Anda di halaman 1dari 11

Home > Ginekologi > Gangguan dan Masalah Haid dalam Sistem Reproduksi

Gangguan dan Masalah Haid dalam Sistem


Reproduksi
Aug 02, 2009 199 Comments by lusa
Klasifikasi
Gangguan haid dan siklusnya dalam masa reproduksi dapat digolongkan dalam :
1. Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid : Hipermenorea
atau menoragia dan Hipomenorea
2. Kelainan siklus : Polimenorea; Oligomenorea; Amenorea
3. Perdarahan di luar haid : Metroragia
4. Gangguan lain yang ada hubungan dengan haid : Pre menstrual tension (ketegangan
pra haid); Mastodinia; Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi) dan Dismenorea
Kelainan Dalam Banyaknya Darah Dan Lamanya Perdarahan Pada Haid
Hipermenorea atau Menoragia
Definisi
Perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari),
kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi.
Sebab-sebab
1. Hipoplasia uteri, dapat mengakibatkan amenorea, hipomenorea, menoragia. Terapi :
uterotonika
2. Asthenia, terjadi karena tonus otot kurang. Terapi : uterotonika, roborantia.
3. Myoma uteri, disebabkan oleh : kontraksi otot rahim kurang, cavum uteri luas,
bendungan pembuluh darah balik.
4. Hipertensi
5. Dekompensio cordis
6. Infeksi, misalnya : endometritis, salpingitis.
7. Retofleksi uteri, dikarenakan bendungan pembuluh darah balik.
8. Penyakit darah, misalnya Werlhoff, hemofili
Tindakan Bidan
Memberikan anti perdarahan seperti ergometrin tablet/injeksi; KIEM untuk pemeriksaan
selanjutnya; Merujuk ke fasilitas yang lebih tinggi dan lengkap.
Hipomenorea
Definisi
Adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa.
Sebab-sebab
Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi,
penyakit menahun maupun gangguan hormonal.

Tindakan Bidan
Merujuk ke fasilitas yang lebih tinggi dan lengkap.
Kelainan Siklus
Polimenorea atau Epimenoragia
Definisi
Adalah siklus haid yang lebih memendek dari biasa yaitu kurang 21 hari, sedangkan jumlah
perdarahan relatif sama atau lebih banyak dari biasa.
Sebab-sebab
Polimenorea merupakan gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek
sehingga siklus menstruasi juga lebih pendek atau bisa disebabkan akibat stadium proliferasi
pendek atau stadium sekresi pendek atau karena keduanya.
Terapi
Stadium proliferasi dapat diperpanjang dengan hormon estrogen dan stadium sekresi
menggunakan hormon kombinasi estrogen dan progesteron.
Oligomenorea
Definisi
Adalah siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari, sedangkan jumlah perdarahan tetap
sama.
Sebab-sebab
Perpanjangan stadium folikuller; perpanjangan stadium luteal; kedua stadium menjadi
panjang; pengaruh psikis; pengaruh penyakit : TBC
Terapi
Oligomenorea yang disebabkan ovulatoar tidak memerlukan terapi, sedangkan bila mendekati
amenorea diusahakan dengan ovulasi.
Amenorea
Definisi
Adalah keadaan tidak datang haid selama 3 bulan berturut-turut.
Klasifikasi
1. Amenorea Primer, apabila belum pernah datang haid sampai umur 18 tahun.
2. Amenorea Sekunder, apabila berhenti haid setelah menarche atau pernah mengalami
haid tetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan.
Sebab-sebab
Fisiologis; terjadi sebelum pubertas, dalam kehamilan, dalam masa laktasi maupun dalam
masa menopause; gangguan pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium; kelainan kongenital;
gangguan sistem hormonal; penyakit-penyakit lain; ketidakstabilan emosi; kurang zat
makanan yang mempunyai nilai gizi lebih.
Terapi
Terapi pada amenorea, tergantung dengan etiologinya. Secara umum dapat diberikan

