Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

Atap merupakan bagian dari bangunan gedung ( rumah ) yang letaknya berada dibagian
paling atas, sehingga untuk perencanaannya atap ini haruslah diperhitungkan dan harus mendapat
perhatian yang khusus dari si perencana ( arsitek ). Karena dilihat dari penampakannya ataplah yang
paling pertama kali terlihat oleh pandangan setiap yang memperhatikannya. Untuk itu dalam
merencanakan bentuk atap harus mempunyai daya arstistik. Bisa juga

dikatakan bahwa atap

merupakan mahkota dari suatu bangunan rumah. Atap sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di
bawahnya, sehingga akan terlindung dari panas, hujan, angin dan binatang buas serta keamanan.
Bentuk konstruksi atap bermacam macam sesuai dengan peradaban dan perkembangan teknologi
serta sesuai dengan segi arsitekturnya. Bentuk atap yang banyak terdapat adalah :
a.

Atap Datar. Bentuk atap yang paling sederhana adalah atap datar atau rata. Atap
datar biasanya digunakan untuk bangunan/ rumah bertingkat, balkon yang
bahannya bisa dibuat dari beton bertulang, untuk teras bahannya dari asbes
maupun seng yang tebal. Agar air hujan yang tertampung bisa mengalir, maka
atap dibuat miring ke salah satu sisi dengan kemiringan yang cukup.

b.

Atap Sandar. ( sengkuap ) Atap sengkuap biasa digunakan untuk bangunan


bangunan tambahan misalnya; selasar atau emperan.

c.

Atap Pelana. ( kampung ) Bentuk atap ini cukup sederhana, karena itu banyak
dipakai untuk bangun bangunan atau rumah di masyarakat kita. Bidang atap
teridiri dari dua sisi yang bertemu pada satu garis pertemuan yang disebut
bubungan.

d.

Atap Tenda. ( lancip ) Atap tenda dipasang pada bangunan yang panjangnya
sama dengan lebarnya, sehingga kemiringan bidang atap sama. Atap tenda
terdiri dari empat bidang atap yang bertemu disatu titik puncak, pertemuan
bidang atap yang miring adalah dibubungan miring yang disebut jurai.

e.

Atap Limas. ( perisai ) Atap limas teridiri dari empat bidang atap, dua bidang
bertemu pada satu garis bubungan jurai dan dua bidang bertemu pada garis
bubungan atas atau pada nook. Jika dilhat terdapat dua bidang berbentuk
trapesium dan dua dua bidang berbentuk segitiga.

f.

Atap mansard. Bentuk atap ini seolah olah terdiri dari dua atap yang terlihat
bersusun atau bertingkat. Atap mansard jarang digunakan untuk bangunan
rumah di daerah kita, kerna sebetulnya atap ini dibangun oleh pemerintah
belanda saat menjajah di negara kita.

g.

Atap Menara. Bentuk atap menara sam dengan atap tenda, bedanya atap
menara puncaknya lebih tinggi sehingga kelihatan lebih lancip. Atap ini banyak
kita jumpai pada bangunan bangunan gereja, atap menara masjid dan lain
lain.

h.

Atap Piramida. Bentuk atap ini terdiri

lebih dari empatbidang yang sama

bentuknya. Bentuk denah bangunan dapat segi 5, segi 6, aegi 8 dan seterusnya,
i.

Atap Minangkabao. Atap minangkabau seolah olah berbentuk tandukpada tepi


kanan dan kiri. Bentuk atap ini banyak kita jumpai di Sumatra.

j.

Atap Joglo. Bentuk atap joglo hampir sama dengan atap limas tersusun sehingga
atpnya seperti bertingkat. Atap ini banyak dibangun di daerah Jawa Tengah dan
Jawa Barat.

k.

Atap Setengah Bola ( Kubah ). Bentuk atap melengkung setengah bola. Atap ini
banyak digunakan untuk bangunan masjid dan gereja.

Konstruksi - Konstruksi atap dapat di golongkan secara skematis sebagai berikut :


Balok
Gelagar

Rangka Batang
Penuh

Konstruksi Utama Atap

Portal

Rangka
Lamella

Konstruksi Ruang

Rangka
Penuh

unistrut
Plate
Shell

BAB II
PEMBAHASAN
RANGKA ATAP
Konstruksi rangka atap adalah konstruksi untuk menopang atau menyangga atap yang terdiri
dari : kuda kuda, murplat, gording, nook, balok penyokong lain yang diperlukan, jurai ( dudur ), usuk
dan reng. Bentuk konstruksi kuda kuda menyesuaikan dengan bentuk atapnya.

