Anda di halaman 1dari 8

PRAKTIKUM III.

Topik : PROSES DIFUSI DAN OSMOSIS

Tujuan : Untuk mengetahui proses difusi dan osmosis pada organisme hidup
serta memahami penyebabnya.
Hari/tanggal : Selasa, 20 oktober 2009
Tempat : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin.

I. ALAT DAN BAHAN

Alat : 1. Gelas kimia (50 ml)


2. Pipet tetes
3. Penunjuk waktu (arloji/stop watch/handphone)
4. Cawan petri
5. Jarum
6. Pengaduk
Bahan : 1. Air
2. Larutan metilen blue,eosin
3. Kristal CuSO4
4. Mentimun dan kentang
5. Kertas label

II. CARA KERJA

I.Proses Difusi.
1. Meneteskan larutan metilen blue pada gelas kimia yang telah diisi air, dan
memasukkan kristal CuSO4 pada gelas kimia lainnya.

2. Mengamati perubahan yang terjadi, saat meneteskan dianggap sebagai


waktu
To dan saat tercapainya keadaan homogen sebagai T1.

3. Mengulangi langkah 1-2, dan setelah meneteskan metilen blue dan


memasukkan kristal CuSO4 segera diaduk.
4. Membandingkan hasil pengamatan saya.

II.Proses Osmosis.
1. Menyiapkan larutan garam dapur, dengan menambahkan 3 sendok makan
garam dapur dalam 100 ml air. Memasukkan ke dalam cawan A dan
memberi label ( larutan garam ). Ke dalam cawan B , memasukkan air dan
memberi labelnya ( air ).
2. Membuat irisan mentimun dan umbi kentang setebal 3 – 4 mm.
3. Ke dalam masing –masing cawan ( A dan B ), memasukkan 2 iris
mentimun dan 2 iris kentang. membiarkan selama 15 menit , mengangkat
dengan jarum dan mengamati perubahan yang terjadi.
4. Setelah mengamati, mengembalikan lagi kedalam cawannya.
Memperlakukan & meneruskan sampai 30 menit.
Membandingkan hasil pengamatan saya tentang : bagaimana

kekerasannya yang menunjukkan turgor, dengan memijit kedua macam

bahan tersebut.

I. TEORI DASAR
Metabolisme pada organisme multiseluler meliputi banyak hal, diantaranya
transpor materi dan energi. Sistem transportasi sangat penting bagi tumbuhan dan
hewan yang berkaitan dengan massa organisme tersebut. Pada tanaman dan hewan
yang masih sederhana atau belum memiliki struktur organisasi yang rumit, transport
materi ( nutrient dan zat hara ) dan hasil metabolisme cukup dari sel ke sel.
Transportasi tersebut dapat berlangsung secara aktif maupun pasif. Transport pasif
berlangsung antara lain secara osmosis.
Protoplasma sel mempunyai plasma ( pada tumbuhan ) atau selaput sel
( pada hewan ) yang mampu mengatur secara selektif aliran cairan dari lingkungan
suatu sel ke dalam sel atau sebaliknya. Terdapat dua proses fisikokimia yang
penting, yaitu difusi dan osmosis. Difusi adalah penyebaran molekul zat dari daerah
yang memiliki tekanan difusi yang besar kedaerah yang memiliki tekanan difusi
yang lebih kecil atau yang memiliki defisit tekanan difusi (DTD). Difusi dapat
terjadi karena perbedaan konsentrasi suatu larutan. Adanya perbedaan konsentrasi
menimbulkan tekanan difusi.

Difusi ada 2 macam :

1. Difusi sederhana adalah penyebaran zat semata-mata disebabkan oleh


perbedaan konsentrasi.
2. Difusi terbantu / terfasilitasi adalah penyebaran zat –zat yang sukar larut dalam
sistem lemak membran melalui pori di dalam protein membran.
Osmosis merupakan suatu proses perembesan molekul air melintasi suatu

selaput yang memisahkan dua larutan, yaitu : hipotonik ( I ) dan hipertonik ( II )


yang berlangsung dari larutan I ke arah larutan II. Larutan hipotonik artinya
molekul air sebagai pelarut lebih banyak dari pada molekul zat yang terlarut.

