Anda di halaman 1dari 29

Makalah Sistem Penambangan

I. PENGANTAR

1.1 Kontribusi Pertambangan Untuk Peradaban


Kegiatan pertambangan telah dimulai sejak keberadaan manusia di dunia ini.
Demikian tuanya, sehingga pertambangan (yang dilakukan dengan maksud untuk
memanfaatkan sumberdaya mineral yang terdapat di bumi demi kesejahteraan manusia)
diyakini sebagai ikhtiar kedua yang dilakukan manusia, setelah kegiatan pertanian /
agrikultur.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa acapkali era budaya (cultural ages of man)
diasosiasikan dengan penemuan dan pemanfaatan mineral, antara lain: zaman batu (stone
age, sebelum 4000 SM), zaman tembaga (Bronze age, 4000 - 1500 SM), zaman besi (Iron
age 1500 SM - 1780), zaman Baja (Steel age 1780 1945 M), dan zaman nuklir
(Nuclear age sejak 1945 M). Dalam pelaksanaannya, kegiatan pertambangan di suatu
daerah akan memberikan dampak terhadap lingkungannya, baik dampak positif maupun
negatif. Kontribusi positif dari industri pertambangan antara lain :

1. Menambah pendapatan dan devisa negara


2. Dapat meningkatkan kondisi sosial, ekonomi, budaya dan kesehatan masyarakat
daerah disekitarnya
3. Membuka kesempatan kerja dan berusaha
4. Memberi kesempatan alih teknologi
5. Berperan sebagai pusat pengembangan wilayah (community & regional
development)

Makalah Sistem Penambangan

Disamping kontribusi positif di atas, industri pertambangan dapat pula mengakibatkan


dampak negatif, antara lain :

1. Mengubah morfologi dan fisiologi daerah tersebut (tata guna lahan)


2. Berpeluang merusak lingkungan, karena
a. Kesuburan tanah dapat berkurang / hilang
b. Mengurangi vegetasi, sehingga dapat menimbulkan kegundulan hutan, longsor
dan erosi
c. Flora dan fauna rusak, sehingga ekologi juga rusak
d. Mencemari sungai
e. Polusi suara dan udara (debu dan kebisingan)
3. Dapat menimbulkan kesenjangan sosial, ekonomi dan budaya di wilayah
setempat.
Untuk itu, sebelum memulai kegiatan pertambangan, terlebih dahulu harus dilakukan
telaah untuk mendapatkan metode penambangan yang sesuai, menguntungkan dan
berwawasan lingkungan.

1.2 Keuntungan dan Kerugian Tambang Terbuka

Pemilihan metode penambangan dilakukan berdasarkan pada metode yang dapat


memberikan keuntungan optimum dan bukan pada dangkal dalamnya letak endapan
bahan galian tersebut, serta mempunyai perolehan tambang (mining recovery) yang
terbaik. Keuntungan dari tambang terbuka antara lain :
1. Ongkos penambangan per ton atau per bcm endapan mineral/bijh lebih murah karena
tidak perlu adanya penyanggaan, ventilasi dan penerangan.
2. Kondisi kerjanya baik, karena berhubungan langsung dengan udara luar dan sinar
matahari.
3. Penggunaan alat-alat mekanis dengan ukuran besar dapat lebih leluasa, sehingga
produksi bisa lebih besar.
4. Pemakaian bahan peledak bisa lebih efisien, leluasa dan hasilnya lebih baik, karena :
a. Adanya bidang besar (free face) yang lebih banyak.
2

Makalah Sistem Penambangan

b. Gas-gas beracun yang ditimbulkan oleh peledakan dapat dihembuskan angin


dengan cepat.
5. Perolehan tambang (mining recovery) lebih besar, karena batas endapan dapat dilihat
dengan jelas.
6. Relatif lebih aman, karena adanya yang mungkin timbul terutama akibat kelongsoran.
7. Pengawasan dan pengamatan mutu bijih (grade control) lebih mudah.

Kerugian dari tambang terbuka antara lain :


1. Para pekerja langsung dipengaruhi oleh keadaan cuaca, dimana hujan yang lebat atau
suhu yang tinggi mengakibatkan efisiensi kerja menurun, sehingga hasil kerja juga
menurun.
2. Kedalaman penggalian terbatas, karena semakin dalam penggalian akan semakin
banyak tanah penutup (overburden) yang harus digali.
3. Timbul masalah dalam mencari tempat pembuangan tanah yang jumlahnya cukup
banyak.
4. Alat-alat mekanis letaknya menyebar.
5. Pencemaran lingkungan hidup relatif lebih besar.