hormon-hormon yang merangsang ovulasi, iradiasi dari ovarium dan pengembalian keadaan
umum, menyeimbangkan antara kerja-rekreasi dan istirahat.
Perdarahan di luar haid
Metroragia
Definisi
Adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid.
Klasifikasi
1. Metroragia oleh karena adanya kehamilan; seperti abortus, kehamilan ektopik.
2. Metroragia diluar kehamilan.
Sebab-sebab
1. Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh;
carcinoma corpus uteri, carcinoma cervicitis; peradangan dari haemorrhagis (seperti
kolpitis haemorrhagia, endometritis haemorrhagia); hormonal.
2. Perdarahan fungsional : a) Perdarahan Anovulatoar; disebabkan oleh psikis, neurogen,
hypofiser, ovarial (tumor atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi, metabolik,
penyakit akut maupun kronis. b) Perdarahan Ovulatoar; akibat korpus luteum
persisten, kelainan pelepasan endometrium, hipertensi, kelainan darah dan penyakit
akut ataupun kronis.
Terapi : kuretase dan hormonal.
Gangguan Lain Yang Ada Hubungan Dengan Haid
Pre Menstrual Tension (Ketegangan Pra Haid)
Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai menstruasi
berlangsung. Terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterom menjelang
menstruasi. Pre menstrual tension terjadi pada umur 30-40 tahun.
Gejala klinik dari pre menstrual tension adalah gangguan emosional; gelisah, susah tidur;
perut kembung, mual muntah; payudara tegang dan sakit; terkadang merasa tertekan
Terapi
Olahraga, perubahan diet (tanpa garam, kopi dan alkohol); mengurangi stress; konsumsi
antidepressan bila perlu; menekan fungsi ovulasi dengan kontrasepsi oral, progestin;
konsultasi dengan tenaga ahli, KIEM untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Mastodinia atau Mastalgia
Definisi
Adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid.
Sebab-sebab
Disebabkan oleh dominasi hormon estrogen, sehingga terjadi retensi air dan garam yang
disertai hiperemia didaerah payudara.

Mittelschmerz (Rasa Nyeri pada Ovulasi)


Definisi
Adalah rasa sakit yang timbul pada wanita saat ovulasi, berlangsung beberapa jam sampai
beberapa hari di pertengahan siklus menstruasi. Hal ini terjadi karena pecahnya folikel Graff.
Lamanya bisa beberapa jam bahkan sampai 2-3 hari. Terkadang Mittelschmerz diikuti oleh
perdarahan yang berasal dari proses ovulasi dengan gejala klinis seperti kehamilan ektopik
yang pecah.
Dismenorea
Definisi
Adalah nyeri sewaktu haid. Dismenorea terjadi pada 30-75 % wanita dan memerlukan
pengobatan. Etiologi dan patogenesis dari dismenore sampai sekarang belum jelas.
Klasifikasi
1. Dismenorea Primer (dismenore sejati, intrinsik, esensial ataupun fungsional); adalah
nyeri haid yang terjadi sejak menarche dan tidak terdapat kelainan pada alat
kandungan. Sebab : psikis; (konstitusionil: anemia, kelelahan, TBC); (obstetric :
cervic sempit, hyperanteflexio, retroflexio); endokrin (peningkatan kadar
prostalandin, hormon steroid seks, kadar vasopresin tinggi). Etiologi : nyeri haid dari
bagian perut menjalar ke daerah pinggang dan paha, terkadang disertai dengan mual
dan muntah, diare, sakit kepala dan emosi labil. Terapi : psikoterapi, analgetika,
hormonal.
2. Dismenorea Sekunder; terjadi pada wanita yang sebelumnya tidak mengalami
dismenore. Hal ini terjadi pada kasus infeksi, mioma submucosa, polip corpus uteri,
endometriosis, retroflexio uteri fixata, gynatresi, stenosis kanalis servikalis, adanya
AKDR, tumor ovarium. Terapi : causal (mencari dan menghilangkan penyebabnya).
Referensi
Adobe Reader-[cdk_133_obstertri_dan_ginekologi.pdf]. Junizar, Galya, dkk, 2001.
Pengobatan Dismenore Secara Akupuntur. KSMF Akupunktur Rumah Sakit Umum Pusat
Nasional Dr. Ciptomangunkusumo. Jakarta.
Adobe Reader-[Amenorea.pdf].
Bagian Obstetric dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. 1981.
Ginekologi. Elstar Offset, Bandung.
Manuaba, IBG, 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Arcan. Jakarta.
Manuaba, IBG, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana
Untuk Bidan. EGC. Jakarta.
Rabe, Thomas, 2002. Buku Saku Ilmu Kandungan, Hipokrates, Jakarta.
Sarwono, 1999. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.
Scoot, J. 2002. Buku Saku Obstetri & Ginekologi. Jakarta, Widya Medika.

