Anda di halaman 1dari 40

PEMERIKSAAN SIKLUS

BELANJA MODAL

Disusun Oleh:

Nur Rabbiyah Akhyani

115020305111003

Dinda Amelia Kusumastuti

115020307111003

Ristika Pra Dewi

135020304111005

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2014

PEMERIKSAAN SIKLUS BELANJA MODAL

Definisi Belanja Modal

Menurut PP nomor 24 tahun 2005, belanja modal adalah pengeluaran


anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih
dari satu periode akuntansi. Belanja modal meliputi antara lain belanja modal
untuk perolehan tanah, gedung dan bangunan, peralatan, dan aset tak berwujud.
Belanja Modal juga dimaksutkan untuk pengeluaran untuk biaya pemeliharaan
yang sifatnya mempertahankan atau menambah masa manfaat, meningkatkan
kapasitas, dan kualitas aset. Aset tetap mempunyai ciri-ciri berwujud, akan
menambah aset pemerintah, mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun, dan
nilainya relatif material. Sedangkan ciri-ciri aset lainnya adalah tidak berwujud,
akan menambah aset pemerintah, mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun, dan
nilainya relatif material.

Kategori Belanja Modal

Suatu belanja dikategorikan sebagai belanja modal apabila:

1. Pengeluaran tersebut mengakibatkan adanya perolehan aset tetap atau aset


lainnya yang menambah masa umur, manfaat, dan kapasitas. Dengan demikian
menambah aset pemerintah.
2. Pengeluaran tersebut melebihi batasan minimum kapitalisasi aset tetap atau aset
lainnya yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Adapun batas minimum
kapitalisasi aset tetap atau aset lainnya tersebut yaitu:
a. pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin, dan alat olah raga
yang sama dengan atau lebih dari Rp 300.000 (tiga ratus ribu rupiah); dan
b. pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang sama dengan atau lebih dari
Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

c. Nilai Satuan Minimum Kapitalisasi Aset Tetap tersebut dikecualikan


terhadap pengeluaran untuk tanah, jalan/irigasi/jaringan, dan aset tetap
lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian.

3.

Perolehan aset tetap tersebut diniatkan bukan untuk dijual

Belanja untuk pengeluaran-pengeluaran sesudah perolehan aset tetap atau


aset lainnya yaitu Belanja Pemeliharaan yang dikapitalisasi dapat dimasukkan
sebagai Belanja Modal. Pengeluaran tersebut dapat dikatagorikan sebagai Belanja
Modal jika memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Pengeluaran

tersebut

mengakibatkan bertambahnya masa manfaat,

kapasitas, kualitas, dan volume aset yang telah dimiliki


2. Pengeluaran tersebut memenuhi batasan minimum nilai kapitalisasi aset
tetap/aset lainnya.

Klasifikasi Belanja Modal

Belanja Modal dapat dikategorikan dalam 5 klasifikasi utama, yaitu:

1. Belanja Modal Tanah


Belanja Modal Tanah adalah pengeluaran yang digunakan untuk pengadaan /
pembelian

pembebasan

penyelesaian,

balik

nama

dan

sewa

tanah,

pengosongan, perataan, pematangan tanah, pembuatan sertifikat, dan


pengeluaran lainnya sehubungan denga perolehan hak atas tanah dan sampai
tanah dimaksud dalam kondisi siap pakai.

2. Belanja Modal Peralatan dan Mesin


Belanja Modal Peralatan dan Mesin adalah pengeluaran/biaya yang digunakan
untuk

pengadaan/penambahan/penggantian,

dan

peningkatan

kapasitas

peralatan dan mesin serta inventaris kantor yang memberikan manfaat lebih
dari 12 (dua belas) bulan dan sampai peralatan dan mesin dimaksud dalam
kondisi siap pakai.

3. Belanja Modal Gedung dan Bangunan


Belanja Modal Gedung dan Bangunan adalah pengeluaran / biaya yang digunakan untuk
pengadaan / penambahan / penggantian, dan termasuk pengeluaran untuk

perencanaan,

pengawasan dan pengelolaan pembangunan gedung dan bangunan yang menambah


kapasitas sampai gedung dan bangunan dimaksud dalam kondisi siap pakai.

4.

Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan


Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan adalah pengeluaran/biaya yang digunakan
untuk pengadaan / penambahan / penggantian/peningkatan pembangunan / pembuatan
serta perawatan, dan termasuk pengeluaran untuk perencanaan, pengawasan dan
pengelolaan jalan irigasi dan jaringan yang menambah kapasitas sampai jalan irigasi dan
jaringan dimaksud dalam kondisi siap pakai.

5.

Belanja Modal Lainnya


Belanja Modal Fisik Lainnya adalah pengeluaran/biaya yang digunakan untuk
pengadaan/ penambahan/ penggantian/ peningkatan pembangunan/pembuatan serta
perawatan terhadap fisik lainnya yang tidak dapat dikategorikan kedalam kriteria belanja
modal tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, dan jalan irigasi dan jaringan,
termasuk dalam belanja ini adalah belanja modal kontrak sewa beli, pembelian barangbarang kesenian, barang purbakala dan barang untuk museum, buku-buku, dan jurnal
ilmiah sepanjang tidak dimaksudkan untuk dijual dan diserahkan kepada masyarakat.
Konversi rekening belanja modal ke masing masing belanja modal dapat dilihat
pada skema berikut:

JENIS
Belanja Modal Tanah Perkampungan
BELA
Belanja Modal Tanah Pertanian
NJA
Belanja
Modal
Tanah Perkebunan
Belanja
Kebun
Belanja

Modal
Campuran
Modal

Hutan
Belanja Modal Kolam Ikan
Belanja Modal Danau/rawa
Belanja Modal Tanah Tandus/rusak

KATAGORI
BELANJA
Belanja Modal Tanah
MODAL

Belanja

Modal

Bangunan

Belanja

Gedung Tempat Kerja Belanja


Modal

Bangunan

Modal

Gedung

dan

Bangunan

Gedung

Tempat Tinggal Belanja Modal


Belanja Modal Alat Besar Darat
Belanja Modal Peralatan dan
Menara
Belanja Modal Alat Angkutan Darat Bermotor Mesin
Belanja Modal Bangunan Bersejarah
Belanja Modal Alat Angkutan Darat Tidak
Belanja Modal Tugu Peringatan
Bermotor
Belanja Modal Alat Angkut
Apung Bermotor Belanja
Modal
Tak

Alat-alat

Bengkel

Bermesin

Belanja

Alat-alat

Bengkel

Modal

Bermesin

Belanja

Modal

Alat-alat Pengolahan
Belanja Modal Alat Kantor
Belanja Modal Alat-alat Rumah Tangga
Belanja Modal Komputer
Belanja Modal
ModalJalan
Meja