Makalah Sistem Penambangan

2. KLASIFIKASI METODE PENAMBANGAN


2.1 Klasifikasi Metode Penambangan
Beberapa ahli tambang telah melakukan klasifikasi metode penambangan terbuka
dan bawah tanah antara lain : Peele (1941), Young (1946), Lewis dan Clark (1964).
Dasar dari pembagian metoda ini adalah beberapa kombinasi subyektif dari spasial,
geologi dan faktor geoteknik. Sedangkan beberapa skema saat ini dikenalkan lebih
kuantitatif atau memiliki pendekatan sistem tetapi menggunakan dasar pendekatan yang
sama seperti Peele adalah Morrison dan Russel (1973), Boshkov dan Wright (1973),
Thomas (1978), Nicholas (1981) dan Hamrin (1982).
Secara garis besar, metode penambangan dapat digolongkan menjadi 3, yaitu :
1. Tambang terbuka (surface mining)
2. Tambang dalam / bawah tanah (underground mining)
3. Tambang bawah air (underwater mining / marine mine)
Tambang

terbuka

adalah

metode

penambangan

yang

segala

aktivitas

penambangannya dilakukan di atas atau relatif dekat dengan permukaan bumi, dan
tempat kerjanya berhubungan langsung dengan udara bebas. Tambang bawah tanah
adalah metode penambangan yang segala kegiatan atau aktivitasnya dilakukan di bawah
permukaan bumi, dan tempat kerjanya tidak langsung berhubungan dengan udara luar.
Tambang bawah air adalah metoda penambangan yang kegiatan penggaliannya dilakukan
di bawah permukaan air atau endapan mineral berharganya terletak di bawah permukaan
air. Dengan semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
diaplikasikannya berbagai cara baru dalam usaha mengambil bahan galian, saat ini yang
diperlukan suatu klasifikasi metode penambangan yang mempunyai ciri (Hartman, 1987):
1. Umum (dapat diaplikasikan pada tambang terbuka atau bawah tanah, untuk semua
komoditi tambang, batubara atau non batubara).
2. Meliputi metoda yang sedang berjalan dan metode baru (novel) yang sedang
dikembangkan tetapi belum dapat dibuktikan secara keseluruhan.
3. Mengenali perbedaan kelas metoda yang besar dan biaya relatif.
4

Makalah Sistem Penambangan

Kategori yang digunakan oleh Hartman adalah :


a. Dapat diterima (acceptance): tradisional atau baru
b. Lokal untuk tambang terbuka (atau tambang bawah tanah)
c. Kelas dan sub kelas
d. Metode

Makalah Sistem Penambangan

Tabel 2.1. Klasifikasi Metode Penambangan


AKSEPTANSI

KELAS
Mekanis
(Mechanical)

SUBKLAS

Tambang Terbuka
(Surface Mining)
Placer
Aqueous
TRADISIONAL

Solution

Unsupported

Tambang Bawah Tanah


(Underground Mining)

NOVEL

Supported

Caving

METODE

KOMODITAS

*Open Pit Mining

Metal, Nonmetal

Quarry
*Open Cast Mining
Auger Mining
Hydraulicking
Dredging
Borehole Mining
Leaching
*Room & Pillar
Mining
*Stope & Pillar
Mining
Shrinkage Stoping
*Sublevel Stoping
Cut and Fill Stoping
Stull Stoping
Square Set Stoping
*Longwall Mining
Sublevel Caving
*Block Caving
Rapid Excavation
Automation, Robotics
Hydraulic Mining
UG Gasification
Underground
Retorting
Ocean Mining
Nuclear Mining
Extraterrestrial Mining

Nonmetal
Coal, Nonmetal
Coal
Metal, Nonmetal
Metal, Nonmetal
Nonmetal
Metal

Catatan : Tanda * menunjukkan metode paling penting dan paling sering digunakan
Sumber : Hartman, 1987

