Anda di halaman 1dari 12

PEMISAHAN DENGAN CARA PENGENDAPAN

Reaksi Pengendapan
Dasar pemisahan pengendapan adalah perbedaan kelarutan analit (komponen atau
konstituen yang dicari) dengan zat-zat atau komponen lain yang tidak diinginkan. Metode
pengendapan membutuhkan pemahaman yang memadai tentang reaksi pengendapan yang
meliputi:
a. Kelarutan endapan
Endapan didefinisikan sebagai jumlah konsentrasi yang sama dengan konsentrasi
molar dari larutan jenuh suatu endapan. Kelarutan bergantung pada suhu, tekanan, kemurnian
larutan dan komposisi pelarut. Umumnya kelarutan endapan meningkat dengan kenaikan
suhu, sehingga perubahan kelarutan dengan perubahan suhu dapat menjadi dasar pemisahan.
Misalnya pemisahan ion timbal dari perak dan merkurium(I) dapat dicapai dengan
mengendapkan ketiga ion itu sebagai klorida, kemudian ditambahkan air panas, maka timbal
klorida menjadi larut, tetapi Ag dan Hg(I) tidak larut. Setelah penyaringan larutan panas, ion
timbal akan berada dalam filtrat dan dapat di identifikasi dengan reaksi-reaksi tertentu.
Kelarutan bergantung juga pada sifat dan konsentrasi zat-zat lain, adanya ion-sekutu
dan ion asing memberikan efek yang berbeda terhadap kelarutan.

Ion-sekutu adalah

suatu adalah satu ion yang juga merupakan salah satu bahan endapan. Misalnya pengendapan
AgNO3, yang menjadi ion-sekutu adalah ion perak dan ion klorida, ion-ion lain yang terdapat
dalam medium merupakan ion asing jika ion-sekutu terdapat berlebihan maka, kelarutan
suatu endapan berkurang cukup berarti. Perlu diperhatikan bahwa tidak selamanya
memperkecil kelarutan endapan, hal ini terjadi bila ion sekutu membentuk kompleks yang
dapat larut. Misalnya kelarutan perak sianida diperkecil dengan penambahan ion-ion perak.
Kompleks yang terbentuk adalah ion diasino-argentat

menyebabkan kelarutan

bertambah.

b. Hasilkali kelarutan
Jika endapan perak klorida ada dalam kesetimbangan dan larutan jenuhnya,

disebut hasilkali kelarutan (Ks)

Ks =

dan secara umum dinyatakan


AaBb

aAm+ + bBn-

Ks =
Rumus umum tersebut menunjukkan bahwa, hasilkali kelarutan konsentrasi ion-ion
pembentuk endapan jenuh yang sangat sedikit larut, pada setiap suhu tertentu adalah konstan.
Penjelasan tentang reaksi-reaksi pengendapan dalam analisis anorganik, banyak hal yang
dapat diungkapkan dengan menggunakan nilai hasilkali kelarutan dari suatu endapan
Contoh. Pada 100 ml larutan, yang mengandung 8,29. 10-3 gram ion-ion timbal, ditambahkan
100 ml asam sulfat 10-3 M. Membentuk Pb2+ +

Pb

Ks = 2,2. 10-8 dan Ar.Pb = 207,2. Hitunglah berapa banyak timbal yag tidak diendapkan
tertinggal dalam larutan
Penyelesaian: Jika 100 ml 8,29 x10-3g Pb2+, maka

= 4. 10-4 M.

M. Setelah ion Pb2+

Konsentrasi ion sulfat adalah seperti diberikan dalam soal


ditambahkan dengan ion

, volume total larutan menjadi 200 ml, maka

Pb2+ =

dan

Ketika x mol Pb2+ mengendap, pada saat yang bersamaan x mol


Setelah pengendapan

= (2.10-4- x) M;

= (5.10-4- x)M.

ikut mengendap.
Ks =

sehingga . 2,2 . 10-8 = (2.10-4 - x) (5.10-4-x)