Belanja

Dan Kursi
Belanja
ModalBelanja
Jembatan

dan

Modal Modal
Alat-alat
Belanja
Irigasi

Jaringan

Modal

Jalan,

Studio Belanja
Belanja
Modal Modal
Instalasi Air Minum/bersih
Alat
Komunikasi
Belanja
Modal
Instalasi Air Limbah/kotor
Alat- Air
Belanja Modal
ModalJaringan
Jaringan
Tele
Belanja Modal
Minum
Belanja
Modal
Buku Listrik
Belanja Modal Lainnya
alat
Kedokteran
Jaringan
Telepon
Belanja
Modal
Jaringan
Belanja
Belanja Modal
ModalTerbitan
Alat- Berkala
Belanja
Modal
Barang Bercorak Kebudayaan
alat
Kesehatan
Belanja
Belanja Modal
ModalHewan
AlatBelanja
Modal Tanaman
alat Laboratorium
Belanja

Modal

Alat-alat

Peraga/praktik

Sekolah
Belanja Modal Senjata Api
Belanja Modal Persenjataan Non Senjata Api

Irigasi

Berikut merupakan komponen biaya yang dimungkinkan di dalam setiap jenis


belanja modal:

JENIS BELANJA KOMPONEN BIAYA YANG DIMUNGKINKAN DI


Belanja
Modal - Belanja Modal Pembebasan Tanah
MODAL
DALAM BELANJA MODAL
Tanah
- Belanja Modal Pembayaran Honor Tim Tanah
- Belanja Modal Pembuatan Sertifikat Tanah
- Belanja Modal Pengurugan dan Pematangan Tanah
Tanah
Modal - Belanja Modal Biaya
BahanPengukuran
Baku Gedung
dan Bangunan

Belanja

- Belanja
Pengadaan
Belanja Modal
ModalPerjalanan
Upah Tenaga
Kerja Tanah
dan Honor Pengelola

Gedung
Dan Bangunan

Teknis
- Gedung dan Bangunan
- Belanja Modal Sewa Peralatan Gedung dan Bangunan
- Belanja Modal Perencanaan dan Pengawasan Gedung dan

Belanja
Modal
Peralatan
dan Mesin

Belanja Modal
Jalan,

Irigasi

dan Jaringan

-Bangunan
Belanja Modal Bahan Baku Peralatan dan Mesin
-- Belanja
Gedung
dan dan
Bangunan
Belanja Modal
ModalPerizinan
Upah Tenaga
Kerja
Honor Pengelola
-Teknis
Belanja
Modaldan
Pengosongan dan Pembongkaran Bangunan
Peralatan
Lama
Gedung dan
Mesin
Bangunan
- Belanja
Modal Sewa Peralatan, Peralatan dan Mesin
-- Belanja
Perjalanan
Gedung dan Bangunan
Belanja Modal
Modal Honor
Perencanaan
dan Pengawasan
Peralatan dan
- Belanja Modal Bahan Baku Jalan dan Jembatan
Mesin
- Belanja Modal Upah Tenaga Kerja dan Honor Pengelola
- Belanja Modal Perizinan Peralatan dan Mesin
Tekhnis Jalan dan
- Belanja Modal Pemasangan Peralatan dan Mesin
Jembatan
- Belanja Modal Perjalanan Peralatan dan Mesin
- Belanja Modal Sewa Peralatan Jalan dan Jembatan
- Belanja Modal Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan
Jembatan
- Belanja Modal Perizinan Jalan dan Jembatan
- Belanja Modal Pengosongan dan Pembongkaran Bangunan
Lama
- Jalan dan Jembatan
- Belanja Modal Perjalanan Jalan dan Jembatan
- Belanja Modal Bahan Baku Irigasi dan Jaringan
- Belanja Modal Upah Tenaga Kerja dan Honor Pengelola
Teknis
- Irigasi dan Jaringan

Belanja

Modal - Belanja Modal Bahan Baku Fisik Lainnya

Lainnya

- Belanja Modal Upah Tenaga Kerja dan Pengelola Teknis


Fisik
- Lainnya
- Belanja Modal Sewa Peralatan Fisik Lainnya
- Belanja Modal Perencanaan dan Pengawasan Fisik Lainnya
- Belanja Modal Perizinan Fisik Lainnya
- Belanja Modal Jasa Konsultan Fisik Lainnya

Metode Pemeriksaan

Metodologi yang digunakan pada pemeriksaan atas pelaksanaan belanja modal adalah
sebagai berikut:
a. Pemahaman tujuan pemeriksaan dan harapan penugasan
Pemahaman atas tujuan pemeriksaan dan harapan penugasan perlu diperoleh untuk
mengetahui fokus atau sasaran yang harus diperhatikan pemeriksa dan untuk
menghindari harapan-harapan yang tidak dapat dipenuhi oleh pemeriksa.
b. Pendekatan Risiko
Metode yang diterapkan dalam melakukan pemeriksaan menggunakan pendekatan
risiko, yang didasarkan pada pemahaman dan pengujian efektivitas SPI. Pengujian SPI
meliputi pengujian yang dilakukan pemeriksa terhadap efektivitas desain dan
implementasi SPI dalam pelaksanaan belanja modal. Dalam pengujian disain sistem
pengendalian intern, pemeriksa mengevaluasi apakah sistem pengendalian intern telah
didisain secara memadai. Sementara, pengujian implementasi sistem pengendalian
intern dilakukan dengan melihat pelaksanaan pembinaan dan pengawasan atas
pelaksanaan belanja modal. Pengujian sistem pengendalian intern dilakukan
berdasarkan hasil yang diperoleh dari pemahaman atas SPI dan hasil pengujian
merupakan dasar pengujian substantif selanjutnya.
c. Penetapan materialitas
Standar materialitas yang digunakan didasarkan pada pertimbangan atas dampak yang
diakibatkan dari suatu penyimpangan. Penetapan materialitas dengan melihat anggaran
dan realisasi belanja modal yang bernilai strategis terhadap pencapaian tugas pokok
dan fungsi Satuan Kerja dan/atau yang digunakan untuk pelayanan umum.

d. Penentuan metode uji petik


Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara melakukan pengujian secara uji-petik atas unitunit dalam populasi yang akan diuji. Metode uji petik yang digunakan adalah metode
uji petik secara acak terhadap belanja modal yang dianggap material berdasarkan
persyaratan di atas.

e. Pelaporan
Setiap permasalahan yang ditemukan dalam pemeriksaan dituangkan dalam Temuan
Pemeriksaan (TP) dan dikomunikasikan/dibahas dengan entitas yang diperiksa untuk
mendapat tanggapan (komentar instansi). Selanjutnya temuan pemeriksaan dituangkan
dalam Laporan Hasil Pemeriksaan dan diberikan saran tindak perbaikan (rekomendasi)
setelah memperoleh tanggapan tertulis dan Rencana Aksi dari Pimpinan entitas yang
diperiksa.