Coal, Nonmetal
Metal, Nonmetal
Metal, Nonmetal
Metal, Nonmetal
Metal
Metal
Metal
Coal
Metal
Metal
Noncoal
All
Coal, Softrock
Coal
Hydrocarbons
Metal
Noncoal
Metal, Nonmetal

Makalah Sistem Penambangan

2.2 Parameter Untuk Menggunakan Tambang Terbuka


Pemilihan metode penambangan didasarkan pada keuntungan terbesar yang akan
diperoleh. Pada awalnya pemilihan metode penambangan di dasarkan pada letak endapan
relatif terhadap permukaan dangkal atau dalam), serta mempunyai perolehan tambang
yang terbaik dengan memperhatikan karakteristik unik di daerah yang akan ditambang
(meliputi : alamiah, geologi, lingkungan, dll).

(The cardinal rule or mine exploitation is to select a mining method that best matches the
unique characteristics (natural, geologic, environmental, etc) ot the mineral deposit
being mined, within the limits imposed by safety, technology, and economics, to yield the
lowest cost and return the maximum profit.)
Faktor- faktor yang mempengaruhi pemilihan sistem penambangan adalah sebagai
berikut :

1. Karakteristik spasial dari endapan


Faktor-faktor ini bisa jadi merupakan determinan terpenting, sebab sangat
mempengaruhi dalam pemilihan suatu daerah akan ditambang dengan tambang
terbuka atau bawah tanah, laju produksi, pemilihan metode penanganan material dan
lay-out tambang dari cebakan.

a. Ukuran (dimensi : tebal dan penyebaran)


b. Bentuk (tabular, lentikular, massiv, atau irregular)
c. Attitude (inklinasi dan dip)
d. Kedalaman (nilai : rata-rata dan ekstrim, nisbah pengupasan-SR)
2. Kondisi Geologi dan Hidrogeologi
Karakteristik geologi dari mineral dan batuan induknya sangat mempengaruhi
pemilihan metode penambangan, khususnya dalam pemilihan antara metode selektif
atau tidak. Hidrologi mempengaruhi sistem drainase dan pompa yang diperlukan.
Sedangkan mineralogi mempengaruhi cara pengolahan mineral.

Makalah Sistem Penambangan

a. Mineralogi dan petrografi (sulfida dan oksida)


b. Komposisi kimia dan kualitas (bahan tambang primer dan produk samping byproduct ; untuk batubara : CV, TM, Ash, S)
c. Struktur geologi (lipatan, patahan, diskontiniu, intrusi)
d. Bidang lemah (kekar, retakan, cleavage dalam endapan bijih / cleats dalam
batubara)
e. Keseragaman, alterasi, oksidasi, erosi (zona dan batas)
f. Air tanah dan hidrologi

3. Sifat-sifat Geoteknik (mekanika tanah dan batuan) untuk bijih dan batuan
sekelilingnya. Sifat mekanis dari material endapan dan batuan sekitarnya merupakan
faktor kunci dalam pemilihan peralatan pada tambang terbuka (pada tambang bawah
tanah hal ini berpengaruh pula pada kelas metoda yang dipilih : unsupported,
supported, atau caving)
a. Sifat elastik (kekuatan, modulus elastis, nisbah Poisson, dll)
b. Perilaku elastik atau viskoelastik (flow, creep)
c. Keadaan tegangan (tegangan awal, induksi)
d. Konsolidasi, kompaksi dan kompetensi
e. Sifat-sifat fisik lainnya (bobot isi - SG, voids, porositas, permeabilitas,
kandungan lengas - moisture content)
4. Konsiderasi Ekonomi
Faktor-faktor ini akan mempengaruhi hasil, investasi, aliran kas, masa pengembalian
dan keuntungan
a. Cadangan (tonase dan kadar / kualitas)
b. Laju produksi (produksi per satuan waktu)
c. Umur tambang
d. Produktivitas (produksi per satuan pekerja dan waktu, missal ton/karyawan-shift)
e. Perbandingan ongkos penambangan untuk metode penambangan yang cocok