Gangguan haid dan siklusnya


normalnya kan haid itu

Siklusnya ( tanggal mulai haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya ) berkisar antara 25-32
hari
Lama haid 3-8 hari, ada yang 1-2 hari diikuti darah sedikit-sedikit kemudian banyak dan pada
hari ke 6-8 darah kembali sedikit-sedikit

Tapi ada beberapa gangguan haid dan siklusnya, yang perlu kamu tahu.. So.. kamu bisa
mengidentifikasi apakah yang selama ini kamu alami normal atau tidak.
HIPERMENOREA
Hipermenorea adalah haid yang lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal ( lebih dari 8
hari ). Tentunya hal ini sangat mengganggu bagi wanita yang mengalaminya. Selain beresiko
menimbulkan anemia ( kadar sel darah merah dalam darah dibawah standart ) tentunya juga boros
pembalut
kan
hehehe..
Oiya.. hipermenorea ini sering disebabkan karena adanya gangguan pada rahim seperti tumor pada
rahim seperti mioma uteri dan polip endometrium. Sehingga penanganannya pun tergantung dari
penyebab yang ada.
HIPOMENOREA
Kalau yang tadi terlalu banyak.. nah yang ini terlalu sedikit. Yap.. hipomenorea adalah perdarahan
haid yang lebih pendek dari biasanya. Bisa disebabkan karena kondisi rahim yang kurang sehat pasca
operasi misalnya, gangguan hormon dan lain-lain. Jika tidak ditemukan penyebab yang jelas, maka
biasanya terapi hanya sebatas menenangkan pasiennya saja. Karena pada dasarnya, hipomenorea ini
tidak mempengaruhi kesuburan kamu.
POLIMENOREA
Polimenorea adalah gangguan haid dimana siklus haid menjadi lebih pendek dari biasanya ( kurang
dari 21 hari ). Maksudnya, belum waktunya dateng eeeeee.. dah dateng.. yang biasanya sebulan
sekali.. ini nyaris 2 kali dalam sebulan. Jumlah darah yang keluar bisa sama atau lebih banyak dari
biasanya. Bisa disebabkan karena gangguan hormon, penyakit endometriosis, peradangan dan
sebagainya
OLIGOMENOREA
Kalau yang tadi datangnya terlalu cepat.. nah yang ini terlalu lambat. Oligomenorea adalah gangguan
haid dimana siklus haidnya menjadi lebih panjang ( lebih dari 35 hari ). Jumlah darah yang keluar
biasanya lebih sedikit atau berkurang dari biasanya. Tapi gak usah khawatir, karena pada
kebanyakan kasus Oligomenorea, kesehatan dan kesuburan wanita tersebut cukup baik.
AMENOREA
Amenorea ini adalah keadaan tidak adanya haid selama 3 bulan berturut-turut

Amenorea primer, apabila sampai usia 18 tahun, seorang wanita belum juga mendapatkan
haid, biasanya penyebabnya cukup berat, seperti kelainan genetik atau cacat bawaan pada
alat reproduksi.
Amenorea sekunder, apabila seorang perempuan yang biasanya mendapatkan haid teratur
namun tiba-tiba tidak dapat haid selama 3 bulan berturut-turut. Untuk amenorea sekunder
yang tidak normal, penyebabnya bisa karena psikis seperti stress, bisa juga karena infeksi
alat reproduksi, adanya tumor pada rahim, gangguan gizi dan metabolisme, kegemukan (
obesitas ), penyakit tiroid ( hipo dan hipertiroid ). Kalau amenorea sekunder yang normal,
penyebabnya tentu saja karena ia hamil, sedang menyusui atau telah masuk masa
menopause.

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Macam-macam Gangguan Haid


Posted by: ummushofiyya on: 24/04/2011

In: Muslimah
180 Comments

Wanita yang telah mencapai usia baligh,


secara normal akan mendapatkan haid tiap bulannya. Akan tetapi kondisinya belum tentu
sama antara wanita satu dengan yang lainnya. Beberapa dari mereka mengalami kondisi yang
normal, namun sebagian yang lain memiliki masalah-masalah seputar darah haid yang cukup
mengganggu aktivitasnya. Ada baiknya para pembaca (khususnya wanita) mengetahui apa
saja masalah-masalah dan gangguan-gangguan seputar darah haid. Sehingga kita bisa
memiiliki pengetahuan tentangnya dan berharap bisa mencari solusinya.
Klasifikasi
Gangguan haid dan siklusnya dalam masa reproduksi dapat digolongkan dalam:
1. Kelainan siklus : Amenorea, Oligomenorea, Polimenorea
2. Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid: Hipermenorea atau
menoragia dan Hipomenorea