Petunjuk Pemeriksaan

1) Pemeriksaan dilakukan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara


(SPKN) dan Panduan Manajemen Pemeriksaan (PMP) yang telah ditetapkan oleh
BPK RI.
2) Setiap indikasi permasalahan yang ditemukan disusun secara lengkap dan jelas
sehingga dapat dilaporkan dengan jelas, dengan didukung bukti-bukti yang
lengkap dalam KKP dengan berpedoman pada Panduan Manajemen Pemeriksaan.
3) Penetapan kriteria yang digunakan oleh pemeriksa dan penentuan bukti-bukti yang
dipergunakan harus didiskusikan dengan auditee agar auditee memahami
permasalahan yang terjadi sehingga rekomendasi yang disampaikan oleh BPK RI
dapat ditindaklanjuti oleh auditee secara efektif.
4) Pengujian sistem pengendalian intern yang dilakukan dalam pemeriksaan ini
didasarkan pada pemahaman dan pengujian atas efektivitas pengendalian intern
untuk menentukan tingkat kehandalan SPI dalam menyajikan data informasi
keuangan dan menjamin pelaksanaan kegiatan sesuai dengan ketentuan. Tingkat
kehandalan pengendalian bersama-sama dengan resiko bawaan akan menentukan
resiko deteksi, jumlah pengujian yang akan dilakukan dan area yang menjadi fokus
audit. Untuk itu perlu dipahami sistem pengendalian intern meliputi:

a) Lingkungan pengendalian.
b) Penilaian risiko.
c) Kegiatan pengendalian.
d) Informasi dan komunikasi.
e) Pemantauan pengendalian intern.
Prosedur ini dapat dilakukan dengan cara observasi, kuesioner, dan wawancara
serta

mengidentifikasi

aktivitas

pengendalian

untuk

menilai

kesesuaian

pelaksanaan belanja modal dengan peraturan perundangan yang berlaku.


5) Untuk memperoleh simpulan yang memadai, maka temuan pemeriksaan harus
didukung oleh bukti-bukti yang sah, akurat, dan lengkap. Empat jenis bukti audit
yaitu:
a) bukti dokumenter.
b) bukti analisis
c) bukti kesaksian
d) bukti fisik

Pemeriksaan atas Belanja Modal


Pemeriksaan atas Pengelolaan Pertanggungjawaban Belanja Modal
Pemeriksaan ditujukan untuk menilai apakah administrasi pengelolaan dan
pertanggungjawaban belanja modal telah sesuai dengan peraturan yang berlaku terkait
pelaksanaan belanja modal. Untuk menguji kesesuaian tersebut diatas, maka lakukan
langkah-langkah pemeriksaan sebagai berikut:
No.
1.

Langkah Pengujian
Peroleh data anggaran dan realisasi Belanja Modal
Tahun Anggaran.

2.

Periksa SK pembentukan panitia pengadaan barang dan


jasa apakah personel panitia pengadaan barang terdiri
dari berbagai unsur, bila tidak teliti sebab akibatnya.

3.

Minta daftar rencana dan realisasi pengadaan barang

No.

Langkah Pengujian
dalam tahun anggaran yang diperiksa, dan
klasifikasikan menurut metode yang dilaksanakan :
1) Pelelangan, (pelelangan umum dan pelelangan
terbatas );
2) Pemilihan langsung;
3) Penunjukan langsung;
4) Swakelola

4.

Periksa bukti-bukti pertanggungjawaban terutama


mengenai kebenaran materinya.

5.

Periksa apakah pembayaran yang dilakukan tidak


melebihi jumlah nilai kontrak atau sesuai dengan
jumlah angsuran yang ditetapkan dalam kontrak.

6.

Dalam hal perjanjian dalam kontrak mengenai


pemberian uang muka, apakah jumlahnya tidak
melebihi 20 % bagi pengusaha golongan ekonomi kuat
dan 30 % bagi pengusaha golongan ekonomi lemah
dari nilai kontrak

Pemeriksaan atas Pelaksanaan Kegiatan Belanja Modal


No.
a.
(1)

Langkah Pengujian
Pemeriksaan atas pengadaan tanah
Periksa apakah untuk pengadaan tanah yang berskala
besar telah dibentuk Panitia Pengadaan Tanah sesuai
Perpres No. 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah
bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan
Umum. Bila terjadi penyimpangan, teliti sebab dan
akibatnya.

No.
(2)

Langkah Pengujian
Periksa apakah prosedur pengadaan dan pembayaran
pengadaan tanah telah diselesaikan kepada pemilik
atau ahli waris yang sah sesuai ketentuan yang
berlaku.

(3)

Periksa apakah bukti kepemilikan atas tanah berupa


sertifikat, girik dll cukup kuat dan sah menurut
hukum, bilamana perlu lakukan konfirmasi kepada
instansi terkait seperti BPN setempat.

(4)

Periksa apakah penetapan harga pembebasan tanah


telah dilakukan sesuai ketentuan.

(5)

Periksa apakah pembelian atau pembebasan tanah


tersebut telah dilengkapi dengan :
a. Berita Acara Pembebasan Tanah.
b. Surat Pelepasan Hak dari pemilik tanah.
c. Akta jual beli dan penyerahan sertifikat.
d. Bukti pembayaran.

(6)

Periksa apakah kewajiban-kewajiban perpajakan atas


pembelian atau pembebasan tanah telah diselesaikan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(7)

Periksa kebenaran perkalian serta penjumlahan atas


bukti atau daftar pembayaran ganti rugi tanah.

(8)

Lakukan konfirmasi kepada pemilik tanah yang


dibebaskan untuk memastikan apakah tanah tersebut
telah dilepaskan hak kepemilikannya dan kalau
memang sudah dilepaskan, pastikan apakah
pelepasannya dilakukan dengan proses ganti rugi atau
melalui hibah oleh masyarakat. Mintakan juga bukti
pendukungnya.

No.
(9)

Langkah Pengujian
Lakukan pengujian fisik atas tanah yang dibebaskan.
Belanja Modal Peralatan dan Mesin serta Aset

b.
(1)

Tetap lainnya
Lakukan penilaian terhadap penyusunan harga
perkiraan sendiri/owner estimate (HPS/OE)
a) Dapatkan dokumen HPS/OE;
b) Dapatkan referensi harga satuan (material, upah
dan alat) yang dipakai dalam menyusun OE;
c) Apakah HPS/OE telah dikalkulasi secara keahlian
dan berdasarkan data/referensi harga yang dapat
dipertanggungjawabkan;
d) Bandingkan harga barang/alat yang ditawarkan
dengan tabel harga satuan yang berlaku apakah
telah sesuai.

(2)

Periksa kelengkapan syarat-syarat surat penawaran


dan kelengkapan dokumen yang diajukan.

(3)

Dalam hal pekerjaan dilaksanakan secara swakelola,


hendaknya dievaluasi apakah alasannya dapat
dipertanggungjawabkan dan pelaksanaannya lebih
efisien bila dibandingkan dengan pemborongkan
kepada pihak ketiga. Periksa apakah telah disusun
RAB-nya dan bandingkan dengan harga standar yang
berlaku saat ini.

(4)

Periksa terkait jaminan pelaksanaan telah dicairkan


dan hasilnya disetorkan ke Kasda dalam hal :
a. Rekanan dalam waktu yang ditetapkan tidak
melakukan pekerjaan atau penyerahan barang
sehingga kontrak terpaksa diputuskan. Dalam hal
ini perlu diperhatikan pencairan jaminan pelaksanaan apakah telah sesuai dengan ketentuan yang

No.

Langkah Pengujian
berlaku.
b. Rekanan mengundurkan diri setelah menandatangani kontrak.

(5)

Lakukan pemeriksaan terhadap dokumen kontrak dan


dokumen pendukungnya seperti pembayaran, dan
dokumen lain yang berkenaan dengan pelaksanaan
pekerjaan pengadaan mesin dan peralatan serta aset
tetap lainnya.