Makalah Sistem Penambangan

5. Faktor Teknologi
a. Perolehan tambang (mine recovery)
b. Dilusi (jumlah waste yang dihasilkan dengan bijih / batubara)
c. Ke-fleksibelitas-an metode dengan perubahan kondisi
d. Selektivitas metode untuk batubara dan waste
e. Konsentrasi atau dispersi dari pekerjaan
f. Modal, pekerja, dan intensitas mekanisasi
6. Faktor Lingkungan
a. Kontrol bawah tanah
b. Penurunan permukaan tanah (subsidence)
c. Kontrol atmosfir (kontrol kualitas, kontrol panas dan kelembaban, serta untuk
tambang bawah tanah : ventilasi,)
d. Kekuatan pekerja (pelatihan, recruitment , kondisi kesehatan dan keselamatan
kerja, kehidupan dan pemukiman)

Obyektif dasar di dalam pemilihan suatu metode penambangan suatu endapan


mineral tertentu adalah merancang suatu sistem eksploitasi yang paling cocok di bawah
suatu lingkungan yang aktual (Hamrin, 1982 dalam Hartman, 1987). Sering kali
pengalaman memainkan peranan penting dalam pengambilan keputusan. Akan tetapi,
pencapaian solusi optimal biasanya difasilitasi dengan menggunakan evaluasi kuantitatif
dan kerekayasaan, mencakup teknik penelitian operasi (operation research), ditambah
dengan komputerisasi pemrosesan data dan informasi. Evaluasi kerekayasaan dapat
dibagi dalam tiga tingkatan, yaitu :

Studi konseptual (conceptual study)

Studi kerekayasaan (engineering study)

Studi desain detail (detailed design study)

Makalah Sistem Penambangan

2.3 Macam macam Tambang Terbuka


Yang dimaksud dengan tambang terbuka adalah metode penambangan yang segala
kegiatannya atau aktvitasnya dilakukan di atas atau relatif dekat dengan permukaan bumi,
dan tempat kerjanya berhubungan langsung dengan udara luar.

2.3.1

Pengelompokkan Metode Tambang Terbuka Berdasarkan Jenis Endapan


Secara umum dapat dikelompokkan kedalam 4 (empat) metode :
1) Open pit/open cast/open cut/open mine
2) Quarry
3) Strip Mine
4) Alluvial Mine

A. Open pit/open cast/open cut

Metode ini biasanya diterapkan untuk menambang endapan-endapan bijih (ore).


Secara umum metode ini menggunakan siklus operasi penambangan yang
konvensional, yaitu : pemecahan batuan dengan pemboran dan peledakan, diikuti
operasi penanganan material penggalian, pemuatan dan pengangkutan. Perbedaan
antara open pit dengan open cut/open mine/open cast dicirikan oleh arah
penggalian/arah penambangan. Disebut open pit apabila penambangannya dilakukan
dari permukaan yang relatif mendatar menuju ke arah bawah dimana endapan bijih
tersebut berada. Disebut open cut/open cast/open mine apabila penggalian endapan
bijih dilakukan pada suatu lereng bukit. Jadi penerapan open pit atau open cut sangat
tergantung pada letak atau bentuk endapan bijih yang akan ditambang. Salah satu
contoh metode open pit/open cast adalah seperti yang diterapkan di PT. Freeport
Indonesia dan PT Bumi Suksesindo.

10

Makalah Sistem Penambangan

(a)

(b)

Gambar 2.1. (a) Open Pit PT. Freeport Indonesia, (b) PT Bumi Suksesindo

Gambar 2.2. Open Pit dan Open Cast

11

Makalah Sistem Penambangan

B. Quarry (Kuari)

Kuari adalah suatu metode tambang terbuka yang ditetapkan untuk menambang
endapan-endapan bahan galian industri atau mineral industri. Berdasarkan letak
endapan yang digali atau arah penambangannya secara garis besar kuari dapat
dibagi menjadi dua golongan, yaitu :
1. Side hill type, diterapkan untuk menambang batuan atau endapan mineral
industri yang letaknya di lereng bukit atau endapannya berbentuk bukit.
Berdasarkan jalan masuk ke pemuka penambangan dibedakan menjadi dua,
yaitu :
a. Jalan masuk berbentuk spiral
b. Jalan masuk langsung
2. Pit type, diterapkan untuk menambang batuan atau endapan mineral industri
yang terletak pada suatu daerah yang relatif datar. Jadi tempat kerjanya
(front) digali ke arah bawah sehingga membuat cekungan (pit). Berdasarkan
jalan masuk ke pemuka kerja, memiliki tiga kemungkinan jalan masuk, yaitu:
a. Jalan masuk spiral
b. Jalan masuk langsung
c. Jalan masuk zig-zag

Gambar 2.3. Tambang Quarry Agregat


12

Makalah Sistem Penambangan

C. Strip Mine
Yang dimaksud dengan strip mine adalah sistem tambang terbuka yang
diterapkan untuk menambang endapan-endapan sedimenter yang letaknya
kurang lebih mendatar, misalnya tambang batubara, tambang-tambang garam,
dan lain-lain.