= x2 7. 10-4x + 7,8 .10-8 = 0
x1,2
x1 = - 5,61. 10-4 dan x2 = 1,4. 10-4

x1 jelas tidak memilki arti fisik karena menghasilkan nilai negatif bagi konsentrasi kedua
ion. Maka yang dipakai adalah x2. Dengan demikian

setelah pengendapan sebesar:

=2. 10-4 1,4. 10-4 = 6. 10-5M. Kemudian berat timbal dapat ditentukan yaitu massa
ion Pb2+ = 207,2 x 6. 10-5 mol. l-1 x 0,2 l = 4,43. 10-3g.
Hal ini menunjukkan bahwa pada kondisi kondisi demikian kira-kira sepertiga dari jumlah
semula timbal (8,29. 10-3gram) tetap terlarut.

c. Penerapan hubungan hasilkali kelarutan


Hubungan hasil kali kelarutan memungkinkan kita untuk menerangkan dan
meramalkan reaksi-reaksi pengendapan. Jika hasilkali ion dengan senganja dibuat lebih besar
dari hasilkali kelarutannya dengan menambahkan suatu garam lain dan dengan satu ion
sekutu. Sistem akan menyesuaikan diri melalui pengendapan garam padat. Sebaliknya, jika
hasilkali ion dibuat lebih kecil dari hasil kali kelarutan dengan mengurangi konsentrsai salah
satu ion, kesetimbangan dalam sistem dicapai kembali dengan melarutnya sebagian garam
padat ke dalam larutan.
Pada pengendapan AgCl, Ks = 1,5. 10-10, andaikan pada larutan ion perak 0,1M,
ditambahkan kalium klorida untuk menghasilkan konsentasi ion klorida 0,01 M. Hasilkali ion
menjadi (0,1)(0,01) = 10-3, karena 10-3> 1,5. 10-10, kesetimbangan terganggu, maka akan terjadi
pengendapan perakklorida, sehingga nilai hasilkali ion berkurang menjadi sama dengan hasil
kali kelarutan.
Konsentrasi perak yang tertinggal dalam larutan AgNO3, setelah penambahan ionsekutu dari HCl sedemikian hingga konsentrasi akhir ion klorida adalah 0,05M,
dihitung dari Ks = 1,5. 10-10=

, dalam larutan akhir,

yang tertinggal dalam larutan sama dengan

dapat

1,5 x 10-2 M, jadi


. Suatu jumlah

konsentrasi yang dapat diabaikan.


Tabel.1 memperlihatkan efek garam NaCl terhadap kelarutan AgCl. Penambahan
reagensia yang terlalu berlebihan dalam upaya pengendapan, dapat menyebabkan
pengendapan menjadi berkurang.

NaCl yang terdapat (M)

Ag+ yang terlarut (M)

0,933

8,6.10-5

1,433

1,84.10-4

2,273

5,74.10-4

3,000

1,19.10-3

4,170

3,34.10-3

5,035

6,04.10-2

Tabel. 1 Efek natrium klorida atas kelarutan perak klorida (Forbes, 1991)

Metode Pemisahan dengan Pengendapan


Terdapat perbedaan yang cukup besar diantara kelarutan hidroksida-hidroksida,
oksida-oksida dari berbagai macam unsur, sifat ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan
pemisahan dengan cara pengendapan. Pemisahan yang baik akan tercapai bila endapan
mempunyai kelarutan yang kecil, ukuran partikel cukup besar, dapat dicuci untuk
menghilangkan pengotor dan endapan dapat diubah menjadi zat murni dengan komposisi
kimia tertentu.
Proses pemisahan melalui pengendapan dapat dilakukan dengan cara:
a. Pengendapan dengan cara pengaturan pH
Kelarutan garam dari asam lemah tergantung pada pH larutan, meliputi garam-garam
dari oksalat, sulfida, hidroksida, karbonat dan fosfat. Ion hidrogen bereaksi dengan anion
garam untuk membentuk asam lemah, dengan demikian meningkatkan kelarutan garam.
Kelarutan kalsium oksalat atau barium karbonat dalam asam klorida, merupakan
fenomena khas yang relatif sering timbul dalam analisis kuantitatif. Bila asam klorida encer
ditambahkan pada suatu suspensi kalsium oksalat, maka dalam larutan akan terbentuk tiga
kesetimbangan sekaligus.
1. Ca (COO)2
2. (COO)
3.