Larutan hipertonik artinya molekul air sebagai pelarut lebih sedikit dibandingkan
molekul zat terlarut.
Dengan adanya proses osmosis, suatu selaput dinyatakan permeable, semi-
permeabel, atau selektif permeable dan impermeabel. Apabila semua jenis molekul
dalam cairan yang ada disekelilingnya dapat merembes melewati selaput plasma
tersebut maka selaput dinyatakan permeable. Suatu selaput dinyatakan semi
permeable bila hanya beberapa jenis molekul dalam cairan yang ada
disekelilingnya yang dapat melewatinya. Sedangkan jika selaput yang tidak dapat di
lalui oleh air dan molekul-molekul air maupun molekul-molekul zat terlarut di
dalamnya, dinyatakan impermebel.

I. HASIL PENGAMATAN

1. Difusi
Perlakuan Waktu Keterangan
Metilen blue dengan 9 detik Larutan lebih cepat homogen, karena diaduk
pengadukan dan metilen bluenya berwujud cair.

Metilen blue tanpa 32 menit 8 Meskipun metilen blue berwujud cair tetapi
pengadukan tidak diaduk, menyebabkan larutan cukup
detik
lama untuk mencapai homogen.
CuSO4 dengan 1 menit 3 CuSO4 yang berwujud kristal membutuhkan
pengadukan waktu lebih lama untuk mencapai homogen,
detik
karena air membutuhkan waktu untuk
melarutkan benda padat seperti kristal.
CuSO4 tanpa 43 menit 12 CuSO4 tanpa pengadukan membutuhkan
pengadukan detik waktu sangat lama untuk mencapai homogen
dan terdapat endapan di dasar gelas kimia.

2. Osmosis

Medium 15 menit pertama 30 menit


Air + Kentang Segar dan keras Segar dan keras
Air + Timun Segar dan keras Segar dan keras
Larutan garam + Kentang Lembek dan berkerut Semakin lemah
berkerut
Larutan garam + Timun Lembek dan berkerut Semakin lemah dan
berkerut

I. ANALISIS DATA
1. Proses Difusi.
Berdasarkan pengamatan, maka dapat diperoleh bahwa larutan metilen
blue lebih cepat homogen dari pada kristal CuSO4. Metilen blue yang
berwujud cair sangat mudah larut di dalam air dikarenakan sama – sama
berwujud cair. Sedangkan kristal CuSO4 cukup membutuhkan waktu untuk
mencapai homogen, dikarenakan CuSO4 berwujud kristal sehingga air agak
lambat ketika melarutkannya.

2. Proses Osmosis.
Dari hasil pengamatan yang diperoleh dalam irisan mentimun dan
kentang, kalau kentang diletakkan di larutan garam dapur akan terlihat
lembek dan berkerut dan mengerut.sedangkan mentimun diletakkan di larutan
garam dapur juga terlihat lembek dan berkerut. Sebaliknya kentang &
mentimun kalau diletakkan di air malah semakin segar dan keras. Osmosis
dapat diartikan suatu proses difusi melalui selaput yang bersifat permeabel.
Secara diferensial, yaitu membran sel yang meloloskan molekul tertentu,
tetapi menghalangi molekul lain dan terjadi dari suatu tempat dengan
konsentrasi tinggi kerendah.

I. KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan, saya mengambil kesimpulan bahwa proses
proses difusi akan cepat tercapai jika molekul-molekul yang dilarutkan lebih
kecil sehingga mudah menyebar kesegala arah. Apalagi jika ditambahkan
dengan proses pengadukan maka proses difusinya akan semakin cepat.
Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari
bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel
harus dapat ditembus oleh pelarut (larutan garam/air), tapi tidak oleh zat
terlarut (kentang dan timun). Osmosis terjadi karena perbedaan konsentrasi
larutan yaitu hipotonik dan hipertonik. Osmosis sangat ditentukan oleh
potensial kimia air dan tekanan.

II. DAFTAR PUSTAKA

Kimball,J.W.1991.Biologi Umum jilid 2.Jakarta : Erlangga.


Nasir, Mohammad dkk. 1992. Penuntun Praktikum Biologi Umum.

Depdikbud : Yogyakarta.

Noorhidayati & St. Wahidah Arsyad.2009.Penuntun Praktikum Biologi


Umum.

Banjarmasin : FKIP UNLAM.

(anonim) www.wikipedia.com// Osmosis - bahasa Indonesia//Rabu 21


oktober 2009. Pukul 20 : 17.