Anda di halaman 1dari 2

SILVIA

11700377 / 2011 C
TAKE HOME (OKSIDAN DAN ANTIOKSIDAN)

1. Mengapa pada kerusakan kompleks III atau kompleks IV dapat


meningkatkan produksi O2- (anion superoksida) ?
Kerusakann pada kompleks III atau kompleks IV dapat menyebabkan produksi anion
superoksida hal ini deisebabkan karena kurangnya pesediaan elektron. Agar tidak menjadi
radikal harus ada 4 elektron sehinggan anion superoksida tidak terbentuk.

2. Jelaskan

faktor

faktor

yang

dapat

menjadi

penyebab

tidak

terbentuknya koenzim Q tereduksi!


Terjadinya kerusakan pada kompleks I. Kompleks I Mempunyai pusat besi-sulfur yang
mentransfer elektron dari FMNH2 ke karier berikutnya yaitu Coenzim Q. Dimana
elektron yang terlibat dalam reaksi kompleks I akan digunakan untuk mereduksi koenzim
Q. amital, rotenone dan piericidin A akan menghambat kompleks I sehingga secara tidak
langsusng akan menghambat proses reduksi koenzim Q.

3. Mengapa elektron delocalization dapat mempengaruhi reaktivitas dari


suatu radikal bebas ? Jelaskan!
Delokalisasi elektron akan sangat mempengaruhi reaktivitas suatu radikal bebas. Saat
ikatan logam tersebut lemah dan mudah lepas sehingga elektron yang lepas akan
berikatan dengan yang lain yang kekurangan elektron bisa jadi akan menbuat atau
memproduksi primary ROS baru. Radikal bebas akan bertemu dengan non radikal
sehingga menghasilkan anion superoksida. Jika terus menerus seperti itu trjadi akibat
banyaknya milekukul bervalensi rendah makan anion superoksida juga akan semakin
banyak di produksi.

4. Mengapa ROS lebih sering menyerang PUFA dibandingkan dengan


MUFA? Jelaskan !

Jumlah radikal bebas yang terbentuk bergantung pada banyaknya ikatan rangkap yang
teroksidasi sehingga untuk sampel lemak yang kandungan asam lemak tak jenuh relatif
besar cenderung akan menghasilkan radikal bebas dalam jumlah besar. Asam lemak tak
jenuh yang mengandung ikatan rangkap lebih dari satu, terutama ikatan ikatan rangkap
terkonjugasi, akan lebih mudah teroksidasi. Hasil penelitian Van Rollins, et.al., (1984),
menunjukkan bahwa ester asam lemak bersifat lebih stabil daripada asam lemak bebas.
Namun demikian, panjang rantai karbon tidak signifikan mempengaruhi autoksidasi
asam lemak tak jenuh. Pada beberapa lemak nabati yang kaya akan ikatan rangkap tak
jenuh, semakin jauh posisi ikatan rangkap dari gugus karboksil, maka reaktivitasnya
semakin rendah. tingkat kerusakan lemak pada masing-masing sampel sangat
dipengaruhi oleh kandungan awal asam lemak tak jenuh ganda yang terdapat pada
masing-masing sampel seperti pada minyak ikan dimana komposisi asam lemak tidak
jenuh ganda relatif lebih besar dibandingkan dengan yang lain.

5. Mengapa pada tekanan O2 yang rendah peranan -tokoferol


tergantikan oleh -karoten? Jelaskan!
-karoten dan beberapa karotenoid dapat bertindak sebagai antioksidan dengan
menangkap (quenching) singlet oksigen atau memodifikasi radikal bebas karena
karotenoid mempunyai rantai panjang dengan beberapa ikatan jamak yang dapat bereaksi
dengan radikal bebas.
-tokoferol akan terlihat fungsinya sebagai antioksidan, memiliki efek pro-oksidan
terutama pada konsentrasi tinggi.