+ (COO)

+ H+
+ H+

H(COO)
(COOH)2

Terlihat bahwa jika

diperbesar dalam larutan jenuh akan mengurangi

dengan terbentuknya

dan (COOH)2. Dengan demikian, penambahan

cukup tinggi, seluruh endapan bisa melarut. Kasus yang sama bisa terjadi pada endapan
barium karbonat bila asam klorida ditambahkan, bahkan setiap karbonat logan lainnya akan
mengalami penguraian bila diolah dengan asam.
Kita tinjau suatu garam MA dari asam lemah HA. Kesetimbangan yang harus
diperhatikan adalah MA

M+ + A-

HA + H2O

H3O + A-

Konsentrasi total (Ct) semua zat yang ada hubungannya dengan asam HA
Ct =

(1)

Ct =

..(2)

Bagian pada bentuk A- adalah


..(3)
= Ct 1

...(4)

Subsitusi persamaan 4 ke dalam Ks,diperoleh


Ks =

1Ct

. (5)

Tetapan hasilkali kelarutan efektif (Kef) diyatakan dengan persamaan


...........................................(6)
Harga Kef berubah-ubah dengan pH, karena ketergantungan pH pada1. Kef untuk garam
MA2 sebesar
.(7)
demikian pula untuk asam H2A, konsentrasi A2- dinyatakan dengan 2 Ct, sehingga
..(8)

...(9)
Logam yang membentuk sulfida dengan kelarutan lebih sedikit (Golongan II)
diendapkan oleh H2S dalam 0,10 HCl. Kemudian pH dinaikkan untuk mengendapkan logam
golongan III. Asam sulfida merupakan asam diprotik dan pernyataan untuk
menggunakan persamaan 8, akan tetapi tetapan kedua asam

dapat

demikian kecil

Ka1 = 1.10-7, Ka2 = 1.10-15, kedua suku pada pembilang diabaikan dibanding dengan kuadrat
konsentrasi ion hidrogen, hingga diperoleh ;
..................................(10)

=
[S2-] =

sehingga

[S2-] =

.(11)

Contoh 2. Hitung kelarutan molar CaF2 dalam larutan HCl dengan pH = 3,00, diketahui KS
CaF2 =4.10-11 dan Ka HF = 6.10-4.
Penyelesaian : Mulamula dicari

= 0,38 dan

= 0,14,

maka Kef =
CaF2

. Misalkan S = kelarutan, maka CaF2,


Ca2+

+ 2

= S dan konsentrasi total F dalam larutan, CF =

, sehingga dengan menggunakan persamaan 7 diperoleh (S)(2S)2 =2,9 x 1010

; S = 4,2 x 10-4.
Pengendalian pH dapat dilakukan dengan pengaturan keasaman dari pH sangat rendah

sampai dengan pH tinggi. pengaturan keasaman sistem pengendapan umumnya dilakukan


dengan tiga cara: (1) larutan dibuat dalam suasana asam kuat relatif pekat, (2) larutan di
buffer pada pH menengah dengan pereaksi NH3/NH4Cl; dan (3) larutan di buffer pada pH
tinggi dengan pereaksi HOAc/NH4OAc; NaOH/Na2O2.
b. Pengendapan dengan pereaksi sulfida.
Bila gas hidrogen sulfida dialirkan ke dalam larutan yang mengandung

ion-ion

logam, sulfida logam akan mengendap jika hasilkali konsentrasi ion logam dan ion sulfida
melampaui nilaihasil kali kelarutan. Oleh karena hidrogen sulfida merupakan asam lemah,
dengan dua tingkat disosiasi. Persamaan 11 memperlihatka bahwa