(6)

Periksa apakah pengadaan mesin dan peralatan serta


aset tetap lainnya terlambat, permohonan
perpanjangan waktu penyerahan barang atau
pekerjaan telah disertai dengan alasan-alasan yang
dapat diterima misalnya karena Force Majoure dan
apakah hal tersebut diatur dalam surat perjanjian serta
telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Minta dokumen Delivery Order (DO)/ Surat Jalan/
dokumen pengiriman dari penyedia untuk memastikan
kapan barang tersebut dikirim/diserahkan ke Pemda.

(7)

Lakukan pemeriksaan fisik terhadap hasil pekerjaan


baik kualitas maupun kuantitasnya. Apabila terdapat
ketidaksesuaian dengan kontrak, apakah telah
dikenakan sanksi sesuai dengan surat perjanjian/
kontrak.

(8)

Periksa apakah atas hasil pengadaan mesin dan


peralatan serta aset tetap lainnya yang telah
diselesaikan, dapat difungsikan dan dimanfaatkan
sesuai dengan tujuannya.

c.
(1)

Belanja Modal Gedung dan Bangunan


Lakukan penilaian tentang pembentukan panitia lelang :
a. Apakah panitia pengadaan berasal dari pegawai
negeri, instansi sendiri atau instansi lain;
b. Apakah panitia/pejabat pengadaan telah memenuhi
persyaratan yang ditetapkan diantaranya keahlian
pengadaan barang, memahami keseluruhan
pekerjaan yang akan diadakan dan tidak mempunyai
hubungan keluarga dengan pejabat yang mengangkat
dan menetapkannnya sebagai panitia/pejabat
pengadaan.

(2)

Lakukan penilaian terhadap jadwal pelaksanaan


penilaian penyedia barang :
a. Apakah pengguna barang telah mengalokasikan
waktu yang cukup untuk penayangan pengumuman,
kesempatan untuk pengambilan dokumen,
kesempatan untuk mempelajari dokumen dan
penyiapan dokumen penawaran;
b. Apakah sifat pelaksanaan pengadaan sesuai dengan
rencana dalam DPA, darurat atau mendesak.

(3)

Lakukan penilaian terhadap penyusunan harga


perkiraan sendiri/owner estimate (HPS/OE)
a) Dapatkan dokumen HPS/OE;
b) Dapatkan referensi harga satuan (material, upah dan
alat) yang dipakai dalam menyusun OE;
c) Apakah HPS/OE telah dikalkulasi secara keahlian
dan berdasarkan data/referensi harga yang dapat
dipertanggungjawabkan;
d) Analisa daftar bahan dan upah yang diperlukan
apakah telah dipenuhi oleh penawar/pemenang;
e) Bandingkan harga bahan dan upah yang ditawarkan
dengan tabel harga satuan yang berlaku apakah telah

sesuai;
f) Lakukan pengecekan atas analisa satuan yang
diragukan kebutuhannya.
(4)

Periksa kelengkapan syarat-syarat surat penawaran dan


kelengkapan dokumen yang diajukan.

(5)

Lakukan penilaian tentang metode pemilihan penyedia


rekanan
a. Apakah metode penilaian telah sesuai dengan
ketentuan, syarat, kebutuhan, kondisi dan klasifikasi
pekerjaan.
b. Apakah pelelangan umum dilakukan secara terbuka
dengan pengumuman secara luas melalui media
masa dan papan pengumuman resmi untuk
penerangan umum (bila metode yang dipilih adalah
pelelangan umum);
c. Analisa terhadap pemenang tender :
1) Apakah harga penawaran penyedia barang
mendekati nilai OE;
2) Apakah tampilan/perhitungan harga berbeda
sendiri;
3) Apakah ada kesamaan nama-nama pemilik
perusahaan dalam akte notaris pada beberapa
perusahaan peserta lelang lainnya.
d. Analisa terhadap dokumen penawaran yang
dianggap gugur/kalah dalam pelelangan, antara lain
:
1) Apakah digugurkan dengan alasan yang tidak
logis;
2) Apakah persyaratan sederhana dan umum telah
dipenuhi/tidak;
3) Apakah terdapat kesamaan kesalahan dalam
dokumen penawaran;
4) Apakah terdapat jaminan penawaran yang
dikelurkan oleh lembaga keuangan yang sama;
5) Teliti apalah nomor dan tanggal jaminan

penawaran tidak singkron;


6) Apakah ada syarat dokumen penawaran yang
tidak dipenuhi, kurang kelengkapan dokumen
(contohnya tidak memuat alamat penawar, tidak
ditandatangani penawar).
(6)

Lakukan penilaian apakah rekanan telah memenuhi


ketentuan yang berlaku :
a. Teliti apakah memiliki keahlian, pengalaman,
kemampuan teknis dan manajerial untuk
pelaksanaan pekerjaan;
b. Apakah sudah memenuhi kewajiban perpajakan
tahun terakhir, fotocopy tanda terima penyampaian
Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) tahunan, pajak
penghasilan (PPh) tahun terakhir, dan fotocopy surat
setoran pajak (SSP) PPh Pasal 29 (harus
dilampirkan);
c. Apakah dalam waktu empat tahun terakhir pernah
memperoleh pekerjaan baik dilingkungan
pemerintah maupun swasta termasuk sub kontraktor,
kecuali penyedia barang yang baru berdiri kurang
dari tiga tahun;
d. Apakah memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat
dijangkau dengan pos (lakukan kontak telpon untuk
meyakinkan bahwa rekanan benar-benar ada);
e. Teliti apakah rekanan saat mengikuti proses
pengadaan tidak dalam kondisi bermasalah/
mendapat sanksi akibat dari pekerjaannya
sebelumnya.

(7)

Dalam hal pekerjaan dilaksanakan secara swakelola,


hendaknya dievaluasi apakah alasannya dapat
dipertanggungjawabkan dan pelaksanaannya lebih
efisien bila dibandingkan dengan pemborongkan kepada
pihak ketiga. Periksa apakah telah disusun RAB-nya
dan bandingkan dengan harga standar yang berlaku saat

ini.
(8)

Periksa terhadap komposisi biaya langsung personil dan


biaya langsung non personil apakah sesuai dengan
Perpres tentang pengadaan barang/jasa instansi
pemerintah.

(9)

Periksa apakah dalam kontrak dengan Konsultan


Perencanaan dan Pengawasan telah diatur mengenai
tanggung jawab konsultan dan periksa pula kebenaran
laporan pelaksanaan pekerjaan jasa konsultan apakah
telah sesuai dengan keadaan di lapangan, Kerangka
Acuan Kerja dan Kontrak.

