praktik
2.

sederhana, tapi juga dengan praktik langsung di lapangan.


Untuk mempelajari penerapan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari

3.

sebelumnya di sekolah.
Sebagai bahan utama pembuatan laporan Kunjungan Industri yang

4.

wajib untuk siswa/siswi kelas XI.


Agar dapat menambah wawasan mengenai dunia perindustrian yang
bertaraf internasional sebagai bekal untuk menembus dunia kerja di

5.

masa yang akan datang.


Menanamkan motivasi belajar kepada masing-masing siswa, agar
terpacu untuk bergabung dengan industri-industri berkelas yang telah
dikunjungi.

6.

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai teh yang sudah menjadi

7.

bagian dari masyarakat pada umumnya.


Untuk memahami sejarah singkat, jenis usaha termasuk produkproduk yang dipasarkan, pendistribusian produk, proses pembuatan
produk-produk minuman yang diproduksi oleh PT. Sinar Sosro,

8.

khususnya teh.
Melihat secara nyata budaya industri bertaraf internasional yang
menggunakan instrumen dan alat-alat modern yang berskala besar.

1.4

Manfaat
Berdasarkan latar belakang dan tujuan diharapkan setelah Kunjngan
Industri terlaksana, maka siswa/siswi akan memperoleh manfaat sebagai
berikut:
1. Terpenuhinya kebutuhan siswa dalam mempelajari bab yang sesuai
dengan jurusan IPA tidak hanya sebatas teori, dan praktik sederhana,
tapi juga dengan praktik langsung di lapangan yang sudah berskala
2.

internasional.
Mendapatkan pemahaman lebih setelah melakukan penerapan
langsung dari berbagai macam ilmu yang telah diperoleh sebelumnya

3.

di sekolah.
Mendapatkan bahan utama pembuatan laporan Kunjungan Industri

4.

yang wajib dibuat oleh seluruh siswa/siswi kelas XI.


Mendapatkan kontribusi utama berupa tambahan wawasan mengenai
dunia perindustrian yang bertaraf internasional sebagai bekal untuk

5.

menembus dunia kerja di masa yang akan datang.


Mendapatkan pelajaran mengenai sepak-terjang perindustrian yang
berguna sebagai motivasi belajar bagi masing-masing siswa, agar bisa
bergabung dengan industri-industri berskala besar yang telah

6.

dikunjungi.
Menambah wawasan siswa/siswi mengenai teh yang sudah menjadi

7.

bagian dari masyarakat Indonesia.


Mengetahui sejarah singkat, jenis usaha termasuk produk-produk lain
yang dipasarkan, pendistribusian produk, dan proses pembuatan
produk-produk keluaran PT. Sinar Sosro.

8.

Mampu melihat dan memahami secara nyata mengenai budaya


industri bertaraf internasional yang menggunakan instrumen dan alatalat modern yang berskala besar.

1.5

Ruang Lingkup
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat, tujuan yang ingin dicapai
serta manfaat yang diharapkan, maka perlu pengkajian hal-hal pokok
berikut ini:
1. Mengenali lokasi pabrik.
2. Mengenali sejarah berdirinya PT. Sinar Sosro.
3. Mengidentifikasi struktur organisasi di pabrik dari pegawai dengan
4.

jabatan tertinggi sampai dengan pegawai jabatan terendah.


Mengidentifikasi sistem manajemen terkait masalah perekrutan

5.
6.
7.

karyawan, sistem penggajian, dan pengembangan tenaga kerja.


Mengidentifikasi produk-produk keluaran PT. Sinar Sosro.
Mengidentifikasi bahan-bahan baku yang digunakan untuk produksi.
Mengidentifikasi sumber atau asal-muasal bahan baku yang

8.

digunakan untuk produksi.


Mengidentifikasi dan mengolah informasi mengenai alat-alat yang

9.

digunakan selama proses produksi.


Mengidentifikasi proses produksi sampai tahap pengemasan produk-

produk keluaran PT. Sinar Sosro.


10. Mengidentifikasi sistem distribusi dan pemasaran oleh PT. Sinar
Sosro.
11. Mengidentifikasi dampak dari konsumsi produk-produk keluaran PT.
Sinar Sosro.
12. Mengidentifikasi sistem sanitasi lingkungan terkait masalah limbah
dan penanganannya.
13. Mengidentifikasi dan mengolah informasi terkait SDM di pabrik.
14. Mengidentifikasi sikap masyarakat terhadap produk-produk keluaran
PT. Sinar Sosro.
1.6

Sumber Data
a. Studi Kepustakaan
Dalam hal ini pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
menggunakan dan mempelajari buku-buku, internet, atau media lain
b.

yang ada hubungannya dengan masalah karya tulis ini.


Penelitian Lapangan

Dalam hal ini pengumpulan data yang dilakukan dengan cara


observasi (meninjau dan mengamati) secara langsung. Selain itu
penulis juga memanfaatkan kesempatan tanya-jawab yang diberikan
pihak industri/pabrik untuk melakukan interview (wawancara) secara
langsung.
1.7

Metode Penulisan
Metode yang digunakan penulis dalam Kunjungan Industri ini ialah
metode pendekatan deskriptif.

1.8

Sistematika Penulisan
Penulis membagi Laporan Kunjungan Industri ini menjadi empat bab.
Pada BAB I penulis mengemukakan latar belakang, rumusan masalah,
tujuan dan manfaat, ruang lingkup, sumber data, metode penulisan dan
sistematika penulisan Selanjutnya, BAB II merupakan tinjauan umum
meliputi lokasi pabrik, sejarah berdirinya, produk-produk keluaran,
struktur organisasi, dan sistem manajemen di PT. Sinar Sosro. Pada BAB
III, penulis akan memberikan pembahasan terkait rumusan masalah yang
belum terjawab pada bab sebelumnya. Terakhir, BAB IV yaitu penutup,
penulis memberikan kesimpulan yaitu jawaban atas rumusan masalah.
Selain itu, pada BAB ini, penulis juga memberikan kritik dan sarannya.

BAB II
TINJAUAN UMUM
2.1

Lokasi Pabrik
Jl. Sultan Agung Km. 28 Kelurahan Medan Satria Bekasi 17132

2.2

Sejarah Singkat Berdirinya PT. Sinar Sosro


Cikal bakal PT. Sosro bermula dari usaha keluarga Sosrodjojo yang
menjual teh wangi pada tahun 1940 di Kabupaten Slawi, Propinsi Jawa
Tengah. Setelah 25 tahun menjual teh wangi, keluarga Sosorodjojo mulai
mengembangkan bisnis di Cakung. Kemudian pada tahun 1974, didirikan
PT. Sinar Sosro yang bergerak di bidang minuman teh dalam botol. PT.
Sinar Sosro cabang Deli Serdang merupakan salah satu cabang perusahaan
yang diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Bapak Kaharuddin
Nasution, pada tanggal 28 Juli 1984. PT. Sinar Sosro pernah beberapa kali
berganti nama. Pada awal berdiri bernama PT. Toba Sosro Kencono,
kemudian berganti nama menjadi PT. Reksobudi Adijaya pada tahun 1995.
Pada tahun 2000 berubah lagi menjadi PT. Sinar Sosro yang memiliki visi
untuk menjadi perusahaan beverage yang memimpin di pasar lokal dan
internasional. PT. Sinar Sosro memiliki filosofi yaitu niat baik terhadap
konsumen dan lingkungan.
Produk-produk yang dihasilkan PT. Sinar Sosro tidak menggunakan
3P (Pewarna, Pengawet dan Pemanis Buatan) sehingga aman dikonsumsi
oleh semua usia tanpa efek samping. Selain itu, proses produksi yang tidak
menimbulkan limbah yang dapat mencemari lingkungan karena telah
diolah dengan baik, salah satu contoh adalah pengolahan ampas teh
menjadi pupuk. Hal ini membuat PT. Sinar Sosro banyak mendapatkan
piagam dan penghargaan sebagai bukti, SOSRO selalu menjaga 3K dan
RL (Peduli terhadap Kualitas, Kemanan, Kesehatan, serta Ramah