Kuda kuda
Kuda kuda merupakan bagian dari konstruksi rangka atap yang digunakan sebagai
pendukung utama dari atap dan termasuk berat sendiri. Mengingat berat dan ringannya
beban atap yang harus disangga dan bentuk atap, maka bentuk dan ukuran kuda kuda
dapat berlainan pula. Bagian-bagian dari konstruksi kuda-kuda antara lain : Balok tarik Kaki
kuda-kuda Tiang gantung ( maklar, ander ) Skor ( batang diagonal )

Murplat ( balok tembok atau blandar )


Murplat adalah balok kayu berukuran 8/12 cm yang ditumpangkan di atas dnding tembok
atau ring balk bagian luar, posisinya searah dengan ring balk. Pada murplat inilah nantinya
usuk dipakukan.

Gording
Gording adalah Komponen rangka atap yang disangga oleh kuda-kuda dan berfungsi untuk
menyangga

usuk. Gording

dapat dibuat dari kayu maupun profil baja. Gording yang

terbuat dari kayu biasanya mempunyai dimensi umum 6x12 cm2, 8x12 cm2 maupun 8x15
cm2.

Usuk
Usuk adalah komponen rangka atap berupa kayu yang disangga gording dan berfungsi untuk
menyangga reng (tumpuan genting). Dimensi umum usuk adalah 5x7 cm2 yang dipasang
pada setiap jarak 50 cm.

Reng
Reng ialah adalah komponerangka atap yang disangga oleh usuk dan berfungsi untuk
menyangga genting. Dimensi umum reng adalah 2x3cm, namun pada kondisi khusus reng
direncanakan

dengan dimensi 3x3cm2 atau 3x5 cm. Jarak reng tergantung ukuran

genting yang akan disangganya.

Jurai
Jurai/Dudur yaitu komponen rangka atap yang dipasang pada pertemuan sudut
Jurai terdiri dua macam, yaitu jurai dalam, yang

dipasang

pada

atap.

pertemuan

sudut atap kearah dalam, dan jurai luar, yang dipasang pada pertemuan sudut
atap kearah luar. Dimensi jurai identik dengan dimensi gording, dan perletakan jurai
sebidang dengan perletakan gording.

Nook
Nook ( mollo ) Nook adalah balok kayu berukuran 8/12 cm yang dipasang melintang terhadap
kaki kuda-kuda, tepatnya diujung atas maklar. Nook merupakan tempat bertemuanya bidang
atap bagian atas.

PENUTUP ATAP
Penutup atap merupakan komponen bangunan ( rumah ) yang terletak pada bagian yang paling atas.
Penutup atap inilah yang dapat menentukan fungsi dari atap tersebut yaitu untuk melindungi dari
sinar matahari, hujan dan angin. Semua itu akan tercapai manakala penutup atap tidak bocor.
Terdapat beberpa macam bahan penutup atap antara lain :
a. Genteng beraneka macam bentuk dan bahan bakunya.
b. Sirap yang terbuat dari papan kayu.
c. Seng gelombang atau dari aluminium.
d. Asbes.
e. Beton bertulang.

Konstruksi kuda-kuda kayu


Kuda-Kuda adalah Suatu bentuk konstruksi yang berfungsi untuk menyangga konstruksi atap
yang terletak diatas kuda- kuda tersebut. Kuda-kuda dapat terbuat dari kayu atau baja. Pada kudakuda kayu, perletakannya direncanakan dengan jarak 3,00 sd 4,00 m.
Konstruksi kuda-kuda kayu umumnya merupakan suatu konstruksi penyanggah atau
pendukung utama dari atap, seperti tampak pada gambar 2. Konstruksi kuda-kuda kayu mempunyai
syarat tidak boleh berubah bentuk, terutama jika sudah berfungsi. Beban-beban atap yang harus
diterima konstruksi kuda-kuda kayu melalui gording-gording yang sedapat mungkin disalurkan /
diterima tepat pada titik buhul. Dengan demikian rangka batang dapat bekerja sesuai dengan
perhitungan besarnya gaya batang dan juga batang tersebut tidak terjadi tegangan lentur melainkan
hanya terdapat tegangan normal tekan dan tarik. Dalam praktek biasanya terdapat penyimpanganpenyimpangan dari ketentuanketentuan diatas namun penyimpangan-penyimpangan tersebut
supaya diupayakan sekecil mungkin sehingga secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Pada