(10) Periksa apakah untuk pelelangan di atas Rp200 juta,


rekanan yang menjadi pemenang sebelum kontrak
ditandatangani telah menyetorkan jaminan dari bank
pemerintah atau bank/lembaga keuangan lainnya yang
ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebesar 5% dari nilai
kontrak.
(11) Periksa apakah jaminan pelaksanaan tersebut dicairkan
dan hasilnya disetorkan ke Kasda dalam hal :
a. Rekanan dalam waktu yang ditetapkan tidak
melakukan pekerjaan atau penyerahan barang
sehingga kontrak terpaksa diputuskan. Dalam hal ini
perlu diperhatikan pencairan jaminan pelaksanaan
apakah telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b. Rekanan mengundurkan diri setelah menandatangani
kontrak.
(12) Apabila terdapat pelelangan ulang terhadap suatu
pengadaan tersebut, periksa apakah pelelangan ulang
tersebut telah memenuhi syarat sesuai ketentuan yang
berlaku. Bila tidak, teliti sebab dan akibatnya.
(13) Lakukan pemeriksaan terhadap dokumen kontrak dan
dokumen pendukungnya seperti back up data kuantitas

dan kualitas, pembayaran, dan dokumen lain yang


berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan gedung dan
bangunan.
(14) Periksa apakah pengadan gedung dan bangunan
terlambat, permohonan perpan-jangan waktu
penyerahan pekerjaan telah disertai dengan alasanalasan yang dapat diterima misalnya karena Force
Majoure dan apakah hal tersebut diatur dalam surat
perjanjian serta telah sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
(15) Lakukan pemeriksaan fisik terhadap hasil pekerjaan dari
segi kuantitasnya. Apabila terdapat ketidaksesuaian
dengan kontrak, apakah telah dikenakan sanksi sesuai
dengan surat perjanjian/ kontrak.
(16) Lakukan

pemeriksaan

fisik

di

lapangan

apakah

pekerjaan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan


besteknya, apabila tidak, teliti sebab akibatnya.
(17) Periksa apakah atas hasil pengadaan gedung dan
bangunan yang telah diselesaikan, dapat difungsikan
dan dimanfaatkan sesuai dengan tujuannya.

2.1.

No

Pemeriksaan Belanja bidang kebinamargaan (Jasa Konstruksi)

Fokus
Pemeriksaan

Pelelangan/
Pengadaan

Risiko Terkait

Prosedur
Pemeriksaan

Pertanyaan Riset:
Apakah Proses Evaluasi
PBJ telah sesuai dengan
ketentuan yang
disyaratkan dalam
Perpres 54 Tahun 2010

Kriteria

Output /
KKP

No

Fokus
Pemeriksaan

Prosedur

Risiko Terkait

Pemeriksaan

Kriteria

Output /
KKP

1.1 Pembentuka

Risiko tidak

Secara Uji petik, pilih

Perpres

- SK Panitia,

n Panitia

terpenuhinya

paket yang akan diuji

54/2010

- Sertifikat

Pemilihan

persyaratan, yaitu

proses pengadaan,

Penyedia

panitia/pejabat

realisasi dan

Jasa

pengadaan tidak

pertanggungjawabanny

analisa dan

Konstruksi

memenuhi

a dengan catatan:

kesimpulan

persyaratan yang
telah ditetapkan.

1.Sampel dipilih dengan


pertimbangan:
a. Nilai paket yang
besar
b.Sumber
dana/dibiayai
Loan/BLN/Hibah.
Dapatkan dokumen
pengadaan, realisasi
dan
pertanggungjawaban,
kemudian lakukan
langkah-langkah
sebagai berikut:
2.Dapatkan data dan
informasi terkait SK
Panitia
3.Teliti/Analisa apakah
panitia sudah
memenuhi persyaratan
(bersertifikat).
a. Apakah panitia
lelang memahami
tata cara

Panitia PBJ
- Hasil

atas
persyaratan
(bersertifika
t) panitia.
- Hasil
analisa dan
kesimpulan
atas
pembentuka
n panitia
lelang

No

Fokus
Pemeriksaan

Risiko Terkait

Prosedur
Pemeriksaan

Kriteria

Output /
KKP

pengadaan,
substansi pekerjaan
ybs dan aspek
hukum dalam
kontrak;
b. Apakah panitia
lelang berjumlah
ganjil, untuk jasa
konsultansi sampai
dengan Rp500 jt
beranggotakan 3
orang dan jika di
atas Rp500 jt
beranggotakan 5
orang;
1.2 Proses
Pengadaan

- Risiko salah

1.Dapatkan data dan

Perpres

- Dokumen

proses pengadaan

informasi terkait

54/2010

proses

(misprocurement

dokumen proses

pelelangan

risk), yaitu proses

pelelangan dan

dan

pengadaan yang

dokumen penawaran

dokumen

2.Teliti/Analisa apakah

penawaran

tidak sesuai
dengan

proses pengadaan

ketentuan, baik

telah sesuai dengan

melalui kolusi,

ketentuan antara lain:

korupsi, dan

a. Teliti apakah

nepotisme.
- Risiko salah
evaluasi, yaitu
proses evaluasi
pengadaan yang

pelelangan umum
telah dilakukan
secara terbuka
dengan
pengumuman
secara luas melalui

No

Fokus
Pemeriksaan

Risiko Terkait

Prosedur
Pemeriksaan

tidak sesuai

media massa dan

dengan

papan

ketentuan.

pengumuman

Kriteria

Output /
KKP

resmi untuk
penerangan umum
bila metode yang
dipilih adalah
Pelelangan Umum.
b. Teliti apakah
metode pemilihan
telah sesuai dengan
ketentuan, syarat,
kebutuhan, kondisi
dan klasifikasi
pekerjaan.
3.Teliti/Analisa apakah
proses evaluasi

Perpres
54/2010

- Hasil
analisa dan

pelelangan telah

kesimpulan

sesuai ketentuan,

atas proses

yaitu:

pengadaan

a. Apakah

terhadap

digugurkan dengan

ketentuan

alasan yang tidak

yang

logis;

berlaku

b. Apakah
persyaratan
administrasi telah
dipenuhi/tidak;
c. Apakah terdapat
kesamaan huruf,
tanggal; apakah no

No

Fokus
Pemeriksaan

Risiko Terkait

Prosedur
Pemeriksaan

Kriteria

Output /
KKP

jaminan
pelaksanaan
berurutan; apakah
jaminan dokuman
penawaran
dikeluarkan oleh
perusahaan yang
sama;
d. Apakah ada
kesamaan namanama pemilik
perusahaan peserta
lelang.
e. Apakah ada
tambahan metode
evaluasi
penawaran yang
tidak sesuai
dengan ketentuan.

Dokumen

Pertanyaan Riset:

Kontrak dan

Apakah pelaksanaan

Pelaksanaannya

telah sesuai dengan


kontrak

2.1 Penyusunan

Risiko tidak

1.Dapatkan data dan

Perpres

Dokumen

terpenuhinya

informasi terkait

54/201

Kontrak

persyaratan, yaitu

dokumen kontrak

dokumen kontrak
dibuat tidak

kontrak dan
data-data
pendukung

2.Teliti/Analisa apakah
dokumen kontrak

- Dokumen

KepMen

- Hasil

No

Fokus
Pemeriksaan

Risiko Terkait

Prosedur
Pemeriksaan

Kriteria

Output /
KKP

memenuhi syarat

telah dibuat sesuai

PU No.43

analisa dan

sesuai ketentuan;

dengan ketentuan dan

Tahun 2007

kesimpulan

memuat unsur-unsur

terhadap

minimal sebuah

dok.

kontrak

kontrak dan
tata cara
pelaksanaa
nnya

2.2 Persiapan
Pelaksanaan

- Risiko tertunda

1. Dapatkan data dan

Perpres

- Dokumen

(delay risk), yaitu

informasi terkait

keterlambatan

dokumen penyerahan

kegiatan

lapangan, SPK dan

SPK dan

persiapan akibat

MC- 0.