D. Alluvial Mine
Adalah tambang terbuka yang diterapkan untuk menambang endapan-endapan
alluvial, misalnya tambang bijih timah, pasir besi, dan lain-lain. Berdasarkan
cara penggaliannya, maka alluvial mine dapat dibedakan menjadi tiga macam,
yaitu :
a. Tambang semprot (hydraulicking)
b. Penambangan dengan kapal keruk (dredging)
c. Manual mining method

1) Tambang semprot
Sesuai dengan namanya, penggalian endapan pada tambang semprot dilakukan
dengan menggunakan semprotan air yang bertekanan tinggi dengan
menggunakan alat penyemprot yang dinamakan monitor atau water jet atau
giant. Kekuatan tekanan disesuaikan dengan jenis material yang digali.
Tekanan ini bisa sampai 10 atm.Syarat utama pemakaian cara penambangan
dengan tambang semprot adalah harus tersedia banyak air, baik untuk
penggaliannya maupun untuk pengolahannya.

13

Makalah Sistem Penambangan

Gambar 2.4. Tambang Semprot di PT Tambang Timah

2) Penambangan dengan kapal keruk


Cara penambangan ini digunakan bila endapan terletak di bawah permukaan
air, misalnya di lepas pantai, sungai, danau atau lembah yang tersedia banyak.
Sistem penggalian dengan kapal keruk dapat dibedakan menjadi tiga macam,
yaitu :
a. Sistem tangga, yaitu pengerukannya dengan membuat atau membentuk
tangga atau jenjang.
b. Sistem tekan, yaitu cara pengerukan dengan menekan tangga sampai pada
kedalaman tertentu, kemudian maju secara bertahap tanpa membentuk
tangga.
c. Sistem kombinasi, yaitu gabungan dari kedua sistem di atas.

Berdasarkan dari tempat kerjanya, maka penambangan kapal keruk dapat


dibedakan menjadi kapal keruk darat dan kapal keruk laut. Alat-alat yang
dipakai pada penambangan kapal keruk berdasarkan alat galinya dibedakan
menjadi tiga, yaitu :
a. Multy bucket dredge, kapal keruk yang alat galinya berupa rangkaian
mangkok (bucket)
14

Makalah Sistem Penambangan

b. Cutter suction dredge, alat galinya berupa pisau pemotong yang


menyerupai mahkota.
c. Bucket wheel dredge, alat galinya dilengkapi dengan timba yang berputar
(bucket wheel)
3) Manual mining method
Cara penambangan ini sangat sederhana dengan menggunakan tenaga manusia
hampir tidak memakai alat mekanis. Cara ini biasanya dilakukan oleh rakyat
setempat atau oleh kontraktor-kontraktor kecil. Biasanya endapan yang
ditambang bentuknya :
a. Ukuran atau jumlah cadangannya kecil
b. Letaknya tersebar dan terpencil
c. Endapannya cukup kaya

Alat penambangan yang biasanya dipakai adalah :


a. Pan / bate l dulang
b. Racker (cradle)
c. Longtom
d. Sluice box

Gambar 2.5. Kapal Keruk Rasep di PT Tambang Timah


15

Makalah Sistem Penambangan

2.3.2

Pengelompokan

Metode

Tambang

Terbuka

Berdasarkan

Proses

Penambangannya

Sedangkan

pengelompokkan

yang

lain

berdasarkan

pada

proses

penambangannya, berhubungan dengan air atau tidak, yaitu :


a. Metode ekstraksi secara mekanik
b. Metode ekstraksi dengan air (Aqueous)

A. Metoda ekstraksi secara mekanik


Penambangan endapan bijih, batubara atau batuan yang dilakukan
dipermukaan dikenal sebagai tambang terbuka. Jadi metoda ini prinsipnya
berdasarkan pada permukaan. Metoda ekstraksi mekanik yang menggunakan
proses mekanik pada lingkungan yang kering dapat dibedakan atas :

