Anda di halaman 1dari 10

KROMATOGRAFI GAS (GAS CHROMATOGRAPHY)

Kromatografi adalah suatu istilah umum yang digunakan untuk bermacam-macam


teknik pemisahan yang didasarkan atas partisi sampel diantara suatu fasa gerak yang bisa
berupa gas ( kromatografi gas ) ataupun cair ( kromatografi cair ) dan fasa diam yang juga
bisa berupa cairan ataupun suatu padatan. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan polaritas
dari fasa diam dan gerak. Penemu kromatografi adalah Tswett yang pada tahun 1903,
mencoba memisahkan pigmen-pigmen dari daun dengan menggunakan suatu kolom yang
berisi kapur(CaSO4). lstsilah kromatografi diciptakan oleh Tswett untuk melukiskan daerahdaerah yang berwarna yang bergerak kebawah kolom.
Kromatografi gas (GC, Inggris: gas chromatography) ialah jenis kromatografi biasa
yang digunakan dalam kimia analitik untuk mengasing dan menganalisis sebatian-sebatian
kimia yang boleh diwapkan tanpa mereput. Antara kegunaan biasa kromatografi gas adalah
untuk menguji ketulenan bahan tertentu, atau untuk mengasingkan komponen-komponen
berbeza dalam satu camputan (jumlah relatif komponen-komponen tertentu juga boleh
ditentukan). Dalam sesetengah keadaan, kromatografi gas juga boleh membantu
mengenalpasti suatu sebatian. Dalam kromatografi sediaan, kromatografi gas boleh
digunakan untuk menyediakan sebatian tulen daripada satu campuran.
Dalam kromatografi gas, fasa bergerak ialah gas pengangkut yang biasanya
merupakan gas adi seperti helium atau gas yang tidak reaktif seperti nitrogen. Fase diam
dapat berupa zat padat atau zat cair, sedangkan fase bergerak dapat berupa zat cair atau gas
Alat yang digunakan untuk menjalankan kromatografi gas dinamakan kromatograf gas (atau
"aerograf" atau "pengasing gas").
Kromatografi gas secara prinsip serupa dengan kromatografi turus (dan juga bentukbentuk lain kromatografi seperti HPLC dan TLC), namun dengan beberapa perbedaan ketara.
Pertama, proses pengasingan sebatian-sebatian dalam campuran dilakukan di antara fasa
pegun cair dan fasa bergerak gas, manakala dalam kromatografi turus, fasa pegunnya adalah
pepejal dan fasa bergerak pula adalah cair (oleh sebab ini, nama penuh prosedur ini ialah
"kromatografi gas-cair" yang masing-masing merujuk kepada fasa pegun dan bergerak).
Kedua, turus yang dilalui fasa gas terletak di dalam ketuhar yang boleh mengawal suhu gas
itu, sementara kromatografi turus (biasanya) tidak mempunyai kawalan suhu sebegitu.
Ketiga, kepekatan sebatian dalam fasa gas hanyalah fungsi kepada tekanan wap gas tersebut.
Kromatografi gas juga serupa dengan penyulingan berperingkat karena kedua proses
mengasingkan komponen-komponen sebatian mengikut takat didih (atau tekanan wap).
Namun, penyulingan berperingkat biasanya digunakan untuk mengasingkan komponenkomponen campuran dalam skala besar, manakala kromatografi gas boleh digunakan bagi
skala yang lebih kecil (misalnya skala mikro).
Kromatografi gas dapat dipakai untuk setiap campuran dimana semua komponennya
mempunyai tekanan uap yang berarti, suhu tekanan uap yang dipakai untuk proses
pemisahan. Tekanan uap memungkinkan komponen menguap dan bergerak bersama-sama
dengan fase gerak yang berupa gas.
Kromatografi gas merupakan metode yang tepat dan cepat untuk memisahkan
campuran yang sangat rumit. Waktu yang dibutuhkan beragam, mulai dari beberapa detik
untuk campuran yang sederhana sampai berjam-jam untuk campuran yang mengandung 5001000 komponen.
Metode ini sangat baik untuk analisis senyawa organik yang mudah menguap seperti
hidrokarbon dan eter. Analisis minyak mentah dan tekanan uap dalam buah telah dengan
sukses dilakukan dengan tehnik ini.