MC 0.

kesalahan,

2. Teliti data

ketidakseriusan,

mobilisasi peralatan

ketidakmampuan,

dan lakukan

atau kesengajaan

wawancara/diskusi

penyedia jasa

apakah telah

atau pemasok.

didatangkan

- Risiko
kelebihan bayar
(overpayment
risk), yaitu
pembayaran
tagihan yang
melebihi dari
yang seharusnya
dibayar misalnya
karena
pembayaran

peralatan sesuai
kualifikasi dan
jangka waktu dalam
kontrak.
3. Teliti data pekerjaan
persiapan apakah
telah dilaksanakan
sesuai dengan

54/2010

penyerahan
lapangan,

- Hasil
Analisa dan
wawancara
serta
kesimpulan
atas data
mobilisasi
peralatan
terhadap
kualifikasi
dan jangka
waktu
dalam
kontrak.

kontrak.
- Hasil
Analisa dan

No

Fokus
Pemeriksaan

Risiko Terkait

Prosedur
Pemeriksaan

Kriteria

Output /
KKP

terhadap

kesimpulan

pekerjaan

atas data

persiapan yang

pekerjaan

tidak

persiapan

dilaksanakan

thdp
kontrak

2.3 Pelaksanaan

- Risiko

1. Dapatkan

Perpres

Pekerjaan

wanprestasi

data/dokumen dan

Lapangan

(compliance

informasi terkait

n pekerjaan

dan Metode

risk), yaitu

pelaksanaan item

lapangan

Pelaksanaan

ketidak-patuhan

pekerjaan utama dan

Surat

terkait

salah satu/kedua

metode

Edaran

dengan

pihak terhadap

pelaksanaannya.

Menteri PU

metode

No.06

pelaksanaa

Tahun 1995

kontrak yang

2. Teliti metode

telah

pelaksanaan yang

disepakati/ditand

ditawarkan

atangani.

kontraktor apakah

- Risiko
substandar
(sub-standard
risk), yaitu
ketidak-sesuaian
hasil pekerjaan
dengan
spesifikasi yang
telah ditetapkan.
Antara lain:
1) Peralatan
dan/atau

sesuai dengan yang

54/2010

- Dokumen
pelaksanaa

- Hasil

dilaksanakan,

Analisa dan

apabila tidak sesuai

kesimpulan

apakah telah

atas metode

dilakukan

pelaksanaa

penyesuaian

n yang

perhitungan yang

ditawarkan

terkait perubahan

kontraktor

harga satuan.

apakah
sesuai
dengan
yang
dilaksanaka

No

Fokus
Pemeriksaan

Risiko Terkait

Prosedur
Pemeriksaan

material yang

Kriteria

Output /
KKP

dicantumkan
dalam analisa
harga satuan
tidak ada
(tidak
digunakan) di
lapangan
2) Pemakaian

Hasil Analisa

material

dan

jembatan tidak

kesimpulan

realistis (mis.

atas analisa

kasus

harga satuan

penyambunga

item

n pipa baja),

pekerjaan

seharusnya

pengadaaan

dihitung dalam

material dan

analisa

pemancangan

pelaksanaan
peker-jaan
namun
diperhitungkan dalam
analisa
pengadaan.
3) Item pekerjaan 3. Teliti dan analisa

Hasil Analisa

yang tidak

terhadap analisa

dan

layak

harga satuan

kesimpulan

diperhitungka

pengadaaan material

atas analisa

n sebagai item

dan pemancangan

harga satuan

pekerjaan

apakah terdapat

item

No

Fokus
Pemeriksaan

Risiko Terkait

Prosedur
Pemeriksaan

Kriteria

Output /
KKP

tersendiri

material

pekerjaan

karena sudah

pemancangan yang

(utama)

termasuk

diperhitungkan

terhadap

dalam item

didalam analisa

bukti

pekerjaan

pengadaan material

pembayaran

yang lain

atau terdapat

(mengakibatka

duplikasi

n pembayaran

perhitungan

ganda)

pembayaran
pemancangan.
4. Teliti Analisa Harga
Satuan pekerjaan
apakah terdapat
pembayaran
pekerjaan yang
sudah
diperhitungkan
didalam item
pekerjaan yang lain
atau terdapat
duplikasi
perhitungan
pembayaran.

- Risiko salah

5. Teliti/analisa alasan

Hasil Analisa

amandemen

addendum mengenai

dan

/addendum dan

antara lain:

kesimpulan

CCO, yaitu

pekerjaan tambah

atas alasan

melakukan

kurang, metode

addendum

perubahan

kerja, perpanjangan

terhadap

kontrak tidak

waktu apakah telah

ketentuan

sesuai ketentuan

sesuai dengan

No

Fokus
Pemeriksaan

Risiko Terkait

Prosedur
Pemeriksaan

misalnya alasan

ketentuan yang

perubahan

berlaku.

Kriteria

Output /
KKP

yang berlaku

kontrak tidak
mengacu pada
ketentuan atau
kontrak.
2.4 Pengujian

- Kuantitas

Dapatkan dan teliti

Kuantitas

pekerjaan yang

dokumen kontrak,

Jalan dan

dibayarkan tidak

addendum, Back Up

Jembatan

sesuai dengan

Data (Hasil Pengujian)

yang terpasang

Kualitas dan Kuantitas,

(mengakibatkan

Gambar-gambar

kelebihan

termasuk Revisi Desain

pembayaran)

untuk item pekerjaan:

Perpres
54/2010

Dokumen
kontrak

- Perkerasan Aspal
- Galian-timbunan
- Perkerasan Berbutir
(Aggregate) dan
- Beton (Jembatan,
Flyover, Rigid
Pavement, dsb )antara
lain volume
kontrak/addendum,
volume terpasang dan
yang telah dibayar

2.4.1 Pekerjaan

Risiko ketebalan

1. Lakukan pengujian

- Benda uji

No

Fokus
Pemeriksaan

Aspal

Risiko Terkait

Prosedur
Pemeriksaan

Kriteria

Output /
KKP

aspal yang tidak

lapangan hasil

aspal sebagai

sesuai dengan

pekerjaan Aspal

sampel yang

desain.

secara uji petik

diambil

dengan alat uji Core

secara uji

Drill untuk menguji

petik sesuai

ketebalan terpasang.

spesifikasi

Hasil pengujian

kontrak

lapangan tersebut
dituangkan dalam
Berita Acara

- Berita Acara
Pengujian
Fisik

Pemeriksaan Fisik
dan ditandatangani
oleh Tim BPK (2
org),
PPK/PPTK/Pengaw
as Lapangan ,
Konsultan
Pengawas, dan
Kontraktor
Pelaksana.
2. Lakukan penelitian

- Hasil

atas Item Pekerjaan

penelitian

Lapis Perekat/Tack

atas

Coat (lapis perekat

penggunaa

adalah lapisan yang

n Lapis

digunakan di antara

Perekat dan

lapisan aspal dengan

kesimpulan

aspal)

3. Dapatkan data
pengujian takaran

- Data
pengujian

No

Fokus
Pemeriksaan

Risiko Terkait

Prosedur
Pemeriksaan

Kriteria

Output /
KKP

Lapis Perekat pada

takaran

saat penghamparan

Lapis

yang dilakukan

Perekat

penyedia jasa, dan

saat

disetujui oleh

penghampa

konsultan supervisi

ran.

dan direksi.
Catatan :
Pada pengujian item
pekerjaan lapis perekat
/Tack Coat dengan
memperhatikan aspek
materialitas nilai item
pekerjaan.
4. Periksa MC apakah

Hasil evaluasi

item pekerjaan telah

kesesuaian

dilaksanakan dan

MC dengan

dibayarkan sesuai

Back Up Data

dengan Back Up

dan Klausul

Data dan sesuai

dalam

dengan spesifikasi

Spesifikasi

teknis yang

Umum/Khusu

disyaratkan.

s Kontrak.