Lingkungan), SOSRO mendapatkan penghargaan Sertifikat dan Award


antara lain sebagai berikut :

1. Sertifikat ISO 9000:2000, yaitu sertifikat system management mutu


untuk menjamin kualitas pengolahan dan hasil produk
2. Sertifikat ISO 14.000, yaitu sertifikat system lingkungan untuk
menjamin keamanan lingkungan
3. Sertifikat HALAL, yang dikeluarkan oleh LPPOM MUI (Lembaga
Pengkajian Pangan, Obat-obatan & Kosmetika MUI) bekerjasama
dengan Departemen Agama, BPPOM dan Balai POM Daerah untuk
menjamin kehalalan bahan baku, proses dan produknya
4. Sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia), dikeluarkan oleh
lembaga Sertifikasi Produk Departemen Perindustrian
5. Sertifikasi HACCP, yaitu sertifikat system management keamanan
makanan untuk menjamin produk yang aman bagi konsumen.
6. Sertifikat HIGIENE and SANITARY, sebagai salah satu persyaratan
untuk eksport yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat &
Makanan.
Adapun cabang-cabang PT. Sinar Sosro adalah:
a. PT. Sinar Sosro Cakung (kantor Pusat), Cakung Jakarta Timur.
b. PT. Sinar Sosro Pabrik Tambun, Bekasi Jawa Barat.
c. PT. Sinar Sosro Pabrik Cibitung, Jawa Barat.
d. PT. Sinar Sosro Pabrik Ungaran, Semarang Jawa Tengah.
e. PT. Sinar Sosro Pabrik Gresik, Surabaya Jawa Timur.
f. PT. Sinar Sosro Pabrik Pandeglang, Banten.
7

g. PT. Sinar Sosro Pabrik Gianyar, Gianyar Bali.


h. PT. Sinar Sosro Palembang.
i. PT. Sinar Sosro Mojokerto.
j. PT. Sinar Sosro Pabrik Deli Serdang, Tanjung Morawa Sumatra
Utara.
2.3

Visi dan Misi PT. Sinar Sosro


VISI

Mengutamakan agar produk-produknya dapat sampai pada


konsumen dimanapun mereka berada

MISI :

Meningkatkan jaringan distribusi (baik Nasional atau


Internasional) dengan memasarkan produk baru dibidang
minuman.

2.4

Jenis Usaha (Produk Keluaran)

Keterangan untuk produk PT. Sinar Sosro :

Teh botol Sosro menggunakan bahan baku : air, gula industri


dan teh hijau yang dicampur dengan bunga melati dan bunga
gambir (dikenal dengan teh wangi).
8

Fruit Tea menggunakan bahan baku yakni : air, gula industri,


teh hitam dan konsentrat
sari buah asli.

Joy

Tea

Green

menggunakan

bahan

baku : air, gula industri


dan teh hijau.

1. Teh Botol Sosro


Salah

satu

produk

unggulan PT. SINAR SOSRO adalah Tehbotol Sosro kemasan


botol beling atau sering disebut RGB (Returnable Glass Bottle).
Tehbotol Sosro kemasan botol beling merupakan produk teh siap
minum yang pertama di Indonesia dan di Dunia yang sudah
diluncurkan sejak Tahun 1974.
Untuk

memenuhi

kebutuhan

pencintanya

dimanapun

berada,Tehbotol Sosro dengan inovasinya sampai dengan saat ini


telah memiliki banyak pilihan kemasan produk yaitu :

Kemasan botol beling ( Returnable Glass Bottle ) dengan


volume 220ml

Kemasan kotak (Tetra Pak ) dengan volume 1 Liter, 250 ml,


200ml.

Kemasan pouch dengan volume 150ml

Kemasan PET dengan volume 500ml


Inovasi terbaru dari produk Tehbotol Sosro adalah Tehbotol

Sosro Less Sugar yang telah diluncurkan pada tanggal 20 Agustus


2008.Produk ini tersedia dalam kemasan PET volume 500ml dan
kemasan kotak ( Tetra Pak ) volume 250ml. Dan untuk Tehbotol
Sosro regular kini hadir dalam kemasan baru yaitu kemasan PET
500ml.

2. Joy Green Tea


Sosro Joy Green Tea
adalah produk terbaru dari
PT. SINAR SOSRO yang
diluncurkan pada tanggal 26
Oktober 2007. Salah satu bahan dasar produk ini adalah Teh Hijau
atau Green Tea, dimana Teh Hijau juga mengandung Antioksidan
yang berguna untuk kesehatan. Saat ini Sosro Joy Green Tea hadir
dalam kemasan yaitu :

Joy Green Tea kemasan botol beling (Returnable Glass


Bottle) dengan volume 234ml.

Joy Green Tea kemasan PET 300 ml rasa Jasmine dan


jasmine

less

sugar.

Joy Green Tea


kemasan PET
500 ml Rasa
Jasmine,
Honey Lemon
dan Jasmine less sugar.

3. Teh Celup Sosro


Teh Celup Sosro merupakan produk teh siap saji yang
dihasilkan oleh PT. GUNUNG SLAMAT (sister company dari PT.
Sinar Sosro) dengan varian produknya antara lain adalah:

Teh Celup Sosro isi 5, 10, 15, 30, 50 dan 100 sachet

Teh Celup Sosro kemasan Batik isi 25 sachet dengan pilihan

Teh Hitam (Black Tea), Teh Hijau (Green Tea), dan Teh
Melati (Jasmine Tea)

10

4. Fruit Tea
Dengan
pengembangan

bertujuan
produk,

maka

untuk
PT.

SINAR SOSRO pada Tahun 1997


mengeluarkan produk minuman teh
berbasis buah-buahan yaitu Fruit Tea
Sosro dengan target segmen REMAJA.
Produk ini cukup sukses dipasar sehingga pada tahun 2004
memperoleh Indonesia Best Brand Award sebagai Most
Potential Brand In Non-Carbonated Drink Category.
5. Tebs
TEBS Adalah kategori Minuman Teh berkarbonasi
yang Launching pada bulan November tahun 2004 dengan
kemasan botol beling (Returnable Glass Bottle) dalam
volume 230 ml yang kemudian disusul dengan kemasan
kaleng (Can) dengan volume 318 ml. PT. SINAR SOSRO telah
mendapatkan penghargaan The Best Client dari JC&K Advertising
sebagai hasil kerjasamanya yang telah terjalin dengan baik dengan
pihak agency.

6. S-tee
Pada tahun 90-an,
untuk

memenuhi

kebutuhan

konsumen

terhadap
dengan

produk
harga

teh
lebih

terjangkau dan volume yang lebih banyak, maka PT. SINAR


SOSRO meluncurkan produk teh dalam kemasan botol beling
(Returnable Glass Bottle) dengan merk S-TEE bervolume 318 ml.

11

7. Happy Jus
Untuk
minuman

kategori
Jus,

SINAR

PT.

SOSRO

menghadirkan

produk

HAPPY JUS yang launching pada awal tahun 2005. Produk ini
lebih banyak diminati oleh anak-anak. Saat ini Happy Jus hadir
dalam kemasan yaitu:

Happy Jus dalam kemasan genggam ( Tetra Pack ) volume


200ml dengan varian rasa: Apel, Cherry-B, Apel berry,
Jeruk dan Anggur.

Happy Jus kemasan PET 300 ml dengan varian rasa Apel


berry dan Anggur.

8.

Prim-A
Pada

tahun

SOSRO

90-an,

juga

PT.

SINAR

memproduksi

air

minum dalam kemasan. Merknya


pada saat pertama kali dikeluarkan
adalah Air SOSRO. Pada Tahun
1999, Air SOSRO berganti nama dengan Prim-A. Air minum PrimA hadir dalam kemasan cup 240ml, botol plastik 330ml, 600ml dan
1.5 liter, dan dalam kemasan galon.
Dan hingga sekarang sejak tahun 2011 PT Sinar Sosro tidak
hanya

menghasilkan

produk

minuman

kemasan

saja,

namunmelebarkan sayap ke bidang produksi makanan.