= 1.10-23/

dengan demikian korelasi antara konsentrasi ion hidrogen dan ion sulfida dapat dituliskan
menjadi pS = 23- 2 pH. Penurunan secara matematis, eksponen ion sulfida dapat dihitung
hingga pH di atas 8..
Contoh 3. Diketahui suatu larutan yang mengandung CuSO4 0.1M dan MnSO4 0,1M. Apa
yang terjadi jika (a) larutan diasamkan hingga tarcapai pH = 0 dan dijenuhkan dengan gas
H2S, (b) jika ditambahkan larutan amonium sulfida yang menyesuaikan pH menjadi 10?
Diketahgui KS CuS dan MnS masingmasing 1.10-44 dan 1,4.10-15 .
Penyelesaian,
a) dari gambar 3.1, pada pH = 0, nilai pS adalah 23, yakni

= 10-23M. karena

konsentrasi ionion logam adalah 10-1M untuk kedua zat, hasilkali konsentrasi ion adalah 1024

untuk kedua ion. Karena 10-24> 1,4.10-44, tembaga sulfida akan diendapkan, sedangkan

karena 10-24 1,4.10-15, mangan sulfida tak akan mengendap sama sekali. Jadi kita bisa
memisahkan tembaga dan mangan pada pH = 0
b) pada pH = 10, nilai pS adalah 4. Ini sesuai dengan

= 10-4M. hasilkali konsentrasi

untuk kedua ion logam adalah 10-5. Karena 10-5> 1,4.10-15>1.10-44, maka CuS dan MnS
keduanya akan mengendap pada kondisi demikian.

Pada pengendapan dengan pereaksi sulfida. Ionion logam seperti Ag+, Pb2+, Hg ,
Bi3+, Cu2+, Cd2+, Sn2+, As3+ dan Sb3+ membentuk sulfidasulfida pada segala kondisi, yaitu
dapat diendapkan dari larutan besifat asam kuat (pH = 0). Ionion logam lainnya seperti
Fe2+, Fe3+,Ni2+, Co2+, Mn2+ dan Zn2+ tak dapat diendapkan dari larutan asam, tetapi akan
membentuk sulfida dalam larutan yang netral atau bahkan sedikit asam (yang diberi buffer).
Pereaksi utama pada pengendapan sulfida adalah H2S, namun yang lebih aman adalah
larutan anion sulfida dari hidrolisis senyawa tioasetamida. Keuntungan pemisahan dengan
pereaksi sulfiada ialah cukup selektif, spesifik, sensitif, dan variasi kation yang diendapkan
cukup luas. Tabel 3 memperlihatkan kondisi keasaman pada berbagai pengendapan ion
logam.
No

Kondisi
Pengendapan*)
1, 2, 3, 4

Unsur

Kondisi tak mengendap

Hg(II), Cu(II), Ag(I)

As(IV), As(III), Sb(V), Sb(III)

1, 2, 3

Bi(III), Cd(II), Pb(II), Sn(II)

2, 3, 4

Sn(V)

2, 3

1, 4

Zn(II), Co(II), Ni(II)

3, 4

1, 2

Fe(II), Mn(II)

1, 2, 3

Tabel 3 pengendapan dengan pereaksi sulfida (skoog, 1982)


*)Kondisi meliputi (1) HCl 3M, (2) HCl 0,3M, (3) dibuffer sampai pH = 6 dengan asetat,
(4) dibuffer sampai pH = 9 dengan NH3/(NH4)2S.
c. Pengendapan dengan Pereaksi Anorganik lainnya.
Pereaksi larutan fosfat, karbonat, oksalat, klorida, hidroksida dan sulfat seringkali
digunakan sebagai pereaksi pengendap. Sebagai contoh pereaksi larutan ion iodida dalam
suasana asam dengan penambahan HNO3, dapat digunakan untuk memisahkan ion perak
terhadap ionion logam yang lain. Demikian juga pereaksa ion sulfat dapat digunakan untuk
memisahkan sekelompok kation, yakni timbal, barium, dan stronsium terhadap kelompok
kation lainnya.
Pembentukan endapan dapat dilakukan dengan menambahkan bahan pengendap tidak
dalam bentuk jadi, melainkan sebagai suatu senyawa yang dapat menghasilkan pengendapan
tersebut. Proses ini disebut Homogeneous precipitation,membutuhkan pemanasan larutan
analit untuk mendapatkan pemisahan yang baik. Tabel 4 memperlihatkan sebagai pengendap
anorganik sebagai Homogeneous precipitation.

