Anda di halaman 1dari 11

PRAKTIKUM IV.

TOPIK : JARINGAN TUMBUHAN


Tujuan : Mengenal beberapa jaringan pada tumbuhan Angiospermae dan
beberapa jaringan pada hewan.
Hari/tanggal : Selasa, 27 Oktober 2009
Tempat : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin.

I. ALAT DAN BAHAN

ALAT : 1. Mikroskop
2. Loupe
BAHAN : 1. Preparat batang kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
2. Preparat batang jagung (Zea mays L)

II. CARA KEJA

Cara kerja jaringan tumbuhan:

1. Mengamati dibawah mikroskop preparat yang disediakan dengan


perbesaran lemah, kemudian perbesaran kuat.
2. Menggambar beberapa sel/jaringan dan lengkapi dengan keterangannya.

I. TEORI DASAR
Pada proses pembelahan, pembesaran dan diferensiasi sel-sel terorganisasi
menjadi jaringan dan kumpulan jaringan membentuk organ-organ, selanjutnya
kumpulan organ membentuk sistem organ dan menjadi tubuh tumbuhan atau
hewan bersel banyak (multiseluler).

Sifat dari tumbuhan bersel banyak adalah adanya tingaktan koordinasi dan
korelasi yang tinggi antara komponen organ, jaringan dan sel-sel. Jaringan
tumbuhan merupakan kumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi
yang sama, atau mempunyai bentuk berbeda fungsi yang sama, atau bentuk
yang sama fungsi berbeda. Semua jaringan tumbuhan umumnya dibagi menjadi
dua tipe, yaitu jaringan meristematik dan jaringan permanen. Jaringan
meristematik (muda) dan jaringan permanen (dewasa) bersama-sama
membentuk organ-organ tumbuhan, yaitu : akar, batang, daun dan organ
reproduksi (bunga, buah, dan biji) yang keseluruhannya merupakan tubuh
tumbuhan (Angiospermae).

Pada umumnya dapat dibedakan antara jaringan meristematik muda) dan


jaringan permanen (dewasa) yaitu :

1. Jaringan meristematik (muda), biasanya terdiri atas sel-sel embrional,


dinding tipis, kaya akan plasma, vakuola-vakuola kecil dan bentuk sel
isodiametris.
2. Jaringan permanen (dewasa), bentuk sudah tetap, tidak mengalami
pembelahan, vakuola besar, dinding mengalami penebalan dan plasma
sedikit.
Berdasarkan letaknya pada batang, jaringan meristem dibedakan menjadi
3 yaitu :

a. Meristem lateral (lateral meristem) atau meristem samping,


terdapat di kambium dan kambium gabus.
b. Meristem interkalar atau meristem antara, terdapat di antara
jaringan dewasa, misalnya di pangkal ruas batang.
c. Meristem apikal atau meristem ujung, terdapat di ujung batang
dan di ujung akar.
Berdasarakan bentuk dan fungsinya pada jaringan dewasa sudah dapat
dibedakan menjadi : jaringan dasar, jaringan penguat, jaringan pelindung,
jaringan pengangkut dan ajringan fotosintetik.

Pada hewan-hewan multiseluler atau metazoa terdapat suatu pembagian


tugas untuk melaksanakan aktivitas atau fungsi tertentu. Dalam perkembangan
awal embrio hewan multiseluler sudah mulai terbentuk diferensiasi lapisan-
lapisan lembaga yang kelak akan terdiferensiasi lagi menjadi jaringan atau
organ yang lebih spesifik.

Ada tiga lapisan lembaga (germinal) yang merupakan bakal dari


pembentukan jaringan atau organ-organ dewasa, yaitu :

1. Lapisan lembaga ektoderm, yang akan menurunkan antara lain kulit dan
sistem saraf.
2. Lapisan lembaga mesoderm, yang antara lain akan membentuk : otot,
rangka, organ ekskretori, jantung dengan pembuluh darahnya serta organ
genetalia. Juga akan menurunkan coelum atau body cavity di antar
kedua lapisan mesoderm lateral.
3. Lapisan lembaga endoderm, lapisan ini terutama akan menjadi saluran
pencernaan dengan kelenjar pencernaannya, paru-paru dan kantong air
seni.