1) Open pit mining


2) Kuari
3) Open cast mining
4) Auger mining

Keempat metoda ini adalah diterapkan pada 90% dari produksi permukaan.
Secara luas, metode open pit dan open cast menggunakan siklus operasi
penambangan yang konvensional; pemecahan batuan dengan pemboran dan
peledakan, diikuti operasi penanganan material penggalian, pemuatan dan
pengangkutan. Pada quarry dan auger, peledakan merupakan kegiatan yang
selalu melekat bersamanya. Pada open pit mining, tanah penutup dikupas dan
ditransportasikan ke suatu daerah pembuangan yang tidak ada endapan
mineral dibawahnya, sedangkan open cast mining yang hampir sama
metodanya dengan open pit mining, tetapi berbeda pada satu hal yaitu : tanah
penutup tidak dibuang ke daerah pembuangan tetapi diangkut langsung ke
daerah yang berbatasan dan telah ditambang. Penambangan material disini
terdiri dari penggalian dan pengangkutan (casting), yang pada umumnya
16

Makalah Sistem Penambangan

dikombinasikan oleh suatu alat saja. Beberapa petunjuk praktis dari ukuran
jenjang dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 2.2 Ukuran Jenjang Berbagai Endapan


Endapan
Tembaga
Bijih besi
Non logam
Batubara

Tinggi Jenjang
ft
m
40 - 60
30 - 45
40 - 100
50 - 75

12 - 18
9 - 14
12 - 30
15 - 23

Lebar Jenjang
ft
m
80 - 125
60 - 100
60 - 150
50 - 100

24 - 38
18 - 30
18 - 45
15 - 30

Kemiringan
Lereng
50 - 60
60 - 70
50 - 60
60 - 70

Sumber : HARTMAN, 1987

Quarry hampir sama dengan open pit, tetapi jenjangnya pendek dan hampir
vertikal. Meskipun kuari selama ini diterapkan untuk bahan galian logam,
namun lebih disukai bila membatasi kuari untuk operasi batu berdimensi.
Jadi batu gamping yang di-crusher dihasilkan oleh open pit mine sedangkan
batu gamping berdimensi dihasilkan oleh kuari.

Gambar 2.6. Contoh Quarry

17

Makalah Sistem Penambangan

Auger mining adalah sebuah metode penambangan untuk permukaan dengan


dinding yang tinggi atau penemuan singkapan (outcrop recovery) dari batubara
dengan pemboran ataupun penggalian bukaan ke dalam lapisan di antara lapisan
penutup. Auger mining dilahirkan sebelum 1940-an adalah metode untuk
mendapatkan batubara dari sisi kiri dinding tinggi setelah penambangan
permukaan secara konvensional. Penambangan batubara dengan auger bekerja
dengan prinsip skala besar drag bitrotary drill. Tanpa merusak batubara, auger
mengekstraksi dan menaikkan batubara dari lubang dengan memiringkan
konveyor atau pemuatan dengan menggunakan loader ke dalam truk.
Penambangan dengan auger drilling merupakan salah satu metode rotary drilling.
Dimana tanah dibawa ke permukaan melalui pengaliran oleh alat auger. Bekas
lubang dibersihkan dan selalu stabil dalam formasi lepas walaupun tanpa
pembilasan air atau penggunaan semprotan air. Diameter lubang yang besar pada
tanah dan batuan yang tidak keras dapat dibor dengan cepat dan biaya yang murah
dengan auger drilling secara mekanis. Keuntungan menggunakan metode ini
adalah :

1) Dapat mencapai laju penetrasi yang tinggi


2) Volume perusakan tinggi dalam waktu yang singkat
3) Tingkat polusi suara rendah
4) Tidak memerlukan medium pembilas untuk membersihkan kompresor
ataupun pompa pembilas.