No

Pengendap

Dari peraksi

Reaksi Pembentukan Pengendap

Yang diendapkan

OH

Urea

(NH2)2CO + 3H2O CO2 + 2NH4OH

Trimetil Fosfat

(CH3O)3PO + 3H2O 3H3OH + H3PO4

Etil oksalat

(C2H5O)2C2O4 + 2H2O 2C2H5OH + H2C2O4

Dimetil Sulfat

(CH3O)2 SO2 + 2H2O 2CH3OH + H2SO4

Asam trikhloro
osetat

Cl3CCOOH + 2OH CHCl3 + CO

Tioasemida

CH3CNSH2 + H2O CH3CNOH2 + H2S

1.
2
3

C2O

S=

Al,Fe,Sn,Th,Bi,Ga

+ 2H2O

Zr, Hf
Mg,Zn,Ca
Ba, Ca, Sr, Pb
La, Ba, Ra
Sb, Mo, Cu, Cd

Tabel 4 Pengendap dari Homogeneous precipitation


Proses fraksionasi dalam pemisahan dengan pereaksi anorganik, pada kondisi tertentu,
selalu terjadi. Misalnya pada suatu larutan ion klorida dititer dengan larutan baku perak nitrat
dan ditambahkan sedikit kalium dikromat sebagai indikator. Maka akan terbentuk garam
perak klorida (putih) dan perak kromat (merah). Dalam campuran larutan terdapat dua
keseimbangan dengan Ks AgCl = 1,5.10-10 dan Ks Ag2CrO4 = 2,4.10-12.
Rasio Cl dengan CrO yang harus dicapai adalah Cl =
CrO =

, maka

dan

= 1/7,

sehingga Cl = 1/7 CrO ................................................ (12)


Persamaan (12) menunjukkan bahwa konsentrasi ion dikromat lebih besar dari ion
klorida dalam larutan, sehingga penambahan ion Ag+ akan terjadi endapan AgCl lebih dahulu
kemudian Ag2CrO4. Batas konsentrasi ion klorida yang berada dalam larutan pada mana
perak kromat mulai mengendap dapat dijelaskan dari campuran larutan 0,1M NaCl dan
0,02M K2CrO4 yang dititer dengan AgNO3. Berdasarkan persamaan (12), maka
minimum dapat dicari :
= 0,28. 10-3 = 2,8. 10-4M.
Hal ini berarti, ion klorida tinggal hanya sedikit dalam larutan, sebab telah mengendap
sebagai AgCl sebelum perak kromat terbentuk.
d. Pengendapan dengan pereaksi organik
Terdapat sejumlah zat organik yang dapat di gunakan untuk mengendapkan kation
ataupun anion. Ada dua jenis bahan pengendap organik, yaitu (1) yang membentuk khelat
netral dan (2) yang membentuk garam. Kebanyakan pengendap organik tergolong pembentuk
khelat.
Khelat mudah larut dalam pelarut organik seperti, karbontetraklorida dan kloroform.
kerapatan kecil, berwarna, kuat, dan endapan mudah dikeringkan pada suhu rendah. Tetapi

pada saat dicuci endapan merayap naik pada kertas saring dan alat gelas, sehingga
memungkinkan terjadi kehilangan endapan. Penggunaan pereaksi pengendap organi memiliki
keuntungan dan kerugian sebagai berikut:
Keuntungan
1. Pengendapan ion logam secara kuantitatif, sebab kebanyakan khelat yang terbentuk tidak
larut dalam air.
2. Berat molekut besar, sehingga sedikit saja kation dapat mengahasilkan bobot endapan
besar.
3. Cukup selektif atau apesifik, apalagi dengan pengaturan pH dan pemakaian masking agent
4. Endapan sering kasar, meruah dan bervolume besar, sehingga mudah ditangani.
Kerugian
1. Kelebihan pereaksi bisa menimbulkan kontaminasi pada endapan.
2. Susunan endapan kurang menentu, sehingga kesulitan dalam

pengeringan, beberapa

khelat menguap pada suhu yang diperlukan menghilangkan air.