I. HASIL PENGAMATAN
1. Berdasarkan penelitian.
Jaringan batang kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) Keterangan:
1. Epidermis
2. Xylem
3. Floem
4. Dinding sel
Jaringan batang jagung (Zea mays L)

Keterangan:
1. Epidermis
2. Xylem
3. Floem
4. Dinding sel
2. Berdasarkan literatur

(Sumber: bima.ipb.ac.id/.../vegetatif_tnm/xilem_floem.jpg)
I. ANALISIS DATA
1. Jaringan batang kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Klasifikasi ilmiah :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae (suku kapas-kapasan)
Genus : Hibiscus
Spesies : Hibiscus rosa-sinensis
(Sumber : www.plantamor.com)
Hibiscus rosa-sinensis yang merupakan tumbuhan dikotil memiliki
jaringan yang lebih komplek dari pada tumbuhan monokotil. Kelebihan
tumbuhan dikotil adalah memiliki kambium, sehingga tumbuhan dikotil
akan terus tumbuh. Kebanyakan tumbuhan jenis ini berumur panjang.
2. Jaringan batang jagung (Zea mays L.)
Klasifikasi ilmiah :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom :Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L.
(Sumber : www.plantamor.com)

Berdasarkan penelitian pada preparat batang jagung saya mengetahui


bahwa pembuluh tidak berkambium. Jaringan pengangkut tersebut dari
sel-sel yang kedudukannya membesar menurut arah pengangkutan
berbentuk seperti untaian sel, dinding sel terlihat miring untuk
mempermudah jalannya pengangkutan.
II. KESIMPULAN

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa jaringan adalah sekumpulan


sel yang mempunyai asal, struktur dan fungsi yang sama. Jaringan tumbuhan
terdiri atas jaringan meristem (muda) dan jaringan permanen (dewasa).
Jaringan meristem banyak terdapat pada ujung-ujung tumbuhan, seperti
bagian pucuk dan bagian akar. Tanaman jagung mempunyai jaringan yang
tidak berkambium sehingga hanya berupa
batang yang semu.
Jaringan pembentuk tumbuhan terdiri dari 3 jenis, yaitu :

a. Jaringan dermal
Salah satu jaringan dermal adalah Epidermis yang merupakan lapisan
pelindung luar utama yang menyelimuti tubuh tumbuhan (seluruh daun,
batang, dan akar). Sel-sel epidermis mempunyai dinding sel primer yang
tebal, dan bagian luarnya dilapisi oleh lapisan lilin. Sel ini juga akan
mengalami modifikasi dan membentuk stomata serta berbagai macam rambut.
Stomata adalah bukaan pada epidermis yang sebagian besar terdapat
pada bawah daun dan meregulasi pertukaran gas. Stomata dibentk oleh dua sel
epidermis yang terspesialisasi yang disebut sel penjaga yang meregulasi
besarnya diameter stomata. Stomata juga terdistribusi secara spesisfik
berdasarkan spesies.
Rambut atau trikoma merupakan turunan dari sel epidermis dan
mempunyai banyak bentuk dan umumnya ditemui pada semua bagian
tumbuhan serta berfungsi untuk adsorpsi dan sekresi.
b. Jaringan pembuluh
Jaringan pembuluh merupakan kompleks xylem-floem. Umumnya
akar hanya mempunyai xylem, sedangkan batang mempunyai keduanya
(xylem dan floem).
Xylem disusun oleh sel dewasa yang telah mati dan kehilangan plasma
membrannya serta dinding selnya mengalami penebalan sekunder dan dilapisi
lilin. ujung dari dinding sel ini telah terperforasi sempurna membentuk
saluran yang sangat panjang. Saluran ini mempunyai hubungan yang erat
dengan parenkim xylem yang secara aktif mentransport cairan keluar-masuk
xylem. Fungsi dari xylem adalah membawa air dan ion terlarut pada
tumbuhan.
Floem disusun oleh sel hidup dewasa yang terinterkoneksi oleh
perforasi pada ujung dinding selnya yang terbentuk dari plasmodesmata yang
membesar dan termodifikasi. Sel ini tersusun membentuk tabung yang disebut
pembuluh ayak. Sel-sel ini tetap mempunyai membran plasma, tetapi sudah
kehilangan nukleus dan banyak sitoplasma, sehingga mereka bergantung pada
sel pendamping untuk metabolismenya. Sel pendamping mempunyai fungsi
tambahan sebagai pengangkut molekul makanan terlarut keluar dan ke dalam
pembuluh melalui dinding pembuluh yang berpori