Pengembangan dan persiapan daerah untuk auger mining adalah tugas yang
mudah jika dilakukan bersamaan dengan pemakaian metode open cast atau open
pit. Setelah kondisi dinding tinggi, auger drilling dapat ditempatkan pada lokasi.
Kondisi endapan yang dapat menggunakan metode ini berdasarkan Pfleider
(1973) dan Anon (1979) adalah endapan yang memiliki bentuk tabular dan
berlapis, kemiringannya mendekati horisontal, keseragaman bijih tinggi, kadar
dapat sangat rendah dan kedalamannya dangkal (terbatas sampai ketinggian
dinding dimana auger ditempatkan). Semua aplikasi penambangan dengan
18

Makalah Sistem Penambangan

menggunakan auger, diterapkan pada dinding tinggi atau singkapan dari batubara
di daerah pegunungan dan dirangkaikan dengan metode penambangan open pit
atau open cast.

Gambar 2.7. Variasi dari Berbagai Open Pit Mining (Hartman, 1987)

Gambar 2.8. Auger Mining Pada Lapisan Batubara Dengan Kemiringan Lapisan
Yang Rendah (Salem Tool Inc.,1996)
19

Makalah Sistem Penambangan

Gambar 2.9. Auger Mining Pada Lapisan Batubara Dengan Kemiringan Lapisan
Yang Curam (Salem Tool Inc.,1996)

B. Metode Ekstraksi dengan Air (Aqueous)


Metode ini berhubungan dengan air atau cairan untuk memperoleh mineral
dari dalam bumi, baik dengan aksi hidrolik maupun dengan serangan cairan.
Masih sangat kurang pemakaiannya pada tambang terbuka. Ada 2 jenis
penambangan didalam metoda ini yaitu placer mining dan solution mining.
Placer mining menggunakan air untuk menggali, mentransportasi dan
mengkonsentrasikan mineral-mineral berat. Solution mining adalah metoda
yang membuat cair mineral-mineral sehingga dapat ditransportasikan dengan
menggunakan air atau cairan pelarut. Placer mining terdiri dari hydraulicking
dan dredging, sedangkan solution mining terdiri dari borehole extraction dan
leaching.

a. Placer Mining : Hydraulicking

Secara geologi, suatu endapan placer adalah suatu konsentrasi mekanik dari
mineral berat, yang dapat menjadi suatu endapan bijih jika menguntungkan
dari segi nilainya. Pada umumnya endapan ini adalah emas, intan, timah

20

Makalah Sistem Penambangan

(cassiterite), titanium (rutile), platina, tungsten (scheelite), kromit, magnetit


dan phospat. Placer diklasifikasikan oleh media sebagai aluvial (continental
detrital), eolian (angin), marin dan glacial. Dari segi lokasi, endapan ini
dikategorikan sebagai residual (aluvial), jenjang (samping bukit), stream
(fluvial), pantai, buried atau padang pasir. Kualitas yang berbeda dari
endapan placer sehingga memungkinkan dikategorikan sebagai ekstraksi
aqueous adalah (Daily, 1968):
1. Material di tempat memungkinkan terdesintegrasi oleh aksi tekanan air
(atau aksi mekanik ditambah hidrolik)
2. Ketersediaan / supply air pada head yang diperlukan
3. Ketersediaan ruang untuk penempatan waste
4. Konsentrasi berat adalah mineral yang berharga, memungkinkan ke
pengolahan mineral sederhana
5. Pada umumnya, gradient alamiah dan rendah sudah memungkinkan
transportasi hidrolik dari mineral.
6. Dapat mematuhi peraturan-peraturan lingkungan yangberhubungan
dengan air dan pembuangan waste.

Gambar 2.10. Metode Hydraulicking

21

Makalah Sistem Penambangan

Tinggi jenjang yang disemprot pada umumnya berkisar antara 5 - 15 m, tetapi


dapat mencapai 60m (MORRISON clan RUSSELL, 1973). Salah satu rancangan
monitor dapat dilihat sebagai berikut:
Diameter nozzle

: 40 - 150 mm

Tekanan head

: 30 - 140 atau 300 - 1400 Wa

Kecepatan alir volume

: 30 - 250 Ildetik

Kecepatan waterjet :
Pasir

0. 15 m/detik

Kerikil (gravel)

1.5 m/detik

Boulders

3.0 m/detik

Gambar 2.11. Hydraulicking (Tambang Semprot Di PT Tambang Timah)


22

Makalah Sistem Penambangan

b. Placer Mining: Dredging


Dredging adalah mesin tambang menerus yang ditemukan pertamakali. Dredging
adalah penggalian bawah air dari endapan placer. Dredges dapat dikiasifikasikan
sebagai berikut (TURNER, 1975)
1. Mekanik
a. Bucket line (endless chain of buckets revolving along ladder).
b. Bucket-wheel suction (buckets discharge in suction pipeline).
c. Dripper (showel, grapple, or dragfine mounted on barge).