Efisien pemisahan ditentukan ditentukan dengan besarnya interaksi antara sampel


dan cairan, dengan menggunakan fase cair standar yang diketahui efektif untuk berbagai
senyawa.
Kromatografi gas sendiri terdiri dari 2 yaitu kromatografi gas cairan dengan
mekanisme pemisahan partisi, teknik kolom dan nama alat GLC dan kromatografi gas padat
dengan mekanisme pemisahan absorbsi, teknik kolom dan nama alat GSC. Namun GSC
jarang digunakan sehingga pada umumnya yang disebut dengan GC saat ini adalah GLC.
Pada prinsipnya pemisahan dalam GC adalah sisebabkan oleh perbedaan dalam
kemampuan distribusi analit diantara fase gerak dan fase diam di dalam kolom pada
kecepatan dan waktu yang berbeda.

1. Prinsip Kerja
Kromatografi gas mempunyai prinsip yang sama dengan kromatografi lainnya, tapi
memiliki beberapa perbedaan misalnya proses pemisahan campuran dilakukan antara
stasionary fase cair dan gas fase gerak dan pada oven temperur gas dapat dikontrol sedangkan
pada kromatografi kolom hanya pada tahap fase cair dan temperatur tidak dimiliki.
Secara rinci prinsip kromatografi adalah udara dilewatkan melalui nyala hydrogen
(hydrogen flame) selanjutnya uap organik tersebut akan terionisasi dan menginduksi
terjadinya aliran listrik pada detektor, kuantitas aliran listrik sebanding dengan ion.

2. CARA KERJA KROMATOGRAFI GAS


Mencuci jarum suntik dengan aseton dengan mengisi jarum suntik mendepak
sepenuhnya dan aseton limbah ke kertas handuk. Cuci 2-3 kali.
Tarik beberapa sampel Anda ke dalam jarum suntik. Anda mungkin perlu untuk
menghilangkan gelembung udara di dalam tabung suntik oleh plunyer bergerak cepat ke atas
dan ke bawah sementara jarum dalam sampel. Biasanya 1-2 mL sampel disuntikkan ke dalam
GC. Boleh saja memiliki gelembung udara kecil dalam jarum suntik. Namun, Anda tidak
ingin menyuntikkan sebagian besar udara atau puncak Anda akan terlalu kecil pada tabel
perekam.
Pastikan tabel perekam dan diatur ke kecepatan grafik yang sesuai (Arrow A).
Mengatur baseline menggunakan nol pada tabel perekam (Arrow B). Dengan pena di tempat,
menyalakan bagan (Arrow D), pastikan pena ke bawah (yang menandai kertas) dan kertas
bergerak.
Menyuntikkan sampel Anda baik ke kolom A atau kolom B sesuai instruksi. Pegang
tingkat jarum suntik dan mendorong jarum sepenuhnya ke injector. Setelah Anda tidak dapat
lagi melihat jarum, dengan cepat mendorong pendorong dan kemudian tarik jarum suntik
injeksi keluar dari pelabuhan.
Injeksi Catatan:
injektor sangat panas, jadi berhati-hatilah untuk tidak menyentuh perak disk. Jarum
akan melewati septum karet, sehingga Anda akan merasa beberapa perlawanan. Untuk
beberapa GC kita itu, kolom tidak menyelaraskan benar dalam injector, sehingga jarum hits
bagian depan kolom logam. Jika Anda merasa bahwa Anda mendorong terhadap logam,
menarik jarum keluar dari injector dan coba lagi, mungkin di sudut yang sedikit berbeda.
Jarum harus benar-benar menghilang ke dalam injeksi untuk injeksi yang tepat sampel ke
kolom GC.Suntikkan dengan cepat untuk hasil terbaik. Jangan ragu untuk menyuntikkan
jarum setelah benar diposisikan di pelabuhan injeksi.Lepaskan jarum suntik segera setelah
injeksi. (Pelaksanaan catatan C dan D membantu untuk memastikan bahwa semua sampel
memasuki GC kolom di sekitar waktu yang sama.)
Menandai waktu injeksi Anda pada tabel perekam. Ini dapat dilakukan dengan
menyesuaikan nol tepat setelah sampel disuntikkan. Hal ini sering nyaman bagi satu orang