konstruksi kuda-kuda kayu yang harus diperhatikan adalah daerah-daerah sambungan, karena pada
daerah tersebut merupakan titik terlemah pada konstruksi kuda-kuda kayu. Untuk mempermudah
sistem sambungan dapat dibuat sambungan bentuk gigi yang syaratnya tidak memerlukan tempat
yang luas, sedangkan batang tarik akan memerlukan alat sambung yang cukup banyak, sehingga
pengaturan tata letak sambung yang memenuhi syarat akan memerlukan tempat yang luas dan akan
menyulitkan sambungan. Dimensi konstruksi kuda-kuda kayu umumnya tidak ditentukan oleh
perhitungan yang disebabkan oleh beban saja, melainkan banyak juga yang ditentukan oleh
persyaratanpersyaratan cara tata letak alat sambung. Untuk itu sebaiknya harus diselidiki apakah
tegangan yang timbul pada tiap-tiap batang telah memenuhi syarat, artinya tegangan yang timbul
harus lebh kecil dari tegangan yang diijinkan.
Begel-begel (alat bantu sambungan) yang dipasang pada sambungan konstruksi kudakuda
kayu sangat berguna umtuk membuat sambungan pada titik buhul agar menjadi mantap
kedudukannya. Dengan demikian diharapkan tidak terdapat perubahan akibat pergeseran
kedudukan rangka batang pada sambungan. Pada konstruksi kuda-kuda kayu untuk statikanya
dianggap sebagai konstruksi statis tertentu yaitu ditumpu pada tumpuan sendi dan rol. Apabila tidak
atau dengan kata lain pada konstruksi statis tak tentu akan selalu menjadi pertanyaan berapa
besarnya pergeseran sambungan-sambungan maupun keseragaman akan harga modulus kenyal
kayu. Pada PKKI (Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia) pergeseran-pergeseran tersebut diabaikan.
Pada konstruksi kuda-kuda kayu rangka batang juga akan timbul tegangan-tegangan sekunder yang
sebab-sebabnya dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Titik-titik buhul bukan merupakan sendi-sendi yang sempurna seperti anggapan dalam
perhitungan, karena batang-batang tepi merupakan batang menerus dan batang-batang
diagonal maupun vertikal dihubungkan secara jepit maka tegangan sekunder yang timbul
dapat diabaikan kecuali menggunakan sambungan perekat / lem.
b. Sering terjadi pada titik-titik buhul yang komplek, tidak mungkin semua batang dihubungkan
secara sentris karena akan timbul momen tambahan yang besarnya tergantung dari gaya
batang dan eksentrisitas yang terjadi.
c. Pada gelagar rangka batang, kayu mempunyai bentuk segitiga dengan sudut antara batang
tepi atas dan tepi bawah yang sangat kecil dan penggunaan sambungan gigi akan timbul
tegangan-tegangan lentur tambahan karena bidang desakan diatas batang tepi bawah lebih
panjang daripada di tumpuan. Tegangan ini sangat berbahaya apalagi batang bawah sudah
dilemahkan oleh sambungan gigi. Solusinya dengan menambahkan balok-balok samping atau
diantara balok tepi bawah / menambahkan kayu pelana.

Macam-Macam Alat Sambung


Alat-alat sambung yang sering digunakan adalah : baut, paku, pasak kayu, perekat dan
pasak-pasak moderen (modern timber connection) seperti pada gambar 3 gambar 7.

Jenis-Jenis Sambungan Kayu


Sambungan

kayu yang umumnya

digunakan pada konstruksi kuda-kuda adalah

sambungan gigi pada titik buhul dan sambungan kait lurus pada batang tarik bawah seperti
pada gambar 8 dan gambar 9.

Pendekatan Perhitungan
Dalam perencanaan Konstruksi kuda-kuda kayu dapat digunakan beberapa macam
metode

perhitungan

statika seperti : Cremona,

Cullman,

Hennenberg,

Ritter dan

keseimbangan titik buhul. Pada Lomba Karya Tulis Mahasiswa dipakai pendekatan statika
Cremona, karena lebih praktis dan sering dipakai dalam perencanaan konstruksi kudakuda
kayu. Adapun langkah-langkah perhitungan Cremona sebagai berikut :
a. Susunlah semua gaya-gaya luar, dimulai dari kiri ke kanan atau sebaliknya dari
kanan ke kiri. Berilah anak panah yang menyatakan arah gaya dan dengan skala
tertentu.
b. Peninjauan dimulai dari yang mempunyai maksimum 2 (dua) buah gaya yang belum
diketahui.
c. Lukiskan garis sejajar terhadap batang-batang yang ditinjau dan susunannya sesuai
dengan arah sumbu.
d. Panjang garis-garis yang didapatkan dari lukisan menyatakan besar gaya batang
menurut skala yang ditentukan.
e. Jika gaya batang menuju titik simpul dikatakan batang tekan.
f. Jika gaya batang meninggalkan titik simpul dikatakan batang tarik.