5. Bila terdapat

- BA

penyimpangan buat

pengujian

BA Pengujian Fisik

fisik

yang ditandatangani
oleh Tim BPK (2
org), PPK/PPTK,

No

Fokus
Pemeriksaan

Risiko Terkait

Prosedur
Pemeriksaan

Kriteria

Output /
KKP

Pengawas
Lapangan,
Konsultan
Pengawas, dan
Kontraktor serta
diketahui oleh
Kepala
SNVT/Kepala Dinas
PU.
2.4.2 Pekerjaan
Aggregat

- Risiko ketebalan

1. Apabila terdapat

aspal tidak sesuai

indikasi secara visual

dengan desain

atas kondisi hasil

- Risiko tidak

pekerjaan mis:

dilaksanakannya

penurunan elevasi

item pekerjaan

badan jalan atau

sesuai dengan

material aggregat

kontrak.

yang sedang
dihampar/belum
ditutup lapisan
berikutnya
berindikasi tidak
sesuai spesifikasi
baik gradasi maupun
volume, lakukan
pengujian atas
hamparan Aggregat
dengan metode Test
Pit (sebaiknya
menggunakan alat
bantu asphalt cutter
bila aspal sudah

BA pengujian
fisik

No

Fokus
Pemeriksaan

Risiko Terkait

Prosedur
Pemeriksaan

Kriteria

Output /
KKP

terpasang dan jack


hammer untuk
menghancurkan
lapisan-lapisan dan
mempermudah
penggalian).
2. Periksa MC apakah

Hasil evaluasi

item pekerjaan telah

kesesuaian

dibayarkan sesuai

MC dengan

dengan Back Up

Back Up Data

Data dan didukung

dan Klausul

dengan spesifikasi

dalam

teknis yang

Spesifikasi

disyaratkan.

Umum/Khusu

3. Bila terdapat

s Kontrak.

penyimpangan,
temukan sebabakibat atas
pengeluaran
keuangan Negara
untuk item
pekerjaan tersebut
2.4.3 Pekerjaan

Risiko volume

Ambil sample untuk

BA Pengujian

Galian-

pekerjaan yang

pelaksanaan pengujian

Fisik

Timbunan

dilaksanakan tidak

fisik galian timbunan

sesuai dengan

apakah telah sesuai

kontrak

dengan ketentuan.
Bandingkan volume

Hasil

pekerjaan pada Back-

perbandingan

Up Data kuantitas

Back Up Data

No

Fokus
Pemeriksaan

Prosedur

Risiko Terkait

Pemeriksaan

Kriteria

dan volume

dengan volume yang

terpasang

pengujian fisik
lapangan). Bila terdapat
perbedaan teliti sebab
akibatnya.

Pengakuan

Pengakuaan Belanja Modal adalah sebagai berikut:


Pengeluaran belanja melalui rekening kas umum daerah/negara
diakui ketika terjadi arus keluar dari rekening tersebut.
2.

Pengeluaran belanja melalui kas di bendahara pengeluaran melalui


mekanisme UP/GU/TU diakui pada saat pertanggungjawaban atas
pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi
perbendaharaan, atau dengan kata lain ketika SPJ pengeluaran
dinyatakan defenitif.

Mekanisme pengadaan belanja modal

Pelaksanaan belanja modal tidak dapat terlepas dari mekanisme


pengadaan barang dan jasa pemerintah. Mekanisme pengadaan barang dan
jasa pemerintah pertama kali diatur dalam Keputusan Presiden No. 80
Tahun 2003 tentang tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah. Selanjutnya pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa
tersebut mengalami beberapa kali perubahan landasan hukum. Berikut
disajikan matriks perbedaan landasan hukum pengadaan barang dan jasa
yang berkaitan dengan belanja modal dari Keppres 80/2003, Perpres
54/2010, dan Perpres 70/2012

KKP

apakah telah sesuai

terpasang (hasil

1.

Output /

No

Topik

Keppres

Perpres

80/2003

54/2010

Perpres 70/2012

Organisasi

Organisasi

PA/KPA

ditambahkan:

pengadaan

belum

PPK

Pengangkatan dan

dikelompokkan ULP/Pejabat

pemberhentian

jelas

pengadaan

Pejabat tidak

Panitia/Pejabat

terikat tahun anggaran

Penerima Hasil
Pekerjaan
2

Pelelangan/

Proses

Proses pengadaan

Kelompok Kerja ULP

seleksi

pengadaan

dapat

dapat

sebelum tahun

dapat

dilakukan setelah

mengumumkan

anggaran

dilakuka

rencana kerja dan

pelaksanaan

anggaran K/L/D/I

Pengadaan:

sebelum

disetujui

a. Setelah penetapan

dokumen

oleh DPR/DPRD

APBD untuk

anggaran

pengadaan yang

disahkan

bersumber dari
APBD.
b. Setelah rencana
kerja dan anggaran
K/L/I disetujui oleh
DPR untuk
pengadaan yang
bersumber dari
APBN.

Pekerjaan

Untuk pekerjaan Untuk pekerjaan

kompleks

diatas Rp.

diatas Rp. 100

50 M

Tetap
Pengumuman
mencantumkan
kondisi
DIPA/DPA belum
ditetapkan.

Penetapan

Pengadaan

pemenang

Barang/Jasa

1. Paket pengadaan

Khusus untuk daerah,

Barang/Pekerjaan

maka

/penyedia oleh diatas Rp. 50

Konstruksi/Jas

penetapan pemenang

PA/KPA di

a Lainnya

tidak lagi dilakukan

diatas Rp. 100

oleh Kepala Daerah,

miliar

melainkan dilakukan

K/L/I

miliar

oleh PA

atau

2. Paket pengadaan

Kep.Daerah

Jasa

di

Konsultansi di

Daerah

atas Rp. 10
miliar.

Fungsi ULP Untuk pengadaan

Pengadaan

Pengadaan

Barang/jasa >

Barang/Pekerjaan

Barang/Pekerjaan

50 jt

Konstruksi/Jasa

Konstruksi/Jasa Lainnya

Lainnya > Rp.