3. Terjadi pengapungan ketika dicuci sehingga merayap naik ke atas sisi bejana.
Elektrogravimetri
Elektrogravimetri atau elektrodeposisi (pengendapan secara elektrolit) merupakan
cara yang sangat berguna untuk menyempurnakan pemisahan. Pemisahan terjadi dalam
proses elektrolisa, kation tereduksi dan mengendap.
Jika dikehendaki arus tetap dalam proses elektrolisa, maka tegangan harus dinaikkan
terus-menerus. Cara elektrolisa demikian disebut constant current-Elektrolysis. Cara ini
kurang bagus sebab (1) tidak dapat memisahkan kation-kation yang berdekatan letaknya
dalam deret volta (2) tidak dapat dipakai untuk kation-kation yang terlalu jauh letaknya di
muka H dalam deret volta. Tapi cara ini baik untuk analisa Cu2+.
Cara yang lebih disukai ialah Constant Cathode-Potential Electrolysis. Pengaturan
potensial antara kedua elektroda sel elektrolisa secara terus-menerus, tetapi sedemikian rupa
sehingga potensial katoda itu sendiri tetap nilainya menurut yang kita tentukan. Cara tersebut
cocok untuk pemisahan campuran logam. Misalnya larutan berisi Cu(II), Bi(III), Rb(II),
Cd(II), Zn(II) dan Sn(II), maka logam yang bersangkutan dapat diendapkan satu persatu
secara bergantian.
Elektrodeposisi yang paling luas penggunaannya adalah polarografi yaitu suatu
bentuk elektrolisa yang menggunakan elektroda kerja berbentuk suatu micro electrode berupa
merkuri tetes. Katoda merkuri tersebut berfungsi menghilangkan berbagai ion logam sebelum
larutan yang tertinggal dianalisis. Pada umumnya, logam-logam yang lebih mudah direduksi

daripada logam seng, akan mengendap secara baik pada raksa. Logam-logam aluminium,
berilium, logam alkali dan alkali tanah akan tertinggal dalam larutan. Potensial yang
diperlukan utuk penurunan konsentrasi ion dengan pada tingkat yang diinginkan dapat
dihitung langsung dari data polagrafiknya.
Rangkuman
Endapan didefinisikan sebagai jumlah konsentrasi yang sama dengan konsentrasi
molar dari larutan jenuh suatu endapan. Kelarutan bergantung pada suhu, tekanan, kemurnian
larutan dan komposisi pelarut.
zat-zat lain, adanya

Kelarutan bergantung juga pada sifat dan konsentrasi

ion-sekutu dan ion asing memberikan efek yang berbeda terhadap

kelarutan.
Jika reaksi umum dinyatakan sebagai AaBb
Ks =

aAm+ + bBn-, maka

, Rumus umum tersebut menujukkan bahwa, hasilkali kelarutan

konsentrasi ion-ion pembentuk endapan jenuh yang sangat sedikit larut, pada setiap suhu
tertentu adala h konstan.
Terdapat perbedaan yang cukup besar diantara kelarutan hidroksida-hidroksida,
oksida-oksida dari berbagai macam unsur, sifat ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan
pemisahan de ngan cara pengendapan. Proses pemisahan melalui pengaturan pH, dapat
dilakukan dengan pengaturan keasaman dari pH sangat rendah sampai dengan pH tinggi.
pengaturan keasaman sistem pengendapan umumnya dilakukan dengan tiga cara: (a) larutan
dibuat dalam suasana asam kuat relatif pekat, (b) larutan di buffer pada pH menengah dengan
pereaksi NH3/NH4Cl; dan (3) larutan di buffer pada pH tinggi dengan pereaksi
HOAc/NH4OAc; NaOH/Na2O2.
Pengendapan dengan pereaksi sulfida dapat dinyatakan sebuah korelasi antara
konsentrasi ion hidrogen dan ion sulfida dalam bentuk pS = 23- 2 pH. Penurunan secara
matematis, eksponen ion sulfida dapat dihitung hingga pH di atas 8. Selain dari pereaksi
sulfida, pengendap anorganik lainnya dapat digunakan. Umumnya adalah OH yang cocok
mengendapkan logam Al,Fe,Sn,Th,Bi,Ga.
kan Mg,Zn,Ca.

mengendapkan Zr, Hf. C2O

mengendapkan Ba, Ca, Sr, Pb dan

mengendap-

menendapkan La, Ba, Ra.