9. Country Choice
PT.SINAR SOSRO juga menghadirkan produk COUNTRY
CHOICE dalam kategori jus pada akhir tahun 2008. COUNTRY
CHOICE merupakan real juice kaya manfaat untuk kecukupan gizi
12

dan nutrisi setiap hari dengan cara praktis dan hemat. Dengan
varian rasa:

Favorit Flavor. Guava : High Antioksidan, Orange : High


vit C & Calcium, Apple : High Fiber, Apple pulp: High
folat, Mango: High Vit A, C, E

Gold

Fruit. Goji

berry:

Rich

Antioxidant (Jus Goji pertama di Indonesia ).

2.5

Struktur Organisasi di Pabrik


Struktur organisasi PT. Sinar Sosro berbentuk gabungan
lini

dan

fungsional

dimana

kebijakan

dan

wewenang

diberikan oleh pimpinan kepada bawahan sesuai dengan


tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pimpinan setiap
departemen dapat memberikan perintah kepada semua staf
dan anggota yang ada sesuai dengan bidang kerjanya.

2.5.1

Bagan Organisasi
Berikut bagan organisasi PT. Sinar Sosro

13

2.5.2

Tugas dan Fungsi Masing Masing Jabatan


Pembagian pekerjaan pada PT. Sinar Sosro dibagi menurut fungsi
yang telah ditetapkan. Setiap personil diberikan tugas dan
tanggung jawab sesuai dengan dasar kualifikasinya. Adapun tugas
dan tanggung jawab serta wewenang di PT. Sinar Sosro adalah
sebagai berikut:

1. General Manager, merupakan pimpinan tertinggi perusahaan.


Bertanggung jawab kepada Direktur Operasi. Tugasnya sebagai
berikut:
a. Menentukan garis kebijakan umum dari program kerja
perusahaan.
b. Bertanggung jawab ke dalam dan ke luar perusahaan.

14

c. Mengarahkan dan meneliti kegiatan perusahaan.


d. Menerapkan, menyebarkan kebijakan serta mengawasi
pelaksanaannya.
e. Menyebarkan

dan

menerapkan

kebijaksanaan

serta

mengawasi pelaksanaannya.
f. Melaksanakan kontrak kerja dengan pihak luar.
g. Mengkoordinir

dan

mengawasi

tugas-tugas

yang

didelegasikan kepada manager dan menjalin hubungan kerja


yang baik.
h. Bersama manager lain membuat rencana produksi per
triwulan.
2. Manager Produksi dan Maintenance (PM), bertanggung jawab
kepada General Manager. Tugasnya sebagai berikut:
a. Merencanakan dan mengatur jadwal produksi produk agar
tidak terjadi kekurangan dan kelebihan persediaan.
b. Mengadakan pengendalian produksi agar produk sesuai
dengan spesifikasi dan standar mutu yang ditentukan.
c. Membuat laporan produksi secara periodik untuk mengenai
pamakaian bahan dan jumlah produksi.
d. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan produksi untuk
mengetahui kekurangan dan penyimpangan sehingga dapat
dilakukan perbaikan.
e. Mengatur kegiatan perawatan mesin.
f. Membuat rencana produksi sesuai dengan permintaan
pemasaran.
3. Manager Personalia dan Umum, bertanggung jawab kepada
General Manager dan atas segala hal yang berhubungan dengan
kegiatan yang bersifat umum baik yang berhubungan ke luar
maupun ke dalam perusahaan. Tugasnya sebagai berikut:
a. Membantu direktur dalam hal kegiatan administrasi.

15

b. Mengawasi penggunaan data, barang dan peralatan pada


masing-masing departemen.
c. Merekrut dan melatih pegawai baru yang dibutuhkan
perusahaan.
d. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugas dari
kepala-kepala bagian.
e. Mengerjakan administrasi kepegawaian.
4. Kepala Bagian Pembelian, bertanggung jawab kepada Manager
Produksi dan PM. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Mengkoordinir

dan

mengawasi

pelaksanaan

kegiatan

pembelian.
b. Mengawasi kegiatan administrasi pembelian.
c. Melakukan pembelian barang yang diminta oleh departemen
lain.
5. Manager Accounting dan Finance, bertanggung jawab kepada
General Manager. Tugasnya sebagai berikut:
a. Membuat laporan keuangan kepada atasan secara berkala
tentang penggunaan uang.
b. Mengendalikan budget pendapatan dari belanja perusahaan
sesuai dengan hasil yang diharapkan.
c. Bertanggung jawab atas penentuan biaya perusahaan seperti
biaya administrasi.
6. Kepala Divisi/Supervisor.Untuk produk Teh Botol Sosro terdapat
3 orang supervisor yang bergantian menurut shift, bertanggung
jawab kepada Manager Produksi dan Maintenance. Tugasnya
adalah sebagai berikut:
a. Memimpin dan mengendalikan kegiatan di bidang produksi.
b. Menyiapkan laporan yang dibutuhkan Manager Produksi
mengenai data produksi, jumlah batch produksi, pemakaian
bahan dan lain-lain.

16

c. Bertanggung jawab penuh atas masalah yang timbul di


kemudian hari atas produk yang dihasilkan.
d. Menyusun jadwal dan rotasi kerja bagi karyawan produksi
yang dipimpinnya.
7. Kepala Gudang, bertanggung jawab kepada Supervisor. Tugasnya
adalah sebagai berikut:
a. Mengkoordinir dan mengawasi pengelolaan persediaan bahan
baku.
b. Membuat laporan penerimaan, persediaan dan pengeluaran
bahan.
c. Mengontrol persediaan bahan.
d. Memesan bahan bila telah habis.
8. Manager Quality Control, bertanggung jawab kepada General
Manager. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Mengkoordinir dan mengawasi pengendalian mutu produk.
b. Memberi

saran-saran kepada

kepala

bagian

produksi

mengenai mutu produk dan keadaan mesin/peralatan yang


digunakan dalam proses produksi.
9. Kasir, bertanggung jawab kepada Supervisor Accounting dan
Finance. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Membayar gaji karyawan perusahaan setiap hari, baik waktu
berjalan produksi maupun tidak.
b. Membantu atasan dalam hal penerimaan maupun pembayaran
perusahaan yang berhubungan dengan keuangan.
c. Mencatat dan melaporkan uang masuk dan keluar kepada
atasannya.
10. Keamanan, bertanggung jawab kepada Supervisor Personalia dan
Umum. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Menjaga keamanan perusahaan setiap hari, baik waktu
berjalan produksi maupun tidak.

17

b. Mengawasi dan mencatat tamu yang berkunjung ke


perusahaan.
11. Analis, bertanggung jawab kepada manajer QC. Tugasnya adalah
sebagai berikut:
a. Melakukan pengukuran mutu produk baik sebelum diproses
maupun setelah diproses.
b. Memberikan saran dan langkah berikutnya yang dilakukan
atas pengukuran mutu.
2.6

Sistem Manajemen
2.6.1

Cara Perekrutan Karyawan


Langkah rekruitmen tenaga kerja seperti rekruitmen tenaga
kerja pada umumnya, yaitu melalui test tertulis, wawancara, test
psikologi, test kesehatan. Setelah lolos seleksi, tenaga kerja akan
menjalani masa orientasi selama 6 bulan. Serta karyawan wajib
mempunya NPWP.