2. Hidraulik
a. Suction (open intake suction line)
b. Cutter head (excavation by rotating cutter on suction line).

Gambar 2.12. Dredging hidrolik (Hartman, 1987)

23

Makalah Sistem Penambangan

Gambar 2.13. Dredging mekanik (Hartman, 1987)

24

Makalah Sistem Penambangan

c. Solution Mining : Borehole Extraction.

Bila produksi bijih konvensional menjadi lebih sulit dan lebih mahal, maka
daya tarik solution mining sebagai metoda eksploitasi meningkat. Solution
mining adalah salah satu metoda ekstraksi aqueous dimana mineral diperoleh
biasanya di tempat dengan dilarutkan, dicairkan, diluluhkan atau slurrying
meskipun beberapa persiapan atau eksploitasi di bawah tanah, tetapi hampir
semua operasi dilakukan di permukaan. Pada borehole mining, air diinjeksikan
melalui lubang bor ke dalam formasi mineral yang kemudian dilarutkan,
dicairkan atau sluffies menjadi mineral berharga dan dipompakan ke
permukaan melalui lubang bor. Kadang-kadang suatu reagen ditambahkan ke
air, yang membentuk leaching kimia. Contoh mineral yang dapat dieksploitasi
dengan borehole mining adalah : Evaporit (garam, potash, dan trona dengan
dissolusi, belerangdengan melting (frasch process), phospat, kaolin, oil sand;
batubara, gilsonite, uranium dengan slurrying (percobaan) dan uranium dan
liquate dengan leaching kimia.

25

Makalah Sistem Penambangan

Gambar 2.14. Solution Mining : Boreholes Extraction (Hartman, 1987)

Gambar 2.15. Solution Mining : Boreholes Extraction Tambang Uranium (Hartman, 1987)

26

Makalah Sistem Penambangan

d. Solution Mining : Leaching


Leaching adalah ekstraksi kimia dari metal atau mineral dari ikatan suatu
cadangan bijih sebaik dari material yang telah digali dan ditambang (SCHLITT,
1982). Proses pada dasarnya adalah kimiawi tetapi dapat juga proses bakteri
(beberapa bakteri beraksi sebagai katalis untuk mempercepat reaksi pada
leaching suffida). Jika ekstraksi dilakukan di tempat mineral tersebut maka
dinamakan leaching insitu, dan bila dilakukan di tempat penimbunan disebut
leaching timbunan (heap leaching) yang dan termasuk kategori metoda
penambangan sekunder. Leaching pada saat ini adalah proses kombinasi, karena
ditambahkan pada ekstraksi, hal itu dilengkapi benefication dalam tahap awal
dari pengolahan mineral (LASTRA, dan CHASE, 1984). Akibatnya, biaya
produksi cenderung relatif lebih rendah daripada metoda penambangan
konvensional. Sebagai perbandingan (Bhappu, 1982) menunjukkan untuk
tambang tembaga, biaya produksi total yang diperkirakan untuk metoda open pit
sekitar US $ 5,00 - US $ 6,80 / ton sedangkan leaching insitu sekitar US $ 3,60 US $ 4,40/ton. Aplikasi dari leaching insitu sejauh ini dibatasi pada tembaga
dari uranium, dengan emas dan perak dengan leaching timbunan. Studi
percobaan mengindikasikan bahwa banyak logam seperti mangan, emasperak,
alumunium, dan cobalt-nikel, adalah kandidat utama untuk leaching insitu
(Porter et.al, 1982). Leaching insitu dari lignite juga sedang diteliti (Sadler dan
Huang, 1981).

27

Makalah Sistem Penambangan

Gambar 2.16. Solution Mining : Leaching (Hartman, 1987)

28

Makalah Sistem Penambangan

Pustaka :
1. Crawfrod, H., 1979, Open Pit Mine Planning and Design, SME-AIME, 1979
2. Hartman, H.L., 1987, Introductory Mining Engineering, John Wiley and Sons,
New York
3. Irwandy Arief, Tambang Terbuka, Teknik Pertambangan ITB, Bandung

29