Anda di halaman 1dari 4

1.

JUDUL PENELITIAN

IDENTIFIKASI GOOD PRACTICES PADA PENYELENGGARAAN SMK UNTUK


MEMPEROLEH INFORMASI GOOD PRACTICE DI LIHAT DARI SISI INPUT,
PROSES, OUTPUT DAN OUTCOME PENDIDIKAN DI SMK NEGERI 5

2. Alasan mengapa ini harus Kualitatif

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat exploratory dan explanatory.

Cara ini digunakan untuk mengungkap gejala yang ada secara menyeluruh namun kontektual

dengan fokus penelitian, yaitu untuk mengetahui praktik-praktik yang baik (good practices) yang

dijadikan ciri keberhasilan sekolah melalui paradigma input, proses, output dan outcome

pendidikan.

Informan kunci (key informan) dalam penelitian ini adalah kepala sekolah. Pemilihan

informan (tenaga pendidik, siswa, tenaga kependid ikan, dan orangtua siswa dan informan lain)

ditunjuk oleh informan kunci yang dipandang relevan untuk memberikan informasi. Seluruh data

dan informasi, selain dikumpulkan melalui kegiatan pengamatan pada latar, daftar isian, juga

melalui wawancara sehingga memungkinkan dapat berinteraksi secara alamiah.

Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan pengamatan (observation), wawancara,

daftar isian, dan analisis dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan langkah- langlah: (1)

reduksi data, yaitu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan atau

menyingkat data dalam bentuk uraian secara rinci dan sistematis, yakni menonjolkan hal- hal

pokok yang penting agar lebih mudah dikendalikan, (2) display data, yaitu upaya menyajikan

data dengan melihat gambaran keseluruhan atau bagian tertentu dari penelitian, (3) kesimpulkan
dan verifikasi, yaitu upaya untuk mencari makna terhadap data yang dikumpulkan dengan

mencari pola, hubungan, persamaan yang sering timbul dan sebagainya.

Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui ketekunan pengamatan dan triangulasi.

Ketekunan pengamatan merupakan pemusatan diri pada hal- hal tertentu secara teliti, rinci, dan

berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang menonjol sehubungan dengan fokus penelitian.

Dengan demikian dapat ditemukan ciri-ciri dan unsur- unsur dalam situasi yang relevan dengan

masalah. Triangulasi merupakan upaya untuk mencari kebenaran data dengan jalan

membandingkan antara satu data dan data lainnya. Triangulasi bukan untuk mencari pemahaman

tentang beberapa fenomena, tetapi lebih pada peningkatan pemahaman peneliti terhadap apa

yang ditemukan (Sugiono, 2006:270).

3. Kerangka Berpikir

Penelitian ini bertujuan mencari praktik-praktik yang baik (good practices) melalui

paradigma input, proses, output, dan outcome pendidikan. Metode yang digunakan adalah

kualitatif bersifat exploratory dan explanatory yang memfokuskan pada good practices yang

dilakukan sekolah. Sebagai informan kunci adalah kepala sekolah dan informan lain adalah guru

mata pelajaran normatif, adaptif, produktif, siswa, dan ketua komite sekolah. Analisis dilakukan

melalui langkah-langkah reduksi data, display data, simpulan dan ferifikasi.

Penelitian ini menyimpulkan praktik-praktik yang baik (good practices) yang dilakukan sekolah

adalah: (1) penerapan proses belajar selama empat tahun dengan satu tahun terakhir ma gang di

industri, (2) penerapan proses belajar tiga tahun dengan pembelajaran mata pelajaran produktif

dilakukan terintegrasi dengan unit produksi, (3) manajemen mutu penyelenggaraan sekolah

standar internasional ISO 9001-2000, (4) kerja sama dengan dunia usaha dan industri, dan (5)

layanan terhadap siswa berupa bimbingan konseling, career path, dan bursa kerja.
4. Rumusan Masalah

Seiring dengan tuntutan peraturan perundanga n dan era global, penyelenggaraan SMK

harus memiliki keunggulan kompetitif. Penyelenggaraan pada SMK diproyek-sikan agar

lulusannya dapat segera terserap di dunia kerja, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Penyelenggaraan perlu memiliki strategi-strategi good practice untuk menghasilkan lulusan

sesuai tuntutan dunia kerja dalam rangka peningkatan mutu dan daya saing. Artinya, good

practices merupakan karakteris-tik atau ciri penting penyelenggaraan yang dapat diadopsi atau

diadaptasi oleh sekolah lainnya. Dengan demikian sebelum good practices dapat diterapkan di

sekolah lain diperlukan pengkajian secara empirik.

5. Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi good practices yang dilakukan sekolah

bertaraf internasional dalam rangka memberikan usulan saran kebijakan. Secara lebih khusus

studi ini bertujuan untuk memperoleh informasi good practices dilihat dari sisi input, proses,

output dan outcome pendidikan.

6. Manfaat

Penelitian ini mempunyai arti penting karena dapat memberikan informasi tentang berbagai

good practices penyelenggaraan SMK bertaraf internasional. Di samping itu hasilnya akan

digunakan sebagai bahan masukan kebijakan penyelenggaraan SMK melalui pihak terkait dalam

rangka pembinaan SMK di Indonesia.