2.6.2

Sistem Penggajian
Upah akan diberikan kepada karyawan setiap akhir bulan. Upah
yang diberikan terdiri dari:
a. Upah/gaji bulanan diberikan kepada pekerja tetap dimana
besarnya

tetap

setiap

bulannya

sesuai

dengan

jabatan/jobdesk masing-masing.
b. Upah Lembur, diberikan kepada tenaga kerja yang bekerja
melebihi jam kerja biasa,
Selain upah, juga terdapat tunjangan yang diberikan kepada
karyawan. Tunjangan tunjangan tersebut, terdiri dari:
a. Tunjangan jabatan
b. Tunjangan akhir tahun
c. Tunjangan perjalanan dinas, yang diberikan kepada
pegawai yang melakukan perjalanan dinas perusahaan.
Biayabiaya yang dikeluarkan selama perjalanan akan

18

dikembalikan

melalui

formulir

surat

pertanggung

jawaban.
d. Tunjangan hari raya
e. Tunjangan meninggal dunia
f. Uang penghargaan masa kerja (UPMK)
2.6.3

Sistem Pengembangan Tenaga Kerja


Grup Sosro punya 11 kantor cabang dan 146 kantor di
kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Kapasitas pabrik
Sosro lebih dari 1 trilyun liter, dengan jumlah karyawan
8.480 orang. Tenaga kerja yang berjumlah 8.480 orang
tersebut tersebar diseluruh unit unit PT. Sinar Sosro, ratarata berasal dari penduduk setempat.

19

BAB III
PROSES

3.1

Peralatan yang digunakan


Berikut ini alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan teh dari PT.
Sinar Sosro.
1.

Alat water treatment yang terdiri dari 3 tangki yang masing-masing


berisi pasir kuara, karbon, dan softener.

2.

Tangki teh

3.

Tangki gula

4.

Tangki filtrox

5.

Mesin filter

6.

Roller yang terhubung dengan konveyor

7.

Mesin crater

8.

Bottle washer

9.

Air caustic

10. EBI optiscan


11. Filter
12. Pasteurizer
13. Tutup crown
14. Mesin video jet
15. Mesin decrater
3.2

Bahan dan Cara Pengadaannya


Bahan baku teh untuk produk-produk PT. SINAR SOSRO
disuplai oleh PT. GUNUNG SLAMAT, sedangkan bahan baku teh tersebut
dikelolah oleh PT. AGRO PANGAN selaku sister company. Bahan baku
teh untuk PT. Sinar Sosro berasal dari:

Perkebunan Teh Gunung Rosa di Cianjur

20

a.

Perkebunan Teh Gunung Manik di Cianjur

Perkebunan Teh Gunung Cempaka di Cianjur

Perkebunan Teh Gunung Satria di Garut

Perkebunan Teh Daerah Neglasari di Garut

Perkebunan Teh Daerah Cukul di Pangalengan

Perkebunan Teh Daerah Sambawa di Tasikmalaya

Teh Kering
Teh kering yang digunakan untuk produksi TBS adalah Teh SPRR
atau lebih dikenal dengan jasmine tea. Teh SPRR merupakan jenis teh
yang dalam proses pengolahannya menjadi teh kering tidak melalui
tahap fermentasi dan diberi aroma bunga melati. Superior dalam
tingkat kualitas teh menunjukkan bahwa teh tersebut adalah grade
pertama, meskipun standar superior sendiri berbeda untuk masingmasing perkebunan.
Secara lebih spesifik jenis teh yang digunakan memiliki
perbandingan tertentu antara lain jenis peko, jikeng dan tulang. Teh
SPRR yang digunakan di PT. Sinar Sosro berasal dari PT. Gunung
Slamet Slawi, yang merupakan bagian grup Sosro. Teh SPRR dikemas
dengan kemasan dua lapis. Pada bagian luar memakai karung goni
sedangkan pada bagian dalam memakai kantong plastik. Hal tersebut
bertujuan untuk melindungi teh kering dari air dan udara lembab.

b.

Setiap karung Teh SPRR beratnya adalah 25,5 kg.


Gula pasir
Gula berfungsi untuk memberikan rasa manis pada produk yang
dihasilkan (TBS). Gula pasir yang digunakan sebagai bahan baku
pembuatan proses produksi merupakan gula pasir terbaik yang
diimpor dari Thailand karena gula tersebut memiliki keunggulan
dibandingkan dengan gula lokal terutama dalam hal warna dan
kesadahannya. Untuk kesadahannya, gula impor memiliki kesadahan
yang rendah dibanding dengan gula lokal. Hal ini dikarenakan,

21

kesadahan yang tinggi akan membuat warna sirup gula menjadi keruh
c.

dan menimbulkan endapan.


Air
Air yang digunakan oleh PT. Sinar Sosro berasal dari air bawah
tanah. Kebutuhan akan air di sekitar lingkup perusahaan terlebih
dahulu dilakukan pengolahan dalam unit pengolahan air (WT) agar
diperoleh air yang standar.

3.3

Proses Pembuatan
Daun teh diambil dari perkebunan pribadi milik Rekso Group yang
tedapat di Jawa Barat (Garut, Cianjur, Tasikmalaya, Pangalengan) lalu
diolah menjadi teh kering. Kemudian teh diseduh di PT Gunung Slamet
(Slawi, Tegal) dan diproses menjadi teh botol di PT Sinar Sosro cakung
Salah satu proses produksi di PT. Sinar Sosro yang menjadi pokok tinjauan
kali ini adalah :
1. Teh Botol
a. Proses Pemasakan Teh Manis Cair
Air tanah, sebagai bahan baku utama, diambil dari
kedalaman 200 m di bawah tanah kemudian disterilkan melalui
proses water treatment. Air yang mengalami proses water
treatment mengalami tiga perlakuan yaitu air disaring dengan
pasir kuarsa di tangki 1, kemudian dialirkan ke tangki 2 yang
berisi karbon, setelah itu dimasukkan ke tangki 3 yang berisi
softener. Setelah melalui proses water treatment, air dimasak
hingga 1000C.
Air panas tersebut dialirkan ke tangki teh untuk menyeduh
teh wangi yang telah dimasukkan ke dalam tangki teh. Air panas
juga dialirkan ke tangki yang berisi gula untuk melarutkan gula
menjadi sirup gula. Setelah diseduh, teh dialirkan ke tangki
filtrox untuk memisahkan ekstrak teh dari ampas teh. Dari tangki
filtrox ekstrak teh dialirkan ke tangki pencampuran. Pada saat
yang sama, sirup gula juga dialirkan ke tangki pencampuran.

22

Hasil campuran antara ekstrak teh dan sirup gula menjadi teh
manis cair yang siap diisi ke dalam botol melalui mesin filler.
b. Proses Pencucian Botol
Botol-botol kosong yang telah kembali dari pasar harus
dicuci terlebih dahulu. Krat-krat botol kosong dilewatkan melalui
roller yang terhubung dengan conveyor untuk diangkat oleh
mesin crater ke lintasan conveyor menuju bottle washer. Botolbotol yang telah melewati mesin crater menuju bottle washer
harus disortir oleh operator pos I untuk mengambil botol-botol
yang pecah atau gumpil, botol-botol yang terlalu kotor dan
sampah seperti sedotan yang ikut terangkat.
Kemudian botol-botol dicuci pada mesin bottle washer
dimana botol-botol tersebut direndam pada air caustic dengan
suhu

hingga

90oC

untuk

membunuh

bakteri

sekaligus

membersihkan botol. Pada saat akan dikeluarkan dari mesin


bottle washer, botol-botol disemprot dengan hot water untuk
membilas botol dari sisa-sisa air caustic. Setelah itu, botol-botol
bergerak melalui conveyor menuju mesin EBI optiscan. Mesin
E.B.I scan berfungsi untuk mendeteksi benda asing yang masih
menempel di bagian dalam dinding botol.
Kemudian botol-botol melewati pos II, dimana operator pos
II bertugas untuk mengambil botol-botol gumpil dan kusam yang
terlewat dari pos I dan mesin bottle washer. Botol-botol yang
telah melalui pos II akan menuju ke filler, sementara itu teh
manis cair dialirkan melalui pipa menuju pasteurizer. Pasteurizer
berfungsi untuk memanaskan kembali teh manis cair untuk
membunuh bakteri yang terikut pada saat dialirkan melalui pipa.
Kemudian, botol-botol diisi dengan teh manis cair oleh
mesin filler dan ditutup dengan crown. Kemudian botol-botol
yang telah terisi teh dan ditutup crown akan melewati mesin
video jet untuk diberikan barcode tanggal dan jam produksi.