3. Perdarahan di luar haid : Metroragia


1. Amenorea
Definisi
Amenorea adalah keadaaan tidak terjadinya haid pada seorang wanita. Hal tersebut normal
terjadi pada masa sebelum pubertas, kehamilan dan menyusui, dan setelah menopause.
Amenorea sendiri terbagi dua, yaitu:
a. Amenorea primer, yaitu keadaan tidak terjadinya haid pada wanita
usia 16 tahun.
b. Amenorea sekunder, yaitu tidak terjadinya haid selama 3 siklus (pada
kasus oligomenorea/jumlah darah haid sedikit), atau 6 siklus setelah sebelumnya
mendapatkan siklus haid biasa.
Penyebab
Penyebab tersering dari amenorea primer adalah:

Pubertas terlambat
Kegagalan dari fungsi indung telur
Agenesis uterovaginal (tidak tumbuhnya organ rahim dan vagina)
Gangguan pada susunan saraf pusat
Himen imperforata yang menyebabkan sumbatan keluarnya darah haid, dapat
dipikirkan apabila wanita memiliki rahim dan vagina normal

Penyebab terbanyak dari amenorea sekunder adalah kehamilan, setelah kehamilan,


menyusui, dan penggunaan metode kontrasepsi. Jika sebab-sebab tersebut bisa disingkirkan,
maka penyebab lainnya adalah:

Obat-obatan
Stres dan depresi
Nutrisi yang kurang, penurunan berat badan berlebihan, olahraga berlebihan, obesitas
Gangguan hipotalamus dan hipofisis
Gangguan indung telur
Penyakit kronik

Tanda dan Gejala


Tanda amenorea adalah tidak didapatkannya haid pada usia 16 tahun, dengan atau tanpa
perkembangan seksual sekunder (perkembangan payudara, perkembangan rambut pubis),
atau kondisi dimana wanita tersebut tidak mendapatkan haid padahal sebelumnya sudah
pernah mendapatkan haid. Gejala lainnya tergantung dari apa yang menyebabkan terjadinya
amenorea.
2. Oligomenorea

Definisi
Oligomenorea merupakan suatu keadaan dimana siklus haid memanjang lebih dari 35 hari,
sedangkan jumlah perdarahan tetap sama. Wanita yang mengalami oligomenorea akan
mengalami haid yang lebih jarang daripada biasanya. Namun, jika berhentinya siklus haid
berlangsung lebih dari 3 bulan, maka kondisi tersebut dikenal sebagai amenorea sekunder.
Penyebab
Oligomenorea biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal pada aksis
hipotalamus-hipofisis-ovarium. Gangguan hormon tersebut menyebabkan lamanya siklus
haid normal menjadi memanjang, sehingga haid menjadi lebih jarang terjadi. Oligomenorea
sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang
terjadinya menopause. Oligomenorea yang terjadi pada masa-masa itu merupakan variasi
normal yang terjadi karena kurang baiknya koordinasi antara hipotalamus, hipofisis dan
ovarium pada awal terjadinya haid pertama dan menjelang terjadinya menopause, sehingga
timbul gangguan keseimbangan hormon dalam tubuh. Disamping itu, oligomenorea dapat
juga terjadi pada:

Gangguan indung telur, misal : Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS)


Stres dan depresi
Sakit kronik
Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
Penurunan berat badan berlebihan
Olahraga berlebihan, misal atlit
Adanya tumor yang melepaskan estrogen
Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran
darah haid
Penggunaan obat-obatan tertentu

Umumnya oligomenorea tidak menyebabkan masalah, namun pada beberapa kasus, dapat
menyebabkan gangguan kesuburan. Pemeriksaan ke dokter kandungan harus dilakukan ketika
oligomenorea berlangsung lebih dari 3 bulan dan mulai menimbulkan gangguan kesuburan.
3. Polimenorea
Definisi
Ketika seorang wanita mengalami siklus haid yang lebih sering (siklus haid yang lebih
singkat dari 21 hari), hal ini dikenal dengan istilah polimenorea. Wanita dengan polimenorea
akan mengalami haid hingga dua kali atau lebih dalam sebulan, dengan pola yang teratur dan
jumlah perdarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari biasanya.
Polimenorea harus dapat dibedakan dari metroragia. Metroragia merupakan suatu
perdarahan iregular yang terjadi di antara dua waktu haid. Pada metroragia, haid terjadi
dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih sedikit.
Penyebab