Pengendapan dengan pereaksi organik memiliki dua karakter (1) yang membentuk
khelat netral dan (2) yang membentuk garam. Pereaksi jenis ini memiliki keuntungan (1)
pengendapan ion logam secara kuantitatif, sebab kebanyakan khelat yang terbentuk tidak
larut dalam air, (2) berat molekut besar, sehingga sedikit saja kation dapat mengahasilkan
bobot endapan besar (3) cukup selektif atau apesifik, apalagi dengan pengaturan pH dan

pemakaian masking agent dan (4) endapan sering kasar, meruah dan bervolume besar,
sehingga mudah ditangani.
Disamping itu juga memiliki kerugian antara lain (1) kelebihan pereaksi bisa
menimbulkan kontaminasi pada endapan (2) susunan endapan kurang menentu, sehingga
kesulitan

dalam

pengeringan, beberapa khelat menguap pada suhu yang diperlukan

menghilangkan air (3) terjadi pengapungan ketika dicuci sehingga merayap naik ke atas sisi
bejana.
Tugas
a. Give various type of organic reagent which is often used, it can form the chelat with
the cation and salt precipitation.
b. You have to elaborate about (1) conditions for analytical precipitation, (2) impurities
in precipitation, (3) washing, filtering and drying the precipitation.
c. Calculation
1)

Orthophosphate (PO43-) is determined by weighing as ammonium phosphomolybdate,


(NH4)3PO4.12MoO3. Calculate the percent P in the sample and the percent P2O5 if 1.1682 g
precipitate were obtained from a 0.2711 g sample.

2) A mixture containing only FeCl3 and AlCl3 weighs 5.95 g. The chlorides are converted to the
hydrous oxides and ignited to Fe2O3 and Al2O3. The oxide mixture weighs 2.62 g.Calculate
the percent Fe and Al in the original mixture.

Soal-Soal Latihan
1. Sebutkan dan jelaskan
a. Dasar utama pemisahan dengan cara pengendapan
b. Cara-cara pemisahan dengan pengendapan
2. Jelaskan keuntungan dan kerugian apa saja pada penggunaan pengendap organik.
3. Campuran ion Ag(I), Hg(II), Al(III) dan Fe(III) ingin dipisahkan satu sama lain, uraikan cara
yang harus dilakukan.
4. Hitung kelarutan CaC2O4 dalam suatu larutan HCl dengan pH 3,0 diketahui Ks = 2.10-9, Ka1
= 6,5. 10-2, Ka2 = 6,1. 10-5.

5.

100 ml sebuah larutan MS 0,10M terhadap Ca2+ dan Mn2+ dan 0,20M terhadap H3O+
dijenuhkan dengan H2S. (a) Tunjukkan sulfida logam mana mengendap. KS CuS adalah 4 x
10-38, dan MS adalah 1 x 10-16 (b) Berapakah seharusnya konsentrasi ion hidrogen agar MnS
mulai mengendap.

6.

Hitung pH pada saat hidroksida-hidroksida berikut mulai mengendap, jika larutan 0,1 M
terhadap tiap kation; Fe(OH)3 Ks = 1.10-36 dan Mg (OH)2 Ks =1.10-11.

7.

Diberi suatu larutan ZnCl2 0,01 M. Berapakah pH terendah pada mana ZnS dapat
diendapkan.

8.

Suatu larutan mengandung ion-ion Mn2+, Fe2+, Pb2+ dan Zn2+ dengan masing-masing
konsentrasi 0,01 M dalam suasana asam 0,1 M HCl. Ion-ion manakah yang akan terpisah
sebagai endapan bila ke ke dalam larutan tadi dialiri gas H2S hingga konsentrasi S2- mencapai
1,3. 10-19M. Diketahui Ks MnS = 1. 10-15,
ZnS = 4,5. 10-24 .

Ks FeS = 1. 10-19, Ks PbS = 1. 10-29 dan Ks