23

Setelah itu, produk jadi tersebut melalui pos III untuk disortir
apakah tutup crown telah rapat dan baik, produk yang tidak
terkena barcode. Seteleh melewati pos III, produk kemudian
diangkat melalui mesin decrater ke crate. Produk yang telah jadi
harus diinkubasi selama tiga hari sebelum dipasarkan.
3.4

Pengemasan
Dalam produksinya dibagi menjadi 4 department, yaitu : department
bottling,

department kitchen,

department water treatment, dan

department boiller. Departemen yang memiliki proses terpanjang adalah


department bottling. Di

department bottling ini lebih fokus terhadap

kualitas produk fisiknya.


Sedangkan di department kitchen dan water treatment lebih fokus ke
kualitas isi produknya. Sisanya yaitu department boiller fokus terhadap
penyediaan steam untuk proses pemasakan.
Usaha perbaikan lini produksi dilakukan secara terus-menerus dengan
harapan dapat meminimalisir produk cacat dan memperlancar jalannya
proses produksi. Sistem one piece flow, system andon dan otomasi hampir
di setiap lini telah diterapkan disini. Sistem andon bertujuan untuk
meminimalisir produk cacat dan menganalisa penyebab terjadinya
breakdown atau kemacetan dalam lini produksi, sehingga terdapat banyak
sekali sensor dan lampu andon di lini produksinya yang berfungsi untuk
mengidentifikasi cacat produk dan member tanda adanya masalah di mesin
tersebut.

PT.

memperhatikan

Sinar

Sosro

kualitas

merupakan

produknya.

perusahaan

Namun

yang

demikian

sangat

cacat

dan

breakdown masih saja terjadi.


Breakdown yang terjadi selama 4 bulan pengamatan pada bulan Mei,
Juni, Juli dan Agustus tahun 2008 terdapat 177

breakdown. Dengan

komposisi di washer 44%, pos 1 2%, Pos 2 14%, filler 14%, crowner 5%,
cratter 5%, pos 3 1% dan lain-lain 15%. Dengan demikian, breakdown
terbesar terletak pada mesin bottle washer yaitu sebesar 44%. Hal ini

24

berarti masalah yang perlu kita atasi terlebih dahulu adalah permasalahan
yang terjadi di mesin bottle washer.
Sedangkan data efisiensi mesin, depalletizer 100%, decrater 99,97%,
washer 99,95%, filler 99,98% dan pos 3 99,96%. Terlihat bahwa mesin
bottle washer memiliki presentase cacat terbesar yaitu 0.05%.
3.5

Pemasaran dan Distribusi

Dalam

pengembangan

bisnisnya,

PT. SINAR

SOSRO

telah

mendistribusikan produknya ke seluruh penjuru Nusantara, melalui lebih


dari 150 kantor cabang penjualan, serta beberapa Kantor Penjualan
Wilayah (KPW). Selain itu, produk PT. Sinar Sosro sudah merambah pasar
Internasional dengan upaya mengekspor produk-produk dalam kemasan
kotak dan kaleng ke beberapa Negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei
Darussalam, sebagian Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Amerika.

a.

MARKET DRIVEN STRATEGY SOSRO


Dasar pemikiran utama yang penting dalam market driven
strategy adalah menjadikan pasar dan konsumen sebagai titik awal
dalam memformulasikan strategi.
PT. Sinar Sosro pada awalnya memperkenalkan minuman siap
saji dalam kemasan botol, Sosro memiliki target pasar yang jelas,
25

dengan target orang yang sedang melakukan perjalanan . Sosro


memandang bahwa ketika orang sedang melakukan perjalanan dan ia
kehausan pasti membutuhkan sebuah penghilang dahaga yang praktis
dan mudah di dapat, berangkat dari pengalaman ketika melakukan
promo, tempat yang praktis dan aman untuk digunakan sebagai wadah
teh adalah botol.
Sosro juga memiliki keunggulan dan keunikan dalam pemasaran.
sebelum sosro hadir, ada sebuah perusahaan asing yang ingin
mengeluarkan produk teh dalam botol sepert i yang dilakukan sosro
saat ini. Kala itu sang perusahaan menyewa jasa sebuah biro riset
pemasaran untuk menguji kelayakan dan prospek produk tersebut di
Indonesia. Setelah meneliti dan mengamati kebiasaan minum teh di
masyarakat sang biro pun menyimpulkan bahwa produk ini tidak
memiliki prospek bagus untuk dipasarkan di Indonesia. Biro itu
beralasan bahwa budaya minum teh pada bangsa Indonesia umumnya
dilakukan pagi hari dalam cangkir dan disajikan hangat sehingga
kehadiran teh dalam kemasan botol justru akan dianggap sebuah
keanehan.
Sosrodjojo, pendiri perusahaan sosro, justru berpikir sebaliknya.
Awalnya ide kemasan botol berasal dari pengalaman tes cicip (on
place test) di pasar-pasar tradisional terhadap teh tubruk cap botol.
Pada demonstrasi pertama teh langsung diseduh di tempat dan
disajikan pada calon konsumen yang menyaksikan. Namun cara
tersebut memakan waktu lama sehingga calon konsumen cenderung
meninggalkan tempat. Kemudian pada uji berikutnya teh telah diseduh
dari pabrik dan kemudian dimasukkan ke dalam tong-tong dan dibawa
dengan mobil. Akan tetapu cara ini ternyata membuat banyak teh
tumpah selama perjalanan karena saat itu struktur jalan belum sebaik
sekarang. Akhirnya sosro mencoba untuk memasukkannya pada
kemasan-kemasan botol limun agar mudah dibawa. Berangkat dari itu
merekaberpikir bahwa penggunaan kemasan botol adalah alternatif

26

yang paling praktis dalam menghadirkan kenikmatan teh lansung ke


konsumen.
Dari awal produk ini ditargetkan untuk konsumen yang sering
melakukan perjalanan seperti supir dan pejalan kaki sosro . Sosro
menyadari bahwa segmen konsumen ini memiliki keinginan hadirnya
minuman yang dapat menghilangkan dahaga di tengah kelelahan dan
kondisi panas selama perjalanan. Atribut kepuasan ini dicoba untuk
dipenuhi dengan menghadirkan minuman teh dalam kemasan botol
yang praktis dan tersedia di kios-kios sepanjang jalan. Untuk
menambah nilai kepuasan teh botol ini disajikan dingin dengan
menyediakan boks-boks es pada titik-titik penjualannya (penggunaan
kulkas pada saat itu belum lazim).
SOSRO selalu menjaga kualitas produknya dan selalu menjaga
ketersediaan produknya dipasaran, Bahan bakunya pun dari teh yang
berkualitas pilihan, karena sosro memiliki perkebunan teh sendiri.
Semenjak diluncurkan pada tahun 1970, produk teh botol sosro baik
rasa, kemasan logo maupun penampilan tidak mengalami perubahan
sama sekali. Bahkan ketika perusahaan multinational Pepsi dan Coca
cola masuk melalui produk teh Tekita dan Frestea, Sosro tetap tak
bergeming. Alih-alih merubah produknya, dengan cerdas sosro justru
melakukan counter branding dengan mengeluarkan produk S-tee
dengan volume yang lebih besar. Strategi ini ternyata lebih tepat,
kedua perusahaan multinasional itu pun tak berhasil berbuat banyak
untuk merebut hati konsumen Indonesia.
b.

STRATEGI INTERNAL
1.