untuk menyuntikkan sampel sementara pasangan laboratorium menandai waktu injeksi di


bagan perekam.
Bersihkan jarum suntik Anda segera setelah injeksi. Jarum suntik sering tersumbat
dengan cepat dan harus diganti jika mereka tidak dibersihkan setelah setiap penggunaan.
Catatan pengaturan perekam grafik Anda selama berjalan. Anda perlu mengetahui kecepatan
grafik dan pengaturan skala penuh.
Catatan pengaturan GC selama Anda berlari. Sebuah tombol di bagian tengah bawah
GC dapat diubah untuk membaca kolom (atau oven) suhu, suhu detektor dan suhu injektor
pelabuhan dalam C. Jembatan saat ini ditampilkan dalam mA. Perhatikan bahwa ada dua
skala pada layar. Berhati-hati untuk membaca skala yang tepat

3. Cara Pengoperasian Gas Chromatography


Sesudah alat-alat disiapkan, kolom, alat pendeteksi, suhu dan aliran gas pembawa
diatur hingga kondisi seperti yang tertera pada masing-masing monografi, suntikkan larutan
zat sejumlah yang tertera pada masing-masing monografi atau larutan pada tempat
penyuntikan zat menggunakan alat penyuntik mikro. Pemisahan komponen-komponen
dideteksi dan digambarkan dalam kromatografi. Letakkan kurva pada kromatogram
dinyakatakn dalam waktu retensi (waktu dari penyuntikan contoh sampai puncak kurva pada
kromatogram) atau volume retensi (waktu retensi x kecepatan alir gas pembawa) yang tetap
untuk tiap zat pada kondisi yang tetap. Dasar ini digunakan untuk identifikasi. Dari luas
daerah puncak kurva atau tinggi puncak kurva, komponen zat dapat ditetapkan secara
kwantitatif.

4. Cara kalibrasi
Buat satu seri larutan . Setelah itu, suntikan dengan volume sama tiap larutan ke
dalam tempat penyuntikan zat. Gambar garis kalibrasi dari kromatogram, dengan berat zat
pada sumbu horizontal, dan tinggi puncak kurva atau luas daerah puncak kurva pada sumbu
vertical. Buat larutan zat seperti yang tertera pada masing-masing monografi. Dari
kromatogram yang diperoleh dengan kondisi yang sama seperti cara memperoleh garis
kalibrasi, ukur luas daerah puncak kurva atau tinggi puncak kurva. Hitung jumlah zat
menggunakan garis kalibrasi. Dalam cara kerja ini, semua harus dikerjakan dengan kondisi
yang betul-betul tetap.