Timbulnya haid yang lebih sering ini tentunya akan menimbulkan kekhawatiran pada wanita
yang mengalaminya. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sistem
hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium.
Ketidak seimbangan hormon tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi
(pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu
siklus haid normal sehingga didapatkan haid yang lebih sering. Gangguan keseimbangan
hormon dapat terjadi pada:

3-5 tahun pertama setelah haid pertama


Beberapa tahun menjelang menopause
Gangguan indung telur
Stress dan depresi
Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
Penurunan berat badan berlebihan
Obesitas
Olahraga berlebihan, misal atlit
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antikoagulan, aspirin, NSAID, dll

Pada umumnya, polimenorea bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya.
Penderita polimenorea harus segera dibawa ke dokter jika polimenorea berlangsung terus
menerus. Polimenorea yang berlangsung terus menerus dapat menimbulkan gangguan
hemodinamik tubuh akibat darah yang keluar terus menerus. Disamping itu, polimenorea
dapat juga akan menimbulkan keluhan berupa gangguan kesuburan karena gangguan
hormonal pada polimenorea mengakibatkan gangguan ovulasi (proses pelepasan sel telur).
Wanita dengan gangguan ovulasi seringkali mengalami kesulitan mendapatkan keturunan.
4. Menoragia atau Hipermenorea
Definisi
Menoragia atau hipermenorea adalah perdarahan haid yang lebih banyak dari normal (lebih
dari 80ml/hari) atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari), kadang disertai dengan bekuan
darah sewaktu haid. Siklus haid yang normal berlangsung antara 21-35 hari, selama 2-8 hari
dengan jumlah darah haid sekitar 25-80 ml/hari.
Gejala
Penderita menoragia dapat mengalami beberapa gejala seperti:

Perlu mengganti pembalut hampir setiap jam selama beberapa hari berturut-turut
Perlunya mengganti pembalut di malam hari atau pembalut ganda di malam hari
haid berlangsung lebih dari 7 hari
Darah haid dapat berupa gumpalan-gumpalan darah
Haid yang berlangsung berkepanjangan dengan jumlah darah yang terlalu banyak
untuk dikeluarkan setiap harinya dapat menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak
darah sehingga memicu terjadinya anemia. Terdapat tanda-tanda anemia, seperti
napas lebih pendek, mudah lelah, pucat, kurang konsentrasi, dll.

Penyebab

Timbulnya perdarahan yang berlebihan saat terjadinya haid (menoragia) dapat terjadi akibat
beberapa hal, diantaranya:
1. Adanya kelainan organik, seperti:

infeksi saluran reporduksi


kelainan koagulasi (pembekuan darah), misal : akibat von willebrand disease,
kekurangan protrombin, idiopatik trombositopenia purpura (ITP), dll
Disfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau
gagal ginjal. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan
faktor pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen.

2. Kelainan hormon endokrin misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal,
tumor pituitari, siklus anovulasi, Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS), kegemukan, dll
3. Kelainan anatomi rahim seperti adanya mioma uteri, polip endometrium, hiperplasia
endometrium, kanker dinding rahim dan lain sebagainya.
4. Iatrogenik : misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obatobatan anti-inflamasi dan obat-obatan antikoagulan.

5. Hipomenorea
Definisi
Hipomenorea adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa.
Penyebab Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang akibat dari
kurang gizi, penyakit menahun maupun gangguan hormonal

6. Metroragia
Definisi
Metroragia adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid.
Metroragia merupakan suatu perdarahan iregular yang terjadi di antara dua waktu haid. Pada
metroragia, haid terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih
sedikit. Metroragia tidak ada hubungannya dengan haid, namun keadaan ini sering dianggap
oleh wanita sebagai haid walaupun hanya berupa bercak
Klasifikasi
1. Metroragia oleh karena adanya kehamilan, seperti abortus, kehamilan ektopik.

2. Metroragia diluar kehamilan


Penyebab
1. Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh, carcinoma
corpus uteri, carcinoma cervicitis, peradangan dari haemorrhagis (seperti kolpitis
haemorrhagia, endometritis haemorrhagia), hormonal.
2. Perdarahan fungsional:

Perdarahan Anovulatoar, disebabkan oleh psikis, neurogen, hypofiser, ovarial (tumor


atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi, metabolik, penyakit akut maupun
kronis.
Perdarahan Ovulatoar, akibat korpus luteum persisten, kelainan pelepasan
endometrium, hipertensi, kelainan darah dan penyakit akut ataupun kronis.
Yogyakarta, 06 MAret 2011