Hitungan Panjang Batang Konstruksi Kuda Kuda


Untuk

memudahkan

pemberian nama batang dan panjang masimg-masing

maka diberi notasi sebagai berikut :


- batang atas ( A )
- batang horisontal ( H )
- batang vertikal ( V )
- batang diagonal ( D )

Untuk mengetahui panjang sebenarnya dari batang batang konstruksi kuda kuda dapat

batang

dihitung dengan cara sebagai berikut :

Untuk lebih mudah dapat dilihat pada tabel 1 berikut :

Perhitungan Gaya Batang Konstruksi Kuda-Kuda


Pada perhitungan nilai gaya batang, digunakan dengan metode Cremona.
beban-beban

yang membebani

titik buhul menggunakan

Untuk

beban satuan P kg. Model

pembebanan struktur kuda kuda dapat dilihat pada gambar 12.

Dari gambar 12 diatas akan dicari nilai gaya masing-masing batang dengan metode
Cremona seperti pada gambar 13 berikut :

Untuk lebih mudah melihat nilai gaya dari Cremona ditabelkan pada tabel 2 sebagai berikut :

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Atap merupakan bagian dari bangunan gedung ( rumah ) yang letaknya berada dibagian paling
atas, sehingga untuk perencanaannya atap ini haruslah diperhitungkan dan harus mendapat
perhatian yang khusus dari si perencana ( arsitek ). Karena dilihat dari penampakannya ataplah
yang paling pertama kali terlihat oleh pandangan setiap yang memperhatikannya. Untuk itu
dalam merencanakan bentuk atap harus mempunyai daya arstistik. Bisa juga dikatakan bahwa
atap merupakan mahkota dari suatu bangunan rumah.

Kuda-Kuda adalah Suatu bentuk konstruksi yang berfungsi untuk menyangga konstruksi atap
yang terletak diatas kuda- kuda tersebut. Kuda-kuda dapat terbuat dari kayu atau baja. Pada
kuda-kuda kayu, perletakannya direncanakan dengan jarak 3,00 sd 4,00 m.

Konstruksi rangka atap adalah konstruksi untuk menopang atau menyangga atap yang terdiri
dari: kudakuda, murplat, gording, nook, balok penyokong lain yang diperlukan, jurai ( dudur ),
usuk dan reng. Bentuk konstruksi kuda kuda menyesuaikan dengan bentuk atapnya.

Penutup atap merupakan komponen bangunan ( rumah ) yang terletak pada bagian yang paling
atas. Penutup atap inilah yang dapat menentukan fungsi dari atap tersebut yaitu untuk
melindungi dari sinar matahari, hujan dan angin. Semua itu akan tercapai manakala penutup atap
tidak bocor. Terdapat beberpa macam bahan penutup atap antara lain :
a. Genteng beraneka macam bentuk dan bahan bakunya.
b. Sirap yang terbuat dari papan kayu.
c. Seng gelombang atau dari aluminium.
d. Asbes.
e. Beton bertulang.

Dalam pekerjaan Membuat macam macam sambungan yang dibutuhkan dalam konstruksi kuda
kuda adalah ketepatan jenis sambungannya.

Dalam melakukan setiap pekerjaan harus selalu mempertimbangkan panjang bentangan,


sehingga dapat dipilih jenis sambungannya;ukuran kayu yang digunakan.

Hubungan batang gantung dengan kaki kuda kuda harus diberi rongga untuk kesempatan
penurunan karena beban.

Batang gantung bagian atas disamping menghubungkan kaki kuda-kuda bagian atas juga
dipergunakan sebagai perletakan balok bubungan.

Perkuatan sambungan balok kunci sebaiknya menggunakan sengkang plat yang diperkuat dengan
mur baut.

Penyambungan kayu dilakukan guna untuk mencukupi kebutuhan.

Konstruksi Kuda-Kuda Kayu


Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Struktur Kayu

TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2009/2010

Konstruksi Kuda-Kuda Kayu


Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Struktur Kayu

NAMA KELOMPOK :
1. MUHADI W. N

( 0710613030 )

2. ACHMAD SUBKI .A

( 0710613044 )

3. JIMMY LINDARTO

( 0710610012 )

4. M. ALVAN RIZKI

( 0810613059 )

5. BETA MARTILOVA .P

( 0810613032 )

TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2009/2010

Anda mungkin juga menyukai