5. Komponen kromatografi gas-cair

Injeksi sampel
Sejumlah kecil sampel yang akan dianalisis diinjeksikan pada mesin menggunakan semprit
kecil. Jarum semprit menembus lempengan karet tebal (Lempengan karet ini disebut septum)
yang mana akan mengubah bentuknya kembali secara otomatis ketika semprit ditarik keluar
dari lempengan karet tersebut.
Injektor berada dalam oven yang mana temperaturnya dapat dikontrol. Oven tersebut cukup
panas sehingga sampel dapat mendidih dan diangkut ke kolom oleh gas pembawa misalnya
helium atau gas lainnya.
Material padatan
Ada dua tipe utama kolom dalam kromatografi gas-cair. Tipe pertama, tube panjang dan tipis
berisi material padatan; Tipe kedua, lebih tipis dan memiliki fase diam yang berikatan dengan
pada bagian terdalam permukaannya.
Untuk menyederhanakan, kita akan melihat pada kolom terpadatkan.
Kolom biasanya dibuat dari baja tak berkarat dengan panjang antara 1 sampai 4 meter,
dengan diameter internal sampai 4 mm. Kolom digulung sehingga dapat disesuakan dengan
oven yang terkontrol secara termostatis.
Kolom dipadatkan dengan tanah diatomae, yang merupakan batu yang sangat berpori. Tanah
ini dilapisis dengan cairan bertitik didih tinggi, biasanya polimer lilin.
Temperatur kolom
Temperatur kolom dapat bervariasi antara 50 oC sampai 250 oC. Temperatur kolom lebih
rendah daripada gerbang injeksi pada oven, sehingga beberapa komponen campuran dapat
berkondensasi pada awal kolom.
Dalam beberapa kasus, seperti yang anda akan lihat pada bagian bawah, kolom memulai pada
temperatur rendah dan kemudian terus menerus menjadi lebih panas dibawah pengawasan
komputer saat analisis berlangsung.
Ada tiga hal yang dapat berlangsung pada molekul tertentu dalam campuran yang
diinjeksikan pada kolom:
Molekul dapat berkondensasi pada fase diam.
Molekul dapat larut dalam cairan pada permukaan fase diam
Molekul dapat tetap pada fase gas
Dari ketiga kemungkinan itu, tak satupun yang bersifat permanen.
Senyawa yang mempunyai titik didih yang lebih tinggi dari temperatur kolom secara jelas
cenderung akan berkondensasi pada bagian awal kolom. Namun, beberapa bagian dari
senyawa tersebut akan menguap kembali dengan dengan jalan yang sama seperti air yang
menguap saat udara panas, meskipun temperatur dibawah 100 oC. Peluangnya akan
berkondensasi lebih sedikit selama berada didalam kolom.
Sama halnya untuk beberapa molekul dapat larut dalam fase diam cair. Beberapa senyawa
akan lebih mudah larut dalam cairan dibanding yang lainnya. Senyawa yang lebih mudah
larut akan menghabiskan waktunya untuk diserap pada fase diam: sedangkan senyawa yang