Segmentasi Produk
PT. Sinar Sosro merupakan salah satu perusahaan yang
bergerak di bidang agro industri yang memproduksi berbagai
macam produk dengan menggunakan pucuk daun teh sebagai
salah satu bahan baku utamanya, dimana salah satu produknya

27

adalah Teh Botol Sosro. Teh Botol Sosro merupakan produk teh
siap minum pertama di Indonesia yang di kemas dalam botol dan
telah dikenal oleh masyarakat luas.
Persaingan yang begitu ketat dari banyaknya teh dalam
kemasan botol yang beredar di pasaran. Berdasarkan data pada
PT. Sinar Sosro terdapat tujuh merek teh dalam kemasan botol
yang beredar di Indonesia, yaitu Teh Botol Sosro, Fruit Tea,
TEBS, S-tee, Frestea, Tekita.
PT. Sinar Sosro pada saat ini dihadapkan pada berbagai
saingan produk minuman ringan yang tidak hanya dari pesaing
lokal, namun juga pesaing asing. Persaingan berbagai merek teh
dalam kemasan botol membuat perusahaan lebih berhati hati
dalam merancang strategi pemasarannya.
Perusahaan akan berhasil memperoleh pelanggan dalam
jumlah yang banyak apabila dinilai memiliki citra baik dalam
benak konsumen. Terciptanya citra baik dalam benak konsumen
akan menumbuhkan kepuasan pelanggan yang dapat memberikan
beberapa manfaat.
Keberhasilan Sosro tidak lepas dari brand teh botol yang
didapatkannya, persis seperti aqua menjadi brand pada air putih.
Berikutnya Sosro semakin kuat karena jaringan distribusi Teh
Botol yang sangat kuat sampai di titik akhir pelosok. Persis
seperti Aqua dengan air putihnya, pemain lain terlambat masuk di
segmen teh dalam botol, karena menganggap lalu ide air teh
masuk dalam botol.
Yang masih kurang dari Teh Botol adalah upaya upaya
mempertahankan image secara above the line. Upaya iklan di
media massa, event, maupun promosi yang akan terus membuat
teh botol tertancap di kepala konsumen masih jarang dilakukan.
Terkesan Teh Botol merasa sudah besar dan yakin dengan

28

penetrasi produk yang telah dilakukannya sehingga tidak perlu


lagi melakukan promosi above the line secara intensif.
2.

Targetting
Identifikasi target pasar adalah merupakan langkah awal yang
dibutuhkan dalam perencanaan dan pengembangan strategi
pemasaran. Dalam situasi dimana konsumen menghadapi banyak
pilihan, maka kesuksesan pemasaran produk akan banyak
ditentukan oleh kesesuaian produk.
Target dari teh botol ini adalah yang menyukai rasa asli teh
(non fruity) dan praktis, para supir atau pejalan kaki. Diberikanlah
kemasan botol yang praktis dan disediakan di kios kios yang
ada di pinggir jalan. Jadi jika ada yang haus, ya tinggal minum
sosro. Plus ditempatkan dalam boks es, sehingga menjadi dingin.
Sosro memiliki target pasar yang jelas, dengan target orang yang
sedang melakukan perjalanan. Pada waktu itu, strategi promosi
yang dilakukan juga baik dengan menetapkan harga tidak lebih
dari biaya parker pada waktu itu (mengingat target adalah orang
yang sedang melakukan perjalanan). Pada waktu pengenalan
produk, Sosro juga memiliki keunggulan kompetitif karena
merupakan teh siap minum dalam kemasan botol yang dipasarkan
pertama kali di Indonesia.

3.

Positioning
Sosro

melakukan

positioning

dengan

mengedukasi

masyarakat agar tidak merasa aneh untuk meminum teh dalam


kemasan botol dan dengan diasajikan dingin. Karena pada awal
kemunculan produk, masyarakat Indonesia masih terbiasa untuk
minum teh yang disajikan panas. Ternyata proses diferensiasi
yang dilakukan Sosro membuahkan hasil baik, sehingga Sosro
dikenal sebagai minuman teh dalam kemasan botol yang dapat
memberikan kesegaran. Dalam perkembangannya, untuk bersaing
dengan competitor Sosro mulai melakukan kampanye bahwa

29

dengan mengkonsumsi teh akan membuat tubuh menjadi sehat,


karena

teh mengandung anti oksidan. Hal ini menambah

keunggulan kompetitif dari Sosro.


c.

STRATEGI BERSAING
1.

Selling
Teh Botol Sosro didistribusikan ke pelosok pelosok daerah.
Konsumen menjadi tidak sulit membeli teh botol sosro karena
mudah di cari dan harganya terjangkau.

Marketing Mix
Produk : rasa teh asli yang kini bervariasi dengan
ditambahkan aroma buah buahan dan daun
teh melati.
Harga

: antara Rp 2000,00 hingga Rp 15000,00.

Place

: Supermarket, minimarket bahkan warung


kecil dan gerobak.

Karakteristik Konsumen
Demografi
Usia

Anak anak (usia 9 sampai 12


tahun), Remaja (usia 13 sampai 18
tahun) dan Dewasa.

Jenis Kelamin :

Pria dan Wanita

Pekerjaan

Semua

orang

yang

mempunyai

pekerjaan
Pendidikan

Semua golongan masyarakat

Psikografis
Orang yang menyukai minuman teh yang mempunyai
rasa alami dan berkualitas.
Geografis

30

Wilayah pemasaran untuk konsumen adalah seluruh


wilayah Indonesia baik di kota kota besar maupun
daerah daerah.
Deferensiasi
Produk Teh Botol Sosro berbeda dari yang lain karena
teh ini di kemas dalam botol dan rasa khas tehnya sangat
kuat. Ditambah lagi dengan aroma buah-buahan dan
melati.
d.

PRODUCT STRATEGY / BRAND STRATEGY


Sosro melakukan positioning dengan mengedukasi masyarakat
agar tidak merasa aneh untuk meminum teh dalam kemasan botol dan
dengan diasajikan dingin. Karena pada awal kemunculan produk,
masyarakat Indonesia masih terbiasa untuk minum teh yang disajikan
panas.

Ternyata

proses

diferensiasi

yang

dilakukan

Sosro

membuahkan hasil baik, sehingga Sosro dikenal sebagai minuman teh


dalam kemasan botol yang dapat memberikan kesegaran. Dalam
perkembangannya, untuk bersaing dengan competitor Sosro mulai
melakukan kampanye bahwa dengan mengkonsumsi teh akan
membuat tubuh menjadi sehat, karena teh mengandung anti oksidan.
Hal ini menambah keunggulan kompetitif dari Sosro.
Brand Sosro telah terbentuk melalui proses yang panjang. Sosro
telah berhasil mengembangkan merek Teh Botol Sosro menjadi merek
dengan brand equity yang kuat. Beberapa hal yang dapat dicermati
dalam pembentukan brand equity ini adalah :
Brand Awareness yang dimiliki Teh Botol Sosro dapat dikatakan
telah memasuki tingkatan top of mind. Hal ini dapat dilihat dari Teh
Botol Sosro dapat menjadi pemimpin pasar dalam kategori teh siap
minum dalam kemasan botol.

31

Perceived Quality dari Teh Botol Sosro telah terbukti selama


puluhan tahun. PT. Sinar Sosro telah berhasil menjaga kualitas produk
ini sehingga mendapat anggapan baik dari konsumen.
Brand Association dari Teh Botol Sosro kuat, dapat dilihat bahwa
ketika orang menyebut teh botol kemudian yang menjadi maksud dari
teh botol itu sendiri adalah Teh Botol Sosro.
Brand Loyalty dari Teh Botol Sosro juga kuat. Ini merupakan
hasil dari pengembangan saluran distribusi, menjaga kualitas, dan
strategi promosi yang dilakukan dengan jargon apapun makanannya
minumannya teh botol sosro.
Hasil dari brand equity yang kuat ini telah dirasakan oleh Sosro
yaitu memudahkan PT. Sinar Sosro untuk melakukan pengembangan
pasar dengan mengenalkan produk Fruit Tea untuk kalangan muda dan
Tebs untuk pengkonsumsi minuman berkarbonasi, selain itu PT. Sinar
Sosro juga menikmati profit margin yang lebih besar, yang terlihat
dari profit margin antara agen dan distributornya .
Ada Hal menarik untuk brand Teh Botol Sosro karena dengan
penggunaan kata Teh Botol kemudian memberikan asosiasi pada
Sosro sendiri, yang menjadi keunggulan dari brand ini, sehingga tidak
menjadi merek biasa. Selain itu kekuatan brand equity harus dijaga
agar tetap bisa menghadapi kompetisi yang semakin ketat, karena
ketika sebuah poduk dari sebuah produsen berhasil maka kemudian
produsen lain akan mengeluarkan produk serupa. Hal ini terjadi pada
munculnya teh dalam botol dari bermacam-macam produsen seperti
tekita dan frestea yang di produksi oleh coca cola dan pepsi .
Dalam melakukan pengembangan brand PT. Sinar Sosro
menerapkan beberapa strategi. Diantaranya adalah :
Line Exten s ion dengan mengeluarkan produk Fruit Tea dengan
pangsa pasar generasi muda, dan juga peluncuran produk Tebs untuk
menarik