c. Jaringan dasar
Terdiri dari 3 sel utama, yaitu parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.
Sel parenkim ditemukan pada seluruh sistem jaringan tumbuhan. Sel
ini adalah sel hidup yang dapat membelah lebih lanjut dengan dinding sel
primer yang tipis. Fungsi dari sel ini adalah sel meristem apikal dan lateral
pada tunas dan akar akan menyediakan sel baru untuk pertumbuhan; produksi
dan penyimpanan makanan terjadi pada sel fotosintetik pada batang dan daun
(sel mesofil), sel parenkim penyimpan merupakan komponen utama
pembentuk buah dan sayuran; karena kemampuan membelahnya, sel
parenkim juga berperan sebagai stem sel untuk memulihkan luka dan
regenerasi.

Sel kolenkim merupakan sel hidup yang mirip dengan sel parenkim,
tetapi mempunyai dinding sel yang jauh lebih tebal dan biasanya ditemukan
pada seluruh sistem jaringan tumbuhan. Sel kolenkim mempunyai
kemampuan untuk memanjang dan memberikan dukungan mekanis sebagai
jaringan dasar pada daerah tumbuhan yang sedang memanjang. Sel kolenkim
umum ditemukan pada daerah subepidermal batang.
Seperti kolenkim, sel sklerenkim mempunyai fungsi sebagai penguat
dan pendukung tumbuhan. Sel skelerenkim merupakan sel mati dengan
dinding sel sekunder tebal dari lignin yang mencegahnya untuk memanjang
seiring pertumbuhan tumbuhan. Dua macam sklerenkim yang umum
ditemukan adalah fiber, yang sering membentuk bundel panjang, dan sklereid
yang merupakan sel pendek bercabang yang umum ditemukan pada kulit biji
dan buah.

Sel lain yang juga terdapat pada jaringan tumbuhan adalah sel meristem dan
sel kalus. Sel meristem adalah sel yang membentuk seluruh jaringan tanaman
secara berurutan. Sel meristem apikal merupakan meristem utama yang
membentuk bagian-bagian tumbuhan. Sedangkan sel kalus adalah sel yang
tumbuh menutupi luka tanaman. Sel ini diproduksi dalam jumlah banyak yang
belum terdiferensiasi. Saat lapisan dari jaringan tumbuhan di kultur dalam
medium steril yang mengandung nutrisi dan regulator pertumbuhan yang
tepat, banyak sel yang akan terstimulasi menjadi proliferasi dengan cara yang
tidak tentu dan tidak teratur. Dalam beberapa tanaman (tembakau, petunia,
wortel, kentang dan Arabidopsis) sel tunggal dari kultur suspensi dapat
tumbuh dalam rumpun kecil yang mana tumbuhan tersebut dapat teregenerasi.
III.DAFTAR PUSTAKA

Noorhidayati & St. Wahidah Arsyad.2009.Penuntun Praktikum


Biologi Umum. Banjarmasin : FKIP UNLAM.

Purnomo, dkk. 2006. Biologi. Sunda Keapa : Jakarta.

Anonim,2009 Jaringan tumbuhan.


http//www.Forumbiologiformxia9.blogspot.com.//. Diakses tgl : 29 Oktober
2009. Pukul 16:14

Anonim,2009 Hibiscus rosa-sinensis. http//www.plantamor.com.//. Diakses


tgl : 29 Oktober 2009. Pukul 16: 23

Anonim,2009 Zea mays L.. http//www.plantamor.com.//. Diakses tgl : 29


Oktober 2009. Pukul 16: 36

Anonim,2009 Zea mays L.. http// www.


bima.ipb.ac.id/.../vegetatif_tnm/xilem_floem.jpg.//. Diakses tgl : 29 Oktober
2009. Pukul 16: 36