suka larut akan menghabiskan waktunya lebih banyak dalam fase gas.
Proses dimana zat membagi dirinya menjadi dua pelarut yang tidak bercampurkan karena
perbedaan kelarutan, dimana kelarutan dalam satu pelarut satu lebih mudah dibanding dengan
pelarut lainnya disebut sebagai partisi. Sekarang, anda bisa beralasan untuk memperdebatkan
bahwa gas seperti helium tidak dapat dijelaskan sebagai pelarut Tetapi, istilah partisi masih
dapat digunakan dalam kromatografi gas-cair.
Anda dapat mengatakan bahwa substansi antara fase diam cair dan gas. Beberapa molekul
dalam substansi menghabiskan waktu untuk larut dalam cairan dan beberapa lainnya
menghabiskan waktu untuk bergerak bersama-sama dengan gas.
Waktu retensi
Waktu yang digunakan oleh senyawa tertentu untuk bergerak melalui kolom menuju ke
detektor disebut sebagi waktu retensi. Waktu ini diukur berdasarkan waktu dari saat sampel
diinjeksikan pada titik dimana tampilan menunujukkan tinggi puncak maksimum untuk
senyawa itu.
Setiap senyawa memiliki waktu retensi yang berbeda. Untuk senyawa tertentu, waktu retensi
sangat bervariasi dan bergantung pada:
Titik didih senyawa. Senyawa yang mendidih pada temperatur yang lebih tinggi
daripada temperatur kolom, akan menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk
berkondensasi sebagai cairan pada awal kolom. Dengan demikian, titik didih yang
tinggi akan memiliki waktu retensi yang lama.
Kelarutan dalam fase cair. Senyawa yang lebih mudah larut dalam fase cair, akan
mempunyai waktu lebih singkat untuk dibawa oleh gas pembawa.. Kelarutan yang
tinggi dalam fase cair berarti memiiki waktu retensi yang lama.
Temperatur kolom. Temperatur tinggi menyebakan pergerakan molekul-molekul
dalam fase gas; baik karena molekul-molekul lebih mudah menguap, atau karena
energi atraksi yang tinggi cairan dan oleh karena itu tidak lama tertambatkan.
Temperatur kolom yang tinggi mempersingkat waktu retensi untuk segala sesuatunya
di dalam kolom.
Untuk memberikan sampel dan kolom, tidak ada banyak yang bisa dikerjakan menggunakan
titik didih senyawa atau kelarutannya dalam fase cair, tetapi anda dapat mempunyai pengatur
temperatur.
Semakin rendah temperatur kolom semakin baik pemisahan yang akan anda dapatkan, tetapi
akan memakan waktu yang lama untuk mendapatkan senyawa karena kondensasi yang lama
pada bagian awal kolom!
Dengan kata lain, menggunakan temperatur tinggi, segala sesuatunya akan melalui kolom
lebih cepat, tetapi pemisihannya kurang baik. Jika segala sesuatunya melalui kolom dalam
waktu yang sangat singkat, tidak akan terdapat jarak antara puncak-puncak dalam
kromatogram.
Jawabannya dimulai dengan kolom dengan suhu yang rendah kemudian perlahan-lahan
secara teratur temperaturnya dinaikkan.
Pada awalnya, senyawa yang menghabiskan lebih banyak waktunya dalam fase gas akan
melalui kolom secara cepat dan dapat dideteksi. Dengan adanya sedikit pertambahan
temperatur akan memperjelas perlekatan senyawa. Peningkatan temperatur masih

dapat lebih `melekatan` molekul-molekul fase diam melalui kolom.


Detektor
Ada beberapa tipe detektor yang biasa digunakan. Detektor ionisasi nyala dijelaskan pada
bagian bawah penjelasan ini, merupakan detektor yang umum dan lebih mudah untuk
dijelaskan daripada detektor alternatif lainnya.
Detektor ionisasi nyala
Dalam mekanisme reaksi, pembakaran senyawa organik merupakan hal yang sangat
kompleks. Selama proses, sejumlah ion-ion dan elektron-elektron dihasilkan dalam nyala.
Kehadiran ion dan elektron dapat dideteksi.
Seluruh detektor ditutup dalam oven yang lebih panas dibanding dengan temperatur kolom.
Hal itu menghentikan kondensasi dalam detektor.

Jika tidak terdapat senyawa organik datang dari kolom, anda hanya memiliki nyala hidrogen
yang terbakar dalam air. Sekarang, anggaplah bahwa satu senyawa dalam campuran anda
analisa mulai masuk ke dalam detektor.
Ketika dibakar, itu akan menghasilkan sejumlah ion-ion dan elektron-elektron dalam nyala.
Ion positif akan beratraksi pada katoda silinder. Ion-ion negatif dan elektron-elektron akan
beratraksi pancarannya masing-masing yang mana merupakan anoda.
Hal ini serupa dengan apa yang terjadi selama elektrolisis normal.
Pada katoda, ion positif akan mendatangi elektron-elektron dari katoda dan menjadi netral.
Pada anoda, beberapa elektron dalam nyala akan dipindahkan pada elektroda positif; ion-ion
negatif akan memberikan elektron-elektronnya pada elektroda dan menjadi netral.
Kehilangam elektron-elektron dari satu elektroda dan perolehan dari elektroda lain, akan