minat

pelanggan

yang

mengkonsumsi

minuman

32

berkarbonasi. Kedua produk ini dapat meraih sukses di pasar, terutama


untuk produk Fruit Tea yang kemudian mulai menggerogoti pasar dari
minuman berkarbonasi. Akibat dari itu, maka kemudian produk ini
diikuti oleh Coca Cola yang merasa terancam dengan mengeluarkan
produk Fruitcy. Kesuksesan produk ini adalah karena kekuatan saluran
distribusi dari PT. SInar Sosro, dan dengan produk Fruit Tea dan Tebs
sekali lagi PT. Sinar Sosro menghadirkan inovasi dan menjadi pioneer
dengan menyajikan produk teh dengan rasa buah dan produk teh yang
mengandung soda.
Brand Exten s ion dengan meluncurkan produk Air Minum Dalam
Kemasan (AMDK) dengan merek PRIMA. Walaupun dengan
dukungan saluran distribusi yang baik namun PRIMA tidak dapat
merebut pasar AMDK yang sudah dikuasai oleh AQUA.
e.

DISTRIBUTION STRATEGY
Distribusi (penempatan) adalah bagian dari bauran pemasaran
yang mempertimbangkan cara menyampaikan produk-produk dari
produsen ke konsumen. Perusahaan harus membuat keputusan
mengenai

saluran

(channel)

yang

akan

digunakan

dalam

mendistribusikan produk-produk mereka. PT Sinar Sosro merupakan


salah satu contoh perusahaan terbaik yang sukses mengolah minuman
ringan (soft drink) teh, salah satu produk yang dihasilkan adalah teh
dalam kemasan botol dengan merek Teh Botol Sosro. Sukses
pemasaran produk dan besarnya keuntungan yang diraih perusahaan
tidak terlepas dari strategi distribusi yang jitu dalam menjangkau
pasar. Strategi penjualan yang dilakukan Sosro adalah dengan
mengembangkan saluran distribusi secara luas dan terus menerus.
Mengutamakan availability dan kualitas produk sehingga berbuah
pada kesetiaan pelanggan.
Distribusi Sosro mencakup hampir seluruh wilayah nasional
mulai dari Batam, Jabotabek, Jabar, Jatim, hingga Kalimantan dan

33

Sulawesi. Bahkan teh dalam kemasan botol Sosro diekspor ke


Australia, Vietnam, Brunei Darussalam dan Amerika Serikat. Sosro
dikenal memiliki jaringan distribusi yang sangat mengakar. Keputusan
mengenai pergudangan dan pengendalian persediaan juga merupakan
keputusan distribusi. Ketersediaan (availability) menjadi kunci sukses
pemasaran. Pihak Sosro selalu memantau outlet-outlet Sosro dari
pengaruh pesaing (competitor) yang berniat menggantikan Teh Botol
Sosro. Survei AC Nielsen beberapa waktu lalu menemukan
availability Sosro mencapai 100 persen. Namun Coca-Cola juga tidak
kalah kuat dalam saluran distribusi. Database Coca-Cola diketahui
memiliki ratusan ribu warung pinggir jalan yang siap menjajakan
produk Coca-Cola termasuk Freshtea. Kini Coca Cola bersaing head
to head dengan Sosro yang mengusung teh botol dan Fruit Tea. Maka
menarik melihat persaingan di antara kedua pemain besar ini.
Pengembangan proses yang dilakukan oleh Sosro adalah dengan
mengintegrasikan supply chain, seperti memiliki kebun teh sendiri.
berbeda dengan proses distribusi produk dilakukan dengan bekerja
sama dengan banyak agen penjualan untuk memperluas cakupan
distribusi dari Sosro
f.

PRICING STRATEGY
Pertama kali mengenalkan teh siap minum dalam kemasan botol,
Sosro memiliki target pasar yang jelas, dengan target orang yang
sedang melakukan perjalanan. Pada waktu itu, strategi promosi yang
dilakukan juga baik dengan menetapkan harga tidak lebih dari biaya
parkir pada waktu itu (mengingat target adalah orang yang sedang
melakukan perjalanan). Pada waktu pengenalan produk, Sosro juga
memiliki keunggulan kompetitif karena merupakan teh siap minum
dalam kemasan botol yang dipasarkan pertama kali di Indonesia.

g.

PROMOTION STRATEGY

34

Kesuksesesan sosro dalam merebut hati konsumen Indonesia


sesungguhnya dilihat dari aspek pemasaran cukup unik. Sosro,dalam
beberapa hal, telah mengabaikan hukum-hukum umum yang terdapat
di ilmu pemasaran. Misalnya saja mengenai perlunya riset pasar
sebelum meluncurkan produk. Konon kabarnya sebelum sosro hadir,
ada sebuah perusahaan asing yang ingin mengeluarkan produk teh
dalam botol sepert i yang dilakukan sosro saat ini. Kala itu sang
perusahaan menyewa jasa sebuah biro riset pemasaran untuk menguji
kelayakan dan prospek produk tersebut di Indonesia. Setelah meneliti
dan mengamati kebiasaan minum teh di masyarakat sang biro pun
menyimpulkan bahwa produk ini tidak memiliki prospek bagus untuk
dipasarkan di Indonesia. Biro itu beralasan bahwa budaya minum teh
pada bangsa Indonesia umumnya dilakukan pagi hari dalam cangkir
dan disajikan hangat sehingga kehadiran teh dalam kemasan botol
justru akan dianggap sebuah keanehan.
Sosrodjojo, pendiri perusahaan sosro, justru berpikir sebaliknya.
Awalnya ide kemasan botol berasal dari pengalaman tes cicip (on
place test) di pasar-pasar tradisional terhadap teh tubruk cap botol.
Pada demonstrasi pertama teh langsung diseduh di tempat dan
disajikan pada calon konsumen yang menyaksikan. Namun cara
tersebut memakan waktu lama sehingga calon konsumen cenderung
meninggalkan tempat. Kemudian pada uji berikutnya teh telah diseduh
dari pabrik dan kemudian dimasukkan ke dalam tong-tong dan dibawa
dengan mobil. Akan tetapu cara ini ternyata membuat banyak teh
tumpah selama perjalanan karena saat itu struktur jalan belum sebaik
sekarang. Akhirnya sosro mencoba untuk memasukkannya pada
kemasan-kemasan botol limun agar mudah dibawa. Beranglkat dari itu
merekaberpikir bahwa penggunaan kemasan botol adalah alternatif
yang paling praktis dalam menghadirkan kenikmatan teh lansung ke
konsumen.

35

Dari awal produk ini ditargetkan untuk konsumen yang sering


melakukan perjalanan seperti supir dan pejalan kaki sosro . Sosro
menyadari bahwa segmen konsumen ini memiliki keinginan hadirnya
minuman yang dapat menghilangkan dahaga di tengah kelelahan dan
kondisi panas selama perjalanan. Atribut kepuasan ini dicoba untuk
dipenuhi dengan menghadirkan minuman teh dalam kemasan botol
yang praktis dan tersedia di kios-kios sepanjang jalan. Untuk
menambah nilai kepuasan teh botol ini disajikan dingin dengan
menyediakan boks-boks es pada titik-titik penjualannya (penggunaan
kulkas pada saat itu belum lazim).
Kini SOSRO telah menjadi perusahaan minuman yang besar dan
otomatis strategi pemasaran yang dipakai pun semakin besar
pula. Promosinya kini bukan menggunakan metode cicip rasa
tetapi kini banyak iklan-iklan sosro yang terlihat di berbagai
stasiun televisi, internet, majalah, surat kabar, radio, dan
berbagai acara-acara besar maupun kecil. Berikut berbagai
semboyan iklan SOSRO dari tahun ke tahun.

