Anda di halaman 1dari 4

STIMULASI RESERVOIR

ACIDIZING
Digunakan untuk mengurangi kerusakan formasi disekeliling lubang bor pada
semua type reservoir. Pada formasi carbonat asam digunakan untuk membuat
aliran linier dengan perekahan.
Ada 3 type dasar acidizing berdasarkan laju injeksi dan tekanan injeksi :
1. Laju alir injeksi dengan tekanan < tekanan rekah formasi (Matrix
Acidizing).
2. Laju alir injeksi dengan tekanan > tekanan rekah formasi ( Fracture
Acidizing).
3. Treatment yang ke 3 yaitu Wash Acidizing (Soak Acidizing) digunakan
untuk membersihkan scale yang ada di tubing / perforasi.
* Proses kerja : mensirkulasi asam ke dalam tubing / perforasi.
MATRIX ACIDIZING
Digunakan untuk memperbaiki kerusakan diseputar lubang bor (karena drilling,
completion, workover, well killing fluid, flida injeksi). Karena luasnya permukaan
yang bersentuhan dengan asam dalam waktu yang pendek, maka sangat sukar
untuk mendapatkan jarak kedalaman beberapa ft dari lubang bor (pada batuan
reservoir sndstone, asuknya asam HF kurang dari 12 inch).
Faktor penting dalam perencanaan treatment adalah memperkirakan tingkat dari
penurunan productivity dan kerusakan yang terjadi. Yang perlu diperhatikan pada
perbaikan adalah kerusakan sistem pori batuan disekeliling lubang bor, hanya
diperlukan sedikit asam tetapi dengan penempatan merata.
FRACTURE ACIDIZING
Membuat saluran untuk kapasitas aliran yang cukup sehingga meningkatkan well
productivity. Dapat dilakukan pada formasi carbonat (tidak digunakan pada
lapisan sandstone). Permukaan rekahan bersentuhan (bereaksi) dengan asam
membuat saluran / channel aliran linier menuju lubang bor (pengaruh lain adalah
pada homogen atau tidaknya carbonat).

Adanya butiran pasir yang tidak dapat larut dan emulsi adalah dua masalah yang
sering dialami yang mengakibatkan tidak tercapainya kenaikan kapasitas aliran,
sehingga perlu ditambahkan surfactant dan polymer untuk mencegahnya.
WELL STIMULATION ACID
Terdiri dari : - Hydrochloric
- Hydrochloric Hydrofluoric
- Acetic
- Formic
- Fluoboric & Sulfamic (jarang digunakan)
Tujuan dari acid treatment adalah terjadinya reaksi asam dengan batuan formasi
dan material yang menghalangi aliran produksi sehingga membentuk larutan
garam yang dapat dialirkan ke permukaan / dipindahkan dari seputar lubang bor
sehingga tidak menghambat aliran.
Beberapa jenis asam (bila dengan batuan carbonat) :
-

HF (Hydrofluoric) yang membentuk CaF2

H2SO4 (Sulfuric) membentuk CaSO4

H3PO4 (Phosphoric) membentuk Ca(PO4)2

Asam seperti HCl (Hydrochloric), CH3COOH (Acetic) dan HCOOH (Formic)


sering digunakan karena garam yang terbentuk yaitu :
CaCl2, Ca(CH3OOH)2 dan Ca(COOH)2 mudah larut. HCl paling sering
digunakan karena relatif lebih murah. Sedangkan Acetic dan Formic digunakan
bila ada masalah korosi pada material yang digunakan / pada temperatur tinggi.
ACID STRENGTH
Hal ini berhubungan dengan pembentukan ion H+. HCl (asam un-organic / kuat)
akan membentuk H+ seluruhnya. Acetic dengan Formic (asam organic / lemah)
tidak membentuk ion H+ seluruhnya.
Asam kuat lebih korosive dibandingkan dengan asam lemah dan lebih reactive
terhadap crude oil, apalagi pada temperature tinggi. Ion H+ ini berhubungan
dengan tingkat keasaman / pH, yaitu :
pH = - log H+
pH < 7 : asam, pH > 7 : basa

(mole/lb)

Asam organic seperti Acetic dan Formic mempunyai H+ 0,01 0,001 lebih tinggi
dari HCl. Reaksi asam menurun dengan naiknya pH, sehingga reaksi HCl lebih
cepat.
HYDROCHLORIC ACID
Dilapangan biasanya digunakan 15% HCl (konsentrasi asam berkisar antara 5% 35%). HCl murni tidak berwarna (bila kekuningan dari besi yang terlarut). Akan
melarutkan limestone, chalk, dolomite dan carbonat lainnya.
ACETIC ACID (CH3COOH)
Termasuk asam lemah dengan reaksi lambat.
Ribuan gallon 10% acetic acid akan melarutkan 0,4 lb limestone. Lebih mahal
dari HCl, lebih mudah digunakan karena tidak cepat menimbulkan korosi tubing
dan casing pada penggunaan beberapa hari. Oleh sebab itu digunakan sebagai
fluida complesi pada proses perforasi dengan jenis batuan limestone.
Keutamaan lainnya :
- Acetic acid tidak berhubungan dengan endapan besi
- Tidak mengakibatkan kerapuhan dan kepatahan pada peralatan baja
- Tidak menimbulkan karat pada peralatan alumunium
- Tidak menimbulkan kerusakan pada peralatan yang diberi chrome.
FORMIC ACID (HCOOH)
Termasuk asam lemah dan mempunyai reaksi yang lambat. Tidak menimbulkan
korosi, mempunyai sifat yang sama dengan acetic acid. Sering ditambahkan pada
penggunaan HCl sebagai corrosion inhibitor.
HYDROFLUORIC ACID (HF)
Penggunaannya dikombinasikan dengan HCl. Perbandingan yang digunakan
adalah : 3% HF, 15% HCl 1,5% HF, 13,5% HCl 1,5% HF, 6% HCl dan 0,5%
HF, 3% HCl.
Biasa digunakan pada formasi sandstone untuk melarutkan clay yang masuk ke
dalam pori batuan yang berasal dari fluida drilling dan komplesi.
1000 gallon 4,2% HF akan melarutkan 700 lb clay. HF tidak digunakan untuk
formasi carbonat karena endapan CaF2 tidaka dapat larut.

Beberapa sistem digunakan untuk membangkitkan HF masuk ke dalam sistem


pori, seperti :
-

Claysol, mengubah sifat ion clay untuk mebangun HF dalam partikel clay.

Fluoboric, membangun HF dengan Hydrolisa.

Retarded HF, mengunakan alumunium fluoride pada hydrolisa untuk me