menghasilkan aliran elektron-elektron dalam sirkuit eksternal dari anoda ke katoda. Dengan
kata lain, anda akan memperoleh arus listrik.
Arus yang diperoleh tidak besar, tetapi dapat diperkuat. Jika senyawa-senyawa organik lebih
banyak dalam nyala, maka akan banyak juga dihasilkan ion-ion, dan dengan demikian akan
terjadi arus listrik yang lebih kuat. Ini adalah pendekatan yang beralasan, khususnya jka anda
berbicara tentang senyawa-senyawa yang serupa, arus yang anda ukur sebanding dengan
jumlah senyawa dalam nyala.
Kekurangan detektor ionisasi nyala
Kekurangan utama dari detektor ini adalah pengrusakan setiap hasil yang keluar dari kolom
sebagaimana yang terdeteksi. Jika anda akan mengrimkan hasil ke spektrometer massa,
misalnya untuk analisa lanjut, anda tidak dapat menggunakan detektor tipe ini.
Penerjemahan hasil dari detektor
Hasil akan direkam sebagai urutan puncak-puncak; setiap puncak mewakili satu senyawa
dalam campuran yang melalui detektor. Sepanjang anda mengontrol secara hati-hati kondisi
dalam kolom, anda dapat menggunakan waktu retensi untuk membantu mengidentifikasi
senyawa yang tampak-tentu saja anda atau seseorang lain telah menganalisa senyawa murni
dari berbagai senyawa pada kondisi yang sama.

Area dibawah puncak sebanding dengan jumlah setiap senyawa yang telah melewati detektor,
dan area ini dapat dihitung secara otomatis melalui komputer yang dihubungkan dengan
monitor. Area yang akan diukur tampak sebagai bagian yang berwarna hijau dalam gambar
yang disederhanakan.
Perlu dicatat bahwa tinggi puncak tidak merupakan masalah, tetapi total area dibawah
puncak. Dalam beberapa contoh tertentu, bagian kiri gambar adalah puncak tertinggi dan
memiliki area yang paling luas. Hal ini tidak selalu merupakan hal seharusnya..
Mungkin saja sejumlah besar satu senyawa dapat tampak, tetapi dapat terbukti dari kolom
dalam jumlah relatif sedikit melalui jumlah yang lama. Pengukuran area selain tinggi puncak
dapat dipergunakan dalam hal ini.
Perangkaian kromatogram gas pada spektrometer massa
Hal ini tidak dapat dillakukan menggunakan detektor ionisasi nyala, karena detektor dapat
merusak senyawa yang melaluinya. Anggaplah anda menggunakan detektor yang tidak
merusak. Senyawa,
Ketika detektor menunjukkan puncak, beberapa diantaranya melalui detektor dan pada waktu

itu dapat dibelokkan pada spektrometer massa. Hal ini akan memberikan pola fragmentasi
yang dapat dibandingkan dengan data dasar senyawa yang telah diketahui sebelumnya pada
komputer. Itu berarti bahwa identitas senyawa-senyawa dalam jumlah besar dapat dihasilkan
tanpa harus mengetahui waktu retensinya