3.6

1975

Pelepas Dahaga Asli

1985

Hari-Hari Teh Botol

1994

Hari-Hari Teh Sosro

1996

Aslinya Teh

1997

Ahlinya Teh

2002

Apapun Makanannya, Minumnya Teh

2012

Asli Segarnya

Sistem Sanitasi
3.6.1 Jenis Limbah
1. Limbah Cair
2. Limbah Padat
3.6.2 Cara Penanganan Limbah

36

Pengolahan Limbah
Di PT. Sinar Sosro Cakung, Jakarta Timur ada 2 jenis limbah
industri yang di hasilkan, berikut pengolahannya:
1. Limbah cair
a. Preatreatment adalah pengolahan awal limbah cair teh yang
baru di buang dari pabrik sebelum memasuki proses
tahapan utama. Berikut ini tahapan pengolahan awal
tersebut:
1) Screen press
Alat ini digunakan untuk menyaring, menyeleksi dan
membuang kotoran- kotoran dan padatan, seperti
sampah pabrik, pipet, kertas, dan lainnya dari
limbah.
2) Sump pit
Sump pit adalah bak penampung sementara limbah
dari screen press yang memiliki 2 unit pompa
(influent pump) yan bertugas memompakan limbah
ke bak equalisasi.
3) Cooling tower
Limbah cair yang masuk ke bak equalisasi oleh unit
ini didinginkan terlebih dahulu.
4) Bak equalisasi dan agitator
Bak ini adalah tempat menghomogenkan kualitas dan
kuantitas air limbah yang masuk ke dalam bak ini
serta sebagai tempat untuk prosesasi difikasi melalui
fermentasi.
Untuk mempercepat homogenisasi maka digunakan
agitator. Penambahan bahan nutrisi juga di lakukan
untuk makanan bakteri yaitu pupuk urea atau sumber
nitrogen dan pupuk super phosphate (sumber posfat).
5) Limbah

37

Limbah dari bak equalisasi di pompakan di MUR


(methane Upilow reactor) setelah melalui 2 tahap
yaitu penetralan pH limbah dan tahap homogenisasi.
b. Pengolahan Limbah secara aerobic
1) Bak Aerasi
Limbah yang keluar dari proses anaerobic memiliki
kualitas limbah yang begitu baik, sehingga bak ini
terjadi proses penyempurnaan. Limbah mengalami
pengolahan oleh bakteri lumpur aerob, dimana
baktteri

pengolah

materi-materi

sisa

yang

terbiodegradasi pada proses aerobic menjadi CO2 dan


sel bakteri baru.
2) Final clarifier
Pada bak ini prosesnya adalah pengendapan dimana
Activated ludge dipisahkan dari air limbah yang
bersih, lumpur aktif yang mengendap disirkulasi ke
bak aerasi, ataupun bila di perlukan disirkulasi
kembali ke bak equalisasi. Kotoran-kotoran yang
melayang tersapu masuk ke bak effluent untuk di
buang, sementara itu, air limbah bersih mengalir
secara overflow ke kolam indikator.
3) Kolam indikator
Pada kolam ini diisikan dengan ikan sebagai
indikatorkualitas air. Setelah dialirkan ke kolom
indikator, air dibuang ke saluran pembuangan seperti
selokan atau sungai.

Dari proses tersebut dapat

terlihat sesuai lampiran bahwa air yang kotor


dibuang kembali ke alam dalam keadaan bersih
dengan proses pengolahan yang baik.

38

2. Limbah Padat
a. Thermofil yaitu pengolahan dengan menggunakan jamur dan
bakteri thermofil.Proses pengolahan limbah padat ini adalah
sebagai berikut:
1) Ampas teh
Ampas teh dari sisa penyeduhan di letakkan pada bak
atau tempat khusus yang telah disediakan.
2) Pendinginan
Ampas teh yang telah dibiarkan di tanah akan di
dinginkan selama satu hari.
3) Penguraian
Penguraian dengan penanaman mikroorganisme pada
proses

ini

diberikan

mikroorganisme

untuk

menguraikan ampas teh atau zatorganic.


4) Pembalikan
Setelah melalui proses di atas maka dilanjutkan
dengan proses pembalikan dengan waktu seminggu
sekali.
5) Kompos
Setelah pembalikan ampas teh di biarkan membusuk
selama 1 bulan dan kemudian akan menjadi kompos.
b. Fertilisasi kompos adalah pengolahan limbah menggunakan
bantuan organisme yaitu cacing. Ada dua jenis cacing yang
digunakan dalam proses tersebut yaitu cacing local dan
cacing impor (Prancis). Cacing Prancis dianggap paling
rakus

dalam

mengkonsumsi

ampas

teh

sehingga

penggunaannya diharapkan dapat mempercepat proses


pengolahan limbah ampas teh. Proses tersebut adalah :
1) Ampas teh
Ampas teh dari sisa penyeduhan di letakkan pada bak
atau tempat khusus yang telah disediakan.

39

2) Pendinginan
Ampas teh yang telah dibiarkan di tanah akan di
dinginkan selama satu hari.
3) Fertilisasi
Cacing dimasukkan pada bak atau tempat khusus
yang berisi ampas teh yang telah didinginkan.
Mereka

akan

menyelam

ke

dasar

bak

dan

mengkonsumsi ampas teh tersebut dari dasar.


Cacing-cacing itu akan berekskresi dan kotoran
cacing itulah yang menjadi kompos. Pupuk kompos
siap dipanen jika cacing-cacing tersebut telah sampai
ke permukaan bak.

40

BAB IV
PENUTUP
4.1

Kesimpulan
Setelah diadakannya kunjungan industri ini, penulis mampu
memahami secara langsung bagaimana sistem produksi yang dilakukan
oleh PT. Sinar Sosro. Suatu industri yang bermula dari seorang pencetus
ide teh dalam kemasan botol. Yang sekarang sudah menjadi industri besar
dan dikenal hingga ke mancanegara. Dengan berbekal filosofi niat baik,
PT. Sinar Sosro selalu mengedepankan kualitas dan ramah lingkungan.
Karena proses produksi yang dilakukan terbukti steril dan yang terpenting
adalah limbah yang dihasilkan terbukti mampu dikembalikan pada alam.
Harapan penulis kedepannya yaitu semoga dengan diadakannya
kunjungan industri di PT. Sinar Sosro ini dapat menambah pengetahuan
kita tentang kegiatan sistem produksi. Dan semoga laporan ini dapat
bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

4.2

Kritik dan Saran


Setelah melakukan pengamatan langsung ke pabrik PT. Sinar Sosro,
penulis hanya menyarankan agar PT. Sinar Sosro tetap berusaha menjadi
perusahaan yang mampu mengolah pasar lokal maupun internasional.
Karena dengan begitu, maka penulis tidak lagi khawatir akan konsumsi
masyarakat terhadap minuman siap saji berharga terjangkau yang banyak
beredar di pasar.

41

DAFTAR
PUSTAKA

Arman Maulana, Penanggulangan Dampak Limbah Industri Tekstil di Sleman.


Tugas Tata Tulis Karya Ilmiah, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta, 2010.
http://www.sosro.com, diakses pada Sabtu, 30 Maret 2013
http://noretz-area.blogspot.com, diakses pada Sabtu, 30 Maret 2013

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22691/4/Chapter%20II.pdf,
diakses pada Sabtu, 30 Maret 2013
http://www.scribd.com/dedi35/d/20646086/20-A-METODE-OBSERVASIpengamatan diakses pada Sabtu, 30 Maret 2013
http://riamaryani.wordpress.com, diakses pada Minggu, 31 maret 2013
http://yanhasiholan.wordpress.com, diakses pada Minggu, 31 Maret
2013

viii

LAMPIRAN
DOKUMENTASI

ix