> Rp. 200 jt

100 jt
Metode pemilihan penyedia barang/jasa
6

Pengadaan

1. Pelelangan Umum 1. Pelelangan Umum

Pekerjaan

2. Pelelangan

2. Pelelangan Terbatas

Konstruksi

Terbatas

3. Pemilihan

3. Pemilihan

Langsung

Langsung

4. Penunjukan

4. Penunjukan

Langsung

Langsung

5. Pengadaan

Tetap

Langsung
7

Pemilihan
langsung

Tidak diatur

Untuk pengadaan

Pengadaan

Pekerjaan

Pek.Konstruksi yang

Konstruksi yang:

bernilai Rp.5 miliar

a. tidak
kompleks,
atau bersifat
sederhana
b. Bernilai Rp.
200 jt.

Pengadaan

Tidak diatur

Langsung

Untuk

Untuk pengadaan

pengadaan

barang/pekerjaan

Barang/

konstruksi Rp. 200 jt

Pekerjaan
Konstruksi
Untuk pengadaan
Rp. 100 jt
Teknologi
sederhana
Risiko kecil
Penyedia
orang
perseorangan
dan/atau
badan
usaha kecil

Audit Program
Membantu auditor dalam memberikan perintah kepada asisten mengenai
pekerjaan yang harus dilaksanakan, audit program yang baik harus dilaksanakan,
audit program yang baik harus mencantumkan:
1.

Tujuan Pemeriksaan

2.

Audit Prosedur yang harus dilaksanakan

3.

Kesimpulan pemeriksaan

Tujuan Audit Belanja Modal


1.

Keberadaan / keterjadian: Belanja modal yang disajikan di LRA benar


benar terjadi.

2.

Kelengkapan: Belanja modal yang disajikan di LRA sudah mencakup seluruh


pengeluaran kas untuk belanja modal pada periode tersebut.

3.

Penilaian dan akurasi: Belanja modal telah dicatat dengan akurat.

4.

Pengungkapan: Belanja modal telah diklasifikasikan dan diungkapakan secara

memadai sesuai SAP.


Resiko Belanja Modal
1.

Penganggaran belanja modal tidak sesuai dengan kebutuhan.

2.

Realisasi belanja modal tidak diotorisasi oleh pejabat yang berwenang (SPP
dan SPM) dan tidak diverifikasi secara memadai.

3.

Hasil belanja modal belum tercatat sebagai aset.

4.

1. Penganggaran belanja modal tidak sesuai dengan kebutuhan


2. Realisasi belanja modal tidak diotorisasi oleh pejabat yang berwenang
(SPP dan SPM) dan tidak diverifikasi secara memadai.

5.

Pembayaran belanja modal tidak didasarkan atas pengadaan barang yang


actual (fiktif).

6.

Kelebihan pembayaran atas pelaksanaan belanja modal.

7.

Ketidaksesuaian spesifikasi barang/aset hasil belanja modal dengan spesifikasi


dalam kontrak dan/atau SPK.

8.

Realisasi pembayaran belanja modal tidak memperhitungkan panjar/uang


muka.

9.

Jaminan pelaksanaan dan/atau pemeliharaan sudah tidak berlaku dan/atau


palsu.

10. Pengungkapan belanja modal dalam CaLK telah memadai (sesuai SAP).

Audit Program Belanja Modal


1.

Uji pisah batas (cut off) terhadap bukti-bukti transaksi Belanja Modal pada
Tahun Anggaran yang bersangkutan.

2.

Bandingkan nilai realisasi Belanja Modal pada Laporan Realisasi Anggaran


(LRA) dengan Register SP2D dan pertanggungjawabannya (SPJ).

3.

Lakukan vouching bukti-bukti dokumen Belanja Modal (SP2D, SPJ, dan Cek)
kemudian bandingkan dengan realisasi Belanja Modal pada Buku Besar.

4.

Apabila prosedur vouching belum memberikan keyakinan yang memadai,


lakukan tracing dokumen atau bukti-bukti Belanja Modal ke Buku Besar.

5.

Periksa prosedur pengadaan barang modal, apakah telah sesuai dengan


ketentuan yang berlaku.

6.

Lakukan pemeriksaan fisik secara uji petik, bandingkan dengan spesifikasi


yang ada dalam kontrak/SPK.

7.

Bandingkan prestasi pekerjaan pengadaan barang modal dengan realisasi


pembayaran belanja modal(terutama pada akhir tahun anggaran).

8.

Jika terdapat realisasi panjar/uang muka, periksa apakah terdapat jaminan


uang muka dan apakah realisasi pembayaran sudah memperhitungkan uang
muka tersebut.

9.

Lakukan konfirmasi kepada lembaga penerbit jaminan pelaksanaan dan/atau


pemeliharaan.

10. Teliti apakah pengungkapan belanja modal dalam catatan atas laporan
keuangan telah memadai (sesuai SAP).

1.

Belanja
Modal
1. Penganggaran

Keberadaan/keter

belanja

modal 1. Uji pisah batas (cut off) terhadap bukti-bukti transaksi


tidak

jadian:

Belanja Modal pada

sesuai dengan kebutuhan.


Belanja

Modal

yang

disajikan di LRA

2. Realisasi
diotorisasi

Tahun Anggaran yang bersangkutan.

belanja

modal

tidak

oleh

pejabat

yang

benar-benar

berwenang (SPP dan SPM) dan

terjadi

tidak diverifikasi secara memadai.


3. Hasil

Kelengka

belanja

Laporan

Belanja

Modal

yang

disajikan di LRA sudah

3.

belum

seluruh
pengeluaran

kas

untuk

belanja Modal pada periode


tersebut
Penilaian

dan

akurasi:
Belanja Modal telah dicatat

Pengungka

atas

5.

modal

dengan

dalam

kontrak dan/atau SPK.

modal

6.

kontrak/SPK.
7.

dengan

realisasi

pembayaran

belanja

modal(terutama pada akhir tahun anggaran).


8.

dan/atau

Bandingkan prestasi pekerjaan pengadaan barang


modal

tidak memperhitungkan

pelaksanaan

Lakukan pemeriksaan fisik secara uji petik,


bandingkan dengan spesifikasi yang ada dalam

belanja

panjar/uang muka.
8. Jaminan

Periksa prosedur pengadaan barang modal, apakah


telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

spesifikasi

barang/aset hasil belanja

pembayaran

Apabila prosedur vouching belum memberikan

atau bukti-bukti Belanja Modal ke Buku Besar.

pembayaran

spesifikasi

Lakukan vouching bukti-bukti dokumen Belanja

keyakinan yang memadai, lakukan tracing dokumen

pelaksanaan belanja modal.

7. Realisasi
dengan akurat

4.

didasarkan atas pengadaan barang

6. Ketidaksesuaian

dengan

dengan realisasi Belanja Modal pada Buku Besar.

4. Pembayaran belanja modal tidak

5. Kelebihan

(LRA)

Modal (SP2D, SPJ, dan Cek) kemudian bandingkan

yang aktual (fiktif)

mencakup

Realisasi Anggaran

Register SP2D dan pertanggungjawabannya (SPJ).

tercatat sebagai aset.

pan:

pan:

modal

2. Bandingkan nilai realisasi Belanja Modal pada

Jika terdapat realisasi panjar/uang muka, periksa


apakah terdapat jaminan uang muka dan apakah