6. APLIKASI KROMATOGRAFI GAS


Kromatografi gas telah digunakan pada sejumlah besar senyawa-senyawa dalam
berbagai bidang. Dalam senyawa organic dan anorganik, senyawa logam, karena persyaratan
yang digunakan adalah tekanan uap yang cocok pada suhu saat analisa dilakukan. Berikut
beberapa kegunaan kromatografi gas pada bidang-bidangmya adalah :
1. Polusi udara
Kromatografi gas merupakan alat yang penting karena daya pemisahan yang digabungkan
dengan daya sensitivitas dan pemilihan detector GLC menjadi alat yang ideal untuk
menentukan banyak senyawa yang terdapat dalam udara yang kotor, KGCdipakai untuk
menetukan Alkil-Alkil Timbal, Hidrokarbon, aldehid, keton SO , H S, dan beberapa
oksida dari nitrogen dll.
2. Klinik
Diklinik kromatografi gas menjadi alat untuk menangani senyawa-senyawa dalam klinik
seperti : asam-asam amino, karbohidrat, CO , dan O dalam darah, asam-asam lemak dan
turunannya, trigliserida-trigliserida, plasma steroid, barbiturate, dan vitamin
3. Bahan-bahan pelapis
Digunakan untuk menganalisa polimer-polimer setelah dipirolisa, karet dan resin-resin
sintesis.
4. Minyak atsiri
Digunakan untuk pengujian kulaitas terhadap minyak permen, jeruk sitrat, dll.
5. Bahan makanan
Digunakan dengan TLC dan kolom-kolom, untuk mempelajari pemalsuanatau
pencampuran, kontaminasi dan pembungkusan dengan plastic pada bahan makanan, juga
dapat dipakai unutk menguji jus, aspirin, kopi dll.
6. Sisa-sisa peptisida
KGC dengan detector yang sensitive dapat menentukan atau pengontrolan sisa-sisa
peptisida yang diantaranya senyawa yang mengandung halogen, belerang, nitrogen, dan
fosfor.
7. Perminyakan
Kromatografi gas dapat digunakan unutk memisahkan dan mengidentifikasi hasil-hasildari
gas-gas hidrokarbon yang ringan.
8. Bidang farmasi dan obat-obatan
Kromatografi gas digunakan dalam pengontrolan kualitas, analisa hasil-hasilbaru dalam
pengamatan metabolisme dalam zat-zatalir biologi
9. Bidang kimia/ penelitian
Digunakan untuk menentukan lama reaksi pada pengujian kemurnian hasil.

7. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KROMATOGRAFI GAS


Kelebihan
1. Waktu analisis yang singkat dan ketajaman pemisahan yang tinggal.
2. Dapat menggunakan kolom lebih panjang untuk menghasilkan efisiensi pemisahan yang
tinggi.
3. Gas mempunyai vikositas yang rendah.

4. Kesetimbangan partisi antara gas dan cairan berlangsung cepat sehingga analisis relatif
cepat dan sensitifitasnya tinggi.
5. Pemakaian fase cair memungkinkan kita memilih dari sejumlah fase diam yang sangat
beragam yang akan memisahkan hampir segala macam campuran.
Kekurangan
1. Teknik Kromatografi gas terbatas untuk zat yang mudah menguap
2. Kromatografi gas tidak mudah dipakai untuk memisahkan campuran dalam jumlah besar.
Pemisahan pada tingkat mg mudah dilakukan, pemisahan pada tingkat gram mungkin
dilakukan, tetapi pemisahan dalam tingkat pon atau ton sukar dilakukan kecuali jika ada
metode lain.
3. Fase gas dibandingkan sebagian besar fase cair tidak bersifat reaktif terhadap fase diam
dan zat terlarut.

8. SAMPEL YANG DAPAT DIANALISIS DENGAN GC


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Produk Gas Alam


Kemurnian Pelarut
Asam Lemak
Residu Pestisida
Polusi Udara
Alkohol
Steroid
Minyak Atsiri
Flavor
Ganja (mariyuana)

CONTOH SOAL:
1. Pada pemisahan benzene, toluene dan xylena secara kromatografi gas, luaas puncak
masing-masing komponen ini masing-masing adalah 31,0; 14,5; dan 53,2 cm. Hitung
persentase komposisi sampel.
Jawab: Luas total
= 31,0 + 14,5 + 53,2 = 98,7
Komposisi benzene

x 100 = 31,40 %

Komposisi toluene

x 100 =14,9 %

Komposisi xylena

x 100 = 53,9 %